29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14081

Tunda Pembatasan Subsidi BBM

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress), Marwan Batubara minta pemerintah untuk tidak memaksakan program pembatasan subsidi BBM tanpa memperhatikan dampak negatif dan kerugian masyarakat yang akan timbul.

Sebelum pemberlakuan pembatasan subsidi BBM pada 1 April mendatang, Iress mengingatkan pemerintah harus menyiapkan langkah-langkah solutif bersamaan dengan pelaksanaan program tersebut agar bisa mengurangi dampak negatif.

“Jika tidak, lebih baik prorgram tersebut ditunda. Jangan karena anggaran subsidi 2011 membengkak menjadi Rp167 triliun akibat terlampauinya kuota BBM bersubsidi, pemerintah bertindak reaktif dan memaksakan program pembatasan harus terlaksana,” kata Marwan Batubara, di Jakarta, Selasa (10/1). Dikatakannya, saat ini terkesan pemerintah hanya ingin mengambil langkah yang gampang karena memegang kekuasaan tanpa ingin susah melaksanakan kewajiban memenuhi hak rakyat terhadap transportasi publik yang layak.(fas/jpnn)

IMB RSH tak Gratis

MEDAN-Anggota DPRD Medan menyarankan menggratiskan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk pembangunan rumah sederhana, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah pribadi. Tapi, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap menegaskan kalau IMB Rumah Sehat Sederhana (RSH) tidak bisa digratiskan.

“Mungkin nanti akan ada keringanan lain yang kita lakukan khusus untuk RSH, tapi kalau untuk menghapuskan IMB itu tidak boleh,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, di sela-sela peluncuran Mobil KTP dan pemberian santunan untuk korban kebakaran di Tanah 600 Medan Marelan, Selasa (10/1).

Hal senada juga dinyatakan Kepala Dinas TRTB Medan, Syampurno. “Itu selama ini ada aturannya dan biayanya juga berbeda dilihat dari IMB untuk perumahan kepadatan sedang, tinggi juga rendah. IMB RSH itu diberlakukan karena sesuai dengan aturan UU juga perda RTRW,” kata Syampurno.

Begitupun, kalau nantinya dalam Ranperda IMB yang sedang digodok saat  ini ada desakan untuk penghapusan IMB bagi RSH bisa saja dihapuskan.

“Kalau memang nanti dihapuskan, ya kita hapuskan, sekarang ini kan sabar dulu kita karena sedang mengajukan ranperdanya. Kalau memang nantinya harus dihapuskan apa pula rupanya sulitnya, kita hapuskan,” tegas Syampurno.
Sekretaris Komisi D DPRD Medan, Muslim Maksum mengatakan biaya izin yang dikeluarkan untuk RSH dengan rumah tipe menengah atas berbeda, jadi seharusnya tidak perlu digratiskan biaya pengurusan izinnya. Apalagi, lanjutnya, kebutuhan RSH tinggi jadi sebenarnya tidak ada masalah dalam hal biaya pengurusan izin.

“Biaya izin pengurusan IMB murah, kebutuhannya juga tinggi jadi sebenarnya tidak ada alasan bagi developer enggan membangun,” katanya.

Selain itu, Muslim menilai pemberian izin gratis justru akan merugikan masyarakat karena akan membuat penghitungan harga rumah menjadi tidak jelas. Kalau sudah begitu berarti masyarakat yang akan rugi. “Tidak ada alasan apalagi sekarang lokasi RSH pada umumnya di pinggir kota yang harga tanahnya lebih murah. Jadi kalau diberikan lagi izin gratis tapi tidak ada jaminan harga rumah murah, masyarakat yang rugi,” pungkasnya.
Sekretaris Fraksi Partai Damai Sejahtera DPRD Kota Medan, Budiman Panjaitan mengatakan tingkat kebutuhan rumah di daerah ini cukup tinggi. Berdasarkan data Real Estate Indonesia (REI), kebutuhan rumah di Sumut untuk tahun ini diperkirakan 200.000 unit.

“Hampir di seluruh sudut kota Medan diisi dengan rumah-rumah tidak permanen, khususnya di pinggir rel, kolong jembatan dan pinggiran sungai,” katanya.

Menurutnya, masalah utama semakin menjamurnya rumah-rumah di tempat yang tidak semestinya karena tingginya harga rumah. Sesuai dengan aturan Pemerintah Pusat, harga rumah sehat sederhana (RSH) dijual sebesar Rp56 juta. Walaupun harga itu sudah disubsidi pemerintah, namun masyarakat berpenghasilan rendah tidak juga mampu membeli rumah.

“Harga rumah murah yang diberikan pemerintah juga tidak mampu dibeli masyarakat karena penghasilan rendah. Sementara developer tidak mungkin menjual lebih murah lagi,” ujarnya.

Penyebabnya karena biaya tambahan seperti pemasangan listrik,air, jalan masih di tanggung developer. Tingginya harga rumah pada umumnya disebabkan karena biaya pemasangan fasilitas tersebut. Pemko harus memberikan subsidi dengan menanggung seluruh biaya fasilitas itu.

“Jika Pemko bisa mensubsidi seluruh biaya itu diperkirakan bisa menurunkan harga rumah sekitar 20 persen. Jadi dengan harga RSH yang sebesar Rp56 juta, kalau berkurang 20 persen kemungkinan besar masyarakat bisa beli rumah,” katanya.

Namun, lanjut dia, Pemko harus tetap memberikan pengawasan terhadap developer yang memperoleh fasilitas rumah dari pemerintah. Jangan sampai subsidi sudah diberikan namun harga rumah tetap tinggi. “Subsidi berupa pembenahan fasilitas perumahan harus diawasi karena berkaitan dengan harga rumah. Kalau harga rumah tidak juga turun berarti tujuan subsidi untuk mringankan harga tidak tercapai,” ucapnya.(adl)

Universitas HKBP Nommensen Bagi-bagi Buku

MEDAN- Universitas HKBP Nommensen Medan membagikan buku ke sekolah-sekolah SLTP dan SLTA di Sumut.
“Tujuan Universitas HKBP Nommensen membagikan buku ini dalam rangka memajukan pendidikan. Tidak hanya itu, ini juga bertujuan memperkenalkan Universitas HKBP Nommensen kepada masyarakat Sumut,” kata Rektor Universitas HKBP Nommensen, Dr Ir Jongkers Tampubolon MSc, didampingi Ketua Tim Promosi, Prof Drs Monang Sitorus MSi, Wakil Rektor IV Universitas HKBP Nommensen, Ir Pohan Panjaitan MS PhD dan Staf Humas Universitas HKBP Nommensen, Deby, Selasa (10/1).

Menurutnya, buku yang dibagikan bertema keagamaan. Buku juga dibagikan kepada para mahasiswa baru di Universitas HKBP Nommensen.

“Buku ini dibagikan secara cuma-cuma,” terangnya.

Diterangkannya, buku tersebut ditulis oleh orang-orang yang berpengalaman dalam bidang keagamaan dan psikologi. Menurutnya, buku ini  bisa bermanfaat. “Tidak hanya itu, hendaknya para mahasiswa dan pelajar menjalankan ajaran yang benar dan tepat seperti yang tertulis di dalam buku ini,” ujarnya. (jon)

Dirut PD Pasar Umbar Janji

MEDAN-Dirut Perusahaan Daerah (PD) Pasar Medan, Benny Sihotang mengumbar janji di hadapan Komisi C DPRD Kota Medan, terkait rencana untuk memperbaiki perusahaan dan pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Medan.
Benny Sihotang bersama tiga direksi PD Pasar lainnya akan memperbaiki kondisi PD Pasar yang sudah carut marut. Pihaknya akan menerbitkan standard pperating procedure (SOP) bagi seluruh karyawan.

“Untuk tahap awal ini  prioritas kita memperbaiki internal perusahaan dulu. Dalam waktu 15 hari ke depan SOP bagi 700 orang karyawan PD Pasar akan kita terbitkan,” kata Benny dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Kota Medan di gedung dewan, Selasa (10/1).

Pada kesempatan itu, Benny juga meyakinkan seluruh Anggota Komisi C DPRD Kota Medan bahwa dalam waktu sebulan ke depan, pihaknya mampu memperbaiki kondisi keuangan PD Pasar. Pendapatan PD Pasar yang selama ini hanya mampu membiayai gaji karyawan saja, maka digenjot supaya lebih menguntungkan.

“Selama dua hari kita bekerja, banyak kebocoran finansial di PD Pasar. Cukup banyak kutipan-kutipan retribusi dari pedagang yang tidak masuk ke kas PD Pasar. Kondisi seperti ini kita temukan di Pusat Pasar dan Pasar Petisah. Hal ini yang akan kita perbaiki agar keuangan perusahaan lebih sehat,” ujar Benny.

Dia menjelaskan, pendapatan dari Pusat Pasar Medan yang selama ini hanya sekitar Rp400 juta perbulan maka bulan depan ditargetkan bisa mencapai Rp600 juta setiap bulannya. “Saya kira kepala pasar disana (pusat pasar) tidur di rumah saja kalau targetnya hanya Rp400 juta per bulan,” tandas Benny.

Bahkan, tambah Benny, dari 43 pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Medan hanya dua pasar yang memberikan kontribusi cukup menguntungkan, yakni Pusat Pasar dan Pasar Petisah. Selebihnya hanya cukup memberikan gaji karyawan dan perawatannya saja.

“Mencegah kebocoran finansial ini adalah prioritas kita, maka pada 6 bulan kedepan kita sudah bisa menaikkan gaji seluruh karyawan, paling tidak sesuai upah minimum  kota,” jelasnya seraya menambahkan bahwa gaji direksi PD Pasar hanya Rp5 juta dan karyawan hanya Rp800 ribu per bulan.

Direktur Administrasi Keuangan PD Pasar, Lely Amra Siregar menambahkan, sejauh ini pendapatan PD Pasar setiap bulannya baru mencapai Rp1,2 miliar, sedangkan pengeluaran setiap bulannya mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Pengeluaran ini diantaranya untuk gaji karyawan Rp700 juta, biaya tagihan listrik dan air Rp150 juta, kebersihan Rp61 juta, dan biaya bahan bakar minyak (BBM) Rp50 juta,” jelas Amra.

Anggota Komsi C DPRD Medan, Bangkit Sitepu mengatakan, dalam tiga bulan ke depan seluruh direksi PD Pasar harus bisa menunjukkan kinerjanya untuk memperbaiki kondisi PD Pasar yang sudah babak belur.
“Kita berikan waktu tiga bulan, kalau tidak mampu sebaiknya mundur saja. Kondisi PD Pasar yang sudah babak belur sangat mendesak untuk diperbaiki sehingga bisa menambah pendapatan daerah,” tegas Bangkit.(adl)

Bebas Pungutan Liar

Pemko Medan Luncurkan Dua Unit Mobil KTP

Pemerintah Kota (Pemko) Medan berupaya menghapus pungutan liar (pungli) dalam pengurusan perpanjangan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan meluncurkan Mobil layanan KTP di Lapangan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (10/1).

Peluncuran mobil KTP ini, diharapkan dapat membantu mempermudahkan masyarakat dalam pengurusan administrasi kependudukan.

“Kita meluncurkan mobil KTP ini untuk mempercepat pelayanan. Jika selama ini masyarakat sulit terlayani, sekarang masyarakat bisa datang ke mobil KTP yang jaraknya hanya 2,5 Km dari kantor camat untuk mengurus perpanjangan KTP. Ini juga sebagai upaya untuk mengurangi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan seperti pengutipan liar di lapangan,” kata Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM saat meluncurkan dua unit mobil KTP sekaligus pemberian bantuan korban kebakaran selama tahun 2011.

Dikatakannya, Pemko Medan memang tidak menargetkan berapa banyak masyarakat yang dapat dilayani (membuat KTP) dalam per harinya. “Sekarang ini kita kan sedang mempercepat proses e-KTP. Nah, di sini kita melayani proses KTP lama, sehingga masyarakat yang belum dapat mengurus e-KTP masih bisa terbantu dengan adanya KTP lama jika dibutuhkan,” kata Rahudman.

Pelayanan mobil KTP ini, lanjut Rahudman, akan dilihat manfaat operasionalnya. Jika memang pelayanannya baik maka tahun depan, Pemko Medan akan kembali menambah tiga sampai empat mobil KTP untuk melayani masyarakat.
“Kalau tahun ini pelayanan mobil KTP efektif, maka tahun depan akan saya tambah lagi tiga sampai empat unit. Pelayanan mobil KTP ini baru ada di Medan, Jakarta dan Surabaya, tapi pelayanan kita lebih baik karena langsung online,” terang Rahudman.

Dalam kesempatan itu, Rahudman mengungkapkan kegiatan peluncuran yang dilangsungkan sekaligus dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat korban kebakaran sepanjang tahun 2011 di Medan. Bantuan tersebut merupakan satu bentuk perhatian Pemko Medan kepada masyarakat.

“Memang bantuan itu tidak mampu memenuhi kebutuhan korban, tapi setidaknya itu sebagai tanda turut prihatinnya Pemko Medan, sehingga Pemko memberikan upaya empati kepada masyarakat Medan yang kena musibah,” kata Rahudman.

Dijelaskannya, dengan adanya kegiatan pemberian bantuan kepada korban kebakaran di Medan ini, menunjukkan bahwa Pemko Medan memiliki kesetiakawanan sosial. “Apa yang saya sampaikan ini merupakan satu bentuk wujud empati perhatian Pemko Medan,” cetusnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia kegiatan yang juga Asisten Kesejahteraan Masyarakat Musadad menyebutkan, peluncuran mobil KTP ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan KTP kepada masyarakat Medan.

Ditambahkan dia, peserta yang dilayani mobil KTP kemarin, sebanyak 30 orang dan masing-masing unit mobil KTP melayani 15 orang. “Operasional mobil KTP ini akan berada sekitar 2,5 Km dari kantor camat, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendatangi mobil KTP tersebut,” kata Musadad.

Acara ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin, Sekda Ir Syaiful Bahri, Ketua MUI Kota Medan Prof DR M  Hatta, Ketua FKUB Kota Medan Prof DR H Syahrin Harahap, unsur Dewan Kota Medan, Staf Ahli Wali Kota, Asisten, seluruh pimpinan SKPD, Camat, Lurah dan Kepling se-Kota Medan. (adl)

Bantu Korban Kebakaran

Asisten Kesejahteraan Masyarakat Pemko Medan Musadad, menilai peluncuran mobil KTP sebagai upaya meringankan beban korban kebakaran di Medan sepanjang tahun 2011 sebanyak 41 Kepala keluarga (KK).
Hal ini dikatakan Musadad kepada wartawan koran ini, saat ditemui usai peluncuran dua mobil KTP di Kecamatan Medan Marelan, Selasa (10/1).

Dikatakan Musadad, bantuan yang diberikan Pemko Medan kepada 41 KK korban kebakaran berada di enam kecamatan, masing-masing di Kecamatan Medan Maimun sebanyak 20 KK, Kecamatan Medan Tembung sebanyak 4 KK, Medan Labuhan sebanyak 8 KK, Medan Marelan sebanyak 6 KK, Medan Deli sebanyak 2 KK dan Medan Perjuangan sebanyak 1 KK. Untuk masing-masing korban kebakaran diberikan bantuan sebesar Rp2,5 juta. (adl)

Mobil KTP akan Kelilingi Kota Medan

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Medan Darussalam Pohan mengatakan, dua unit mobil KTP yang diluncurkan ini memang dilengkapi dengan peralatan online KTP, mulai dari monitor , kamera, alat scan juga database kependudukan. “Seperti kita lihat tadi pak Wali mencoba pelayanan dari mobil KTP hanya dibutuhkan waktu lima menit. Jadi prosesnya sangat cepat sekitar lima hingga sepuluh menit, karena sistemnya online. Nanti kita akan melayani seberapa banyak masyarakat yang datang,” kata Darussalam.

Mobil KTP ini, lanjutnya, akan berkeliling Medan, dan tentunya akan ada jadwal yang dibuat oleh Pemko Medan. “Meskipun mobilnya nanti berkeliling, tapi bagi masyarakat di mana saja bisa langsung mengurus KTP nya. Seperti pak Wali, penduduk Kecamatan Helvetia, tapi tadi bisa mengurus KTP-nya meskipun mobil KTP ini berada di Marelan. Namun, pelayanan yang bisa dilakukan mobil KTP ini hanyalah untuk perpanjangan KTP saja,” terangnya.
Ditambahkan dia, pelayanan KTP diproyeksikan untuk melayani KTP bagi masyarakat di seluruh kecamatan. Untuk sekarang memang baru dua unit. “Ke depan akan kita tambah lagi unitnya,” janjinya.

Hanya saja, sebutnya, mobil tersebut memang belum bisa dioperasikan untuk pelayanan e-KTP. “Mobil ini hanya untuk perpanjangan KTP lama saja,” tegasnya.

Launching mobil KTP yang digelar di Medan Marelan karena banyak masyarakat Medan di bagian utara yang KTP nya sudah berakhir. “Kita konsentrasikan launchingnya di Medan Marelan, karena memang selama ini banyak masyarakat bagian utara yang KTP nya sudah mati, dan belum diperpanjang. Makanya menjadi alasan kita untuk melakukan launching di di sini,” cetus Darussalam. (adl)

Mobil KTP Sia-sia

Peluncuran mobil KTP di Kecamatan Medan marelan, sangat disayangkan Pengamat Pemerintahaan Ahmad Taufan Damanik. Pasalnya, Pemko Medan seharusnya lebih mengutamakan pelayanan e-KTP yang sejauh ini bertele-tele penyelesaiannya.

“Untuk apa itu, tidak banyak manfaat dari mobil KTP. Seharusnya, Pemko Medan lebih fokus pada pelayanan e-KTP agar dapat dipercepat prosesnya. Masyarakat sudah jenuh dengan pelayanan e-KTP yang tidak selesai-selesai hingga berhari-hari mengantri,” kata Taufan.

Taufan juga terkejut mendengar Pemko Medan meluncurkan Mobil KTP disaat proses e-KTP tengah berlangsung. “e-KTP sedang dalam proses, tiba-tiba ada program mobil KTP. Setelah e-KTP selesai, apakah KTP lama masih bisa digunakan, kan tidak dipakai lagi, jadi mobil itu akan menjadi barang tak berharga,” kritiknya.

Menurut Taufan, bila Pemko Medan dapat mengubah mobil KTP menjadi mobil e-KTP sangat bagus juga untuk membantu pelayanan e-KTP sekarang ini. “Seharusnya Pemko lebih serius menggarap program e-KTP ketimbang meluncurkan mobil KTP yang akhirnya akan sia-sia,” sarannya.(adl)

The Virgin Jadi Trending Topic Dunia

Duo The Virgin  ternyata tidak hanya populer karena prestasinya di bidang musik, tapi juga karena loyalitas fans yang luar biasa. Bahkan karena fans, ulang tahun The Virgin yang awalnya tidak direncanakan meriah, bisa jadi lebih bermakna dan diketahui masyarakat seluruh dunia.

“Kita baca juga di twit, pas Mitha ultah mereka jadiin semacam percakapan jadi Trending Topic World Wide(TTWW), katanya seluruh dunia tahu ultah The Virgin,” ungkap Mitha.

“Sempet Posisi 1 berapa detik, posisi 2, 3 sampai 4 jam. Kita mah gak ngerti kayak gitu. Dan itu katanya susah banget jadi kayak gitu, itu Virginiti yang buat,” lanjut Mitha.

Melihat prestasi itu, tentu saja The Virgin pun merasa bangga dan terharu. Pasalnya, butuh perjuangan berat untuk mencapai trending topic dunia. Dengan adanya Virginiti, The Virgin merasa punya teman setia yang selalu ada di saat mereka susah dan senang.

“Kita twit ada, pas tahu itu, kita seneng banget diomongin bisa masuk sepuluh list TTWW itu, sempet kaget dan bangga gak gampang masuk itu,” tandasnya. (net/jpnn)

Lebih Nyaman dalam Pergaulan

Okka Fauzie

Profesi   model  oleh sebagian masyarakat  masih  dipandang sebelah mata.  Walaupun begitu, kenyataannya  banyak  wanita yang tetap memilih  profesi ini untuk digeluti. Salah satunya , Okka Fauzie.  “Sejak tahun 2008  yang lalu, aku sudah mulai menggeluti profesi sebagai  model, awalnya ikut agency, tetapi lama kelamaan jadi pilihan,” ujar Okka Fauzie.

Menjadi model diakuinya menjadikan rasa percaya dirinya lebih tinggi. Dia pun lebih nyaman dalam pergaulan.  Dengan menjadi model dirinya bisa memahami cara berpakaian dan berpenampilan yang baik.  ‘’Karena bagi perempuan, memiliki penampilan yang baik dan enak dipandang mata, membuat dirinya menjadi lebih percaya diri,”unggal Okka.

Walau masih remaja, dara kelahiran  3 Juni 1994 ini tidak menganggap remeh profesi yang digelutinya. Baginya semua pekerjaan adalah sama, hanya saja bagaimana seseorang menjalani  pekerjaannya,  itu yang menjadi perbedaan. “Semua pekerjaankan sama, tidak ada yang beda, hanya bagaimana kita menjalani nya itu yang menjadi perbedaan,” tambahnya.

Diakuinya,  sebagaian masyarakat  menggap model  bukan sebuah kerjaan yang baik. Tapi itu disikapinya   sebagai tantangan.  Dirinya tidak menyalahkan orang yang memandang sebelah mata akan profesinya. Dia menyadari,  karena tuntutan pekerjaan berbagai model pakaian yang harus digunakannya terutama yang mini, memunculkan anggapan yang miring.  Karena itu, yang bisa dilakukannya untuk menjaga image salah satunya dengan menjaga sikap.   Menjaga jarak dan memberikan senyuman adalah salah satu yang bisa dilakukannya. Saat menjalani tugas, lanjutnya, banyak kaum adam yang menggoda dan terkadang mencolek dirinya. Kalau sudah begitu, yang bisa dilakukannya hanyalah menggambil langkah seribu. “Sering banget dapat colekan, karena pakaian kita yang mini dan lainnya. Dan biasanya kejadian ini saat aku show, ‘’ungkapnya.

Anak kedua dari 3 bersaudara ini, sudah sangat menyukai dunia kecantikan sejak masih kecil, hal ini dikarenakan sang mama yang berprofesi sebagai guru SMK N 8 bagian tata rias. Karena itu, dirinya dan sang kakak juga sudah sangat akrab dengan perlengkapan make-up.  Bahkan, tekhnik merias wajah dan bagian wajah yang memiliki kekurangan dan kelebihan juga sudah sangat dipahami olehnya.

“Aku lebih bagus kalau difoto dari sebelah kiri, kalau yang sebelah kanan tidak terlalu ya,” ungkap siswi SMAN 4 ini.
Walau masih remaja, Okka juga sudah memahami tanggung jawabnya sebagai anak, adik, dan personal. Karena itu, orangtuanya yang berfikir terbuka dan menerima bahkan mendukung profesinya sebagai model sangat disyukuri olehnya.  (ram)

Kunis, Wajah Baru Dior

NEW YORK – Black Swan dan Friends with Benefit menjadi dua film yang melejitkan nama Mila Kunis sepanjang 2011. Aktris kelahiran Ukraina itu mulai menuai reward atas kesuksesan peran-perannya. Yang terbaru, dia ditunjuk sebagai duta label top Christian Dior. Uniknya, dia mengikuti jejak Natalie Portman, lawan mainnya di Black Swan, yang sudah lebih dahulu jadi ikon parfum Dior.

Kunis sudah tampil dalam kampanye koleksi spring 2012. Dalam iklan itu, dia mengenakan gaun hitam dan memperagakan beberapa varian handbag Miss Dior. Bagi Kunis, bergabung dengan label avant garde yang terkenal memiliki style klasik elegan cukup membuat canggung. Sebab, selama ini dia mengidentifikasi diri sebagai cewek bertipe ”jins dan T-shirt”.

”Sejujurnya, saya masih belajar soal fashion. Saya orang yang sangat kasual. Dalam keseharian saya, saya tidak pernah mengenakan baju-baju berpotongan feminin,” ungkap Kunis kepada WWD. ”Tapi, saya suka tampil feminin di red carpet,” imbuh perempuan 28 tahun itu.

Delphine Arnault, deputi general manager Dior, menyebut akting Kunis di Black Swan yang membuat pihaknya memilih dia sebagai ikon baru. ”Dia sangat bertalenta dan menjadi representasi perempuan modern yang sesungguhnya. Itu sejalan dengan misi kami,” ungkapnya. Kampanye yang dibintangi Kunis resmi diedarkan mulai 15 Januari mendatang. (na/c6/ayi/jpnn)