26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14124

Lira Medan: Bob Paling Bertanggung Jawab

Dugaan Korupsi Parkir Rp24 M

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) kembali didesak untuk segera menuntaskan pengusutan dugaan korupsi retribusi parkir di Dinas Perhubungan (Dishub) Medan. Kali ini desakan itu disampaikan Wali Kota Lira Medan, Ganda Manurung ST MBA.

Kepada wartawan koran ini, Senin (23/1) di Graha Lira Medan, Jalan AR Hakim, Ganda mengatakan, dugaan praktik korupsi retribusi parkir sudah sangat jelas. Karenanya dia meminta Kejatisu segera menetapkan tersangkanya. “Karena disinyalir retribusi ini tidak sesuai jumlah yang dikutip dari masyarakat de ngan jumlah yang disetorkan ke kas daerah Kota Medan,” ujarnya.

Ganda mengatakan, untuk menuntaskan kasus ini Kejatisu harus memeriksa kembali Kadishub Medan, Syarif Armansyah ‘Bob’ Lubis, dan Kabid Parkir Pahmi Harahap. Menurutnya, kedua pejabat tersebut merupakan pihak yang paling bertanggung jawab.

“Kadishub Medan dalam masalah ini adalah orang yang paling bertanggungjawab, apakah dana itu disetorkan atau tidak. Intinya kita minta pada Pidsus Kejatisu, untuk benar-benar mengungkap penyelewengan retribusi parkir itu,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, bukan hanya dugaan korupsi retribusi parkir yang diusut, Kejatisu juga harus mulai menyelidiki dugaan korupsi dana perawatan traffic light yang pemberitaannya sudah ramai di media. “Bukan hanya retribusi parkir saja saya rasa. Tapi kasus traffic light juga diduga bermasalah. Kita menegaskan agar dua kasus ini segera diselesaikan secara hukum. Karena Lira Medan akan mengawal dan memantau terus perkembangan kasus ini,” ucapnya.

Selain Kejatisu, Ganda juga meminta Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, untuk segera mengevaluasi Syarif Armansyah Lubis sebagai Kadishub Medan. Dua kasus yang menjadi sorotan publik itu, lanjutnya, bisa dijadikan dasar evaluasi.

Berita sebelumnya, Kadishub Medan, Syarif Armansyah Lubis, membantah dugaan korupsi tersebut. Dia juga membantah telah diperiksa oleh Kejatisu. Padahal Kasi Penyidikan Kejatisu, Jufri Nasution SH, dan Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare, memastikan telah memeriksa 19 pejabat Dishub Medan, termasuk Syarif Armansyah Lubis. (rud)

Hindari Baju Hijau, Agar Selamat di Tahun Naga

Sudah banyak yang membahas kalau Tahun Naga Air menjadi tahun gemilang. Perekonomian cenderung me ningkat, tidak seperti Tahun Kelinci (tahun lalu) yang labil. Namun, segemilang itukah Tahun Naga Air ini?

Suhu Atek, peramal di Medan, mengingatkan agar warga tetap berpinjak di tanah. Maksudnya, jangan terlalu tinggi berharap dan bermimpi karena Tahun Naga Air juga memiliki sisi yang tak baik. Ditemui Sumut Pos di kediamannya, Jalan Danau Lindu No 15 Medan.

Suhu Atek mengatakan sisi keamanan dan ketertiban akan mengalami ujian karena sisi ekonomi yang berkembang bagus.
“Pada Tahun Naga Air ini, potensi tindak kriminalitas akan mengalami peningkatan. Sejalan dengan itu, kecelakaan lalu lintas juga diprediksi akan mengalami peningkatan cukup signifikan,” katanya, Senin (23/1).

Dalam hal keamanan dan kenyamanan serta keselamatan, Shio Naga Air di tahun ini tidak bersahabat dengan orang-orang yang bershio Kuda, Harimau, Monyet, Tikus serta yang bershio Anjing. Yang paling riskan atau rawan, dalam sisi keamanan dan keselamatan adalah bagi orang yang yang bershio Anjing dan Naga. Terlebih, bagi orang-orang yang memasuki usia 59 dan 49 tahun. “Tahun ini juga tahun jahat bagi orang-orang yang shionya bertentangan dengan Naga. Yang tidak cocok atau serasi adalah orang yang lahir dengan Shio Anjing, Kuda, Monyet, Tikus, dan Harimau. Bisa mengalami kesialan,” urainya.

Tapi, bukannya kesialan itu tidak bisa diantisipasi atau dihindari. Maksudnya, ada hal-hal yang bisa dilakukan orang yang bershio-shio yang disebutkan tadi. Yakni, menggunakan pakaian berwarna Kuning. Secara filosofi warna kuning adalah warna yang dihormati oleh Naga. Dianjurkan juga untuk tidak menggunakan baju berwarna hijau. “Kalau pakai pakaian warna hijau juga tidak baik dan bisa terkena kesialan. Karena warna hijau itu berlaga dengan warna naga yang juga hijau,” ungkapnya.

Meski begitu, Suhu Atek sepakat kalau Tahun Naga secara umum dianggap sebagai tahun gemilang. “Unsur air di Tahun Naga ini adalah lambang kemakuran dan kesejahteraan. Atau bisa disebut juga, tahun berkah. Bidang yang memiliki kebaikan adalah bidang ekonomi dan itu secara menyeluruh, baik pertanian, industri, perdagangan atau niaga dan sebagainya,” jelasnya.

Hanya saja, kendati perekonomian akan beranjak naik atau meningkat pada sisi pertumbuhannya, namun bukannya tanpa proses. Dalam arti kata, peningkatan pertumbuhan perekonomian yang ada baik untuk Medan dan Sumut, dari semua sektor akan berjalan secara perlahan. “Perkembangannya secara bertahap. Tapi akan tercapai, ekonomi masyarakat juga meningkat,” cetusnya.

Bagi masyarakat Kota Medan dan Sumut, yang ingin mencari peruntungan pada tahun ini, khususnya dalam berniaga atau berbisnis, sebaiknya memulai usaha dengan hal-hal yang berkaitan dengan unsur air atau minyak. “Selain itu sepertinya akan sulit berkembang,” prediksinya.

Khusus untuk Kota Medan, menurutnya daerah yang potensial untuk pertumbuhan dan perkembangan bisnis perumahan atau properti, terletak di bagian Utara dan Selatan Kota Medan.

Untuk daerah Barat dan Timur Kota Medan, lebih baik untuk pembangunan infrastruktur.

“Untuk bisnis, pada prinsipnya juga tidak semua shio akan beruntung atau sial. Semuanya berdasar tanggal, bulan serta hari lahirnya,” paparnya.
Sedangkan untuk Sumatera, termasuk Sumatera Utara, menurut prakiraan sepanjang tahun ini berpeluang akan terjadi gempa. Dan gempa yang akan terjadi, dimungkinkan akan terjadi selama dua kali. “Secara detil, asal, kapan dan kekuatan pasti gempanya, saya belum bisa memprediksi atau memastikan. Tapi, dari penerawangan yang saya lakukan, gempa yang terjadi sebanyak dua kali di Sumatera dan goncangan terasa sampai ke Medan. Berbicara kemungkinan, bisa terjadi di Aceh atau Padang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Perwakilan Umat Buddha (Walubi) Medan, Sutopo menuturkan, dalam tradisi fengshui memang Naga Air ini identik dengan tahun penuh kemakmuran. “Sebenarnya setiap tahun itu pasti istimewa, tidak ada tahun yang tidak baik, tidak baik itu kalau kita berbuat hal yang buruk misalnya membuat makhluk lain itu menderita,” terang Sutopo.

Dikatakan Sutopo, dalam tradisi disebut kalau tahun ini kemakmuran, namun sebaiknya masyarakat tidak mempercayai ramalan begitu saja. “Iintinya kalau kita mau sukses maka tetap harus bekerja keras dan berusaha,” tegas Sutopo.

Begitu juga dengan Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Indra Wahidin, menyebutkan kalau sebenarnya semua tahun itu merupakan tahun baik. “Sebenarnya bukan tahun ini saja tahun baik, setiap tahun pada prinsipnya itu tahun baik. Tapi kita hanya mengharapkan di tahun ini semua masyarakat bisa hidup harmonis, seperti ramalan tahun naga air kalau tahun ini penuh kebahagiaan dan kemakmuran bisa ditingkatkan,” terang Indra.
Begitupun, masih ada masyarakat tionghoa yang masih mempercayai ramalan di tahun naga air, seperti Humas Persaudaraan Muda Mudi Vihara Borobudur Medan, Adi mengatakan kalau di tahun ini memang dipercayai lebih baik dari tahun sebelumnya. “Tahun ini memang identik dengan tahun kemakmuran, investasi apa saja dipercayai bisa sukses, selain itu juga tahun ini penuh kebahagiaan namun ada sisi buruk di tahun ini karena bencana besar akan terjadi, seperti banjir dan lainnya,” terang Adi.

Begitupun, menurut Adi, tak semua masyarakat di tahun ini merasakan kemakmuran, sebab, setiap manusia memiliki shionya sendiri, sehingga kalau shionya baik di tahun ini pasti ramalan ini akan dirasakan oleh yang bersangkutan. “Namun, tergantung dari shionya sendiri jugalah. Kalau shionya juga memiliki keberuntungan di tahun ini atau tidak,” terang Adi.

Sedangkan Bikhsu Mansheng di Vihara Maitri Jalan Gandhi, Medan Area menjabarkan kalau di Tahun Naga Air, dipercaya masyarakat akan mendapat rezeki, kewibawaan dan  kebijaksanaan. “Akan mendapatkan itu semua kalau sejalan dengan perbuatan,” jelasnya disela-sela sembahyang bersama umat.

Medan Lengang

Di Kota Medan, suasana Imlek kemarin cukup menyenangkan. Pasalnya, kemacetan nyaris tak ada di setiap sudut kota. Pantauan Sumut Pos di jalan-jalan dan persimpangan yang dilalui, sejak pukul 09.00 WIB, jalanan lengang. Kendaraan yang melintas, terlihat hanya sesekali. Sementara, di persimpangan Jalan Letda Sujono-HM Yamin-Williem Iskandar-Aksara yang biasanya macet hingga beberapa meter, ternyata itu tidak terlihat. Begitu pula yang terlihat di persimpangan Padang Bulan-Ngumban Surbakti-AH Nasution.

Pun, pada perayaan malam Imlek. Suasana benar-benar terjaga. Hal itu tidak terlepas dari pengamanan yang dilakukan petugas kepolisian yang pada tahun ini mengerahkan 852 personel di 119 vihara yang ada di Kota Medan. “Aman dan kondusif,” ujar Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga saat dikonfirmasi, Senin (23/1) siang. Dikatakannya, penjagaan digelar selama 3 hari. Mulai Minggu (22/1) hingga hari ini Selasa (24/1). (ari/adl/gus/mag-5)

BUMN Incar Inalum

JAKARTA-Proses pengambilalihan Inalum terus bergulir. Para pihak yang ingin berpartisipasi pun mulai pasang kuda-kuda, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, sebagai aset milik negara, dirinya berharap agar pengelolaan Inalum bisa dilakukan oleh BUMN yang merupakan representasi negara. “Menurut saya, sebaiknya (pengelolaan Inalum) diserahkan ke BUMN,” ujarnya akhir pekan lalu.

Menurut Dahlan, dua aset utama Inalum, yakni pabrik aluminium dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan II 600 megawatt (MW), akan sangat baik jika bisa dikelola oleh BUMN. “Bisa PLN, bisa juga BUMN tambang seperti (PT) Antam atau (PT) Timah,” katanya.

Sebagaimana diketahui, kepemilikan Inalum saat ini terbagi antara pemerintah Indonesia (41,12 per sen) dengan konsorsium swasta-pemerintah Jepang yang tergabung dalam Nippon Asahan Alumunium (58,88 persen). Berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 7 Juli 1975 di Tokyo, pengaturan kerja sama tersebut akan berakhir pada Oktober 2013.

Dalam skema pemerintah, kontrak tersebut tidak akan diperpanjang. Artinya, pemerintah akan mengambil alih kepemilikan saham pihak Jepang, sehingga 100 persen saham Inalum akan dikuasai pemerintah Indonesia. Rencananya, pengambilalihan akan dilakukan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Dana Rp2 triliun pun sudah disiapkan dalam APBN 2012 sebagai modal awal untuk mengakuisisi Inalum.

Dahlan mengakui, nantinya PIP akan melakukan tender untuk menentukan siapa pengelola Inalum. Selain BUMN, pihak pemerintah daerah juga sudah menyatakan minat untuk ikut tender dengan menggandeng swasta.

Menurut Dahlan, jika nanti PLN muncul sebagai pemenang tender, maka PLN akan mengelola PLTA Asahan II, sedangkan pabrik pengolahan aluminium akan dikerjasamakan dengan BUMN lain seperti Antam atau Timah. “Tapi, jika yang menang Antam atau Timah, ya terserah mereka,” ujarnya.
Dahlan menyebut, pengelolaan PLTA Asahan II oleh PLN akan sa ngat strategis. Menurut dia, sejak menjadi dirut PLN, dirinya sudah memiliki rencana untuk menggabungkan listrik Asahan dengan listrik di sistem kelistrikan Sumatera. “Jika bisa diintegrasikan, maka listrik Sumatera akan sangat kuat,” katanya.

Sementara itu, penguasaan pabrik alumunium Asahan akan memiliki arti strategis bagi Indonesia. Saat ini, Inalum memproduksi sekitar 250.000 ton alumunium per tahun, 150.000 ton diekspor ke Jepang dan 100.000 ton sisanya dipasarkan di dalam negeri. Padahal, kebutuhan alumunium dalam negeri mencapai 300.000 ton, sehingga selama ini Indonesia harus mengimpor aluminium sekitar 200.000 ton setiap tahunnya. (owi/jpnn)

Megawati Ultah, Taufik Penyambut Tamu

JAKARTA-Suasana kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (23/1), terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejumlah mobil tampak berdatangan menjelang tengah hari. Ada apa? Tentu saja itu tidak terkait dengan datangnya tahun baru imlek yang dirayakan etnis Tionghoa.

Megawati rupanya ternyata punya hajat sendiri. Mantan presiden kelima yang juga Ketua Umum PDIP itu rupanya tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-65. Untuk itu, Megawati berkumpul dengan seluruh keluarga besar dan mengundang sejumlah kolega.

“Hanya kumpul dan makan siang bersama saja,” kata Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo yang hadir dalam acara tertutup itu.
Menurut Tjahjo, Megawati memang tidak membuat acara khusus yang meriah. Sekalipun terkesan sederhana, kegembiraan terlihat memancar dari wajah Megawati.

Apalagi, anak cucunya juga ikut bergabung. Di antaranya, ada Puan Maharani dan Prananda Prabowo.Taufik Kiemas, suami tercinta, juga semakin terlihat fit setelah pada 16 Desember 2011 menjalani operasi penggantian baterai pada alat pacu jantungnya di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat. “Pak Taufiq juga ikut sibuk menyambut tamu-tamu,” tutur Tjahjo yang sejak 13 Januari resmi digantikan Puan untuk posisi Ketua Fraksi PDIP di DPR.
Di luar keluarga besar, hadir beberapa fungsionaris DPP dan anggota Fraksi PDIP di DPR. “Tamu sahabat Megawati di luar keluarga hanya terlihat Surya Paloh (pendiri ormas Nadsem), Jenderal Pol (purn) Dai Bachtiar (Kapolri di era Megawati) dan Djan Faridz (Menteri Perumahan Rakyat saat ini, Red),” kata Tjahjo.

Beberapa mantan menteri di zaman pemerintahan Megawati juga datang memberikan selamat. Sayangnya, Tjahjo memilih untuk tidak menyebutkan siapa saja mereka. “Nama-namanya tidak usah disebutkan saja,” ujarnya, lantas terkekeh.

Secara keseluruhan, lanjut dia, acara berlangsung secara santai. Megawati memilih mengenakan blus dari bahan batik. Sedangkan, Taufik tampak mengenakan pakai baju lengan panjang bermotif garis-garis. “Tidak ada acara formal, seperti sambutan dari keluarga. Itu tidak ada,” kata Tjahjo. Lantas, menu makan siang yang disajikan apa saja? “Ada sate padang, pecel,  mie bakso, dan es campur,” jawabnya.

Mega lahir dari pasangan Soekarno-Fatmawati pada 23 Januari 1947 di Jogjakarta. Saat ultah ke-64 tahun lalu, Megawati merayakannya bersama seribu ibu hamil di kawasan Bogor, Jawa Barat. Sementara itu, untuk ultah tahun 2010, Megawati menggelar syukuran dan pengajian di kediamannya, Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan.

Ketika itu, hadir Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, dan Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaifuddin beserta Farhan Hamid. Ada juga para pejabat di era Megawati. Di antaranya, mantan Menteri Pertanian M Prakosa, mantan Menperindag Rini Suwandi, dan mantan Kepala BIN Hendro Priyono. Turut hadir Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, mantan Ketua MK Jimly Ashidiqie, dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi.
Seorang petinggi DPP menceritakan seperti halnya ultah Taufik Kiemas ke-69 pada 31 Desember lalu, perayaan ultah Megawati kali ini juga digelar biasa-biasa saja. Ini disengaja mengingat kondisi Taufik Kiemas yang masih membutuhkan banyak istirahat.

“Memang kondisi Pak Taufik sudah fit. Tapi, kalau bikin acara yang agak  sedikit meriah, keluarga khawatir Pak Taufik kelelahan dan fisiknya malah ngedrop,” kata pria yang menolak namanya dikorankan itu. (pri/jpnn)

Berkah, Lahirkan Empat Bayi Sekaligus

Pasangan Jhon Piter Manik (38) dan Sonta Ria Nababan (39), warga Jalan Penerbangan Gang Tani Baru I, Padang Bulan ini merasa lega. Pasalnya, setelah empat tahun berumah tangga, akhirnya mereka dikaruniai anak. Tidak tanggung-tanggung, kemarin mereka mendapat empat anak sekaligus.

“Saya dan istri tidak ada bermimpi tentang kelahiran anak kami ini. Saya tak menyangka istri saya bisa melahirkan empat anak dan ini merupakan anak pertama kami,” kata Jhon Piter Manik.

Piter menerangkan, dari empat anaknya itu tiga berkelamin perempuan dan satu laki-laki. Semuanya lahir di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Stella Maris di Jalan Samanhudin/Jalan Multatuli, Senin (23/1). Tak hanya itu, kelahiran anak pertama pasangan ini bertepatan dengan Hari Raya Imlek, kemarin.

Pengakuan Jhon Piter Manik saat berada di Lantai I RSIA Stella Maris, dia dan istrinya sudah lima tahun berpacaran dan sudah empat tahun menjalani bahtera rumah tangga.

Dijelaskan pria yang bekerja di Excelso Coffee, Sun Plaza, Ground Floor Zone C18 ini, mendapat anak kembar empat adalah berkah dari Tuhan. “Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang karena Dia memberikan empat anak sekaligus dimana kami sudah cukup lama menunggu anak. Saya berpikir, Tuhan itu menggandakan empat bayi sekaligus kepada kami,” bebernya sambil tersenyum kecil.

Jhon Piter Manik menambahkan, bayinya ini merupakan bayi inseminasi (memasukkan sperma laki-laki ke dalam rahim wanita menggunakan alat) atas permintaan dirinya sendiri. “Saya dan istri saya sepakat dengan kata dokter bahwa istri saya mempunyai tiga kantong dalam rahimnya tapi sel sperma harus disuntikkan ke rahim istri saya. Saya senang dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan,” ujarnya dengan wajah senang.

Sementara itu, dokter yang menangani persalinan hingga proses kelahiran anak dari Sonta Ria Nababan, dr Binarwan Halim SpOG (K) yang didampingi dr Rasyidah SpA dan dr Bugis Mardina SpA mengaku, keempat bayi itu lahir sehat dan harus dilakukan operasi kepada si ibu. “Si ibu terpaksa dilakukan operasi karena usia kandungannya sudah sembilan dan si ibu juga tadi malam (Minggu 22/1, Red) sudah memasuki kontraksi. Karena si ibu sudah kontraksi makanya terpaksa harus operasi karena tidak mungkin lahir normal,” jelasnya.

“Bayinya lahir dengan sehat dan beratnya pun normal. Si ibu terpaksa harus menjalani perawatan karena kondisi si ibu belum fit betul,” tambahnya.(jon)

Empat Bayi dalam Enam Jam

Pukul 07.00 WIB
Bayi pertama dengan kelamin perempuan, berat badan 2130 gram dan panjang 46 cm

Pukul 09.00 WIB
Bayi kedua dengan kelamin perempuan, berat badan 2035 gram dan panjang 43 cm

Pukul 12.00 WIB
Bayi ketiga dengan kelamin perempuan, berat badan 1860 gram dan panjang 43 cm

Pukul 13.00 WIB
Bayi keempat dengan kelamin laki-laki, berat badan 2500 gam dan panjang 47 cm

Sumber : RSIA Stella Maris dan ayah bayi.

Ludah, Mie, DPR

Oleh: H Affan Bey Hutasuhut
Wakil Pimpinan Umum Sumut Pos

Sekarang ini kan khalayak makin kencang mencibir gaya hidup mewah anggota dewan  di Senayan. Sudahlah kerap mangkir, gaji besar, fasilitas makin wah, tapi bukannya malah tambah pintar berkaca. Masak harga satu kursi di ruang rapat Banggar har ganya sampe Rp24 juta. Kalau mau hidup serba mengikilap, sono jadi selebritis aja dah.

Di tengah orang masih bersungut-sungut, hidup ala selebritis ini rupanya, menular juga ke   wakil rakyat di Gedung DPRD Sumut. Setiap hari kerja tampak berderet mobil mengkilap-meski tidak sekelas Senayan yang ada harganya diatas Rp1 miliar – berjejer di areal parkir. Stelan busana yang dibalut dengan jas yang harganya rata-rata diatas Rp3 juta, membuat tampilan mereka semakin keren.  Apa lagi cincin di jari sebagian mereka tampak kemilau karena bertahtakan berlian.

Aroma pun semerbak mewangi begitu memasuki ruang kerja yang mulia ini. Kalau mau fit, ada berbagai fasilitas olahraga yang berkelas. Kening berkerut karena capek memikirkan nasib rakyat, arahkan saja mata ke taman asri yang berada di areal gedung.

Sayangnya, karena kondisi kantin di gedung  ini malu-malui, sebagian besar mereka ogah makan siang di situ. Namanya ‘selebritis’, tentu tak pantas makan di ruang pendinginnya cuma kipas angin, duduk di kursi plastik, penjual dan pelayannya pun selalu berpeluh. Makanya, hanya beberapa saja yang mau minum di warung kopi seraya berbincang dengan wong cilik.

Sebenarnya virus yang merayap di tubuh mereka ini memang belum sedahsyat sejawatnya di Senayan. Dan kita pun tak ingin pula hidup wakil rakyat ini nyaris sama penderitaannya dengan warga miskin. Cuma takutnya, kalau pola hidup konsumtif ini remnya blong, bisa berabe.

Kata orang pandai, perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang mengkonsumsi sesuatu secara berlebihan dan tidak terencana terhadap jasa dan barang. Dan yang dikonsumsi itu bisa saja kurang atau bahkan tidak diperlukan. Sikap ini terjadi lebih banyak karena didorong nafsu untuk memuaskan kesenangan.

Semoga wakil rakyat ini belum terjebak kepada pola hidup konsumtif ini. Kalau pun ada yang, ya merenung lah. Pantaskah fasilitas gedung dan gaya hidup mewah, sementara rakyat masih hidup seadanya. Data BPS Sumut mengungkapkan bahwa jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara hingga September 2011 masih bertengger diangka 1.421.400 orang (10,83 persen).. Penghasilannya pun hanya sebesar Rp263.209, per kapita per bulan.

Karena itu, jangan heran kalau mereka datang beramai-ramai naik angkot atau truk untuk menyampaikan aspirasi ke Gedung Dewan. Kalau tuntutan belum tersalurkan mereka bisa seharian tidur-tiduran di emperan gedung yang mengkilap. Atau menginap di tenda yang dipasang di halaman gedung. Sesekali terlihat omak-omak menyusui atau melap ingus anaknya yang terus meronta. Ada pula yang seenaknya membuang ludah atau sampah pembungkus makanan.

Jangan marah, itulah kehidupan mereka yang sesungguhnya. Tugas kita bersamalah yang mengangkat harkat hidup mereka. Ini bisa berjalan, kalau yang bekerja adalah nurani, bukan segala fasilitas mewah itu. Gaya hidup serba wah jangan-jangan bisa membuat kita malah lupa dan bahkan jijik melihat orang kampung yang tinggal nun jauh di dusun. (*)

Sheila Marcia Kabur dari Infotainment

Setelah foto-foto nakalnya menyebar, Sheila Marcia langsung menutup diri. Misalnya, saat baru-baru ini ada pagelaran busana, Sheila urung tampil mengisi acara karena takut melihat banyaknya awak infotainment yang berkumpul di lokasi acara. Sheila dan suaminya, Kiki Mirano serta ibunda, Maria Cecilia Joseph langsung kabur.

Situasi ini diakui oleh Maria Joseph. Beredarnya foto-foto syur bikin Sheila tidak tenang dan terganggu. Namun, perlahan keadaan mulai membaik. “Sekarang Sheila sudah baik-baik. Lebih fokus mengurus kehamilannya,” ungkap Maria, saat dihubungi Rakyat Merdeka (grup Sumut Pos).

Maria tidak habis pikir kenapa masih ada orang yang tega mengusik kehidupan pribadi Sheila yang memang berulang kali diterpa gosip. “Itu perbuatan orang jahat. Mereka mengotori hatinya sendiri, nggak ada puas-puasnya. Sementara kami hanya ingin hidup damai,” tutur Maria.

Foto-foto yang beredar, menurut Maria, merupakan foto lama yang sudah jadi masa lalu untuk Sheila. Dia pun yakin hal ini tidak akan sampai menimbulkan masalah. “Semua itu hanya ada di masa lalu. Semoga mereka yang berbuat jahat diampuni Tuhan,” ucapnya.

Seperti diketahui, foto-foto syur terbaru menampilkan Sheila di sebuah kamar mandi. Ia bergaya di atas wastafel dan hanya mengenakan kaos abu-abu tanpa lengan. Beberapa foto sedang bersama dengan Zack Lee, suami Nafa Urbach.

Menurut Zack Lee, dia dan Nafa tak terganggu dengan foto itu. Meski pun si penyebar mungkin menganggap foto itu sebagai bukti adanya hubungan gelap antara dia dan Sheila.

“Aduh, foto biasa saja itu, tak menunjukkan apa-apa,” ungkapnya, akhir pekan lalu. (bcg/rm/jpnn)

Kopi Indonesia Belum Dapat Tempat di Hati Rakyat

Walau sebagai penghasil ketiga terbesar, ternyata kopi Indonesia belum mendapatkan tempat khusus di hati penikmat kopi. Padahal, cita rasa atau kualitas kopi yang berasal dari Indonesia tak beda jauh dari kopi asal Brazil dan Vietnam.

MEDAN-Saat ini, posisi kopi asal Indonesia masih berada pada posisi komersial, bukan pada posisi spesial. Padahal, banyak provinsi yang ada di Indonesia sudah menghasilkan kopi.

“Dari Aceh hingga Papua, kita produksi kopi, tetapi pengetahuan kita akan kopi masih rendah,” ujar Marketing and Training Officer Asosiasi Kopi Special Indonesia, Resianri Triane di Medan, Jumat (20/1).

Menurutnya, sebagai penghasil ketiga terbesar di dunia, kopi asli Indonesia sangat terkenal di dunia Internasional, tetapi masyarakatnya sendiri tidak mengenal rasa asli dari kopi itu sendiri. Hal ini dimungkinkan, kebiasaan masyarakat kita yang meminum kopi instant, atau yang terbiasa minum yang disediakan di warkop. “Kalau itu kan sudah banyak campuran, jadi tidak heran bila kita tidak mengenal rasa kopi kita sendiri,” tambah Resi.
Selain masyarakat yang belum familiar dengan kopi dalam negeri, para petani juga tidak mengenal dengan baik cara penanaman kopi. Hal ini menjadi kendala, terutama dalam hal produksi. Salah satu yang harus diperhatikan dalam penanaman kopi harus adanya pohon pelindung yang lebih tinggi dari pohon kopi, dan pohon tersebut harus banyak.

“Masih banyak petani yang belum mengenal cara menanam kopi yang baik, padahal kalau masuk ke dunia Internasional banyak syarat yang harus dipenuhi, salah satunya dalam standart internasionalnya,” ungkap Coffe Expert IOM, Nova Madya Akhbar yang mendampingi.
Dirinya mengisahkan, masih banyak petani yang ditemuinya menanam kopi tidak sesuai dengan ilmu. Seperti di daerah Seribu Dolok, petani disana hanya memotong secara sembarang bagian atas untuk mendapatkan pucuk. “Itu salah, seharusnya bukan ditebas begitu saja, tapi harus dilihat dulu,” ungkap Nova Madya.

Untuk saat ini, salah satu standar yang harus dipenuhi petani agar kopinya dapat diterima ke dunia internasional adalah organik, penanaman yang sehat dengan menggunakan pupuk organik.

“Kalau bisa menanam dengan menggunakan pupuk organik, maka harga akan naik sekitar 10 persen,”tambah Nova.
Padahal untuk produksi, kopi Indonesia masih jauh ketinggalan dibandingkan dengan Brazil. “Brazil produksinya 5 ribu ton, sedangkan kita masih 600 ton,” ungkap Resi.

Karena itu, salah satu yang harus dilakukan selain mengenal rasa kopi ke masyarakat, juga pengetahuan umum akan kopi pada petani.
Walaupun sudah banjir berbagai Coffe Shop di Indonesia, tapi kebanyakan orang Indonesia belum menjadi penikmati kopi Indonesia .
“Banyak yang pakai kopi asli (Indonesia) kita, tapi tetap saja belum menjadi pecinta kopi itu sendiri,  melainkan sebatas menjual produk,” ungkap Resi. (ram)

Pekerjaan Temporer Boleh Gunakan Outsourcing

Peraturan Menteri Siap Diterbitkan

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengeluarkan putusan larangan penggunaan tenaga lepas atau outsourcing. Alasannya, MK memandang sistem ini tidak manusiawi. Tetapi, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tetap membolehkan industri mempekerjakan outsourcing dengan syarat dan ketentuan tertentu. Di antaranya adalah untuk pekerjaan yang bersifat temporer.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar pada prinsipnya siap menjalani putusan MK terkait keberadaan tenaga outsourcing. “Dari keputusan ini, semakin eskplisit jika outsourcing harus mendapatkan jaminan,” kata Muhaimin usai meresmikan kantor DPP Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) di Jakarta, Senin (23/1).

Namun, Muhaimin menandaskan, setelah keluarnya putusan MK ini tidak serta merta sistem ketenagakerjaan yang khusus outsourcing di negeri ini bakal dihapus. Dia mengatakan, sistem outsourcing masih bisa dilakukan untuk pekerjaan-pekerjaan temporer.

Bagaimana pekerjaan temporer ini? Muhaimin mencontohkan pada perusahaan di industri garmen dalam waktu-waktu regular membutuhkan sekian pegawai untuk pos pekerjaan menjahit. Tetapi, mendekati bulan Ramadan, permintaan di perusahaan ini melonjak tajam. “Dengan pegawai regular tidak cukup untuk kapasitas produksi yang melonjak,” tutur Muhaimin.

Nah, saat terjadi lonjakan produksi inilah perusahaan garmen tadi boleh menggunakan tenaga lepas atau outsourcing untuk pos pekerjaan menjahit baju. Muhaimin mengakui sejatinya pos pekerjaan menjahit di industri garmen adalah kategori pos pekerjaan pokok yang sesuai keputusan MK tidak boleh di-outsourcing-kan. Muhaimin mengatakan, setelah masa permintaan ini kembali normal, maka penggunakan tenaga kerja outsourcing bisa dihentikan. Selanjutnya, pekerjaan dijalankan secara normal oleh pegawai tetap.

Muhaimin mengingatkan, pekerjaan-pekerjaan yang masuk kategori pokok di semua jenis industri tidak boleh di-outsourcing-kan. Sedangkan untuk kategori pos pekerjaan pendukung, masih boleh untuk menggunakan tenaga outsourcing. Misalnya petugas keamanan dan kebersihan.

Menteri yang juga ketua umum DPP PKB ini menjelaskan, perusahaan pengerah outsourcing akan lebih dipantau lagi. Terutama terkait pemenuhan hak-hak tenaga kerja mereka. Mulai dari tunjangan kesejahteraan hingga asuransi. Dia juga mengingatkan, perusahaan ini wajib memberikan jaminan-jaminan kontrak kerja yang jelas. Untuk mengawasi kinerja perusahaan outsourcing pasca keluarnya putusan MK tadi, Muhaimin berjanji akan segera mengeluarkan perautaran menteri dan surat edaran khusus. (wan/ttg/jpnn)

Pembatasan BBM Subsidi Harus Dipertimbangkan

MEDAN- Dibatasinya kuota BBM bersubsidi, dinilai akan semakin menyengsarakan rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah atau pra sejahtera. Hal ini dikemukakan Sekretaris DPC PPP Kota Medan H Irsal Fikri kepada wartawan, Senin (23/1).

“Sampai saat ini, kebutuhan akan BBM bersubsidi di kalangan masyarakat ekonomi ke bawah masih sangat dibutuhkan,” katanya.
Menurut Irsal, kendati pembatasan kuota BBM bersubsidi berlaku bagi kendaraan roda empat, namun tidak semuanya masyarakat yang memiliki kendaraan roda empat itu tergolong masyarakat mampu.

“Sekarang ini belum tentu masyarakat yang memiliki kendaraan roda empat itu tergolong orang yang mampu, karena untuk mendapatkan kendaraan roda dua maupun roda empat sekarang ini cukup mudah,” kata Irsal.

Selain itu, ungkap Irsal, apa yang menjadi tolok ukur terhadap masyarakat yang memiliki kendaraan roda empat itu dikategorikan sebagai masyarakat mampu.

Oleh karena itu, sebut Irsal, belum saatnya pemerintah memberlakukan pembatasan BBM bersubsidi. “Harusnya pemerintah lebih memperketat pengawasan terhadap pendistribusian BBM bersubsidi, bukan malah membatasinya atau menghapuskannya,” ucap Irsal.

Dikatakan Irsal, masyarakat Indonesia sepertinya belum siap untuk melakukan perubahan penggunaan BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG). “Sebagai contoh, ketika pemerintah memberlakukan konversi minyak tanah ke gas, berapa banyak kerugian yang dialami masyarakat dan pemerintah, baik itu kerugian materi dan korban jiwa. Inilah salah satu contoh kalau masyarakat belum siap untuk konversi,” kata Irsal.

Irsal Fikri juga mengharapkan kepada lembaga DPR RI yang membidangi masalah Migas, untuk bersepakat terlebih dahulu menyikapi permasalahan ini, dan selanjutnya mengundang pemerintah serta instansi terkait untuk membahas masalah ini.

“DPR jangan dulu memfokuskan persoalan banggar, sehingga melupakan persoalan pembatasan BBM bersubsidi yang dinilai bersentuhan langsung kepada masyarakat,” ujar Irsal.(rud)