Home Blog Page 14078

Tiga Calo Jaringan ‘Cikeas’ Nyerah

Sindikat Calo CPNS

MEDAN-Tiga calo CPNS yang telah menipu ratusan korbannya, Rabu (1/2), tiba di Mapoldasu setelah dua hari sebelumnya, Senin (30/1), menyerahkan diri ke Mapolda Jabar. Tiga tersangka tersebut adalah PNS di Dinas Kesehatan Kota Medan, Damari Sianturi warga Jalan Bhakti Luhur Medan Helvetia. Kemudian, Rintar Sianturi warga Medan (alamat tak jelas, Red). Dan, Jhony Surbakti warga Kabanjahe. Ketiganya kemarin langsung diperiksa intensif oleh penyidik Poldasu.

Penyerahan diri tiga tersangka ini memudahkan Poldasu menuntaskan sindikat calo PNS yang sedikitnya telah menilep Rp60 miliar milik ratusan korbannya. Seorang rekan mereka, Delisa, yang telah ditangkap lebih dahulu, kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Sindikat calo CPNS ini dalam setiap aksinya selalu mengaku dekat dengan Presiden SBY dan keluarga Cikeas. Ratusan korban yang terpedaya pun tak sungkan mengeluarkan uang Rp150 juta-Rp200 juta.

Seorang tersangka, Damari Sianturi, saat diwawancarai wartawan koran ini membantah jika mereka kabur ke Jakarta. Dia mengaku, kepergian mereka ke Jakarta untuk mencari seseorang bernama Plancius Panjaitan. Menurutnya, Plancius lah yang telah memperalat mereka untuk mencari orang yang berminat menjadi CPNS. Kepada Damari dan kawan-kawan, Plancius Panjaitan mengaku kenal baik dengan orang dekat SBY yang bernama Gimin. Damari sendiri mengenal Plancius karena sebelumnya Plancius pernah menjadi tetangganya di Jalan Bhakti Luhur.

Damari mengaku, jumlah peminat CPNS yang meminta ‘tolong’ kepadanya berjumlah 49 orang. dari jumlah korban tersebut, dia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp5,197 miliar. Sedangkan jumlah korban yang minta ‘tolong’ kepada rekannya yang lain, Damari mengaku tidak tahu. “Semua itu saya serahkan ke Plancius menggunakan kwitansi bermaterai. Saya menyerahkan di rumahnya langsung dan disaksikan isterinya. Kata Plancius, orang-orang ini akan dimasukkan menjadi CPNS di Pemprovsu, Pemko Medan, Pemko Binjai, sejumlah kementerian dan BPN, “ terang Damari. Tak semua korbannya tertipu, dari 49 orang yang ‘ditolongnya’, tiga diantaranya berhasil menjadi PNS di Pemko Medan dan Pemko Binjai.

Siapa sebenarnya Plancius Panjaitan? Damari mengatakan, Plancius adalah pengusaha ekspedisi. Kepergiannya dan dua orang rekannya ke Jakarta karena mendengar kabar kalau Plancius berada di kawasan Rawamangun. Lagi pula saat di Medan, mereka tak tahan dikejar-kejar terus oleh ratusan korban yang meminta uangnya dikembalikan.

Namun mencari keberadaan Plancius bukan perkara gampang. Mereka sempat berhasil mengontak Plancius lewat ponsel. Saat itu Plancius mengaku sedang berada di Bandung, Jabar. Namun kemudian nomor ponsel Plancius tak aktif lagi. Merekapun mengejar Plancius ke Bandung. Karena tak berhasil ketemu, dan tak ingin persoalannya makin rumit, mereka akhirnya menyerahkan diri ke Polda Jabar. “Kami  ini bukan ditangkap, kami nyerahkan diri.  saat ini saya melaporkan si Plansius,” katanya. Damari memprediksi, Plancius telah berhasil melarikan uang dari orang-orang yang diperalatnya hingga Rp60 miliar lebih. Sementara itu, Jhony Surbakti mengaku ia sebagai korban  dalam kasus ini. Hanya saja Jhony mengaku selama beraksi tak menyerahkan uangnya kepada Plancius langsung, tapi melalui Delisa.

Kanit Jahtanras Subdit III Reskrimum Poldasu, Kompol Murdani, kepada wartawan mengatakan, jaringan calo CPNS ini merupakan sindikat yang telah beroperasi sejak tahun 2009. Diperkirakan total korbanya mencapai 400 orang. “Sejauh ini yang telah menjalani persidangan adalah Suroso, Marisi Tambunan dan Delisa,” ujarnya. (mag-5)

Deswita Maharani Besok Resmi Dinikahi Ferry

Mungkin gara-gara telanjur tercium telah menikah siri, Deswita Maharani dan Ferry Maryadi memutuskan untuk menikah secara resmi. Kabarnya, Jumat besok keduanya akan melangsungkan akad nikah. Ini dibenarkan Kepala KUA Tebet, Asep Edwan.

“Sudah masuk berkas pernikahan Deswita Maharani dengan Ferry Maryadi. Sudah lengkap semua. Mereka yang mendaftarkan,” bebernya.
Akad nikah Deswita dan Ferry digelar di kediaman calon mempelai wanita. “Sudah komunikasi dari pihak keluarga Deswita,” kata Asep.
Asep mengaku akan bertindak sebagai penghulu. Meski demikian, ia tidak tahu siapa saja saksi yang akan hadir. “Siapa saksinya mereka yang menentukan,” ujar Asep.

Sebelumnya, Deswita dan Ferry santer dikabarkan sudah menikah siri pada 14 Januari 2011. Tepatnya sehari sebelum ibunda Deswita meninggal. Sejak itu, Ferry diketahui sudah tinggal satu atap dengan Deswita di kediaman orangtuanya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan
Pada Selasa (31/1) petang , Deswita tampak hadir di rumah duka komedian Ade Namnung, di Ponndok Bambu, Jakarta Timur
Namun karena masih dalam suasana bersedih dengan kepergian sahabatnya, perempuan berusia 31 tahun ini mengaku belum bisa menjelaskan soal rencana pernikahannya. “Jangan membicarakan seperti itu lah, saya kan lagi berduka, tolong jangan dialihkan kemana-mana. Saya kemari kan lagi berduka untuk sahabat saya,” ujar Deswita.

Saat diminta konfirmasi soal hubungannya dengan Ferry, Deswita buru-buru meninggalkan wartawan.  “Konfirmasi-konfirmasi apa. Nanti lain kali, itu ada saatnya,” janji pemain variety show Ngelenong Nyok ini.

Saat sang ibunda meninggal, Deswita puji Ferry yang selalu berada di sisinya melewati masa-masa sulit. Hal ini membuat dirinya lebih tegar. “Ferry selalu menemani saya, mulai dari masuk rumah sakit, sampai mengurus pemakaman. Saya merasa kuat,” kata Deswita.

Hubungan Deswita dengan Ferry memang sudah lama terdengar. Terutama sejak Deswita dituduh jadi orang ketiga di balik perceraian Ferry dengan Risma Nilawati sekitar 2009. Bahkan kala itu, sempat tersiar kabar Ferry kepergok sedang asyik check in dengan Deswita di sebuah hotel. Itu terjadi saat Ferry sedang mengurus perceraian.

“Silakan fitnah gue. Ferry menghamili beberapa perempuan, silakan. Itu bukan urusan gue, tapi dengan Tuhan,” sangkal Ferry kemudian.
Dalam kesempatan itu, Ferry juga membantah rumor dia dipergoki sang istri, Risma, sedang tidur seranjang dengan Deswita. “Demi Allah, demi Rasulullah, gue nggak pernah kepergok berduaan dengan Deswita di kamar,” sumpah Ferry yang main bareng Deswita di Ngelenong Nyok ini.
Ferry merasa dirugikan atas pemberitaan salah yang telanjur beredar. Karena itu, dia merasa kasihan terhadap bekas pacar pebulutangkis Taufik Hidayat itu.  “Yang paling sakit hati bukan gue atau pun istri, tetapi justru Deswita yang merasa terpojok dengan pemberitaan itu,” belanya. (bcg/rm/jpnn)

Think Globally, Act Locally

Oleh : Dame Ambarita
Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Think globally, act locally. Istilah yang sudah acap kita dengar. Dan yang sekarang marak dide ngung-dengungkan, baik secara lisan maupun tulisan.
Sebuah kutipan dari sebuah situs di internet, dibuat oleh seseorang bernama Wayan, saya pikir cukup mampu menjelaskan konsep ini dengan sederhana. Kutipannya begini: ‘Broaden your vision, yet narrow your focus” (Perluas visimu, namun persempit fokusmu). Sederhana bukan?

Istilah think globally, act locally ini pertama kali diperkenalkan oleh para pemerhati lingkungan hidup pada tahun 60-an. Idenya kala itu, ketika kita membuat polusi di wilayah kita, seyogyanya kita juga berpikir bahwa polusi tersebut akan ikut merusak bumi. Untuk mengurangi polusi secara global, tak usah berharap langsung mengubah seisi bumi untuk memikirkannya. Melainkan, mulailah dari diri sendiri.

Ini daftar panjang act locally versi aktivis Go Green yang bisa kita praktikkan sehari-hari. Mulai dari kurangi konsumsi daging, karena untuk menghasilkan 1 kg daging, sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum; belilah produk local, karena lebih murah dan menghemat energi; daur ulang aluminium, plastic dan kertas; bawa tas yang bisa dipakai ulang; gunakan gelas yang bisa dicuci; tanam pohon setiap ada kesempatan; turunkanlah suhu AC Anda; gunakan pemanas air tenaga surya; matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes; maksimalkan pencahayaan dari alam; gunakan deterjen dan pembersih ramah lingkungan; gunakan kertas lebih sedikit, gunakan eMail dan software perkantoran untuk membuat laporan internal; gunakan eBanking; berliburlah di dalam negeri dan gunakanlah transportasi darat; gunakan mobil antar jemput untuk sekolah anak Anda; gunakanlah city car; dll, dll… yang daftarnya masih panjang lagi.

Dari aktivis Go Green, konsep think globally, act locally sekarang menjalar ke hampir semua lini. Kalangan birokrat, profesional, para CEO perusahaan, LSM, bahkan petani pun sudah banyak yang menerapkan konsep ini dalam pekerjaannya.

Ir H Doli D Siregar, MSc, seorang konsultan properti Indonesia, menerapkan konsep ini di perusahaannya dengan cara: menggabungkan kekuatan “local experience” dengan “international expertise” (tindakan lokal dengan keahlian tingkat dunia). Keahlian Pak Doli yang sudah level internasional, tak membuatnya ngotot harus bekerja skala dunia juga, tetapi bersedia menerapkannya terhadap dunia properti di tanah air.

Orang-orang China juga telah mengadopsi konsep ini dalam hal pemanfaatan internet. Jika di Indonesia kita rame-rame memanfaatkan Facebook dan Twitter sebagai situs pertemanan, tidak demikian dengan Cina. Mereka menciptakan Facebook sendiri versi China. Namanya Renren dan Kaixin001. Kedua situs jejaring sosial ini sangat popular di sana. Renren menyasar segmen pelajar dan mahasiswa sejak 2005. Adapun Kaixin001 menyasar kaum profesional muda China sejak 2008.

Selain FB dan Twitter, situs Google pun kalah di Cina dengan adanya situs Baidu, situs pencari di China. Bahkan untuk Iphone pun China punya versi sendiri, yakni Chiphone.

Sebuah stasiun televisi nasional juga sudah menerapkannya sejak lama, yakni memberi porsi terhadap konten daerah dalam penyiaran mereka. Sayang, mereka terkesan terus saja ‘bertahan’ dengan konsep lama, saat dunia sudah berubah.

Konsep think globally, act locally pas diterapkan di tengah persaingan global saat ini, dengan bertindak sesuai kemampuan dalam wilayah “kekuasaan” kita. Jangan dulu berpikir langsung mengubah dunia. Tetapi berpikirlah besar dengan tindakan yang bisa kita capai saat ini. (*)

Dua Mantan Panglima Dukung Partai Aceh

BANDA ACEH- Untuk memenangkan Partai Aceh dalam Pemilukada, dua mantan panglima bergabung. Mereka adalah mantan Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI (Purn) Soenarko dan mantan Panglima GAM Muzakir Manaf.

Kepada wartawan, Rabu (1/2), Soenarko menyebutkan, dirinya bergabung dengan Partai Aceh karena melihat pasangan yang diusung partai ini sangat cocok memimpin daerah berpenduduk 4,4 juta jiwa itu.

“Saya sudah pensiun, maka tak ada salahnya ingin bergabung dengan PA,” ujarnya yang disambut tepuk tangan sejumlah pengurus dan kader partai lokal itu.

Soenarko yang pernah memimpin Kodam IM selama dua tahun sejak 2008 justru melihatnya lebih jauh ke depan bahwa PA sudah berubah sikap politiknya membangun kembali bersama-sama untuk kesejahteraan rakyat Aceh.

Katanya, memang dahulu ada perbedaan sikap antara pemerintah dengan GAM, namun, itu semua katanya sudah harus dibuang jauh-jauh jangan ingat lagi perbedaan masa lalu, karena manusia bisa saja salah.

Sementara, Muzakir Manaf mengatakan, bergabung Pak Soenarko membuat PA semakin solid, sebab, ini merupakan kehormatan bagi jajaran pengurus dan kader di daerah untuk memenangkan Pemilukada.

Selain itu, PA kata Muzakir sudah berkomitmen bahwa tetap bergabung dengan Indonesia dengan satu tujuan yang sama, arah yang sama, dan maksud yang sama yakni NKRI, Tidak ada niat lagi berpisah, semua ingin membagun Aceh dan Indonesia agar lebih baik.(net/jpnn)

Pimpinan KPK Berdebat Sengit

Butuh Bukti Kuat Libatkan Anas dalam Kasus Wisma Atlet

JAKARTA- Penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka baru kasus wisma atlet SEA Games tampaknya tak semudah membalik tangan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu bekerja ekstra keras untuk menemukan bukti dan fakta yang mengarah pada indikasi kuat keterlibatan ketua umum Partai Demokrat itu.

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengakui, terjadi perdebatan sengit di internal jajaran pimpinan KPK selama membahas adanya perbuatan melawan hukum oleh Anas. Kata Busyro, perdebatan itu biasa dan wajar karena butuh argumen yang baik dan mendasar dalam penetapan tersangka baru.
“Yang namanya ekspos kasus di KPK itu kan berarti mengkritisi bukti. Dan, itu harus kritis sekali. Serius dan saling berargumen,” kata Busyro setelah berceramah dalam seminar di kantor Kementerian Agama (Kemenag), kemarin (1/2).

Menurut dia, banyak pihak yang tidak paham dengan situasi di internal KPK. Padahal, perdebatan antar-pimpinan KPK dalam ekspos kasus itu sangat dibenarkan. “Itu harus terjadi dan baik sekali, tapi tidak ada konflik di tubuh KPK,” kata mantan ketua Komisi Yudisial (KY) itu.

Dia menjelaskan, semua orang tahu bahwa KPK tidak memiliki prinsip penghentian penyidikan melalui penerbitan SP3 (surat perintah penghentian perkara). Sebab itu, setiap perkara yang masuk penyidikan KPK, harus benar-benar kuat bukti-buktinya. “Maaf ya, karena KPK tak boleh SP3 maka harus ekstra ketat dalam setiap kasusnya. Termasuk, dalam penetapan tersangka (Anas),” ujar Busyro.

Menurut Busyro, butuh dokumentasi bukti dan fakta yang sangat bertanggung jawab dalam penetapan tersangka. Setiap bukti dan fakta hukum yang ada harus saling mendukung. “Tidak boleh saling melemahkan,” jelas mantan akademinisi UII ini. “Kalau soal hukum itu soal bukti. Harus ada bukti yang secara jelas, detil dan mengena,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, jika KPK ternyata salah langkah, reputasi KPK dapat menjadi pertaruhan. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan melemah dan memunculkan ketidakpercayaan publik. Apalagi, jika nantinya hakim Pengadilan Tipikor menolak segala bukti hasil penyidikan. “Sebab itu, kami (harus) ekstra hati-hati dalam setiap langkahnya,” papar dia.

Di tempat terpisah, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ibramsyah memprediksi, perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2014 paling banter hanya 10 persen. Kemerosotan ini bakal terjadi jika kondisi partai yang sedang babak belur, tidak segera diatasi.

Menurutnya, hanya Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyono saja yang mampu menyelesaikan masalah ini. SBY, sarannya, harus berani memecat sejumlah kader yang namanya terseret kasus korupsi wisma atlit. “Kalau nggak, Partai Demokrat akan rontok,” ujarnya (sam/rko/agm/jpnn)

User Number dan Password Lama Tidak Bisa Dipakai

Call Center SNMPTN Banjir Telepon

JAKARTA- Pada hari perdana pelaksanaan pendaftaran SNMPTN jalur undangan kemarin (1/2), call center (08041450450) panitia pusat banjir telepon dari sekolah-sekolah. Sebagian besar kepala sekolah menyakan apakah mereka bisa menggunakan user number dan password tahun lalu. Panitia pusat dengan tegas mengatakan user number dan password tahun lalu sudah tidak bisa digunakan.

Ketua panitia pusat SNMPTN Akhmaloka kemarin menjelaskan, sebagian kepala sekolah yang menghubungi panitia belum tahu jika user number dan password pendaftaran jalur undangan tahun lalu sudah tidak bisa digunakan lagi. “Sistem komputer kita sudah di reset atau disetel ulang,” ujar pria yang juga menjadi rektor ITB itu. Dengan demikian, secara otomatis para kepala sekolah atau yang mewakili sekolah harus mendapatkan user number dan password baru.

Akhmaloka menjelaskan, para kepala sekolah sejak awal tidak tahu jika user number dan password yang mereka kantongi tahun lalu tidak bisa digunakan lagi. Sebab, mereka baru bisa membuka website untuk melakukan pendaftaran kemarin. Selama masa sosialisasi, sejumlah PTN fokus pada himbauan untuk jujur dalam pengisian rapor serta sosialisasi program studi dan kuota saja.

“Banyaknya kepala sekolah yang tidak tahun pembaruah user name dan password ini tidak begitu mengganggu,” katanya. Dia menyarangkan, supaya sekolah segera melaporkan nama-nama siswa mereka yang didaftarkan menjadi kandidat masuk SNMPTN jalur undangan. Dengan demikian, pihak sekolah bisa segera mendapatkan user name dan password pendaftaran jalur undangan.

Akhamaloka mengatakan, seperti tahun lalu pendaftaran jalur undangan ini tidak hanya dilakukan oleh kepala sekolah atau perwakilan sekolah lainnya saja. Tetapi siswa calon peserta seleksi jalur undangan juga wajib mendaftarkan dirinya sendiri. Tahap ini dilakukan setelah siswa mendapatkan nomor pendaftaran. (jpnn)

Seperti Pemadam dan Api

Anggapan Pria dan Wanita Terhadap Seks

Berapa jumlah terbaik berhubungan seksual untuk mendapatkan manfaat puncak? Prof Perdana Tanzil, mantan Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa FK USU mengungkapkan, berdasar studi terhadap 112 pasangan menunjukkan bahwa pasangan yang mendapatkan orgasme dua kali seminggu mempunyai daya antibiotik 30 persen lebih tinggi dari pasangan yang kurang aktif dalam kegiatan seksual.

MEDAN- ‘’Sebaliknya, kegiatan seksual yang berlebihan malah merusak immunity boost karena sewaktu orgasme  dihasilkan zat oploid peptides. Apabila zat ini berlebih akan menjadi immunosuppressant,’’ katanya saat jadi keynote speaker simposium 36 Tahun Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa FK USU belum lama ini.

Perdana mengungkapkan persamaan antara mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, mantan Kepala IMF dan calon Presiden Perancis Dominique Strauss Khan, pegolf Tiger Woods, mantan Gubernur California Arnold Schwarzenegger, aktor kenamaan Charlie Sheeen, anggota Kongres AD Amthony Weiner dan calon Presiden Herman Cain dari Partai Republik yang pernah menggemparkan dunia melalui suatu skandal seks meski diantara mereka memiliki istri yang cantik dan muda.

‘’Karena mereka memegang kekuasaan yang besar, mempunyai self confidence yang besar juga. Karena kepercayaan diri yang kuat ini, mereka cenderung melakukan hal-hal yang menyerempet bahaya. Antara lain melakukan skandal seksual,’’ujarnya.

Secara umum, Perdana menilai pria lebih memperhatikan penampilan wajah, tubuh yang cantik dari wanita. Sedangkan wanita lebih mementingkan sifat dan karakter pria daripada tampang. ‘’Sikap pria dan wanita terhadap seks dapat diibaratkan seperti pemadam kebakaran dan api.  Pria menganggap seks sebagai suatu keadaan darurat yang harus diselesaikan dalam dua menit. Sedangkan wanita seperti api yang menyala,’’ katanya.
Beberapa pembicara lain juga mengangkat masalah seksual. Prof Bahagia Lubis dari Departemen Psikiatri FK USU mengatakan hampir semua problem seksual melibatkan interaksi antara faktor biologik dan faktor psikologik. ‘’Dampak dari problem seksual bervariasi dari ketidakbahagiaan seseorang, frustasi, kehilangan harga diri dan kehilangan fungsi atau peran.

Ferddy Subastian dari Departemen FK USU menambahkan, seksualitas merupakan suatu kebutuhan dasar manusia dan komponen kualitas hidup termasuk pada kelompok masyarakat yang telah  lanjut usia. ‘’Lansia terkadang memiliki ketakutan akan performa yang buruk, hilang atau berkurangnya hasrat seksual, kesulitan dalam mempertahankan ereksi, kesulitan mencapai orgasme, nyeri dalam bersetubuh,’’ ungkapnya.  (dmp)

Rintis Indonesian Wave

WIENDU NURYANTI

TARGET menjulang diusung Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti. Dia bertekad menciptakan Indonesian wave. Yakni, kondisi seluruh warga Indonesia dengan kuat memegang budaya luhur bangsa ini. “Mulai budaya bersikap, berdandan, menata rambut, berpakaian, dan sebagainya,” ujar perempuan yang juga guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu.

Dengan percaya diri, Wiendu optimistis Indonesian wave mampu menyaingi Korean wave. Dia sadar bahwa rancangannya tidak bisa dilihat dalam waktu dekat. Korean wave yang sekarang melanda remaja hampir di seluruh dunia saja dibangun sejak 20 tahun silam. Nah, keberhasilan Indonesian wave itu baru bisa dilihat dalam beberapa dekade mendatang.

Wiendu yakin Indonesian wave bisa muncul suatu saat nanti. Indonesian wave bakal muncul dari sikap, bahasa, pakaian, film, musik, serta karya seni lainnya. Memang tidak mudah mewujudkannya. Salah satu kendalanya adalah anggaran. (wan/c6/ca/jpnn)

Retribusi di Karo Dihentikan

KARO- Sejak 1 Januari 2012, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menghentikan seluruh pemungutan pajak dan restribusi daerah yang mengacu pada UU no 18 tahun 1997 dan perubahan atas UU No 34/2000. Penghentian kutipan pajak dan retribusi ini dikuatkan dengan dikeluarkannya Surat Edaran Bupati Karo No 973/0002/Huk-orta/2012, tertanggal 3 Januari 2012. Dengan begitu, semua pajak dan retribusi di Karo gratis.

Ternyata, hingga saat ini, Pemkab Karo belum memiliki payung hukum berupa peraturan daerah (Perda) tentang retribusi dan pajak daerah yang mengacu pada UU No 28/2009. Dengan begitu, pajak-pajak dan retribusi daerah seperti pajak penerangan jalan, perizinan pemasangan reklame, pajak hiburan, pajak hotel, restaurant, rumah makan dan kedai kopi, perizinan galian C, perizinan mendirikan bangunan, izin gangguan (HO), retribusi pasar, retribusi memasuki objek wisata dan perizinan hiburan, retribusi pemakaman dan pengabuan mayat, retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan dan lainnya, dihentikan hingga adanya payung hukum baru.

Menurut Kabid Humas Pemkab Karo Jhonson Tarigan, dengan dihentikannya pengutipan pajak dan retribusi ini, potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Karo mencapai Rp1,8 miliar. “Seluruh pajak dan retribusi daerah yang penerbitannya berpedoman pada UU No 18/1997 dan perubahan UU No 34/2000 atas UU No 18 itu, seluruhnya berakhir pada 31 Desember 2011,” jelas Jhonson.

Sementara Kabag Hukum Pemkab Karo DT Sinulingga SH MPd saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini Pemkab Karo memang tidak memiliki payung hukum yang membuka celah untuk melakukan kutipan pajak dan retribusi yang mengacu pada UU yang lama.

Menurutnya, saat ini ada empat ranperda berisi 30 item, 26 diantaranya sudah disepakati dengan pihak legislatif dan sudah turun dari Kementrian Keuangan. Kini ranperda tersebut sudah di Kantor Gubernur Sumatera Utara dan rencananya,  Jumat (3/2) mendatang akan dijemput. “Kita akui ada keterlambatan penyelesaian Ranperda. Namun, itu bagian dari pembelajaran ke depan. Tidak perlu saling menyalahkan,” ujarnya.(wan)
Sementara itu, DPRD Karo menyatakan keterlambatan pembahasan ranperda tersebut disebabkan lambannya penyampaian draf dari Pemkab ke DPRD Karo, yakni pada awal Oktober tahun lalu.(wan)

Dikeroyok, Oknum Polisi Tembaki Warga

LUBUK PAKAM- Anggota Sat Dalmas Shabara Poldasu Brigadir Dedi Barus meletuskan senjata api laras panjang SS1V2 secara membabi buta di Kafe Thamrin, Dusun III, Desa Lengau Seprang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (31/1) malam pukul 22.00 WIB. Akibatnya, Ahmad Fauzi (27), warga Dusun III, Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa tersungkur di lantai kafe karena tumit kakinya terkena tembakan.

Mengetahui peristiwa itu, Darwin (28), teman korban langsung memberikan pertolongan. Selang beberapa lama, orangtua korban dibantu warga setempat datang ke lokasi dan melarikan korban ke RSU GL Tobing, PTPN II, Tanjung Morawa.

“Saya tidak kenal dengan Polisi itu. Dia sempat bertelepon dengan seseorang, kemudian ngomong sama empat orang lain yang tidak diketahui identitasnya. Tiba tiba berkelahi, terus dikeluarkanya senjatanya dari dalam tas, kemudian menembakkan ke atas dan ke bawah” cerita Ahmad Fauzi.

Keempat pengunjung yang belum diketahui identitasnya itu, sempat ditegur Brigadir Dedi Barus. Tidak senang atas teguran itu, mereka sempat berdebat. Akhirnya keempat pria itu mengeroyok Brigadir Dedi. Bahkan, seorang diantaranya sempat memukul Dedi dengan sebilah kayu. Karena tersudut, Dedi berlari dan mengambil senjata api dari dalam tasnya.

Dedi pun meletuskan tembakan ke atas, sehingga membuat seluruh pengunjung kafe menjadi panik dan berhamburan keluar. Kembali, Dedi mengacungkan senjatanya ke arah pengunjung kafe, sebari mengatakan, “bubar kalian Semua.”
Setelah suasana tenang, Dedi langsung diamankan ke Mapolres Deli Serdang.(btr)