26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1417

Awasi Bangunan Menyalah, Komisi IV Sebut Pentingnya RDP

RDP: Ketua Komisi IV DPRD Medan, Haris Kelana Damanik  saat pimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi IV DPRD Medan, Senin (12/6/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi IV DPRD Medan, Haris Kelana Damanik, menyebutkan bahwa Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait maraknya bangunan bermasalah di Kota Medan sangat penting untuk dilakukan.

 Ia menilai, RDP perlu dilakukan guna meningkatkan kolaborasi antar perangkat pejabat Pemko Medan dalam pengawasan dan mencari solusi agar retribusi pengurusan izin bangunan dapat maksimal.

 Seperti RPD yang akan dilaksanakan, Senin (12/6/2023) siang di ruang komisi IV. RDP akan menghadirkan sejumlah OPD Pemko Medan, Kepling, pihak Kelurahan, Kecamatan dan pemilik bangunan.

 Menurut Haris Kelana Damanik, RDP dinilai penting guna meningkatkan kolaborasi pengawasan sekaligus mencari solusi.

 “Saat ini kurang pengawasan bangunan bermasalah, sehingga sangat minim PAD. Kita lihat masih banyak bangunan berdiri kendati bermasalah,” ucap Haris.

 Untuk itu, Haris menekankan kepada pejabat Pemko Medan mulai dari Kepling, pihak Kelurahan, Kecamatan, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan supaya meningkatkan kolaborasi melakukan pengawasan bangunan bermasalah. Sehingga, perolehan retribusi dari perizinan pendirian bangunan lebih maksimal.

 “Kita prediksi sumber PAD dari perizinan bangunan banyak kebocoran. Maka sangat perlu ditingkatkan pengawasan. Dalam RDP dapat kita mencari apa masalah dan upaya,” pungkasnya. (map/ila)

PLN Gandeng Komunitas Bank Sampah Gelar Aksi Serentak Bersihkan Kawasan Konservasi Sungai & Laut

Bersih - bersih di Pantai Pelabuhan Lama Sibolga

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tanggal 5 Juni, dimulai sejak tahun 1972 ketika Majelis Umum PBB menetapkan 5 juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada saat Konferensi Stockholm.

Tahun 2023 ini mengusung tema Beat Plastic Pollution, yakni seruan untuk bertindak guna menangani sampah plastik dan mencari solusi terkait polusi plastik.

Pembukaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dibuka langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya secara virtual dilakukan di Ibu Kota Negara, Kalimantan Timur diikuti oleh berbagai Kepada Daerah tersebar di 135 daerah di Indonesia.

Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati oleh PLN UID Sumatera Utara bekerjasama dengan komunitas peduli lingkungan Bengkel Sampah di Desa Lembah Lubuk Raya, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (10/6/2023).

Bersih – bersih di Pantai Pelabuhan Lama Sibolga
Bersih – bersih di Pantai Taman Ya’ahowu Nias

Mengusung program bersih – bersih dan konservasi sungai, kegiatan ini dilaksanakan serentak di 10 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di Sumatera Utara dan diikuti sebanyak 1.000 orang yang terdiri dari pegawai PLN, Forkomimda, relawan dan masyarakat untuk membersihkan sungai dan pantai yang berada diwilayah kerjanya masing – masing.

General Manager PLN UID Sumatera Manager Awaluddin Hafid menjelaskan, langkah yang dilakukan PLN dalam menjaga kelestarian konservasi sungai dan pantai ini sejalan dengan prinsip SDG’s. Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara, PLN ingin hadir memberikan dampak bagi kelestarian lingkungan sekitar.

“Program ini merupakan implementasi salah satu transformasi PLN yaitu Green dan Lean. Dengan melibatkan penggiat peduli lingkungan mengajak masyarakat untuk turut aktif dalam menjaga kebersihan sungai dan pantai,” ujar Awaluddin.

Sejak tahun 2022 hingga saat ini PLN menggandeng komunitas peduli lingkungan dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Tapanuli Selatan khususnya di Kecamatan Angkola Barat Desa Lembah Lubuk Raya. Komunitas ini telah banyak menghasilkan produk kerajinan dari limbah plastik yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya.

Ketua komunitas bengkel sampah Nazam Siregar menyampaikan rasa bangga dapat menjadi salah satu desa dalam peringatan puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2023.

“Nantinya sampah yang terkumpul akan dilakukan proses pemilahan. Sampah yang dapat didaur ulang akan diolah menjadi produk kerajinan, dan sampah yang tidak dapat diolah akan diganti dengan voucher listrik,” ungkap Nazam Siregar.

Sebelum melaksanakan kegiatan bersih – bersih kawasan konservasi sungai. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Selatan Ongku Muda Atas didampingi Kepala Kecamatan Angkola Barat Mhd. Tohir Pasaribu, kepada Desa Lembah Lubuk Raya Parulian Siregar dan Manager UP3 Padang Sidimpuan Eka Rahma Daniati melakukan tinjauan produk kerajinan dan gudang transit yang ada di desa tersebut.

“Melalui kegiatan serentak ini PLN berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 800 kilogram yang tediri dari sampah plastik, kaca dan anorganik lainnya. Semoga peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2023 ini dapat menjadi habbit bagi masyarakat di Sumatera Utara untuk membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, akan lahir komunitas – komunitas peduli lingkungan di daerah lainnya untuk menjaga kelestarian lingkungan kita,” pungkas Awaluddin. (ila)

Perjuangkan Jalan Rusak hingga Dibeton, Netty Juniaty Tinjau Jalan Tirtosari

TINJAU: Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra, Hj Netty Juniaty Siregar, meninjau Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, Senin (12/6/2023).

MEDAN, SMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra, Hj Netty Juniaty Siregar, meninjau Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Senin (12/6/2023). Sebab sebelumnya, Jalan Tirtosari mengalami kerusakan yang sangat parah.

Namun atas perjuangan dan usulan yang Netty disampaikan ke Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Jalan Tirtosari kini tampak mulus dan kokoh karena telah dibangun dengan sistem rigid beton.

“Alhamdulillah, saat ini Jalan Tirtosari sudah mulus, sudah dibeton. Saat ini masyarakat sudah bisa melintasi jalan ini dengan nyaman,” ucap Netty kepada Sumut Pos saat berada di lokasi.

Didampingi Lurah Bantan Ahmad Huzel, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Bantan Widya Utomo, perwakilan Dinas SDABMBK UPT Medan Timur dan Babinsa tersebut, Netty mengatakan bahwa usulan perbaikan Jalan Tirtosari yang ia sampaikan ke Dinas SDABMBK tersebut berawal dari keluhan masyarakat saat dirinya menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah di Kelurahan Bantan pada 28 Mei 2023 lalu.

“Saat itu Kasi Pem Kelurahan Bantan, Pak Widya yang menyampaikan keluhan warga ke saya saat saya menggelar Sosper di Kelurahan Bantan ini, yaitu masalah Jalan Tirtosari ini. Tentu langsung saya tindaklanjuti dengan mengusulkannya ke Dinas SDABMBK. Kebetulan saat Sosper itu, hadir Kepala UPT (Dinas SDABMBK) Medan Timur, Pak Amsaruddin,” ujar Anggota Komisi II DPRD Medan tersebut.

Atas usulan itu, sambung Netty, Dinas SDABMBK melalui UPT Medan Timur langsung bergerak cepat dengan membeton Jalan Tirtosari. Total di Jalan yang sebelumnya rusak total tersebut, Dinas SDABMBK Medan melakukan pembetonan jalan sepanjang 170 meter dengan lebar 4,2 meter

“Alhamdulillah, Dinas SDABMBK bergerak cepat merespon usulan dari saya. Minggu lalu langsung dibeton, dan baru saja selesai beberapa hari terakhir ini. Inilah kolaborasi yang sesungguhnya. Kedepannya, kita siap kembali berkolaborasi dengan Pemko Medan dalam memperjuangkan aspirasi warga,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Bantan Ahmad Huzel didampingi Kasi Pem Widya Utomo, membenarkan bahwa pembetonan Jalan Tirtosari merupakan bentuk perjuangan Netty Juniaty Siregar terhadap warga Kelurahan Bantan.

“Benar, bahwa saat menggelar Sosper pada akhir Mei lalu, beliau mendengarkan langsung masalah Jalan Tirtosari yang rusak. Ibu Netty pun langsung mengusulkannya ke Dinas SDABMBK. Alhamdulillah, saat ini Jalan Tirtosari sudah mulus. Dengan kondisi jalan yang mulus saat ini, tentunya warga sangat senang,” pungkasnya. (map/ila)

Gelar Vendor Gathering, PTPN III Sosialisasikan Percepatan Transformasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Holding Perkebunan Nusantara mengajak sejumlah mitra kerja perusahaan untuk berdiskusi mengenai proses pengadaan barang dan jasa. Agenda yang dibalut dalam Vendor Gathering bertajuk “Land Clearing dan Replanting” tersebut, digelar di Kantor Direksi PTPN III Medan, Sumatera Utara,Kamis, (8/6/2023).

Vendor Gathering dihadiri oleh Kepala Divisi Pengadaan dan Umum PTPN III (Persero), Muhammad Iwan Ma’sum, Kepala Divisi Operasional Sawit dan Karet PTPN III (Persero), Desmanto, Kepala Biro Sekretariat Perusahaan PTPN III (Persero), Dhani DS Hasibuan, Kepala Bagian Operasional Pengadaan dan TI PTPN III (Persero), Della Iskandar Kaban, Kepala Bagian Pengadaan dan Umum PTPN IV, Muhammad Ridho Nasution, dan Kepala Bagian Tanaman PTPN IV, Irfan Faisal.

Direktur Umum Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Doni P. Gandamiharja, pada kesempatan terpisah menyampaikan, untuk menyukseskan program transformasi, kinerja PTPN Group sangat didukung oleh hubungan yang
baik antara PTPN Group dengan mitra sebagai penyedia barang dan jasa.
“Transformasi tidak hanya dilakukan di tubuh perusahaan, namun transformasi di pihak mitra kerja sejalan dengan visi misi PTPN Group juga sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Desmanto, Kepala Divisi Operasional Tanaman Sawit dan Karet PTPN III, menyatakan bahwa saat ini PTPN Group sedang menjalankan beberapa aksi korporasi yang membutuhkan percepatan-percepatan di berbagai aspek,khsususnya di bidang operasional tanaman. Salah satunya, beberapa tahun ke depan kebutuhan replanting PTPN Group akan meningkat dan PTPN berencana melakukan program optimasi kontrak replanting.

“Tentunya ada perubahan-perubahan atau transformasi dalam proses pengadaan barang dan jasa agar target replanting PTPN Group tercapai, dan kami juga membutuhkan dukungan dan kerja sama dari para mitra/vendor PTPN Group,” ujar Desmanto.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pengadaan dan Umum PTPN III (Persero), Iwan Ma’sum, menyatakan, vendor gathering menjadi salah satu kesempatan yang baik untuk menyusun formulasi, membahas sekaligus mewujudkan proses pengadaan barang dan jasa yang baik sebagaimana komitmen
PTPN Group.

Vendor Gathering dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan kontrak pekerjaan land clearing dan replanting, melalui diskusi dan pengumpulan kuesioner serta pembahasan umpan balik dari para mitra kerja. Sehingga, diharapkan dari hasil pertemuan tersebut akan diperoleh formulasi terbaik dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Diskusi tersebut didampingi oleh konsultan perusahaan Iwan berpandangan, diskusi tersebut akan memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta membentuk kerja sama yang lebih erat dalam hal pengadaan jasa land clearing dan replanting.

“Kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kontribusi perusahaan saudara dalam mendukung kegiatan operasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan land clearing dan replanting yang dibutuhkan oleh PTPN Group,” pungkas Iwan. {ila)

Realisasi PAD Kota Medan Tahun 2022 Capai  Rp5,44 Triliun dari Rp6,2 Triliun

PARIPURNA: Rapat Paripurna DPRD Medan dengan agenda penjelasan Wali Kota Medan terhadap Ranperda Kota Medan tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD 2022 kepada DPRD Kota Medan, Senin (12/6/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Realisasi pendapatan daerah Kota Medan tahun anggaran 2022 mencapai Rp5,44 triliun lebih dari target yang ditetapkan yakni Rp 6,2 triliun lebih atau terealisasi 83,55 persen.

 Pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,23 triliun lebih, pendapatan transfer sebesar Rp3,15 Triliun lebih, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp67,83 miliar lebih.

 Hal ini diungkapkan Wali Kota Medan,Bobby Nasution dalam Rapat Paripurna DPRD Medan dengan agenda penjelasan Wali Kota Medan terhadap Ranperda Kota Medan tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD 2022 kepada DPRD Kota Medan, Senin (12/6/2023).

 Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE bersama wakil-wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga, Rajuddin Sagala dan HT Bahrumsyah dan diikuti sejumlah Anggota DPRD Medan beserta sejumlah Kepala OPD tingkat Kota Medan.

 Sementara dari sisi belanja daerah, kata Bobby, tercatat sebesar Rp6,04 triliun lebih yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp4,41 triliun lebih, belanja modal Rp1,61 triliun lebih dan belanja tak terduga sebesar Rp 1,161 triliun lebih.

 Dengan demikian, realisasi mencapai 77,86 persen dari target yang ditetapkan. Dari sisi pembiayaan untuk penerimaan sebesar Rp 1,14 T lebih dan pengeluaran pembiayaan sebesar nihil.

 “Keberhasilan pengelolaan keuangan tahun 2022 ini harus terus diperbaiki dengan berbagai catatan yakni bersifat administrasif termasuk sistem pengendalian internal,” ucap Bobby.

 Sedangkan dari sisi pendapatan daerah, kata Bobby, diperlukan peningkatan sumber-sumber pembiayaan pembangunan yang semakin kolaboratif dan sinergis. Selanjutnya dari sisi belanja daerah, perlu ditingkatkan formulasi belanja daerah yang semakin fokus pada prioritas pembangunan kota.

 Dijelaskannya, pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2022 adalah LPj yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan telah memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

 “Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah selama tahun 2022 telah diselenggarakan secara lebih berkualitas melalui prinsip akuntansi yang berlaku secara umun, serta transparan dan akuntabel,” ujarnya.

 Dilanjutkannya, pengelolaan keuangan daerah yang semakin berkualitas ini tentunya dapat diwujudkan melalui kolaborasi, partisipasi, dan peran seluruh pemangku kepentingan, khususnya DPRD Kota Medan.

 “Jadi saya sampaikan apresiasi dan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh pemangku kepentingan pembangunan kota, khususnya segenap pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Komisi II Panggil Pemilik Perusahaan

RDP: Komisi II DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Sumut, BPJS Ketenagakerjaan di ruang Komisi II DPRD Medan, Senin (12/6/2023) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi II DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Sumut, BPJS Ketenagakerjaan di ruang Komisi II DPRD Medan, Senin (12/6/2023) sore.

RDP tersebut digelar setelah Komisi II DPRD Medan menerima pengaduan adanya kecelakaan kerja yang menimpa karyawan Outsourcing PT Agung Cakra Nusantara bernama Afandi Pohan sehingga mengalami cacat fisik cukup parah.

“Beliau ini bekerja di salah satu perusahan outsourcing dan mengalami cacat fisik parah akibat kesetrum aliran listrik tegangan tinggi saat bekerja. Kondisinya, Akan tetapi, hak normatifnya terabaikan,” ucap Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST didampingi Wakil Ketua Surianto dan Anggota Wong Chun Sen.

Dijelaskan Sudari dalam RDP yang turut dihadiri pihak keluarga korban tersebut, akibat kecelakaan kerja itu, salah satu tangan sebelah kiri Afandi Pohan di amputasi, kedua kakinya mengalami luka bakar serius, dan tangan kanannya mengalami cacat fisik permanen.

“Dan saat RDP inilah kita ketahui bahwa Afandi ini tidak didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Harapan kita, pihak perusahaan harus bertanggungjawab penuh terhadap dirinya hingga sembuh total. Kita juga imbau kepada seluruh perusahaan di Kota Medan agar mendaftarkan karyawannya di BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, sebab hal ini merupakan hak normatif dari karyawan lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala UPT Pengawasan Ketenaga Kerjaan wilayah I Sumut Sevline Rosdiana Butar menambahkan, bahwa sampai saat ini Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara sedang mendalami dan mempelajari kasus yang menimpa saudara Afandi Pohan.

“Usai mendapat laporan pada 11 Mai kemarin, kami langsung turun menangani kasus ini. Sebab, diketahui bahwa korban tidak disertakan kedalam program perlindungan tenaga kerja di BPJS Tenaga Kerja. Terkait kejadian ini, ada sanksi hukum kepada pihak perusahaan, apabila mengabaikan nya,” terangnya.

Menanggapi penjelasan Rosdiana, Sudari mengapresiasi gerak cepat instansinya dalam menindaklanjuti kasus kecelakaan kerja yang menimpa Afandi Pohan.

“Komisi II siap mendukung penuh untuk penanganan kasus ini, dan saya pribadi akan mengawal kasus ini hingga selesai. Kalau perlu saya akan menyediakan seorang lawyer, apabila nantinya diperlukan,” tutur Sudari.

Pihak BPJS Tenaga Kerja yang diwakili Surya juga menyebutkan, untuk kecelakaan kerja yang tidak tercover dalam BPJS, biaya perobatan terhadap korban ditanggung hingga sembuh (anlimit) oleh pemberi kerja. “Setelah pekerja tercover di BPJS Tenaga Kerja, barulah biaya perobatan kami tanggung,” jelasnya.

Sementara itu, Sofyan Lubis selaku Operasional Maneger PT Agung Cakra Nusantara menyebutkan, bahwa pihak perusahaan telah merujuk untuk perawatan Afandi Pohan di rumah sakit Columbia.

“Bukanya mau hitungan Pak, hingga saat ini pihak perusahaan telah mengeluarkan biaya perobatan sekitar 500 juta lebih. Pihak perusahaan sudah semaksimal mengusahakan perobatan nya,” ucapnya.

Untuk proses permasalahan ini, sambung Sudari, pihaknya akan menjadwalkan dan melanjutkan kembali rapat tersebut.

“Kami minta agar pemilik perusahaan untuk hadir dalam RDP selanjutnya, agar persoalan ini dapat selesai,” pungkasnya. (map/ila)

Disambut Hangat, Ganjar Ikut Nari Tor-Tor Bareng Santri Ponpes Al Kautsar Al Akbar Medan

Bacapres 2024 dari PDIP, Ganjar Pranowo bersama Buya Ali Akbar menanam pohon kurma di kawasan Ponpes saat bersilaturahmi ke Ponpes Al Kautsar Al Akbar Medan, Minggu (11/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bakal calon presiden (bacapres) 2024 dari PDIP, Ganjar Pranowo menyempatkan silaturahmi ke Ponpes Al Kautsar Al Akbar dalam lawatannya ke Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (11/6).

Ganjar yang tiba di Ponpes tersebut pada pukul 16.45 WIB langsung disambut hangat oleh ratusan santri Ponpes Al Kautsar Al Akbar. Mereka langsung mengerubungi Ganjar untuk sekadar bersalaman.

Dari pintu masuk, Ganjar yang mengenakan koko putih beserta kopiah hitam berjalan menuju kediaman Syekh KH Ali Akbar Marbun atau Buya Ali Akbar selaku Pengasuh Ponpes Al Kautsar Al Akbar.

Ganjar menyalami ulama kharismatik Medan tersebut dan sowan sekaligus makan bersama sekitar satu jam di dalam rumah. Kemudian, Ganjar keluar menggandeng Buya Ali Akbar menuju panggung yang berdiri di halaman ponpes.

Di bibir panggung, Ganjar sudah disambut barisan santri yang mengenakan pakaian adat Batak Toba. Lalu Ganjar dipakaikan kain Raja Ulos Batak dan diajak menari tor-tor bersama.

“Ayo kita nari bareng-bareng ya,” kata Ganjar kepada para santri.

Ganjar pun mengikuti gerakan tari tor-tor dari santri yang begitu mahir. Ganjar merapatkan kedua telapak tangannya, lalu menggerakannya ke atas dan ke bawah mengikuti alunan lagu Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au.

Ganjar dan santri tampak asyik menari. Sambil menari, Ganjar tertawa bersama para santri dan sesekali berbincang tipis.

“Saya dikasih kain ulos tadi. Rajanya ulos batak. Itu luar bisa, saya merasa tersanjung dan terhormat. Terima kasih. Tentu saja itu pasti bagian dari simbol mempererat persaudaraan ya. Jadi saya sangat senang, insya Allah kembali lagi,” kata Ganjar usai menari.

Selain gembira karena bisa menari bersam santri, Ganjar juga merasa senang karena diterima hangat saat sowan ke Buya Ali Akbar. Ganjar menyebut sudah sering bertemu Buya di acara kondangan.

“Saya beremu Buya sudah sangat sering, biasanya pas kondangan. Jadi pada saat saya masuk wah ada foto saya bersama Buya. Kondangan ya waktu itu kalau tidak salah. Saya waktu itu janji kapan bisa sowan ke beliau dan alhamdulillah ini bisa sowan,” pungkas Ganjar.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar diajak menanam pohon kurma di kawasan Ponpes. Ganjar juga menengok proses pembangunan Masjid Muhammad Alawi Al Maliki di komplek Ponpes.

Turut hadir mendampingi Ganjar Ketua DPP PDIP Yasonna Laoly dan Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon. Hadir juga perwakilan kader PPP dalam acara silaturahmi itu.(rel/tri)

Ganjar Pranowo Hangout Bersama Ribuan Gen Z, Milenial dan Influencer di Deli Serdang

Bakal calon presiden (Bacapres) PDIP, Ganjar Pranowo yang juga Gubernur Jawa Tengah dua periode saat menghadiri acara hangout bersama ribuan orang yang terdiri dari generasi Z atau gen Z, milenial dan influencer di Warung Kudeta Mutiara Palace, Jalan Selamat Ketaren, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Minggu (11/6)

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Bakal calon presiden (Bacapres) PDIP, Ganjar Pranowo kembali menunjukkan perhatiannya terhadap pengembangan kreativitas dan inovasi generasi muda Indonesia.

Kali ini, Ganjar menyuarakan pentingnya mendaftarkan hak kekayaan intelektual bagi generasi Z atau gen Z, influencer, dan milenial yang berada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Ganjar mengungkapkan keyakinannya bahwa para generasi muda memiliki potensi besar untuk menciptakan karya-karya inovatif yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Indonesia khususnya di wilayah Sumut. Namun, seringkali mereka belum menyadari pentingnya melindungi Kekayaan Intelektual Nasional (HKI).

“Sangat, sangat penting. Maka tadi kawan-kawan konten kreator, mereka punya satu produk, desainer, ada yang menciptakan lagu, maka mesti ada kesadaran terhadap hak atas kekayaan intelektual. Daftarkan, karena itu gampang, dan tidak mahal,” kata Ganjar saat menghadiri acara hangout bersama ribuan orang yang terdiri dari generasi Z atau gen Z, milenial dan influencer di Warung Kudeta Mutiara Palace, Jalan Selamat Ketaren, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Minggu (11/6) malam.

Ganjar menekankan pentingnya mendaftarkan hak kekayaan intelektual, seperti hak cipta, paten, dan merek dagang, untuk melindungi karya-karya original mereka. Dengan mendaftarkan hak kekayaan intelektual, para generasi muda akan memiliki keuntungan yang lebih besar dalam mengembangkan dan memonetisasi karya-karya mereka. Selain itu, langkah ini juga akan mendorong tumbuhnya ekosistem inovasi yang sehat di Sumut.

“Hari ini bisa bertemu dengan anak-anak muda, yang mereka ternyata berpikirnya sangat kreatif sekali, sebagian diantaranya ternyata mereka berpikirnya sangat baru, mereka tidak suka kerja yang konvensional, mereka suka yang menerobos, mereka menggunakan kreatifitas dan inovasinya,” tutur Gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut.

Kedatangan Ganjar didampingi politisi senior PDIP, Yasonna Laoly. Yasonna juga merupakan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI. Ganjar dan Yasonna mengenakan pakaian berwarna putih dengan celana berwarna hitam.

Dalam sesi interaksi dengan anak muda tersebut, Ganjar menyampaikan gen Z, influencer, dan milenial menyampaikan kendala terkait pembuatan hak kekayaan intelektual kepada Yasonna.

Menurut Ganjar, Yasonna langsung memberikan solusi atas masalah tersebut. Ganjar menyatakan, hal itu sebagai salah satu bukti pemerintah selalu cepat dan tepat dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi masyarakatnya, termasuk kendala anak muda Sumut dalam mendaftarkan hak kekayaan intelektualnya.

“Tadi pas acara Pak Yasonna, minta)cek langsung dong. Maka anak muda itu ketiban rezeki, urusannya diurusi langsung oleh menterinya,” ucapnya.(rel/tri)