27 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 14120

Sayang Anak

Berawal dari perselisihan kecil dua bocah berusia 12 tahun, Fahmi dan Rinto, terlibat dalam perkelahian. Wajar. Ya, semacam masa kecil manusia kebanyakan, perkelahian yang mengakibatkan luka atau memar. Wajar.

Menariknya, soal perselisihan Fahmi dan Rinto tidak sekadar selesai di situ. Dendam anak muda yang biasanya berakhir pada kata maaf hingga menjadi sahabat pupus. Fahmi malah menjadi tersangka. Warga Jalan Panglima Denai Gang Seser Medan Amplas ini dilaporkan karena dianggap telah menganiaya Rinto. Adakah hal ini wajar?

Terlepas siapa yang salah atau siapa yang benar, masalah ini sepatutnya menjadi perhatian khusus. Perkelahian anak di bawah umur, apa lagi masih dua belas tahun, tentu bukan kasus kriminal yang harus diselesaikan polisi. Memang, ayah Rinto adalah oknum polisi, namun hal itu sejatinya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Malah, tidak perlu turut campur orangtua. Biarkan anak menyelesaikan masalahnya. Nanti, ketika sang anak memang sudah tidak bisa lagi diatur hingga terus-terusan melakukan tindak kriminal, baru hukum yang berbicara.

Lucunya, untuk kasus Fahmi, orangtua Rinto malah ikut-ikutan. Tidak sekadar memarahi, main tangan pun dilakukan. Dengan kata lain, Fahmi langsung dihukum oleh keluarga Rinto. Tidak itu saja, setelah keluarga Fahmi mengadu ke polisi, keluarga Rinto malah balik mengadu. Ujung-ujungnya, Fahmi yang tersangka.

Berkelahi bukanlah hal yang mengerikan bagi seorang anak bukan? Adalah wajar seorang anak lelaki menunjukkan kegagahannya, ini adalah sebuah proses pendewasaan. Sejatinya, untuk tindakan semacam ini cukup dibina pihak keluarga saja. Negara ini sudah memiliki cukup banyak masalah pelik, mengapa harus mengurusi sebuah kebiasaan yang sejatinya tidak memiliki risiko besar.

Begitulah, orangtua Fahmi dan Rinto seperti  angan lalu paham tertumbuk: hemat pikiran dapat dilakukan, namun ketika pelaksanaannya ternyata tidak mudah, sehingga kehilangan akal. Ya, hilang akal karena begitu sayang pada anak hingga tak berpikir soal perkembangan anak itu sendiri. Dengan kata lain, sesuatu yang sejatinya bisa diselesaikan dengan sederhana, ternyata kalah dengan emosi yang mematikan logika.

Terlepas dari itu, harus diakui, selain keluarga, tumbuh kembang anak sejak dini adalah tanggung jawab masyarakat dan negara. Karena itulah ditetapkan sebuah undang-undang yang mengurusi itu. Ya, untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi anak telah disahkan Undang-Undang Perlindungan Anak, yaitu: UU No 23 Tahun 2002 yang bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar anak dapat hidup, tumbuh berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, sehat, cerdas, berahlak mulia dan sejahtera.

Yang menjadi perhatian adalah ketika semua perkelahian anak berujung pada hukum, apakah masih muat kantor polisi untuk mereka yang bertikai. Ya, ketika berkelahi saja langsung dipenjara, ada berapa anak yang berkelahi dalam sehari di Indonesia ini?

Begitulah, terlalu sadar hukum juga bisa menjadi masalah. Atas nama hukum, kebiasaan masa kanak-kanak pun bisa diselewengkan. Adakah yang dapat memastikan kalau Fahmi dan Rinto itu sudah sadar hukum?

Kejadian yang sederhana tapi diselesaikan dengan tidak sederhana ini tampaknya bisa menjadi pelajaran berharga. Setidaknya, khalayak dapat me maknai sadar hukum yang sebenarnya diinginkan, bukan sekadar untuk menyerang atau merugikan pihak lain demi keuntungan pribadi. Sportif seperti masa anak-anak; berkelahi, kalah, menangis, selesai; berkelahi, menang, tertawa, selesai. Itu saja. (*)

Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka

Dipukuli Usai Berkelahi dengan Anak Polisi

MEDAN-Fahmi (12) ditetapkan sebagai tersangka setelah berkelahi dengan Rinto (12).  Murid kelas 2 MTs Al Ulum Medan dituduh melakukan penganiayaan.

Menurut keterangan Ali Nur, ayah Fahmi, pada 1 November 2011 lalu, saat pulang dari sekolah anaknya terlibat perkelahian dengan Rinto yang merupakan anak dari petugas Polres Belawan, Iptu Hutajulu.

“Saat itu anak saya bilang sama Rinto, kenapa Rinto memberi password point blank yang salah. Jadi, anak saya minta password yang benar. Tapi, Rinto nggak mau ngasi tau. Lantas anak saya bilang sama Rinto, percuma anak polisi tapi pelit,” kata warga Jalan Panglima Denai Gang Seser Medan Amplas itu, Selasa (3/1).

Perkelahian itu ternyata berbuntut panjang. Tidak senang dengan perkataan Fahmi, Rinto langsung memukulnya hingga Fahmi mengalami luka memar di wajah dan di bagian pelipis. Warga yang melihat, langsung melerai merekan
Namun, malamnya, Rinto yang menaruh rasa dendam kembali mendatangi kediaman Fahmi.

“Kami memang bertetangga. Rumah saya berdepanan dengan rumah mereka. Saat itu saya lagi salat Maghrib. Saya dengar ada yang menggedor-gedor pintu rumah. Ternyata Rinto datang dan langsung memukul Fahmi. Bahkan, Iptu Hutajulu dan Sumihar yang merupakan orantua Rinto ikut-ikutan menghajar anak saya,” ujarnya.

Melihat Fahmi yang dipukuli, sontak Alina Fitri (9) anak kedua dari Ali Nur menangis ketakutan. Namun, Sumihar yang juga seorang tenaga pendidik di SDN Tuar Amplas, langsung menampar Alina habis-habisan. Mendengar adanya keributan, Ali Nur langsung ke depan rumah mereka dan mendapati keluarga tersebut memukuli kedua anaknya.
“Hati saya sakit. Saya lihat sendiri anak saya dipukuli mereka. Saya langsung kejar keluar. Saya peluk polisi itu dari belakang. Saya bilang ini hanya persoalan anak kecil. Sudahlah, jangan diperbesar lagi. Jangan pukul anak saya lagi, kasihan wajahnya sudah memar begitu. Tapi mereka tetap memukuli anak saya. Beruntung warga yang melihat kejadian itu, langsung menghentikan pemukulan itu,” jelasnya.

Setelah kejadian tersebut, malam itu, Ali Nur langsung membuat laporan ke Poldasu. Sayangnya pengaduan tersebut tidak begitu ditanggapi. Bahkan petugas kepolisian berusaha mendamaikan kedua belah pihak. “Saya buat laporan malam itu juga. Mereka memang memanggil polisi itu. Tapi, saya disarankan damai. Damainya cuma begitu saya, disuruh salaman tanpa diberikan ganti rugi. Malah mereka terkesan biasa saja menanggapin masalah ini. Sebagai orang miskin, saya merasa ditipu,” urainya.

Ali Nur tidak mau menyerah. Pada 3 November 2011, dia kembali membuat laporan ke Poldasu dengan No.Pol : LP/872/XI/2011/SPKT, Namun, laporan tersebut tidak ditindaklanjuti. Bahkan saat dirinya menanyakan kasus itu, ternyata berkasnya sudah dialihkan ke Polresta tanpa alasan yang jelas. “Mereka nggak ada ngasi tahu. Pas saya telepon ternyata dicampakkan ke Polresta berkasnya,” katanya.

Kemudian, Ali Nur mendapat panggilan pertama dari Polsekta Patumbak. Ternyata Iptu Hutajulu melaporkan Fahmi atas tindakan penganiayaan. “Anak saya langsung ditetapkan sebagai tersangka pada pemanggilan pertama. Saya langsung meminta penangguhan penahanan untuk anak saya, tapi saya diwajibkan membawa Fahmi agar melapor 2 minggu sekali,” terangnya.
Merasa tidak memperoleh keadilan, Ali Nur kemudian membawa anaknya membuat pengaduan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut, sore, untuk memperoleh perlindungan hukum dan dampingan. Laporan Ali Nur langsung direspon oleh pihak KPAID Sumut.

“Kita sudah terima laporannya. Ini sudah tindakan yang memalukan. Seharusnya, oknum polisi melindungi warganya. Tapi kenapa, anak kecil yang masih usia 12 tahun sudah ditetapkan jadi tersangka. Kita akan pertanyakan kasus ini. Bila perlu kita akan minta dukungan ke Komnas HAM,” beber Ketua KPAID Sumut, Zahrin Piliang. (mag-11)

Pendukung Anwar Ibrahim Ancam Demo Besar-besaran

MALAYSIA-Anwar Ibrahim terancam hukuman 20 tahun penjara jika terbukti melakukan sodomi. Aliansi Oposisi Malaysia menegaskan akan mengerahkan 100.000 orang untuk berunjuk rasa di luar Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur saat pembacaan putusan kasus dugaan sodomi Anwar Ibrahim yang dijadwalkan digelar pekan depan.

Pernyataan ini membuat kepolisian Malaysia mewaspadai kemungkinan terjadinya kerusuhan jika Anwar Ibrahim dinyatakan terbukti menyodomi mantan ajudan prianya.

Jika terbukti melakukan sodomi, Anwar Ibrahim yang pernah menjadi wakil perdana menteri di masa pemerintahan Mahatir Muhammad itu terancam hukuman penjara 20 tahun.

Jika harus menjalani hukuman penjara, maka Anwar akan kesulitan mempertahankan kursinya di parlemen dalam pemilihan umum yang akan digelar tahun ini.

Namun, Perdana Menteri Najib Razak membantah tuduhan Anwar yang mengatakan pemerintah menggunakan isu sodomi untuk menjegal kelompok oposisi.

Kepala Kepolisian Kuala Lumpur Mohammad Saleh mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima 168 surat keluhan dari berbagai penjuru negeri terutama dari para pebisnis, politisi dan warga biasa yang khawatir aksi unjuk rasa itu akan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Pada hari itu, jika aksi unjuk rasa tetap dilanjutkan maka polisi akan mengambil langkah tegas sesuai undang-undang yang berlaku,” kata Mohammad Saleh.Menanggapi ancaman polisi itu, Deputi Presiden Partai Keadilan Rakyat, Azmin Ali menegaskan kelompok oposisi tak akan membatalkan aksi unjuk rasa.

“Kelompok oposisi ingin menyampaikan pesan bahwa pemerintah bisa melakukan apapun namun pemerintah tidak akan bisa melemahkan perjuangan kami meruntuhkan tirani dan penindasan,” kata Azmin.

Selain ancaman unjuk rasa besar-besaran di Kuala Lumpur, Anwar Ibrahim dijadwalkan akan mengunjungi seluruh Malaysia untuk menyapa pendukungnya yang menggelar unjuk rasa di delapan negara bagian.

Anwar Ibrahim dituduh melakukan sodomi pada 2008, beberapa bulan setelah memimpin aliansi oposisi yang meraup suara terbanyak dalam sejarah politik Malaysia yang mengguncangkan koalisi pemerintah yang berkuasa selama lima dekade. Oposisi kini menguasai sepertiga kursi parlemen dan menguasai empat dari 13 negara bagian Malaysia.

Di depan pengadilan mantan ajudan Anwar, Saiful Bukhari Azlan bersaksi bahwa Anwar memaksanya melakukan hubungan seks di sebuah apartemen.

Jaksa penuntut mengajukan contoh DNA yang diambil dari sperma yang ditemukan di tubuh Saiful yang ternyata cocok dengan DNA Anwar Ibrahim. Sementara kuasa hukum Anwar mengatakan kesaksian Saiful yang tidak konsisten. Mereka juga meragukan contoh DNA yang kemungkinan telah disiapkan untuk ditemukan di tubuh Saiful. Tim kuasa hukum juga menduga bukti-bukti forensik sudah diatur untuk kepentingan pengadilan. (ap/rtr/net/bbs)

Iran Ancam Serang Kapal Induk AS

TEHERAN-Iran mengancam akan mengambil tindakan apabila kapal induk Amerika Serikat, yang pekan lalu meninggalkan Teluk Persia menuju Laut Oman melewati zona latihan militer Iran, kembali lagi ke Teluk Persia.
“Iran tak akan mengulangi peringatan ini. Kapal induk musuh telah bergerak ke Laut Oman karena kami menggelar latihan militer di sana. Saya menyarankan dan menekankan agar kapal induk Amerika itu tidak kembali ke Teluk Persia,” tandas Kepala Staf Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ataollah Salehi kepada kantor berita resmi Iran, IRNA, Selasa (3/12).

Kapal induk yang dimaksud Salehi adalah USS John C Stennis (CVN-74), salah satu kapal induk bertenaga nuklir terbaru andalan Angkatan Laut AS (US Navy). Kapal tersebut, didampingi kapal penjelajah berpeluru kendali USS Mobile Bay, pekan lalu bergerak keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz dan kemudian kawasan di Laut Oman yang sedang digunakan untuk latihan militer besar-besaran AL Iran.

Pihak Departemen Pertahanan AS mengatakan, pelayaran kapal tersebut adalah pelayaran rutin yang sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya, dan tak ada kaitannya dengan latihan militer Iran. Armada Kelima US Navy berpangkalan di Bahrain, negara pulau yang terletak di dalam Teluk Persia.(AFP/Rtr/jpnn)

Muslim dan Polisi Bentrok, 5 Tewas

CINA- Ratusan umat Muslim di wilayah Ningxia, Cina, terlibat bentrok dengan polisi setelah mesjid di desa mereka hendak digusur. Menurut saksi mata, lima orang warga tewas dalam bentrokan berdarah tersebut. Bentrokan terjadi pada Jumat pekan lalu, 30 Desember 2011, namun informasi mengenai hal ini baru diberitakan oleh South China Morning Post yang dilansir Reuters, Selasa (3/12).

Menurut saksi mata, warga desa Taoshan yang mayoritas etnik Hui marah saat mesjid mereka hendak digusur karena dinyatakan ilegal oleh pemerintah setempat.

Saksi mata, Jin Haitao, mengatakan bahwa polisi menyerang warga menggunakan gas air mata, tongkat dan pisau. Lima orang warga dilaporkan tewas, termasuk di antaranya adalah dua orang wanita tua.

“Mereka hanya melakukan aktivitas keagamaan, tapi aparat tidak memperbolehkannya. Mereka menggusur mesjid dan polisi menumpahkan banyak darah ke tanah,” kata Jin.

Sejak kejadian tersebut pecah, seluruh akses informasi tentang desa terputus. Seorang warga desa tetangga mengaku jaringan telepon menuju Taoshan mati. (net/bbs)

Dua Tentara Thailand Tewas Kena Bom

Bangkok-Dua tentara Thailand tewas ketika sebuah bom pinggir jalan meledak di dekat truk yang mereka tumpangi di Pattani, Thailand. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kedua korban berumur 26 tahun, saat itu hendak bepergian ke Pattani setelah diundang untuk menghadiri acara tahun baru 2012. Pattani merupakan salah satu dari 3 wilayah di selatan Thailand yang mengalami konflik selama delapan tahun.

“Mereka diundang untuk bergabung dalam pesta tahun baru dengan penduduk setempat,” kata seorang pejabat kepolisian di distrik Mayo, seperti diberitakan oleh AFP, Selasa (3/1).

Pejabat itu menambahkan, keduanya tewas di tempat setelah bom itu meledak. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Saat ini terhitung 4.984 orang tewas dan 8.300 terluka sejak kerusuhan yang di mulai pada tahun 2004 itu.

Thailand selatan saat ini sedang menghadapi banjir parah yang disebabkan oleh hujan lebat.
Sementara seorang pengebom bunuh diri dengan menggunakan sepeda motor meledakkan dirinya di suatu pasar di Kota Kandahar, Pakistan. Bom itu menewaskan empat orang anak kecil dan seorang petugas polisi. Menurut Kapala Polisi Kandahar Abdul Raziq, pelaku mengaktifkan bomnya saat mendekati sebuah mobil polisi yang memintanya untuk segera berhenti.

“Penyerang mengendarai sepeda motor di sebuah pasar yang ramai di kota Kandahar. Ketika polisi menghentikannya, ia meledakkan bomnya,” kata Raziq seperti diberitakan AFP, Selasa (3/1).(net/bbs)

Tahun Ini, Delapan BUMN Go Public

JAKARTA-Proses go public untuk mendorong kinerja dan transparansi badan usaha milik negara (BUMN) terus bergulir. Kali ini sudah ada beberapa BUMN dan anak usaha BUMN yang antre untuk melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, selain tiga BUMN yang sudah masuk target IPO 2012, ada tambahan lima BUMN dan anak usaha BUMN yang menyatakan siap IPO tahun ini. “Jadi, total ada delapan,” ujarnya Selasa (3/1)n Dahlan menyebut, tiga BUMN yang sudah masuk target IPO tahun ini adalah PT Semen Baturaja, PT Waskita Karya, dan Pegadaian. “Pegadaian (yang selama ini merupakan perusahaan umum) kan sudah jadi PT (perseroan terbatas). Jadi, IPO bisa jalan,” katanya.

Lalu, mana lagi lima BUMN dan anak usaha BUMN yang siap IPO tahun ini? Dahlan belum bersedia memerincinya. Menurut dia, saat ini Kementerian BUMN masih mengkaji berbagai aspek terkait dengan rencana IPO tersebut.

“Itu masih perlu diolah lagi,” katanya.” Dalam roadmap BUMN, selain PT Semen Baturaja, PT Waskita Karya, dan Pegadaian, beberapa BUMN yang juga digadang-gadang untuk go public, antara lain, PT Pelindo II, PT Angkasa Pura (AP) I dan PT AP II, serta PT Jasindo (asuransi). Selain itu, sebenarnya masih ada rencana IPO untuk BUMN sektor perkebunan, khususnya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang kinerja keuangannya cukup besar. Misalnya, PTPN III, PTPN IV, dan PTPN VII. Namun, rencana tersebut diprediksi mundur ke 2013 karena menunggu proses pembentukan holding BUMN perkebunan yang ditargetkan selesai pada kuartal III tahun ini. Sementara itu, anak usaha BUMN yang sudah sering disebut masuk daftar IPO adalah PT Krakatau Wajatama (anak usaha PT Krakatau Steel), PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (anak usaha PT PLN), serta PT Rekayasa Industri (anak usaha PT Pusri). (owi/c2/agm)

Sadis, Bocah 7 Tahun Dimutilasi untuk Ritual Panen

New Delhi- Seorang gadis yang berusia 7 tahun dibunuh dan hatinya dikeluarkan sebagai pengorbanan untuk ritual panen di India. Polisi menangkap dua petani yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Seorang perwira polisi Chhattisgarh, Rajendra Narayan Das menjelaskan Lalita Tatii (7) dilaporkan hilang pada Oktober lalu oleh keluarganya. Seminggu kemudian Lalita ditemukan dengan kondisi tubuh terpotong-potong.

Seperti diberitakan Dailymail, Selasa (3/1), polisi menangkap kedua pelaku pembunuhan sadis itu. Dari keterangan keduanya, Lalita dibunuh untuk menenangkan dewa mereka dan agar mendapatkan hasil panen yang baik.

Narayan Das menceritakan, Lalita saat itu sedang berjalan pulang ke rumahnya setelah menonton TV di rumah tetangganya ketika diculik. Kedua pria itu mengaku memotong tubuh Lalita dan mengeluarkan hatinya sebagai persembahan. Keduanya akan menghadapi ancaman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati jika terbukti bersalah.

Provinsi Chhattisgarh merupakan negara kesepuluh terbesar di negara ini dan msyarakatnya masih memiliki keyakinan tentang kepercayaan tradisional. Masih banyak masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan buta aksara di wilayah itu. Desember tahun lalu, tujuh orang dihukum penjara di negara bagian Maharashtra  terbukti melakukan upacara pengorbanan pada 2 anak.  (net/jpnn)

Ulang Tahun Raja Thailand pun Disurvei

Bangkok- Kemunculan Paduka Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej yang mengalami sakit sejak 2009 pada saat perayaan ulang tahun ke 84, ternyata membuat rakyat semakin mencintainya.

Sebuah survei yang dirilis sebelum tahun baru kemarin, menyebutkan rakyat merasa paling bahagia melihat baginda Raja bangun dari pembaringan pada ulang tahunnya 5 Desember lalu. Poling yang dilaksanakan Universitas Bangkok, seperti dikutip koran Bangkok Post pekan lalu, menemukan 55,1 persen responden menyatakan suka cita pada perayaan ulang tahun Raja dan membaiknya kesehatan beliau yang membawa suka cita terbesar pada 2011 yang lalu.

Sampel yang ditarik Bangkok Poll sebanyak 1.113 responden berusia 18 tahun pada 21 hingga 25 Desember kemarin. Sebanyak 87,4 persen responden sedih merasakan krisis banjir berkepanjangan sepanjang tahun kemarin. Sedangkan 68,1 persen menyatakan berita paling menarik perhatian mereka adalah liputan krisis banjir dan laporan-laporansekitar penanganan rehabilitasi banjir.

Pasukan tentara Thailand yang bersusah paya membantu rakyat yang kebanjiran, mendapat guyuran simpati paling banyak dari responden 47,2 persen. (net/bbs)

Polisi Gerebek Galian C Patumbak

Lima Escavator Diamankan

MEDAN- Polresta Medan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Deliserdang menggerebek lokasi galian C di dua tempat di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Dari hasil penggerebekan, petugas mengamankan lima alat berat yang digunakan untuk penambangan.

Penggerebekan pertama dilakukan di lokasi galian C, Pasar 4, Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak. Dari lokasi ini petugas menyita tiga unit alat berat escavator dan satu unit damtruck. Petugas juga mengamankan operator alat berat ke Mapolsek Patumbak untuk dimintai keterangan.

Kemudian petugas bergerak ke lokasi galian C di kawasan Pasar 5. Petugas berhasil mengamankan barang bukti dua alat berat escavator dan satu unit mobil pick-up yang digunakan untuk mengangkut minyak solar.
Pantauan Sumut Pos di lapangan, dalam aksi penggerebakan ini Kanit Serse Polsek Patumbak AKP Parulian Samosir yang ikut dalam penyeseran itu sempat menghadang laju petugas saat hendak menuju galian C di Pasar 4, Patumbak milik Bondan, namun Kasat Shabara Polresta Medan Kompol Beni Saragih beserta Satpol PP langsung saja menerobos menggerebek Galian C milik Kismanto yang berada di Pasar 5, Patumbak.

“Tidak perlu kesana! galian C Bondan tidak beraktivitas. Jejak ban mobil saja tidak ada,”  kata AKP Parulian Samosir kepada petugas sat Pol PP yang ikut dalam penggerebekan itu bersama Satuan Shabara Polresta Medan Kompol Beni Saragih.

Mendengar perintah AKP Parulian tersebut, Kompol Beni seketika  mengerahkan belasan petugas Shabara dan Sat Pol PP ke lokasi galian C milik Bondan. Dengan alat pengeras suara langsung, Beni mengatakan “Jangan ada pembusukan di Polisi, ayo kita bergerak,” teriak Beni sambil mengomandoi anggotanya dan petugas sat Pol PP.

Tebukti, hasilnya petugas mengamankan kenek dan 5 unit escavator yang disembunyikan di balik semak-semak.
Merasa curiga dengan alat berat yang ditemukan di sekitar semak-semak itu, Beni bersama anggotanya menyeser ke dalam semak-semak dan menemukan satu unit sepeda motor. Tidak jauh dari lokasi sepeda motor, petugas juga menemukan seorang pria yang sedang duduk di dekat bekas galian yang menjadi kolam. Saat digeledah, pria yang mengaku bernama Sonidi itu mengaku hanya memancing.

Namun, dari kantong celananya ditemukan daftar trip truk galian yang masuk. Yang lebih mengejutkan lagi, saat diamankan HP Sonidi bunyi dan tercantum nama yang menghubungi Bondan pemilik galian C Pasar 4. Kasat Sabhara langsung menyuruh Sonidi untuk mengangkat HP nya dengan mengaktivkan loadspeaker.

Dalam pembicaraan yang direkam awak Sumut Pos ini terdengan Bondan menyuruh Sonidi bersembunyi atau pura-pura mancing.”Sembunyi aja di sawit-sawit itu, atau pura-pura mancing aja,” ujar Bondan saat menelpon Sonidi. Setelah merekam pembicaraan Bondan, Sonidi langsung digiring ke Polsek Patumbak.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan penggerebekan ini karena masyarakat merasa dirugikan dengan beroperasinya galian C tersebut. Jalan umum yang dilintasi menjadi rusak. Bahkan di sejumlah titik, jalan berlubang dan digenangi air saat musim hujan.

“Sedang musim kemarau, jalan lintasan truk berdebu hingga masuk ke rumah warga,” kata Tagam.
Menurut Tagam, terdapat belasan lokasi galian C tersebar di HGU PTPN 2, di Kecamatan Patumbak. Sebagian besar hasil galian C diangkut ke kota Medan untuk keperluan penimbunan tanah dan kebutuhan pembangunan ruko.
Sementara Kepala Dinas Tanaman PTPN 2, Rinaldy Nasution mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan larangan untuk tidak melakukan penambangan di lokasi PTPN 2, namun tidak diindahkan. “Mereka tidak punya izin alas hak untuk melakukan penggalian. Tetapi tetap saja dilakukan,” kata Rinaldy Nasution. Menurut Rinaldy, selain dijual ke inti kota, tanah hasil galian C tersebut juga dijual ke pihak tertentu untuk pembangunan Bandara Kualanamu.(mag5)