29 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 14175

Ada Bekas Kekerasan di Kemaluan Korban

Penemuan Dua Jenazah Wanita

SIANTAR –  Pasca ditemukannya dua jenazah wanita, Nurhayati br Silitonga (35) dan Lina br Saragih (18) tewas di dalam parit di Dusun VIII, Kampung Panda Mayu VIII, Talawi Batubara. Tim forensik RSUD Djasamen Saragih menemukan ada tanda kekerasan di kemaluan korban Lina Saragih.

“Kami menemukan ada tanda kekerasan di kemaluan korban Lina Saragih, dan kami kirim sampel paru ke Laboratorium Forensik Poldasu untuk memastikan apakah korban tewas di dalam air atau sesudah tewas baru di buang ke dalam air,” kata dr Reinhard JD Hutahaean S PF, ketika dikonfirmasi METRO (Grup Sumut Pos) di ruang kerjanya, Rabu (7/12).

Untuk itu, paparnya pihaknya masih menunggu menunggu hasil pemeriksaan paru-paru dari laboratorium untuk membenarkan apakah korban tewas di dalam air atau atau tidak.

Saat akan dikebumikan kedua jasad korban di Kampung  Panda Mayu VIII, keluarga meminta kepolisian segera mengusut kasus ini. Karena keluarga curiga atas  kematiannya, apalagi saat dilihat jasad korban banyak ditemukan luka, yang diduga ada bekas penganiayaan.

Sekedar mengingatkan, sebelum ditemukannya Nurhayati br Silitonga dan Lina Br Saragi  tewas oleh warga, sebelumnya Nurhayati br Silitonga dan Lina Br Saragih serta Novianti br Simanjuntak (18) pergi ke kebun, Senin (5/12).

Diakui Novianti kepada sejumlah warga, dianya dua temannya itu dikejar centeng kebun karena kedapatan memungut brondolan buah sawit. “Saya lari dan nggak tertangkap centeng,” ucapnya. (cr1/smg)

Pemerintah Canangkan Tambah Proporsi SMK

MEDAN- Pemerintah mencanangkan proporsi sekolah menengah kejuruan (SMK) di tahun 2015 lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni 60 berbanding 40. Dimana pada tahun sebelumnya, perbandingan porsi sekolah menengah umum lebih mendominasi yakni 65 persen lebih besar dibanding sekolah kejuruan yang hanya 35 persen.
Adanya peningkatan daya tampung sekolah menengah kejuruan (SMK) itu dibarengi dengan peningkatan mutu dan  sarana/prasarana sesuai dengan arah kebijakan dan pengembangan pendidikan kejuruan. “2015, jumlah sekolah kejuruan (SMK) sudah akan lebih banyak proporsinya dibanding sekolah menengah umum. Ini menunjukkan sebuah pengembangan sumberdaya yang lebih berorientasi pada  dunia kerja yang dijadikan sebagai prioritas utama,” ungkap Sekretaris Disdiksu Bahauddin Manik, ketika membuka acara Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) tingkat provinsi tahun 2011 di Hotel  Madani, Selasa (16/12).

Kendati demikian, sebut Bahauddin, Disdiksu selama ini penyelenggaraan pendidikan SMK masih kurang  memperhatikan sistem pembelajaran yang relevan dengan pengetahuan dan kecakapan hidup keseharian (life skill) mencakup kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik.

“Reorientasi pendidikan SMK perlu dilakukan dengan penyempurnaan model  pembelajaran serta perangkat yang mendukungnya untuk menghasilkan inovasi pembelajaran. Mengingat pendidikan kejuruan dirancang untuk mengembangkan keterampilan,  kecakapan, pemahaman, sikap, kebiasaan kerja dan nilai-nilai yang diperlukan untuk bekerja  atau mengembangkan menjadi lebih produktif,” ucapnya.

Selain membekali siswa dengan keterampilan sesuai dengan tuntutan lapangan kerja, bilang Bahauddin, siswa juga perlu diberikan pembinaan pengetahuan dan keterampilan serta dilatih secara terus  menerus.

Sehingga lanjutnya, lomba kompetensi siswa SMK ini merupakan salah satu langkah dalam  pembinaan dan pengembangan link and match, sekaligus sebagai wahana untuk melakukan promosi  kepada dunia usaha dan industri.
“Untuk itu kepada para peserta lomba saya minta berkompetisi dengan semangat  sportifitas tinggi sehingga dapat membuktikan diri memiliki bakat dan prestasi yang paling  baik,” terangnya.

Ketua Panita Pelaksana Kabid Dikmenti Latifah Hanum, dalam laporannya menyebutkan, LKS tingkat provinsi Sumut tahun 2011 ini diikuti 257 peserta utusan 25  kabupaten/kota se-Sumut.  Masing-masing peserta lomba didampingi guru pembimbing dibawah  koordinasi ketua kontingen kabupaten/kota.(uma)

Mahatala Nommensen Rekrut Anggota Baru

MEDAN- Mahasiswa Pencinta Alam (Mahatala) Universitas HKBP Nommensen Medan melakukan perektrutan anggota baru yang dilakukan di Open Stage (halaman utama) kampus, selama seminggu lebih dimulai, Selasa (6/12) kemarin.
Hal itu diucapkan Ketua Mahatala Univ HKBP Nommensen Medan, Sepri M Sinaga, Rabu (7/12) pagi. “Perekrutan calon anggota baru ini kita lakukan tiap tahunnya dan perekrutan ini dilakukan selama seminggu lebih. Semua mahasiswa bebas untuk mendaftarkan dirinya,” katanya.

Sepri menuturkan, tidak ada pembatasan kepada para mahasiswa yang ingin bergabung didalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) Mahatala ini. “Tidak ada pembatasan dan semua bisa mendaftarkan dirinya selama berlangsungnya penerimaan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan datang dan tanyakan kepada panitia langsung,” sebutnya.

Menurutnya, dengan bergabung kedalam wadah Mahatala, mahasiswa lebih mengerti betapa pentingnya lingkungan hidup dan bisa menjaga kelestarian alam. “Kegiatan yang kita lakukan merupakan kegiatan positif dimana kita juga menjaga kelangsungan lingkungan serta lebih menjaga alam lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni ini mengatakan, lebih baik para mahasiswa mengikuti kegiatan UKM untuk mengisi waktu mahasiswa yang kosong dan dengan demikian waktunya tidak terbuang sia-sia.

“Dengan bergabung diwadah Mahatala, otomatis image mahasiswa yang sering ribut-ribut bisa perlahan-lahan hilang. Alangkah lebih baiknya jika mahasiswa itu mengisi kekosongan waktunya dengan kegiatan yang positif,” pungkasnya.
Ditambahkannya, dalam merekrut anggota baru, semua anggota Mahatala diturunkan dalam memberikan penyuluhan dan pemahaman tentang lingkungan. “Anggota Mahatala juga melakukan kegiatan turun menggunakan tali kepada kawan-kawan mahasiswa dihalaman kampus,” ungkapnya.(jon)

Gali Potensi Lewat Belajar Serius tapi Santai

Nike Taruna, Siswi Berprestasi Asal Kota Medan

Sudah cantik, pintar, rajin lagi. Tentunya menjadi idaman setiap orangtua terhadap anak-anaknya. Salah satu orangtua yang beruntung yaitu, Alm Malik Halim dan Tan Hoei Siang, yang dikarunia seorang anak perempuan bernama lengkap Nike Taruna.

Siswa kelas XII IPA I SMA Swasta Harapan Mandiri ini, ternyata menyimpan sejumlah potensi di dalam dirinya. Berbagai prestasi membanggakan telah ditoreh di tingkap provinsi dan menjadi juara umum di sekolahnya selama masa pendidikan saat ini.

Tidak hanya itu saja, Nike bahkan mampu mengukir berbagai Diantara prestasi yang pernah diukir, yakni peringkat IV cerdas cermat P4TK yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Sumatera Utara pada 2009, peringkat I, cerdas cermat yang dilaksanakan salah satu stasiun televisi, peringkat II final cerdas cermat dalam even yang sama, dan peringkat VI dalam ajang OSN bidang matematika tingkat Kota Medan pada tahun 2011.

Nike yang ditemui di sekolahnya mengaku, prestasi yang diraih tak lebih dari sebuah bentuk keseriusan dalam mengikuti mata pelajaran yang diperoleh di dalam kelas.

“Sejak masuk di sekolah ini, saya sudah tanamkan di dalam diri untuk belajar serius demi meraih prestasi yang bisa dibanggakan buat orang tua dan diri saya sendiri khususnya. Ternyata dengan keseriusan yang saya tanamkan mampu memberikan hasil yang baik, yakni selalu juara umum di sekolah sejak kelas X hingga saat ini (kelas XII),” ungkap Nike, Rabu (7/12).

Meskipun terkesan serius dalam mengikuti mata pelajaran yang disampaikan di dalam kelas, namun Nike tetap memasang prinsip belajar santai.

Wanita yang menyukai tantangan dalam pelajaran eksakta khususnya bidang matematika ini, tidak pernah memaksakan diri untuk menemukan sebuah jawaban yang tidak dapat diselesaikan.

“Saya dari SMP memang menyukai mata pelajaran bidang eksakta karena merasa tertantang untuk mencari sebuah kebenaran. Hanya saja, jika mendapatkan soal yang sangat sulit untuk diselesaikan, biasanya saya mencoba untuk bertanya kepada guru. Bahkan saat belajarpun biasanya saya tidak menghabiskan waktu lama, dan selalu dimulai dalam kondisi yang lagi baik agar mudah menyerap setiap mata pelajaran,” sebutnya.

Dibalik keseriusan dalam mengikuti pelajaran, ternyata Nike juga memiliki hobi kreatif, yakni mengoleksi prangko atau dalam bahasa lainnya disebut Filateli.

Kebiasan itu sendiri menurut Nike berawal dari sang paman yang memberikan sebuah prangko disaat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Keunikan bentuk tampilan yang mampu mengidentikkan sebuah negara, melatar belakangi kecintaan Nike untuk terus mengumpulkan prangko disetiap waktu dan kesempatan yang dimilikinya.

“Sejak kelas III SD saya diberikan paman saya sebuah prangko yang terkesan unik dari tampilan warna dan bentuknya. Disaat itu saya terus terobsesi untuk mengumpulkan prangko tidak hanya dari negara Indonesia saja, namun juga dari beberapa negara lainnya seperti Filipina,” ucap dara yang berdomisili di kawasan Jalan Karya Wisata Komplek Johor Indah tersebut.

Kini dengan hobinya itu, Nike telah memiliki lima buah album berisi prangko yang jumlahnya mencapai ratusan.
Diakhir perbincangan, wanita yang memiliki cita-cita sebagai seorang dokter spesialis Neurologi (Saraf) ini, mengingatkan untuk rekan-rekannya, agar jangan menjadikan ilmu eksakta sebagai momok dalam belajar.
Karena ilmu eksakta bagi Nike memiliki potensi yang besar untuk digali dalam menemukan berbagai persoalan seperti rumusan dan angka.

Disisi keberhasilannya, Nike mencoba berbagi tips bagi teman-teman seusianya, untuk mencintai guru dan mencintai pelajaran yang disampaikan seorang guru.

Karena jika hal itu bisa diterapkan, ucap Nike, akan lebih memudahkan dalam memahami mata pelajaran yang disampaikan seorang guru.

Sementara itu, Wakil Kepala SMA Harapan Mandiri Kwok Hin mengaku, prestasi yang diraih siswanya mendapatkan apresiasi yang tinggi dari pihak yayasan. Salah satunya memberikan dukungan lewat beasiswa atas prestasi yang telah diraih.

Selain itu, pihak sekolah juga memberikan dorongan dan motivasi bagi siswanya yang berprestasi agar terus mengukir prestasi demi meraih mimpi demi kemajuan dirinya dan nama baik sekolah.(uma)

Polisi dan Perampok Saling Tembak di Taput

MEDAN- Polisi dan perampok truk pengangkut barang pecah belah baku tembak di Desa Banuaji, Adiankoting, Tapanuli Utara (Taput), Rabu (7/12). Aksi saling tembak terjadi ketika polisi menemukan kawanan perampok  saat melakukan aksinya di jalan.

Penuturan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso kepada wartawan, memaparkan enam pelaku perampokan yang mengendarai Toyota Avanza BK 1182 MR menghadang menghadang laju truk, yang dikemudian Faisal dan Rian asal Pematang Siantar. Setelah berhenti, pelaku langsung menodongkan senjata api rakitan, dari berbagai jenis senjata tajam.

Sembari mengancam melakukan pembunuhan, pelaku akhirnya merampas uang Rp23 juta dari dalam truk. Selanjutnya, kawan perampok langsung kabur. Namun, saat hendak melarikan diri, kawanan pelaku langsung disergap anggota Polres Taput.

“Anehnya pelaku menembaki petugas, sehingga terjadi baku tembak,” ucapnya di Mapoldasu.

Dia menyebutkan, dari aksi baku tembak itu, seorang pelaku akhirnya tertembak kakinya dan ditangkap, sedangkan lima lainnya kabur. Pelaku yang tertangkap tersebut, Balduin Manalu (47) warga Bunturaja, Dairi. “Tersangka sudah diamankan, kini dirawat di RS Swadaya Tarutung,” sebutnya.

Heru memastikan pengejaran terhadap lima pelaku masih terus dilakukan dengan melibatkan satuan wilayah yang perbatasan dengan Polres Taput. Kemudian,  identitas kelima pelaku, yang saat ini masih buron sudah diketahui dengan jelas. Hanya , belum bisa disimpulkan latar belakang kelompok perampokan itu. (ari)

Kasek di Langkat Resmi Plesiran ke Bali

LANGKAT- Studi banding segenap Kepala Sekolah (Kasek) dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (KUPTD) ke Pulau Bali diragukan manfaatnya sesuai tugas pokok dan fungsinya. Dikhawatirkan, kegiatan yang dibuat Forum Kasek tak akan bisa diterapkan di Langkat.

“Studi banding bukanlah jalan-jalan biasa, pertanggung jawabannya harus jelas. Porsi para Kasek maupun KUPTD itu apakah sudah tepat. Bila mau bicara tentang kemajuan pendidikan, nggak mesti berkaca ke Pulau Dewata. Lagian, harus diingat Bali punya latar belakang PAD seperti Langkat atau tidak. Makanya wajar dunia pendidikan mereka lebih dibanding Langkat,” kata Misno Adi aktifis Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI), Selasa (6/12).

Misno mengungkapkan studi banding melibatkan keluarga Kasek ataupun KUPTD disebut-sebut menggunakan biaya sendiri, dinilai kurang tepat sasaran. Pasalnya, untuk menjalankan visi misi Bupati memajukan dunia pendidikan seharusnya dengan kinerja, bukan membuat perjalanan ke Bali yang terkesan menghambur-hamburkan uang.
Kabag Humas Pemkab Langkat H Syahrizal menjelaskan kegiatan itu dilakukan Forum Kasek itu tidak seluruhnya menyertakan keluarga hanya sesuai kemampuan masing-masing Kasek dan KUPTD. Sedangkan dugaan indisipliner sesuai PP53/2010 sepanjang sepengetahuan pimpinan tidak bermasalah atau menyalahi, karena sudah ada izin tidak masuk kerja selama tiga hari yakni Senin (6/12) hingga Rabu (8/12).

“Pemkab dalam kaitan hal ini tidak asal cakap-cakap. Bupati mengijinkan studi banding yang menggunakan dana pribadi dengan syarat tidak mengganggu proses belajar mengajar siswa. (mag-4)

Pukuli Istri, Perwira Poldasu Diancam Bui

MEDAN- Seorang perwira menengah Poldasu AKBP IES dilaporkan istri keduanya, Suherni (32) warga Jalan Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang ke Unit Pengaduan Perempuan dan Anak (UPPA) Poldasu, Senin (5/12) karena menganiaya dan merusak sejumlah barang-barang istrinya.

Suherni melaporkan AKBP IES didampingi Anggota DPRD Sumut Komisi A dari Partai PAN H Syahrial Harahap  ke Mapoldasu. Sambil menunjukkan buku akta nikah, yang tercantum tanda tangan pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang bernama M Yusuf, pada 9 Mei 2003.

Dia mengaku pernikahannya itu telah dikaruniai dua orang anak dari AKBP IES. Sedangkan kehadirannya di Mapoldasu untuk melaporkan suaminya  (AKBP Prastio) atas penganiayaan yang dilakukan suaminya hingga wajahnya memar.

Mendapati laporan itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso yang dikonfirmasi wartawan terkait prihal tersebut, Selasa (6/12) disela-sela acara gelar pasukan persiapan pengamanan Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 terkejut dan baru mengetahuinya.

Menurut dia, setiap laporan di Mapoldasu akan ditindak lanjuti, tapi apabila laporan tersebut terbukti tidak tertutup kemungkinan yang bersangkutan, AKBP IES akan masuk penjara.  Ketika disinggung apakah oknum polisi boleh beristri lebih dari satu, Heru menegaskan tidak boleh. “Yang jelas tidak boleh, pasti ada tindakan akan dilakukan terhadap oknum polisi tersebut,” terangnya. (mag-5)

Polisi Gagal Tangkap Pemalsu BPKB Truk

MEDAN- Unit Reserse Umum (Resum) Satuan Reskrim Polresta Medan menggerebek lokasi persembunyian tersangka pemalsuan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dump truk dari gudang Platinum di Jalan Iskandar Muda, Medan, Selasa (6/12) malam.

Saat penggerebekan itu tersangka Rudi Popey warga Jalan HM Yamin Medan melarikan diri, tapi dari lokasi gedung Platinum dilakukan penyisiran. Akhirnya, polisi hanya menemukan barang bukti duplikat BPKB truk BK 9481 CK dan surat lainnya yang dipalsukan beserta tandatangan palsu.

Waka Sat Reskrim AKP Ronny Nicolas Sidabutar melalui Kanit Resum AKP Amri, Rabu (7/12) membenarkan penggerebekan tersebut. “Namun saat digerebek yang bersangkutan melarikan diri hanya barang bukti yang ditemukan yakni duplikat BPKB,” jelasnya.

Informasi dihimpun Sumut Pos, peristiwa itu diketahui pada Desember 2009, tersangka membuat iklan layanan masyarakat di tiga media perihal kehilangan BPKB selama tiga hari berturut-turut dengan harapan mengetahui siapa yang memegang BPKB itu.  Pelaku kemudian melakukan pemalsuan dokumen surat kenderan bermotornya dan polisia akhirnya mengetahui yang dilakukan pelaku. “Berdasarkan itu, polisi melakukan upaya membawa paksa pelaku,” sebutnya. (gus)

KUA/PPAS Deli Serdang Diteken di Hotel Madani

LUBUK PAKAM- Penyusunan dan penandatangan KUA/PPAS R-APBD 2012 dinilai tak efektif. Pasalnya, nota KUA/PPAS ditandangani pada Sabtu (5/12) di Hotel Madani Medan. Hal disinyalir akan memperburuk opini BPK RI terhadap laporan keuangan Pemkab Deli Serdang 2012.

Menyikapi hal itu, Farksi PDI-P dalam rapat paripurna Ranperda R-APBD 2012 berpendapat, penandatanganan KUA/PPAS R-APBD 2012 tidak realistis, pasalnya dilakukan pada hari libur yakni, Sabtu (3/12) sekitar pukul 22.00 WIB dan dilakukan di satu hotel di Kota Medan. Dilanjutkan, Senin (5/12) digelar rapat paripurna penyampaian nota pengantar R-APBD 2012.

“Penyampaian R-APBD Deli Serdang tak sesuai dengan Permendagri No22/2011,” kata Apoan Simanungkalit saat membacakan pendapat umum Fraksi PDI-P DPRD Deli Serdang pada rapat paripurna Ranperda R-APBD 2012, Rabu (7/12).

Dia memaparkan sesuai Permendagri No 22/2011 tentang pedoman penyusunan APBD 2012. Sejatinya, penyusunan rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) disampaikan pada Mei di setiap tahunnya. Selanjutnya, penyampaian KUA/PPAS oleh Ketua TAPD ke kepala daerah disampaikan Minggu pertama di bulan Juni setiap tahunnya. Sedangkan untuk penyampaian KUA dan PPAS oleh kepala daerah kepada DPRD pada pertengahan Juni.

“KUA dan PPAS disepakati antara kepala daerah dan DPRD diakhirnya Juni. Setelah selesai disepakati terbit surat edaran kepala daerah perihal pedoman RKA-SKPD awal bulan Agustus,” terangnya.

Apoan menyebutkan agenda selanjutnya pada September, penyusunan dan pembahasan RKA-SKPD dan RKA-PPDK serta penyusunan rancangan APBD, dan di awal Oktober dilakukan penyampaian rancangan APBD ke DPRD untuk dilakukan pembasahan bersama ekskutif dan legislatif di awal Desember. Pengambilan persetujuan bersama DPRD dan kepala daerah, kemudian dievaluasi rancangan  APBD (15 hari).

Hal lainnya, Apoan juga mengkritisi dana perimbangan dalam RAPBD 2012, di mana anggaran belanja tidak langsung sebesar 51,92 persen dan belanja langsung 48,08 persen. Kemudian ditemukan belanja langsung melekat belanja pengawai yang jumlahnya cukup besar seperti di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kemudian, paparnya penyertaan modal ke PT Bank Sumut terlalu besar, sehingga mencapai Rp10.287.312.400. Hal itu tak sesuai dengan Perda No 4/2010 tentang penyertaan modal PAD ke Bank Sumut.

Dia memaparkan penyertaan modal maksimal 5 persen dari penerimaan bersih PBB. Estimasinya,  penerimaaan bersih PBB 2011 berkisar Rp65.000.000.000, yang dapat disertakan modal pada PT Bank Sumut tahun 2012 = 5 persen x Rp65.000.000.000 = Rp 3.250.000.000. Apabila penyertaan modal besarnya melebihi sebagaimana diatur dalam perda penyertaan modal maka dibuat perubahan perda yang mengatur penyertaan modal tersebut. (btr)

Panpel PSMS Ungkap Penjualan Tiket

MEDAN-Berbeda dengan musim sebelumnya, kini panitia pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS mengumumkan hasil penjualan tiket pertandingan untuk diketahui publik. Namun mereka (Panpel, Red) mengaku kecolongan karena banyaknya penonton yang masuk tidak membeli tiket.

Seperti pada laga perdana PSMS kontra Mitra Kukar di Stadion Teladan, Minggu (4/12) lalu. Panpel mengklaim penjualan tiket pada laga tersebut mencapai 8.272 lembar. Dengan rincian di tribun terbuka sebanyak 7.317 lembar dan tertutup serta VIP terjual 955 lembar.

Jika melihat banyaknya penonton yang datang menyaksikan laga tersebut, jumlah tiket terjual itu tentu tak sebanding. Tribun tertutup disesaki penonton ditambah tribun terbuka yang juga membludak, jelas hasil tersebut mengada-ada. Dapat diperkirakan stadion yang berkapasitas 25 ribu penonton itu disesaki sekitar 15 ribu orang.

“Ya, kita akui penonton banyak, tapi itulah hasil dari penjualan tiket, tidak ada yang kita sembunyikan dan ini transparan untuk diketahui publik,” ungkap Ketua Panpel PSMS Syafril Jambak pada konferensi pers di mess Kebun Bunga, Rabu (7/12) sore.

Tapi pihaknya tak menafikan jika masih banyak penonton yang masuk stadion tanpa memegang selembar tiket. Bahkan parahnya lagi penonton itu bisa masuk karena mengekor di belakang petugas Panpel juga para pihak keamanan yang menjaga di pintu masuk, khususnya di pintu tribun terbuka.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada petugas panpel, termasuk aparat keamanan untuk tidak lagi membawa anak atau keluarganya menonton pertandingan tanpa membeli tiket. Bila hal itu terulang lagi, maka akan kami tindak,” tegas Syafrl.

Sementara itu, Manajer Keuangan PSMS Iswanda Nanda Ramli memaparkan bahwa hasil penjualan tiket pertandingan PSMS kontra Mitra Kukar ditotal sebesar Rp261.092.500. Hasil itu diperoleh dari 7.317 tiket tribun terbuka senilai Rp192.145.000, tribun tertutup 955 tiket sebanyak Rp68.947.500, ditambah tiket yang dibeli Wali Kota Medan yang juga Ketum PSMS Rahudman Harahap sebanyak 700 tiket (400 lembar tribun tertutup dan 300 lembar VIP) senilai Rp54 Juta. “Memang kita masih banyak kecolongan, hal-hal tersebut secara perlahan akan terus kami benahi demi kelangsungan PSMS ke depannya,” katanya.

Sementara itu, terdapat pula sedikit masukan dari sejumlah wartawan mengenai view tiket. Wartawan mengusulkan agar pada lembaran tiket tak dicantumkan tulisan  ‘PSSI.’ Karena tak dimungkiri kompetisi ISL merupakan kompetisi yang dianggap tak resmi oleh PSSI. “Pencetakan tiket ke depannya tak akan kita cantumkan lagi (Tulisan PSSI, Red) sesuai dengan masukan para wartawan,” ujar Nanda. (saz)