26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14162

PKL Pasar Petisah Ngotot tak Mau Dipindah

MEDAN-Pedagang yang tergabung dalam Asosiasi pedagang kaki lima Indonesia (APKLI) Sumut, menggelar aksi unjuk rasa menolak berjualan di lantai II gedung PD Pasar Petisah. Pedagang juga menilai penertiban yang dilakukan PD Pasar menyalahi kewenangan karena pedagang tidak berjualan di areal pasar melainkan lokasi parkir.

“Lokasi parkir itu kan tidak mengganggu akses masuk ke Pasar Petisah. Jadi tidak tepat kalau PD Pasar menertibkan kami karena mengganggu akses masuk,” kata Ketua APKLI Sumut, Amro Siregar di depan kantor PD Pasar di lantai dua Gedung Pasar Petisah, Senin (16/1) siang.

Dikatakannya, selama ini pedagang bebas berjualan di lokasi yang sekarang karena merupakan binaan kelurahan. Setiap pedagang memperoleh gerobak berwarna kuning lengkap dengan tulisan binaan kelurahan. Jadi tidak ada alasan bagi PD Pasar untuk menertibkannya.

“Kami tidak tahu seperti apa kebijakan PD Pasar. Penertiban tentu harus berdasarkan instruksi Wali Kota Medan. Sementara sekarang tidak ada perintah langsung jadi kami tidak mau ditertibkan begitu saja,” tegasnya.

Sementara itu, pedagang informal di sepanjang trotoar dan halaman Pasar Petisah yang telah ditertibkan pekan lalu juga menyampaikan aspirasi menolak untuk dipindahkan berjualan ke lantai dua.

Jhon Purba, salah seorang perwakilan pedagang informal mengatakan pedagang menolak berjualan di lantai dua gedung karena tidak ada pembeli. Jadi pedagang akan merugi.

“Tidak ada pembeli yang mau naik ke atas karena semua barang sudah ada di bawah. Kalau begitu terus, pedagang akan rugi jadi kami bersikeras tidak mau berjualan di atas,” ucapnya.

Selain itu, konstruksi bangunan di lantai dua juga tidak kokoh jadi pedagang khawatir kalau berjualan di sana. Pedagang merasa tidak terjamin jika tetap bertahan berjualan.

“Bangunannya tidak kokoh jadi kami tidak mau berjualan di sana,” ujarnya.

Agar tetap berjualan di sepanjang trotoar dan halaman Pasar Petisah, pedagang rela dikutip biaya retribusi sama dengan pedagang formal yang berada di dalam pasar. “Kami siap di kutip Rp25.000 per hari asal tidak dipindahkan ke atas. Kalau memang harus ada pengutipan seperti pedagang formal, pedagang siap,” tegasnya.

Direktur Umum PD Pasar Benny Sihotang mengatakan pihaknya tetap komitmen untuk menerapkan aturan berlaku bahwa pedagang tidak dibenarkan berjualan di sepanjang trotoar dan halaman Pasar Petisah. Sesuai peruntukannya, areal itu merupakan lahan parkir.
“Jadi kami sesuai dengan aturan yang berlaku saja,” katanya.

Lagipula, lanjutnya, PD Pasar bukan menggusur pedagang tetapi hanya menata agar lebih rapi dan tertib karena pihaknya sudah menyediakan tempat dengan luas 1000 meter milik PD Pasar, dan seluas 2000 meter milik PT GKKS.

“Sesuai saran Wali Kota Medan untuk menata pasar, kami lakukan sesuai aturan tersebut dengan mengakomodir kebutuhan pedagang,” ujarnya.
Tidak hanya lokasi, PD Pasar juga akan menyediakan fasilitas, sarana dan prasarana yang dibutuhkan seluruh pedagang dengan memperbaiki tangga dan lainnya. (adl)

Lampu Jalan Aluminium 3 Belum Diperbaiki

085296342xxx

Yth Bapak yang membidangi lampu jalan, bahwasanya salah satu lampu jalan di Jalan Aluminium 3 Tanjung Mulia tepatnya di depan Mesjid Al Ikhlas lampunya sudah hampir 1 tahun belum diperbaiki. Diharapkan kepada Bapak untuk dapat memperbaikinya.

Kami Lakukan Perbaikan

Terima kasih informasinya, terlebih dahulu kami sampaikan kepada warga. Hingga kini kami terus melakukan perbaikan di sejumlah wilayah di Kota Medan. Hanya saja, perbaikannya tidak bisa secara keseluruhan dilaksanakan serentak. Hal itu dikarenakan keterbatasan jumlah pegawai kami, maka kami hanya bisa melakukan perbaikannya bertahap. Khusus untuk pelaksanaan perbaikan ini tetap dilaksanakan di seluruh penjuru Kota Medan. Untuk itu, kami meminta kepada warga agar bersabar menunggunya, karena petugas kami sedang bekerja di lapangan.

Erwin Lubis
Kadis Pertamanan Kota Medan

Jamsostek Bantu Uang Muka Angsuran Rumah Tipe 22 Rp633 Ribu

JAKARTA-Peminat rumah murah tipe 22 untuk karyawan outsourcing Bank Indonesia cukup besar. Program rumah murah seharga Rp67 juta itu cukup ringan karena cicilannya hanya Rp633 ribu tanpa uang muka.

Direktur Utama Jamsostek, Hotbonar Sinaga menjelaskan para debitur rumah murah mendapat beragam fasilitas menarik. Selain harga Rp67 juta untuk tipe 22/60, uang muka (dp) rumah dibayar terlebihdahulu oleh Jamsostek. Sehingga secara berkala, debitur membayar cicilan selama 15 tahun dengan jumlah tetap.

Sehingga debitur membayar cicilan dengan total sekitar Rp 633 ribu per bulan, tanpa uang muka.
Sementara Deputi Gubernur BI, Ardayadi menjelaskan, dari 600 peminat rumah murah, hanya 150 karyawan yang bisa mendapatkannya.”Dari 2.000 outsourcing, 600 peminat, yang dapat 150,” kata Ardayadi di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (16/1).
Pada hari ini dilaksanakan acara serah terima kunci secara simbolik antara karyawan dengan BI yang dihadiri Bank Tabungan Indonesia (BTN) dan PT Jamsostek sebagai lembaga penyedia uang muka dan fasilitas kredit.

Menurut Ardayadi, program tersebut bisa saja dilanjutkan namun harus mendapat persetujuan dahulu dari bank sentral.
Saat ini  PT Jamsostek (Persero) siap menyediakan dana tambahan, sekitar Rp500 miliar dalam rangka pembiayaan uang muka bagi masyarakat yang juga anggotanya. “Target Jamsostek tahun ini Rp220 miliar dalam menyalurkan uang muka. Kalau semua terserap, kami siapkan Rp500 miliar lagi,” kata Hotbonar Sinaga.

Target pembiayaan uang muka bagi anggota Jamsostek tergolong tinggi. Pasalnya, pencapaian tahun 2011 hanya Rp95 miliar.”Tahun lalu terealisir Rp95 miliar. Makanya kita memperbanyak sosialisasi dan iklan di TV bahwa kita ada pinjaman uang muka perumahan,” terangnya. (net/jpnn)

Kembali Bersaing

AC Milan vs Inter Milan

MILAN- Jangan dulu mencoret Inter Milan dari perburuan scudetto musim ini. Kemenangan dalam derby della Madonnina atas AC Milan 1-0 (0-0), kemarin dini hari (16/1) membawa Nerazzurri, julukan Inter, kembali ke persaingan.
Sempat terdampar di posisi ke-18, kini Inter berada pada posisi kelima dengan 32 poin. Mereka sekarang hanya tertinggal enam poin dari capolista alias penguasa klasemen sementara Juventus. Dari rival sekotanya Milan, mereka tertinggal lima angka.

“Kemenangan membuat kami kembali dalam persaingan. Tetapi, kami harus melakukannya secara perlahan. Dapatkan dulu posisi di Europa League, lalu baru memikirkan Liga Champions, dan terakhir scudetto,” kata Claudio Ranieri, pelatih Inter, seperti dikutip AFP.

Ranieri menilai, dengan mentalitas yang dimilikinya, Inter selalu ikut dalam perburuan scudetto. “Anda tahu, itu sudah ada dalam darah Inter, dalam DNA mereka. Mereka selalu bersaing untuk gelar, tetapi sekarang kami harus fokus pada tiap laga,” lanjut Ranieri.

Kebangkitan Inter, selain karena kepiawaian Ranieri mengembalikan kepercayaan diri tim, juga kepiawaiannya dalam meyakinkan pemain untuk menerapkan 4-4-2. Kembalinya performa hebat Diego Milito juga berperan penting.

Milito menjadi penentu kemenangan pada pertandingan kemarin dini hari dengan golnya pada menit ke-54. “Kami memang sangat membutuhkan kemenangan ini. Kami butuh menang atas salah satu dari tim papan atas agar kami semakin percaya diri dalam perburuan gelar,” kata Milito, seperti dikutip Football Italia.

Sebelumnya, Inter punya rekor yang buruk melawan tim papan atas Serie A. Mereka kalah dari Juventus, Udinese, dan Napoli. “Kemenangan di derby selalu indah. Apalagi, setelah kami mampu melewati masa sulit,” jelas striker asal Argentina itu.

Kekecewaan terlihat jelas di kubu Milan. Tetapi, mereka tetap yakin akan peluang scudetto. “Lihatlah kami masih berada lima angka di atas Inter. Kami juga hanya tertinggal satu poin dari Juventus. Tidak ada yang perlu dicemaskan,” kata Adriano Galliani, wakil presiden Milan, seperti dikutip Goal.
Allenatore Milan Massimiliano Allegri menyoroti permainan Inter yang dianggapnya menerapkan sepak bola negatif. “Bila Anda menyaksikan pertandingan, Inter hanya menunnggu untuk diserang dan kembali dengan serangan balik,” ketus Allegri.

“Mereka bermain dengan sepuluh orang yang berada di belakang. Tentu tidak akan mudah bagi para pemain mencari ruang. Harusnya kami bisa mencetak gol di awal. Tetapi, kami memang harus memuji Milito yang mampu memaksimalkan peluang,” kata Allegri.
Mantan pelatih Cagliari itu juga memuji performa kiper Julio Cesar. “Kami memiliki beberapa peluang menyamakan skor. Tapi, kurang tajam tendangannya. Apalagi, mereka memiliki kiper yang sangat mantap performanya,” jelas Allegri. (ham/jpnn)

Syahrini Marah Disebut Lady Escort

Entah dari mana datangnya dan kenapa ada julukan Lady Escort (wanita penghibur kelas atas) kepada Syahrini, baru-baru ini. Namun, julukan itu sampai di telinga sang penyanyi dan bikin dia murka. Bekas teman duet Anang Hermansyah, tak habis pikir dengan julukan yang berkonotasi negatif tersebut.
“Syahrini masih marah dan kesal sampai saat ini dia bilang ke saya. Apa maksud dan tujuan pertanyaan itu, ada apa ini semua? Syahrini merasa dikecewakan,” beber manajernya, Reindhy.

Keterlibatan Syahrini dalam penyambutan bintang-bintang kelas dunia yang datang ke Indonesia, seperti Hyun Bin, David Beckham dan terakhir Jorge Lorenzo, menurut Reindhy bukanlah permintaan Syahrini. Justru, pihak Lorenzo yang meminta Syahrini untuk menemaninya.

“Lorenzo yang meminta kepada manajemen Syahrini untuk bisa menemaninya berbincang di acara live itu (Empat Mata). Lorenzo juga meminta Syahrini menemaninya makan malam di JW Marriott, tapi Syahrini menolak karena dia harus mengisi acara lagi. Jadi, kegiatan Syahrini menyambut dan menemani tamu dari luar adalah bagian dari sikap profesional dia,” ujar Reindhy.

Ketika ditanya apakah Syahrini masih ingin menyambut tamu dari negara lain, Reindhy tidak berkomentar banyak. “Kita lihat nanti, saya yakin Syahrini sangat profesional,” ujar Reindhy.

Tentang julukan Lady Escort sempat ditanya langsung kepada Syahrini, akhir pekan lalu. “Ganti ah pertanyaannya. Tidak ada yang menemani. Ini semata bentuk pekerjaan, siapa pun bintang tamunya saya pasti menghormatinya,” kata dia dengan nada kesal.

Bahkan setelah mendengar kata itu, wajahnya langsung berubah marah dan pergi meninggalkan wartawan infotainment. “Tahu nggak sih artinya ‘lady escort’ itu apa? Sudah, saya nggak mau wawancara lagi,” ujarnya sambil memasuki mobil. (ins/rm/jpnn)

Road Show ke Sekolah

Wali Kota Medan Rahudman Harahap memberikan waktu 3 bulang kepada Kadis Pendidikan Kota Medan, M Rajab Lubis untuk membenahi pendidikan. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan M Rajab Lubis

Program apa yang disiapkan untuk meningkatkan pendidikan di Kota Medan?
Pak wali memang memberikan waktu bagi saya selama 90 hari. Di hari ke-91 kinerja saya akan dievaluasi apakah saya akan ditetapkan menjadi kadis pendidikan atau tidak. Dalam sebulan ini, saya terus berupaya melakukan evaluasi total, mulai dari evaluasi guru, sarana dan prasarana sekolah hingga siswa. Selama tiga bulan ini saya melakukan scanning potensi pendidikan, sehingga kita bisa mengangkat potensi pendidikan. Untuk itu, setiap hari saya melakukan road show ke sekolah-sekolah tanpa ada jadwal yang tetap.

Apa saja yang dilakukan ke sekolah?
Hal pertama yang saya lakukan adalah mengevaluasi kinerja dari kepsek juga guru. Untuk mengevaluasi ini saya sudah mempersiapkan instrumen dan angket. Kedua, saya mengevaluasi sarana dan prasarana sekolah mulai dari TK hingga SMA dan SMK. Ketiga evaluasi proses pembelajaran, ini penting karena saya akan merekam bagaimana guru melakukan proses pengajaran di kelas yang dikenal dengan penelitian tindakan kelas. Kemudian melakukan evaluasi sistem penilaian, ini juga bagian yang penting karena guru tidak bisa mengeneralisasi nilai sesukanya terakhir mengevaluasi manajemen sekolah sebab sekolah harus menerapkan manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam sebulan ini saya juga sedang menyelesaikan dokumen-dokumen akhir tahun 2011. Saya berupaya bekerja dari pagi hingga dini hari. Bagi saya, jangan sempat ada kerjaan seperti surat yang menginap satu malam. Makanya, sekarang ini saya memang harus bekerja keras.

Apa lagi selain road show?
Petama memang saya melakukan roadshow ke sekolah-sekolah seorang diri, paling ditemani dengan sopir saya. Namun, setelah itu ada tim saya yang akan mengikuti untuk melakukan evaluasi secara konkret. Road show yang saya lakukan ini juga bisa menimbulkan semangat kerja bagi guru dan kepala sekolah. Apalagi cukup besar gerbong yang saya bawa, untuk jumlah sekolah di Medan totalnya mencapai 1.865, jumlah siswa 536.783 orang dan jumlah guru sebanyak 35.004 orang. Menurut saya jumlah guru di Medan itu tidak berlebih, cuma bagaimana kita melakukan penempatan guru yang sesuai dengan kebutuhan. Itu yang terpenting.

Apa lagi selain itu?
Saya akan menuntaskan sertifikasi guru. Mengangkat harkat dan martabat guru. Lalu melakukan penyaluran dan penggunaan dana BOS dengan sistem yang benar. Selain itu, mengelola anggaran pendidikan sebesar Rp1,07 triliun termasuk gaji guru di tahun ini, agar sesuai dan tepat sasaran.

Bagaimana evaluasi yang Anda lakukan?
Evaluasi ini berguna untuk mengukur kualitas pendidikan dan pengajaran di Medan. Apalagi evaluasi ini saya lakukan untuk semua jenjang pendidikan mulai dari formal dan informal. Selain itu, dengan adanya evaluasi ini, kita bisa membuat profil sekolah di Medan dengan kategori sekolah berkualitas, sekolah sedang dan sekolah berkualitas rendah. Selain itu, evaluasi ini juga bisa memperlihatkan kualitas dari guru dan kepsek mana saja yang rendah, sehingga dari pemetaan guru inilah kita bisa memberikan pelatihan kepada guru-guru untuk menambah pengetahuannya.

Dengan begitu kita bisa langsung melihat guru A membutuhkan pelatihan di bidang ini, sedangkan guru B membutuhkan pelatihan di bidang lainnya. Kalau kita tidak melakukan evaluasi, kita tidak bisa mengetahui kualitas guru, untuk memberikan tambahan pelatihan tentunya tidak sama bagi setiap guru. Dengan memberikan pelatihan yang tepat kepada guru yang membutuhkan, maka ini bisa mengefesiensi dana dan waktu. Begitu juga dengan evaluasi sarana dan prasarana sekolah, maka kita mendapatkan pemetaan sekolah mana saja yang harus dibangun, kalau ada penyandang dana yang mau memberikan bantuan kita bisa langsung menyalurkannya ke sekolah yang tepat. (adl)

Tewas di Rel KA Medan-Rantauprapat, Tubuh Sopir Serap Terpotong Tiga

ASAHAN- Seorang sopir serap, Fauji Simbolon alias Kojek (42) warga Jalan Sei Tanjung Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kota Kisaran Barat, Asahan, ditemukan tewas terpotong tiga di perlintasan Kereta Api  (KA) jurusan Medan-Rantauparapat, sekitar 500 meter sebelum Stasiun KA Kisaran Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kota Kisaran Barat, Senin (16/1) sekitar pukul 09.00 WIB.

Informasi dihimpun, bagian tubuh korban yang terpotong-potong kali pertama diketahui masinis KA penumpang jurusan Medan-Tanjung Balai kemudian melaporkan penemuan itu ke pihak Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Stasiun Kisaran dan diteruskan ke pihak kepolisian.

“Ada mayat di jalur KA sekitar 500 dari stasiun, persisnya dekat palang perlintasan Jalan Pabrik Benang,” kata seorang masinis ketika ditemui di lokasi.
Mendapati laporan tersebut, polisi langsung ke lokasi kejadian. Jasad korban langsung dievakuasi ke RSU Kisaran untuk dilakukan visum. Polisi menemukan identitas berupa KTP tertulis nama Fauji  Simbolon (42) warga Jalan sei Tanjung Kelurahan Sendang Sari Kisaran Kecamatan Kota Kisaran Barat, kemudian dua buah handphone, dompet serta sandal korban.

Di RSU Kisaran, dr Ratna Sinaga ketika ditemui, mengaku jasad korban tiba di UGD sekitar pukul 10.45 WIB dalam keadaan sudah tidak bernyawa, dengan kondisi sejumlah organ tubuh terputus dari badan.

Sementara itu, kakak Fauji, N br Simbolon saat ditemui UGD RSU Kisaran, menceritakan Minggu (15/1 ) sebelum kejadian adiknya  sekitar pukul 23.00 WIB masih tidur di rumah dan tidak ada merasakan tanda-tanda mencurigakan.”Saya sangat terkejut, mendengar kabar ini, ternyata adikku tewas ditemukan di rel KA,” ujarnya.

Kapolres Asahan AKBP Marzuki MM dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP R Berutu didampingi Kasat Reskrim AKP Fahrizal, membenarkan penemuan mayat di rel kereta api.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan, sebab menurut keterangan yang didapat, sepeda motor yang biasa dipakai korban masih ada di satu warung di kawasan pajak Kartini Kisaran sedangkan kunci kontaknya ditemukan di kediaman kakak kandungnya  N br Simbolon.
“Kami masih melakukan penyelidikan, apa motif lain di balik kematian korban, mohon bersabar. Sementara kematian korban murni hanya dilindas KA atau ada hal lain dibalik itu,” katanya. (sus/spy/smg)

KBP3 dan Disdiksu Rencanakan Bentuk Homeschooling

Medan-Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan, Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBP3) akan  melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut).

Adapun bentuk kerjasamanya yakni dengan membentuk homeschooling yang bisa dirasakan masyrakat Sumut, khususnya internal keluarga besar Polri. “Program homeschooling selama ini masih menjadi program nasional. Tapi kita berharap dengan dilaksanakannya rakerda KBP3 nanti homeschooling juga menjadi program daerah,” ujar Ketua Umum KBP3 Age Nanda kepada wartawan di Medan, Senin (16/1).

Namun kendalanya,bilang Age, yakni kondisi di daerah tidak seperti di pusat dimana Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengerti hal itu masih minim.  Kendati demikian, hal itu diharapkan tidak menjadi penghalang bagi daerah untuk mengikuti program kerja nasional menjadi program kerja daerah.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya pada 2012 ini akan memberdayakan aset Polri yang telah diberikan kepercayaan oleh Polri untuk dikeola KBP3.
Dia mencontohkan seperti aset tanah kosong, bangunan, dan pembentukan koperasi.

Secara ekonomi, lanjutnya, hal ini akan memberikan dampak positif bagi KBP3 sendiri.  “Kita juga mensikronisasikan dengan program Polri, seperti penyediaan satpam yang sudah terlatih. Sekarang ini tidak lagi mengutamakan fisik atau otot tapi otak dalam hal mencari sumber pendanaan organisasi,” sebutnya. (uma)

PSG Rayu Legenda Milan

SEJAK memutuskan gantung sepatu pada 2009 lalu, Paolo Maldini selalu menolak kesempatan kembali ke sepak bola, sebagai pelatih ataupun jabatan lainnya. Tetapi rayuan gencar Paris Saint Germain (PSG) sepertinya bisa meluluhkan Maldini.

Leonardo, direktur olahraga PSG, sangat berambisi mendatangkan Maldini untuk menjadi staf pelatih. Dia akan menopang kerja Carlo Ancelotti. Bila terwujud, maka aroma Milan bakal sangat kentara di klub asal ibu kota Prancis itu.

Sinyal Maldini merapat ke Parc des Princes, markas PSG, tercium saat dia menyaksikan pertandingan Ligue 1 antara PSG melawan Toulouse yang berakhir 3-1 (14/1). Dia terlihat nyaman menyaksikan pertandingan dari tribun VIP.

“Maldini datang ke sini karena dia penasaran,” kata Leonardo, kepada Canal Football, seperti dilansir Football Italia. “Apakah dia akan bergabung dalam staf pelatih PSG? Dia sudah dekat dengan kami,” lanjutnya.

Bagi Leonardo yang merupakan mantan rekan satu tim di Milan, Maldini merupakan sosok yang tepat untuk bekerja di sepak bola. Dia punya pengalaman hebat yang bisa dibagi dan memiliki visi sepak bola yang luar biasa.

“Visinya sangat komplet. Saya tidak bisa dia akan bekerja dengan kami. Dia dengan tenang akan memutuskan masa depannya sendiri, tetapi kami jelaskan kalau dia memang dekat dengan kami,” kata mantan pelatih Milan dan Inter Milan itu.

Sekarang berbagai jurus rayuan dilakukan PSG agar Maldini bersedia bergabung. Faktor keberadaan Leonardo dan Ancelotti menjadi nilai plus. Mereka memiliki hubungan yang sangat dekat.

Hanya, tidak akan mudah merayu Maldini. Sejak pensiun, dia menegaskan tidak berminat meneruskan karir sebagai pelatih. Makanya, ketika Ancelotti bergabung ke Chelsea pada 2009 lalu, Maldini menolak bergabung.

Padahal, ketika itu, owner Chelsea Roman Abramovich sampai turun tangan merayu supaya Maldini bersedia menemani Ancelotti. Sempat terjeadi serangkaian negosiasi dan berakhir dengan penolakan Maldini pada 30 Juni 2009.

Sebagai pemain, Maldini memiliki reputasi luar biasa. Hanya membela Milan sepanjang karirnya, Maldini ikut merasakan 26 gelar bersama Milan. Dia pernah menjadi kapten Milan dan juga kapten timnas Italia. Di Milan, nomor punggung tiga miliknya dipensiunkan hingga ada keturunan Maldini yang bermain untuk Milan.(ham/jpnn)

PKS Medan Gelar Pelatihan Lembaga Sosial

MEDAN- Guna meningkatkan keterampilan dan tanggung jawab lembaga sosial di Kota Medan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan, menggelar pelatihan lembaga sosial dengan tema  “Pengelolaan Keuangan dan Nirlaba,” Minggu (15/1) siang.

Kegiatan yang dilangsungkan di Dubai Room, Hotel Madani Medan ini, dihadiri 70 perwakilan lembaga sosial di seluruh kota Medan yang bergerak di bidang Pertanian, Nelayan, Pendidikan, Lingkugan Hidup dan lainnya.  Sebagai pembuka acara, Ketua Kelembagaan Sosial DPD PKS Kota Medan, Juliandi Siregar S.Pd., M.Si menghadirkan pembicara ternama bidang lembaga sosial dan nirlaba, Era Purike.

Dalam sambutannya, Juliandi Siregar yang juga anggota DPRD Kota Medan, mengatakan selain sebagai program rutin DPD PKS Kota Medan,  workshop bagi lembaga sosial di Medan ini sangat penting bagi  kelangsungannya ke depan sebagai wujud  kepedulian terhadap kelembagaan sosial khusunya di Kota Medan. “Ini sebagai langkah maju dan akan menjadi agenda tahunan DPD guna meningkatkan pemberdayaan di kelembagaan sosial khusunya di Medan,” ungkapnya.

Di hadapan sekitar 70-an pengurus lembaga sosial di Kota Medan, Juliandi juga mengemukakan program serupa akan terus digulirkan dengan mengangkat tema-tema yang membangun, yang tentunya lebih menyentuh kepada kepedulian terhadap masyarakat dari segala sektor.
“Menjadi penting program ini akan terus digulirkan dengan mengangkat tema seperti pembuatan laporan keuangan dan pertanggungjawaban keuangan serta pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya juga, keberadaan lembaga sosial di Kota Medan perannya sangat penting dalam mendukung kinerja pemerintah karena fungsi dan keberadaan lembaga sosial yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Banyak lembaga sosial keberadaannya sangat penting dalam membantu kerja pemerintah dalam bidang pemberdayaan masyarakat, karena mereka lebih dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu dalam paparannya, Era Purike mengatakan penyusunan laporan keuangan dalam lembaga sosial penting sekali sebagai upaya memberikan kepercayaan kepada badan donor soal alokasi penggunaan anggaran.

“Baiknya penggunaan anggaran dilakukan dengan profesional, hal ini dimaksudkan sebagai upaya memberikan kepercayaan kepada badan donor untuk menyalurkan bantuannya kepada lembaga sosial yang ada,” jelasnya.

Era menilai, banyak penyusunan anggaran di lembaga sosial yang tidak dilakukan dengan baik sehingga membuat banyak badan donor yang tak maulagi mengucurkan bantuannya.

“Mana mungkin badan donor mau mengucurkan bantuannya kepada lembaga sosial kalau laporan keuangannya tidak dibuat dengan profesional,” ungkapnya. (*/adl) dar seperti ini,” cetusnya.