29 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 14070

Satgas Joko Tingkir Hadir di Riau dan Jambi

Angkat Harkat Martabat Masyarakat Jawa Lewat Satgas Joko Tingkir Medan

PENGURUS Besar Joko Tingkir Sumut meminta jajaran Pengurus Daerah Satgas Joko Tingkir Medan dipimpin Sudiyono, yang juga pengusaha angkutan ‘Praka’ untuk menjadi motor penggerak dalam mengangkat harkat dan martabat  masyarakat Jawa di Medan.

HARAPAN ini disampaikan Ketua Umum PB Satgas Joko Tingkir Sumut Sukirmanto SH didampingi Pembina PB Satgas Joko Tingkir Sumut AKBP Purn H Rusbandi dan salah satu Pendiri PB Satgas Joko Tingkir Sumut Sudjoko SPd saat membuka rapat koordinasi PD Satgas Joko Tingkir Medan di Hotel Saudara Syariah, Minggu (25/12).Dalam rapat koordinasi diikuti pimpinan cabang Satgas Joko Tingkir kecamatan se-Kota Medan, Sukirmanto mengatakan organisasi yang dipimpinnya didirikan pada 10 Muharram 1427 Hijriah atau 9 Februari 2006.
Sukirmanto mengatakan, Satgas Joko Tingkir Sumut dalam usia 5 tahun 10 bulan 17 hari telah mengembangkan organisasi di kabupaten/kota se Sumut. ‘’Sudah memiliki anggota yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Sumut dan telah memberi mandat di Provinsi Riau dan Jambi,’’ katanya.

Makna Satgas, menurut Sukirmanto, memiliki konotasi pelayanan sedangkan Joko Tingkir adalah tokoh baik yang sengaja atau tidak sengaja membawa kultural javanisme yang banyak memiliki keteladanan.

Ia menambahkan, untuk pencapaian sasaran program kerja PD Satgas Joko Tingkir Medan didalam melaksanakan rapat koordinasi ini dapat menelurkan pemikiran-pemikiran yang terprogram dan mampu menjabarkan program kerja yang sudah ada dan isu strategi organisasi sesuai tuntutan situasi dan kondisi saat ini.

Ketua Umum PB Satgas Joko Tingkir Sumut berharap rapat koordinasi ini sebagai sarana meningkatkan kemampuan dan menyamakan visi dan misi organisasi sehingga dapat menghasilkan organisasi yang modern dan profesional.
Harapan senada juga disampaikan Pembina PB Joko Tingkir Sumut AKBP Purn H Rusbandi yang juga Ketua Padepokan Agung Nuswantoro. Ia mengatakan, paguyuban Jawa yang ada di Sumut ada 36 paguyuban. ‘’Namun yang masih eksis tinggal lima paguyuban termasuk Satgas Joko Tingkir yang telah berkembang di 23 kabupaten/kota di Sumut serta Provinsi Riau dan Jambi,’’ ungkapnya.

Rusbandi menambahkan, sesuai laporan dari Ketua  PD Joko Tingkir Langkat Budiono SE yang juga Wakil Bupati Langkat akan melantik tiga ribu pengurus cabang kecamatan se-Langkat.’’ Satgas Joko Tingkir ke depan yang paling eksis,’’ ucap Rusbandi.Sedangkan Ketua PD Satgas Joko Tingkir Medan Sudiyono melaporkan kepada PB Satgas Joko Tingkir Sumut beberapa program kerja yang dihasilkan pada penutupan rapat koordinasi. ‘’PD Satgas Joko Tingkir Medan menyediakan ambulans gratis untuk dipakai seluruh warga Jawa di Kota Medan,’’ terangnya.

Hasil rapat koordinasi lain, lanjut Sudiyono, PD Satgas Joko Tingkir Medan dalam membangun ekonomi kerakyatan dengan mendirikan koperasi serba usaha. ‘’PD Satgas Joko Tingkir Medan juga mendukung roda pemerintahan Sumut dan Medan dibawah kepemimpinan Plt Gubsu H Gatot Pujonugroho ST dan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM.

Sebelumnya Ketua Umum PB Satgas Joko Tingkir Sumut juga menghadiri kegiatan kenduri akbar Muharam 1433 Hijriah dan pagelaran wayang kulit, Sabtu (24/12) malam. Perhelatan akbar Pemko Medan bersama organisasi Kecamatan Medan Marelan ini digelar di Lapangan Pasar V Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. (*)

Rahmat Shah Gelar HUT Pernikahan ke-28

MEDAN- Anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Utara Rahmat Shah, menggelar acara Hari Ulang Tahun (HUT) pernikahan bersama istri tercinta, Roseline yang ke-28 di Medan, Minggu (25/12).
Dalam acara tersebut, Rahmat menyampaikan ungkapan rasa terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak untuk diri beliau pribadi, isteri dan anak-anak sehingga keluarganya dapat diterima masyarakat dan berbuat serta memberi yang terbaik bagi semua.

Rahmat mengakui, dirinya merasa berbahagia memiliki keluarga yang dapat dibanggakan dan ikut mendukung karir dan kesempatan untuk berbuat dan memberi bagi masyarakat dan kemanusiaan. “Keluarga adalah segalanya dan salah satu ukuran kesuksesan seseorang adalah kesuksesan dalam membina keluarganya,” kata Rahmat.
Rahmat juga mengingatkan bagaimana peran seorang ibu sangat besar dan penting dalam kesuksesan hidup seseorang. Menurutnya, dirinya belum pernah menjumpai seorang yang bersikap tidak baik terhadap keluarga dan khususnya kepada ibunya akan mencapai kesuksesan dan keberhasilan.

Plt Gubsu Gatot Pujonugroho dalam sambutannya memberikan gambaran akan idealisme sebuah keluarga sebagai unit masyarakat terkecil di dalam suatu negara. Kesejahteraan masyarakat dimulai dari kesejahteraan keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan tempat yang terbaik dalam penanaman nilai-nilai keluhuran dan kemuliaan. Sikap-sikap baik yang ada saat bergaul di tengah-tengah masyarakat, harus dimulai dari keluarga.

Sementara itu, Prof Dr Abdullah Syah, MA, Ketua Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara, dalam nasihat dan tausiyahnya menjabarkan pentingnya sikap bersyukur atas segala nikmat dan karunia Allah SWT kepada keluarga Dr H Rahmat Shah. Perilaku syukur menjanjikan jaminan ditambahnya nikmat yang telah diberikan, sementara itu sikap tidak bersyukur ataupun kufur justru akan mendatangkan petaka dan bencana.

Nasihat lain yang diuraikan Prof Abdullah Syah, MA, adalah sikap bersabar. Bersabar yang mengandung makna kegigihan dan keuletan dalam menghadapi segala problema kehidupan. “Semoga Pak Rahmat dan keluarga untuk semakin meningkatkan kedekatan mereka kepada sang Khaliq dan semakin bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan abadi di akhirat kelak,” harapnya.

Menurut Abdullah, kematian yang akan dirasakan setiap insan selalu mendatangkan penyesalan. Untuk itu, persiapan yang baik menghadapi kematian akan mengurangi rasa penyesalan yang biasanya datang belakangan.
Acara  yang diselenggarakan secara sederhana ini dihadiri oleh Plt. Gubernur Sumatera Utara, Pangdam I/BB, Kasdam I/BB, Kapoldasu, ketua MUI Sumut, anggota DPRD SU yang masing-masing datang beserta isteri, keluarga serta staff dan karyawan di lingkungan unit kerja perusahaan milik DR H Rahmat Shah. (*/ila)

Rangkul Seluruh Elemen Masyarakat

Pelantikan Ketua Umum PC IMM Kota Medan

MEDAN- Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan, periode amaliyah 2011/2012 resmi dilantik DPD IMM Sumut di Hotel Garuda Plaza, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sabtu (24/12).

Acara pelantikan IMM Medan, dihadiri Kadis Pendidikan Dr M Rajab Lubis MS, Dirut PT Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu, Ketum KNPI Kota Medan Zulham Efendi Siregar ST, serta utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Rafdinal S Sos MAP, Rektor UMSU Drs Agus Sani MAP, Dewan Pimpinan Daerah IMM Sumut Zefrijal, OKP se-Kota Medan, serta kader-kader IMM se-Kota Medan.

DPD IMM Kota Sumut Zefrijal, usai melantik IMM Kota Medan mengharapakan, dapat menjalankan program kerja yang baik untuk kemajuan IMM di masa akan datang. Selain itu, juga mampu memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat.

Ketua Umum PC IMM Kota Medan Fachri Mizan Harsono, yang baru dilantik menyampaikan, dirinya akan melakukan konsolidasi untuk membuat rancangan program kerja satu tahun ke depan dalam rangka pengembangan dan evaluasi organisasi, dengan merangkul semua elemen masyarakat dan OKP se-Kota Medan .
Rodliyatan Naibaho, selaku ketua panitia dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin antara lain para tokoh Kota Medan dan terkhusus kepada Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah se-Kota Medan atas apresiasinya untuk bisa hadir memeriahkan acara tersebut, serta alumni yang telah membantu baik secara moril dan materil.

Menanggapai pelantikan IMM Kota Medan itu, Kadis Pendidikan Medan Rajab mengatakan, kiranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang berhimpun di Kampus-kampus Kota Medan pada khususnya harus dapat memberikan perubahan yang lebih progresif dalam meningkatkan mutu indivuidualisme mahasiswa melalui kaderisasi yang ada di IMM itu sendiri.  “Diharapkan IMM dapat memberikan kontribusi terbaik ditengah-tengah masyarakat, selaku mitra dalam mengembangkan Kota Medan,” bilangh Rajab.
Ketua KNPI Medan Zulham Effendi Siregar ST menyebutkan, IMM terus menjadi garda terdepan di tingkat OKP Kota Medan. (*/omi)

Pesawat Menteri Tidak Turun-turun

Pembukaan Pesta Danau Toba 2011 Kacau

PARAPAT-Pembukaan Pesta Danau Toba (PDT) 2011 penuh dengan kejutan. Sayangnya, bukan kejutan yang menyenangkan. Selain pembukaan yang tidak sesuai rencana, properti yang ada di lokasi juga tidak mencerminkan pesta rakyat Sumatera Utara.

Ya, puluhan tenda berbentuk kerucut dan berwarna putih yang diperuntukkan untuk lokasi stand dan lainnya membawa suasana asing. “Sepertinya kita berada di gurun pasir dan Padang Arafah. Lihat saja bentuk tenda yang berjejer itu, tidak menggambarkan hiasan suasana Pesta Budaya seputaran Danau Toba,” kritik Ulam Sianturi, seorang pengunjung dari Samosir.

Tidak itu saja, pukul 14.10 WIB, ada kejadian yang mengusik. Acara penyambutan tamu memang sudah dipersiapkan oleh panitia. Karpet merah berukuran 20×1 m pun dibentangkan di sebelah sayap kanan Pagoda Open Stage. Lalu, 4 bunga kalung dipersiapkan di atas meja dan di jaga dara dan jaka berpakaian adat Simalungun. Namun betapa terkejutnya semua para penyambut tamuini, sebabkarpetmerahitutiba-tiba ditarikdandigulungolehpanitiadanmemindahkannya ke dekat tangga masuk Pagoda Open Stage. Tak pelak, hal itu menjadi bahan sorakan pengunjung.

Usut punya usut, rupanya tamu dan rombongan Plt Gubsu berikut Muspida Sumut dan Muspida Simalungun masuk dengan menuruni anak tangga Pagoda Open Stage Parapat, bukan dari dekat Wisma Retta. Kemudian, setelah karpet merah dibentangkan, barulah rombongan ini diperkenankan menuju tribun degan payung masing-masing. Kejadian ini sempat membuat wajah para pejabat yang hadir memerah, sebab gaya penyambutan yang diharapkan bagus ternyata dihadiahi kucar-kacirnya panitia yang menyeret-nyeret karpet merah dan membentangkannya kembali seolah tak ada masalah.

Begitulah, selain ketidaksiapan panitia, PDT juga tidak menggambarkan kehebatan sebuah pesta. Bayangkan saja, tiga menteri yang dijadwalkan akan membuka pesta ini tidak bisa hadir karena cuaca buruk. Padahal, spanduk telah tersebar di berbagai sudut. Ketiga menteri yang dimaksud adalah Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan SE MM, dan Menteri Pariwisata dan Kreatif Mari Elka Pangestu. Hal ini kembali membuat ribuan warga kecewa. “Ketidakhadiran menteri tidak mengurangi semangat kita” ucap sang ketua panitia, Jhon Hugo Silalahi dalam sambutannya.

Senada dengan Jhon Hugo, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho juga mengatakan faktor cuaca jadi penyebab ketidakhadiran para menteri. “Kami sudah sempat menunggunya di Silangit namun pesawatnya tidak turun-turun,” bilangnya.

Meski begitu, Gatot tampaknya tak putus asa. Ya, dalam sambutannya, pelaksanaan PDT yang akan datang kalau boleh dilaksanakan pada bulan 6 (Juni) pas liburan sekolah. Dan, pelaksanaan PDT akan dilakukan berpindah- pindah. Maka, buat daerah lain di seputaran danau Toba, supaya mempersiapkan diri ujarnya.

Dalam kesempatan itu, akhirnya Gatot didaulat membuka PDT 2011. Diiringi gerimis, Gatot memukul gondang sekira pukul 16.00 WIB sebagai tanda mulai digelarnya even tersebut. (jes/ral/dro/smg/jon)

Ketua DPRD Medan akan Laporkan Kadishub Medan

Biar Malu Dia…

MEDAN-Hubungan Ketua DPRD Medan Amiruddin dengan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Medan Syarif Armansyah Lubis alias Bob tercium kurang harmonis. Hal ini ditengarai akibat peristiwa sebulan lalu, yakni perusakan rumah Kadishub.

Dari informasi yang didapat di DPRD Medan, Selasa (27/12), perusakan rumah Bob itu diduga terjadi gara-gara masalah proyek di Dinas Perhubungan (Dishub) Medan. Diduga anak Amiruddin berinisial MI (32), meminta proyek di dinas tersebut, namun tidak diberi oleh Bob.

Berdasarkan informasi tersebut pula, kejadian itu menyeret-nyeret alias melibatkan Ketua DPRD Medan Amiruddin.

Karena permintaan proyek tersebut tidak dipenuhi, akhirnya Amiruddin marah dan mencak-mencak kepada Kadishub Medan, Bob.

Karena hal itu, diduga MI mengambil sikap sendiri dengan melakukan perusakan terhadap rumah tinggal Syarif Armansyah Lubis di Komplek Tasbih Medan, dengan cara melempari pagar tembok rumah Armansyah.

Tindakan tidak terpuji itu ternyata dipergoki Satpam komplek tersebut yang kemudian menangkap dan menyerahkan pelaku kepada aparat kepolisian Polsek Sunggal. Tak pelak, informasi ini langsung dikonfirmasi Sumut Pos.

Kapolsek Sunggal AKP Budi Hendrawan yang dihubungi melalui selular sama sekali tak membantah informasi tersebut.

“Ya, tersangkanya sudah kita pegang.

Hanya saja, tidak ditahan,” ungkapnya.

“Pada Laporan atau LP berisi bukan pengerusakan, melainkan perbuatan tidak menyenangkan,” tambah Budi.

Sayang, Syarif Armansyah alias Bob yang coba dikonfirmasi tidak bisa dihubungi. Namun, Amiruddin berhasil dihubungi.

Amiruddin mengatakan, persoalan itu tidak melibatkan dirinya dan hanya dengan putranya. Lebih lanjut Amiruddin menuturkan, persoalan itu juga bukan masalah proyek melainkan masalah utangpiutang antara anaknya dengan Syarif Armansyah alias Bob. Karena hal itu pulalah, kader Partai Demokrat tersebut menyatakan akan membuat laporan ke polisi.

“Itu bukan dengan saya. Dengan anak saya. Dan itu bukan masalah proyek, tapi utang piutang. Nanti akan kita buat laporannya. Biar malu dia,” ungkap Amiruddin sembari mengatakan agar kasus ini jangan diberitakan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Medan Muslim Maksum yang dimintai tanggapannya oleh Sumut Pos tadi malam mengenai apakah benar anggota dewan kerapa main proyek menyatakan, seharusnya anggota dewan melaksanakan fungsi melakukan kontrol terhadap pemerintahan. “Tidak ada kita minta-minta proyek. Anggota dewanituseharusnyamelaksanakan tugasnya untuk mengawasi jalannya pemerintahan,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai kasus tersebut, anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu enggan memberikan komentarnya. “Kalau untuk itu, saya no comment,” katanya. Sementara itu, anggota DPRD Medan lainnya, Godfried Effendi Lubis mengaku kaget mendengar apa yang dikonfirmasikan Sumut Pos kepadanya. “Ah masak sampai kayak gitu. Coba nanti saya konfirmasi,” katanya.

Apakah benar anggota dewan selama ini kerjaannya hanya bermain proyek-proyek di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Medan? Terkait hal itu, anggota Komisi D DPRD Medan ini membantahnya.

Malah dikatakannya, Kadishub Medan Syarif Armansyah Lubis alias Bob adalah orang yang tinggi hati. “Ah, tak termakan dia (Bob, Red) ini. Dianggapnya sudah besar dia. Kami tak ada minta-minta proyek,” tegasnya.(ari)

Ada Bandar di Setiap Blok

Di Rutan Tanjung Gusta Tersedia Banyak Paket Narkoba

MEDAN-Penangkapan Anly Yusuf alias Mami Medan di Lapas Klas II A Wanita Tanjung Gusta Medan Rabu, 21 Desember 2011, dini hari lalu, masih menyisakan riak. Beberapa pihak dianggap kecolongan pasalnya BNN dan pihak Kementerian Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bergerak di pagi buta. Pihak lokal pun merasa tak dilibatkan.

Setelah beberapa waktu berselang, KepalaKantorKemenkumham Sumut, Baldwin Simatupang malah berkoar telah bergerak terlebih dahulu. Dengan kata lain, Baldwin mengatakan, sebelum Wamen Hukum dan HAM serta BNN melakukan pemeriksaandiLapasKlasIIAWanita Medan, untuk memeriksa kamar 6D dimana Anly Yusuf alias Mami Medan, pihaknya sudah menggelar razia. “Kita juga melakukan tes urine bagi warga binaan dan pegawai” tegas Baldwin , Selasa (26/12).

Lalu, kenapa Mami Medan bisa lolos saat dirazia? Untuk pertanyaan ini, Baldwin mengatakan tidak ada narkoba dalam kamar Mami Medan.

“Narkoba tidak ada.Yang ada hanya uang. Kita juga tidak tahu dari mana uang itu, kemungkinan dari pengunjung yang membesuk Anly Yusuf.

Jangankan narkoba uang pun tidak boleh masuk,” tegasnya.

Adakah ini indikasi anggota Baldwin terlibat? “Saya rasa anggota tidak terlibat karena sudah bekerja semaksimal mungkin.

Kalaupun ada indikasi pegawai yang terlibat peredaran narkoba baik di Rutan dan Lapas, saya akan tindak dengan tegas,” ungkap Baldwin.

Tekad Baldwin didukung keras oleh praktisi hukum Luhut Parlinggoman Siahaan. Bahkan, menurutnya, tindak tegas yang tepat adalah pemecatan. “Coba tanya para sipir Lapas itu mengenai pengetahuan Hukum dan HAM. Mereka tidak tahu karena awalnya hanya diajari menembak dan sebagainya” bebernya.

Maka dari itu, berdasarkan kasus yang ada tersebut, sebaiknya Kalapas dan sipir-sipir yang bertugas namun terkesan menutup mata pada peredaran narkoba lebih baik dipecat. “Seperti kasus di LP Nusakambangan, di mana Kalapas langsung dipecat dan dipenjara,” tegasnya.

Terlepas dari keterangan Baldwin dan emosi Luhut, soal keterlibatan oknum di Lapas atau Rutan dalam kasus narkoba memang bukan cerita baru.

Setidaknya, kasus seperti itu pernah terjadi pada Andreas Tarigan (48). Dia adalah seorang petugas Rutan Klas II B di Labuhan yang kedapatan memasukkan sabu-sabu ke dalam Rutan pada 2008 lalu.

Berangkat dari data itu, Sumut Pos pun berusaha ‘masuk’ ke dalam pergaulan di Rutan Tanjung Gusta Medan (lihat grafis).

Hasilnya, tidak mengejutkan.

Praktikjualbelinarkobamemang marak. “Di Rutan, kalau kita mau baik bisa baik, tetapi kalau kita mauikutsemakinrusakbisajuga.

Tak ada susahnya di sini. Yang paling lama di Rutan hanya tiga kalender saja (tiga tahun),” kata seorang tahanan yang tersangkut pidana kepemilikan narkoba.

Dikatakan sumber yang sudah tiga kali masuk Rutan karena kasus narkoba dan perampokan ini, tidak ada bedanya antara di dunia bebas dengan di dalam sel; asal ada uang segalanya tersedia. “Seperti saya, kalau aku mau nyabu di sini ada. Kita tinggal bergerak ke kamar bandar denganmembawa uang. Sedangkan untuk peralatannya seperti kaca dan bong dapat diperoleh dengan membeli kepada sesama tahanan atau dari pegawai,” ujarnya.

Lalu, bagaimana dengan jenis narkoba yang tersedia? “Semua ada, kecuali putaw. Untuk pecandu putaw, pegawai hanya mengizinkan peredaran Metadone dan Subutex yang bisa dipakai untuk para junkies untuk menghilangkan rasa sakawnya. Kalau untuk sabu, ganja, dan lainnya bisa kita peroleh asal punya uang,” jelas sumber sambil menggaruk tato gambar batik di lengan kanannya.

Sedangkan untuk memperoleh ganja juga tidak susah karena tahanan yang mendapat kepercayaan dari pegawai menjadi tahanan pendamping (Tamping) di blok kamar sekaligus menjual ganja untuk bloknya saja. “Di sini kan ada 9 blok, jadi setiap blok itu ada tampingnya.

Tetapi, untuk pemakai ganja harus berhati-hati dengan pegawai yang jaga. Bila ketangkap tak ada yang namanya 86 (istilah damai di tempat). Pasti akan di proseshukumsehinggakitaakan mengalami bebas tampung (Bestam),” ujar pria yang mengaku dari Aceh ini.

Kalau untuk minuman keras, akunya, di Rutan hanya menjual minuman jenis Vigour saja. Kalau tahanan kepingin dengan minumanjenislainbisamemperolehnya dengan meminta tolong kepada pegawai. “Pasti akan dibelikan. Kalau harga per botolnya minuman seperti jenis Mansion Rp60 ribu, kita berikan kepada pegawai uang sebesar Rp100 ribu yang sisanya untuk uang jalan,” cetusnya.

Dan, yangmenjadiprimadiona adalah sabu-sabu. Bahkan, karena diminati, bandar (BD) sabusabu malah ikut bersaing. “Kalau BD sabu di Rutan banyak, di setiap blok saja ada BD-nya yang berjumlahduasampaitigaorang.

Jadi tak susah mencari,” jelasnya.

Soal harga sabu di Rutan tidak bisa dirataratakan. Semua itu tergantung sang BD. “Karena di sini BD-nya terus bersaing dari harga sampai kualitas barang. Biasanya BD menyediakan paketan 50 dengan harga Rp50 ribu, paketan 100 dengan harga Rp100 ribu.

Kalau sudah kenal terkadang harganya bisa kurang sikit. Tapi biasanya paketan dipakai untuk tahanan secara perorangan yang baru ditemui keluarganya. Kalau maupakairamai-ramaibiasanya tahanan mengambil paket seprempi (seperampat, Red) dengan Rp300 ribu dan Rp250 ribu, harganya berbeda karena persaingan itu,” ujarnya lagi.

Nah, jikamemangbegitubebas peredaran sabu-sabu, dari mana sang BD mendapat stok? “BD memperolehsabuterkadangdari bantuan tamu yang datang menjenguknya ke Rutan, biasanya barang tersebut tidak banyak.

Tapi kalau dengan bantuan pegawai yang sudah diatur tempat pengambilannya bisa dalam ukuran besar hingga permainan kilo, tidak seperti bantuan tamu yang datang, paling banyak per gram saja,” celotehnya.

Dijelaskan sumber lain yang sudah tujuh kali masuk ke Rutan karena kasus narkoba dan judi togel, tahanan yang paling dihargai di dalam Rutan adalah tahanan yang memiliki uang banyak.

“Bukan BD Narkoba yang disegani di sini, tetapi tahanan yang banyak uangnya. Karena di Rutan ini tempat perputaran uang cukup besar. Kebanyakan para tahanan merupakan BD-BD besar di luar sana tidak mau dipindahkan ke Rutan lain seperti di luar daerah,” beber pria yang berbadan tambun ini.

Untuk BD terbesar di Rutan Tanjung Gusta, dituturkannya, seorangpria berkulit hitam berinisial BK yang tertangkap karena kasus narkoba di Aceh.

“Biasanya kalau persaingan BD di dalam Rutan saling mengadu BD-BD kepada pegawai yang akan melakukan razia.

Bila ketangkap sama pegawai, BD yang satu akan tertawa dan BD yang ketangkap akan diproses,” cetusnya.

Menurutnya, razia rutin terhadap pegawai merupakan cara bagi pegawai untuk mencari duit tambahan. “Padahal mereka juga yang membantu kita untuk membuat salah. Jadi kalau untuk 86 dengan pegawai hanya membayar Rp500 ribu-Rp300 ribu bila kita ketangkap memakai narkoba.

Itupun tergantung dari banyaknya barang yang dipakai. Kalau memakai HP juga akan ditangkap dan akan di 86-kan dengan biaya Rp50 ribu, tetapi kalau harga HPnya tinggi biaya 86 juga tinggi,” cetusnya yang sudah dua kali ketangkap pegawai karena memakai narkoba dan memiliki HP.

Sumber lain yang kebetulan ikut gabung bersama Sumut Pos diruangbertamuRutan, menambahkan, kalau di dalam Rutan tidak ada yang namanya narkobamakaakanberdampakburuk.

“Kalau tak ada narkoba pasti akan rusuh,” ungkapnya.

Begitulah, meskimembahakan penikmatnya, narkoba kadang dianggap penolong juga. Mungkin karena itulah kasus narkoba di Sumatera Utara meningkat tajam. Setidaknya, menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara Kombes Pol AnjarDewanto, jumlahkasusnarkoba naik hampir 90 persen dari tahunsebelumnya. DiKotaMedan, khususnya, hal serupa pun terjadi. Menariknya, di ibu kota Sumatera Utara ini, jumlah kasus berkurang tapi barang buktinya bertambah. (adl/rud/ gus/mag-5/ari)

Tetap Bangga meski Jadi Striker Klub Bola di Kampung

Mengunjungi Martunis, si ‘Bocah Ajaib’ yang Tenar di Benua Eropa saat Tsunami Aceh

Ketika tsunami terjadi di Aceh tujuh tahun lalu, nama Martunis sempat terkenal di Eropa, hingga diundang khusus ke Portugal dan bertemu Cristiano Ronaldo. Bagaimana kabarnya sekarang?

SUDIRMAN MANSYUR, Banda Aceh

MARTUNIS kini tinggal di Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Minggu lalu (25/12) Rakyat Aceh (Group Sumut Pos) pergi ke gampong (desa) tersebut. Ketika tsunami terjadi pada 26 Desember 2004, desa itu luluh lantak. Kini kehidupan di perkampungan tersebut sudah berjalan normal.

Menuju kawasan Desa Tibang, di kanan dan kiri jalan tampak areal tambak. Di tambak itulah Sarbini, ayah Martunis, beternak ikan bandeng. Tiba di rumah Martunis, wajah ramah Sarbini menyambut kedatangan Rakyat Aceh. “Anak saya (Martunis) sedang berlatih bola di lapangan Kahju,” tutur dia.

Sarbini menceritakan, Martunis memang sangat serius menekuni sepak bola. “Sekarang dia sudah kelas I SMA,” papar dia. Sebenarnya, imbuh Sarbini, Martunis ingin bersekolah di SMA khusus olahraga. “Tapi, kami tidak tahu caranya untuk bisa bersekolah di SMA olahraga. Akhirnya, saya masukkan ke SMA biasa,” terang dia.

Martunis memang tak bisa lepas dari olahraga sepak bola. Sarbini lantas menceritakan peristiwa tujuh tahun lalu. Pagi sebelum gelombang tsunami datang, tutur dia, Martunis yang saat itu baru duduk di bangku kelas III SD berencana bermain bola bersama temannya di lapangan sepak bola kampung.

Kala itu Martunis bahkan sudah mengenakan kostum nasional Portugal yang dibeli di pasar. Martunis memang sangat mengidolakan Cristiano Ronaldo. Karena itu, setiap kali bermain bola, dia selalu mengenakan kaus timnas Portugal, negara asal Ronaldo.

Ketika datang tsunami; Martunis berlari menyelamatkan diri bersama Salwa, ibunya; Nurul Ala, 12, kakaknya; dan Annisa, adiknya yang baru berumur dua tahun. Saat menyelamatkan diri itu, Martunis, ibunya, dan dua saudaranya ikut pikap. Tetapi, pikap yang mereka tumpangi akhirnya terbawa arus tsunami. Saat itulah Martunis terpisah dengan ibu, kakak, dan adiknya yang selanjutnya hilang dan tak pernah kembali lagi.

Martunis selamat setelah meraih sepotong kayu. Tubuhnya lantas mengapung.

Kemudian, dia berpindah ke kasur yang melintas di dekatnya. Namun, kasur tersebut akhirnya tenggelam.

Martunis lalu memanjat pohon untuk bertahan hidup. Dia selamat setelah terseret arus tsunami yang balik ke laut dan terdampar di kawasan rawa-rawa dekat makam Tengku Syiah Kuala.

Setelah 19 hari bertahan, warga menemukan Martunis pada 15 Januari 2005. Warga menyerahkan dia kepada kru televisi Inggris yang kebetulan meliput di wilayah itu. Dalam sekejap, gambar dan kisah Martunis yang masih mengenakan kaus timnas Portugal beredar luas di sejumlah stasiun televisi Eropa. Nama dan kisah Martunis pun terkenal di Eropa.

Bocah kurus berkulit hitam itu pun menarik simpati bintang top sepak bola Portugal. Akhirnya, Federasi Sepak Bola Portugal mengundang Martunis ke negaranya pada Juni 2005.

Saat itu Martunis didampingi ayahnya, Sarbini, dan dokter Teuku Taharuddin.

Martunis pun bertemu dengan bintang idolanya, Cristiano Ronaldo.

Kini Martunis sudah beranjak remaja.

Setelah dua jam ditunggu-tunggu, ABG 14 tahun itu datang menyambut Rakyat Aceh. Tubuhnya tetap kurus dan kulitnya hitam.

Ketika ditanya soal aktivitasnya, Martunis mengatakan saat ini semakin rajin berlatih bola. ABG kelahiran 2 Mei 1997 tersebut kini bergabung di klub Harimau Nanggroe, Lamreung (salah satu gampong di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar).

Namun, dalam waktu dekat Martunis berencana pindah ke klub Alsport di Kuta Alam. (*)

September 2011 Pergantian Pangdam I/BB

4 September

Kawanan perampokan bersenjata api dan senjata tajam beraksi di satu unit rumah toko (Ruko) berlantai 3 di Komplek The Crown Blok A No 9 di Jalan S Parman, Medan Baru. Kejadian pada pukul 07.30 WIB itu tiga orang pelaku berhasil membawa uang tunai Rp4 juta, 3 unit HP berbagai merek, dan surat-surat berharga 6 September Gempa berkekuatan 6,7 SR menggoyang Aceh. Gempa terasa hingga ke Medan dan menggoyang berbagai bangunan, terutama gedung tinggi.

Gempa terjadi pukul 00.55 WIB. Pusat gempa berada 59 Km Timur laut Singkil Baru, Aceh, atau 78 km Barat Daya Kabanjahe, Sumut. Pusat gempa berada di kedalaman 78 km.

8 September

Mobil Kijang Innova bernomor plat polisi BK 9605 YY yang membawa rombongan Komisi B DPRD Sumut diseruduk truk pengangkut Cruid Palm Oil (CPO) milik PT Sipef. Rombongan Komisi B hendak kunjungan kerja (kunker) ke UPTD Balai Budidaya Benih Ikan Ikan Sentral (BBIS) Kerasaan di Jalan Pematang Bandar, Km 2,5, Desa Pardomuan Nauli, Pematang Bandar, Simalungun.

9 September

  • 110 Jamaah Calon Haji (calhaj) asal Sumatera Utara dipastikan tidak berangkat ke tanah suci di musim haji 2011. Hal itu disebabkan CJH terkait tidak melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) Tahun Haji 2011 sampai batas akhir pembayaran.
  • Penyambutan mahasiswa baru Universitas Sumatera Utara (USU) tahun ajaran 2011/2012 berujung tawuran antar mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik Mesin.

12 September

Lift di Hotel Grand Aston City Hall di Jalan Putri Hijau, Medan Barat mendadak jatuh.

13 September

Musril Mahfud (24) warga Tgk Musa, Lhokseumawe ditangkap petugas Bea & Cukai Bandara Udara Polonia Medan karena kedapatan menyimpan 3 kapsul seberat 158 gram berisi sabu di anus.

14 September

  • Dua nelayan asal Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Abdul Jalil (25) dan Atan (55) dinyatakan hilang di perairan Belawan. Hal itu terjadi setelah kapal mereka, Kapal KM Mandiri jenis pukat Rawe Pancing, tenggelam karena ditabrak kapal tanker MV Lampin, sekitar pukul 04.00 WIB.
  • Sumut mendapat tambahan kuota haji sebanyak 289 orang.

17 September

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 12.214.280 di Jalan SM Raja, Simpang Mangga, Rantauprapat meledak dan terbakar. Akibatnya, dua orang tewas dan delapan orang luka bakar.

Dua hari kemudian korban tewas bertambah menjadi tiga setelah satu korban luka yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat menghembuskan nafas terakhir.

19 September

Dua orang meninggal dan satu kritis setelah keracunan cairan seperti susu yang ternyata racun rumput saat istirahat gotong royong di sekitar kediaman mereka di Desa Ketangkuhan Bandar Baru Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang.

21 September

Mayor Jenderal TNI Lodewijk F Paulus resmi bertugas menjadi Panglima Kodam I Bukit Barisan yang baru, menggantikan Mayjen TNI Leo Siegers.

22 September

Setidaknya, 19 rumah di Jalan Bahagia Kelurahan Sukaraja Kecamatan Medan Maimun musnah dilalap si jago merah yang diduga berasal dari sebuah kompor yang meledak pukul 16.30 WIB.

23 September

Sebanyak 11 ruko di Kota Perdagangan ludes terbakar. Asal api di duga dari hubungan arus pendek di Apotek Medistra. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

28 September

Muhammad Wali Bin Murtala (27), warga Simpang Raya, Meulaboh, Aceh, dibekuk petugas Bea dan Cukai Bandara Polonia Medan, di terminal kedatangan international Bandara Polonia Medan karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu yang disembunyikan dalam anus.

29 September

Pesawat Casa 212-200 milik maskapai carter PT Nusantara Buana Air (NBA) jatuh di Bukit Kapur, Kecamatan Bahorok, kawasan Bukit Barisan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pesawat take off dari Bandara Polonia Medan pukul 07.28 WIB menuju Kutacane, Aceh Tenggara. Pesawat membawa 18 orang; 10 orang dewasa, 4 anak-anak serta 4 kru.

30 September

Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho menerima Kepres pengangkatan sekdaprov definitif langsung dari tangan Mendagri Gamawan Fauzi. Hanya saja, usai menerima Kepres, Gatot enggan menyebutkan nama sekda yang sudah dicantumkan di Kepres itu.

(data sumut pos)

Nunun Tebar Senyuman Setelah Diperiksa KPK

JAKARTA – Nunun Nurbaeti, tersangka kasus suap pemilihan Gubernur Bank Indonesia (Miranda Goeltom) kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemarin (27/12) istri mantan orang kedua di Polri, Adang Daradjatun itu memberikan keterangan kepada para penyidik lembaga antikorupsi selama kurang lebih lima jam. Begitu keluar, dia banyak melempar senyum kepada para wartawan yang sudah menunggunya.

Bahkan, berdasarkan pantauan grup koran ini, selain mengumbar senyum sebelum memasuki mobil tahanan, Nunun juga berkali-kali menjulurkan lidahnya (melet) saat ditanyai tentang kesehatannya yang beberapa kali menderanya hingga dilarikan ke rumah sakit. “Saya sehat katanya singkat,” katanya sambil tersenyum lalu melet.

Langkah Nunun juga terlihat sangat tegap dan menyakinkan meskipun harus dikawal para petugas KPK dan pengawal pribadinya yang berpaikan safari cokelat.

Hal tersebut memang menampakkan bahwa dirinya sehat.

Selain itu penampilan Nunun juga tetap modis dan menggambarkan dirinya sebagai sosialita yang begitu memperhatikan penampilan. Dia mengenakan pakaian gelap dibalut pashmina batik hitam cokelat dengan setelah bule jeans dan sepatu patofel hitam lengkap dengan kerudung hitam beserta kaca mata hitam.

Dalam pemeriksaan kemarin Nunun memang berbeda seperti biasanya. Kali ini penggemar tas mewah Hermes itu berani tampil menghadapi para wartawan. Apabila biasanya saat keluar dirinya langsung menunduk di bawah perlindungan pengawalan dan langsung masuk ke dalam mobil tahanan, kemarin, Nunun menyempatkan diri untuk berdiri sejenak di pintu utama KPK sambil melempar senyuman.

Tak pelak para awak media tak menyianyiakan kesempatan itu untuk mengabadikannya.

Nunun juga menjawab beberapa pertanyaan selain pertanyaan tentang kesehatannya.

Bagaimana dengan keterlibatan ibu Miranda Goeltom? Dengan tersenyum simpul Nunun hanya menjawab singkat, “Tidak tahu saya.” Dia juga tidak menerangkan lebih lanjut tentang ketidak tahuannya itu. Nah, setelah menjawab pertanyaan tersebut Nunun langsung dibawa masuk ke mobil tahanan. Dia tidak menjawab saat ditanya tentang apa saja yang menjadi materi selama pemeriksaan kemarin. (kuh/jpnn)

Sembilan Kapal Karam di Pariaman

PADANG- Cuaca ekstrim melanda perairan Sumbar, Selasa (27/12), mengakibatkan 1 kapal barang, 8 kapal nelayan tenggelam dihantam ombak, di Pariaman, Padang dan Pesisir Selatan.

Lima nelayan dikabarkan belum diketahui keberadaannya. Sedangkan di Teluk Batuang, Kenagarian IV Koto Hilir, Kecamatan Batangkapas, abrasi pantai mengakibatkan empat unit rumah hancur, dan sekitar 42 unit rumah terancam hancur.

Kelima nelayan itu, yakni Budi, 36, Win, 30, warga Pasia Pariaman masing-masing berangkat satu kapal nelayan jenis Robin Tundo. Lalu, Ramon, 34 dan Nia, 36, warga Pasir Pauh (satu kapal).

Sedangkan satu nelayan lagi bernama Jimi, 30, warga Balaiselasa sehari-harinya mencari ikan di Pantai Sumedang, Kecamatan Ranah Pesisir.

Adapun empat kapal nelayan turut dihantam ombak, yakni satu kapal berpenumpang David, 30, Sad, 20 dan Syaiful, 15, ketiganya warga Pasir Pauh Pariaman. Lalu, kapal berpenumpang Zahirman, 55 dan Anjang, 45, juga warga Pasir Pauh. Selanjutnya kapal Pitiang, 32, warga Pasri Pauh Pariaman. Dua kapal lagi milik nelayan Pasiejambak Kelurahan Pasienantigo, Kototangah, Padang. Sedangkan satu kapal barang juga terhempas ombak, kapal kargo MV Fokus Jakarta di perairan dekat kawasan Bukit Lampu dari Surabaya sedang antre masuk Pelabuhan Teluk Bayur. (nia/mg15/mg16/jpnn)