25 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14122

Mencuri demi Uang Kuliah

Dua mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Medan masing-masing berinisial AHS (19), warga Jalan Pipit XIII Perumnas Mandala dan MFA (19), warga Jalan Jermal  VI Medan Denai, ditangkap polisi ketika sedang mengikuti ujian di kampusnya, Selasa (24/1).

Keduanya dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolsekta Percut Seituan karena terlibat mencuri sepeda motor Honda Supra bernomor polisi BK 2429 JR milik teman kuliahnya Yusuf (22), saat di parkir di kampusnya.

Tertangkapnya kedua mahasiswa berawal dari pengaduan Yusuf (22). Keterangan Yusuf saat itu dia sedang salat dan memarkirkan sepeda motornya. Kebetulan dia lupa mencabut kunci kontaknya. Tersangka AHS yang melihat kunci kontak sepeda motor tersebut masih tergantung tergiur dan membawa kabur sepeda motor tersebut. Selanjutnya, tersangka AHS mengajak temannya MFA keluar dari dalam kampus.

Saat  kedua pelaku hendak keluar ternyata pintu gerbang kampus telah ditutup sehingga keduanya gagal keluar dan menunggu kesempatan. Kebetulan ada mobil hendak keluar dari kampus, kedua pelaku langsung jalan beriringan dengan mobil tersebut dan akhirnya berhasil keluar dari kampus.

Tersangka AHS membawa kabur sepeda motor hasil curian tersebut ke kampung halamannya ke Serdang Bedagai. Setelah sepeda motor disimpan di rumahnya, tersangka AHS kembali ke kosnya di Jalan Pipit XIII Perumnas Mandala karena akan mengikuti ujian smester.

Sedangkan Yusuf segera melaporkan peristiwa tersebut ke pos satpam. Berdasarkan laporan tersebut, petugas satpam segera melihat rekaman gambar di kamera CCTV. Dari hasil rekaman  CCTV terlihatlah kedua tersangka yang mencuri sepeda motor tersebut.

Petugas satpam kampus bekerjasama dengan Reskrim Polsek Percut Seituan berhasil meringkus tersangka AHS dan MFA yang sedang mengikuti ujian semester di dalam ruang kuliahnya. Saat diringkus, awalnya kedua  mahasiswa tersebut tidak mengakui perbuatananya, namun setelah diperlihatkan hasil rekaman CCTV tersebut kedua pelaku tak berkutik lagi.

Saat diperiksa petugas, tersangka AHS mengaku awalnya tak ada rencana untuk mencuri sepeda motor, namun saat melihat kunci kontak sepeda motor masih belum dicabut oleh pemiliknya timbul niat pelaku untuk mencurinya.

“Semula tak ada rencanaku mencuri sepeda motor tersebut. Saat ku lihat kunci kontaknya masih tergantung, spontan timbul niat mencurinya,” tutur tersangka AHS. Menurut tersangka AHS, rencananya sepeda motor tersebut akan dijual dan uang hasil penjualan akan digunakan untuk membayar uang kuliah.

“Uang kuliahku tahun ini belum ku bayar,” tutur tersangka AHS.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Maringan Simanjuntak menjelaskan, kedua tersangka sudah mengakui perbuatannya sedangkan sepeda motor hasil curian akan segera dijemput ke rumah tersangka AHS. (gus)

Nuri Refani Latihan di Jakarta

MEDAN- Taekwondoin Sumut, Nuri Refani Siregar menjalani latihan di Pantai Indah Kapok Jakarta. Hal ini seiring dengan persiapan tim menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XVIII.

“Saya latihan Agustus 2010 lalu. Saya tinggal di rumah Lioe Nam Kiong yang merupakan pengurus Yayasan Universal Taekwondo Indonesia,” bilang Nuri Refani Siregar.

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Raja Imas Siregar dan Evan ini bertekad memberikan yang terbaik untuk Sumut. Nuri Refani Siregar akan bertanding di kelas bantam under  53 kg.

Terkait dengan lawan yang paling berat dihadapi di PON, Nuri menyebutkan semua lawan yang dihadapi telah memiliki kemampuan yang baik.  “Tapi, yang kita ketahui biasanya lawan yang paling keras dari taekwondoin asal Jawa,” ungkapnya.

Soal materi  latihan, Nuri menjelaskan semua materi yang diberikan sang pelatih itu semua sama. Hanya saja, menjalani latihan di Jakarta seluruh taekwondoin  bisa berbaur dengan daerah lain.

“Enaknya latihan di Jakarta. Kita dapat mengenal satu sama lain para taekwondoin dan berbagi cerita tentang pengalaman,” katanya.(omi)
bertanding. Pasalnya, yang menjalani latihan di Jakarta itu merupakan taekwodoin yang mempunyai kemampuan baik, “ terangnya.(omi)

PP Go International

MEDAN- Pemuda Pancasila (PP) bukan hanya eksis di Indonesia, tapi terus mengembangkan sayapnya hingga international. Hal ini membuktikan dan menunjukkan Pemuda Pancasila komit menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Saat ini Pemuda Pancasila sudah membuka perwakilan di Australia, Amerika Serikat, Kuala Lumpur dan Singapura.  Hal ini dikatakan Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumut Anuar Shah SE kepada 13 mahasiswa Soka University of America yang melakukan studi banding ke Sekretariat MPW PP Sumut, Jalan Thamrin No 94-A Medan, Sabtu  (21/1) lalu.

“Sejak lahir pada 1959, Pemuda Pancasila menjadi garda terdepan mempertahankan NKRI dari ancaman dalam dan luar negeri,” jelas Anuar Shah SE.  Tugas pokok dan menjadi tanggung jawab penuh, Pemuda Pancasila terus menjaga NKRI dari bahaya laten PKI yang ingin negara ini kacau balau.
Didampingi Dahroel Tamin (Sekjen), Wempie Saragih, Efrizal (Wasekjen), H Junaidi Pangaribuan (Ketua Bid Organisasi dan Keanggotaan) serta Firdaus (Pokja), Anuar Shah menerangkan, Pemuda Pancasila Sumut telah berjuang keras memberantas PKI di Sumut.
Dan perjuangan itu membuat kader terbaiknya tewas dianiaya dengan sadis.

Sebagai peringatan atas gugurnya kader-kader terbaik PP Sumut didirikan Tugu Ampera di Kampung Kolam, Tembung, Deli Serdang.  “Dua kader terbaik PP Sumut yakni Jacob dan Adlin Prawira tewas mengenaskan akibat kekejaman PKI,” jelas Anuar Shah yang akrab disapa Aweng ini.
Selain itu, PP Sumut komit melakukan pembinaan di bidang pendidikan yakni memberikan beasiswa bagi siswa kurang mampu. Hingga saat ini pemberian beasiswa terus berlangsung bagi 10 SMP, 10 SMA dan 5 untuk mahasiswa.

Kegiatan sosial dilakukan dengan pemberian bantuan saat hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Imlek dan lainnya. Dalam jangka tiga bulan, anggota PP Sumut diharuskan ikut donor darah untuk disumbangkan ke masyarakat kurang mampu.

PP Sumut juga komit bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba di daerah ini. “Narkoba sangat merusak bagi kawula muda.  PP Sumut merasa bertanggung jawab ikut memberantasnya melalui penyuluhan-penyuluhan di sekolah-sekolah maupun seminar-seminar,” tambah Aweng. Untuk membuktikan PP Sumut anti narkoba, tambah Aweng, bagi kader yang mau jadi ketua harus bebas narkoba dan lebih dulu dites urine.

Shane, pimpinan rombongan Soka University of America kagum dengan program-program yang dibuat PP Sumut tersebut. “Saya kagum dan salut terhadap program dan kegiatan yang dibuat Pemuda Pancasila Sumut ini,” jelasnya. (*/ade)

Silaturahmi PB ISMI Bentuk Panitia Mubes ke 3

MEDAN-Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI), mengadakan silaturahmi sesama pengurus dan tokoh-tokoh cendekiawan Melayu, Senin (23/1),  di Hotel  Madani Jalan Sisingamangaraja Raja Medan.

Pertemuan yang dipimpin langsung Ketua Umum PB ISMI, Prof Dr Ir Djohar Arifin MSc membicarakan rencana pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) PB ISMI ke-3 tahun 2012, dengan membentuk kepanitiaan yang terdiri dari, Penasehat Prof Dr H Mohd Hatta MA, Drs Abd Rahim MHum, Prof Dr T Khairunnisa, Said Abdullah SE.

Kemudian dilengkapi Stering Comite, Prof Dr Ir H Basyarudin, MS (Ketua), Prof Dr  Khairil Ansari, MPd (Sekretaris), beberapa anggota SC,yaitu Prof Dr Ir H Ahmad Rafiqi Tantowi, MSc, Dr H Abd Wahid, SpPD, Prof  T  Silvana Sinar, MA, Prof Dr H Tan Kamelo, Prof Dr H  Hasnudi, MSi, Dr H Arifinsyah, MAg, OK Iskandar, SH dan HM Nasir Akram, LC, MA.
Sementara Selaku Panitia Pelaksana/Organizing Comitte, Ketua, Prof.Dr.Ir.Ilmi Abdullah, M.Sc, Wakil Ketua Drs. Zainal Abidin. Sekretaris Azizul Kholis, SE, M.Si, Wakil Sekretaris A.Rahman Rais, SE,  Bendahara Drs. Haris Fadillah, M.Si dan Wakil Bendahara Drs Ansari Adnan.

Turut hadir dalam silaturrahmi tersebut Bupati Serdang Bedagai Ir H T Erry Nuradi MSi yang menyatakan dukungan sepenuhnya untuk pelaksanaan Mubes PB ISMI ke-3 yang rencananya dilaksanakan di Theme Park, Pantai Cermin, Serdang Bedagai.

Sementara itu Ketua Panitia Mubes PB ISMI ke-3, Prof Dr Ir Ilmi Abdullah MSc yang juga Rektor ITM didampingi Sekretaris Azizul Kholis SE MSi merincikan pelaksanaan Mubes diikuti oleh tiga propinsi yaitu, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau (Kepri), dan sembilan pengurus daerah Kabupaten/kota se- Sumut. Sedangkan kegiatan Mubes direncanakan pada minggu kedua Maret 2012.

“Kita berharap pelaksanakan Mubes nanti berjalan lancar dan seluruh tokoh-tokoh cendekiawan dapat hadir untuk memberikan pemikiran-pemikiran demi kemajuan Sarjana Melayu kedepannya,” ujar Prof. Ilmi. (*/ila)

PON Sumut Juara

Inalum FC vs PON Sumut

TANJUNG GADING: Partai puncak Inalum Cup 2012 telah berakhir, Rabu (24/1). PON Sumut kembali angkat tropi usai mengandaskan perlawanan tuan rumah Inalum FC dengan skor 6-1.

Laga final yang sangat menarik. Kedua tim awalnya sama-sama optimis untuk meraih hasil terbaik. Kubu PON Sumut mengusung semangat mempertahankan gelar  karena, di edisi sebelumnya mereka sukses jadi juara. Sementara bagi Inalum FC, mereka mengusung misi revans karena di partai final Inalum Cup 2011, mereka dikalahkan PON Sumut yang saat itu masih bernama Pra PON Sumut.

Tapi yang berhasil jadi terbaik di ajang ini adalah PON Sumut. Bermain taktis dari awal laga, mereka berhasil memberikan perlawanan sengit. Jalannya laga di babak pertama awalnya relatif berimbang. Setidaknya hingga 10 menit awal laga, serangan kedua tim berhasil dilancarkan. Hanya saja belum maksimal.

Hingga pada menit 19, PON Sumut yang lebih dulu sukses curi gol. Lewat aksi ciamik Edy Syahputra gol tercipta. Berada di kotak penalti, Edy dikawal bek Inalum FC, namun masih bisa mengontrol bola. Bola disonteknya dengan cerdik ke sudut kanan gawang yang dikawal Warsianto. Gol, skor 1-0 untuk PON Sumut.

Inalum FC bukannya tak melawan. Mereka beberapa kali tercatat memberikan perlawanan sengit. Hanya saja serangkaian serangan yang dilancarkan itu kerap kandas di kaki para bek PON Sumut yang berpostur tinggi besar. Salah satu yang sangat berpeluang jadi gol terjadi pada menit 22, saat Chris Ananda yang berdiri bebas di kotak penalti mendapat peluang emas. Sayang sontekannya masih melenceng.

Sayang, pada menit 25 malah PON Sumut yang menambah skor. Kali ini lewat pergerakan cepat Zulkifli yang sukses melewati pemain bawah Inalum FC. Ketika ada peluang, Zul melancarkan tendangan keras, tapi masih bisa diblok oleh Warsianto. Bola tak tertangkap dengan sempurna karena terlalu keras, dan menghasilkan rebound.

Nah, bola rebound itulah yang dimanfaatkan dengan baik oleh M Irfan yang sudah berdiri bebas di kotak penalti. Dengan sekali tendangan, bola masuk gawang Inalum FC untuk kali kedua.

Peran Warsianto dalam mempertahankan gawangnya memang cukup baik. Sayang serangan yang datang memang terlalu sering. Meskipun begitu, Inalum FC mampu kembali menyerang. Lewat trio Sonny Heriadi, Chris Ananda dan Ricky Silaban, serangan kerap dilancarkan. Tapi itu tadi, barisan pertahanan PON Sumut masih kokoh dan bermain dengan tenang.

Lagi-lagi, PON Sumut yang mampu menambah skor. Menit 44, giliran Syafri Koto yang unjuk gigi. Penyerang bernomor punggung 9 ini bebas di luar kotak penalti Inalum FC, dan ketika mendapatkan peluang, dia langsung tendanga bola dan masuk. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Inalum FC langsung menggebrak. Sonny Heriadi tercatat dapat peluang emas pada menit 55, namun tendangannya mampu ditepis oleh kiper PON Sumut, Ahmad Fauzi.

Asyik menyerang, Inalum FC kurang memperhatikan pertahanannya. Dan benar saja, lewat satu skema serangan balik, PON Sumut berhasil menambah pundi golnya. Kali ini yang beraksi adalah Zulkifli. Pada menit 57, golnya tercatat. Skor jadi 4-0.
Hanya berselang tiga menit kemudian, Edy Syahputra menambah pundi gol PON Sumut jadi 5-0. Edy berhasil memaksimalkan bola hasil kemelut di kotak penalti Inalum FC. Skor 5-0.

Menit 69, Inalum FC berhasil memperkecil ketertinggalan. Chris Ananda sukses memanfaatkan umpan silang menyusur tanah dari Ricky Silaban. Bola gagal dihalau bek PON Sumut, dan Chris Ananda berhasil memanfaatkannya jadi gol. Skor jadi 5-1.

Tak lama usai gol itu, laga makin panas. Beberapa pelanggaran keras terjadi. Buntutnya, wasit memberikan dua kartu merah langsung. Satu untuk Aples dan Inalum FC, dan satu lagi untuk Syafri Koto. Bahkan tak lama, M Solih dari PON Sumut juga diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Praktis, PON Sumut hanya diperkuat 9 pemain.

Tapi, dengan kekurangan pemain itu, PON Sumut malah mampu menambah skor. Kali ini lewat pemain pengganti, Bambang. Skor jadi 6-1. Dan skor itu berakhir hingga usai laga.

Usai laga, pelatih PON Sumut, Rudi Saari tampak sumringah. Namun Rudi mengaku timnya masih banyak kekurangan yang harus ditutupi sebelum main di PON. “Salah satunya stamina. Kami berharap para pemain mampu meningkatkan stamina, karena kita tidak tahu di PON nanti lawan bagaimana. Pasti mereka juga sudah sangat siap. Kita harus lebih baik dari sekarang,” katanya.

Sementara itu, kubu Inalum FC lewat manajer Indra Welly dan pelatih Ipung, mengaku sedikit kecewa namun cukup puas dengan hasil maksimal yang bisa diraih anak asuhnya. “Anak-anak sudah memberikan yang terbaik. Tapi kami memang kurang maksimal karena ada beberapa pemain yang tidak bisa dimainkan,” kata Indra Welly.

“Kalau secara permainan anak-anak sudah menerapkan instruksi. Tapi kami memang belum bisa meraih hasil maksimal. Kami juga melihat wasit kurang baik dalam memimpin pertandingan,” timpal Ipung.

Atas raihan ini, PON Sumut berhak mendapatkan Rp15 juta plus tropi tetap dan tropi bergilir, juga setifikat. Sementara Inalum FC mendapatkan hadiah Rp10 juta plus tropi dan sertifikat. (ful)

Chris Ananda Pemain Terbaik

PENYERANG Inalum FC, Chris Ananda yang merupakan putra daerah asli Tanjung Gading, dan putra dari salah satu pegawai PT Inalum Joni Silaen itu, berhasil menyabet gelar pemain terbaik di Inalum Cup 2012. Hasil ini menjadi salah satu pelipur lara, atas kegagalan Inalum FC meraih gelar utama.
Di samping itu, Chris juga merupakan pemain paling muda di turnamen ini, dengan usia baru 17 tahun. Pemilihan panitia terhadap Chris juga didukung pelatih Inalum FC, Ipung. Menurut Ipung, penampilan Chris sejak awal memang cukup dominan dan mampu membawa angin segar bagi timnya. Tentu saja di samping penampilan skuad yang lain, peran Chris dalam menopang serangan Inalum FC cukup baik.

“Saya setuju kalau Chris dipilih jadi pemain terbaik. Karena dia juga pemain paling muda di turnamen ini. Dia juga berperan dalam mencipta peluang atau bahkan mencetak gol,” kata Ipung.

Namun bagi Chris yang juga jebolan SSB Aldas Prima yang merupakan SSB milik PT Inalum, penghargaan ini sama sekali tidak disangka-sangkanya. Sejak awal, Chris hanya ingin menampilkan permainan terbaiknya. Dia juga ingin memberikan suguhan terbaik bagi publik Inalum yang sudah mendukung timnya.

“Jujur saja saya tak menyangka bisa jadi pemain terbaik. Tapi gelar ini saya persembahkan kepada semua pendukung di Inalum, dan semua pemain,” kata pemain kelahiran 9 Juni 1995 yang sepanjang turnamen, Chris berhasil membukukan dua gol dan satu assist tersebut.
Chris berhak mendapatkan hadiah berupa tropi, sertifikat dan uang pembinaan Rp1juta atas prestrasinya itu. (ful)

GAMKI Sumut Tetap Anak Kandung Gereja

Dilantik 27 Januari di Gedung Alpha Omega Medan

Pengurus baru Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumut periode 2011-2014 akan dilantik di Gedung Alpha Omega Jalan P Diponegoro Medan, Jumat (28/1).

Pelantikan Ketua DPD GAMKI Sumut Landen Marbun SH, Alfan Sihombing sebagai Sekretaris, Immanuel Saragih sebagai Bendaraha dan pengurus lainnya rencananya akan langsung dipimpin oleh Ketua Umum DPP GAMKI Michael Wattimena dan Sekum Hendri Sibarani.
Landen Marbun SH yang terpilih pada hasil Konferda November lalu di Parapat menegaskan bila ke depan, kepengurusan akan mengedepankan isi Mars GAMKI yaitu “Suka Memberi, Pantang Meminta” sebagai bentuk kemandirian organisasi.

Untuk itu, tim formatur berhasil menjaring pemuda/pemudi terbaik Sumut yang akan menjalankan roda organisasi pemuda Kristen terbesar ini. Diantaranya, Wakil Wali Kota Sibolga Marudut Situmorang, Ketua DPRD Dairi Delphi Ujung, Ketua Fraksi P Demokrat DPRD Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi (Ketua Panitia Pelantikan), Anggota DPRD Kabupaten Labura Marisi Hasibuan, Anggota DPRD Kota Medan Damai Yona Nainggolan, Anggota DPRD Taput Sahat Sibarani beserta sejumlah pengusaha muda, pendeta dan kaum muda yang enerjik.

“Artinya, GAMKI mencoba semaksimal mungkin untuk mandiri dalam segala hal, termasuk untuk kepentingan organisasi. Seperti gedung sekretariat tanpa meminta-minta kepada senioran,” tegas Landen di sela-sela gladiresik panitia, Senin (24/1).

Hal itu lanjutnya sudah dimulai sejak kepanitian pelantikan ini dengan terkumpulnya dana dari internal kepengurusan yang cukup untuk pelantikan di Gedung Alpha Omega dan rapat pleno yang akan dilaksanakan, Sabtu (28/1).

Selanjutnya, pengurus akan membangun organisasi dengan berkonsolidasi ke daerah-daerah sehingga GAMKI menjadi organisasi Kristen yang solid, profesional, cerdas yang bisa diandalkan gereja untuk berkontribusi terhadap program pembangunan bangsa.
Di sisi lain lanjut Landen, GAMKI siap mencuatkan kembali predikat sebagai ‘Anak Kandung Gereja’  yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Hal itu siap diwujudkan melalui program sederhana berupa kunjungan ibadah ke berbagai daerah. Hal itu dilakukan untuk membuka akses gereja dengan pemerintah, selain merangkul para pemuda gereja.

“Pemuda gereja akan diberdayakan oleh GAMKI. Pada pelantikan ini, pemuda gereja akan diajak, karena kelak mereka lah yang akan meneruskan kepemimpinan GAMKI ke depan,” jelas Ketua Fraksi PDS DPRD Medan ini. (*/jul)

Edy Berhasil Sabet Topskor

WING kanan tim PON Sumut, Edy Syahputra berhasil meraih gelar topskor usai membukukan 6 gol di turnamen Inalum Cup 2012. Gelar ini dipersembahkannya kepada kedua orang tuanya, Suyadi dan Ngatiyem.

Atas prestasi ini, Edy berhak mendapatkan tropi, sertifikat dan uang pembinaan senilai Rp1 juta. Tentu saja gelar ini disyukurinya, apalagi Edy memang sudah merencanakan ingin mencari gelar topskor di ajang ini.

Meski berposisi sebagai gelandang kanan, Edy berhasil membukukan 6 gol. Hal itu tentu saja nilai plus baginya. Dan pelatih juga mensupport agar Edy mencari gol sebanyak-banyaknya. “Tapi peran utamanya tetap sebagai seorang gelandang. Tapi dalam perburuannya mencari gol, kami dukung. Dan kawan-kawan satu timnya juga pasti mendukung,” kata Rudi Saari arsitek PON Sumut.

Edy sendiri mengaku puas targetnya tercapai. Pemain asal Binjai yang dibesarkan oleh klub PSKB Binjai ini, mempersembahkan prestasinya ini kepada kedua orangtuanya. Baginya, orang tua adalah sosok penting dalam karirnya sejauh ini. “Semua untuk orang tua Bang. Saya senang bisa meraih gelar topskor, dan saya persembahkan untuk mereka yang sudah membesarkan dan mendukung apa yang saya lakukan,” kata pemain kelahiran 10 April 1989 itu.
Ke depan, target Edy tentu saja bisa membawa nama baik Sumatera Utara di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan dilaksanakan di Riau. “Harapannya tentu kami bisa memberikan yang terbaik bagi Sumut di PON nanti. Kami berharap doa seluruh masyarakat Sumut,” tandasnya. (ful)

10 Unit Bangunan tanpa SIMB

085275116xxx

Pak wali kota, tolong tertibkan bangunan tampa Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) sebanyak 10 pintu (unit) di Jalan dr Mansyur Ujung Gang Melati.

Kami Koordinasikan

Terima kasih informasinya, kami sampaikan kepada pengirim SMS ini, kami dari Pemko Medan akan meneruskan persoalan tersebut ke Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB), karena masalah izin mendirikan bangunan ada di Dinas TRTB. Selanjutnya, untuk pemerintah kecamatan untuk terlebih dahulu memantau wilayah tersebut.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Segera Ditindak

Bangunan bermasalah tak boleh dibiarkan berdiri sembarang di Kota Medan. Karena setiap bangunan yang akan berdiri di wilayah Kota Medan berdasarkan Perda No.9/2004 tentang retribusi SIMB harus diurus. Apabila masih ditemukan tidak ada izin, sebaiknya Dinas TRTB langsung menindaknya.

Mengenai bangunan yang disebutkan tak berizin kami akan pantau terlebih dahulu. Selanjutnya, bila benar tak ada izinnya maka kami segerakan Dinas TRTB memberikan tindakan. Kemudian, Wali Kota Medan harusnya memberikan warning yang tegas kepada kepala Dinas TRTB untuk memberikan penindakan terhadap bangunan tak berizin.

Ahmad Arif
Anggota Komisi D DPRD Medan

Proton New Exora Star, Hadir di Indonesia Dibanderol Rp154 Juta

Proton Edar Indonesia (PEI) kembali meluncurkan MPV andalannya, Exora dengan tiga varian sekaligus. Salah satu varian yang sudah diketahui, yakni Exora Star bertransmisi matik (sebelumnya hanya transmisi manual), yang akan hadir di Indonesia Kamis (26/1), di kantor pusat kawasan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Sedang dua varian lainnya, lebih pada in car entertaiment, sama seperti Exora Executive dan Supreme (keduanya sudah tidak dipasarkan lagi) dengan menambah layar monitor di atap baris kedua, lapisan bahan kulit dan penambahan body kit.”Semua body kit dan fitur yang terdapat pada produk baru merupakan produk lokal,” kata GM Marketing PT PEI Mazlan Mohd Zein, Selasa (24/1).

Untuk jantung pacu, PEI tidak melakukan perubahan apapun. Mesin Campro 4 silinder segaris berkapasitas 1.6-liter dengan tenaga 125 PS dan torsi 150 NM masih tetap berada di balik kap mesin.

Soal harga belum disebutkan, tapi sebagai patokan Exora Star dijual Rp154 juta.

Produk andalan produsen mobil asal Malaysia ini, pertama kali diperkenalkan ke publik nusantara pada Juli 2009 lalu dan langsung menggaet perhatian konsumen Tanah Air.

Exora Star yang kini beredar di pasar sudah menganut sistem jok depan dengan penyetel ketinggian kaki, kemudi power steering dan power window, serta spion elektrik. Sistem audio sudah double DIN, dengan fitur pemutar CD, radio dan koneksi USB.

Exora Star dikenal memiliki handling yang baik. Hal ini berkat pengembangan kerjasama dengan Lotus. Itu bisa dilihat dari logo Lotus Ride & Handling di pintu belakang Exora. Fitur keamanannya, Exora telah menganut rem cakram di depan yang dilegkapi Anti-lock Brake System (ABS). Selain itu juga terdapat EBD dan dual SRS airbag.

Mobil ini juga terbilang pengkonsumsi bahan bakar irit untuk mobil dengan kapasitas silinder 1.6 liter. Mobil ini meminum bensin 9,4 liter per 100 km, untuk pemakaian di dalam kota. Jadi, kita tunggu saja. (net/jpnn)