29 C
Medan
Monday, January 5, 2026
Home Blog Page 14149

Komisi B Merasa Dihargai

DPRD Sambut Baik Pelantikan Rajab Lubis

MEDAN- Dilantiknya M Rajab Lubis sebagai Kadis Pendidikan Kota Medan menggantikan Hasan Basri mendapat sambutan positif dari anggota dewan, khususnya Komisi B DPRD Kota Medan. Menurut mereka, dilantiknya Rajab Lubis ini merupakan jawaban dari rekomendasi yang mereka sampaikan kepada Wali Kota Medan Rahudman Harahap agar Hasan Basri diganti.

“Intinya, saya sangat berterima kasih kepada Wali Kota Medan. Komisi B sudah merasa dihargai,” kata Ketua Komisi B DPRD Medan Roma Parulian Simaremare, Selasa (13/12).

Dia berharap kepada Rajab Lubis sebagai Kadisdik Medan yang baru, agar melaksanakan kinerjanya dengann
baik dan tidak mengharapkan permasalahan serupa terjadi lagi di tahun-tahun berikutnya. “Kita wanti-wanti juga kepada Kadisdik yang baru untuk melaksanakan kinerjanya dengan baik dan jangan lagi permasalahan serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.

Anggota Komisi B Salman Al Farizi juga menyambut positif atas pergantian Kadisdik Kota Medan ini. “Kita, menyambut baik atas pergantian Kadisdik ini. Dengan demikian, Wali Kota Medan telah merespon rekomendasi DPRD Medan,” ungkapnya.

Dia berharap, dengan dilantiknya Rajab Lubis sebagai Kadisdik Medan, dunia pendidikan di Kota Medan harus menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jika selama ini banyak persoalan di Dinas Pendidikan Kota Medan yang menjadi sorotan, agar tidak terulang lagi di tahun mendatang.

Namun, Salman juga mnyampaikan beberapa catatan penting, di antaranya wali kota diharapkan segera memberikan penjelasan soal kasus kelas siluman pada Penerimaan Siswa Baru (PSB) 2011 lalu. “Ini menjadi catatan penting bagi Wali Kota Medan agar memberikan penjelasannya soal siswa dan kelas siluman pada PSB 2011 lalu,” bebernya.
Dikatakannya, soal pembangunan infrastruktur pendidikan di Kota Medan juga harus menjadi catatan penting, dimana banyak pembangunan infrastruktur sekolah tanpa perencanaan, khususnya di APBD 20112. “Ini harus menjadi catatan, anggaran untuk pembangunan infrastruktur sangat besar, seperti untuk rehab gedung Rp20 miliar lebih, ruang kelas baru Rp3,4 miliar, namun perencanaannya tidak matang,” katanya.

Sementara Bahrumsyah, anggota Komisi B lainnya juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Medan yang sudah peka dan jeli terhadap harapan masyarakat yang sudah disalurkan ke Komisi B. “Untuk Kadisdik yang baru jangan cepat merasa tenang dengan jabatan yang baru karena masih banyak persoalan di Kadisdik yang masih belum terselesaikan,” cetusnya.

Ketikan disinggung dengan, pembentukan Pansus PSB 2011 yang merupakan usulan dari fraksi di DPRD Medan, menurutnya semua itu tergantung rapat paripurna yang rencananya akan dilaksanakan Kamis (20/12) mendatang. “Semua tergantung dari rapat paripurna, apakah dengan dicopotnya Hasan Basri sudah cukup atau belum untuk investiugasi PSB di beberapa sekolah negeri,” ucapnya.(adl)

Partisipasi PAUD Masih Rendah

MEDAN- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting dilakukan untuk memperkenalkan berbagai pengetahuan agar nantinya anak siap masuk ke pendidikan formal. Namun, pemahaman masyarakat akan pentingnya PAUD masih sangat rendah sehingga menyebabkan partisipasinya juga rendah.

Ketua Lembaga Pelatihan dan Pengembangan-Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (LPP PAUDNI) Sumut, Indra Prawira, Selasa (13/12) di kantor Dinas Pendidikan Sumut, mengatakan, saat ini jumlah PAUD di Sumut mencapai 2.200 yang terdapat di 23 Kabupaten/Kota.

“Sebagian besar terdapat di perkotaan. Sedangkan di wilayah pedesaan, jumlahnya masih sangat minim. Jumlah Taman Kanak-kanak (TK) sendiri mencapai 1.200 sekolah. Masih banyak yang beranggapan PAUD ini tidak penting untuk anak. Angka partisipasinya juga sangat rendah,” katanya.

Menurutnya, PAUD dikhususkan bagi anak usia 3-6 tahun. Didalam PAUD ini, diperkenalkan berbagai pengetahuan yang mendidik anak-anak untuk siap masuk ke sekolah dasar. “Jadi, anak-anak dipersiapkan untuk mengikuti sekolah lanjutannya nanti,” jelasnya.

Namun, Indra membantah jika alasan ekonomi menyebabkan para orangtua tidak memasukkan anaknya ke PAUD. “Kalau alasan ekonomi, nggak betul itu. Biaya PAUD inikan sangat murah, dapat dijangkau siapa saja. Tapi kesadarannya para orangtua yang masih kurang, sehingga yang masuk PAUD ini jumlah siswanya sangat kecil,” ucapnya.

Pun begitu, pihaknya tetap bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Sumut untuk melakukan sosialisasi ke daerah-daerah. Tujuannya, agar jumlah anak-anak yang masuk PAUD semakin meningkat. “Jumlah siswa PAUD di Sumut ini sekitar 300 ribuan. Sementara usia anak 3-6 tahun itu bisa mencapai 800 ribu. Makanya angka partisipasinya rendah,” ungkap Indra.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syaiful Safri menargetkan, pada 2012 nanti, siswa yang mengikuti PAUD harus lebih dari 50% dari sebelumnya 30%. “Kita sudah bekerjasama dengan lintas sektor agar PAUD baru diperluas,” uajrnya. (mag-11)

Singkong Jadi Menu Utama di Hotel Berbintang

MEDAN- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mewajibkan singkong menjadi menu di kantor pemerintah serta hotel berbintang. Imbauan itu untuk menjaga stabilitas harga beras dan persediaan pangan. Tapi bukan beras menipis di Sumut.

Pernyataan itu disampaikan Sekda Pemprovsu Nurdin Lubis, Selasa (13/12) saat kampanye gerakan makan singkong atau dalam bahasa batang disebut Manggadong di Kantor Gubsu.

Nurdin menyebutkan, setiap tahunnya konsumsi beras terus bertambah, sehingga menimbulkan masalah baru. Hal ini menjadi pertimbangan pemerintah harus mencari alternatif nasi. “Pemerintah perlu memberi contoh makan singkong di kantor-kantor. Itu akan dilakukan mulai hari ini. Selain kantor pemerintah, hotel berbintang diwajibkan menyajikan singkong sebagai menu utama,” ujarnya.

Dia menambahkan, Gerakan Manggadong akan diperluas hingga ke hotel serta pusat perbelanjaan modern. “Pemerintah mendapat dukungan dari pengelola pusat perbelanjaan,” katanya.

Pengurus Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Sumut Djanel Hamjas menyatakan, mall dan plaza di Medan diminta melakukan kampanye gerakan makan singkong. Targetnya agar warga berpenghasilan menengah ke atas, tidak ragu memilih makanan berbahan singkong.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sumut Setyo Purwadi mengaku optimis dan yakin program manggadong akan berhasil menekan konsumsi beras asalkan dikemas dengan bentuk kempanye kreatif. (ari)

SMS Bawa Petaka

Sepandai-pandainya Ikhwansyah Salamony menyimpan rahasia perselingkuhannya dengan wanita idaman lain (WIL), akhirnya ketahuan juga. Pasalnya, sang istri Dian Cahaya Syahputri (23), warga Jalan Tuamang, menemukan SMS mesra dari wanita lain di ponsel Ikhwansyah.

Dian sempat mempertanyakan perihal SMS itu kepada suaminya. Namun sang suami malah berang dan menganiaya dirinya. Tak senang atas penganiayaan itu, Dian pun mengadukan suaminya ke Polresta Medan.

Ceritanya, sejak sebulan lalu Dian sudah mulai curiga dengan kelakuan suaminya yang mulai berubah. Padahal, mereka baru dikaruniai seorang anak berusia 1,7 tahun. Kecuriagaan Dian pun terjawab saat Ikhwansyah sedang mandi dan meletakkan HP miliknya di kamar. Tiba-tiba ponsel tersebut berbunyi. Sebagai istri, dia ingin tahu siapa yang menghubungi ponsel suaminya itu.

Saat dilihatnya, ada SMS masuk. Lantas dia membuka SMS tersebut. Betapa terkejutnya dia, ternyata SMS itu dari seorang wanita yang mengajak suaminya bertemu. Setelah Ikhwansyah selesai mandi, Dian mempertanyakan SMS itu kepada suaminya. Karena tak mendapatkan jawaban yang memuaskan, keduanya pun terlibat cekcok dan berujung pada perlakuan kasar sang suaminya.

“Aku sempat dicekik, ditunjang, dan dipijak,” tutur Dian saat ditemui di Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan, Senin (12/12). Hasil visum menunjukkan, ada luka cakar di leher, memar di dagu dan cakaran di paha.

Dia juga mengaku sudah tak tahan lagi dengan tingkah suaminya yang sering menerima SMS dari wanita lain. Bahkan, ia tak segan-segan minta untuk diceraikan. “Aku sudah siap cerai,” tegas Dian.(gus/smg)

Laskar Ampera AR Hakim Angkatan 66 Sumut Dilantik

MEDAN- HM Tajudin Nur SK dipercayakan memimpin Laskar Ampera Arif Rahman Hakim Angkatan 66 Sumut 2011-2016. Keputusan itu sesuai SK DPP No 11/DPP-LA.ARH ‘66’/XI/11tanggal 30 November 2011 ditandatangani oleh Capt Handrijk J Pasaribu  selaku Ketua umum dan H Aan Rustiawan selaku Sekretaris Jenderal .

Demikian terungkap dalam rapat pengurus, yang digelar pekan lalu di ruang pertemuan Amaliun Foodcourt Jalan Amaliun Medan. Selain HM Tajudin Nur dipercayakan sebagai sekretarisnya, Drs Bachtiar Effendi. Sedangkan H Chairuman Harahap dipercayakan sebagai pembina dan Azwir A Husein dihunjuk sebagai Ketua Dewan Penasehat.
HM Tajudin Nur mengatakan, bahwa kehadiran organisasi ini terjadi pasang surut dalam kepengurusan, sebab terjadi intrik di dalam organisasi.

“Saya berharap di dalam pengurus ini jangan ada dusta di antara kita, jangan ada fitnah agar organisasi ini bisa besar,” ujarnya.

Tajudin mengingatkan kepada pengurus agar tidak memanfaatkan organisasi Laskar Ampera Arif Rahman Hakim menjadi ajang politik sesaat untuk kepenting Pilkada, Pemilu dan lainnya. “Jadikan organisasi ini sebagai wadah mengawal kepentingan rakyat bukan kepentigan politik sesaat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Tajudin Nur berjanji siap mundur dari jabatan ketua apabila dirinya tidak mampu merealisasikan program kerja yang dinyatakannya dalam kurun waktu satu tahun.
Agenda lainnya,. Laskar Ampera Arif Rahman Hakim Angkatan 66  Sumut dan KB KAPPI 66 Sumut menandatangani MoU untuk menggelar acara menyambut Hari Tritura yang akan dilaksanakan Januari 2012. (gus)

Jual ABG, Cewek Tomboy Dituntut 15 Tahun Penjara

MEDAN- Berawal dari informasi masyarakat dan berkenalan melalui email, HP, dan BBM akhirnya aparat kepolisian berhasil menangkap Vivi, pelaku penyedia wanita pemuas birahi di bawah umur. Wanita yang akrab disapa Abi ini duduk di kursi pesakitan, pada persidangan perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Medan Selasa (13/12).

Dalam dakwaa Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa Vivi ditangkap pada 13 September 2011 di Hotel Emerald Garden, saat melakukan transaksi dengan polisi yang menyamar sebagai pria hidung belang. Setelah menyepakati harga satu wanita untuk short time sebesar Rp2 juta, mereka pun bertemu di hotel tersebut.

“Saya memboking sendiri kamarnya dengan menggunakan identitas saya. Saat berkomunikasi, saya memesan dua orang cewek dengan harga Rp4 juta,” jelas Putra Agung selaku personel polisi yang menyaru sebagai pria hidung belang di hadapan persidangan.

Saksi juga mengatakan, saat berkomunikasi melalui email, HP, terdakwa menujukkan foto cewek ‘peliharaanya’. Namun tidak jelas, maka bertemu langsung. Sempat terjadi nego harga, tapi tidak kurang. Setelah berkomunikasi, Vivi pun langsung menemui Putra Agung di Hotel Emerald Garden di kamar 414. “Dia (Vivi) datang jam delapan malam, langsung ke kamar. Jam delapan lewat baru datang Dea (18), cewek bokingan, ke hotel tersebut. Seharusnya ada Vanesa. Namun, dia tidak jadi datang,” ungkapnya.

Begitu Dea datang, uang Rp2 juta langsung diserahkan ke Vivi secara cash. Terdakwa pun menyerahkan uang tersebut ke Dea di dalam kamar mandi. Tidak tahu persis berapa uang yang diserahkan kepada korban.

“Saya hanya melihat uang itu diserahkan ke Dea di dalam kamar mandi karena pintunya terbuka. Berapa jumlahnya, tidak tahu,” katanya.

Begitu uang diserahkan, terdakwa langsung keluar kamar dan diikuti Firman, personel polisi lainnya yang juga berada di kamar tersebut. Tidak lama kemudian Vivi pun diamankan. “Begitu keluar, langsung ditangkap. Dea masih di kamar mandi. Korban juga dibawa ke Polda untuk diperiksa. Begitu selesai pemeriksaan langsung dipulangkan. Tidak ada saya cicipi dia Pak,” tambahnya. (rud)

Kaca Mobil Dipecah, Rp40 Juta Lewong

MEDAN- Aksi perampokan dengan modus memecahkan kaca mobil kembali terjadi. Kali ini dialami Vincent (27), warga Jalan Kaswari Medan Sunggal, saat ia menambal ban mobil Avanza BK 1933 JP warna hitam miliknya di bengkel tambal ban di kawasan Jalan Kolonel Yos Sudarso, tepatnya di depan sekolah Methodist 8, Selasa (13/12) pukul 14.30 WIB. Akibatnya, uang senilai Rp40 juta milik perusahaan tempat Vincent bekerja raib dilarikan pelaku.

Saat itu, Vincent baru saja mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Cemara. Kemudian ia menuju kantornya di Jalan Adam Malik Medan. Saat berada di persimpangan Jalan Bilal dan Jalan Yosudarso, Vincent merasa ban belakang sebelah kiri bocor. Namun dia tetap melajukan mobilnya sambil mencari penambal ban. Akhirnya dia berhenti di tambal ban tepat di sebarang Sekolah Methodist 8, Jalan Yos Sudarso.

Selang beberapa menit, datang mobil Escudo  merah maron mengisi angin. Pengemudi Escudo tersebut menghentikan mobilnya sangat dekat dengan mobil Vincent. Tiba-tiba seorang pengendara  Vixion warna hitam tanpa plat polisi berhenti dan langsung memecahkan kaca mobil Vincent lalu mengambil ransel warna hitam berisi uang Rp40 juta.  Selanjutnya korban temani rekan-rekannya membuat pengaduan ke Mapolsekta Medan Barat.(gus)

Mau Urus Akte Lahir

081263358xxx

Kpd Bapak Kadisdukcapil Medan, saya mau tanya, anak saya lahir di pertengahan Oktober 2011, jadi apakah syarat untuk mengurus akte lahir, berapa biaya, dan apakah perlu surat dari pengadilan juga? Kalo perlu, ada tidak pengantar dari Dukcapil ke pengadilan? Trims Pak dan buat Sumut Pos tolong dimuat dan tetap jaya selalu.

Ada Sanksi

Jika anak sudah berumur satu tahun baru mengurus akte, maka akan dikenakan sanksi sebesar Rp10 ribu dan wajib melengkapi dokumen ketetapan dari pengadilan. Peraturan ini efektif berlaku per Desember 2011. Surat penetapan pengadilan itu berupa surat penetapan dari pengadilan yang menyebutkan bahwa si A merupakan anak dari ayah A dan ibu B. Surat keputusan pengadilan ini wajib disertakan jika akte baru diurus setelah anak berumur satu tahun. Ketentuan ini dinyatakan sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2006 dan Perda Nomor 1 tahun 2010 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan.

Darussalam Pohan
Kadisdukcapil Kota Medan

Enam Bulan Insentif Belum Keluar

081265109xxx

Kapan insentif Gubsu yang 6 bulan lagi (bulan 7, 8, 9, 10, 11, 12 ) keluar Bu Kadisdik? Mengapa yang sudah sertifikasi tidak lagi dapat, karna yang kami tahu program dari Bapak Samsul insentif itu bantuan untuk semua guru baik swasta maupun negeri. Kecuali ntuk insentif dari SBY bagi guru yang sudah sertifikasi.

Harus Sesuai Juknis

Pencairan dana insentif guru negeri dan swasta untuk tingkat SMP dan SD belum seluruhnya dapat dicairkan. Berdasarkan petunjuk tehnis (juknis) dari Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara, guru yang sudah bersertifikasi tidak lagi berhak mendapatkan dana insentif tersebut. Juknis itu sendiri baru diterima Juli 2011. Karena itu harus kembali mengurut satu persatu data guru. Yang sudah bersertifikasi harus kita coret dari daftar dana insentif. Ada sekitar 3.000 guru di Deli Serdang yang sudah bersertifikasi, karenanya pelan-pelan data perbaiki. Sedangkan untuk insentif guru tingkat SMA, MTs dan TK seluruhnya sudah ditransfer ke rekening guru masing-masing.

Drs Jaswar MPd
Sekretaris Dikpora Deli Serdang

Koordinasi dengan Disdik Sumut

Tentu saja kami (DPRD Deli Serdang, Red) merasa prihatin atas nasib para guru yang belum juga mendapatkan dana insentif  ini. Bagi para guru, dana yang sedikit itu sangat membantu mereka guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu, kami mendesak Kepala Dinas Dikpora Deli Serdang segera menyelesaikan pencairan dana bantuan insentif itu secepat mungkin. Kadis juga dapat berkoordinasi dengan Disdik Sumut mengenai Juknis tersebut demi kepentingan para guru. Sehingga semboyan Bupati Deli Serdang akan Deli Serdang Cerdas dapat diwujudkan dan tidak sekadar wacana belaka.

Ricky F Nasution
Anggota Komisi D DPRD Deli Serdang

Peran dan Fungsi Perpustakaan Sekolah

Dalam proses pembelajaran di sekolah diperlukan sarana penunjang berupa buku pelajaran peserta didik, buku pegangan guru dan buku referensi. Setiap satuan pendidikan formal dan non formal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik.

Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Masalah mencerdaskan peserta didik melalui buku pelajaran di sekolah-sekolah sudah menjadi keharusan sesuai dengan kebutuhan dari pangsa pasar.
Berdasarkan data masing-masing perpustakaan sekolah, diketahui minat peserta didik untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah sangat rendah, sehingga hal ini menjadi suatu kesenjangan yang perlu di cari solusinya agar dapat memotivasi peserta didik berkunjung ke perpustakaan sekolah untuk meningkatkan hasil belajar demi mencerdaskan anak bangsa.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ini memberikan dasar hukum untuk membangun pendidikan nasional dengan menerapkan prinsip demokrasi, desentralisasi, otonomi, keadilan dan menjunjung tinggi hak azasi manusia.

Maka, pemerintah melalui dinas pendidikan nasional selalu memfokuskan perhatian terhadap perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia melalui anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan mencapai 20%. Melalui kementerian pendidikan nasional telah mencanangkan proyek pengadaan  buku di lingkungan dinas pendidikan nasional demi pemerataan materi pembelajaran di seluruh sekolah-sekolah yang ada di Negara Republik Indonesia.

Pihak sekolah atau manajemen sekolah di harapkan pro aktif mengajukan proposal kebutuhan buku di masing-masing sekolah sesuai dengan satuan pendidikan untuk memperoleh data autentik di Kementerian Pendidikan Nasional.
Selain pemerintah, kepala sekolah dapat memberdayakan komite sekolah yang menjadi provider terhadap stakeholder yang perduli terhadap kemajuan pendidikan untuk dapat menyumbang buku yang di butuhkan sekolah, dan manajemen sekolah mengalokasikan anggaran dana komite sekolah dalam pengadaan buku perpustakaan sebagai skala prioritas setiap tahunnya.

Ketersediaan buku pelajaran di perpustakaan sekolah, serta kemauan membaca buku secara tekun dan sistematik, akan menjadikan seseorang peserta didik memiliki tambahan pengetahuan yang berharga sebagai bekal keberhasilan studi dari peserta didik.

Penulis mengharapkan, peserta didik hendaknya memiliki semboyan “gemar membaca“. Gemar membaca adalah salah satu sikap yang paling akurat untuk memperoleh pengetahuan melalui buku perpustakaan demi meningkatkan hasil belajar peserta didik secara khusus dan anak bangsa secara umum. Salah satu cara implementasi dari sikap gemar membaca adalah memberi kemudahan tanpa mempersulit didik menjadi anggota perpustakaan di sekolahnya tanpa harus menunggu peserta didik untuk mendaftarkan diri menjadi anggota.

Pengertian perpustakaan adalah suatu unit kerja berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi bahan pustaka yang di kelola dan diatur secara sistematik dengan cara tertentu, untuk digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai sumber informasi.

Berdasarkan pengertian perpustakaan, berarti di dalam perpustakaan sekolah tersimpan kekayaan ilmu pengetahuan yang perlu digali dengan cara sering berkunjung, menemukan informasi yang diperlukan, mempelajari serta mengamalkan isi informasi yang sudah dibaca.

Ada beberapa peranan perpustakaan sekolah antara lain;

a) Melestarikan budaya bangsa berdasarkan menghimpun informasi, merawat informasi berarti melestarikan informasi, karena informasi yang tercetak atau non cetak itu hasil kreasi manusia atau hasil kebudayaan manusia.
b).Untuk meningkatkan kecerdasan peserta didik yaitu perpustakaan yang dikelola dengan baik akan menjadi sasaran meningkatkan pengetahuan melalui gemar membaca.

c).Untuk memajukan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,  yaitu perkembangan pengetahuan manusia dari hari ke hari atau dari masa kemasa akibat jasa perpustakaan.

d).Kancah studi, kancah penelitian dan ajang konsultasi disiplin ilmu,  yaitu berdasarkan perpustakaan dan jasa perpustakaan, seseorang peserta didik dapat memilih manfaat untuk menambah ilmu pengetahuan.
Fungsi perpustakaan sekolah antara lain;
a). Untuk mendidik peserta didik lebih maju.
b). Memberi pelayanan prima tentang berbagai bidang ilmu.
c). Membantu pelayanan kepada seseorang peserta didik untuk melakukan riset, dll. (*)

Penulis: Drs Master  Manurung
Staf Pendidik SMKN 3 Medan