Home Blog Page 14112

Polisi Kerjasama dengan Aparatur Pemerintah

MEDAN- Polsekta Sunggal belum mengetahui identitas jenazah wanita memakai cincin belah rotan dan jam berwarna emas yang ditemukan di Sungai Belawan, tepatnya di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang. Kini, Polsekta Sunggal langsung melakukan koordinasi dengan aparatur pemerintahan setempat, Pernyataan itu disampaikan Kapolsekta Sunggal Kompol M Budi Hendarawan saat dikonfirmasi, Sabtu (7/1). Dia mengakui, sekarang pihaknya sedang berkordinasi dengan kepala dusun, kepala desa dan Camat Sunggal.

Budi menyampaikan, wanita yang ditemukan itu memiliki ciriciri berbadan gempal, berkulit putih, memakai cincin belah rotan, jam berwarna mas, memakai baju tidur berwarna coklat batik, celana pendek coklat dan memakai bra warna merah jambu.

Apakah wanita korban pembunuhan? Budi mengaku untuk mengarah ke situ pihaknya masih menunggu hasil outopsi dari pihak RSUP H Adam Malik Medan. (gus)

Pasangan Sejenis Curi Kipas Angin

MEDAN LABUHAN- Pasangan homo (sejenis), Syahrul (19) dan Hasan alias Lisa (17) tertangkap warga setelah mencongkel rumah Rosmina Sihite (24) di Jalan Veteran, Pasar VI, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli. Pasangan sejenis yang tinggal di desa yang sama diamankan bersama barang bukti satu unit kipas angin dan rice cooker di Polsek Medan Labuhan, Sabtu (7/1) dinihari.

Informasi diterima di kantor polisi, pasangan homo itu mencongkel rumah Rosmina saat pemilik sedang tidak ada di rumah, kemudian pasangan homo tersebut mencongkel dinding kamar mandi dan langsung mengambil kipas angin dan rice cooker. ”Kami amankan beserta barang bukti kipas angin dan rice cooker. Kini keduanya diperiksa,” ucap Kapolsek Labuhan, Kompol Sugeng Riyadi.

Perbuatan tersebut, diketahui tetangga saat pelaku masuk ke dalam rumah. Setelah Rosmida pulang dari kampungnya, terkejut melihat barang-barangnya hilang. Tetangganya memberitahukan kalau pelaku pencuriannya ada dua pria homo.

Syahrul mengaku nekat mencuri karena mereka ingin menggunakan barang tersebut untuk dipakai bukan untuk dijual. (yod/smg)

Rooney tak Dijual

MANCHESTER- Jelang derby, Manchester United diterpa isu seputar masa depan Wayne Rooney. Itu terkait pemberitaan The Independent apabila pelatih United Sir Alex Ferguson bakal melepas Rooney di bursa transfer Januari. Pemicunya apalagi jika bukan kasus indispliner Rooney di malam Boxing Day (26/12).

DERBY DAN MISTIS DALAM sepak bola ada faktor teknis dan nonteknis.

Nah, untuk pilihan terakhir, ada beberapa orang dari skuad Manchester City maupun Manchester United yang memercayai mistis atau takhayul. Siapa saja mereka Kala itu, Rooney melanggar aturan Ferguson dengan menggelar pesta sampai larut malam usai kemenangan 5-0 atas Wigan Athletic. Rooney yang berpesta ditemani dua pemain United lainnya, Jonny Evans dan Darron Gibson beserta pasangan masing-masing, lantas dihukum latihan di hari libur plus denda potong gaji sepekan.

Tidak hanya itu. Rooney juga tidak dimainkan Ferguson ketika United kalah mengejutkan 2-3 dari Blackburn Rovers dalam laga yang bertepatan dengan ultah ke-70 sang pelatih. Tentu saja, United dan Rooney langsung membantah kabar dari The Independent yang dimuat di halaman depan dan diulas lengkap sebanyak empat halaman tersebut.

“Setiap pendapat yang menyebutkan apabila Manchester United dan Wayne Rooney telah berpisah adalah omong kosong”. Demikian rilis United di situs resmi klub.

“Saya selalu memiliki dan memelihara hormat kepada siapapun dan berharap terus bekerja sama di musimmusim berikutnya. Antara pelatih dan saya tidak memiliki masalah apapun dan siapapun yang mengatakan berbeda tidak tahu apa yang telah mereka katakan,” tulis Rooney mengenai hubungannya dengan Ferguson di akun Twitter-nya.

Rooney memang beberapa kali berkonflik dengan Ferguson. Konflik keduanya pernah memuncak pada Oktober 2010 ketika Rooney ingin hengkang. Tapi, seiring bujukan Ferguson, striker 26 tahun itu berubah pikiran dan memilih memperpanjang kontrak di Old Trafford hingga Juni 2015.

“The Independent benar-benar menulis sampah.

Masa depan saya adalah bersama Manchester United.

Antaraklubdansaya memilikikomitmensatusamalain,” tulis Rooney lagi.

Tidak hanya Rooney, kabar mengejutkan lainnya muncul terkait Paul Scholes. Eks gelandang United yang pensiun akhir musim lalu pada usia 37 tahun itu disebut siap merumput lagi untuk mengatasi krisis pemain tengah, khususnya sebagai kreator permainan. Darren Fletcher dan Tom Cleverley cedera, sedangkan Ryan Giggs sudah sangat berumur.

Scholes adalah one club man alias menghabiskan seluruhkarirnyabersamaUnited( 1994-2011). Pemainyang menggelar laga testimonial kontra New York Cosmos di Old Trafford pada 5 Agustus 2011 itu memiliki statistik 676 laga dan 150 gol. (dns/jpnn)

Wasit Dukung KLB PSSI

SURABAYA – PSSI jatim terus merapatkan barisan. Setelah menyatukan suara para klub Jatim untuk mengusung KLB bulan lalu, kini giliran perangkat pertandingan menyatukan suara. Sebanyak 140 perangkat pertandingan (wasit, asisten wasit, pengawas pertandingan) se Jatim berkumpul di Hotel Sahid kemarin (7/1) untuk menyatakan gerakan moral ‘Deklarasi Wasit’.

Dalam kesempatan itu, hadir Ketua Pengprov PSSI Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti dan wasit senior Purwanto. La Nyalla yang juga anggota executive committee (Exco) PSSI tersebut kembali menyatakan bahwa, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), mantap menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

La Nyalla juga berharap, wasit yang datang dalam acara kemarin tidak raguragu lagi. “Jangan takut, kita pasti menang. Sebab, apa yang kita lakukan sudah sesuai dengan keputusan Kongres Bali. Sebab, pengurus PSSI telah melanggar statuta,” tegas La Nyalla. Ucapan tersebut langsung mendapatkan aplaus dari undangan yang hadir.

Dalam kesempatan kemarin, wasit, asisten wasit dan pengawas pertandingan membubuhkan tanda tangannya di atas lima butir pernyataan. Diantaranya mendukung terselengaranya KLB 6 Maret di Surabaya mendatang. Lalu mendukung penyelenggaraan kompetisi sepakbola profesional dibawah operator PT Liga Indonesia.

Mereka juga diharapkan loyal terhadap semua keputusan kongres Bali menyangkut regulasi kompetisi dan badan pelaksana kompetisi profesional. Para wasit juga diwajibkan hanya bertugas memimpin pertandingan di kompetisi di bawah PT LIga Indonesia.

Terakhir, para wasit, asisten dan pengawas pertandingan akan memimpin pertandingan sesuai dengan Rule of The Game dan tidak akan melacurkan profesionalisme profesi wasit.

Di bagian lain, wasit senior Purwanto menyatakan, wasit Jatim harus mempunyai keteguhan hati dalam mendukung kinerja KPSI. ýÿBisa dibilang, ini memang mengandung resiko. Tidak memilih juga resiko. Tapi, saya ingin wasit Jatim mempunyai komitmen dan tetak menjaga kekompakan,ýÿ harap Purwanto.

Sementara itu, salah satu pengawas pertandingan (PP) asal Pengcab Pobolinggo, Khalid Abubakar mengaku siap mendukung apapun langkah yang akan diambil organiasi dan La Nyalla. “Kami siap mendukung pak Nyalla untuk suksesnya KLB,” kata pria yang juga PP nasional itu. (dra/jpnn)

Pelayan tak Senyum Pengunjung Dihadiahi Es Sunda

Resto Koki Sunda Garap Konsumen Penggosip 

Sepertinya Koki Sunda di Jalan Hasanuddin cocok menjadi tempat pilihannya mengingat menu yang ditawarkan sesuai dengan namanya menu gosip.
MULAI pukul 14.30 wib hingga malam hari, Koki Sunda menawarkan makanan yang kreatif. Kreatif maksudnya bukan hanya karena sarana obrolan santainya saja, melainkan berbagai menu khas ala Koki Sunda juga menjadi siap memenuhi selera konsumen.

Wahyudin M Nur, Supervisor Koki Sunda yang ditemui wartawan di Resto Koki Sunda mengaku pilihan menu gosip, tersedia untuk semua kalangan dan usia.

“Gosip merupakan pilihan kata yang bermakna ngobrol positif. Jadi dalam hal ini koki sunda memberikan menu yang spesial bagi semua kalangan dan untuk dapat menikmati santapan sore di resto ini,” terangnya.

Diantara Menu Gosip sore, bilang Wahyudin, juga tersedia cemilan sehat non kolesterol, seperti bubur sumsum dan bubur ubi sagu. Itu mungkin pilihan cocok bagi anda yang takut gemuk.

Sedangkan bagi Anda penikmat jajanan gorengan, dapat memesan pisang dan ubi goreng.

“ Selain beberapa menu tadi, koki sunda juga menawarkan sajian pedas Sate Padang untuk menambah nuansa santap sore,”terangnya.

Soal rasa, masakan ala Koki Sunda tentu tak perlu diragukan lagi. Di tangan para koki andal, es pulut durian yang biasa ditemui di pinggir jalan bisa menjadi pilihan utama.

Fla beraroma durian yang disiram diatas tumpukan pulut menjadi ciri khas yang tidak dijumpai pada es pinggir jalan.

Beberapa pengunjung mengaku menelan ludah saat es diletakkan di atas mejanya. “Bau duriannya langsung tercium, tapi tidak terlalu menyengat. Apalagi minumannya dihias sehingga menarik.

Dan ingin langsung dinikmati.” ujar salah seorang pengunjung sembari menyantap makanannya yang terhidang di mejanya.

Bagi pengunjung yang anti durian tak perlu ragu untuk tetap menggosip di tempat ini. Masih ada beberapa sajian es lainnya sebagai pelepas dahaga.

Diantarnya sensi float, es teler, manggo tanggo, es buah, es tape pulut, dan es delima. Semua harga menu gosip ditawarkan sangat terjangkau, dari Rp7 ribu hingga Rp15 ribu. Bahkan Koki Sunda juga memberikan smile service garansi, yakni garansi senyum atau gratis Es Sunda Kelapa menjadi nilai lebih pelayanan yang diberikan Koki Sunda.

“Jika ada staff kami yang tidak tersenyum saat melayani pelanggan maka Koki Sunda akan memberikan garansi es sunda kelapa secara cuma-cuma. Ini kita lakukan untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan,” terang Wahyudi. Bahkan untuk memanjakan pelanggan, Koki Sunda juga menaruh bell wireless di setiap meja, untuk memudahkan memanggil pelayan. (uma)

Kans Aspac Balas Kekalahan

JAKARTA-Forward Dell Aspac Jakarta Rizky Effendi masih ingat betul bagaimana kesedihan yang dirasakannya saat partai puncak preseason musim ini. Dalam partai yang berlangsung di GOR Bimasakti Malang pada 2 Oktober 2011 itu, dia dipaksa “melihat para pemain CLS Knights Surabaya merayakan pesta juara. Ketika itu, Aspac dibekuk CLS dengan skor 50-59.

Padahal, saat itu, Rizky bermain bagus buat Aspac. Dia mampu menjadi top skor bagi Aspac dengan koleksi 10 poin dan empat rebound. Sayang, permainan apiknya tak cukup untuk membantu Aspac merengkuh trofi juara. “Sedih sekali kalau mengingat pertandingan final itu. Kami harus melihat tim lain merayakan gelar juara,” terang Rizky.

Nah, hari ini (8/1) Aspac bakal bentrok kontra CLS dalam pertemuan pertamanya musim ini. Rizky dan para penggawa Aspac lainnya tentu tak ingin melewatkan momen untuk membalaskan dendamnya.” Apalagi, Aspac memiliki modal bagus menyongsong pertandingan itu. Rekor pertandingan mereka selama seri I jauh lebih bagus ketimbang CLS.

Di seri I, Aspac terlihat lebih mapan dibanding CLS dengan membukukan empat kemenangan dari lima laga. Salah satu kemenangan penting saat menjungkalkan Pelita Jaya (PJ) Jakarta dengan skor 58-51. CLS sendiri belum mampu menunjukkan permainan sebagai tim finalis musim lalu serta juara preseason. Agustinus Indrajaya dkk dipaksa menelan tiga kekalahan selama di Bandung.

Selain itu, dalam pertandingan hari ini, Aspac juga dipastikan turun dengan kekuatan terbaik. Saat final preseason lalu, Aspac memang compang-camping setelah Mario Gerungan dan Xaverius Prawiro bergabung di pelatnas. (ru/diq/jpnn)

Penyelundup Senjata Aceh-Medan Ditangkap di Langkat

FN dari Aceh Dibarter AK 47 di Medan

LANGKAT- Jajaran Polres Langkat berhasil membekuk Wahyudi (39) dan Syaiful (39), dua warga Biruen, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), yang diduga anggota sindikat penyelundup senjata Aceh-Medan. Keduanya digelandang ke Mapolresta beserta barang buktisenjataapi(senpi) jenis FN tanpa izin serta 18 peluru. Turut pula diamankan, mobil rental Toyota Avanza BK 1661 KG serta supirnya.

Kapolres Langkat, AKBP H Mardiyono, menduga kalau kedua pemilik senpi ilegal ini memiliki kaitan dengan penembakan misterius sejumlah warga yang belakangan terjadi di NAD. “Untuk persoalan ini, kita akan berkoordinasi dengan Poldasu serta Polda NAD, guna mengungkap kasus,” ujar Kapolres.

Dugaan itu sesuai pengakuan Wahyudi dan Syaiful kepada petugas.

Mereka ke Medan bertujuan melakukan transaksi senpi dengan warga negara (WN) Malaysia.

Kuat dugaan, Wahyudi dan Syaiful akan melakukan barter FN dan pelurunya dengan senjata laras panjang AK 47, jenis senjata yang digunakan dalam sejumlah penembakan di Aceh beberapa hari lalu.

Penangkapan Wahyudi dan Syaiful ini diamankan dari mobil yang dihentikan saat melaju dari arah NAD menuju Medan, persisnya seputaran wilayah hukum Polsek Hinai-Langkat.

Saat didekati petigas patroli Lantas, keduanya memperlihatkan gelagat yang mencurigakan.

“Saat keduanya melakukan perlawanan, diketahui kalau senpi terselip di balik baju mereka,” kata AKBP H Mardiyono.

Dengan penangkapan pria asal Aceh ini, Kapolres memerintahkan anak buahnya untuk lebih meningkatkan razia di perbatasan. “Selanjutnya, razia dari NAD menuju Medan akan terus kita tingkatkan seketat mungkin,” ujarnya.

Poldasu Perketat Perbatasan Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara memang telah mengantisipasi masuknya para pelaku teror di Provinsi NAD. Sejumlah pos pemeriksaan di sejumlah titik wilayah perbatasan, dijaga polisi dan Brimob.

Kapolda Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro melalui Direktur Bimbangan Masyarakat (Dir Bimas), Kombes Pol Heri Subiansauri, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh kendaraan yang datang dari NAD mau pun kendaraan dari Sumut menuju Aceh.

Hery mengimbau masyarakat Sumut agar tidak mudah terprofokasi dengan penembakan di Aceh. “Bila ada hal-hal yang mencurigakan yang dianggap bisa merusak Kantibmas, khususnya di Sumut, diimbau segera melapor ke Polisi terdekat,” ujar Hery.

Dari Aceh dikabarkan, Forum Komunikasi Mahasiswa Aceh (FKMA) meminta semua tetap tenang, tidak mudah terpengaruh serta terprovokasi, terkait kasus penembakan warga non Aceh akhir-akhir ini, jelang Pemilukada Aceh.

Rentetan penembakan terus terjadi membuat mata dunia kembali tertuju ke Provinsi Aceh, yang baru lepas dari konflik berkepanjang 15 Agustus2005lalu. Bahkan, PresidenSBYtelahmemerintahkan Kapolri, untuk segera menangkap pelaku penembakan warga non Aceh, oleh orang tak dikenal (OTK) bersenjata api.

Tentunya, siapun pelakunya harus diusut tuntas dan dihadapkan pada meja hijau (pengadilan).

“Jangan gara-gara beberapa orang yang tidak ingin Aceh menikmati perdamaian, hingga membuat kerusuhan menembak orang-orang yang tidak berdosa, lalu merusak perdamaian Aceh yang baru bangkit,” tegas Tim Advokasi FKMA, Isbahannur, kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos), di Lhokseumawe, Sabtu (7/1).

Kata dia, elit politik Aceh, pejabat, TNI/Polri di Aceh dan semua elemen masyarakat Aceh dan warga non Aceh, harus selalu waspada setiap permainan yang dilakukan oleh perusak perdamaian Aceh.

FKMA juga berharap kepada semua rakyat Aceh, untuk bersatu bukan untuk saling menciptakan strategi pembunuhan demi meraih tujuan misi tententu. Selain itu, lanjut aktivis mahasiswa ini, memberontak atas ketidakadilan sah-sah saja sebagai warga Negara yang baik untuk melawan pemerintah zhalim yang berhukum dengan hukum rimba dan bermental korup.

Sementara itu masyarakat perdalaman Gayo Aceh Tengah mengecam dan mengutuk keras tindakanaksipenembakanbrutalyangdilakukan orang tak bertanggung jawab di Aceh pesisir.

Ini disampaikan Suhardi bersama puluhan perwakilan tokoh masyarakat Aceh Tengah tergabung dalam Elemen Cinta Damai saat bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

Elemen masyarakat cinta damai menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dilingkungan masing- masing dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang mudah terpancing dalam segala hal ingin merusak perdamaian Aceh.

“Tidak semua masyarakat baca Koran, jadi diharapkan wakil rakyat, aparat kampung dan polisi ikut berperan untuk secepatnya mengumumkan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak terpancing dengan isu tersebut, pinta Suhardi.

Sementara pakar dan pengamat di Aceh yang dulunya selalu nyaring bersuara, kini lebih memilihdiamkalauurusannyasoalpenembakanitu, kalau pun mau berkomentar tapi dengan catatan ‘off the record’.

“Tanya soal yang lain saja. Kalau itu, saya tidak mau berbicara. Statement yang bilang itu, karena kecemburuan sosial ekonomi atau lainnya, sepertinyamedia-lahyangmengarahkanpertanyaan ke arah itu,” kata Pakar Sosiologi NAD, Saifuddin Bantasyam, di Bandaaceh.

Psikolog Nurjannah Nitura juga enggan menjawab pertanyaan perilaku dan kejiwaan pelaku penembakan.

Sejumlah pihak lainnya pun lebih memilih bungkam. Alasannya, bila salah memberi statement, malah berpengaruh buruk terhadap masyarakat. (arm/ian/ron/jpnn/mag-5)

Pengurus KONI Bakal Gemuk

JAKARTA – Sebulan lebih setelah terpilih menjadi ketua umum KONI, Tono Suratman tak kunjung mengumumkan nama pengurusnya. Dia memastikan bahwa dalam kepengurusannya bakal ada lima wakil ketua umum.

Jumlah lima wakil ini jauh lebih banyak dari jumlah wakil pada Periode kepengurusan Rita Subowo yang hanya menempatkan dua orang wakil ketua umum. Nantinya, tiap wakil ketua umum itu akan membawahi dua sampai tiga bidang sehingga jumlah totalnya ada 12 bidang.

Selain wakil ketua umum yang bertambah, Wakil Sekjen juga akan bertambah dari yang awalnya hanya seorang menjadi tiga wakil Sekjen. Dengan demikian, lumrah seandainya dikatakan bahwa kepengurusanKONIPeriode2011-2015begitugemuk.

“Tidak gemuk. Sebuah organisasi itu fleksibel, tidak ada patokan berapa jumlah pengurusnya.

Yang terpenting pengurus nanti akan lebih fokus ke bidangnya masing-masing karena lebih rinci tugasnya,” kata purnawirawan TNI tersebut.

Saat disinggung bakal bengkaknya kebutuhan anggaran yang akan dilekuarkan akibat bertambahnya pengurus tersebut, Tono tak menampiknya.

(aam/jpnn)

Tidur Empat Jam sebelum Game, Rajin Curhat dengan Istri

Flexi NBL Indonesia 2011- 2012 tak hanya mengorbitkan rookie. Kompetisi basket tertinggi di Indonesia itu juga memunculkan dua head coach debutan. Salah satu di antaranya ialah pelatih NSH GMC Riau “Tri Adnyanaadi Lokatanaya.

RAGIL UGENG- Solo TRI Adnyanaadi Lokatanaya tak dapat menyembunyikan kebanggaannya saat ditunjuk menjadi head coach NSH GMC Riau.

Setelah lima tahun hanya menjadi asisten di berbagai klub, kesempatan menjadi pelatih kepala akhirnya datang juga.

Namun, dia juga mengaku memiliki beban tersendiri saat memutuskan menukangi NSH. Alasannya, mayoritas pemain NSH belum pernah berlaga di level tertinggi basket Indonesia.

Meski begitu, keinginannya terus berkembang membuatnya berani mengambil kesempatan itu. “Ini ibaratnya saya membangun rumah yang benar-benar baru. Mulai dari pondasi hingga atapnya. Memang memiliki tantangan tersendiri. Tapi selama saya enjoy dan masih memiliki semangat untuk belajar, kenapa tidak?” ujar Tri, sapaan karibnya.

Pengalaman selama lima tahun menjadi asisten pelatih di berbagai klub benar-benar dianggap sangat membantunya. Beberapa klub itu ialah Citra Satria Jakarta, Indonesia Muda, Garuda Bandung, serta Satria Muda Jakarta. Di klub-klub tersebut, Tri berkolaborasi dengan beberapa pelatih kawakan.

Sebut saja W. Amran maupun Fictor Gideon Roring. Bekerja sama dengan para pelatih tersebut benar-benar memberikan pengalaman tersendiri baginya.

Dengan Ito, sapaan karib Fictor, misalnya. Tri belajar bagaimana mempersiapkan sebuah pertandingan dengan semaksimal mungkin.

Salah satunya ialah dengan menganalisispermainantimsendiri dan lawan lewat video.

“Sekarang saat menjadi head coach mungkin tidurnya hanya empat jam kalau esoknya ada pertandingan. Malam sampai pagi menganalisis permainan lewat video. “Tapi ini memang pekerjaan saya. Tidak ada perasaan susah karena saya memiliki kecintaan yang sangat besar di basket,” terang anak pasangan I Wayan Loka dan Ni Luh Widiasih tersebut.

Selain itu, dia juga merasa tertolong denganpengalamannya sebagai mantan pemain nasional. Tri adalah salah satu legenda timnas di posisi forward. Dia membela Merah Putih dalam rentang 1989-2001.

Saat itu, posisi forward selalu diisi I Made “Lolik” Sudiadnyana, Romy Chandra, Antonius Joko Endratmo serta dirinya.

Durasi selama 12 tahun tentu membuat dia sudah banyak makan asam garam sebagai pemain.

Itu dianggap sebagai keuntungan tersendiri ketika harus mengendalikan atau memberikan teladan kepada anak asuhnya.

“Saya juga merasa terbantu karena anak-anak nurut semua. Mereka saat ini sedang dalam eforia tinggi karena bisa bermain di liga basket tertinggi di Indonesia. Namun yang harus terus saya tekankan adalah passion mereka jangan sampai hilang di tengah jalan. Karena di samping eforia, para pemain juga memiliki kebingungan tersendiri,” tambah pelatih kelahiran 3 Oktober 1971 tersebut.

Beban, tantangan serta berbagai permasalahan memang selalu memayunginya sebagai pelatih kepala. Beruntung, dia memiliki seorang istri, Thalila Maya Eka Satya Wati, yang selalu memberikan dukungan penuh kepadanya.

Wanita yang dinikahinya sejak 2005 tersebut selalu mampu menjadi teman curhat yang menyenangkan.

Bukan hanya tentang pekerjaannya sebagai pelatih, melainkan juga mengenai basket secara keseluruhan. Buktinya, sebelum dan sesudah pertandingan, Thalila selalu memberikan dukungan meski kadang hanya lewat telepon.

Padahal, siapa sangka jika sebenarnya sang istri awalnya tak begitu paham dengan dunia basket. Namun, karena terusterusan diajak ngobrol tentang basket, lama-kelamaan Thalila juga mulai tahu seluk beluk olahraga tersebut.

“Ya cuek aja ngajak ngobrolnya.

Meskipun istri saya tidak tahu tentang basket, tetap saja saya ajak ngobrol. Lama-lama kan tahu. Eh sekarang sudah sangat paham dengan basket.” Itu hal yang sangat membantu saya sebagai pelaku di basket,” tegas Tri. (*/diq/jpnn)

SPBU Terpaksa Bangun Tangki BBM Nonsubsidi

MEDAN- Rencana penghapusan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi kendaraan pribadi pada 2013 mendatang, memaksa pengusaha Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) membangun tangki dan fasilitas khusus BBM nonsubsidi. “Kalau sudah peraturan, ya harus diikuti dan wajib. Namanya juga peraturan,” ujar Penasehat Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumut, Datmen Ginting, kemarin (7/1).

Besarnya investasi ini menjadi dilema tersendiri bagi pengusaha yang terikat kontrak dan peraturan dengan pertamina. “Mau tidak mau, ya harus bangun, minimal butuh Rp600 juta. Syukurnya alatnya ada di sini (Indonesia),” ungkap Datmen.

Seperti diketahui, pemilik kendaraan pribadi di wilayah Sumatera diwajibkan menggunakan BBM nonsubsidi. Bensin dengan oktan 88 (premium) diharuskan beralih ke Pertamax (oktan 92 atau lebih) sedangkan mobil pribadi bermesin diesel wajib menggunakan Pertamina Diesel Extra Environment (DEX), menggantikan solar subsidi.

Menurut Datmen Ginting, bila kebijakan ini diberlakukan justru berpotensi menimbulkan masalah baru. Selain karena harga BBM nonsubsidi yang mahal dan stok yang tidak tersedia di semua SPBU, BBM bersubsidi masih tetap beredar di masyarakat. BBM bersubsidi yang khusus diperuntukkan bagi angkutan dan jasa, sangat mungkin diselewengkan oknum tertentu dan dijual ke pemilik mobil pribadi dengan harga yang sedikit lebih mahal.

“Saya pastikan tidak berhasil, karena harga yang mahal, kecuali (BBM) yang subsidi tidak ada, jadi bolehlah,” ungkap Datmen.

Pengamat ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen, Dr Parulian Simanjuntak, menyatakan kalau pembatasan subsidi pasti berpengaruh terhadap harga-harga barang pokok dan lainnya. Parulian menyatakan, pemberlakuan batasan BBM ini akan memicu inflasi. “Saya yakin, begitu penyesuaian BBM diumumkan, harga sembako dan harga produk lainnya perlahan akan naik,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Manager Customer Eksternal Relation PT Pertamina Fuel Retail Marketing Regional Sumbagut, Fitri Erika, saat ini kebutuhan Pertamina DEX belum terlalu banyak. Ia yakin, konsumen Pertamina DEX akan terus meningkat, meski kebijakan penghapusan solar subsidi belum dilakukan.

Pasalnya, solar nonsubsidi tersebut memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan solar biasa. “Performa Pertamina DEX menghasilkan tenaga yang lebih besar dan pembakaran yang lebih efisien dan irit,” ujar Erika.

Menurutnya, Pertamina DEX merupakan bahan bakar diesel performa tinggi yang telah memnuhi dan mencapai standar emisi gas buang Euro 2. P produk ini memiliki Cetane Number diatas 53, sementara solar memiliki cetane number di atas 45. (ram/jon)