25 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 14075

Peserta ASSBI Harus Jadi Pesepak Bola PON 2020

MEDAN-Sebanyak 94 tim mengikuti festival sepak bola antar SSB se Sumatera Utara memperebutkan tropi Dirut Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu dan Wakil Ketua DPRD Sumut yang oleh 23 Pengcab/Klub didaulat sebagai Ketua PSSI Sumut Ir H Kamaluddin Harahap, yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Paskhas Medan, 27-28 Desember 2011.

Seluruh tim yang bertanding terebagi dalam dua kategori, yakni U-12 dan U-14. Untuk U-12 diikuti 55 tim, sedangkan untuk U-14 diikuti 39 tim.

Menurut Wakil Ketua Panuitia Herry Riyanto, bahwa turnamen yang digagas pihaknya ini bertujuan menjaring pemain andal yang akan disertakan berlaga di tingkat nasioanl.

Ditambahkannya bahwa pada perjalanannya nanti ASSBI dipercaya membentuk tim elit yang akan mewakili Indonesia di pentas internasional.

Apalagi, sebelumnya ASSBI telah bekerja sama dengan konfederasi sepak bola Brasil.

Sementara itu Ketua KONI Sumut dalam sambutannya berharap agar pemain yang mengikuti turnamen ASSBI kali ini menjadi cikal bakal pemain Sumut yang akan berlaga pada PON tahun 2020 nanti.

“Kita telah mengajukan permohonan agar Sumut mendapat kesempatan menjadi tuan rumah PON tahun 2020.

Pada even itu nantinya kita berharap tampil sebagai juara umum. Nah, alangkah lengkapnya kebahagiaan sebagai juara umum bila dilengkapi dengan raihan medali emas sepak bola PON tahun 2020,” bilang Gus Irawan, Ketua KONI Sumut.

Di sisi lain Gus juga berharap agar even yang digelar ASSBI Sumut ini menjadi kalender tetap setiap tahun, sehingga program pembinaan yang berorientasi pada upaya peningkatan prestasi dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

“Semakin banyak even digelar, maka semakin banyak kesempatan bagi pesepak bola muda meningkatkan kemampuannya,” bilang Gus.

Sementara itu Dan Paskhas Kapten Pas M Anton Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya tetap memberi kesempatan seluas-luasnya kepada ASSBI Sumut untuk mempergunakan lapangan yang ada di Asrama Paskhas TNI AU Medan.

“Manfaatkanlah semua fasilitas yang ada di asrama ini dengan sebaik-baiknya.

Semoga lewat even yang digelar ini ditemukan pemain andal yang dapat mengharumkan nama negara,” harap Anton.

Turut hadir pada acara pembukaan kemarin Ketua ASSBI Sumut H Sumantraji, Kabid Olahraga Disporasu Drs Darwis Siregar dan stafnya Drs Syafei Philly serta mantan pemain nasional Parlin Siagian dan Ir Badia Raja Manurung. (jun)

Syahril Siap Gantikan Denny Pasla

MEDAN-Wafatnya pelatih PSMS Denny Pasla Senin (26/12) lalu menyisakan duka yang mendalam bagi manajemen tim berjuluk Ayam Kinantan.

Namun, seakan tak mau larut dalam kesedihan, manajemen mulai mencari sosok pengganti.

PSMS yang akan mulai latihan kembali pagi ini (28/12) di lapangan Arhanud Baterai P dipastikan tidak didampingi pelatih kiper sehingga dua penjaga gawang PSMS Decky Ardian dan Irwin Ramadhana harus berlatih sendiri.

Manajer PSMS Medan Doli Sinomba Siregar mengatakan, pihaknya harus segera mencari sosok pengganti pelatih kiper. “Kami berduka atas meninggalnya bang Denny Pasla, tapi semua harus tetap berlanjut dan harus segera mencari pengganti pelatih kiper,” ungkapnya, Selasa (27/12).

Untuk itu, kemarin malam, manajemen PSMS telah menggelar rapat untuk membahas langkah-langkah yang ditempuh untuk mendapatkan sosok pengganti. “Dengan begini, posisi pelatih kiper PSMS Medan lowong. Untuk itu terbuka peluang bagi pemegang sertifikat pelatih untuk bergabung ke tim ini,” tutur Doli lagi.

Pihaknya mengaku tidak akan menetapkan satu nama untuk mengisi posisi tersebut. Menurut Doli, pemilihan pelatih kiper akan jadi lebih baik saat ada banyak kandidat yang mendaftar.

“Siapapun boleh dan punya peluang. Menurut saya tidak harus calon tunggal. Siapa yang berkompeten, maka itu yang dipilih,” ujarnya.

Lowongnya posisi pelatih kiper PSMS tersebut membuka kesempatan bagi pemegang sertifikat kepalatihan kiper, seorang diantaranya mantan pelatih kiper PSMS Syahril Nasution.

Dikonfirmasi terpisah kemarin, pria yang juga pernah menjadi pelatih kiper klub Liga Primer Indonesia (LPI) Bintang Medan itu mengaku siap jika diberi kepercayaan. “Namanya saya orang Medan, ya saya siap menjadi pelatih kiper PSMS,” bilang Syahril. (saz)

Perbaikan Jalan Nasional Medan-Tanah Karo Tahun 2011 tak Tuntas

Proyek peningkatan jalan (hotmix) dan pembuatan drainase jalan nasional Medan-Deli Serdang- Tanah Karo, yang bersumber dari dana APBN 2011 sebesar Rp25 miliar dipastikan tak selesai Desember 2011. HAL itu seperti disampaikan Anggota DPRD Sumut, Drs Dermawan Sembiring SE dan anggota DPRD Karo Suranta Sitepu S Sos serta Pengamat Sembiring SE, kepada wartawan disela-sela kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Mari Elka Pangestu di Pasar Buah Berastagi, Tanah Karo, Selasa (27/12).

Menurut Dermawan, dari hasil pantauan pihaknya hingga, sejumlah ruas jalan, seperti di Desa Rambung, Kecamatan Sibolangit hingga Dusun Palebo, Desa Bintang Meriah, Pancurbatu pengerjaan hotmix belum selesain.

Termasuk dari km 27 Dusun Palebo sampai Desa Durin Pitu dan Desa Sugau, pengaspalan hotmix juga tak tuntas.

Dalam pengerjaannya, paparnya masih ada gundukan-gundukan sertu di sepanjang jalan, mulai dari Km 20 hingga Km 31 di Desa Rambung untuk menutupi beram jalan belum disusun, sehingga cenderung mengganggu lalulintas.

“Kami meminta instansi terkait benar-benar mengawasi pelaksanaan proyek tersebut, sekaligus penyelesaian administrasinya.

Karena dikhawatirkan, administrasi proyek selesai, tapi di lapangan belum tuntas. Jangan nantinya, proyek Rp25 miliar bisa merugikan Negara dan rakyat banyak, dan akhirnya bermuara pada cacat hukum,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, di sepanjang jalan nasional jurusan Medan-Deli Serdang- Tanah Karo masih terlihat sejumlah proyek belum tuntas karena pekerja masih melakukan aktivitas. Sedangkan longsoran tanah di Desa Sugau masih dalam pekerjaan.

Hal itu juga tampak dari Desa Rambung sampai ke Desa Sugau juga belum tuntas, dan masih separuh jalan dihotmix.

Drainase di Desa Barung Ketang dan Desa Bingkawan serta Sembahe dan sebagian di Desa Bandar Baru Km 48 hingga 50 juga belum tuntas. Hingga kini masih terdapat sejumlah alat berat disepanjang jalan lintas tersebut. (wan)

Kemenpora Beri Toleransi

JAKARTA – Inasoc bisa menghela napas. Panitia SEA Games XXVI/2011 tersebut mendapatkan toleransi dari kementerian pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menyerahkan laporan pertanggung jawaban (Lpj) pelaksanaan SEA Games pada tahun depan.

Hal itu ditegaskan oleh Joko Sulistyono, Asisten Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora.

Dengan toleransi tersebut, Inasoc diberi tenggat waktu untuk mengumpulkan laporan pada Januari. Itu lebih lambat beberapa pekan dari instruksi awal yang memerintahkan laporan dikumpulkan pada akhir Desember ini.

“Kami ingin semuanya detail. Sekarang mereka sedang menyusun item-item laporan sebelum diserahkan ke kami,” ucapnya.

Sebelumnya, Plh Sesmenpora Djoko Pekik ingin tahu secara rinci tentang masalah penunggakan pembayaran vendor sebesar Rp 60 Miliar yang ramai diberitakan media massa. Tapi, dia akhirnya memutuskan untuk menunggu laporan resmi dari Inasoc. (aam/jpnn)

Lobi Myanmar Lombakan Renang Indah

JAKARTA-Pelaksanaan SEA Games XXVII/ 2013 Myanmar memang masih lama. Namun, cabang renang indah tak bisa bersantai. Mereka berencana melakukan lobi ke pihak tuan rumah agar renang indah bisa diperlombakan.

“Kami langsung bergerak dan akan terbang ke Myanmar untuk menemui federasi renang di sana. Agar cabor ini bisa digelar juga,” kata Komtek Renang Indah PB PRSI Fitrah Utami saat ditemui kemarin (27/12).

Dia menjelaskan jika langkah Indonesia ini diambil setelah melakukan pembicaraan dengan negara lain, yakni Malaysia dan Singapura. Rencana awal, mereka akan berangkat ke Myanmar besok (29/12).

Namun, rencana tersebut dibatalkan karena di Myanmar sedang masa liburan. Kendati demikian, mereka tidak mau putus asa dan akan menjadwal ulang pertemuan dengan federasi renang Myanmar pada Januari 2012 mendatang.

“Kami akan berusaha keras agar cabor ini bisa ditampilkan. Ini demi kemajuan cabang renang indah di Asia tenggara juga, termasuk Indonesia,” terangnya. (aam/diq/jpnn)

Dojang Happy Taekwondo Club Gelar Latihan Bersama

MEDAN- Dojang Happy Taekwondo Club melakukan latihan bersama para insan taekwondo Kota Medan di Halaman SMK Tritech Jalan Bhayangkara Medan, Minggu (25/12) lalu.

LATIHAN bersama ini dilakukan setiap bulan sekali yang diikuti beberapa seperti Dojang Taekwondo Mabar dan Dojang Namira Taekwondo Setia Budi.

Adapun tujuan digelarnya latihan bersama ini untuk mempererat jalinan silaturrahmi antara pengurus dan atlet taekwondo yang ada di Kota Medan.

Bagi Dojang Happy Taekwondo, latihan bersama ini adalah yang pertama kali dilakukan di sana. Sebelumnya latihan bersama ini sering dilakukan di Dojang Mabar.

Drs Muhammad Rifai MPd Ketua Dojang Happy Taekwondo Club Medan didampingi Wakil Ketua Anwar Saleh Nasution S.Sos mengatakan bahwa gelaran latihan bersama ini terlaksana berkat kerja sama para orang tua atlet dan pengurus.

“Terima kasih kepada pengurus dan orang tua atlet yang telah membantu proses pembinaan di Dojang Happy ini,” bilang Muhammad Rifai.

Hal senada juga diungkapkan pelatih Dojang Happy Taekwondo Club Muhammad Said.

Tak sampai di situ, Said pun berharap agar lewat latihan bersama ini, ke depan ditemukan atlet andal yang dapat meraih prestasi maksimal di tingkat nasional dan internasional.

“Karena minimnya kejuaraan taekwondo, tak pelak mempengaruhi prestasi atlet.

Karenanya lewat latihan bersama ini kami dapat mengetahui sudah sejauh mana perkembangan para atlet,” bilang Said.

Terkait gelaran ini mantan taekwondoin nasional di era 80 an Taufik Walad mengatakan bahwa apa yang dilakukan ini sangat baik untk dilanjytkan dan digelat secara berkesinambungan.

“Semoga ke depan semakin banyak dojang yang mengikuti latihan bersama ini sehingga terjadi pemerataan taknis taekwondoin yang ada di Kota Medan,” harap Taufik. (omi)

Raja Isa Gelar Briefing Malam

MEDAN-Pasca libur panjang yang dijalani skuad PSMS, Selasa (27/12) malam ini tim berjuluk Ayam Kinantan ini kembali menggelar kegiatan.

Bukan berupa latihan, namun briefing (pengarahan) yang dipimpin langsung pelatih PSMS Raja Isa.

Briefing yang digelar pada pukul 20.00 WIB di Stadion Kebun Bunga itu, menurut Raja Isa hanya untuk mengetahui keadaan anak asuhannya pasca libur panjang. “Hanya memeriksa keadaan pemain, apakah ada yang cedera saat liburan, ada yang sakit atau apa pun itu. Dengan begitu, saya dapat mengetahui keadaan tim ini secara menyeluruh,” ungkap Raja Isa.

Menurut pelatih berkebangsaan Malaysia itu, sejauh ini para pemain tidak ada yang keberatan menjalani briefing pada malam hari. “Semua pemain siap melakukannya. Apalagi, selama ini pun para pemain sering menjalani latihan malam,” tutur Raja Isa.

Raja Isa juga berharap agar masyarakat Kota Medan, utamanya pecinta tim Ayam Kinantan bisa memaklumi perubahan-perubahan yang akan dilakukannya.

Sebelumnya pria yang pernah membesut Persiram dan Persipura ini memang kerap menggelar pola latihan di luar kebiasaan pelatih Indonesia kebanyakan, seperti menggelar latihan selepas solat Subuh.

“Selama beberapa tahun di Indonesia saya pernah menangani beberapa tim dengan karekter yang berbeda. Dan itu saya sesuaikan dengan pola latihan yang akan saya terapkan. Misalnya ketika saya melatih di Persipura, di sana saya sempat menggenjot anak-anak latihan pagi hari selepas Subuh. Bahkan saya juga pernah menggelar latihan tepat pada tengah hari,” ungkap Isa.

Namun, masih menurut Raja Isa, para pemain maupun masyarakat Kota Medan sepertinya belum siap jika pola latihan itu diterapkannya di Tim Ayam Kinantan.

“Saya butuh dukungan masyarakat Kota Medan untuk membentuk tim ini (PSMS, Red) menjadi tim yang tangguh. Yang pasti, tim yang tangguh tak dapat dibentuk secara instan,” tandasnya.

Sementara itu, persiapan jelang laga tandang ke markas Pelita Jaya pada 5 Januari mendatang, Raja Isa menuturkan bahwa saat ini selain mengutakan mental bertanding anak asuhnya, di sisi lain Raja Isa pun menerapkan pola latihanyangberorientasipadapergerakan tanpa bola.

“Para pemain harus bisa berimprovisasi pada setiap pertandingan.

Tentunya tanpa merusak pola permainan dan strategi yang telah dirancang sebelum pertandingan berlangsung. Karena itu pula, dibutuhkan kebugaran tubuh yang prima sehingga para pemain mampu menyerap semua materi latihan yang diberi,” jelasnya. (saz)

Wisata Air Banjir Pengunjung

Liburan Natal dan Tahun Baru

MEDAN-Libur Natal dan Tahun Baru ternyata dimanfaatkan betul oleh warga Sumatera Utara. Menariknya, dari penelusuran Sumut Pos, objek wisata yang paling banyak digemari warga adalah wisata air.

Seperti yang terlihat di Draco Waterpark Hermes Place Polonia Medan, Senin (26/12). Kapasitas Waterpark yang dapat menampung hingga 1500 orang ini dipenuhi oleh keluarga yang menghabiskan masa liburannya. Terlihat pengunjung terutama anak-anak, asyik bermain di dalam air. Bahkan, sekitar 10 wahana yang tersedia, semuanya ingin dicoba dan dirasa oleh anak-anak.

“Bermain dapat menambah rasa dekat dengan anak karena kita perhatikan si anak dengan maksimal,” ujar Lindung (37), salah satu pengunung Draco Waterpark.

Warga Jalan Setia Budi ini, memilih liburan ke Draco, karena konsepnya air yang membuat kegiatan berlibur lebih terasa. “Kalau dalam air kita kan berinteraksi langsung dengan anak, melakukan sesuatu secara bersamaan dan lainnya,” tambah Lindung. Wahana air yang saat ini sedang diminati oleh masyarakat menurutnya merupakan pilihan yang sangat tepat untuk liburan. Selain biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar, biasanya dalam wahana air akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. “Dalam Draco waterpark, konsep yang kita ambil dan pangsa pasar kita adalah keluarga, dengan suasana alam terbuka membuat keluarga akan merasa betah menghabiskan waktu untuk kita,” ujar Deputy General Manager Hermes Place Polonia Medan, Steven Wang.

Steven mengakui, bahwa saat ini wahana permainan air sangat diminati oleh masyarakat. Bahkan, sejak muncul di Kota Medan hingga sekarang, masyarakat yang datang mengunjungi terus bertambah. “Permainan air sangat diminati, iya, bahkan untuk saat ini, bila anak ditanya maka mereka akan menjawab pergi berenang daripada harus jalan kemana,” ungkap Steven.

Pemandangan yang sama juga dapat dilihat di Hairos yang terletak di jalan Jamin Ginting. Di kolam permandian modern ini, ada sekitar 5 wahana air yang disediakan. Dan dalam liburan natal dan anak sekolah ini, Hairos juga kebanjiran pengunjung yang mayoritas berasal dari Kota Medan dan Pancur Batu dan daerah sekitarnya.

Hampir 90 persen, pengunjung dari Hairos juga merupakan keluarga dengan anak usia 3 hingga 10 tahun. Terlihat, pengunjungnya sangat menikmati semua fasilitas yang disediakan. “Biasanya anak lebih suka main di kolam ombak, sama kolam sungai, dan kolam yang membutuhkan ban,” ungkap salah satu pegawai Hairos.

Kejadian serupa juga terjadi di Kota Tebingtinggi. Di dua tempat wisata air, Water Park Gundaling yang terletak di Jalan Soekarno Hatta dan Wisata air Lubuk Indah di Jalan Gatot Subroto Kota Tebing Tinggi juga ramai oleh pengunjung. Tidak itu saja, tempat pemandian obyek wisata Batu Nonggol yang terletak di Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipis-Pis, Kabupaten Serdang Bedagai juga ramai dikunjungi warga. “Minggu kemarin, pengunjung hanya berjumlah sekitar 200 orang, sementara hari ini terjadi penurunan. Kemungkinan itu dikarenakan karena waktu liburan hanya pendek selama dua hari saja,” kata Nurdin pengelola Water Park Gundaling, kemarin.

Pun, di Karo. Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang paling banyak dipadati  turis di antaranya, kawasan Pasar Buah Berastagi, Gundaling, Tongging, Danau Lau Kawar,  dan pemandian alam air panas Desa Semangat Gunung.
Selain objek wisata alam milik Pemda Karo, lokasi wisata buatan milik swasta, seperti Taman Simalem Resort (TSR) yang berada di Kecamatan Merek, dan aneka permainan di Hotel Mikey Holiday, juga menjadi sasaran  kunjungan liburan Natal tahun ini.

Kedatangan turis lokal asal Sumut sejak Sabtu (24/12) jelang sore, mendadak membuat sejumlah hunian dipadati pengunjung. Penginapan kelas melati hingga hotel berbintang seluruhnya terisi penuh, hingga Minggu (25/12). Sementara pada, Senin (26/12) jelang siang, sejumlah tamu mulai kembali ke daerah asalnya masing-masing.
“Libur Natal tahun ini, sekitar 30 ribu pengunjung  mendatangi objek wisata Tanah Karo.  Ke depannya akan kita lakukan pembenahan dan penambahan sarana prasarana. Selain itu, kita mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan  daerah tujuan wisata agar turut berpartisipasi meningkatkan taraf kunjungan,” ujar Kadis Parsenbud  Pamkab Karo, Dinasti Sitepu SSos melalui selularnya.

Sementara itu, lokasi Mikie Holiday Resort Berastagi, seperti dikatakan Simon Barus Funland, Head Section I Mikie Holiday Resort, di malam pergantian tahun nanti mereka menyiapkan 100 ribu tembakkan kembang api ke udara. “Tahun kemarin kami melakukan 5.000 tembakkan kembang api ke udara. Tahun ini lebih besar lagi, dua kali lipat. Kami juga menyiapkan pesat kembang api,” ujar Simon Barus.

Tak hanya itu, mereka juga telah membuka wahana permainan baru, Sea Monster. Untuk bisa menikmati malam pergantian tahun di Mikie Holiday, lanjutnya, pengunjung cukup membayar uang masuk sebesar Rp100 ribu per orang. “Dengan biaya masuk tersebut, sudah bisa menikmati semua fasilitas wahana permainan dan juga menikmati pesta kembang api. Pada tanggal 31 itu, kita buka dari jam 10.00 hingga 02.00 WIB atau hingga dini pagi di pergantian tahun,” tambahnya. (ram/mag-3/wan)

Agustus 2011 Syamsul Arifin Divonis 2,5 Tahun

2 Agustus 

  • Tiga terdakwa komplotan perampokan Bank CIMB dan penyerangan Mapolsek Ham paran Perak divonis di PN Medan. Terdakwa Marwan alias Wak Genk divonis 12 tahun penjara, M Khoir alias Butong divonis 9 tahun penjara dan Jumirin yang dituduh menyembunyikan teroris divonis 7 tahun penjara.
  •  Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Medan mengumumkan hasil penelusuran mereka. Selain melakukan pungutan liar (pungli) dan pemalsuan dokumen calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK-USU) asal Malaysia, agency yang bekerjasama dengan oknum di USU diduga telah menipu pelajar Malaysia yang ingin kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

3 Agustus

  • Penampilan memukau Ebiet G Ade menandai dibukanya Ramadhan Fair 1432 H di Taman Sri Deli.
  • Dir Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho membenarkan kemungkinan pihaknya akan menyeret Kepala Dinas Bina Marga Medan Gunawan Surya Lubis dalam kasus dugaan korupsi di Dinas Bina Marga Medan dengan nilai total proyek Rp44,3 miliar.

5 Agustus

  • Ir Umar Zunaidi Hasibuhan dan H Irham Taufik SH diambil sumpah sebagai Wali Kota Tebing Tinggi di ruang sidang Paripurna DPRD Tebing Tinggi.
  • Teller Bank BRI Syariah Putri Hijau ditemukan di bawah jembatan sudah tak bernyawa lagi. Wanita bernama Wahyuni Simangunsong (26) itu tinggal di Gang Damai, Komplek Waikiki Kelurahan Kampung Lalang Medan dan dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Senin, 1 Agustus 2011.

10 Agustus
Tintin, pejabat Relationchip Manager BNI Cabang Pemuda Medan dan Mercury, pejabat Credit Officier BNI Cabang Pemuda Medan, diperiksa penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu di Jalan AH Nasution Medan. Mereka menjadi saksi atas tersangka Drs Rusdianto, Kepala Cabang BNI Jalan Pemuda Medan dalam kasus kesalahan prosedur operasional pemberian kredit yang membuat BNI kebobolan Rp129 miliar.

12 Agustus
Briptu Erwin Panjaitan bersama istrinya Ria Hutabarat ditangkap di kediamannya di Perumahan Griya Sapta Marga Blok C-3, Jalan Abdul Sani Muthalib, Kelurahan Terjun, Medan Marelan. Bersama Suherman alias Embot dan istrinya Eva Sari sudah yang ditangkap, Erwin dan Ria menculik, merampok dan membunuh teller BRI Syariah Jalan S Parman, Wahyuni Simangunsong.

14 Desember
Menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Ulang Tahun Sumut Pos ke 10 yang jatuh pada bulan Oktober 2011, Sumut Pos menggelar kegiatan “Lomba Baca Al-Quran” untuk anak. Agendanya masing-masing dilaksanakan di lapangan kantor Lurah Helvetia Tengah Medan, 14 Agustus 2011, Masjid Al-Musannif jalan Cemara, 21 Agustus 2011, dan Masjid Baiturrahman, Medan Johor, Kamis 25 Agustus 2011.

15 Agustus
Majelis Hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) memvonis 2,5 tahun penjara kepada Gubernur Sumut nonaktif, Syamsul Arifin.

18 Agustus
Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat pendidikan dan laboratorium dan bengkel Jurusan Elektro Politeknik Negeri Medan (Polmed) TA 2010 senilai Rp4,5 miliar, resmi ditahan Tipikor Polda Sumut. Ketiganya adalah H selaku pelaksana proyek, SS selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan S selaku Bendahara Polmed.

22 Agustus

  • Jaksa penuntut umum dari KPK telah mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. Anggota kuasa hukum Syamsul, Abdul Hakim Siagiaan, membenarkan hal itu.
  • Rektor IAIN Sumut Prof Dr Nur Ahmad Fadil menyangkal terlibatnya dalam dugaan korupsi senilai Rp72 miliar, seperti diadukan LSM Angkatan Muda Adovaksi Hukum Indonesia (AMDHI) dan Forum Mahasiswa Peduli IAIN (Formalin)

23 Desember
Rumah dinas Kajati Sumut di Jalan Listrik Medan Baru, dibobol maling, sekira pukul 04.00 WIB. Ramai dikabarkan, maling berhasil menguras dan membawa kabur harta milik petinggi korps Adhyaksa di Sumut itu senilai puluhan miliar rupiah. Sumber Sumut Pos di kepolisian menyebutkan, harta itu terdiri dari barang-barang mewah seperti logam mulia senilai Rp6 miliar, 6 unit jam bermerk Rolex senilai ratusan juta rupiah, berikut dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat senilai Rp4 miliar. Selain itu, sejumlah perhiasan milik istri AK Basuni juga disikat kawanan maling.

25 Agustus
Melalui pesan singkat (SMS), Mendagri Gamawan Fauzi, memastikan telah mengeluarkan instruksi agar Plt Gubenur Sumut Gatot Pujo Nugroho membatalkan kebijakan mutasi sejumlah pejabat eselon II dan III di Pemprovsu. Gatot dianggap menabrak PP No 49 Tahun 2008 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan, dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah.

28 Agustus
Dua hari sebelum lebaran (H-2), 2.652 penumpang turun dari KM Kelud dan memadati Pelabuhan Belawan. Mereka berasal dari berasal dari Batam, Tanjung Balai Karimun dan juga Tanjung Priok.

29 Agustus
KM Labobar, kapal tambahan yang dipersiapkan untuk arus mudik, tiba di Pelabuhan Belawan.

Hari Ini, Pesta Danau Toba 2011 Dimulai

PDT Ganggu Arus Mudik

MEDAN- Pesta Danau Toba (PDT) 2011 tetap digelar hari ini, tapi kritikan demi kritikan tetap tak bisa dibendung. Bahkan, semakin kuat desakan agar PDT 2011 dibatalkan.

Kritikan pedas tersebut dilontarkan wakil Ketua DPRD Sumut HM Affan SS, ketika ditemui Sumut Pos di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI P) Sumut, Jalan Hayam Wuruk Medan seusai menggelar konfrensi pers bertajuk ‘Refleksi dan Evaluasi DPD PDI P Sumut 2011’.

Bahkan, pria yang juga menjabat Sekretaris DPD PDI P Sumut tersebut menyatakan, pelaksanaan PDT 2011 merupakan sebuah kecelakaan. Hal itu berdasarkan dari hari pelaksanaan yang tidak tepat, dimana pagelarannya dilaksanakan bersamaan dengan hari besar Umat Kristiani yakni, Natal 2011 dan juga bertepatan dengan jelang Tahun Baru 1 Januari 2012. “Ini kecelakaan. Karena jadwalnya tidak tepat. Ini even seremoni, yang tidak ada efeknya bagi Sumut. Jadi mungkin karena even tahunan, malu kalau ini tidak dilaksanakan. Bukan salah pada panitianya, tapi pada Pemprovsunya,” tegasnya.

Ditambahkannya, even PDT 2011 juga lebih terkesan menjadi ajang pencitraan segelintir orang dan terutama dari pihak Pemprovsu. “Ya, semuanya memang terkesan pencitraan,” katanya lagi.

Lebih lanjut HM Affan menyoroti masalah rute ke PDT, yang baik secara langsung dan tidak langsung juga bentrok dengan rute yang dilewati para pemudik yang merayakan Natal. Hal ini menjadi bahan, yang tidak dipertimbangkan oleh pihak panitia dan Pemprovsu. Karena dampak yang akan terjadi nantinya adalah PDT akan tidak diminati masyarakat karena masyarakat lebih sibuk merayakan Natal.

Rute ke Parapat juga jalur mudik masyarakat untuk merayakan Natal di kampung halaman. Jadi, masyarakat lebih mengutamakan merayakan Natal dengan keluarganya, dibanding mengunjungi PDT,” tegasnya.

Penegasan yang sama juga dikemukakan anggota DPRD Sumut lainnya Brillian Moktar, ketika juga ditemui Sumut Pos di Kantor DPD PDI P Sumut tersebut. “Ini penjadwalannya sudah salah. Harusnya even ini dilaksanakan di pertengahan tahun, tapi kali ini di akhir tahun yang berbenturan dengan hari besar keagamaan dan pergantian tahun. Kita sudah sering bicara, kalau even ini dibatalkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bendahara Panitia PDT 2011 Marasal Hutasoit kepada Sumut Pos mengutarakan, persiapan PDT sudah 100 persen dan tinggal penyelenggaraan saja.

“Masalah dana tidak ada lagi, semuanya sudah 100 persen. Besok (hari ini, Red) tinggal pelaksanaan,” ungkapnya.
Mengenai kritikan, jadwal PDT yang tidak tepat, jumlah pengunjung yang diprediksi akan menurun, Marasal menanggapinya dengan santai tapi terkesan menantang pihak-pihak yang mengkritik pelaksanaan PDT 2011. “Tidak benar itu. Sudah usang dan tidak cocok lagi berkomentar seperti itu. Di sini kan tempatnya orang merayakan Natal, jadi PDT akan banyak pengunjungnya. Tidak ada masalah. Soal jadwal tidak ada masalah. Yang bilang itu, belum tentu mampu menggelar acara seperti ini,” tantangnya.

Mobil Menteri Dimaki Sopir Angkot

Terlepas dari itu, pembukaan PDT dijadwalkan akan dibuka Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa di Pagoda Open Stage Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Kapolres Simalungun AKBP Agus Fajar H SIK pun akan mengerahkan 365 personel untuk pengamanan selama 4 hari.

Menariknya, pada Sabtu (24/12) lalu, ada kejadian tidak adil yang dirasakan oleh warga Pematang Siantar. Adalah  mobil Toyota Alphard BK 9 JS yang dikendarai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu penyebabnya. “Jangan karena pejabat kau, suka-sukamu memarkirkan mobil di tengah jalan,” teriak seorang sopir angkot ketika mobil tersebut parkir di Jalan Sutomo, tepatnya di depan Toko Ganda, Sabtu (24/12).

Ceritanya sang menteri hendak ke Kabupaten Samosir dalam rangka liburan Natal dan menghadiri persiapan pembukaan Pesta Danau Toba. Dari Kota Medan, rombongan terdiri atas dua mobil, selain Alphard ada juga Toyota Fortuner yang diiringi mobil Patwal.

Tepatnya pukul 13.00 WIB, rombongan lewat dari Kota Pematangsiantar. Namun, rombongan kayaknya tidak mau sekadar melintas tanpa membawa buah tangan. Mereka pun singgah di toko yang dimaksud sekitar 15 menit. Namun, rombongan terkesan suka-suka memarkirkan mobil hingga menimbulkan kemacetan sampai 1 kilometer. “Woi, jangan karena pejabat kau suka-sukamu parkir di mana saja,” teriak sopir lain, kali ini dari dalam pribadi yang posisinya tepatnya di belakang barisan rombongan.

Dengan kesal, pria berambut pendek dan berkulit hitam itu terus berteriak. Bahkan, menjadi perhatian orang sekitar. “Pejabat yang membuat aturan, tapi mereka yang melanggarnya. Jangan dibuat peraturan kalau untuk dilanggar. Memang negara oppungmu ini,” kesalnya sambil menghidupkan klakson berulang-ulang.

Selain itu, Simon Saragih pengendara sepeda motor yang juga terjebak macet,  mendatangi petugas lantas Polresta Siantar yang saat itu sedang melakukan pengaturan di depan Toko Ganda. “Tilanglah mereka itu, Pak. Mereka sudah melanggar peraturan lalu lintas. Karena mobil pejabat itu, jalan ini jadi macet. Jangan kalau masyarakat biasa, langsung ditilang cepat,” kesalnya.

“Kalau pejabat salah parkir, polisi pura-pura tidak tahu,” tambahnya sembari menuju ke sepeda motornya.
Menurut undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas, mobil dilarang parkir di sebelah jalur kanan jalan. Karena, jalur kanan hanya untuk mereka yang hendak mendahului kendaraan di depannya. Amatan Metro Siantar, setelah itu rombongan makan siang di Rumah Makan Miramar yang berjarak 20 meter dari Toko Ganda. (ari/jes/osi/smg)