25 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14123

Car Free Day Dimeriahkan Lucky Draw

MEDAN-Untuk kali pertama di tahun 2012 ini Pemko Medan kembali akan menggelar kegiatan Car Free Day. Kegiatan yang sejak awal 2011 lalu telah dicanangkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap sebagai program tetap Pemko Medan ini, kini digagas Dispora Medan yang dikepalai Hanas Hasibuan.
Hanas menuturkan, kegiatan Car Free Day ini akan dihelat pada 29 Januari mendatang. Jalan-jalan yang dibebaskan dari kendaraan bermotor kali ini ada enam jalur. Yakni dari Jalan Sudirman-Jalan Imam Bonjol, Jalan A Rivai-Jalan H Misbah, Jalan Selamet Riadi-Jalan H Misbah, Jalan Linggar Jati-Jalan Suryo, Jalan Balai Kota-Jalan Juanda dan Jalan Sudirman-Jalan Cik Ditiro.

Menurut Hanas, selain menggelar Car Free Day, pihaknya juga akan memeriahkan ‘Hari Bebas Kendaraan Bermotor’ ini dengan menggelar serangkaian acara. Seperti senam pagi, sepeda santai, skateboard show, sepeda fixie dan BMX show, hiburan band dalam kota, stand PMI untuk pendonoran darah, serta untuk lebih memeriahkan kegiatan peserta akan memperebutkan hadiah menarik yang diundi dari lucky draw.

“Kegiatan ini akan dimulai pukul 06.00 WIB di depan rumah dinas Wali Kota Medan, Minggu (29/1) ini. Kegiatan yang mengusung slogan ‘Medan Metropolitan, Medan Mantap’ ini diperkirakan akan dihadiri 2.500 peserta yang berasal dari seluruh elemen masyarakat Kota Medan. Dan kegiatan ini tentunya akan dihadiri Pak Wali Kota Medan Rahudman Harahap serta Pak Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin,” ung kap Hanas, Selasa (24/1).

Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan yang digelar 11 kali dalam setahun di Kota Medan ini, untuk mensosialisasikan pentingnya lingkungan sehat. “Dengan Car Free Day juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga seperti bersepeda, jalan-jalan, jogging dan bersantai bersama keluarga,” tutur Hanas.

“Hal positif lain yang harus ditindaklanjuti yakni agar permasalahan polusi udara tidak semakin parah. Dengan berkurangnya jumlah kendaraan yang beroperasi, maka otomatis polusi udara juga ikut berkurang. Hal ini sekaligus untuk menyadarkan masyarakat agar menggunakan alat transportasi alternatif yang tak menggunakan mesin bermotor,” jelasnya.

Hanas menambahkan, pada kegiatan Car Free Day ini, pihaknya sengaja mengundang Dinas Lingkungan Hidup Provsu untuk mengukur gas emisi di Kota Medan. “Tentunya saat sebelum menggelar Car Free Day dan membandingkannya setelah Car Free Day ini dilaksanakan,” tuturnya.
Sementara, Hanas juga mengatakan, selain Car Free Day, pihak Dispora Medan juga menjalankan program Pemko Medan untuk memasyarakatkan olahraga, khususnya senam kesegaran jasmani.

“Dalam setahun ke depan, kita akan menggelar senam kesegaran jasmani sebanyak sembilan kali di 21 kecamatan Kota Medan. Masing-masing tiga kecamatan dimerger untuk menggelar satu kali kegiatan ini,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemko Medan khususnya Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengkampanyekan pentingnya olahraga. “Pak wali peduli kesehatan masyarakatnya, itu intinya,” tandas Hanas. (saz)

PAW Kader Demokrat Diwarnai Dugaan Tanda Tangan Palsu

MEDAN- Surat dari Partai Demokrat Medan dengan No 01/DPC PD/M/I/2012, tanggal 16 Januari 2012, yang diterima DPRD Medan tertanggal 17 Januari 2012, dengan No Agenda: 171/480, perihal Penggantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Medan, Hj Halimatusakdiyah yang meninggal dunia pada 10 Januari 2012 lalu, dengan pengganti Ir Yahya Payungan Lubis, disinyalir surat palsu.

Menurut sumber Sumut Pos di DPRD Medan, Selasa (24/1), tanda tangan Sutan Bhatoegana selaku Pjs Partai Demokrat Medan, bukan ditulis melainkan dijiplak dengan cara discan.

“Ini bukan yang pertama, tapi ini yang kedua. Hampir sama kejadiannya, waktu pergantian Ketua DPRD Medan dari Deni Ilham ke Amiruddin. Mungkin saja arahnya, untuk mengacaukan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat Medan, yang katanya akan digelar Februari mendatang,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Karena itu, segenap pimpinan dewan terlihat enggan untuk memberikan persetujuan atau paraf, terhadap surat yang dikirimkan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Medan.

“Ada pimpinan dewan yang sudah tandatangan, ada yang belum. Kalau Ketua (Amiruddin, Red) sudah mendisposisi surat itu. Kalau wakil-wakil ketua, ada yang belum. Karena itu tadi, katanya tandatangan Ketua Demokrat Medan nggak ditulis tangan, tapi macam discan,” ungkap sumber tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Medan, Amiruddin tidak terlihat ada di ruang kerjanya di lantai II, Gedung DPRD Medan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Amiruddin mengirimkan balasan yang isinya mengaku dirinya tengah sakit.
“Maaf sedang flu. Wassalam,” tulis Amiruddin.

Sedangkan Penjabat Sementara (Pjs) Sekretaris DPC Partai Demokrat Medan, Bangun Tampubolon yang dikonfirmasi Sumut Pos mengenai persoalan itu, sempat menjawab dengan nada tinggi dan menyalahkan wartawan yang terkesan memelintir berita terkait masalah tersebut.
“Itu kerjaan wartawan. Memelintir berita. Tidak benar itu. Janganlah membuat berita dari isu-isu seperti itu. Semua sudah sesuai dengan peraturan yang ada,” tukasnya.

Bangun Tampubolon bersikeras tandatangan Pjs Ketua Partai Demokrat Medan adalah asli, dengan ditandatangani langsung oleh yang bersangkutan.
“Itu asli, tidak ada yang dipalsukan. Saya yang membawa surat itu ke Jakarta dan menyerahkannya langsung ke Pak Sutan dan langsung ditandatangani.  Sabtu tanggal 14 Januari 2012 kemarin ditandatangani. Karena Sabtu libur, jadi nomor suratnya dibuat tanggal Seninnya yaitu tanggal 16 Januari 2012. Dikirimkan ke dewan hari Selasanya, tanggal 17 Januari 2012. Jadi, itu nggak ada yang dipalsukan,” pungkasnya lagi.

Bangun Tampubolon menuding, ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana dan mengambil keuntungan dari isu itu. Keuntungan yang dicari oleh pihak yang mempersoalkan masalah ini, menurutnya, tidak lain dan tidak bukan semata-mata karena faktor uang.
“Ini ada yang mau memperkeruh suasana. Biasalah, kenapa kok nggak melapor. Kalau sudah ada kata-kata melapor, sudah tahulah kita arahnya kemana. Pasti uang,” cetusnya.

Bangun Tampubolon juga tidak menampik, bila ada nuansa politis dalam masalah ini, terlebih akan segera digelarnya Muscab Demokrat dalam jangka waktu dekat ini. “Ya, itulah orang-orang yang mau memperkeruh suasana tadi,” ungkapnya.

Persoalan ini, jika merujuk ke belakang adalah yang kedua setelah perseteruan Deni Ilham dan Amiruddin dalam perebutan tampuk kursi Ketua DPRD Medan beberapa waktu lalu. Artinya, bukan hal yang mustahil memang ada orang atau oknum-oknum di Demokrat Medan atau di Fraksi Demokrat DPRD Medan, yang melakukan hal itu untuk menyulut persoalan.

“Bedalah dengan masalah Deni sama Amiruddin. Surat atau tandatangan yang dipalsukan dilakukan sama yang masih hidup. Kalau ini orangnya saja sudah meninggal, jadi bagaimana mau memalsukan surat,” imbuhnya lagi.

Bangun Tampubolon juga menyatakan, dalam persoalan PAW ini, terlebih mengenai masih adanya pimpinan dewan yang belum menandatangani atau memberikan paraf terhadap surat Partai Demokrat Medan atas hal PAW Anggota DPRD Medan tersebut, pada dasarnyanya tidak terlalu prinsipil.(ari)

6 Bulan Tunjangan Guru APBD 2011 Belum Diterima

081375906xxx

Bapak Plt Gubernur Sumut kenapa tunjangan APBD-SU tahun 2011 buat guru PNS dan non PNS Deli Serdang masih belum kami terima 6 bulan lagi? Ini kan sudah 2012?

Awal 2012 Diterima

Dari penjelasan Kadisdikpora Deli Serdang Sa’adah Lubis, tunjangan yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Sumatera Utara sudah dalam tahap pencairan. Direncanakan awal 2012 para guru sudah menerimanya. Adapun keterlambatan disebabkan pemberkasan dari Kementerian Pendidikan. Terimakasih.
Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Dalam Waktu Dekat Sudah Cair

Dalam waktu dekat akan dicairkan karena dananya sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011. Tunjangan profesi secara bertahap kepada guru yang telah memiliki SK Dirjen akhir tahun 2010 dan belum dibayarkan selama 1 tahun. Tunjangan juga akan dibayarkan kepada guru yang sudah memiliki SK Dirjen pada 2009 lalu, namun sama sekali belum menerima tunjangan sertifikasi karena terhambat keterlambatan berkas.

Syaiful Safri
Kadis Pendidikan Sumut

Judi Sam Kwan Digerebek 6 Ditahan, 1 Dilepas

MEDAN-Polisi menahan enam tersangka penjudi dari tujuh yang diamankan dalam penggerebekan yang diwarnai aksi penyerangan, di lokasi judi Sam Kwan  di Jalan Jamin Ginting Km 4,5 Simpang Gudang, Deli Serdang, Minggu (22/1) malam.

Keenam tersangka yang ditahan masing-masing David Tarigan (47), warga Jalan Putri Hijau Medan, Nirwanto Ginting (41), warga Desa Puang Gajah Sibolangit, Santa Perangin-angin (51), warga Desa Raya Brastagi, Sentosa Tarigan (54), warga Kabanjahe, Siunan Ginting (47), warga Kabanjahe dan Sobat Tarigan (47), warga Bandar Baru (bandar judi). Sedangkan satu orang tersangka yang dipulangkan Mariono.

“Setelah diperiksa 1×24 jam kita resmi menahan enam orang tersangka dari tujuh orang yang diamankan. Satu yang dipulangkan karena pada saat penggerebekan hanya mengantar tuak,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki, Selasa (24/1.
Mantan Kasat Reskrim Polres Asahan itu mengaku masih mencari pemilik air soft gun yang ditemukan di lokasi.
“Kasus ini masih kita dalami,” ujar Yoris.

Terkait penyerangan empat orang tak dikenal (OTK) terhadap truk yang membawa barang bukti saat melintas di Jalan Letjen Jamin Ginting Km 5,1, Simpang Kwala Bekala, Padang Bulan hingga menyebabkan dua  polisi Briptu Robbi dan Nirwan cedera, Yoris mengatakan,masih memburu tiga orang pelaku. “Satu orang sudah diamankan,” katanya.

Yoris membeberkan, Siwa (46) supir truk juga telah membuat laporan pengaduan ke Mapolresta Medan.
Saat ditanya apakah ada keterkaitan empat pelaku penyerangan itu dengan penggerebekan, Yoris bilang belum menemukannya.
Tersangka penyerang dijerat dengan pasal 170 jo pasal 406 KUHPidana dengan ancaman minimal lima tahun penjara.
Seperti diketahui usai penggerebekan, truk dengan nomor plat polisi BK 9161 BK yang mengangkut barang bukti diserang orang tak dikenal (OTK). (gus)

Ruang Harmonis Menurut Feng Shui

MENURUT budaya Cina, tata letak rumah dan ruang akan menguntungkan jika udara dapat masuk dengan ringan dan mengalir dari satu ruang ke ruangan lainnya. Dengan tata letak yang baik, dapat dipastikan 70 persen rumah memiliki feng shui yang juga baik.

Untuk memastikannya, berikut prinsip-prinsip dasar tata letak ruang berdasarkan feng shui:

  • Bila terbuka, sebaiknya pintu utama tidak menghadap ke tempat yang sempit atau menghadap langsung ke kamar mandi, jendela, tangga, pilar, sudut dan kaca.
  • Ruang tamu hendaknya berada setengah di luar rumah. Alangkah lebih baik jika berada di dekat pintu utama dibandingkan pintu belakang.
  • Sebaiknya ruang makan dan ruang keluarga berada di tengah-tengah rumah. Ini membuat ruang keluarga terasa lebih harmonis.
  • Dapur sebaiknya berada setengah di dalam rumah, juga lebih baik jika berada di dekat pintu belakang dibandingkan pintu depan.
  • Kamar mandi sebaiknya berukuran kecil dan tertutup pintunya setiap waktu. Pintu kamar mandi tidak menghadap langsung pintu lainnya, juga tangga, tempat tidur dan meja makan. Kamar mandi tidak terletak di barat laut dan tenggara dari suatu rumah.
  • Jika rumah memiliki beberapa tingkat, area ruang makan seharusnya berada di tingkat paling tinggi dari ruang tamu, sedangkan area kamar tidur berada pada tingkat lebih tinggi.
  • Rumah bertingkat boleh saja, namun bila membagi rumah tidak seimbang akan menyebabkan banyak kehilangan uang. Lain halnya dengan lantai bertingkat yang dipisah dengan lantai mezanin. Dari sisi perspektif feng shui, lantai mezanin dianggap tidak menguntungkan. Lantai jenis ini dianjurkan untuk ruangan yang tidak berfondasi.
  • Jangan sampai ada koridor panjang di dalam rumah karena akan membentuk panah beracun. Hal ini akan memunculkan perselisihan dan salah pengertian di dalam rumah.
  • Semua struktur menonjol dan palang sebaiknya rata dengan dinding rumah. Palang menonjol dan sudut akan menciptakan shar chi yang sangat kuat.(net/jpnn)

Bea Ekspor CPO Naik

Pengusaha Sumut Minta Kontribusi Hasil Pajak

MEDAN- Februari 2012 mendatang, harga refrensi untuk Crude Palm Oil (CPO) sebesar USD1.073 (metric ton). Dengan harga tersebut, pemerintah menetapkan Bea Keluar (BK) pada Februari 2012 sebesar 16,5 persen. Sedangkan di bulan Januari 2012, BK yang ditentukan oleh pemerintah sebesar 15 persen.

Menanggapi kenaikan bea keluar CPO ini, Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Laksamana Adiyaksa, Selasa (24/1) mengaku kecewa. Pasalnya, Peraturan Menteri Keuangan No.67/2010 tentang penetapan bea keluar (BK)  berdasarkan harga referensi yang dihitung dari rata-rata harga CPO di Rotterdam, Belanda, semakin memberatkan pengusaha dan petani lantaran ketidakpastian biaya ekspor.

Pemerintah juga dianggap mau menang sendiri dengan kebijakan ini. “Dengan kenaikan harga bea keluar CPO, sebagai pengusaha kita tentunya dirugikan oleh pemerintah. Walau begitu, pengusaha tidak keberatan membayarnya karena merupakan regulasi,” ujarnya.

Menurutnya, BK ini membuat harga tidak stabil, sehingga pengusaha menganggap ini sebagai biaya produksi. “Kalau harga 15 ribu dolar per metrik, maka beanya sekitar 15 persen. Ini membuat harga tak stabil,” tambahnya.

Dengan beban harga bea keluar tersebut, sambungnya, membuat petani merasa dirugikan, karena otomatis harga sawit akan menurun. Ini disebabkan biaya produksi pengusaha bertambah dan dimasukkan ke harga beli petani. “Pajak naik, harga pembelian kita tentu akan murah,” terangnya.
Laksamana juga menjelaskan, pengusaha tidak keberatan bila mengeluarkan BK, tetapi setidaknya harus ada timbal balik ke Sumut sendiri. “Kita bayar pajak, setidaknya kembalikan pajak kita 50 persen untuk perbaikan infrastruktur. Lihat saja, jalanan dikawasan pabrik jelek sekali,” tuturnya.

Padahal, katanya, perusahaan turunan CPO cukup banyak beroperasi di Sumut. Namun, kontribusi BK terhadap penerimaan dan pembangunan daerah di Sumut masih minim. Lantaran pendapatan pajak khusus untuk kebun masih dikelola pusat. “Untuk itu, pemerintah pusat juga harus memikirkan perkembangan infrastruktur Sumut dalam membuat regulasi. Pungutan BK selama ini tidak memberikan hasil maksimal karena masyarakat tidak menikmati. Jangan sampai karena masalah ini pelaku usaha menjadi malas. Pungutan yang tidak berdasar harus dipikirkan matang-matang,” terangnya.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Medan (Unimed) M Ishak mengatakan, dalam melihat suatu regulasi, kita harus melihat duhulu latar belakangnya. “Pemerintah memang mau menang sendiri. Artinya, setiap kebijakan yang diambil, jarang sekali dilakukan berdasarkan sebuah kajian lebih dahulu. Jadi ya sangat temporer,” tuturnya.

Kalau pihak swasta merasa keberatan, itu juga wajar. Lantaran kenaikan BK itu membuat harga naik. “Bagaimana dengan kolega mereka disana (luar negeri)?. Dan bagaimana pula dengan keberlangsungan usaha pengusaha ita?” tanyanya.

Ishak juga menjelaskan, harus dilihat dahulu latar belakang pemerintah dalam membuat regulasi tersebut, apakah karena prioritas untuk dalam negeri, atau karena ada hal lain. “Kalau alasannya karena kebutuhan dalam negeri, saya sangat salut dengan pemerintah, tapi takutnya, karena ada alas an lain seerti ingin meningkatkan pendapatan,” tuturnya.

Kebijakan untuk meningkatkan pendapatan ini dianggap Ishak merupakan kebijakan yang kurang bijak. Sebab, pemerintah harus melihat kondisi riil pengusaha. Dan sebaliknya, pengusaha juga harus riil dalam hal yang berhubungan dengan keuangan seperti dalam masalah pajak.
Jadi intinya, kata Ishak, pemerintah harus lebih berani untuk membuka diri atau mentransfer apa yang dimilikinya agar pengusaha juga mengerti kondisi nyata pemerintah.

“Intinya harus ada keterbukaan, sehingga pemerintah mengetahui keadaaan petani dan pengusaha, dan pengusaha juga mengetahui keadaan pemerintahnya,” tandasnya. (ram)

XL Kembangkan Mobile Apps Blaast

Perkembangan layanan data pada industri telekomunikasi semakin tak terbendung. Beragam layanan data terus berkembang seiring dengan terus meningkatnya permintaan masyarakat atas layanan seluler yang praktis, murah, dan mendukung berbagai aktivitas.

Atas fenomena ini, PT XL Axiata Tbk (XL) berupaya mendorong pengembang aplikasi lokal Indonesia untuk tampil memanfaatkan momentum era layanan data ini. Bekerja sama dengan Blaast, penyedia platform mobile dari Finlandia, PT XL Axiata Tbk (XL) meluncurkan inovasi terbaru mobile apps XL Blaast di Jakarta, Selasa (24/1).

XL Blaast merupakan aplikasi mobile yang dapat memberikan pengalaman kepada pengguna low-end phone dengan fitur terbatas menjadi seperti sedang menggunakan aplikasi pada smartphone. XL & Blaast membuat suatu layanan yang unik berbasis teknologi “cloud” yang memberikan akses fitur ke beragam pilihan aplikasi seperti Jejaring Sosial, Games, Chatting, Berita, dan lain-lain.

Sebagian besar aplikasi yang tersedia tersebut merupakan hasil kreativitas pengembang lokal Indonesia, bahkan komunitas yang secara aktif diayomi oleh XL & Blaast ini telah mencapai lebih dari 1000 software developers yang terus menbangun aplikasi untuk Pasar Indonesia.

Direktur Teknologi, Content & New Business XL Dian Siswarini, mengatakan, jika dicermati, konten/aplikasi lokal Indonesia masih sangat terbatas dibandingkan dengan konten produk asing. Padahal, potensi para pengembang aplikasi lokal tidak kalah kualitasnya.
“Atas dasar itulah melalui inovasi aplikasi XL Blaast ini, XL ingin mengajak serta para pengembang aplikasi lokal memanfaatkan momentum era layanan data yang sedang tumbuh secara global,” ujarnya.

Bersama Blaast, lanjutnya, XL telah merancang suatu wadah platform  bagi para pengembang aplikasi lokal Indonesia sehingga aplikasi yang mereka buat mendapat sarana agar bisa sampai ke pengguna dan dinikmati masyarakat luas, khususnya pelanggan XL.
CEO & co-founder Blaast, JoonasHjelt mengatakan, Blaast berkomitmen untuk menyediakan aplikasi yang berkualitas tinggi bagi setiap orang.(ndi/rel)

84 Proyek Infrastruktur MP3EI Dimulai, Nilai Anggaran Rp536,3 Triliun

JAKARTA – Pemerintah mempunyai pekerjaan besar dalam rangka menunjang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Tahun ini setidaknya akan dimulai pembangunan 84 proyek infrastruktur dengan nilai mencapai Rp536,3 triliun.

Asisten Deputi Urusan Perumahan Kementerian Koordinator Perekonomian, Wahyu Utomo mengungkapkan, sejak peluncuran MP3EI pada tanggal 27 Mei hingga akhir Desember 2011 lalu, KP3EI (Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) telah melaksanakan groundbreaking 94 proyek utama.”Nilai proyek-proyek itu hingga selesai nanti mencapai Rp490,5 triliun,” ungkapnya di Jakarta, Senin (23/1).

Jika dirinci investasi yang akan dikeluarkan untuk proyek-proyek tersebut antara lain berasal dari, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Rp131 triliun sebanyak 24 proyek, swasta Rp168,6 triliun sebanyak 38 proyek dan investasi campuran Rp128,3 triliun sebanyak delapan proyek.”Dana pemerintah sendiri yang dipersiapkan Rp71,6 triliun untuk 24 proyek,” tambahnya.

Sementara itu, pada tahun 2012 ini, proyek MP3EI juga masih dilaksanakan dengan perkiraan akan dimulai pembangunan sebanyak 84 proyek dengan nilai total mencapai Rp536,3 triliun.  “Dengan rincian pemerintah Rp66,2 triliun (15 proyek), BUMN Rp90,3 triliun (20 proyek), swasta Rp301,6 triliun (38 proyek), dan campuran Rp78,2 triliun (11 proyek),” terangnya.

Kepala Pusat Kajian Strategis Setjen Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto W Husaini menambahkan, kebutuhan investasi pemerintah dalam proyek MP3EI yang dikucurkan melalui Kementerian PU sepanjang tahun 2011-2014 nantinya akan mencapai Rp50,356 triliun.
“Apabila dibagi per tahunnya, maka dari DIPA 2012 sebesar Rp62,56 triliun maka Rp 12-15 triliunnya akan diprioritaskan untuk proyek MP3EI,” tambahnya.(wir/kim/jpnn)

Start Sang Favorit

Pantai Gading vs Sudan

MALABO- Absennya Mesir, Nigeria, dan Kamerun pada Piala Afrika 2012 memberikan kesempatan lebih besar kepada Pantai Gading berprestasi. Di atas kertas, saingan terberat mereka yang tersisa hanyalah Ghana.

Pantai Gading juga mengawali kampanye di Piala Afrika 2012 dengan mantap. Tim berjuluk Les ephants tersebut menang 1-0 (1-0) atas Sudan pada pertandingan perdana grup B di Nuevo Estadio de Malabo, Malabo, kemarin (22/1).

Tidak mudah Pantai Gading mendapatkan kemenangan itu. Meski menurunkan pasukan terbaiknya, seperti Didier Drogba, Kolo Toure, Yaya Toure, Salomon Kalou, dan Gervinho, mereka harus memeras keringat untuk menaklukkan Sudan.

Daya serang Pantai Gading memang dahsyat, tetapi pertahanan Sudan patut diacungi jempol. Mereka sangat solid.

Beruntung, mereka memiliki pemain bernaluri gol tinggi seperti Didier Drogba. Dia mencetak gol tunggal di menit ke-39.
Drogba sangat lega dengan kemenangan atas Sudan. “Ini adalah pertandingan pembuka. Yang paling penting adalah mendapatkan tiga angka. Setelah itu berkonsentrasi ke pertandingan berikutnya,” kata Drogba kepada OrangeSport.

Suntikan tiga angka yang membawa Pantai Gading menduduki posisi kedua di grup B. Koleksi angka mereka sama banyak dengan penguasa klasemen Angola, tetapi kalah produktifitas gol. Angola menang 2-1 atas Burkina Faso kemarin. Kemenangan itu membuat Pantai Gading lebih tenang.
“Orang-orang selalu berharap Pantai Gading bersinar. Tetapi, di Piala Afrika, selalu sulit melakukannya. Target kami kali ini adalah meraih kemenangan di final,” kata Francois Zahoui, pelatih Pantai Gading.

Dia menanggapi kejutan yang terjadi pada pertandingan sebelumnya di grup A dengan kalahnya Senegal oleh Zambia dan Guinea Equator menang atas Libya. Menurut dia, kondisi seperti itu harus diwaspadai Pantai Gading jauh sebelumnya. Termasuk memperhatikan calon lawan di babak berikut.
“Saya menyaksikan pertadingan Guinea Equator yang menang dan membuat Senegal kesulitan. Kami sudah memiliki latihan spesifik untuk menghadapi situasi-situasi seperti itu. Kami harus berpikir ke depan,” terang Zahoui.

Setelah Sudan, berikutnya Pantai Gading akan berhadapan dengan Burkina Faso pada 26 Januari mendatang. “Kami harus menang supaya bisa langsung memikirkan langsung pada babak berikutnya,” bilang tactician berusia 49 tahun itu.(ham/diq/jpnn)

Prediksi Kiprah PKS, PAN, dan PPP di Pilgubsu 2013

Tetap Gatot, Tatap Gus

MEDAN-Jelang Pilgubsu 2013 partai-partai yang berasaskan Islam juga mulai memetakan sosok yang akan diusung. Gatot Pujo Nugroho diprediksi tetap diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan koleganya. Sementara Partai Persatuan Pembangunan (PPP),  mulai menatap Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu.

Pertarungan dua nama ini sudah cukup terlihat. Perang popularitas Gatot dan Gus di Sumut pun kian terbuka. Memang masih 408 hari lagi, terhitung sejak hari ini (24/1), hari H pelaksanaan pencoblosan Pilgubsu 2013 akan dilaksa nakan, tepatnya pada 7 Maret 2013 mendatang. Namun, perhatikan program popularitas yang dimunculkan oleh kedua tokoh tersebut.

Gatot membatalkan pembelian helikopter senilai Rp50 miliar dialihkan untuk anggaran bantuan desa, kemudian meningkatkan dana bantuan operasional siswa (BOS) di Sumut mencapai Rp1,5 triliun serta pembangunan infrastruktur lainnya di sejumlah ruas jalan di Sumut. Dan tentu saja, mewujudkan pembangunan gedung serba guna yang sempat terkendala di empat kepemimpinan Gubsu. Sedangkan Gus, pada posisinya masih membuka diri dan bertarung dalam program kemasyarakatannya yakni lewat kredit mikro kecil melalui pendekatan kaum ibu. Komitmennya membawa kaum ibu menjadi penopang perekonomian keluarga sudah mulai terwujud dengan bukti sudah ada 60 ribu lebih kaum wanita bergabung dengan kredit mikro kecil di bawah Bank Sumut.

Tapi, ada yang berbeda antara Gatot dengan Gus. Bila Gatot sudah jelas merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedangkan Gus malah lebih dikenal dekat dengan Partai Golkar, bukan PPP.  Demikian analisis yang disampaikan pengamat politik Sumut, Ahmad Taufan Damanik, Senin (23/1). Menurut dia, kedua tokoh tersebut sangat ketat, hanya saja Gatot bisa menggeber kebijakan populisnya yang bisa meninggalkan jauh kekuatan kandidat lainnya.

“Gatot itu bisa disebut incumbent, apalagi sesaat lagi Gubsu yang lama akan divonis sehingga Gatot bisa menjadi Gubsu penuh,” ujarnya.
Dia menyebutkan, PKS, PPP, dan Partai Amanat Nasional (PAN) tentunya sudah memiliki garisan tertentu dari sejumlah partai. PKS yang dikenal sebagai partai kader tentunya akan mengusung kadernya, sedangkan PPP masih menunggu keputusan musyawarah wilayah (muswil) dan musyawarah kerja wilayah (mukerwil), berbeda dengan PAN yang sudah terang-terangan menyebutkan nama Syah Afandin alias Ondim menjadi kandidat Gubsu.
“Tapi ketiga partai tersebut tidak bisa maju sendiri, melainkan harus koalisi sehingga pencalonan ditentukan oleh elit partai koalisi,” sebutnya.
Ketika melihat sosok Ondim maju menjadi Gubsu, hal itu perlu dikroscek kembali oleh PAN. Selama ini, sosok yang dimunculkan belum begitu popular dan tak berbuat banyak di Sumut sehingga tak banyak yang mengenalnya. “Bisa jadi, PAN akan masuk ke koalisi PKS dengan jaringan Gatot di Pusat,” sebutnya.

Terpisah, Ketua DPW PPP Sumut, Fadly Nurzal Sag menyatakan, pencalonan Gubsu dari PPP diputuskan dua bulan sebelum pelaksanaan Pilgubsu. Begitupun, untuk keputusannya tetap melalui tahapan lobi-lobi politik karena masih ada obsesi yang belum terwujud hingga kini.
“Seperti mengutip istilah Mas Sigit PKS, koalisi partai Islam mesti ada pertemuan elit partai Islam terlebih dahulu untuk mewujudkan koalisi tersebut,” katanya.
Ketika disinggung dirinya maju sebagai kandidat Gubsu, Fadly menegaskan, untuk pencalonan Gubsu di PPP,  mekanismenya adalah mulai dari partai dan tetap diukur elektebilitasnya. “Saya kembalikan ke mekanismes partai saja,” ucapnya.

AY Belum Dikenal

Sementara itu, ketika disinggung mengenai nama Letjen AY Nasution yang bakal maju menjadi Cagubsu, Ahmad Taufan Damanik menegaskan, selama ini orang yang maju sebagai gebernur hanya terpaku pada bintang dua saja, sedangkan bintang tiga tidak ada. Kemudian, bila dilihat dari perolehan suara Pilgubsu periode lalu, Tri Tamtomo tidak bisa unggul. “Bayangkan saja, Tri Tamtomo sudah tiga tahun di Sumut, sedangkan AY Nasution hanya datang berkunjung sehingga kecil kemungkinannya bisa menang. Walaupun disebut-sebut akan diusung Partai Demokrat,” paparnya.

Lebih lanjut, Taufan menyebutkan ada kemungkinannya Partai Demokrat akan memilih koalisi dengan PKS di Sumut. Hal itu terbukti dari istilah, Partai Demokrat lebih memilih incumbent untuk membesarkan nama partai. “Jika koalisi tersebut terwujud, tentunya Gatot akan diposisi atas tinggal memutuskan calon wakil,” tegasnya.

Langkah AY memang sempat diprediksi bakal mulus. Disebut-sebut, ‘anak Medan’ kelahiran 26 Maret 1954 itu punya kedekatan personal dengan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie, yang tak lain adik kandung Ibu Negara Hj Ani Susilo Bambang Yudhoyono.

Adanya faktor kedekatan itulah, Pramono memberikan kepercayaan kepada AY untuk menduduki jabatan di pos yang cukup mentereng di jajaran TNI AD, yakni Pangkostrad. Sumber koran ini menyebut, jabatan sebagai Pangkostrad itu sekaligus akan menjadi kado bagi AY Nasution, sebelum memungkasi karir militernya.

Pengamat politik lokal, Jeiry Sumapouw di Jakarta, menilai, kedekatan dengan Pramono itu menjadi modal penting bagi AY Nasution untuk bisa mendapatkan tiket Demokrat, maju sebagai cagub Sumut.

“Kemungkinan itu sangat terbuka, apalagi Demokrat juga dikenal sebagai partai yang dekat dengan jajaran militer. Demokrat sudah biasa menggunakan kader militer,” ujar Jeiry Sumapouw, kemarin.

Kans AY Nasution sendiri, lanjut Jeiry, sangat kuat. Menurutnya, kondisi kekinian di Sumut sangat menguntungkan AY Nasution. Masyarakat Sumut, katanya, saat ini mendambakan pemimpin yang berkarakter dan berwibawa. Ini lantaran Gatot, dianggap sebagai sosok yang lemah. “Figur yang sekarang (Gatot, Red) sangat lemah, dukungan masyarakat lemah, dukungan politiknya juga lemah. Jadi, apa pun yang dilakukan akan kelihatan keliru. Gatot sendiri menjadi kurang pede,” ujar Jeiry.

Modal apa sih yang paling dibutuhkan untuk mendapat simpati dan dukungan masyarakat Sumut? Pria yang paham dengan konstelasi perpolitikan lokal karena intens mengamati pemilukada itu menjelaskan, khusus untuk Sumut, yang dibutuhkan kandidat adalah modal berupa basik kultural. Modal jenis ini, lanjutnya, hanya dimiliki orang figur-figur putra asli daerah.

“Dalam konteks Sumut, basis kultural yang kuat sangatlah penting untuk menjaga dukungan. Ambil contoh Gatot, meski punya ormas pendukung, tapi karena tidak punya basik kultural, dia tetap lemah,” urainya. Putra asli daerah, lanjutnya, bukan berarti dia selama ini harus berkarir di Sumut.

Sigit, Kenapa tidak?

Soal PKS, di legislatif partai ini mampu membentuk satu fraksi, dengan jumlah perwakilan sebanyak 11 kursi di DPRD Sumut. Jumlah tersebut merupakan terbanyak ke empat setelah Partai Demokrat Sumut sebanyak 27 kursi, Golkar 13 kursi dan PDI P 12 kursi. Sinyalemen Gatot akan kembali diusung, untuk perebutan tahta Sumut 1 oleh PKS cukup kuat. Dan itu sudah menjadi pembicaraan berbagai elemen masyarakat.

Pertanyaannya sekarang, apakah mantan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut ini, menjadi satu-satunya calon dari PKS yang “layak”, atau memang ada sosok lainnya yang tak kalah dengan Gatot, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas?

“Ya, sejauh ini Gatot masih memiliki peluang untuk kembali dicalonkan PKS. Berdasarkan jalannya pemerintahan yang dipimpinnya, juga cukup baik. Satu hal yang menjadi kelemahan Gatot, ya benar mengenai komunikasi yang tidak terbangun secara baik terhadap dewan. Itu disebabkan juga, kalau Gatot ini pada awalnya bukanlah seorang birokrat atau politisi. Awalnya adalah akademisi dan kemudian terjun ke partai,” urai pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Tasyrif Syam.

Tasyrif Syam menjabarkan, sosok yang setidaknya bisa dikatakan tidak kalah jika dibandingkan dengan Gatot adalah dedengkot PKS Sumut yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri. “Kalau sosok yang relatif sepadan dengan Gatot adalah Sigit Pramono. Bedanya soal senioritas,” ungkapnya.

Tapi Sigit Pramono adalah orang yang gagal, bahkan untuk kedua kalinya dalam perebutan kursi Medan 1. Apakah itu bisa ditolerir oleh PKS, kemudian Sigit yang pada akhirnya dipilih untuk maju? “Itu pilkada kabupaten/kota, ini lain. Ini pemilihan gubernur. Bisa saja yang kalah di kabupaten/kota, menang ketika bertarung di pemilihan provinsi,” tegasnya.

Tapi, sambungnya, jika dirujuk kembali dari nilai jual, Gatot lebih di atas Gatot. Artinya, Gatot akan lebih memiliki peluang, bila maju pada Pilgubsu 2013 mendatang. Berlanjut ke koalisi yang akan dijalin PKS pada Pilgubsu 2013 mendatang, Tasyrif Syam menilai, sejauh ini tidak ada sebuah kepastian arah koalisi yang akan terjalin, bukan hanya PKS tapi juga partai lain. “PKS berasaskan Islam, tapi belum tentu juga nantinya berkoalisi dengan partai-partai yang memiliki idealisme yang sama. Bisa saja, PKS berkoalisi dengan Demokrat atau Golkar, atau partai lain. Ini terus berubah, dan belum bisa dipastikan,” cetusnya.

Katakanlah Gatot benar diusung PKS, kemudian benar pula bila Gatot berkoalisi dengan Golkar, muncul apakah nantinya akan bersanding antara Gatot dengan Gus Irawan yang digadang-gadang akan maju jadi calon BK 1 dari Golkar dan siapa yang akan menjadi BK 2 nya? “Saya pikir, Gatot tidak mungkin kembali maju untuk orang nomor 2. Apalagi dengan situasi dan kondisi saat ini, sejak menggantikan Syamsul Arifin, Gatot lah yang jadi orang nomor satu. Itu nantinya, tergantung pembicaraan kedua partai pengusung. Sosok Gus Irawan ini, akan laris manis. Bisa saja, bukan dia yang mendaftarkan diri tapi malah Gus Irawan yang dipinang partai,” imbuhnya.  (ril/ari/sam)