24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 14156

Ejekan Teman Berbuah Lukisan Penuh Pujian

Melihat Siswa Berprestasi di Sumut

Memiliki jiwa seni yang tinggi, serta memiliki sejumlah talenta di dalam diri, tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Sheila Mahal, siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 2 Medan.

KESUMA RAMADHAN, Medan

Soalnya, dibalik kesedarhanaannya, ternyata Sheila memiliki bakat yang luar biasa untuk anak seusianya, yaitu keahlian melukis diatas kanvas.

Karena bakat luar biasanya itu, berbagai pujian dan rasa kagum terlontar dari setiap orang yang melihat seni lukis hasil karyanya.

Saat disambangi di kediamannya di Jalan Brigjen Katamso Gang Perbatasan Ujung, Senin (12/12) siang, Sheila mencoba berbagi pengetahuan dan pengalamannya saat menyalurkan imajinasinya di atas kertas.
Berawal dari sebuah tugas menggambar yang diberikan guru saat dirinya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), saat itu Sheila mengaku sering mendapatkan ejekan dari teman sekelas karena hasil karya yang diberikannya merupakan buatan sang ibu.

Tak tahan sering diledekin (ejek), Sheila memutuskan untuk belajar menggambar dengan bimbingan ibunya.
Hanya saja, gambar yang dibuatnya masih belum memuaskan dan masih terkesan amburadul. Namun hasil buruk dari percobaan yang terus dilakukan, tak membuat Sheila berputus asa.

Bahkan anak semata wayang buah pasangan Zulkarnaen Siregar dan Dara Sucita ini, terus mencoret di sebuah kertas kosong hingga mendapatkan sebuah gambar yang diinginkannya.

Melihat kebiasaan yang tak pernah henti menggambar membuat sang ibu memutuskan untuk mengembangkan bakat sang anak dengan membawa Sheila  belajar di sebuah sanggar rowo milik pelukis terkenal asal Tanjung Morawa bernama Yatim.

“Awalnya pak Yatim menolak untuk mengajari saya karena dia bukan seorang pengajar untuk bidang seni lukis. Namun setelah ibu saya membawa contoh beberapa hasil gambar saya, dirinya bilang saya punya bakat dan langsung diajak menemuinya untuk belajar bagaimana membuat sebuah lukisan yang bisa dinikmati dan memiliki nilai seni yang tinggi,” beber Sheila.

Meskipun intensitas pertemuan dengan guru lukisnya terbilang jarang, karena masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah, namun bakat kuat yang dimiliki Sheila secara perlahan semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang pelukis remaja yang handal.

Kini, sedikitnya 15 karya lukisan tercipta diatas kanvas yang digoreskan Sheila, lewat kelembutan jemari tangannya yang juga memiliki kemampuan bermain biola dan gitar ini.

Lukisan yang memiliki nilai seni yang sangat tinggi dan memperlihatkan kesamaan yang cukup dalam dengan keasliannya, memberikan nuansa yang tak pernah bosan saat menikmati karya seninya.

Bahkan, dengan sejumlah lukisan yang terpampang di dinding ruang tamu dan seluruh sisi rumahnya, memberikan nilai kenyamanan tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung ke rumahnya.

Kini, lewat bakatnya itu, Sheila setidaknya telah membuat ratusan gambar sketsa sesuai pesanan sejumlah teman dan relasi yang menyenangi hasil karyanya, dengan patokan harga yang bersahabat.

“Setidaknya, dengan membuat beberapa gambar sketsa sesuai pesanan, sedikitnya banyak membantu untuk menambah uang saku sekaligus untuk membeli perlengkapan bahan melukis seperti cat, kanvas, dan lainnya,” ujar Sheila.

Lewat bakat dan kemampuannya, Sheila juga sering diundang mengikuti sejumlah pameran karya lukis.
Tak hanya itu, Sheila juga pernah meraih prestasi membanggakan dalam even Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang digelar Juni 2011 lalu.

Dalam even tersebut, Sheila mampu mencatatkan dirinya sebagai yang terbaik dan mewakili Sumatera Utara dalam lomba poster bertema keanekaragaman memperkokoh bangsa.
Sayang, prestasi serupa tak mampu diulangnya pada FLS2N tingkat Nasional di Makasar.
Walaupun Sheila sempat mendapatkan pujian dari sejumlah juri, dengan hasil gambar sejumlah orang menggunakan baju adat yang bermain enggrang dengan latar belakang Danau Toba, hanya saja gambarnya belum mendapatkan nominasi.
“Sejumlah juri berpendapat jika gambar poster tidak sama dengan lukisan, dan mungkin saat itu juri menilai jika gambar saya mengindentikkan sebuah lukisan,” ucap Sheila tersenyum.
Kini, Sheila mengemban sebuah ambisi untuk membuat sebuah pameran besar, yang akan memamerkan seluruh hasil karyanya kehadapan publik sebagai sebuah bentuk kepuasan batin.
Lewat Ekstrakulikuler Comunitas Gambaris SMAN 2 (Conibar) yang dibentuknya bersama teman-teman yang memiliki hobi sama, Sheila berharap pameran ini nantinya bisa terealisasi lewat dukungan sekolah dan keluarga.
“Semoga saja sebelum tamat saya dan kawan-kawan yang memiliki bakat dan hobi yang sama bisa membuat sebuah pameran hasil karya kami untuk tingkat pelajar di kota Medan,” harapnya.(*)

Espanyol Bungkam Atletico Madrid

Dua gol cepat Verdu, dan gol dari Romaric dan Sergio Garcia cukup untuk membawa Espanyol meraih kemenangan impresif atas Atletico Madrid dengan skor 4-2 dalam laga lanjutan Primera Liga Spanyol dini hari tadi (12/12).
Gregorio Manzano berada dalam tekanan usai Atletico Madrid dikalahkan oleh Albacete di ajang Copa del Rey, dan dia semakin disorot setelah skuad asuhannya kembali menelan kekalahan, kali ini dari Espanyol.

Verdu membuat timnya unggul cepat di menit ke-lima melalui tendangan jarak jauh yang tidak mampu diantisipasi Thibaut Courtois. Tiga menit kemudian, Verdu mencetak gol keduanya yang mengubah kedudukan menjadi 2-0. Gol keduanya hampir sama dengan gol pertamanya, yang dia ciptakan melalui tendangan keras jarak jauh.
Atletico Madrid semakin terbenam ketika pemain pinjaman asal Sevilla, ROmaric, mengubah kedudukan menjadi 3-0 pada menit ke-19. Romaric mencetak gol melalui sontekannya di dalam kotak penalti Atletico, setelah sebelumnya melakukan kombinasi dengan Sergio Garcia.

Tim tamu akhirnya menemukan sedikit harapan setelah Radamel Falcao berhasil memperkecil kedudukan menjadi 3-1 pada menit ke-32. Eduardo Salvio yang menemukan celah di bagian sisi kanan pertahanan Espanyol, melepas umpan silang yang dapat ditanduk dengan sangat baik oleh Falcao.

Pada babak kedua, tim tuan rumah kembali mengawali pertandingan dengan permainan agresif. Dan mereka hanya membutuhkan sembilan menit untuk kembali memperlebar jarak mereka menjadi 4-1. Memanfaatkan umpan dari Verdu, Sergio Garcia berhasil memaksa Courtois memungut bola dari gawangnya untuk ke-empat kalinya pada menit ke-54.

Atletico Madrid hanya mampu membalas satu gol di babak kedua, melalui gol yang dicetak oleh Ardan Turan pada menit ke-83 dan mengubah kedudukan menjadi 4-2 dan kedudukan tersebut bertahan hingga pertandingan usai.
Hasil tersebut membuat Espanyol naik ke posisi delapan dengan 20 poin. Sementara Atletico merosot ke posisi sepuluh dengan hanya mengoleksi 19 poin dan hanya berselisih empat poin dari zona degradasi. (net/jpnn)

Telkomsel dan Bank Sumut Beri Solusi Miliki Gadget Terkini

Memahami kebutuhan pelanggan agar tetap terkoneksi dengan Internet melalui komputer tablet, Telkomsel menjalin kerjasama dengan Bank Sumut melalui Divisi Kredit Syair’ah memberikan kemudahan untuk memperoleh komputer tablet model terkini dengan harga terjangkau dan dapat diperoleh secara kredit.

Kerjasama ini ditandai melalui penandatangan Memorandum Of Understanding (MOU) antara GM Regional Account Management Sumatera – Ahmad Sofyan dengan Direktur Marketing Bank Sumut – Zenilhar. Kesepakatan ini berupa kerjasama pembiayaan pembelian komputer tablet (Tablet PC) yang dibundling dengan paket pasca bayar Telkomsel FLASH dengan harga terjangkau dan dapat dicicil hingga 12 bulan.

GM Regional Account Management Sumatera – Ahmad Sofyan, mengatakan “Aktivitas bekerja kini telah bertransformasi, dari bekerja sendiri di meja sepanjang hari menjadi bekerja dengan penuh mobilitas sambil berinteraksi dengan mitra bisnis kapan pun dan di mana pun. Apalagi jika menggunakan aplikasi web berbasis cloud computing yang mampu meningkatkan produktivitas kerja.

Untuk mendukung hal tersebut tentunya memiliki komputer tablet merupakan langkah yang sangat tepat, hal inilah yang menjadi salah satu alasan kami menjalin kerjasama dengan Bank Sumut, agar  pelanggan Telkomsel maupun nasabah Bank Sumut memiliki kemudahan untuk memiliki komputer tablet yang dapat digunakan untuk menikmati berbagai layanan broadband yang dimiliki Telkomsel cukup dari genggaman mereka.”

Kesepakatan ini akan memudahkan pelanggan Telkomsel dan nasabah Bank Sumut untuk memiliki komputer tablet  yang di bundling dengan paket pasca bayar Telkomsel FLASH. Jenis komputer tablet yang disediakan pada program pembiayaan ini yaitu Samsung Galaxi Tab, iPad 2, LG Optimus Pad dan ZTE.

Produk yang ditawarkan pada program ini  dapat diperoleh pelanggan dengan harga terjangkau dan dapat dicicil mulai dari 6 bulan hingga 12 bulan. Pelanggan juga dapat memilih paket pasca bayar Telkomsel FLASH Unlimited mulai dari Paket Basic, Advance hingga Profesional, sesuai dengan pilihan dan kebutuhan pelanggan.

Pelanggan Telkomsel yang diberikan kesempatan untuk menikmati paket bundling komputer tablet ini adalah Pelanggan Priority Telkomsel atau Pelanggan Small Medium Enterprise Telkomsel, sedangkan dari sisi Bank Sumut, nasabah yang diberikan kesempatan adalah Nasabah premium Bank Sumut, atau nasabah Usaha Mirko Kecil Dan Menengah (UMKM )Bank Sumut.

Untuk memperoleh paket bundling tersebut, nasabah Bank Sumut dapat segera melakukan pembelian jenis komputer tablet yang diinginkan di kantor Cabang Utama Bank Sumut Jl.Imam BonjolMedan.

Kerjasama ini sejalan dengan pemanfaatan fitur Business Connect yang hanya dimiliki oleh Telkomsel, yaitu solusi konektivitas bisnis berbasis web untuk mengoperasikan email, instant messaging, calendar, office operation tools, dan document sharing secara lebih produktif. Business Connect memanfaatkan Google Apps sebagai solusi bisnis bagi pelanggan korporat yang didukung jaringan mobile broadband terluas dan berkualitas Telkomsel. Solusi email dalam Business Connect menyediakan kapasitas penyimpanan 50 kali lebih besar dibandingkan inbox biasa, penyaringan spam terintegrasi, translasi ke lebih dari 40 bahasa, pencarian, dan layanan instant messaging dalam bentuk voice dan video chat yang terintegrasi.

“Dengan kerjasama ini menjadikan Bank Sumut dan Telkomsel sebagai satu-satunya BPD dan operator telekomunikasi di Indonesia yang fokus terhadap pertumbuhan bisnis UMKM di Sumatera Utara khususnya dan Indonesia pada umumnya dengan pendekatan online”, ungkap Sofyan.

Dalam menjamin kenyamanan berkomunikasi untuk pelanggan, Telkomsel telah menyiapkan jaringan berkualitas, didukung lebih dari 44.000 Base Transceiver Station (BTS) termasuk 9.000 Node B (BTS 3G) yang mencakup lebih dari 97 persen wilayah populasi Indonesia.

Warga Mengamuk, Rumah Tokoh Pemuda Dibakar

Wartawan POSMETRO MEDAN Dibacok

BATANG KUIS-Bentrok dua kelompok warga di Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang berlanjut, Minggu (11/12) siang. Kediaman tokoh pemuda Warsito alias Anto di Dusun 4, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, dibakar sekelompok warga. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, wartawan POSMETRO MEDAN, Pasta Wijaya, menjadi korban amukan warga saat melakukan liputan.

Akibat peristiwa itu, sebagian rumah mewah milik Warsito yang terletak di pinggir perkebunan kelapa sawit PTPN 2 itu terbakar. Selain itu, satu unit mobil Nissan X-Trail bernomor polisi BK 1636 GN serta peralatan elektronik milik Warsito hangus terbakar.

Menurut keterangan, siang itu rumah Warsito didatangi puluhan warga. Tanpa basa-basi, warga masuk ke rumah Anto. Warga yang dilengkapi senjata tajam, pistol jenis FN, dan bom molotov, mengamuk dan melakukan pengrusakan.

Ketujuh penghuni rumah, seorang di antaranya kuasa hukum Anto, Andre Fauzi Hasibuan, sempat berupaya melakukan perlawanan, namun warga terus bertambah dan diperkirakan mencapai 500 orang.

“Mereka ramai, sekitar 500 orang dilengkapi senjata tajam, bom molotov dan pistol jenis FN, di antara kita ada yang sempat ditodong dengan pistol,” ujar Andre.

Menurut Andre, warga semakin beringas dan mebakar rumah dan mobil milik Anto. Polisi Sektor Batang Kuis baru tiba di lokasi sejam setelah warga meninggalkan rumah Anto dalam keadaan terbakar akibat dilempar bom molotov.

Andre melanjutkan, aksi penyerangan itu terjadi karena polisi kurang tanggap. Pasalnya, indikasi adanya penyerangan itu sudah terdeteksi sejak 2 hari silam. Pasalnya, sehari sebelumnya, kelompok warga juga datang dan menuding kliennya sebagai dalang di balik penyerangan yang terjadi di sekitar Jalur Arteri Batang Kuis-Tanjung Morawa, Jumat (9/12) lalu.

Seorang warga setempat menyebutkan, dia bersama suaminya sempat menyaksikan penyerangan dari jendela rumahnya. Tapi, rumahnya ikut dirusak. Warga itu mengaku baru beberapa bulan pindah ke Desa Sena.
“Kami disekap 2 orang di antaranya membawa kelewang dan panah,” terangnya. Setelah mendengar suara sirine polisi warga meninggalkan rumahnya.

Polisi mengamankan lima warga, masing-masing Ngatemina (37) dan Jumadi(35), warga Dusun 7, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Hendra Gunawan Pulungan (28), warga Jalan Setia Budi Tanjung Rejo Medan, Suriyanto (47), warga Dusun II, Desa Sena, dan Ngatiman (38). warga Gang Pendidikan, Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis.
Polisi juga mengamankan barang bukti 3 buah bom molotov yang masih utuh, 4 buah anak panah, 1 kelewang, 1 pisau, 1 senapan angin, 3 botol air mineral berisi bensin, 2 jerigen bekas sisa bensin, 1 linggis, 2 potong kayu, 1 sarung parang, 4 batu, dan 2 kotak terbuat dari triplek serta beberapa bambu runcing.

Hingga malam tadi polisi masih berjaga-jaga di lokasi kejadian. Sementara rumah Anto sudah diberi garis polisi. Kapolres Deli Serdang AKBP H Wawan Munawar SIk MSi ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Deli Serdang AKP Anggoro Wicaksono SiK mengaku, lima warga yang ditahan diduga terlibat ikut serta membakar rumah Warsito.

Sementara, wartawan POSMETRO MEDAN, Pasta Wijaya (39) ikut menjadi korban amuk warga. Peristiwa penyerangan itu terjadi saat Pasta Wijaya  melakukan peliputan di rumah Warsito.

Awalnya, Warsito bertanya kepada Pasta Wijaya kenapa datang ke rumahnya yang baru saja terbakar. Lantas, Pasta meninggalkan Warsito. Begitu Pasta balik kanan, warga yang emosi langsung mengejar Pasta.

Mengetahui dirinya terancam, Pasta meminta pertolongan kepada pihak kepolisian. Namun, massa semakin marah bahkan sempat melayangkan pulukan serta sabetan ke tubuh Pasta. Akibatnya, kepala wartawan itu sobek serta bibirnya robek kena bacokan. Selain itu, petugas kepolisian bernama A Barus yang berupaya menyelamatkan Pasta turut menjadi sasaran pemukulan dan mengalami pendarahan.

Keduanya dilarikan ke RSU FL Tobing untuk mendapat pertolongan medis. Setelah mendapat perawatan, Pasta membuat laporan  ke Mapolres Deli Serdang, dengan nomor LP/829/XII/2011/SU/RES DS. Sementara itu, A Barus belum membuat laporan.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua kelompok warga Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang bentrok, Jumat (9/12) sekira pukul 15.47 WIB. Tak ada korban jiwa, namun tiga warga yang tidak mengerti permasalahan, menderita luka-luka.

Ketiganya adalah Pardomuan Harianja yang mengalami luka bacok di bahu dan dirawat di RSU Mitra Sejati, Toto (38) terkena panah di bagian dada, dan Rahmat (37) terkena panah di kaki kanan dirawat di RSU Mitra Husada Pasar 8 Tembung.

Bentrok bermula saat puluhan kelompok pemuda lengkap dengan senjata tajam tiba-tiba menyerang orang-orang di gubuk milik warga Pujasena di lahan garapan di Dusun 3 Desa Sena. Kebetulan Pardomuan Harianja bersama empat temannya sedang duduk beristirahat sembari minum es kelapa muda.

Kelompok pemuda itu langsung menyerang Pardomuan dkk dengan sejata tajam. Akibatnya, Pardomuan Harianja mengalami luka bacok di bagian bahu. Korban yang sudah tidak berdaya kemudian dilarikan rekannya ke rumah sakit terdekat dengan mengendarai mobil Kijang Kapsul silver milik korban, BK 1679 CN yang tengah di parkir di pinggir jalan Tanjungmorawa-Batangkuis.

Saat hendak diboyong kelompok pemuda itu menyerang mobil hingga kaca bagian depan, samping dan belakang pecah. “Saat itu Pardomuan hendak dilarikan ke rumah sakit,” bilang Sabar Tarigan, rekan korban.
Dijelaskan Sabar Tarigan, dia dan Pardomuan kebetulan duduk di gubuk milik penggarap Pujasena. Setelah peristiwa penyerangan gubuk milik penggarap Pujasena, sekitar pukul 16.15 WIB, aksi balas dilakukan. Sekitar 30 warga dari kelompok Pujasena dilengkapi bersenjata tajam melakukan penyerangan balik ke kediaman ketua pemuda penyerang mereka di Dusun 4.

Aksi saling serang berlangsung selama 15 menit. Bahkan, polisi yang turun ke lokasi terpaksa melepaskan tembakan untuk membubarkan kedua kelompok.

Dua Aparat Terkapar

Sementera itu, dua aparat masing-masing Brigadir LM dan Prada A terpaksa mendapat perawatan karena mengalami luka-luka, Minggu (1/12) dinihari. Brigadir LM mengalami luka-luka di bagian kepala. Sedangkan Prada A mengalami luka tembak.

Keterangan yang dihimpun, kejadian itu bermula saat Brigadir LM mau pulang ke rumahnya di Simpang Selayang dari Belawan. Namun, sampai di kawasan Jalan Gagak Hitam Ringroad, tepatnya di depan Komplek Perumahan Tasbi atau di depan Home Sentra, Brigadir LM dihina oleh sekelompok orang yang lagi nongkrong dengan ucapan kotor. Tak terima, Brigadir LM turun dari mobilnya sambil bertanya kepada sekelompok orang tersebut.

“Dia (LM) tadinya hanya mau nanya maksud ucapan salah seorang pemuda, belum sempat lagi dia bertanya para pemuda itu langsung menghajarnya hingga terkapar,” kata warga yang namanya minta tak ditulis.
Merasa terjepit, LM langsung mengeluarkan pistolnya dan menembakkannya.

“Sebelum dia menembak, sempat mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak dua kali, baru dia menembak ke arah sekelompok pemuda tersebut,” bebernya.

.”Saya dengan suara tembakan setelah ada suara gaduh,” terang warga lainnya.
Setelah suara tembakan itu, Prada A yang berada di lokasi terkapar terkena tembakan. Teman-teman Prada A pun marah dan menghajar Brigadir LM.

“Pecah-pecah wajahnya (Brigadir LM) dan terkapar,” kata warga.

Brigadir LM mengalami luka koyak di bagian kepala dan kuping hingga tak sadarkan diri langsung diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara di Jalan KH Wahid Hasyim Medan. Sementara  Pratu A yang mengalami luka tembak di bagian perut sempat dibawa ke rumah Sakit Sari Mutiara, namun karena kondisi lukanya serius langsung dirujuk ke RSU Pirngadi Medan. Tim medis RS Pirngadi Medan selanjutnya melakukan operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di perut Pratu A.

Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Satro dan beberapa pejabat teras di Polda Sumut langsung berkoordinasi dengan Pangdam, Dan Yon Zipur, Pomdam dan Kapendam. Kasubbid Pengelola Informasi dan Data (PID) AKBP MP Nainggolan mengatakan, kejadian itu berawal dari salah paham.

“Pimpinan sudah koordinasi,  jangan sampai masalah ini jadi berlarut-larut dan menimbulkan masalah yang tidak diinginkan,” kata Nainggolan. (btr/ari/mag-5/ris/smg)

Nunun Satu Sel dengan 33 Tahanan Narkoba

JAKARTA- Tersangka kasus cek perjalanan Nunun Nurbaeti akhirnya menghabiskan malam di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur. Setelah sempat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (10/12) malam, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun kemudian itu dipindahkan ke rutan kemarin (11/12) dini hari pukul 01.00.

Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengklaim bahwa Nunun tidak diperlakukan istimewa. Dia menegaskan telah memerintahkan kepada bawahannya, Dirjen Pemasyarakatan Sihabuddin agar tidak memberikan fasilitas lebih bagi tahanan tersebut.

Dia ditempatkan di ruang Mapenaling (masa pengenalan lingkungan) blok Edelweis. Ruangan tersebut berukuran 5,7 meter x 4 meter. Di dalam ruangan itu, Nunun harus berbagi ruangan dengan 33 tahanan lainnya. Dia mengakui kapasitas ruang tahanan tersebut berlebih.”Kapasitas ruangan idealnya cuma 15 orang,” kata Denny di Jakarta kemarin (11/12).

Fasilitas di kamar tersebut, kata Denny, sama dengan tahanan lainnya. Masing-masing tahanan dijatah satu kasur spon tipis dan satu bantal dengan ruang kamar mandi dan toilet yang digunakan bersama-sama. Salah seorang petugas Rutan bahkan merilis sejumlah foto yang dicetak di kertas.

Dalam foto tersebut, terlihat seseorang yang tidur membelakangi kamera di antara tahanan lainnya. Dia berada di tempat paling pojok. Tapi, tidak menjamin apakah dia benar-benar Nunun. Sebab, wajahnya tidak terlihat jelas. Namun, terlihat bantal merah yang dipeluk ibu empat anak itu saat dikeler dari gedung KPK digunakan sebagai alas kepala.

Denny melanjutkan, petugas Rutan telah mengirimkan sejumlah foto ruang tahanan Nunun pada dirinya. Dalam foto-foto tersebut bisa dilihat bahwa Nunun diperlakukan layaknya tahanan lainnya. Namun, dalam sejumlah foto tersebut tidak tampak jelas wajah Nunun. Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Hukum itu, saat dipotret Nunun sedang tidur. “Menurut keterangan Karutan Pondok Bambu wajahnya memang tidak terlihat. Dia tidur menghadap dinding, paling pojok dengan selimut merah. Yang bersangkutan memang baru bisa istirahat setelah diperiksa KPK,”ujar Denny.

Selain itu, kata Denny, menurut laporan Karutan Pondok Bambu Herlin Candrawati, Nunun datang hanya membawa pakaian dan obat-obatan. Nunun juga belum bisa dikunjungi pihak keluarga. Sebab, pada hari Minggu (kemarin) tidak ada jadwal kunjungan. Nunun akan berada di ruang tahanan tersebut setidaknya selama 7-10 hari.

“Saya juga sudah perintahkan Karutan Pondok Bambu untuk memastikan semua beralan baik, tanpa penyimpangan apapun,?imbuhnya.
Orang pertama yang membesuk Nunun adalah Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM Sihabuddin. Namun, saat mengunjungi Mapenaling, Nunun masih sedang tidur karena capek setelah semalaman diperiksa KPK. “Kondisi bu Nunun sedang tidur nyenyak. Kami tidak bisa berkomunikasi dengannya,” katanya.

Informasi yang diterima Jawa Pos menyebutkan, Nunun ditempatkan blok yang terletak di bagian belakang sisi timur rutan. Letaknya beberapa meter dari masjid yang tepat di tengah-tengah rutan. Blok Edelweis adalah salah satu blok padat milik Rutan. Bangunan tiga lantai itu sebagian besar diisi para tahanan dan narapidana kasus narkoba.

Artis Sheila Marcia pernah ditahan di blok Edelweis. Narapidana kasus suap Artalyta Suryani dulu seharusnya juga ditahan di blok tersebut. Namun oleh para petugas rutan, perempuan yang akrab dipanggil Ayin itu ditempatkan di sel mewah di sisi utara sebelum akhirnya terungkap pada 10 Januari 2010 lalu.

Saat dibawa ke sel tersebut, Nunun didampingi tiga anaknya dan pengacara Ina Rahman. Anak-anak Nunun yang mendampingi adalah Adri Achmad Daradjatun, Tuza Junius Daradjatun, dan Ratna Farida Daradjatun. Buah hati Nunun dari pernikahan dengan Adang Daradjatun itu juga membawakan makanan. Informasi dari sejumlah petugas rutan, makanan yang dibawakan rata-rata makanan cepat saji.

Setelah dua tahun dalam masa pelarian, Nunun tak langsung bisa beradaptasi dengan lingkungan rutan. Informasi yang diterima Jawa Pos, saat diantar oleh keluarga dan pengacara, Nunun terlihat lelah. Tapi, dia tak langsung menghuni ruang Mapenaling di blok Edelweis. Waktu antara pukul 01.00 hingga 04.00 dimanfaatkan untuk bersama rombongan pengantar sebelum mereka akhirnya pulang. “Ibu baru bisa tidur menjelang subuh,” kata Ina Rahman.

Soal makanan memang menjadi perhatian keluarga. Mereka khawatir, Nunun tak bisa beradaptasi dengan makanan yang disediakan pihak rutan. Karena itu pada sore kemarin (11/12), mereka menambah suplai makanan untuk sosialita 61 tahun itu. Sekitar pukul 17.00, dua lelaki berusia 20an tahun mendatangi rutan. Mereka menumpang Toyota Innova hitam bernopol B 289 MA.

Seorang lelaki berkaus oblong hitam dan seorang lagi berjaket merah motif kotak-kotak. Lelaki berkaus oblong hitam membawa tas plastik besar merah marun bertulisan Giordano. Di dalamnya, terdapat perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Sedangkan lelaki satunya membawa makanan cepat saji yang dibawa dengan tas plastik bertulisan produk donat.

Dua orang tersebut tidak menemui Nunun secara langsung. Mereka terbentur aturan larangan membesuk pada hari Minggu. Karena itu, keduanya hanya menitipkan buah tangan itu pada petugas di pintu depan. “Iya benar. Mereka berdua mengaku keluarganya bu Nunun,” kata Makmun, salah seorang petugas rutan.

Dua lelaki tersebut irit bicara. Saat dicegat wartawan, mereka membisu dan hanya menggelengkan kepala. Mobil yang mengantar mereka sengaja diparkir hanya beberapa meter dari gerbang rutan. Itu membuat mereka bisa segera masuk mobil sebelum wartawan bisa mencegat. Usai menyerahkan bungkusan, mereka berdua langsung meninggalkan rutan.
Ina mengungkapkan, pada malam sebelum dipindah ke rutan, Nunun sempat diperiksa. Pemeriksaan mengarah ke sejumlah tersangka kasus cek pelawat lainnya. “Iya, termasuk yang mengarah ke Panda cs (tersangka kasus cek pelawat Panda Nababan,  Red.),” katanya.

Nunun rupanya tidak diterima disebut tertangkap oleh KPK. Ina menegaskan bahwa kliennya itu memang sudah berniat pulang. Dia datang menyerahkan diri ke polisi Thailand pada Rabu (7/12) lalu setelah diberitahu dirinya dicari KPK.

Adang Batal Open House

Sementara itu, suami Nunun, Adang Daradjatun berjanji akan menyampaikan kronologi penangkapan Nunun. Melalui kuasa hukumnya, Ina Rachman, Adang akan menggelar open house di kediamannya di bilangan Cipete, Jakarta Selatan.
Namun, nampaknya janji itu dibatalkan oleh Adang. Sejumlah wartawan yang sudah berada di depan rumah Adang, tidak menerima kabar apapun atas tindak lanjut keterangan pers. “Saya tidak menerima kabar apapun soal keterangan pers,” ujar salah satu petugas yang menjaga rumah Adang. Memasuki pukul 21.00 WIB, suasana di rumah Adang semakin sepi aktivitas.

Jika dilihat dari Jalan Cipete Raya, rumah Adang tampak biasa-biasa saja. Seperti tidak terjadi apa-apa. Pintu pagar yang menutup muka rumah dengan lebar 18 meter itu nyaris tidak pernah terbuka.

Akan tetapi, suasana beda jika melihat jalan kecil yang berada di sebelah kiri rumah. Rupanya, rumah Adang memanjang dari ujung jalan Cipete Raya masuk ke dalam gang itu. Rumah Adang seperti membentuk huruf L. Bagian belakang rumah Adang terdapat dua rumah dengan ukuran sama, diatas 100 meter persegi.

Pada siang hari, banyak mobil keluar masuk di rumah bagian belakang itu. Diantaranya mobil anak Adang bernomor polisi B 289 MA. Siang mobil itu keluar, jelang maghrib sudah balik lagi. Informasinya, ternyata mobil itu membawa anak Adang mengunjungi Nunun Nurbaeti di Pondok Bambu.

Setelah mobil itu, sejumlah mobil menyusul masuk. Menyusul sekitar tiga mobil yang telah terparkir di dalamnya. Informasinya, Adang beserta keluarga serta pengacara berkumpul disitu membicarakan kasus Nunun.

Alasan Sakit

Praktisi Kesehatan, oleh DR Dr Ari Fahrial Syam SpPD mengatakan, pernyataan dokter pribadi Nunun, dr Andreas Harry SpS (K) yang menyatakan bahwa Nunun menderita Dementia (lupa) dan mengarah ke Alzheimer (pikun) dan dihubungkan dengan riwayat stroke sebelumnya, menjadi sesuatu hal yang akan dibuktikan.

“Saat ini pun keterangan para nara sumber di media elektronik dan juga komentar para pembaca yang saya amati dari berbagai media cenderung sudah mempertanyakan pernyataan dokter sebelumnya apakah Nunun benar-benar sakit. Bahkan, komentar para pembaca di salah satu situs berita elektronik sudah memojokkan profesi dokter,” ujar Ari Fahrial Syam, yang juga staf pengajar di Fakultas Kedokteran UI itu, kepada wartawan melalui keterangan persnya, Minggu (11/12).

Profesi dokter dipojokkan, padahal menurut Ari, Dr Andreas Harry yang sudah menjadi dokter pribadi Nunun bertahun-tahun, sudah menyatakan kepada media bahwa dia mempertaruhkan profesinya dalam menyampaikan kesimpulan sakit Nunun tahun lalu.

“Dan beliaupun siap kalau ada second opinion dari dokter lain yang akan menilai kondisi sakit Nunun,” ujar Dokter Ari.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyatakan akan  menyiapkan tim dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan Nunun.

“Sejarah berulang pada pemeriksaan mantan Presiden Soeharto ada tim dokter pribadi dan ada tim dokter independen yang menilai status kesehatan Pak Harto,” ujarnya.

“Di satu sisi kondisi kontroversi sakit Ibu Nunun memang akan memojokkan profesi dokter karena ada kesan di masyarakat  bahwa dokter pribadi melindungi tersangka dalam hal ini Ibu Nunun. Apalagi pernyataan-pernyataan yang ada di media menunjukkan bahwa kondisi ibu Nunun saat ini sehat wal afiat walaupun sebenarnya perlu evaluasi medis yang mendalam untuk  menilai sehat tidaknya seseorang,” terangnya.

Ari mengaku yakin bahwa sebelum menyampaikan pernyataan kondisi kesehatan Nunun tahun lalu,  dokter pribadi Nunun sudah melakukan analisa yang mendalam. Tentu sudah dilakukan tahapan pemeriksaan dan pengamatan yang terus menerus.

Karenanya, dia mengajak semua pihak berprasangka baik atas pernyataan yang telah disampaikan oleh dokter pribadi Nunun dan juga berprasangka baik atas upaya-upaya yang akan dilakukan oleh tim dokter yang akan ditunjuk oleh KPK. Kondisi kesehatan Nunun selama pemeriksaan dan selama tahanan, lanjutnya,  juga harus menjadi perhatian pihak penyidik dalam hal ini KPK mengingat Nunun sudah pernah mengalami stroke karena stres, kelelahan dan istirahat yang kurang dapat mencetuskan stroke berulang.

Ari berharap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga harus terus  mengamati dan mengikuti kasus Nunun ini dengan seksama karena jelas profesi dokter dipertaruhkan. Para pakar spesialis syaraf Indonesia  juga diharapkan mengamati proses pemeriksaan yang terjadi dan kalau perlu melakukan kajian ilmiah atas kasus ini. (aga/bay/ken/sam/jpnn)

Angie Kabur ke Manado

Disuruh Teman-teman Kawin Saja

Jakarta – Politikus Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan menjamin karibnya Angelina Sondakh berada di Manado, Sulut. Angie tidak pergi ke Singapura seperti kabar yang beredar. Menyusul munculnya kisah asmara Angie dan penyidik KPK, Kompol Brotoseno.

“Angie ke Manado bukan ke Singapura,” kata Ramadhan di sela-sela penanggulangan bencana di Kp Melayu, Jaktim, Minggu (11/12).

Informasi di internal PD menyebutkan, sebenarnya Angie sudah mengantungi izin dari FPD untuk pergi ke Singapura. Angie sebelumnya mengajukan izin untuk menjalani pengobatan ke negerin

Singa itu. Angie disebutkan pernah mengalami patah tulang dan dia berniat check-up ke Singapura.
“Saya tahu dari teman-teman Demokrat, Angie pergi ke Manado,” yakin Ramadhan.

Sedang terkait izin dari Fraksi Demokrat untuk kepergian Angie ke Singapura, Ramadhan meminta agar mengklarifikasinya kepada pimpinan fraksi.

“Untuk Angie bukan saya yang teken. Jadi saya enggak tahu. Kalau enggak Pak Jafar (Ketua FPD Jafar Hafsah) atau kepada Wakil Ketua Fraksi, Pak Sutan Batoegana,” jelasnya.

Politisi Partai Demokrat (PD) lainnya, Nurul Qomar bilang, apabila Angelina Sondakh dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kompol Brotoseno sudah saling mencintai dinikahkan saja. Pimpinan KPK Busyro Muqoddas dan Ketua KPK baru Abraham Samad sekalian menjadi saksi mereka.

“Kalau dua-duanya saling mencintai, dinikahkan saja. Pak Busyro sekalian jadi saksi satu. Ketua KPK baru jadi saksi dua,” kata Qomar.

Menurut Qomar, jalinan asmara sang sahabatnya tersebut dengan penyidik KPK merupakan hal yang manusiawi dan wajar.

“Kalau kejadian ini manusiawi dalam konteks laki-laki dan perempuan. Apalagi Mbak Angie mantan Putri Indonesia, cantik, anggota DPR, berstatus janda dan sudah lewat masa iddah. Jadi wajar banyak yang naksir. Persoalannya yang disebut pacaran dengan penyidik KPK dan Mbak Angie disebut-sebut Pak Nazaruddin di kasus Wisma Atlet maka masalahnya jadi tajam,” papar anggota DPR Komisi X ini.

Selaku sahabat, Qomar berencana menemui istri mendiang Adjie Massaid tersebut.
“Saya akan datang ke rumahnya dan meneleponnya supaya saya memberikan keterangan tidak mengada-ada, mau tahu persoalan sebenarnya. Mbak Angie biasa lebih terbuka,” ujar pria yang juga pelawak senior ini.
Ia mengaku komunikasi dengan Angie tidak seintens dahulu. Sejak kepergian Adjie, kata Qomar, Angie sulit dihubungi dan sangat jarang berkomunikasi dengannya.

“HP Mbak Angie sering tidak aktif, SMS tidak dibalas. Mungkin dia punya nomor baru. Paling kalau ketemu di paripurna, ya cuma angkat tangan saja (melambaikan tangan). Saya akan coba temui dia karena saya juga baru dengar kabar ini bagai ditiup angin lalu,” cerita Qomar. (net/bbs)

Pemeriksaan JR Saragih Harus Dipercepat

MEDAN- Praktisi hukum Sumatera Utara yang tergabung dalam Lentera Konstitusi (Lekons), Dani Sintara, mengatakanbahwa keberlangsungan atau berhentinya sebuah kasus dapat terjadi karena pergantian pucuk pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dan hal itu sangat berkaitan dengan marwah KPK itu sendiri dalam penegakan hukum terlebih kasus-kasus korupsi, termasuk kasus JR Saragih.

“Tak ada istilah ganti pimpinan, kasus berhenti. Saya pikir KPK tidak akan menghentikan kasus yang diduga melibatkan Bupati Simalungun itu. Ini persoalan marwah dan nama baik. Jika dihentikan, maka KPK akan menurun citranya di masyarakat. Kita juga mengharapkan, KPK segera memproses kasus yang diduga dilakukan Bupati Simalungun itu. Karena kasus yang dihadapi relatif banyak,” katanya ketika berbincang dengan Sumut Pos, Minggu (11/12).
Pria yang duduk di Bagian Advokasi Lentera Konstitusi (Lekons) tersebut menuturkan, pada prinsipnya proses peradilan di Sumut secara teoritis relatif lucu. Sebab, bila seseorang terlibat lebih dari satu kasus, maka kasus-kasus tersebut akan dijadikan satu dalam satu dakwaan atau pengadilan.

“Secara teoritis memang lucu. Misalnya, saya hari ini melakukan pencurian, besok pemerkosaan, lusa lain lagi. Nah, pengadilannya nanti sekalian semua kasus tersebut,” jelasnya.

Dalam kasus JR Saragih, usulnya, sebaiknya kasus-kasus yang sudah terlebih dulu diproses dan telah memiliki bukti yang kuat, sebaiknya sesegera mungkin dinaikkan status pemeriksaannya. Hal itu juga mengantisipasi agar orang-orang yang diduga terlibat tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

“Ada dua kasus sejak tahun lalu, dan dua kasus lainnya baru-baru ini dilaporkan ke KPK. Dalam kasus-kasus ini, Bupati Simalungun itu tidak bermain sendiri. Kan ada orang-orang lainnya. Di dalam kasus pidana, semua orang yang disebut di dalam pengadilan itu harus diperiksa. Jadi, kasus-kasus yang sudah terlebih dulu dilaporkan dan ditangani KPK, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang disebut-sebut dalam kasus itu. Agar bisa secepatnya ada kepastian hukum, dan orang-orang yang disebut-sebut dalam kasus tersebut tidak bisa menghilangkan barang bukti atau sebagainya,” usulnya.

Lebih lanjut Dani Sintara menyatakan, ketika satu kasus sudah siap untuk diajukan ke pengadilan, untuk kasus-kasus yang lainnya bisa tetap dilangsungkan proses penyelidikan atau penyidikannya.

“Kalau menunggu semua kasus dikumpulkan, baru disidangkan maka akan lama lagi lah kasus-kasus Bupati Simalungun itu mendapat kepastian hukum bersalah atau tidaknya,” katanya.

Bupati Simalungun JR Saragih terseret sejumlah kasus diantaranya, kasus dugaan suap ke Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) sebesar Rp1 miliar lebih. Kemudian kasus dugaan suap kepada Ketua Pokja Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Simalungun Robert Ambarita senilai Rp50 juta. Ada juga kasus dugaan pengalihan dana insentif guru non PNS di Simalungun sebesar Rp1,2 miliar serta kasus dugaan penyelewengan APBD Simalungun 2010 sebesar Rp48 miliar. (ari)

Peserta Asal Tobasa Usung Lagu Batak

Audisi Indonesian Idol

Gedung Serba Guna Universitas Negeri Medan (Unimed) Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan sejak pagi sudah dipadati para peserta yang ingin mengikuti seleksi Indonesian Idol, Minggu (11/12).

Sambil menunggu antrean proses seleksi, para peserta menyanyi dan memainkan alat musik serta terlihat menguji olah vokal. Tiba-tiba para peserta sontak heboh ketika Daniel Tamba dan Gisel yang turut menyemarakkann proses seleksi hadir di antara para peserta, untuk memberikan semangat dan tips-tips khusus kepada para peserta agar dapat mencuri hati para juri.

“Para peserta tidak hanya dari Kota Medan saja, tapi banyak yang berasal dari luar Kota Medan seperti Padang, dan Palembang ,” kata Communication Officer Marcom Dept RCTI, Trista P Efendi, saat ditemui disela-sela proses seleksi.
Menurutnya, setelah dua hari melakukan serangkaian seleksi dari 10-11 Desember, nantinya para peserta yang terpilih akan di adu lagi di Jakarta.

“Kita nggak tentukan jumlah kuotanya berapa. Kita pilih, terbaik diantara yang terbaik. Pada hari pertama audisi, diikuti sebanyak 3.672 peserta yang didominasi kalangan pelajar hingga petugas kepolisian,” katanya.
Untuk mengikuti seleksi pencari bakat yang diadakan tim Fremantle Media dan RCTI ini, peserta tidak hanya mengandalkan suara saja, tapi juga kemampuan yang lain seperti dapat bermain musik dan lainnya. Namun, ada yang berbeda pada salah seorang peserta yang ikut antrean panjang seleksi tersebut.

Mawarni Tamba (24) tidak malu-malu saat mengenakan pakaian adat Batak Toba berwarna merah bata yang sudah dimodifikasi dengan bentuk yang lebih modern untuk mengikuti serangkaian proses seleksi tersebut.
Alumni Unimed jurusan pendidikan teknik elektro stambuk 2006 ini akan menyanyikan lagu asal Batak Toba di depan para dewan juri.

Dengan penuh percaya diri, wanita kelahiran Toba Samosir (Tobasa) ini mengaku sengaja memberikan sesuatu yang berbeda saat proses seleksi dan optimis yang tinggi bisa lolos pada tahap selanjutnya. Pakaian adat ini sengaja dikenakan untuk lebih mengenalkan budaya adat Batak dan menurutnya sebagai pemuda dan generasi penerus harus menjaga kelestarian budaya tanpa terpengaruh dengan budaya asing yang sudah mewabah.

“Saya datang sendiri dan memang inisiatif memakai pakaian adat ini. Saya nggak malu dan nggak mempermasalahkan penilaian orang lain. Saya akan nyanyikan lagu Batak, yang penting pandai-pandai kita menyanyikan sebuah lagu, penilaiannya bukan berdasarkan suara saja. Kita kan nggak tahu rezeki seseorang gimana. Tapi saya optimis bisa lolos seleksi ini,” ujar wanita yang tinggal di Jalan HM Yamin, Gang Istirahat tersebut.

Anak kedelapan dari 10 bersaudara pasangan Partomuan Manulang dan Siholtamba ini mengatakan sejak kecil sudah suka menyanyi dan selama ini mengikuti paduan suara di HKBP Pardamean Jalan Pancing.

“Enggak ada persiapan khusus, karena saya juga udah biasa nyanyi. Dari rumah saya naik sepeda motor. Paling persiapannya membawa minuman, snack, payung dan jaket. Karena kita juga nggak tahu nunggu berapa lama. Antreannya juga panjang, dan cuaca juga mendung,” ucapnya.

Meskipun nantinya tidak lolos seleksi, Mawarni berharap para pemenang dapat memberikan yang terbaik khususnya bagi warga Medan.

“Hari pertama seleksi saya juga datang, tapi hanya melihat lokasi audisinya saja. Karena tertarik, hari kedua seleksi saya putuskan untuk ikut. Tapi bagi saya, siapa pun pemenangnya, saya harap bisa membanggakan dan dapat menjaga nama baik daerahnya,” urainya. (mag-11)

Gelar Wayang Kulit Rebutan Tapal Batas

Perjuangan Warga Sari Rejo

Perjuangan untuk mendapatkan hak atas status tanah yang sudah ditempati warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia terus dilakukan. Kali ini bentuk perjuangan tersebut diceritakan dalam pagelaran wayang kulit bersama Ki Dalang Joko Santoso dengan judul Gatot Kaca Rebutan Kikis (tapal batas, Red).

Adlansyah Nasution, Medan

Sebelum memulai pertunjukan, ketua panitia menyerahkan wayang kulit kepada Ki Dalang Joko Santoso. Dengan menggunakan prinsip cahaya dan bayang, Ki Dalang memulai dengan mengangkat kedua tangannya serta mengangkat satu per satu wayang kulit tersebut di balik layar putih, diiringi dengan alat musik gamelan, alat tiup (serunai) dan alat bertali (rebab) serta seorang perempuan yang sekali-kali mengeluarkan suara merdu dengan Bahasa Jawa halus.

Ki Dalang yang duduk di tengah-tengah arena bersama puluhan wayang kulit yang terdiri dari berbagai watak methologi dengan rupa yang berbeda, tampak terbiasa menggerakkannya dari kiri ke kanan dan sebaliknya.
Dengan khayalan yang dilakoni oleh Ki Dalang bersama delapan pemain musiknya, benda tersebut mengeluarkan suara yang begitu lembut.

Lakon mengisahkan sengketa tanah Sari Rejo yang belum juga mencapai kesepakatan. Masyarakat hingga kini belum juga menerima sertifikat. Sementara pihak lain, yang belakangan terlibat di tanah tersebut, telah menerimanya. Sedangkan Wali Kota Medan terus berjanji kepada masyarakat akan segera menuntaskannya di akhir tahun ini bersama TNI AU.

Warga terus meminta permasalahan tanah Sari Rejo agar cepat diselesaikan, karena masyarakatnya sudah hidup sejahtera sejak tahun 1948. Akan tetapi, BPN tidak juga mengeluarkan sertifikat tanah terhadap lahan warga yang seluas 260 hektar sedangkan lahan seluas 302 hektar sudah bersertifikat dari luas seluruh lahan Kelurahan Sari Rejo 591 hektar.

“Pertunjukan wayang kulit menceritakan perjuangan warga Sari Rejo untuk mendapatkan status hak tanah mereka yang sampai saat ini belum bersertifikat. Sementara pihak lain yang baru menempati lahan Sari Rejo sudah mendapatkan sertifikat,” kata Ki Dalang, sebelum memulai acara kepada Sumut Pos, Sabtu (10/12) malam.

Cerita perjuangan warga Sari Rejo lewat wayang kulit itu juga dihadiri unsur muspika, perkumpulan masyarakat jawa dan warga sekitar  dilaksanakan di Lingkungan III, Kelurahan Sari Rejo sekaligus memperingati 1 Suro 1945 W / 1 Muharam 1433 H dan Bersih Desa.

Kegiatan yang setiap tahun dilaksanakan di Kelurahan Sari Rejo ini berlangsung selama dua hari. Awalnya, Sabtu (10/12) pagi kemarin. Seluruh warga bersama panitia dari Lingkungan III melakukan bersih desa dengan kegiatan kenduri bersama dan doa bersama yang diartikan sebagai bentuk penolakan bala di kampung tersebut.

“Selain melestarikan budaya, hal ini juga dilakukan agar warga Sari Rejo terbebas dari bala dan hal-hal negatif. Selain itu, masyarakat dapat diberi kekuatan dan rezeki melimpah ruah. Dengan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun dengan bergantian oleh setiap lingkungan juga dapat memberikan semangat dan bekerjasama untuk membudayakannya dengan silaturahmi seperti ini,” kata Ketua Panitia, Sani Mg Arbi SH yang juga Kepling III, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, di sela-sela acara.

Camat Medan Polonia, Ody Dody dalam sambutannya mengaku sangat bahagia dengan pergelaran acara yang memberikan apresiasi besar kepada masyarakat.

“Kebudayaan yang dimiliki warga Sari Rejo sangat kuat dan kental, saya juga mengakui kalau masyarakat yang tinggal di Sari Rejo sangat berbahagia karena memliki lingkungan yang bersih dari kelurahan lainnya,” ucapnya.
Sementara, Ustad Sarimah Alfaruf dalam ceramahnya menuturkan kalau seni wayang sejak 1.500 tahun lalu sudah ada di dunia. Acara berakhir Minggu (11/12) kemarin, dengan menggelar kuda kepang.(*)

50 Ribu Warga Rusia Tuntut Pemilu Ulang

Tolak Putin Jadi Presiden

MOSKOW- Puluhan ribu warga menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di ibukota Rusia, Moskow. Aksi yang dianggap sebagai aksi demonstrasi terbesar sejak runtuhnya Uni Soviet, diikuti lintas kelompok seperti komunis, nasionalis dan liberal pro barat. Dalam tuntutannya, massa menuntut digelarnya pemilu ulang karena ada kecurangan pemilu parlemen.

Demikian dilansir BBC, Minggu (11/12). Menurut laporannya, di Moskow ada sebanyak 50 ribu orang berkumpul di dekat Kremlin, satu tempat penetapan Partai Rusia Bersatu pimpinan Vladimir Putin sebagai pemenang pemilu.

Resolusi untuk menolak pengumuman pemenang pemilu yang dijadwalkan pada Minggu (11/12) waktu setempat, sudah dicanangkan para pengunjuk rasa. Selain itu, para demonstran menuntut dilaksanakannya pemungutan suara ulang, pengunduran diri ketua komisi pemilu Vladimir Churov dan menyelidiki dugaan kecurangan serta membebaskan para pengunjuk rasa yang ditahan.  Tapi, ketika digelarnya aksi itu, polisi menahan menahan sedikitnya 1.000 pengunjuk rasa yang menggelar aksi tak lama setelah hasil pemungutan suara diumumkan, Jumat (9/12), salah satunya adalah aktivis anti korupsi Alexei Navalny. Para aktivis itu ditahan lantaran tak mengantongi izin.

Amarah rakyat mulai muncul ketika melihat Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mulai membawa Rusia berubah. Niat Vladimir Putin kembali menjadi presiden mendapat banyak tentangan.

Namun, sikap pemerintah Rusia tetap bersikukuh tidak akan memenuhi tuntutan para demonstran.  “Dengan segala hormat kepada rakyat yang berunjuk rasa, mereka bukanlah partai politik,” kata anggota parlemen Partai Rusia Bersatu, Konstantin Kosachyov mewakili Kremlin.

Pemerintah mengizinkan rakyat menggelar unjuk rasa asalkan aksi itu dipindah dari Lapangan Revolusi ke Lapangan Bolotnaya, sebuah pulau di tengah Sungai Moskow di sebelah selatan Kremlin yang mudah dikendalikan aparat keamanan.

Dalam aksi tersebut sejumlah nama terkenal dalam politik Rusia terlihat mulai dari aktivis muda seperti Yevgenia Chirikova hingga mantan PM Mikhail Kasyanov dan mantan deputi PM, Boris Nemtsov.

Aksi yang sama terjadi Kurgan, Novosibirsk, Vladivostok, dan Yekaterinburg, tempat ratusan hingga ribuan orang meneriakkan yel-yel kebebasan untuk para tahanan politik dan inginkan Rusia tanpa Putin.

Ketua Komisi Pemilu Rusia Konstantin Kosachyov didesak mundur karena membiarkan terjadinya kecurangan pemilu. (bbc/bbs/jpnn)