Home Blog Page 14079

Pelaku Catut Nama Kapolresta Medan

Manajer Kebun PTPN 2 Patumbak Ditipu Rp37 Juta

PATUMBAK- Belum lagi kasus penipuan melalui SMS yang menimpa istri pegawai Depkeu RI terungkap, kasus nyaris serupa kembali terjadi. Kali ini dialami Manager Kebun PTPN II Patumbak Ir Abdul Ghani Hasibuan yang mengalami kerugian senilai Rp37 juta.

Bedasarkan informasi yang diperoleh di Mapolresta Medan, kasus cyber crime ini dilakukan seseorang dengan mencatut nama Kapolresta Medan. “Saat itu aku mendapat telepon, si penelepon mengaku Kapolresta Medan dan meminjam uang sebesar Rp37 Juta,” ujar Abdul Ghani kepada wartawan, Rabu (1/2) siang.

Mendengar nama Kapolresta Medan, Abdul Ghani langsung percaya dan langsung menstranfer uang sesuai permintaan si penelepon tersebut. “Kebetulan baru saja ada penggerebekan yang dilakukan personel Polresta Medan di Kebun PTPN II Patumbak beberapa waktu lalu, makanya aku percaya saja. Apalagi saat mendengar nama Kapolresta, aku menurut saja” ujar Abdul Ghani.

Setelah mentransfer uang Rp37 juta ke nomor rekening pelaku, ternyata bukan atas nama Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga. Saat itulah dia baru menyadari kalau disinya telah menjadi korban penipuan. Selanjutnya, dia melaporkan kasus ini ke Mapolresta Medan.
Semnatara Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut. “Pelaku diketahui berada di daerah Bandung,” kata Yoris.

Sementara Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga saat dikonfirmasi terkait kasus penipuan yang mencatut namanya ini menjelaskan, masyarakat jangan mudah percaya dengan penelepon yang tidak jelas asal-usulnya, apalagi yang meminta bantuan mengatasnamakan Kapolresta. “Jangan percaya, langsung tanyakan ke Polsek terdekat atau Polresta Medan” ujarnya.(gus)

Personel Pam Ovit Polda Sumut Ketangkap Nyabu

MEDAN- Briptu Enrico anggota Pam Ovit Polda Sumut ditangkap Polsekta Medan Kota dari sebuah penginapan Grend Hotel Jalan Sut Yan Sen, Kecamatan Medan Kota sedang mengkomsumsi sabu-sabu bersama dua orang temannya warga Tanjung Balai.

Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat saat dikonfirmasi Posmetro Medan (grup Sumut Pos) kemarin (1/2) malam membenarkan penangkapan anggota Pam Ovit tersebut. “Ada kita amankan, yang terbukti mengkomsumsi sabu-sabu itu cuma polisinya. Dia anggota pam ovit Polda Sumut,” ucapnya.
Terpisah, Direktorat Narkoba Polda Sumut juga berhasil mengamankan seorang perwira polisi Ipda Setia Budi. Perwira satu balok emas dipundaknya ditangkap di Jalan Brigjen Katamso, rumah makan Melur, kemarin (1/2) pukul 18.30 WIB.

Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Andjar Dewanto mengatakan, ditangkapnya tersangka Ipda Setia Budi berkat anggotanya melakukan penyamaran. Menurutnya, Ipda Setia Budi ini bertugas di Dokkes Polda Sumut. “Dari tangannya kita sita barang bukti 5 gram sabu-sabu,” jelasnya.(eza/smg)

Pengusaha Galian C Abaikan Surat Peringatan

BINJAI- Pengusaha Galian C ilegal di lahan eks HGU PTPN 2 Sei Semayang, Kelurahan Mencririm, Binjai Timur, abaikan surat peringatan yang dilayangkan PTPN 2 Sei Semayang yang meminta agar aktivitas di sana dihentikan. Namun hingga kini, usaha ilegal itu sampai saat ini masih terus berjalan.

“Galian C yang di Kampung Nangka itu ya? Kalau itu sudah kami layangkan surat peringatan pertama untuk tidak melakukan aktivitas galian C di lahan eks HGU PTPN 2. Kami memang belum membuat laporan ke polisi, karena kami akan melayangkan surat kedua dan ketiga terlebih dahulu. Kalau terus membangkang, baru kita membuat laporan ke polisi,” kata Eka, staf Menejer PTPN 2 Sei Semayang, saat dikonfirmasi via ponselnya, Rabu (1/2).

Sementara Kanit Tipiter Polres Binjai Iptu Jonpiter Sinaga saat dikonfirmasi soal aktivitas galian C itu, mengakui pihaknya belum mendapat informasi yang jelas bagaimana aktivitas galian C tersebut. “Informasi yang kita dapat masih sedikit. Sebab sejauh ini, kita tidak tahu apakah galian C itu beroperasi setiap hari atau hanya sesaat,” kata Jonpiter.

Selain itu, Jonpiter juga mengakui kalau masalah lahan yang dijadikan galian C itu belum diketahui statusnya, apalagi berada di eks HGU PTPN 2. Sehingga, pihaknya harus melakukan penyelidikan lebih jauh.

“Untuk mengambil tindakan, kami harapkan agar pihak PTPN 2 membuat laporan. Nah, berdasarkan laporan itulah kami mengambil tindakan, guna mencari tahu siapa pemilik usaha galian C itu.” terangnya.

Terpisah, Avon, selaku Kepala Kantor Pelayanan Terpadu, dengan tegas mengatakan, kalau di Kota Binjai tidak ada lagi izin galian C. “Tidak ada izin galian C di Kota Binjai. Tapi saya lupa perda nomor berapa. Beskoklah saya lihat.” kata Avon singkat.
Namun sayangnya, anggota DPRD Binjai berinisial Z yang disebut-sebut sebagai pemilik alat berat dan mendapat persen dari galian C itu, saat hendak dikonfirmasi tidak berada di gedung dewan. Bahkan, ketika dihubungi berulang kali via ponselnya, selalu tidak aktif. (dan)

Protes Jalan Rusak, Warga Blokir Jalan

LUBUK PAKAM- Puluhan warga Desa Tanjung Morawa-B dan Desa Dagang Kelambir Kecamatan Tanjung Morawa menggelar protes karena jalan di sana rusak, Rabu (1/2), sekitar pukul 09.30 WIB. Protes warga itu, diungkapkan dengan cara memalangkan kayu serta bebatuan di bahu Jalan Sei Blumai. Dampaknya, puluhan truk bertonase berat tidak bisa melintas sehingga mengakibatkan kemaceran yang cukup panjang.

Protes warga ini dipicu rusaknya jembatan menuju rumah warga bernama Samsidar. Karena di sana teronggok truk intercooler pengangkut bahan batu bara yang mengalami patah as. Kondisi itu memaksa truk lain yang hendak melintas dari sana harus melintasi dari jembatan menuju rumah Samsidar. Padahal titi itu hanya mampu menahan beban seberat 5 ton.

Udin Pelos (45), warga setempat mengatakan, tindakan protes digelar untuk mengingkatkan pihak perusahan yang bermukim di sana agar memberikan perhatian, sehingga ke depannya setiap truk hendak melintas tidak kelebihan tonase.(btr)

Anak Jalanan Semakin Manjamur di Kota Binjai

Dinas Sosial Bingung Ambil Tindakan

Anak jalanan, gelandangan dan pengemis semakin menjamur di Kota Binjai. Keberadaan mereka terkesan luput dari pantauan Pemko Binjai, dalam hal ini Dinas Sosial Kota Binjai.

Pantauan wartawan Sumut Pos, Rabu (1/2), anak jalanan itu mulai berada di sejumlah persimpangan lampu merah, dan warung-warung kecil untuk meminta-minta sekitar pukul 12.30 WIB. Bahkan, aktivitas anak jalanan itu berlanjut hingga malam serta pagi dinihari.

Menurut seorang anak jalanan yang enggan menyebutkan namanya kepada Sumut Pos, ia meminta-minta di jalanan sejak siang hari hingga dinihari. Itu dilakukannya atas perintah orang tuanya. “Saya disuruh orang tua dan uang yang saya dapat untuk kebutuhan sehari-hari keluarga kami Bang,” ujar bocah yang menenteng kotak amal itu.

Lebih jauh, bocah yang mengaku tinggal di Kampung Aceh, Jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Binjai Timur itu mengetakan, dalam sehari dia bisa mengumpulkan uang berkisar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu. “Saya masih sekolah bang, kelas II SD. Jadi, uang itu saya gunakan juga untuk jajan sekolah,” terangnya.

Menyikapi menjamurnya anak-anak jalanan yang meminta-minta dengan kotak amal ini di Kota Binjai, Kepala Bidang (Kabid) Bina Rehabilitasi Sosial di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Binjai, Darwan mengatakan, pihaknya sudah pernah mengamankan anak jalanan itu untuk dimintai keterangan.
“Kita sudah pernah merazia mereka. Kita mau cari tahu, siapa sebenarnya yang mengkoordinir mereka. Sebab, informasi yang kita ketahui, anak jalanan itu juga dikoordinir pihak ketiga,” ujarnya.

Namun kata Darwan, ketika anak jalanan itu diamankan, mereka memiliki orangtua dan orangtuanya datang ke Dinas Sosial. “Karena kita amankan anak jalanan itu, akhirnya orangtuanya datang. Sehingga, kita jadi sulit untuk mengambil tindakan. Sebab, itulah yang menjadi mata pencarian mereka,” kata Darwan.

Saat ditanya, apakah orang tua anak jalanan itu tidak bisa dilaporkan ke polisi karena telah mengeeksploitasi anak-anaknya, Darwan kembali menjelaskan kalau masalah ini menyangkut ekonomi.

Lantas bagaimana dengan anak-anak punk yang juga menjamur di Kota Binjai? Menyikapi hal ini, Darwan mengaatakan, kalau tahun ini pihaknya akan menyediakan rumah singgah. “APBD kita belum disahkan. Kalau sudah disahkan, kita akan menyediakan rumah singgah untuk anak punk itu,” kata Darwan.(dan)

Ratusan Pedagang Asongan Demo di Stasiun KA Perbaungan

Perjalanan KA Lumpuh Total

SERGAI- Ratusan pedagang asongan dari tiga Kabupaten Kota (Serdang Bedagai, Deli Serdang dan Tebing Tinggi), memblokir jalur perjalanan KA di Stasiun KA masing-masing, Rabu (1/2).

Di Serdang Bedagai, massa mulai melakukan aksi sejak pukul 08.00 WIB, dengan membawa berbagai poster. Aksi para pedagang ini, disebabkan karena pihak KA melarang para pedagang berjualan di atas KA ekonomi.

Akibat aksi pedagang asongan tersebut, lalu lintas KA lumpuh total. Apalagi masa sempat menghentikan laju KA Penumpang  U14 Putra Deli ekonomi, jurusan Medan-Tanjung Balai dan menyebabkan Asisten Masinis mengalami luka.

Tak ingin kerugian makin banyak ditimbulkan, pihak PT KAI Divre I Sumut/NAD menunda seluruh perjalanan KA.
Pembina Pedagang Asongan Masa Khairul (Lolom) didampingi Penasehat Pedagang Asongan  M Yamin Nasution, dan Wakil Ketua Pedagang Hery, kepada Sumut Pos  mengatakan,  aksi yang dilakukan pedagang asongan karena mereka menolak keputusan manejemen Kepala Divre PT KAI yang membatasi mereka berjualan di atas KA.

“Data dari PT KAI Sumut, jumlah pedagang asongan berjumlah 702 orang dari 8 wilayah lintasan kereta api, selanjutnya pihak PT KAI mengeluarkan 18 syarat dan ketentuan bagi pedagang asongan yang akan berjualan di dalam kereta api dan tiga poin sanksi terhadap pelanggaran, serta lima syarat tarif khusus bagi pedagang asongan,” jelas Lolom.

Dari 17 syarat berjualan, lanjut Lolom, tiga sanki dan lima tarif khusus tersebut dipatuhi oleh pihak pedagang asongan, namun satu syarat yang diajukan pedagang yaitu, penambahan jumlah pedagang dari 30 orang yang bolehkan berjualan di atas KA. Tapi, permintaan penambahan jumlah pedagang ini, ditolak pihak PT KAI.

Menurut  Lolom, terjadinya aksi pelemparan dipicu ulah Kepala Polsuska PT KAI Medan diketahui bernama Bayu, yang saat itu berdiri diposisi Masinis KA Penumpang  U14 Putra Deli jurusan Medan-Tanjung Balai yang terkesan mengejek ratusan pedagang asongan yang berkumpul di stasiun, sembari mengambil foto melalui kameranya kearah pedagang.

“Melihat itu, ratusan pedagang yang merasa kecewa, spontanitas melakukan pelemparan kearah KA, padahal jika Bayu tidak berlaku seperti itu, dipastikan aksi pelemparan tidak terjadi. Kami akan terus bertahan di stasiun hingga tuntutan kami dikabulkan,” ungkap Lolom dan M Yamin Nasution.
Guna mengantisipasi bentrok fisik, puluhan personel  Polres Serdang Bedagai dan Polsek Perbaungan dipimpin Waka Polres Kompol Zahri, langsung mengamankan para pengunjuk rasa, sehingga KA kembali melanjutkan perjalanan ke arah Tebing Tinggi.

Sementara di Lubuk Pakam, Deli Serdang, ratusan pedagang asongan lumpuhkan perjalan KA yang melintas dari stasiun Lubuk Pakam. Diperkirakan sekitar 400 pedagang asongan di stasiun Perbaungan demontrasi karena tidak diperbolehkan berjualan di dalam gerbong KA tanpa membeli tiket.
Di stasiun Lubuk Pakam, ada lima unit KA dari arah Medan yang balik arah. KA pertama yang balik arah, KA Sri Bilah tujuan Medan-Rantauprapat terpaksa dihentikan di stasiun KA Lubuk Pakam. Kemudian, sebalinya KA jurusan Pematangsiantar-Medan kosong tanpa penumpang saat tiba di Lubuk Pakam.

Penudaan perjalan KA itu, karena situasi di stasiun KA Perbaungan dalam kondisi rawan, karena diblokir massa. Akibatnya, rel tidak bisa dilintasi karena pedagang asongan bertahan di satasiun Perbaungan.

Selain menghentikan KA Sri Bilah jurusan Medan-Rantauprapat, KA dengan nomor gerbong K3=07807 dari Pematangsiantar-Medan tiba di stasiun Lubukpakam tanpa penumpang. Buntutnya, sekira pukul 13.30 WIB, penumpang KA Sri Bilah dikembalikan ke stasiun KA Medan dan manajemen mengembalikan ongkos senilai Rp24 juta ke penumpang.

Hal serupa juga terjadi di Tebing Tinggi, perjalanan KA baik Rantau Parapat- Medan dan sebaliknya, terganggu akibat aksi massa di terminal keberangkatan Sei Rampah.

“Kereta Siantar Ekpres dan Putri Deli tertahan di Stasiun Sei Rampah, terkait unjuk rasa yang dilakukan di terminal KA Perbaungan, dan terminal keberangkatan KA Cabang Tebing Tinggi,” jelas Kepala Stasiun KA Cabang Tebing Tinggi, PA Siregar.
Sementara itu, pihak PT KAI Sumut akan tetap menertibkan pedagang di stasiun  keberangkatan.

“Penertiban ini akan tetap kita lakukan terhadap para pedagang asongan yang berjualan didalam kereta api. Ini tetap kita lakukan agar penumpang yang berada didalam kereta api bisa tertib dan peraturan itu benar-benar berjalan,” kata Humas PT KAI Sumut, Hasri, Rabu (1/2) siang. (mag-16/btr/mag-3/jon)secara persuasif. (mag-16/btr/mag-3)

Boleh Jualan Seminggu

Setelah melakukan unjukrasa, massa akhirnya berinisiatif mendatangi DPRD Tebing Tinggi. Bersama empat anggota DPRD Tebing Tinggi, Syamsul Bahri, Murli Purba, Mahyan Zuhri dan Edy Kening, massa mendatangi pihak KAI Cabang Tebing Tinggi melakukan musyawarah permasalahan kasus pelarangan pedagang berjualan diatas gerbong KA.

Dalam musyawarah itu, terjadi adu argumen antara pihak PT KAI dengan anggota perwakilan rakyat daerah Tebing Tinggi. Meski tegang urat, akhirnya pihak PT KAI Cabang Tebing Tinggi memberikan izin kepada pedagang asongan untuk berjualan di atas gerbong kereta api kelas ekonomi selama seminggu, sembari menunggu keputusan pasti dari PT KAI Sumut.

“Ini masyarakat Kota Tebing Tinggi, hendaknya kalian pimpinan di Cabang bisa memberikan kebijakan sendiri terhadap pedagang, untung saja warga tidak bertindak anarkis yang bisa merugikan pihak KAI,” kata Samsyul Bahri dari Fraksi Bersatu.

Terpisah, Ketua Fraksi PAN DPRD Sergai, H Syahlan Siregar ST mengakui, aksi ratusan pedagang asongan ini, merupakan bentuk kearoganan Kepala Divre PT KAI Sumut, sehingga patut dievaluasi kinerjanya.

Sementara Petugas Medis PT KAI Sumut Yudi Murtanto mengatakan, telah mendapat laporan kalau Asisten Masinis KA mengalami luka, namun secara pasti belum mengetahui nama dan kondisi korban.

Pabin Polsuska PT KAI Divre I Sumut, Kompol M Purba, ketika dikonfirmasi Sumut Pos menuturkan, akibat aksi ratusan pedagang asongan, seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan ditunda hingga kondisi kondusif sembari menunggu solusinya dari pihak bersangkutan. (mag-3/mag-16)
“Sangat disayangkan, padahal negosiasi guna mencari solusi antara pedagang asongan dengan PT KAI Sumut sudah berlangsung dua bulan, namun para pedagang tidak sabar,” terangnya. (mag-3/mag-16)

Okupasi di Lahan TNGL Ricuh

BESITANG- Terkait penentangan okupasi tanaman sawit dan rambung milik warga di kawasan TNGL, ribuan petani dari lima desa di dua kecamatan, Kabupaten Langkat, seruduk kantor Balai Besar TNGL di Resort Sekoci Besitang, Rabu (1/2).

Dihari kedua aksi penentangan okupasi ini, berlangsung semakin memanas. Warga mendesak seluruh aparat TNI yang berada di kawasan itu segera ditarik ke luar area. Jika tidak, warga akan terus melanjutkan aksi.

Suasana terus mencekam, aksi penebangan sawit dan rambung terus berlanjut. Andi Basrul selaku Kepala BB TNGL lari kocar-kacir di kejar para petani yang merasa kesal.

Warga meminta kepada TNGL mengganti seluruh kerugikan masyarakat akibat tindakan penebangan tanaman pohon kelapa sawit dan rambung mereka.  “Kami minta pertanggungjawaban TNGL,” teriak ribuan petani, yang sampai saat ini masih berada di kantor BB TNGL.

Dandim 0203 Langkat Letkol YP Girsang, Kepala Balai Besar TNGL, Andi Basrul, mencoba melakukan dialog dengan warga, namun dialog yang berlangsung tegang tersebut belum menghasilan keputusan.

Untuk menjaga keamanan Kepala BB TNGL, sejumlah aparat keamanan dari TNI/Polri termasuk Polhut mencoba menenangkan warga.
Sembari menunggu kepastian dari dialog antara TNI, Kepala BB TNGL dan warga, ribuan petani membuka dapur umum .(jok/smg)

Ratusan Veteran Datangi Pengadilan Tinggi Sumut

MEDAN- Ratusan veteran dan purnawirawan TNI/Polri mendatangi gedung Pengadilan Tinggi Sumatera Utara, di Jalan Pengadilan Medan, Rabu (2/2). Massa yang terdiri dari lansia ini meminta PT Sumut agar lebih arif dan bijaksana dalam menyelesaikan sengeta tanah yang terjadi di Sumut.
Massa veteran meminta pada pihak pengadilan agar memperhatikan nasib mereka terhadap konflik tanah yang selama ini didiami para veteran dan purnawirawan.

Usman Permadi, Sekretaris Veteran Sumut mengatakan, masih ada pihak pengembang yang ingin menguasai lahan milik veteran dan purnawirawan seluas 50 hektar yang diperuntukkan pensiunan TNI tersebut.

“Kami selaku warga merasa kecewa ada pihak-pihak yang mengklaim lahan sebanyak 11 hektar dari 50 hektar yang peruntukan untuk kepentingan pengembang,” ucap Permadi.

Setelah melakukan orasi para pengunjuk rasa diterima oleh Humas Pengadilan Tinggi Medan, Asli Ginting SH MH. Di hadapan massa Asli Ginting berjanji akan memperhatikan masalah tanah yang saat ini dihadapi para veteran dan purnawiran TNI/Polri.

Dalam pertemuan itu para pengunjuk rasa mengatakan, bahwa konflik tanah ini muncul semenjak tahun 1990-an, walaupun dalam putusan menang akan tetapi ada pihak developer terus menganggu lahan yang sudah diserahkan kepada veteran dan purnawirawan berdasarkan SK Mendagri, pada tahun 1987.(rud)

Lagi, Bentrok Antar Lorong di Belawan

BELAWAN- Bentrok antar dua lorong di Jalan TM Pahlawan Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, kembali terjadi, Rabu (1/2).
Bongkahan batu seukuran kepalan tangan beterbangan menghantam pemukiman warga. Puluhan pria bersenjatakan parang dan kayu terlihat saling hantam. Dari kejauhan para kaum hawa bersorak seakan menikmati tontotan kerusuhan antar lorong tersebut.

Beberapa tokoh masyarakat setempat menilai pengangguran dan narkoba menjadi biang pemicu kerusuhan di daerah pesisir padat penduduk tersebut.
“Bentrokan di daerah ini sudah berpuluh tahun terjadi. Kemiskinan, pengangguran dan narkoba diduga menjadi pemicu pecahnya bentrok antar pemuda di sini. Pemerintah dan aparat penegak hukum mesti tanggap dalam menyelesaikan permasalahan ini,” kata Amran (57), tokoh masyarakat setempat.
Bentrok antar kelompok pemuda Lorong Papan dibantu Mastigor (Masyarakat Tiga Lorong) dengan kelompok pemuda Gudang Arang, Belawan, bermula dari dua orang pelajar asal Lorong Melati, Belawan dicederai dengan menggunakan senjata tajam oleh beberapa pemuda.

Kedua korban pelajar SMA yang belum diketahui secara pasti identitasnya tersebut siang itu sekitar pukul 11.30 WIB, meninggalkan rumah bermaksud menuju ke sekolahnya.

“Tadi kabarnya ada dua anak sekolah ditikam pakai parang sama anak Gudang Arang. Entah siapa yang memulai tak lama bentrok pun terjadi sekitar jam 2 siang,” kata Rahmadani (28), warga setempat.

Berselang beberapa menit kemudian, personel Polres Pelabuhan Belawan tiba di lokasi kejadian. Beberapa petugas turun dari dalam mobil dinas berwana coklat tersebut. Melihat jumlah polisi makin banyak, satu persatu massa meninggalkan lokasi kejadian.
Tak ada korban jiwa dalam aksi bentrok ini. Pun begitu, petugas kepolisian masih tetap berjaga-jaga di lokasi kejadian. (mag-17)

Medan-Korsel Jalin Kerja Sama Ekonomi

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menggelar pertemuan dengan Duta Besar Republik Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Mr Kim Young Sun. Pertemuan tersebut membahas kerja sama untuk dongkrak perekonomian Kota Medan.

Pertemuan itu digelar di House Group Royal Sumatera Jalan Jamin Ginting, Medan, Sabtu (28/ 1) siang. Dalam pertemuan itu, Duta Besar Korsel untuk Indonesia didampingi Konsul jenderal (Konjend) Korsel untuk Kota Medan Mr Kwanki Chang, Direktur pusat Kebudayaan Korea Selatan untuk Indonesia Mr Kim Hyun-G, senior Rescarcher Kudubes Korsel Mr Kim Hi-Il dan rombongan lainnya.

Sedangkan Wali Kota Medan didampingi Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S M Si, Sekda Ir Syaiful Bahri, Asisten Pemerintahan Drs Daudta P Sinurat, Ketua Asosiasi Kota bersaudara Kota Medan H Bayu Fadlan SE.

Dalam kesempatan itu, Rahudman mengatakan, banyak peluang yang bisa dikerja samakan terutama di bidang investasi. Dengan masuknya investor Korsel menanamkan investasinya di Kota Medan dapat mendorong perekomian dan mensejahterahkan masyarakat.
“Kerjasama perlu dikonkritkan dan Pemko Medan siap membuat proposal tersebut, semoga nantinya proposal yang dibuat pemko Medan dapat di kaji Tim dari Korsel,” ujarnya.

Wali Kota Medan juga menawarkan, untuk melakukan kunjungan ke RSU Pirngadi Medan guna melihat kondisi rumah sakit milik Pemko Medan. Dengan adanya kunjungan tersebut, diharapkan dana sosial Korsel bisa disalurkan untuk perkembangan RSU Pirngadi dalam rangka pelayanan kesehatan, khusunya terhadap masyarakat Kota Medan dan umumnya Sumatera Utara.

“Karena pasien yang ada tidak hanya dari Kota Medan, melainkan dari daerah luar Kota Medan,” paparnya.

Menurut dia, banyak peluang kerja sama yang bisa dilakukan dengan Korsel, seperti bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan juga bidang lainnya. “Kerja sama sudah diamini Korsel, sekarang ini tinggal membuat proposal untuk mengambil langkah-langkah penguatan kerjasama,” cetus Rahudman.
Dia menerangkan, pertemuan tersebut dalam rangka mengkonkritkan kerja sama antara Korsel dengan Pemko Medan. “Sebelumnya Pemko Medan telah melakukan kerjasama, sementara  pihak Korsel akan mejajaki peluang kerja sama lain, dengan mendatangkan para investor dari Korsel,” cetusnya.
Rahudman berharap dengan adanya acara sosialisasi tentang kota kemba bisa menjadi kegiatan yang positif bagi keikutsertaan aktif masyarakat Kota Medan. Selanjutnya, bisa mengisi kota bersaudara dengan kota mitra di luar negeri, khususnya kepada pengurus Asosiasi Kota Bersaudara yang telah dilantik 12 April 2011 lalu.

Duta Besar Korsel, Mr Kim Yuong Sun menilai Kota Medan sangat menarik bagi warga Korsel, khususnya peluang menanamkan investasinya. Kemenarikan itu sangat banyak, ada beragam makanan.

“Selain makanan serta kopi Mandailingnya, ada juga durian menjadi kesukaan masyarakat Korea. Kota Medan juga banyak objek wisatanya dan dekat ke Danau Toba dan masyarakat Kota Medan juga dikenal ramah dan bersahabat,” jelasnya.

Dia menambahkan, Korea saat ini juga telah melakukan kerjasama dengan pihak RSUP H Adam Malik Medan dan telah mengirimkan fasilitas medis. Tapi, fasilitas medis masih dalam proses di Indonesia. Mudah-mudahan dalam waktu dekat fasilitas medis tersebut sudah dapat diterima di RSUP H Adam Malik Medan.

Menurut dia, tim dari para pengusaha dan investor akan dikirim ke Kota Medan untuk melakukan penjajakan kerjasama, dan dimintakan Pemko Medan membuat proposal bidang-bidang apa saja yang akan dikerjasamakan. “Sebaliknya diminta pengusaha Kota Medan melakukan kunjungan ke Korea untuk melakukan study perbandingan,” ajaknya. (adl)

Kerja Sama Modal Sister City

Asisten Pemerintahan Setda Kota Medan Daudta P Sinurat mengatakan kerja sama dengan kota mitra di luar negeri sangat membantu pembangunan Kota Medan pada masa akan datang.

Kerjasama model Sister City Kota Medan, sudah berlangsung selama 27 tahun sejak ditandatanganinya kerjasama kota bersaudara dengan Kota George Town di Pulau Pinang Malaysia pada 1984. Sejak itu, Kota Medan menjalin kerja sama kota bersaudara dengan Kota Ichikawa (Jepang) 1989, Kota Gwangju (Korea Selatan) 1997 dan Kota Chengdu (Cina) 2002. Kota Medan juga menjalin kerja sama dengan kota bersahabat (Friendship City) dengan Bandaraya Ipoh (Malaysia) 2009.

“Kini sedang dalam proses menjalin kerja sama kota bersaudara dengan Kota Burgas (Bulgaria). Dalam waktu dekat akan ditandatangani MoU-nya,” kata Daudta.

Dia juga menyebutkan, Kota Medan sedang menjajaki kerja sama kota bersaudara dengan Kota Kocaeli (Turki), Kota Tacoma (Amerika Serikat) dan Kota Den Haag (Belanda).

Daudta berpendapat, dengan munculnya beragam penjajakan kerja sama tersebut, bisa mengundang banyak decak kagum wajah Kota Medan pada masa akan datang. Penjajakan tersebut bukan hanya sebatas mengenal, melainkan bisa berlanjut kerja sama bisnis. Seperti pengusaha kota bersaudara bisa datang ke Kota Medan untuk berinvestasi dan sebaliknya dengan pengusaha Kota Medan bisa melanglang buana mengembangkan bisnisnya di wilayah kota bersaudara.

“Tujuannya adalah agar dapat memanfaatkan hubungan yang dijalin untuk menciptakan peluang investasi, ekonomi, pariwisata dan lainnya,” ujarnya. (adl)

Pendidikan jadi Satu Program Kerja Sama

Kerjasama tidak hanya sebatas bisnis, melainkan ada program pendidikan dengan sistem pertukaran pelajar High School (SMA, Red) diantara kota kembar. Dengan adanya sistem itu, siswa yang ada di Kota Medan bisa menimba ilmu di sejumlah kota kembar.

Pernyataan itu disampaikan Kasubbag Luar Negeri Hubungan Kerjasama Setda Kota Medan Drs Zainul Achmaddin Y. Dia memaparkan, Kota Medan pernah mengirim sebanyak 16 pelajar SMA/ MA Kota Medan untuk mengikuti pelajaran di Seogang High School, sekolah terbaik di Kota Gwangju, Korsel. Mereka merupakan pelajar yang terpilih dalam program pertukaran pelajar 20-29 November 2011 lalu.

Zainul menerangkan, kehadiran rombongan pelajar Kota Medan di sekolah yang memiliki 3.000 siswa SMP/ SMA tersebut disambut baik Kepala Sekolah Seogang High School Mr Yoo Jay-yeop.

“Kehadiran kami di sekolah tersebut dan selama berada di Gwangju disambut baik, bahkan para siswa Kota Medan tinggal di rumah orangtua asuh,” ujarnya.

Sebelum berangkat ke Gwangju, paparnya para siswa telah dibekali dengan kursus singkat bahasa Korea yang diasuh Mr Jo, misionaris Korea yang mengadakan kegiatan keagamaan di Kota Medan, sehingga ketika berada di Gwangju, para siswa tidak mengalami kesulitan berkomunikasi.
Di sekolah tersebut, sebutnya Pemko Medan memberikan cinderamata yang diterima Kepala Sekolah Mr Yoo, dan dilanjutkan dengan penyerahan seperangkat alat musik angklung oleh pelajar Kota Medan diwakili Muhammad Taufik Harahap kepada perwakilan pelajar Seogang High School.
Zainul menambahkan, pada hari keenam yang merupakan hari terakhir kunjungan delegasi pelajar, perwakilan Pemko Medan saling tukar cinderamata dengan perwakilan pemerintah Kota Gwangju.

Dia menyebutkan, selama berada di Gwangju, pelajar Kota Medan menunjukkan kepiawaian mereka dalam memainkan angklung, alat musik tradisional terbuat dari bambu, di festival Sekolah pada 25 November lalu. Lagu yang dialunkan adalah ‘Bengawan Solo’.

Di Korsel, dia mengatakan, mie instant asal Indonesia sangat digemari masyarakat Korea. Buktinya, ketika pelajar Kota Medan ikut serta dalam kegiatan bazaar yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam festival sekolah tersebut, mie instant yang dijual pelajar laris.

“Padahal mie instant yang dibawa sebagai bahan promosi ke Gwangju, dibagi-bagikan di Korsel secara gratis. Tapi para guru Seogang High School meminta para pelajar Kota Medan untuk menjual mie instant tersebut siap saji (telah dimasak), hasilnya sangat laris,” ujarnya.

Mendengar saran guru tersebut, pelajar putri Kota Medan dengan senang hati menjual dagangannya seharga satu won (setara dengan Rp8 ribu) per bungkus. Dalam waktu satu jam, satu dus mie habis terjual. (adl)

Korea Suka Kopi Indonesia

Kepala Bagian Hubungan Antar Kota dan Daerah Kota Medan Drs M Rivai Nasution MM mengatakan masyarakat Korea kagum dengan kopi Indonesia. Karena itu, para pelaku bisnis di Kota Medan dapat memanfaatkan peluang dengan melakukan ekspor kopi ke negara yang terkenal sebagai penghasil ginseng.

“Apabila ekspor kopi bisa terealisasi, tentu hal itu merupakan satu manfaat bagi hubungan kerja sama Kota Bersaudara Kota Medan dengan Kota Gwangju,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama berada di Kota Medan, warga Korea menggemari kopi produk Indonesia serta mengagumi keindahan Danau Siombak dan Danau Toba.

Rivai menyebutkan kopi kualitas impor dari negara lain juga masuk ke Korea, namun perbandingan mutunya masih jauh lebih baik dengan kopi Indonesia. “Warga Korea kagum dengan  kopi Indonesia lebih enak dibandingkan kopi negaralain yang masuk ke Korea,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan harga per kilogram kopi impor dari negara lain yang masuk ke Korea masih jauh lebih murah dibandingkan harga kopi Indonesia. (adl)