26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 14092

Back to Campus

Muhammad Jasin

Lengser dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muhammad Jasin sudah punya gambaran yang akan dilakukan. Apa itu? “Back to campus,” ujar Jasin di Jakarta beberapa waktu lalu.
Meski tak lagi menjadi salah seorang pemimpin KPK, Jasin menegaskan bahwa perjuangannya memberantas korupsi terus berlanjut. Kalau dulu lewat KPK, sekarang dia akan berjuang di kampus dan lingkungan sekitar. “Di mana pun tempatnya, selalu berusaha melawan korupsi. Bersama-sama lingkungan kita untuk perjuangan melawan korupsi,” kata pria 53 tahun itu.

Dunia kampus bukan hal yang baru bagi Jasin. Saat masih menduduki posisi pimpinan KPK, alumnus program doktor bidang business management di Adamson University, Filipina, itu mengajar di salah satu universitas swasta. Pada suatu kesempatan, Jasin juga pernah mengeluarkan pernyataan akan mengajar mata kuliah statistika dan informasi birokrasi di Institut Teknologi Bandung (ITB).  Lantas, kapan Jasin kembali ke kampuas? Pria kelahiran Blitar itu mengatakan masih berlibur dulu. Dia baru aktif mengajar bulan depan.  “Sebelum ngajar, ngadem dulu, libur dulu. Nanti Januari baru mulai mengajar,” ujarnya. (ken/c10/ca/jpnn)

12 Warga Ambil Sepeda Motor yang Hilang

MEDAN-Sedikitnya 12 warga sudah mengambil sepeda motornya yang hilang, setelah diumumkan Polresta Medan, Rabu (21/12) lalu.

“Sudah ada, sekitar 12 orang warga yang sudah mengambil kendaraannya,” terang Kanit Ranmor Polresta Medan AKP Ronald F Sipayung.

Saat disinggung, apakah terobosan mengumpulkan seluruh hasil ranmor dari berbagai polsek dari seluruh jajaran Polresta akan terus dilakukan, Ronald mengaku dirinya belum bisa memastikan, namun dia berharap agar terobosan ini bisa terus dilakukan.

“Karena terobosan ini memudahkan warga untuk mengecek sepeda motornya yang hilang. Warga yang melapor kehilangan pun mengapresiasi terobosan ini,” beber Ronald.
Sementara, Andi, warga Sunggal mengaku sepeda motornya sudah hilang 3 bulan yang lalu. Sampai saat ini, dia masih mengecek dan berharap sepeda motornya kembali.

“Ya, namanya usaha, mana tahu ada di sini (Mapolresta). Apalagi  tidak dikenakan biaya,” ucapnya saat ditemui di plataran parkir Mapolresta Medan.

Setelah diumumkan 166 sepeda motor hasil operasi ranmor dari berbagai polsekta di jajaran Polresta Medan, ratusan warga memadati halaman parkir Mapolresta Medan, tepat di depan gedung Bag Ops, Jumat (23/12).

Kedatangan ratusan warga ini untuk memastikan apakah sepeda motor mereka yang hilang ada di antara 166 sepeda motor yang diamankan tersebut.
Dari data Unit Ranmor Polresta Medan sedikitnya terdapat 70 unit sepeda motor milik leasing dan 96 unit milik warga. (gus)

Tiga Polisi Terlibat Tragedi Mesuji

JAKARTA- Keterlibatan anggota kepolisian dalam tragedi Mesuji benar adanya. Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji menyatakan bahwa Kapolri Jendral Timur Pradopo sudah menyeret tiga anggota Polda Lampung ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Ketiga anggota itu terlibat tindak pidana.

Anggota TGPF Ifdhal Kasim menyatakan, tiga anggota polisi itu terlibat dalam bentrokan di PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) dan PT Silva. Tidak hanya itu, Ifdhal juga menyebut jika anggota korps Bhayangkara itu terlibat penembakan. “Kami sudah dapat jawaban Kapolri,” ujar pria yang juga ketua Komnas HAM itu.

Kepolisian sudah melimpahkan berkas penyelidikan ke Kajati Lampung. Tiga anggota itu adalah AKBP AZ, AKBP PWN, dan Bripda S. Ketiganya diduga melanggar pasal 351 ayat 2, pasal 49 ayat 2 KUHP, pasal 51 ayat 1 KUHP. Khusus untuk AKBP AZ dikenakan pasal penganiayaan 351 ayat 1 KUHP.
Ifdhal mengapresiasi langkah kepolisian itu. Sejak TGPF menemukan adapelanggaran, pihaknya meminta agar tiga anggota tifak hanya diproses sebatas etik.

“Ke depan, Ini bisa meningkatkan profesionalisme Polri,” jelasnya.
TGPF menganggap langkap polisi ini sebagai tindakan yang luar biasa. Maklum, biasanya pelanggaran tindak kekerasan oleh aparat jarang bisa sampai ke pengadilan atau kejaksaan. Yang terjadi justru banyak kasus tersebut hilang dan menguap ditingkat Propam dengan sanksi pelanggaran etika.

Dalam insiden di Mesuji, November 2010, empat orang terluka tembak dan 1 orang meninggal. Yang tertembak adalah Muslim, 17, di kaki kanan, Robin, 17, di kaki kiri, Rano Karno, 26, luka di tangan dan perut kiri, dan Harun, 17, di tumit kiri. Sedangkan warga yang meninggal bernama Zaelani.

Saat memberikan keterangan Rabu (21/12) lalu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman smenyebut baru dua anggota yang sudah ditindak. Mereka adalah AKBP PWN dan Bripda S yang melakukan penembakan tanpa perintah Kapolres. “Sedangkan untuk penembak masih kami cari,” ucapnya. (dim/ca/jpnn)

BKKBN Sumut Edukasi KB ke TNI

Program Menekan Ancaman Ledakan Penduduk

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan mitra kerja sangat mendongrak pencapaian sasaran akseptor Keluarga Berencana (KB) baru. Untuk itu, BKKBN Sumut terus melanjutkan jalinan kerjasama dengan semua instansi, termasuk dengan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Demikian disampaikan Kepala Seksi Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) BKKBN Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Anthony didampingi Kasdim 0201/BS Mayor Inf Septa V yang mewakili Dandim 0201/BS, Kamis (22/12), di Aula Makodim 0201/BS.Menurut dia, sosialisasi yang

diberikan ke TNI berdasarkan surat telegram Pangdam I/BB Nomor ST/1638/2011 tanggal 12 Desember 2011 tetang perintah melaksanakan kegiatan penataran/orientasi dan edukasi program KB dan kependudukan kepada Danramil/Babinsa, Perwira/Bintara TNI AL dan AU.

“Edukasi yang kami berikan melalui kegiatan ini tujuannya agar aparat TNI dapat menyampaikan pemahaman kepada masyarakat. Dengan begitu, target pencapaian program KB tahun ini dapat meningkat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Anthony menyampaikan beberapa materi. Di antaranya, tantangan program kependudukan dan KB, ledakan penduduk (teori pertumbuhan penduduk dan permasalahannya), revitalisasi KB, penggunaan kontrasepsi dan lainnya.

Saat dilaksanakannya pemaparan itu, peserta dari berbagai kesatuan TNI sangat antusias mendengarkan materi yang dipaparkan. Ini terlihat para peserta TNI wanita aktif melontarkan pertanyaan soal penggunaan alat kontrasepsi.

Dia menerangkan, peran TNI sangatlah signifikan, karena anggota TNI ada di seluruh pelosok tanah air, termasuk di pelosok wilayah Sumut. Di era desentralisasi, BKKBN sangat membutuhkan dukungan dari TNI dan mitrakerja BKKBN.

TNI dianggap paling strategis karena TNI telah memberikan sumbangan positif terhadap pelaksanaan program kependudukan dan KB pada khususnya dan pembangunan sumber daya manusia pada umumnya. Apalagi, BKKBN dengan TNI telah menjalin kerjasama.

Untuk itu, seluruh anggota TNI dibekali pengetahuan dan pemahaman soal kependudukan dan keluarga berencana. Berangkat dari hal itu, BKKBN Sumut memberikan edukasi KB kepada seuruh aparat TNI di semua kesatuan.

Lebih lanjut, dia menyatakan penekanan jumlah penduduk ini terus dilakukan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Karena bila semakin banyak jumlah masyarakat, maka semakin tinggi jumlah kebutuhan atas pangan dan lainnya. “Maka masyarakat diingatkan cukup dua anak saja, tunda pernikahan diusia muda. Dengan cara itulah kita semua membantu mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ingatkannya.
Dalam paparannya Anthony mengatakan, saat ini penduduk Sumut berjumlah 13 juta, meningkat 3,5 persen dari tahun sebelumnya, yang berkisar 12 juta jiwa. Karenanya, target BKKBN sumut untuk tahun selanjutnya dengan angka pertumbuhan penduduk bisa ditekan hanya 3.0 persen per tahun.

Disampaikan Anthony, Program Kependudukan dan Keluarga Berencana sangat berkaitan erat dengan segala aspek kehidupan keluarga. Sesuai dengan pengembangan fungsi-fungsi keluarga yang berdasarkan siklus hidup keluarga, sudah tentu ada kaitannya dengan penggunaan program KB yang dilandasi pola hidup keluarga berwawasan kependudukan.

Anthony juga menyampaikan, bahwa TNI melakukan kerja secara optimal untuk melakukan sosialisasi program KB. Hal itu dilakukan karena TNI bisa masuk ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Begitu juga harapannya untuk wilayah Sumut.

“Pendekatan sosialisasi yang dilakukan oleh TNI dengan wajah yang tidak menakutkan. Bahkan, pengenalan KB ini tidak dipaksakan kepada masyarakat. Artinya, peran TNI sangat berguna,” jelasnya. (*)

Sidang Pemilihan Presiden Mahasiswa Unimed Ricuh

Adu Jotos, Dua Luka-luka

MEDAN-Sidang hari ketiga pemilihan Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) ricuh, Jumat (24/12). Sidang juga diwarnai dengan aksi pemukulan oleh dua kubu yang bersaing dalam memperebutkan kursi presiden mahasiswa. Dua mahasiswa, Benardo Sinambela (22), warga Jalan Tuasan dan Dodi Irwansyah (23), warga Sidomulia, mengalami luka-luka di wajah.

Menurut Dodi Irwansyah kejadian pemukulan berawal dari sikap tidak fairplay nya pimpinan sidang. Dodi Irwansyah yang nenjadi korban pemukulan melihat sidang yang berjalan terkesan dipaksakan dan adanya intervensi dari pihak rektorat yang mengangkat Agus Khairul Umri Siregar sebagai ketua secara aklamasi.

“Kita coba melakukan interupsi atas beberapa kebijakan yang diambil ketua sidang. Namun, saat itu melalui kebijakan rektorat III, sidang terus dilanjutkan tanpa mempedulikan interupsi dan saran dari peserta lainnya,”ungkap Dodi Irwansyah, saat ditemui di rumah warga yang tak jauh dari kampus Unimed.

Tidak hanya itu saja bahkan kehadiran rektorat di dalam ruang menjadi pemicu ricuh di dalam ruang sidang. Kesan intervensi yang begitu kuat dari Rektor III, Albiner Ambarita, ditengarai sebagai biang keributan. Akibatnya persitegangan urat antara kedua kubu yang tidak bisa didinginkan oleh ketua sidang dan rektorat membuat aksi semakin memuncak yang berujung pengeroyokan dan pemukulan.

Sebelumnya dari pengakuan sejumlah mahasiswa yang menjadi peserta sidang mengaku, jika sidang awalnya berjalan secara kondusif. Namun, kehadiran Rektorat yang memaksakan sidang untuk dipercepat dan terkesan memilih ketua sesuai keinginannya membuat suasana tidak kondusif dan memancing sejumlah peserta sidang dari kubu ketua terpilih langsung mendatangi dan memukuli korban Bernardo.

“Saat itu Menwa memang coba mengamankan tapi tidak mampu berbuat banyak, bahkan ketika kami coba mengabadikan kasus pengeroyokan lewat HP Menwa malah melarang kami. Tidak hanya itu saja, Dodi Irwansyah yang coba melerai sejumlah mahasiswa yang memukuli Benardo, justru ikut dipukuli.

Kalau memang ada intervensi dari awal, untuk apa diadakan sidang,”timpal salah seorang  peserta sidang yang enggan disebutkan namanya.  Atas kejadian itu, korban Bernardo mengatakan akan melanjutkan kasus pemukulan yang dialaminya ke ranah hukum
“Kita tidak salahkan sebuah sidang yang diwarnai dengan perdebatan, namun dalam hal ini seharusnya jangan ada pemukulan ini kan tindakan kriminal. Dalam hal ini saya akan melaporkan kasus pemukulan yang saya alami ke pihak kepolisian. Sehingga ada yang bertanggung jawab,”sebut Bernardo.

Sementara itu Pihak Rektorat III, Albiner Ambarita  yang coba dikonfirmasi atas kejadian tersebut tidak dapat dihubungi. Bahkan saat berulang kali dihubungi wartawan koran ini, tyelepon selulernya sedang dialihkan. (uma)

Berebut Tiket KA, Wanita Terinjak

Puncak Mudik Natal dan Tahun Baru

JAKARTA-Melonjaknya calon penumpang yang ingin liburan Natal dan Tahun Baru memakan korban. Sejumlah perempuan yang tak kuat berdesak-desakan berebut tiket KA terjatuh. Mereka akhirnya terinjak-injak.

Satu korban terinjak-injak adalah Rizkiyah. Dia hanya bisa menangis setelah terjatuh karena berdesak-desakan antre tiket. “Saya desak-desakan, jatuh, lalu terinjak-injak,” ujarnya saat antre tiket di Stasiun Senen, kemarin (23/12).

Hal itu juga dialami Andriyani. Perempuan yang hendak membeli tiket jurusan Jawa Tengah ini terjatuh dan terinjak. Padahal, untuk pemesanan tiket, mereka harus mengantre 9 jam.
“Saya sengaja datang dari dini hari tapi nggak dapat apa-apa,” ungkap dia.

Puncak arus mudik Natal dari Stasiun Pasar Senen, diperkirakan terjadi mulai kemarin hingga hari ini (24/12). Dengan tujuan dominan ke Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya. Jumlah penumpang di Stasiun Pasar Senen Jumat kemarin diperkirakan mencapai 9 ribu orang.

Menurut Kepala Humas Daerah Operasional I PT Kereta Api Indonesia, Mateta R, sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang mudik dari Jakarta secara keseluruhan, pihaknya telah memersiapkan tiga kereta tambahan. Ketiga kereta itu adalah Argo Lawu tujuan Solo yang diberangkatkan pukul 21.20 WIB, dan dua kereta Cirebon Express yang diberangkatkan 07.45 dan 20.10.

“Satu lagi, Argo Parahyangan tujuan Bandung yang kemungkinan diberangkatkan sore,” tandasnya. (dew/jpnn)

Pool Bus Bikin Macet

Selain memadati Terminal Amplas, sejumlah calon penumpang juga banyak memadati pool-pool bus di sepanjang Jalan Sisingamangaraja Medan. Akibatnya, kondisi badan jalan menjadi macet, karena sejumlah angkutan bus parkir di pinggir jalan. Kondisi ini sangat mengganggu pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya.

“Inilah kalau sudah lewat di sini (Jalan Sisingamangaraja, Red), kalau sudah menjelang hari besar kondisi jalannya sangat macet. Ini akibat pemilik pool memarkirkan kendaraannya di badan jalan, sehingga pengguna jalan yang lewat terganggu karena badan jalan semakin sempit,” kata Bowo, pengendara sepeda motor yang hendak ke Tanjung Morawa, Jumat (23/12) malam.

Pengendara lainnya, Ahmad yang sedang mengemudikan mobil juga sangat kesal dengan banyaknya angkutan parkir di badann jalan. “Para pemilik angkutan ini tidak bisa dibiarkan, seharusnya petugas mengaturnya agar tidak menggangu para pengguna jalan lainnya. Kemacetan seperti ini bukan sekali saja, bakal setiap hari terjadi macet, apalagi ditambah di jam-jam sibuk seperti pagi dan sore dan malam hari,” jelasnya.

Menurut pantauan wartawan koran ini, para petugas lalulintas tidak terlihat mengatur kendaraan yang dengan sengaja memarkirkan kendaraannya. Sedangkan para supir angkot pun seenaknya menaiki dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya. “Ditambah lagi, para supir angkot yang tidak memikirkan pengguna jalan yang lain. Seharusnya petugas lalulitas dari Satlantas dan Dishub harus turun ke jalan untuk mengaturnya,” tambahnya. Kondisi kemacetan sudah mulai dirasakan para pengguna jalan SM Raja, tepatnya di Simpang Mariendal hingga lampu merah Simpang Amplas.(adl)

Amplas Mulai Padat, Pinang Baris Sepi

Kesiapan Terminal Jelang Natal dan Tahun Baru 2012

MEDAN- Menjelang Natal dan Tahun Baru 2012, lonjakan penumpang di terminal sudah mulai terlihat. Seperti di Terminal Amplas, lonjakan penumpang mencapai 10 persen, sedangkan di Terminal Pinang Baris belum ada menunjukan lonjakan penumpang.

“Lonjakan penumpang ada penambahan sedikit saja, diperkirakan hanya 10 persen. Itu hanya untuk hari ini (kemarin, Red) saja, karena kebanyakan penumpang untuk tujuan ke Siantar dan Parapat,” kata Kepala Terminal Amplas Asli Peranginangin, Jumat (23/12).

Dikatakannya, persiapan jumlah angkutan untuk melayani penumpang di Terminal Amplas, menyediakan jenis Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 28 perusahaan angkutan dengan jumlah 66 trayek yang siap melayani hingga keluar provinsi seperti daerah Jawa. Untuk jumlah bus ada sebanyak 90 bus siap berangkat dan 93 bus yang tiba dalam per hari. Sedangkan untuk kapasitas penumpang per hari sebanyak 1.690 orang berangkat dan tiba 1.600 orang.

Untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), lanjut Asli, ada sebanyak 52 perusahaan dengan jumlahn 110 trayek siap melayani dengan perincian menyediakan 245 bus berangkat dan tiba 244 per hari. Sedangkan jumlah penumpang berangkat 3.525 orang dan tiba 3.536 orang per hari.

Sementara untuk Mobil Pengangkutan Umum (MPU) AKDP, ada sebanyak 7 perusahaan yang menyediakan sebanyak 35 trayek dengan jumlah bus berangkat 278 dan tiba 275 bus per hari. Untuk penumpang berangkat sebanyak 2.100 orang dan tiba 2.050 orang per hari.

Ditambahkannya, untuk angkutan kota di Kota Medan ada 8 perusahaan yang menyediakan 81 trayek dengan jumlah 5.000 penumpang setiap angkutan. “Untuk jenis busnya ada yang besar dan ada juga yang kecil. Kalau untuk jenis AKAP dan AKDP menggunakan bus besar karena perjalanannya jauh hingga beberapa hari baru sampai ke tujuan dan kapasitas penumpang besar, kalau untuk jenis MPU AKDP memakai bus kecil seperti Mekar Jaya yang kapasitas penumpang kecil,” jelasnya.

Sedangkan untuk kesiapan personel di Terminal Amplas selama pelaksanaan Natal dan Tahun Baru disiagakan sebanyak 76 personel gabungan dengan rincian 68 orang dari Dishub Medan, 4 polisi dan 4 satpam. “Begitupun, personel bantuan dari Polresta juga disiapkan tergantung dari permintaan Polsekta Patumbak. Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang menganggu kemanan dan ketertiba masyarakat (Kambtibmas),” ucapnya.

Ketika disinggung soal pembenahan di Terminal Amplas, menurutnya, saat ini sudah baik. Melainkan, kondisinya menjelang Natal dan Tahun Baru justru yang terbaik di Sumatera Utara. “Hanya saja lampu untuk penerangan di malam hari yang belum dibenahi. Karena masih banyak lampu yang mati dan kontak-kontak. Kalau masalah penerangan di sekitar terminal maupun di dalam terminal urusan Dinas Pertamanan Kota Medan, makanya kami berharap agar Dinas Pertamanan dapat segera membenahinya,” pintanya.

Tak lupa, Asli menghimbau kepada seluruh calon penumpang agar jangan mengundang aksi kriminal, seperti menggunakan perhiasan melebihi dan menerima pemberian dari orang yang tidak dikenal. “Walaupun kondisi Terminal Amplas kondusif dan aman, kita juga mengimbau kepada calon penumpang agar tidak mengundang aksi kriminal selama melakukan mudik Natal dan Tahun Baru,” bebernya.

Sementara, kondisi di Terminal Pinang Baris belum ada terjadi lonjakan penumpang yang ingin melaksakan libur Natal dan Tahun Baru yang ingin menggunakan jasa angkutan umum. Hal itu dikarenakan, Terminal Pinang Baris hanya melayani trayek ke Banda Aceh saja dan beberapa kabupaten di Sumut.

“Kalau untuk lonjakan signifikan belum ada, karena kita (Terminal Pinang Baris) hanya melayani tujuan Banda Aceh saja. Karena penumpangnya mayoritas warga Muslim, sehingga untuk Natal dan Tahun Baru tidak begitu mempengaruhi. Biasanya untuk lonjakan yang paling berpengaruh di Terminal Amplas,” jelas Kepala Terminal Pinang Baris, Arjani Siregar.

Dijelaskannya, untuk AKAP hingga saat ini tidak ada kenaikan dan jumlah bus masih normal yang belum ada melakukan penambahan, begitu juga dengan AKDP yang hanya menyediakan trayek di tiga kabupaten saja seperti, Binjai, Langkat dan Deliserdang.

Untuk AKAP dengan jumlah bus berangkat sebanyak 126 bus dengan penumpang 2.475. Sedangkan untuk bus tiba 128 bus dengan jumlah penumpang 2.300 orang per hari. Sedangkan untuk AKDP, jumlah bus sebanyak 425 yang berangkat dengan 5.100 penumpang dan bus tiba 435 dengan penumpang 5.250 orang per hari.

“Walaupun jelang Natal dan Tahun Baru terminal Pinang Naris belum ada lonjakan penumpang. Itu masih sama seperti tahun lalu, yang lonjakannya tidak terlalu banyak karena masyarakat sudah mulai pintar dan menggunakan jasa rental mobil dan konvoi kendaraan,” jelas Arjani.(adl)

AKP Yoris Bungkam

Diduga Ada Skenario Penetapan Tersangka Pemalsuan BPKB

MEDAN- Penetapan tersangka Sin Hua alias Rudianto alias Rudi Popeye, dalam kasus pemalsuan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan kwitansi palsu jual beli mobil truk yang dikeluarkan Polresta Medan diduga ada skenario.

“Kami yakin ada skenario penetapan tersangka Rudi Popeye dalam kasus ini. Alasannya, Rudi yang menjadi korban dalam kasus ini mengapa dia yang dijadikan tersangka,” kata pengacara Jonathan Sibarani SH kepada wartawan koran ini, Jumat (23/12). Menurut Jonathan, Polresta Medan seharusnya bersikap adil mengkaji kasus yang dialami pengusaha showroom itu Menurutnya, kalau didalami kasus yang bermula pada 2007 itu, Rudi awalnya membuka usaha galian C di kawasan Selesai, Kabupaten Langkat.

Untuk mengoperasikan galian C itu, Rudi membeli 60 unit dumptruk. Sebanyak 35 dump truk buatan di atas 2.000 ke atas dileasingkan, sementara dump truk buatan tahun 1995 ke bawah dioperasikan di kawasan galian C bersama dua unit espakator. Lalu, Rudi mempercayakan Edi Kartono alias Ahok untuk mengelola usahanya.

Agar BPKB 27 truk bersama dua unit eskapator yang berada di lokasi galian C tidak tercecer, lalu disimpan di sebuah brankas di showroom Permata, milik Rudi. “Yang bisa membuka brankas itu hanya Rudi dan Edy Kartono,” kata Jonathan.

Namun, akhir April 2009, Edy yang juga bermain bisnis di luar, tiba-tiba menghilang. Karena sudah dua bulan Edi tak juga nongol, akhirnya Rudi membuka brankas, ternyata 27 BPKP dumptruk dan espakator serta satu BPKP sepeda motor, hilang. “Saat itu, Rudi tidak menuduh Edy melarikannya, ia hanya kuatir kalau BPKB itu tercecer, sehingga ia mengurus melalui biro jasa di Samsat Jalan Putri Hijau Medan untuk mengurus duplikat BPKP dump truk dan espakator tersebut,” terangnya.

Sebelum duplikat BPKP keluar, terlebih dahulu dilengkapi dokumen seperti iklan tercecer ditiga media cetak, kwitansi bukti pembelian dumptruk dan espakator, karena belum sempat di BBN dan lainnya. Sampai duplikat itu keluar, tidak ada yang komplin.

Singkat cerita, pada 17 Mei 2011, muncul nama Irwan mengatasnamakan perusahaan Gaya Makmur melaporkan Rudi ke Polresta Medan dengan No LP: 1310/V/2011/SU/Resta Medan tanggal 18 Mei 2011. Dalam laporan itu, Rudi dituduih melakukan pencurian damptruk. “Rudi pun terkejut, apa alasannya tiba-tiba orang menuduhnya mencuri? Setelah diselidiki, ternyata BKPB Rudi yang hilang dalam berankas itu telah dijual pencuri kepada Irwan. Artinya, Irwan membeli dumptruk hanya BKBP saja, sedangkan dumptruknya tidak. Ya, wajar dumptruk itu kan punya Rudi, hanya BKPB nya saja yang hilang dicuri orang yang belakangan diketahui pencurinya Edy Kartono,” terangnya.

Mengetahui Edy Kartono dalang dari kasus ini, Rudi kemudian melaporkanke Polresta Medan dengan sangkaan mencuri BPKB. Herannya, dalam kasus ini, Polresta Medan menerima pengaduan Irwan dan menggugurkan laporan Rudi. Malah Rudi ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam DPO karena memberi keterangan palsu dan memalsukan BKBP, serta dokumen jual beli 27 dump truk dan eskapator antara Rudi dengan Edy yang dijadikan Irwan sebagai bukti laporannya. “Dari mana BPKB itu palsu, BPKB duplikat itu yang negeluarkan Ditlantas Poldasu, wajar Rudi mengurus BPKB nya yang hilang. Inikan tidak benar, Rudi yang kehilangan BKPB dumptruk itu, kok malam dia yang dituduh mencuri, dumptruknya sendiri” ketusnya.

Kasat Reskrim Polresta Medan, AKP M Yoris MY Marzuki saat dikonfirmasi wartawan koran ini tentang kasus yang dialami Rudi itu tidak ada menjawab. “Nanti sore saja ya. Saya lagi di jalan,” kata Yoris saat dihubungi wartawan koran ini, Kamis kemarin. Setelah itu, telepon genggam Yoris tidak aktif, lalu wartawan koran ini mengirim SMS. Keesokan harinya, wartawan koran ini kembali menghubungi berkali-kali namun tetap tidak dianggat.(azw)

Seri Berkat terry

(1)Tottenham Vs Chelsea(1)

LONDON – Performa John Terry di White Hart Lane kemarin patut diacungi jempol. Sepanjang laga, kapten Chelsea itu menjadi sasaran cemoohan fans Tottenham Hotspur. Itu setelah sehari sebelumnya, Terry menjadi pesepak bola pertama di Inggris yang dijerat tuduhan kriminal.

JT (sapaan akrab Terry)  harus menjalani sidang pada Februari tahun depan terkait kasus rasisme kepada defender Queens Park Rangers Anton Ferdinand dalam laga di Loftus Road (15/10). Terry memang tidak mencetak gol kemarin, tapi kapten timnas Inggris itu punya andil besar menghindarkan Chelsea dari kekalahan.

Di masa injury time, striker Spurs (sebutan Tottenham) Emmanuel Adebayor melepaskan tendangan yang membuat kiper Chelsea Petr Cech mati langkah. Tapi, Terry dengan sigap menghalau bola sebelum melewati garis gawang. Aksi defender 31 tahun itulah yang membuat laga berkesudahan seri 1-1.

Performa gemilang Terry seakan menutup kebintangan dua pencatat scoresheet. Gol Adebayor pada menit kedelapan menjadi gol kesembilan dari 14 laga di Premier League musim ini. Sedangkan striker muda naik daun Chelsea Daniel Sturridge juga mencatat gol liga kesembilan musim ini di menit ke-23.

Pelatih Chelsea Andre Villas-Boas tanpa ragu menyebut Terry sebagai bintang lapangan. “Antisipasinya atas insiden di menit akhir laga adalah aksi terbaik dalam pertandingan. Dia luar biasa,” puji Boas sebagaimana dilansir Reuters.
Selain cemoohan tiada henti dari fans Spurs, Terry dikritik habis-habisan melalui akun Twitter resmi Chelsea. Dalam akun tersebut, Terry disarankan untuk melepas ban kapten baik di Chelsea maupun di timnas.

“Justru permainannya meningkat sejak kasus yang dialaminya. Komitmen, kualitas, dan bakatnya tidak diragukan,” jelas Boas.
“Saya sangat bangga dengan pemain yang mampu mengatasi tekanan karena itu berarti dia memiliki spirit yang kuat” sambung Boas lagi.

Seiring hanya menambah satu angka kemarin, Chelsea tetap bertahan di peringkat keempat dengan 33 angka dari 17 laga. Terpaut dua angka dari peringkat ketiga Spurs, 11 angka dari pemuncak klasemen Manchester City, dan sembilan angka dari peringkat kedua Manchester United. “Untuk persaingan gelar, peluang kami masih terjaga,” tandas Boas.

Di kubu seberang, Spurs tak kalah pede (percaya diri) membicarakan persaingan juara. Sebagai catatan, peringkat ketiga klasemen saat Natal adalah prestasi pertama Spurs sejak 1995. Sedangkan kali terakhir mereka juara adalah pada musim 1960-1961.

“City dan United favorit, tapi kami cukup bangga dengan 35 angka yang kami capai sekarang. Apalagi jika Anda mengingat start buruk kami,” papar pelatih Spurs Harry Redknapp kepada Sky Sports.
Ya, Spurs tidak beruntung karena harus memulai liga dengan secara beruntun menghadapi duo Manchester.

Hasilnya, Spurs menjadi bulan-bulanan. Setelah menyerah tiga gol tanpa balas dari United di Old Trafford (22/8), Spurs dihabisi City 1-5 di kandang sendiri (28/8). (dns/jpnn)