26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14175

Pilih Margaret Mitchell atau Ayu Utami?

Oleh: Ramadhan Batubara

Setelah banyak yang terpesona dengan novel Gone with the Wind, penggemar Margaret Mitchell seakan kecewa. Bagaimana tidak, jurnalis cantik dari Atlanta Amerika Serikat, itu tak lagi melahirkan karya. Bahkan, hingga dia meninggalkan dunia setelah hidup selama 48 tahun.

BERBICARA tentang Margaret Mitchell maka akan tergambar dua sisi yang berlawanan. Pertama, sebagai novelis dia hebat hingga bisa menghasilkan novel yang luar biasa.

Kedua, sebagai novelis, dia dianggap mandul karena hanya menghasilkan satu karya saja. Bahkan, untuk pemikiran kedua, ada yang menganggap kalau sejatinya Margaret tak mampu menulis novel; Gone with the Wind dianggap kisah nyata yang dialami Margaret – tokoh Scarlett O’Hara tak lain adalah Margaret sendiri.

Soal keluarbiasaan Margaret tidak usah diperbincangkan lagi. Setidaknya, melalui Gone with the wind dia telah meraih Pulitzer pada 1937. Bahkan, novel yang terbit pada 1936 tersebut langsung difilmkan dua tahun kemudian. Ya, pada 1938, kisah ini diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Clark Gable sebagai Rhett Butler dan Vivien Leigh sebagai Scarlett O’Hara. Film ini mulai diputar di Atlanta, Georgia pada 15 Desember 1939 dengan biaya produksi sekitar US$4 juta, dan hingga kini merupakan film dengan pemasukan terbesar sepanjang sejarah (sesuai perubahan inflasi).

Film ini mendapatkan 13 nominasi Oscar dan memenangkan delapan di antaranya.

Pertanyaannya, kenapa perempuan kelahiran 8 November 1900 itu tidak menghasilkan karya yang lain? Apakah dia sudah tak mampu lagi? Apakah dia sudah merasa puas dengan satu karya saja? Atau, dia ketakutan kalau karya keduanya tidak bisa mengimbangi karya pertama? Apapun jawabannya, pasti memiliki latar belakang sendiri. Yang jelas, dari salah satu literatur yang sempat saya baca, Margaret dikatakan tidak menulis novel lagi karena sibuk membalas surat pembaca alias surat penggemar.

Fiuh.

Saya jadi teringat dengan munculnya Saman karya Ayu Utami pada akhir 1990-an lalu. Novel ini memenangi sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta 1998. Dalam waktu tiga tahun Saman terjual 55 ribu eksemplar. Berkat Saman pula, Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag, yang mempunyai misi mendukung dan memajukan kegiatan di bidang budaya dan pembangunan. Persis dengan Margaret, Ayu adalah seorang jurnalis juga. Dia sempat bekerja di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R.

Lalu, apakah Ayu bisa dianggap mengalahkan Margaret? Ups, jika ada yang mengatakan begitu, bisa mendidih darah penggemar Gone with the Wind. Alasan sederhana amuk para penggemar adalah Saman belum juga difilmkan. Dan, Saman belum juga dianggap sebagai karya terbaik di dunia.

Ingat kata ‘dunia’, bukan Indonesia.

Selain itu, sempat pula keluar rumor kalau Saman tidak murni karya Ayu; dalam proses pembuatannya dia dibantu para pendekar sastra yang ada di Komunitas Utan Kayu tempat Ayu bergiat. Selain itu, Ayu dianggap tidak melakukan observasi serius karena data yang ada dalam Saman tak lain adalah berita-berita yang dimuat di Majalah Tempo. Ayu dikabarkan hanya mengganti latar, seperti pertambangan di Sumatera Selatan yang sejatinya adalah pertambangan di Langkat Sumatera Utara.

Mungkin karena banyak yang menyangsikan keberhasilan Ayu, maka dia menelurkan novel berikutnya. Sebut saja novel Larung pada 2001 dan Bilangan Fu pada 2008. Hasilnya? Hm, seperti ‘ketakutan’ Margaret, dua novel Ayu itu seakan ditelan novel pertamanya.

Apakah ini berarti Margaret tak mau bernasib seperti Ayu (meski masa hidup Margaret jauh lebih dulu) hingga dia tidak menelurkan novel baru? Belum tentu bukan? Bisa saja benar apa yang dikabarkan kalau Margaret terlalu sibuk membalas surat penggemar.

Tapi, bukankah setelah Saman terbit, Ayu juga direpotkan dengan itu? Bahkan, Ayu juga disibukkan dengan seminar dan sebagainya. Hm, bagaimana jika Margaret dianggap tak mampu menulis novel karena Gone with the Wind tak lain adalah kisah hidupnya sendiri? Jawabnya, lalu bagaimana dengan Ayu yang dianggap banyak dibantu? Kehebatan Margaret adalah bagaimana dia bisa bertahan dari rongrongan.

Dia bertahan dengan satu novel saja. Sedangkan, Ayu, tergoda untuk membuktikan diri sebagai penulis andal. Hasilnya, Margaret tetap harum, sementara Ayu tergerus oleh karyanya sendiri. Ayolah, semua orang paham kalau Larung dan Bilangan Fu, tidak sehebat Saman. Dan, semua orang tahu kalau Gone with the Wind tidak punya lawan.

Di sinilah kelebihan seorang Margaret dibanding Ayu. Margaret jauh lebih dewasa menyikapi karyanya. Dia tidak peduli kalimat orang lain, baginya karyalah yang bicara, bukan ego penulis agar dibilang hebat. Hingga, kekuatan Gone with the Wind menjadi kekal. Sementara Ayu, hingga kini masih sibuk mencari Saman lain dalam hidupnya. Ya, sebuah siksaan yang hebat karena sebagian pecinta sastra mafhum seperti apa Saman tercipta.

Lalu pilih mana, menjadi Margaret atau Ayu? (*)

Alkitab Bahasa Gaul Jangkau Anak Muda

DALAM rangka menjangkau anak muda, pekerja sukarelawan pemuda dan Pendeta Daniel de Wolf menterjemahkan Injil dengan bahasa baru yang pas untuk anak jalanan dan diberi judul ‘de torrie van Mattie’. Mattie adalah bahasa gaul untuk teman atau sobat. Bahasa prokem tidaklah mudah karena gabungan kata-kata dari bahasa Inggris, Papiamento, Suriname, Maroko, Turki, dan Belanda. Dalam menterjemahkan, De Wolf dibantu anak muda dari berbagai latar belakang.

“Terjemahan semacam ini sudah ada di Inggris dan dinamakan the Word on the street (Firman di jalan). Ide ini lalu diadopsi di Belanda dan saya diminta untuk melakukannya. Saya pikir ini ide yang baik.” kata De Wolf. Di Inggris, buku ini beberapa kali berhasil memenangkan penghargaan buku (rohani Kristen) dan juga menjadi salah satu buku terlaris di toko buku rohani. Amerika dan Jerman juga memiliki Injil versi jalanan mereka sendiri.

Lantas apakah anak muda berbondong-bondong membaca Injil karena tidak semuanya suka membaca? Karena itu de Wolf juga merekam kisah-kisah Injil dalam versi MP3, yang bebas diunduh di situs yang sudah dia sediakan. Tanggapan yang masuk rata-rata positif, namun reaksi negatif juga dia terima terutama dari orang-orang yang menganggap Alkitab sebagai kitab sakral, yang tidak boleh diutak-atik.

Kalau dibuat dalam bahasa Indonesia, terjemahan bebas Alkitab bahasa gaul kurang lebih akan berbunyi begini, “Maria, cewek yang mungkin waktu itu masih berumur 14 tahun, rencananya mo merit sama Yusuf bin Yakub. Mereka udah sampe tunangan segala. Pada jaman itu, menurut tradisi Yahudi, nge-seks mah kagak boleh sama sekali (sampe sekarang kali yee). Tapi eeh, Marianya, tek dung…” Tentu bahasa gaul yang seperti itu akan membuat anak jalanan lebih suka dan mudah dimengerti oleh mereka. Apalagi Alkitab tersebut lebih menyerupai cerita, sehingga menarik minat pembaca.

Tuhan kita adalah Tuhan yang kreatif, begitu juga dengan ciptaan-Nya. Maka dari itu, bisa jadi ide ini pun Tuhan yang berikan agar dapat menjangkau banyak jiwa.(lh3/jc)

City Buat Martinez Ketakutan

MANCHESTER-Pelatih Wigan Athletic Roberto Martinez menilai skuad Manchester City memiliki lebih banyak berkualitas dibandingkan dengan Barcelona sekalipun.

“Anda harus ingat bahwa dalam sistem seperti apapun anda pasti memiliki pemain-pemain kunci, dan di Manchester City David Silva tampil dengan sangat luar biasa,” ujar Martinez.

“Di Barcelona, pemain kunci mereka tentu saja Lionel Messi dan di Real Madrid anda akan menemukan Cristiano Ronaldo. Tidak banyak pilihan apabila klub-klub tersebut mendapati pemain itu cedera, tetapi tidak dengan City,” ungkapnya.

“Pada sosok Samir Nasri mereka memiliki pemain luar biasa lain yang mampu mengisi peran Silva. Dan jika anda melihat skuad mereka, City memiliki dua atau tiga pemain yang melapisi setiap posisi,” tambahnya.

“Karena itulah saya merasa mereka memiliki posisi yang lebih baik untuk memulai musim ini, bahkan lebih baik dari Barcelona,” tambahnya lagi.

Menanggapi hal tersebut asisten manajer Manchester City David Platt menegaskan klubnya tersebut tidak membeli kesuksesan dengan uang.

Platt merasa berang dengan anggapan dari pelatih Tottenham Harry Redknapp yang menyatakan bahwa City mampu meraih kesuksesan karena mengeluarkan banyak dana.

“Anda tidak akan mendapatkan trofi juara dengan menghabiskan dana, anda mendapatkan trofi dengan memuncaki klasemen. Ketika saya melihat tim ini, saya melihat tim yang berambisi meraih kemenangan dan memiliki kemampuan dan kapabilitas untuk meraih juara,” tegas Platt. (net/jpnn)

Korban Agresifitas Nuggets

DENVER- Pekan ketiga musim reguler NBA 2011-2012 memberi hasil buruk bagi Miami Heat. Langkah salah satu kandidat kuat juara itu tersendat cukup serius.

Tiga kekalahan beruntun mereka bawa pulang hasil dari away ke kandang tim-tim dari wilayah barat. Heat harus menelan kekalahan ketiga dalam kurun waktu sepekan terakhir saat mengunjungi kandang Denver Nuggets.

Heat menyerah 104-117. Kekalahan tersebut menjadi yang keempat dan membuat mereka kehilangan posisi dua besar di klasemen sementara wilayah timur.

Heat kesulitan menemukan jawaban dari strategi agresif yang diterapkan Nuggets. Terutama di babak kedua, Nuggets tak memberikan kesempatan pada Heat untuk menemukan ritme.

“Instruksi saya di tiap timeout cuma jangan berhenti berlari. Berusaha untuk berlari siapa pun yang menguasai bola. Saya tak tahu kalau lawan tak bermain dengan laju yang sama, tapi cedera (Dwyane) Wade mungkin ikut membantu kami,” ujar pelatih Nuggets George Karl.

Ya, kekalahan tersebut juga masih diiringi kabar buruk pada skuad Heat. Wade mengalami cedera lutut kiri di kuarter keempat.

Saat laga menyisakan 7 menit 24 detik, Wade mendarat sangat buruk dengan engkel kanan saat mencoba melakukan block. Dia berbaring di lapangan cukup lama sebelum kembali ke bangku cadangan dengan terpincang- pincang. Setelah itu, dia tak lagi kembali bermain.

Cedera itu membuat Wade diragukan tampil saat Heat kembali ke kandangnya untuk menjamu San Antonio Spurs pada Selasa (17/1) waktu setempat.

Kebetulan, di hari yang sama, dia berulang tahun yang ke-29. Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan sinar X, tak ada jaringan yang terganggu.

Tapi, Wade mengaku dia benar-benar kesakitan.

“Saya berharap bisa main, itu tepat di ulang tahun saya,” ujar Wade. “Saat mendapatkan cedera, tak ada yang bisa Anda lakukan.

Saya hanya akan melanjutkan terapi.

Hal seperti ini terjadi dalam olahraga,” tambahnya.

Nuggets sempat meraih keunggulan hingga 14 poin di kuarter pertama.

Tapi, Heat bisa memperkecil ketinggalan hingga hanya tertinggal dua poin 55-53 saat babak pertama berakhir.

Namun, Nuggets kembali menjauh.

Di awal kuarter keempat, mereka nyaman dengan keunggulan hingga 19 poin. Kerja keras Heat untuk kembali mengejar terbentur cedera yang didapatkan Wade.

“Saat mereka membentur pertahanan kami, mereka melakukan tembakan tiga angka, saat kami menahan mereka di luar, mereka mendapatkan layup. Mereka mendapatkan yang mereka inginkan dan benar-benar membuat kami terpuruk,” ujar LeBron James, superstar Heat yang kemarin meraih 35 poin.

Dengan hasil itu, Heat mendapatkan rekor menang kalah 8-4. Untuk pertama kalinya Heat terlempar dari tiga besar wilayah timur musim ini dan menduduki peringkat keenam. (ady/diq/ jpnn)

Tontowi/Natsir Tersingkir

Malaysian Open 2012

KUALA LUMPUR- Indonesia harus menelan pil pahit kedua di awal 2012 dan mengulang kegagalan Victor Korea Open 2012.

Kali ini, wakil Merah Putih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tersingkir pada semifinal turnamen bulutangkis Malaysia Open 2012.

Tontowi/Natsir dikandas ganda campuran Cina, Xu Chen dan Ma Jin dalam dua set langsung, 17-21, 14-21.

Kegagalan ini membuat Indonesia sama sekali tidak mengirimkan wakil pada partai final, Duta Indonesia lain seperti Taufik Hidayat dan Markis Kido/Hendra Setiawan gagal di perempat final kemarin.

Sebelumnya, pada 12 Januari, Alvent Y Chandra/Hendra A Gunawan dan Angga Pratama/ Ryan Agung Saputra gagal di babak kedua. Sementara itu, pasangan ganda putri Anneke Feinya Agustine/Nitya Krishinda Maheswari dan pemain tunggal putra Dyonisius Hayom Rumbaka terpaksa undur diri dari turnamen karena cedera.

Sejatinya, Tontowi/Natsir mampu memberikan perlawanan ketat bagi pasangan Xu Chen/ Ma Jin.

Pada permulaan set pertama, terjadi kejar mengejar angka yang sengit, hingga akhirnya skor sama kuat 10-10. Mulai dari sini, pasangan Cina tampil tanpa cela dan terus mengungguli wakil Indonesia tanpa bisa terkejar dengan skor 17-21.

Pada set kedua, performa Tontowi/ Natsir tidak mengalami peningkatan.

Bahkan mereka harus tertinggal 3-0 di awal set kedua.

Terjadi saling mencuri poin hingga akhirnya skor sama kuat 10-10.

Namun seperti di set pertama, pada situasi ini pasangan Indonesia malah kedodoran, dan membuat pasangan Cina dengan mudah mencuri poin hingga menang 14-21.

Kemenangan tersebut membuat Xu Chen/ Ma Jin melaju ke final dan menciptakan final sesama wakil Cina karena bersua Zhang Nan/Zhao Yun Lei. Sementara bagi Indonesia, hal ini tentu menjadi pil pahit kedua setelah pada Victor Korea Open Indonesia juga gagal meraih juara, dan sekaligus bukti penurunan prestasi olahraga Indonesia di cabang bulu tangkis.(bbs/jpnn)

Pemda Diminta Atur Hunian Berimbang

JAKARTA-Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat Iskandar Saleh meminta pengembang perumahan menerapkan pola hunian berimbang.

Ini sesuai amanat UU No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang mewajibkan badan hukum melakukan pembangunan perumahan untuk mewujudkan perumahan dengan hunian berimbang.

“Dengan hunian berimbang backlog (kekurangan kebutuhan) perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang mencapai 13,6 juta unit dapat diatasi,” kata Iskandar di Jakarta.

Saat ini, lanjutnya, sedang dilakukan finalisasi Peraturan Menteri Perumahan Rakyat terkait hunian berimbang sebagai implementasi UU Nomor 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Prinsip dasar regulasi ini adalah memberikan kesempatan yang sama dan berkeadilan bagi masyarakat untuk memiliki rumah serta hunian yang proporsional.

“Kami menargetkan Permenpera Hunian Berimbang dapat terbit akhir bulan ini. Salah satu poinnya adalah penentuan komposisi pola hunian berimbang 1:2:3. Ini merupakan kesepakatan dari hasil konsultasi dengan para stakeholder perumahan. Di antaranya unsur pemkab/ pemkot, pemprov, perguruan tinggi, DPP/DPD REI, DPP/ DPD APERSI, Perum Perumnas, dan lainlain,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan, rancangan Permenpera tersebut juga mengamanatkan kepada pemda untuk mengatur pelaksanaan pembangunan perumahan dengan hunian berimbang sesuai rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota, rencana pembangunan serta pengembangan perumahan. (esy/jpnn)

Jelang PON, Tujuh Taekwondoin Latihan Intensif

Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Pekanbaru, Riau, Desember mendatang, Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Utara mulai membuat gebrakan. Satu diantaranya adalah mengintensifkan latihan terhadap tujuh atlet yang bakal dikirim.

KETUJUH atlet itu terdiri dari dua atlet taekwondoin putra dan lima taekwondo putri.

Kedua taekwondoin putra itu adalah Basuki Nugroho (Under 87 kg) dan Hermayoni (Under 74 kg).

Sedangkan kelima taekwondoin putri lainnya adalah Nuri Refani Siregar (Under 53 kg), Fitri A Shanty (Under 46 kg), Wenry Quantanty (Under 50 kg), Dewi Anggraini (Under 64 kg) dan Luri Junice (Over kg).

Pelatih TI Sumut, Raja Hutahean pada wartawan Sumut Pos, Sabtu (14/1) mengatakan saat ini ketujuh taekwondoin Sumut yang dipersiapkan di PON diberikan bekal teknis pertandingan.

Hal ini dilakukan dengan menggelar latihan setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB di Aula Graha MPI Jalan Alfalah Medan.

“Dalam penggemblengan tersebut, kita selaku pelatih selalu memberikan bekal latihan yang terbaik kepada anak-anak. Dimana metode latihan kebanyakan langsung teori dan praktek tentang daras pukulan yang tepat sasaran,” terangnya Selanjutnya pria yang kerap disapa Sabeum Ucok ini mengatakan untuk membuat yang terbaik kepada anak-anak mereka selalu menekankan gerak sang lawan saat bertanding.

“Dalam latihan praktek tersebut, kita selalu melakukan praktek tendangan dengan menggunakan sansak,” bilangnya.

“Tentunya atlet lapisan tersebut yang diharapkan bisa membantu atlet ainnya dalam hal meraih prestasi. Dimana, atlet lapisan taekwondo yang diharapkan sebanyak tujuh atlet taekwondo.

Artinya, 14 atlet Sumut dipersiapkan untuk PON di Pekanbaru kelak,”jelasnya.

Sementara itu salah seorang atlet takwondo Sumut yang akan berlaga di PON Pekanbaru kelas under 87 kg, Basuki Nugroho menyebutkan dirinya akan memberikan yang terbaik untuk TI Sumut. Soalnya dia langsung membawa nama daerah.

“Mudahan-mudahan dalam laga PON nantinya, penyakit yang saya derita pada kaki sebelah kanan mulai tahun 2000 tidak akan kambuh. Pasalnya, bila penyakit saya kambuh, akan menghambat prestasi yang terbaik bagi TI Sumut ke depannya,” ungkapnya. (omi)

Rahasia Sukses Wanita Israel untuk Kecerdasan Anak

MUNGKIN anda sudah pernah membaca berbagai artikel dan tulisan mengenai penelitian Dr Stephen Carr Leon yang meneliti mengapa anak-anak di Israel tumbuh menjadi manusia cerdas dan pintar diantara manusia lainnya di dunia ini. Ternyata kunci suksesnya terdapat pada cara para ibu merawat anaknya selama masih dalam kandungan.

Mari kita lihat kembali, bagaimana kebiasaan yang mungkin dianggap aneh oleh orang dibelahan dunia lainnya itu, menjadi kunci utama lahirnya kecerdasan anak dan maha brilliannya perkembangan negara akibat cara yang tidak pernah terpikirkan tersebut.

  1. Selama mengandung, para ibu sering menyanyi, bermain piano serta membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suaminya. Hal ini dilakukan karena mereka percaya anak mereka akan tumbuh menjadi seorang jenius.
  2. Para ibu memakan menu utama harian roti dan ikan tanpa kepala bersama salad kacang badam dan korma susu. Bahkan beberapa mengkonsumsi pil minyak ikan. Mereka percaya daging ikan sumber perkembangan otak (tanpa kepala yang dianggap tidak baik karena mengandung kimia) 3. Berbeda dengan kebiasaan cara makan di negara lain, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
  3. Mereka mengutuk keras siapapun yang menghisap rokok. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh).

Hasilnya sungguh menakjubkan, dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas.

Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Setelah beberapa rahasia sukses ketika masa mengandung, Dr Stephen Carr Leon memperlihatkan bahwa pada masa sekolah, anak-anak ini akan diarahkan ke berbagai pelajaran mendasar yang penting untuk pertumbuhan kecerdasan mereka.

1. Di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan.

Pelajaran IPA sangat diutamakan.

“Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” ungkap Stephen.

2. Pelajaran olahraga menjadi hal yang begitu penting, terutama memanah, menembak dan berlari. Hal itu dipercaya karena dapat melatih otak fokus.

Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

3. Di sekolah tinggi (menengah) murid- murid ditempa dengan pelajaran sains dan didorong untuk menciptakan produk. Hebatnya, meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.

Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

4. Fakultas ekonomi menjadi keutamaan. Para mahasiswa mendominasi ilmu mereka dengan konsentrasi yang penuh terhadap bidang ekonomi.

Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek dan harus mempraktekkannya.

Hingga saat ini belum ada perbandingan cara mengasuh anak untuk kecerdasan manapun yang dapat dijadikan referensi lain sekompeten yang wanita Israel miliki, melalui penelitian Dr Stephen Carr Leon. Cara mereka dapat menjadi acuan, atau setidaknya salah satu referensi yang diutamakan jika Anda menginginkan anak anda tumbuh menjadi cerdas dan kuat. (bbs/jc)

Kemenpera Gaet DPD Garap Bedah Rumah

PROGRAM bedah rumah menjadi salah satu target Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tahun ini. Lantaran program ini sasarannya paling banyak di daerah, Kemenpera pun menggandeng Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Saya sangat berharap DPD mau terlibat dalam program bedah rumah. Dengan keterlibatan DPD diharapkan dapat membantu Kemenpera dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah,” kata Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz pada wartawan di Jakarta.

Saat ini masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. Ketidaklayakan itu bisa dilihat dari lantainya yang terbuat dari tanah, atap bocor, jendela yang tidak memiliki ventilasi, Serta dinding rumah yang rusak.

“Kalau DPD ikut berperan akan semakin membantu masyarakat serta Pemda untuk menyukseskan program tersebut,” ujar menteri yang pernah menjadi anggota DPR itu.

Dalam program bedah rumah, Kemenpera akan memberikan bantuan sekitar Rp 6 juta per unit. Jumlah bantuan tersebut, menurut Djan Faridz, dianggap bakal mencukupi mengingat rumah masyarakat di daerah rata-rata tidak terlalu besar. Selain itu, harga bahan bangunan masih terjangkau dan dapat melibatkan masyarakat saat perbaikan rumah.

“Sebenarnya program bedah rumah ini sudah lama dilaksanakan Kemenpera. Itu sebabnya, program ini terus kita genjot dalam upaya membantu masyarakat ekonomi lemah,” tandasnya.

(esy/jpnn)

Caroline Wozniacki Ramaikan Australia Open

SYDNEY – Petenis nomor satu dunia, Caroline Wozniacki menyatakan siap untuk mengikuti turnamen Grand Slam, Australia Open 2012. Wozniacki merasa 100 persen siap karena tubuhnya telah terbebas dari lilitan cedera.

Wozniacki memang rentan mendapat cedera, namun cedera tersebut tidaklah parah. Walau tetap mengganggu, cedera tersebut tidak membuat petenis Denmark ini meraih peringkat satu dunia. Kini menatap Grand Slam pertama musim ini, dirinya menyatakan dalam kondisi fisik yang benar-benar siap.

“Tidak apa-apa, kondisi ini semakin baik. Saya akan siap bermain pada hari Senin. Saya menatap ke depan untuk itu (bertanding). Menarik bisa memulai Grand Slam pertama di tahun ini. Ini akan 100 persen,” ujar Wozniacki seperti dilansir dari Sportal, Sabtu, (14/1).

“Saya cukup beruntung dengan cedera. Maksud saya, memiliki cedera kecil juga dengan engkel dan yang lainnya. Jelas anda ingin 100 persen sehat. Saya merasa percaya diri pergelangan tangan saya akan siap untuk hari Senin,” tambahnya.

Wozniacki yang tengah mengincar gelar Grand Slam pertamanya di Melbourne tidak menampik bahwa dirinya sempat risau karena cedera. Namun dirinya kembali menegaskan kondisi fisiknya yang benar-benar siap meladeni lawan-lawannya.

“Ketika cedera, saya benar-benar merasakan tajamnya rasa sakit, yang membuat saya sedikit risau. Tetapi kini (kondisi) terasa bagus, jadi saya baik-baik saja,” tandasnya.(net/jpnn)