26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14174

Totok Wajah

Kebersihan dan kesehatan kulit sangat penting bagi para wanita, baik apapun pekerjaannya. Wanita sangat rentan dengan yang namanya stres ditambah dengan polusi udara, sehingga secara tidak langsung ini yang membuat kulit wanita menjadi kusam, tidak cerah dan tidak enak dilihat. Padahal, bagi wanita tampil menarik merupakan sangat penting.

Selain facial, wanita dianjurkan totok wajah. Hampir sama dengan facial, hanya saja dalam totok wajah tidak ada pengangkutan jerawat dan komedo. “Totok wajah lebih pada penguatan otot, sehingga otot wajah tetap kuat, sehingga wajah menjadi lebih kenyal dan awet muda,” ujar Pemilik Chey Salon yang terletak di Jalan Industri no 128 Ring Road, Cindy Meliala.

Sebelum melakukan totok, wajah pasien terlebih dahulu dibersihkan dan massage secara sederhana. Ini dimaksudkan untuk mengangkat sel kulit mati yang selalu berkembang. Setelah itu, proses berikutnya, terapis akan memberikan bau an aroma terapis, dengan maksud pasien menjadi relaks. “Kalau pasien rileks, terapis juga akan menjadi lebih santai,” tambah Cindy.

Setelah memberikan aroma terapi dan melakukan scrub dan kompres, terapis akan memulai totok pada titik wajah. Mulai dari sisi kiri dan kanan, menuju ke bagian pipi, selanjutnya hidung, dan kening. “Total ada titik di wajah sekitar 100 titik,” tambah Cindy.

Terapis akan melakukan pijitan sesuai dengan tarikan nafas pasien, untuk mengendurkan saraf dan rasa sakit yang ditimbulkan karena pijitan totok. Setelah itu, maka rangkaian selanjutnya adalah memberikan masker.

Menunggu masker kering, terapis mengurut tangan, punggung, dan dada juga mendapat urutan ringan. Selain untuk menguatkan otot wajah, totok juga berfungsi untuk menunda kerutan diwajah. Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, diharapkan para wanita dapat melakukannya minimal 2 kali dalam sebulan. “Karena ini untuk mencegah keriput, jadi untuk hasil yang maksimal diharapkan dilakukan 2 kali dalam sebulan,” tambah Cindy. Hasil totok wajah juga sangat bagus, selain wajah terasa lebih kenyal dan segar, juga perasaan lebih tenang.

“Kita menggunakan terapis profesional untuk hasil yang profesional juga,” tambahnya. (ram)

Memberi Itu Indah

Jonas Hudaya MBA

Materi itu tidak akan cukup untuk untuk memenuhi segala keinginan seseorang. Karena keinginan manusia itu cenderung egois dan berambisi. Jadi lebih baik mensyukuri apa yang ada dan menghargai berkat-berkat yang sudah kita terima.

KALIMAT di atas adalah penggalan perbincangan tim Sumut Pos dengan Jonas Hudaya MBA di kantornya di pabrik sirup Kurnia di Jalan Kebun Sayur/Medan-Tanjungmorawa Km 14,5, Jumat, 13 Januari 2012. Kalima itu untuk menggambarkan filosopi hidupnya, ‘bersyukur dan memberi’. “Ya, saya ingin menjadi saluran berkat bagi sesama,” ujar Direktur PT Kurnia Aneka Gemilang ini.

Siapakah dia? Bagi masyarakat awam, figur Jonas mungkin kalah populer dibandingkan pengusaha lainnya. Tetapi di kalangan pekerja sosial, dia bukan so sok yang asing. Namanya tercatat sebagai pengurus di berbagai organisasi sosial. “Beliau ini rendah hati tetapi produktif,” ujar Ir Erliyanto Harahap AMaKA, di awal-awal perbincangan itu.

Ir Erliyanto adalah Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Sumatera Utara, dimana Jonas duduk sebagai penasehat.

Mengenakan batik dan jeans cokelat dipadu sepatu kulit hitam, penampilan Jonas memang terlihat sederhana. “Saya pakai batik, pakaian nasional,” katanya menanggapi komentar kami.

“Beliau memang orangnya sederhana. Padahal dia pengusaha sukses,” puji Erliyanto.

Pria itu lantas memperkenalkan Jonas sebagai orang yang sering menyumbang untuk panti asuhan maupun pembangunan rumah ibadah dan kegiatan sosial lain. “Kalau menyumbang, selalu bilang; ‘ini titipan teman saya’. Padahal kita tahu, itu sumbangan beliau,” ungkap Erliyanto, yang ditanggapi senyuman oleh Jonas.

Dalam perbincangan yang lebih intens, Jonas kemudian membeber keterlibatannya di usaha sirup yang dirintis almarhum ayahnya, Elias Hudaya. Berdiri pada 1969, ia melanjutkan mengembangkan usaha keluarga tersebut sejak 1994/1995.

Di tangannya, pemasaran sirup dengan gambar patung liberty itu diperluas.

“Sekarang kita sudah punya kantor distribusi di kota-kota besar Sumatera dan di Jawa,” jelasnya.

Perbincangan kemudian mengalir ke banyak hal. Termasuk beragam kegiatan sosial yang selama ini dilakoninya. Sempat diceritakan, bagaimana dia dan masyarakat di sebuah lokasi di kota Medan bersama membangun rumah ibadah. “Saya membeli lahan, mereka yang membangun fasilitas sosial. Tapi nggak usah ditulislah detailnya,” pinta nya.

Dari Erliyanto diketahui, ternyata Jonas juga menjadi pengurus di beberapa panti sosial. Meski awalnya enggan menceritakannya, Jonas akhirnya mau membeberkan.

“Saya pengurus di Panti Asuhan Yayasan Betlehem Bandar Baru dan Pengurus Panti Jompo Perkumpulan Karya Kasih di Jalan Monginsidi Medan. Bagi Jonas, membantu anak yatim piatu dan kaum jompo, memberi kebahagiaan tersendiri. Dalam beberapa kesempatan, ia pun membawa anak dan istrinya me ngunjungi panti-panti sosial. “Saya kagumi dengan anak-anak di panti asuhan.

Mereka bekerja lebih rapi dan mandiri dibanding anak-anak yang hidup bersama keluarganya. Suatu berkat yang luar biasa melihat mereka. Di situ timbul kasih sayang yang luar biasa,” bebernya.

Suatu kali, ia pernah membawa anak-anak panti asuhan ke pusat perbelanjaan. Di sana anak-anak dibawa melihat- lihat, dibawa makan dan ditawarkan belanja mainan.

Tentu dengan suka cita mereka memilih.

Di antara mereka lantas bertanya, boleh nggak ambil mainan untuk teman yang tidak ikut.

“Kesetiakawanan anak-anak itu juga sangat tinggi,” ujarnya lagi.

Bagi aktivis sosial lintas agama dan budaya ini, membantu sesama berarti turut membantu Indonesia ke arah yang lebih baik. Memberi kesempatan anak yatim piatu meraih masa depan yang lebih baik, membantu anak meraih kesejahteraan yang lebih baik dan me ngurangi tingkat kejahatan. Dikatakannya.

Tetapi kalau kebutuhan sudah terpenuhi, orang yang kebutuhannya terpenuhi tidak akan berpikir dan melakukan yang anehaneh.

Bagi Jonas dan keluarga, bisa berkumpul dan berbagi dengan sesama merupakan hal yang sangat membahagiakan.(tms)

Hobi Makan, Bugar dengan Buah

Jonas Hudaya, pengusaha sekaligus penggiat sosial.
Jonas Hudaya, pengusaha sekaligus penggiat sosial.

WISATA kuliner adalah hobi Jonas Hudaya. Selalu ada waktu khusus yang disediakan untuk berburu makanan. Dari menu tradisional Indonesia hingga makanan internasional. “Saya serin menjamu tamu dari luar kota dengan makanan lokal,” ujarnya tersenyum.

Bagi pengusaha sirup ini, menemukan kekhasan makanan sama artinya dengan mengenal dan memahami kekayaan budaya.

Karena sering ‘berpindah’ lokasi daerah makan, pria yang juga suka memasak ini pun menemukan perbedaan kekhasan makanan di setiap daerah.

Secara pribadi, tampaknya Jonas lebih suka menikmati bebek daripada ayam. Ia dan keluarganya mengaku sering menyantap bebek goreng. Olahan bebek dengan sambal pedasnya selalu membuatnya ketagihan.

Meski suka berpetualang mencari makanan enak, makanan favorit Jonas ternyata Soto.

Ada yang khas dari penamilan Jonas. Meski hobi makan, posturnya yang tidak terlalu tinggi, tubuhnya tetap terlihat bugar dan ideal. Tidak gemuk dan tetap segar.

Mengaku tidak mengkonsumsi obat khusus usai bersantap, Jonas punya tips agar tetap sehat.

“Sederhana. Pilih makanan yang sehat dan makan secukupnya.

Ikuti pola makan sehat dan selalu makan buah,” katanya mantap.

Soal jenis buah, pria ini lebih senang mengkonsumsi hasil dari ladang-ladang petani lokal dibanding buah impor. “Lebih segar, lebih murah dan banyak tersedia,” ujarnya.

Pagi hari, Jonas memilih mengkonsumsi jeruk. Sedangkan buah favoritnya adalah pepaya. “Sangat baik untuk pencernaan,” katanya memberi penjelasan.(tms)

Didik Anak Sesuai Talenta

MENJADI ayah yang baik untuk tiga anaknya, merupakan tantangan tersendiri yang mengasyikkan bagi Jonas Hudaya. Ia sadar, sikap, tindakan dan cara berbicara dalam kesehariannya akan dicontoh anak-anaknya.

“Kalau bicara orangtua tidak baik dan berkelakuan tidak benar , maka akan dilihat dan ditiru oleh sang anak. Kalau kita memperlihatkan contoh yang baik, mudah-mudahan anak meniru perbuatan baik orangtuanya,” sebutnya.

Jonas tentu saja berusaha memperlihatkan berkarakter pergaulan komunikasi dan bertatakrama yang baik. “Ini masalah moral,” ujarnya berfilosofi.

Dalam mendidik anak, pria yang menyelesaikan master bisnisnya ini memberi pengarahan sesuai talenta dan keinginan anak. “Tidak usah dipaksakan dan disesuaikan dengan talenta masing-masing anak. Kita monitor saja. Sesuatu yang dipaksakan, hasilnya malah merusak kehidupan anak kelak dan tidak baik.” Ia berpandangan perlunya mengajarkan anak untuk memiliki kepekaan rasa, menikmati dan mensyukuri apa yang ada. “Kalau bisa seperi itu, akan menimbulkan motivasi untuk berkembang secara kreatif,” ujarnya yakin.

Saat ini anak tertua Jonas, Christopher Hew, akan menyelesaikan bangku SMA. Jonas mengaku tidak memaksakan anak untuk mengambil disiplin ilmu tertentu di universitas tertentu. “Yah tergantung nilai, kemauan dan kemauan anak.

Apa yang dipilihnya, itu yang menjadi landasan masa depannya. Sebagai orangtua, saya dan ibunya hanya bisa mendukung dan memberikan advice (masukan) lah,” ujarnya. (tms)

Manfaatkan Masa Libur untuk Hindari Konflik

Warga Aceh Banjiri Tempat Wisata Berastagi, Tanah Karo

DUA minggu pascamusim libur Tahun Baru 2012, Berastagi dipadati wisatawan asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Konflik di Aceh yang tengah berlangsung dan masa terakhir libur sekolah di provinsi itu kemungkinan besar jadi alasan warga Aceh memilih untuk menghabiskan akhir pekan di berbagai tempat wisata

Membanjirnya pengunjung asal Aceh ini dapat terlihat di pusat pusat keramaian wisata di Berastagi seperti Pasar Buah, Puncak Bukit Gundaling, Pemandian Air Panas, Mikie Funland hingga ke lokasi liburan yang memanfaatkan sumber daya air di Danau Lau Kawar dan Tongging

Selain itu, jubelan tamu asal Tanah Rencong ini juga kelihatan lalu lalang di pusat kota Berastagi

Hasil pantauan koran ini selaras dengan pengakuan beberapa pengelola hotel, baik yang berbintang maupun melati

Indra Sembiring, selaku pemilik dan pimpinan Bukit Kubu Hotel Berastagi juga menyatakan hal yang sama

Menurutnya, tingkat occupancy hotel miliknya untuk minggu terakhir ini sudah terisi seluruhnya.  Dhien Karona juga mengamininya

Juru bicara hotel, Feri mengatakan kalau sejak Jumat ( 13/1), beberapa tamu asal NAD sudah mulai berdatangan mengisi hotelnya, hal ini sudah jauh dalam perkiraaan pihaknya. “ Mengingat malam minggu ini adalah malam terakhir liburan sekolah, sudah kita prediksi adanya lonjakan tamu, mudah mudahan ini berlangsung terus “ harap Feri

Konfirmasi yang tak jauh berbeda juga keluar dari pengunjung , dimana dari keterangan Ilham , wisatawan asal Aceh, dirinya dan keluarga memang sudah berfikir sejak Tahun Baru 2012 berencana datang ke Berastagi, Sumatera Utara. Suasana konflik terbaru di Lhokseumawe jadi alasan pihaknya untuk memilih berwisata

“ Kita fikir lebih baik menghindari anak anak dari tatapan konflik yang terlihat secara langsung maupun dari media massa, liburan jadi titik penting melakukan itu “ aku Ilham. (nang/smg) Terdapat sekitar satu rombongan penuh asal NAD mengisi masa liburan di hotelnya, sama seperti di Bukit Kubu Hotel, Hotel Dhien Karona juga mengamininya

Juru bicara hotel, Feri mengatakan kalau sejak Jumat ( 13/1), beberapa tamu asal NAD sudah mulai berdatangan mengisi hotelnya, hal ini sudah jauh dalam perkiraaan pihaknya. “ Mengingat malam minggu ini adalah malam terakhir liburan sekolah, sudah kita prediksi adanya lonjakan tamu, mudah mudahan ini berlangsung terus “ harap Feri

Konfirmasi yang tak jauh berbeda juga keluar dari pengunjung , dimana dari keterangan Ilham , wisatawan asal Aceh, dirinya dan keluarga memang sudah berfikir sejak Tahun Baru 2012 berencana datang ke Berastagi, Sumatera Utara. Suasana konflik terbaru di Lhokseumawe jadi alasan pihaknya untuk memilih berwisata

“ Kita fikir lebih baik menghindari anak anak dari tatapan konflik yang terlihat secara langsung maupun dari media massa, liburan jadi titik penting melakukan itu “ aku Ilham. (nang/smg)

Mr X Tewas di Taman

MEDAN-Mayat Mr X (tak dikenal) ditemukan di Taman Ahmad Yani Medan Jalan Imam Bonjol, Sabtu (14/1) sekira pukul 07.00 wib

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, korban ditemukan pertama sekali oleh petugas kebersihan Pemko yang sedang menyapu di sekitar taman tersebut

Kemudian hasil temuan mayat ini dilaporkan ke Polsek Medan Kota, dan langsung dibawa ke RS Pirngadi Medan. Korban diduga adalah gelandangan dan pengemis (gepeng) yang sering mangkal di taman tersebut

Ciri-ciri korban, umurnya sekitar 55 tahun, tinggi 160 cm, badan kurus, di kaki kanan bagian tulang kering terdapat bekas luka. Tidak ada tanda-tanda ditemukan bekas kekerasan fisik di tubuhnya. Diduga korban meninggal karena penyakit yang dideritanya.(cr-2/smg)

Dugaan Korupsi di RS Pirngadi

 Tanya Sama Dirut Langsung…

MEDAN- Wakil Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi, Yasin, enggan berkomentar panjang terkait kedatangan tim BPKP dan Kejatisu ke RSU Pirngadi Medan kemarin

Diduga kedatangan BPKP dan Kejatisu terkait dugaan korupsi Rp13 miliar yang melibatkan Direktur Umum (Dirut) RSU dr Pirngadi, Dr Dewi Syahnan

“Tanya sama Dirut atau Humas saja,” katanya, Sabtu (14/1)

Saat ditanya hasil pemeriksaan, Yasin menuturkan, semua sudah dimintai keterangan dan untuk lebih pastinya tanyakan Dirut RSU Pirngadi saja langsung. “Kedatangan Tim BPKP dan Kejatisu kemarin untuk melengkapi berkas saja. Untuk lebih pastinya, tanyakan kepada Tim BPKP dan Kejatisu,” katanya lagi

Hal senada juga diucakan Kasubbag Hukum dan Humas RSU Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH MKes. “Saya tidak mengetahui hasil pemeriksaan dan saya hanya tahu mereka itu kemarin tiba. Untuk lebih pastinya, tanyakan kepada Dirut dan Tim BPKP dan Kejatisu saja,” bilangnya. (jon)

Dia Tinggalkan Surga karena Kasih

OLEH: PDM. EDISON SINURAT STH

Yohanes 10:10b “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” JARAK antara Indonesia ke Eropah sekitar 10.650 km, ditempuh dengan pesawat dalam waktu sekitar 12 jam. Tahun 2008 yang lalu kami ke Israel dengan pesawat Kuwait Airways, dari Kuala Lumpur ke Kuwait ditempuh dengan waktu 9 jam.

Yesus datang menempuh perjalanan yang lebih jauh, dari sorga ke bumi melalui proses inkarnasi (Allah menjadi manusia). Siapa kira-kira yang tagu jarak antara sorga dan bumi? Yesus Kristus menegaskan bahwa kedatangannya untuk memberikan kelimpahan kepada kita, Haleluyah. Berbeda dengan Iblis yang datang untuk menghancurkan.

Segala bentuk penghancuran dan kebinasaan itu berasal dari Iblis. Itulah tujuannya agar lebih banyak lagi manusia yang akan mengalami nasib yang sama seperti dirinya, binasa di kekekalan.

Oleh belas kasihan yang begitu besar, Allah datang menjadi sama dengan manusia supaya dalam kemanusiaan-Nya, Ia dapat mengalami kematian sebagai korban menebus dosa manusia itu. Melalui kedatangan- Nya, terjadilah substitusi (penggantian), yang tadinya kita tergadai kepada kebinasaan, sekarang terselamatkan oleh kematian Yesus Kristus.

Tadinya kita harus ke neraka, sekarang kita menjadi pewaris kerajaan Sorga. Tadinya kita miskin, sekarang menjadi kaya dalam anugerah-Nya. Itulah sebabnya umat Kristiani di seluruh dunia bersukacita merayakan hari Natal ini.

Kelimpahan hidup dari Yesus maksudnya bukan saja sekadar hidup atau perbaikan taraf hidup, tetapi menyangkut kehidupan yang kekal selama-lamanya. Banyak orang berusaha memperbaiki taraf hidup, tetapi bukan hanya sebatas itu kehidupan yang dikaruniakan dan dilimpahkan oleh Yesus kepada kita. Dia tinggalkan sorga mulia, Dia rela menjadi manusia, terlahir di sangat bersahaya, di kandang domba yang hina tetapi bala tentara sorga turut menyerukannya.

Memberi pesan dan arti mendalam bahwa kedatangan-Nya bukanlah biasa-biasa. Jarak yang begitu jauh menjadi harus ditempuh oleh Yesus karena alasan yang patut direnungkan, KASIH! Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Realisasi kasih Allah itu adalah penyaliban Kristus. Salib itu merupakan keperluan yang mutlak. Tidak ada pilihan lain. Jikalau tuntutan takhta Allah harus dipenuhi, jikalau tuntutan keadilah harus digenapkan, jikalau dosa harus dihapuskan, haruslah ada Seorang yang tanpa dosa mengalami penghukuman untuk menggantikan orang-orang yang harus diselamatkan. Kristus adalah pemberian kasih Allah. Kematian Yesus Kristus yang kelahirannya sedang kita rayakan hari-hari ini adalah merupakan demonstrasi kasih Allah yang terbesar.

Orang percaya harus menghargai kasih Allah tersebut, walaupun dengan sangat kurang sempurna. Kepada jemaat di Efesus, rasul Paulus menggambarkan kasih Allah itu dengan begitu dalam, lebih dalam dari lautan, begitu luas, lebih luas dari samudera, begitu tinggi, lebih tinggi dari langit.

Sekarang, umat Tuhan jangan terpaku hanya pada kesibukan menyambut hari Natal, tetapi lebih fokus kepada kesibukan mempersiapkan diri menyongsong kedatangan- Nya yang kedua kali yang sungguh tidak lama lagi. Hidup dan pikirkanlah hal-hal yang dapat memperkenankan hati-Nya, itulah bukti bahwa kita menghargai kasih- Nya, kita mengasihi Dia yang sudah lebih dahulu mengasihi kita.

Sebuah lagu menggambarkan akan kasih Allah ini: Dia tinggalkan surga mulia, Dia tahu apa ’kan jadi. Di bukit Joljuta yang sunyi, Dia s’rahkan hidup-Nya buatku. Kalau bukan “kasih” laut ’kan kering, Tiada bintang di langit, burung tak dapat terbang. (Reff): Kalau bukan “kasih”, surga hanya c’rita, Tiada yang kurasa, kalau bukan “kasih”. Walau menderita Dia ingat pencuri yang di sisi-Nya.

Dia berkata dengan kasih dan membawanya ke Firdaus. Kalau bukan “kasih”……

Selamat Tahun Baru, Januari 2012. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita sekalian.(*)

Tokoh Agama Jangan Hanya Sentuh Masalah Rohani

PEMBERITAAN kabar baik seharusnya tidak terbatas kepada masalah kerohanian saja, namun juga harus menyentuh masalah kesejahteraan jasmani juga, hal tersebut disampaikan oleh Pdt. Robert Litelnoni, Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Nusa Tenggara Timur saat menyoal masalah investigasi tambang mangan.

“Tetapi, terkait tambang mangan yang menyisakan banyak masalah sering diabaikan lembaga agama. Padahal, tambang mangan telah menyisakan berbagai problem kemanusiaan,” demikian pernyataan Litenoni yang dikutip oleh Kompas.com.

Menurutnya, saat ini banyak tokoh agama tidak memahami kondisi pertambangan mangan yang ada di NTT saat ini sehingga tidak melakukan tindakan advokasi dan berjuang untuk menyelematkan lingkungan hidup dan hak asasi manusia penduduk NTT. Masalah ini dikemukakan oleh Litelnono dalam seminar yang diselenggarakan oleh Jaringan Tokoh Agama NTT yang bekerja sama dengan Institute for The Social Economic and Culture Jakarta. Dalam seminar tersebut juga ditayangkan video kegiatan penggalian batu mangan di Desa Nian dan Desa Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara serta sejumlah desa lainnya di Kabupaten Belu.

Dari video tersebut terlihat jelas rusaknya alam disana yang mengakibatkan ancaman bencana longsor, selain itu para penambang juga tidak memperhatikan aspek keselamatan diri, padahal mereka melakukan pekerjaan yang beresiko tinggi.

Adanya seminar seperti ini bertujuan agar gereja dan juga para tokoh agama mendapatkan informasi yang lebih lengkap akan kondisi masyarakat dimana mereka berada sehingga dapat menjadi bagian dari solusi permasalahan yang dialami masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Pdt.Litelnoni, gereja dan para tokoh agama seharusnya dapat menjadi jawaban bagi umat dan masyarakat secara menyeluruh.(kcm)

Sempat Mau Pensiun Dini

Safee Sali, Pemain Malaysia Pertama di Kompetisi Indonesia

Safee Sali, Pemain Malaysia Pertama di Kompetisi Indonesia Sempat Mau Pensiun Dini Pemain Indonesia yang merumput di Malaysia sudah bukan hal asing. Tetapi, kalau pemain Malaysia mengais rezeki di sini, itu baru mengejutkan. Hanya Safee Sali yang melakukannya.

AKHIR 2010, Safee Sali sempat menjadi perbincangan hangat di sejumlah media masa. Tidak hanya media di negerinya, Malaysia, media Indonesia pun tak luput memberitakan sepak terjang pemain bertubuh gempal tersebut.

Itu terjadi setelah dia berhasil mengu kuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak, lima gol, pada Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF).

Kontribusinya membuat Malaysia menjadi juara dengan mem permalukan Indonesia di laga final.

”Itu sebuah keistimewaan bagi saya. Selain menjadi pencetak gol terbanyak, negara kami berhasil membawa pulang trofi juara,” jelas Safee saat ditemui di sebuah hotel di Surabaya setelah membela Pelita Jaya melawan tuan rumah Deltras di pentas Indonesia Super League (ISL) 19 Desember lalu.

Anak kedelapan di antara 12 bersaudara itu mengungkapkan, keberhasilannya diraih berkat perjuangan keras sejak kecil. Safee memang menggandrungi olahraga kulit bundar sejak duduk di bangku sekolah kebangsaan atau setara dengan sekolah dasar (SD) di Indonesia.

Pemain kelahiran Kajang, Selangor, yang dibesarkan di Tapah, Perak, itu bermain bola sejak berusia delapan tahun. ”Saya dan adik (Mohd. Norli, Red) selalu bermain bola tanpa mengenal waktu. Kadang, meski sudah masuk rumah, kami masih bermain bola,’’ kenang nya.

Namun, lanjut Safee, olahraga yang pertama dia gandrungi bukan sepak bola, melainkan atletik. Nomor jarak pendek adalah spesialisasinya.

Tidak sekadar hobi, Safee juga mampu mengukir banyak prestasi dari sana. ’’Saya masih simpan koleksi medalinya, cukup banyak di rumah saya,” ucapnya.

Safee mulai serius di sepak bola saat berusia 12 tahun.

Ini terjadi setelah dia setiap sore melihat lapangan yang tak jauh dari rumahnya ramai dengan pertandingan sepak bola.

”Menarik. Sebab, ternyata lebih banyak yang menonton sepak bola daripada atletik. Dari situ saya tertarik belajar sepak bola,” lanjut Safee tentang alasannya me ninggalkan atletik dan mendalami sepak bola.

Nah, dengan modal berlari cepat tersebut, Safee mon cer di sepak bola. Bahkan, dalam setiap kejuaraan antarsekolah, Safee tidak lagi mewakili sekolahnya di cabang atletik, tetapi sepak bola.

Bahkan, di usianya yang sangat muda, Safee sudah dipercaya sebagai pemain inti Negeri Perak dalam kejuaraan nasional sepak bola anak di Malaysia.

Karirnya di lapangan hijau pun terus menanjak.

Memasuki usianya yang ke-15, Safee kembali mendapat kepercayaan yang lebih tinggi. Yakni, memperkuat timnas Malaysia U-15 dalam salah satu kejuaraan di kawasan Asia Tenggara yang disponsori oleh salah satu produk alat olahraga terkenal. ’’Kami waktu itu tidak juara, tetapi berhasil menjadi finalis,’’ kata suami Sabarina Binti Yusuf tersebut.

Dari situ, Safee yakin bakat olahraganya adalah sepak bola. Dengan latihan keras secara otodidak di rumah, Safee tumbuh menjadi pemain tangguh di tengah lapangan.

Kendati demikian, dia pernah mengalami masa sulit dalam meniti karir. Pengelaman pahit itu terjadi pada 2000. Saat itu, tanpa alasan jelas, Safee diberhentikan dari akademi sepak bola paling terkenal di negeri jiran. Safee berusaha mempertanyakan pe mecatannya kepada pihak pelatih dan manajemen.

Namun, jawaban yang mereka berikan tidak memuaskan. Bahkan, anak pasangan Mohd. Sali bin Mi’an dan Maripah binti Hussain tersebut disuruh angkat koper dari mes akademi secepatnya.

Peristiwa kelam itu membuat semangat Safee untuk bermain bola merosot. Dia memutuskan pensiun dini dari olahraga yang paling disukai sejagat tersebut.

Untung, Safee memiliki keluarga yang terus memberikan semangat.

Ini membuat dia bangkit kem bali.

’’Ayah dan saudara saya mendorong saya untuk tetap latihan. Seperti mendapat hidayah, saya mulai menemukan kembali jati diri sebagai pemain bola,’’ ucap Safee.

Dengan tekad kuat, Safee mulai melakukan pembuktian. Perlahan tetapi pasti, setahun kemudian, Safee bergabung dengan klub professional, Kuala Lumpur FA, salah satu tim professional peserta Malaysia Super League. Saat itu Safee masih bergabung dengan tim U-19.

Jenjang karirnya di kelompok umur berlanjut di timnas U-21. Setelah itu, dia dipercaya mengenakan kostum timnas senior Malaysia.

Untuk mengasah kemampuannya mengolah bola, Safee tidak hanya berlatih di dalam negeri. Dia juga meluangkan waktunya berlalang buana ke Eropa untuk menimbah ilmu. Beberapa waktu lalu, dia merasakan atmosfer latihan di klub level II di Liga Inggris (Championship Division) Cardiff City. (sidik maulana tualeka/c8/diq)

—-

Ingin Jajal Kompetisi Belgia

PIKIRAN Safee Sali saat ini sedang kalut. Itu seiring dengan konflik sepak bola Indonesia yang tak berujung.

Dengan gonjang-ganjing yang ada, seluruh pemain timnas yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) musim 2011-2012 akan mendapat sanksi dari FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional). Sanksi tersebut tidak hanya berlaku bagi pemain Indonesia, tetapi juga pemain timnas negara lain.

Safee Sali, salah satunya. Tak mau mengambil risiko dengan kontroversi sepak bola Indonesia, Safee berusaha mengambil jalan aman. ’’Sebab, pelatih dan pengurus sepak bola nasional di Malaysia juga risau dengan kontroversi ini. Mereka berkali-kali menghubungi saya untuk segera mengambil sikap,’’ ucap ayah Nur Syaza Syaqina, 4, dan Nur Syasya Sofirna, 2, itu.

Safee tidak segan meninggalkan Pelita Jaya, tim yang dibelanya sejak awal 2011. Menurut dia, timnas Malaysia jauh lebih penting daripada membela Pelita Jaya yang berada di kompetisi ilegal versi PSSI.

’’Saya tinggal menunggu keputusan resmi dari PSSI dan FIFA soal sepak bola Indonesia. Kalau memang ISL ini positif ilegal, saya siap keluar,’’ tegasnya.

Lantas, tim mana yang akan menjadi tujuan? ’’Saya belum memikirkannya. Mungkin saya akan kembali ke Malaysia sebelum memberikan keputusan,’’ tuturnya.

Namun, bila diberi kesempatan, Safee ingin merumput di Australia. ’’Tetapi, sangat mungkin saya juga bergabung bersama CS Visse Belgia (tim Divisi II Liga Belgia milik keluarga Bakrie),” ucap pria yang sangat mengidolakan David Beckham tersebut.

Batas akhir kontrak Safee dengan Pelita Jaya akan berakhir seiring dengan pergantian tahun. Namun, Safee belum tahu kontrak tersebut akan diperpanjang atau tidak. (dik/c8/diq)

Tak Bawa Keluarga ke Indonesia

KESUKSESAN Safee Sali di lapangan sepak bola menyita banyak pengorbanan. Salah satunya, menjalani kehidupan rumah tangga yang tidak normal. Safee tinggal di Indonesia karena memperkuat Pelita Jaya dalam Indonesia Super League (ISL). Sang istri, Sabarina binti Yusuf, beserta dua anaknya, Nur Syaza Syaqina (4 tahun), dan Nur Syasya Sofirna (2), tinggal di Malaysia. Berat memang. Tetapi, itu adalah risiko yang harus dijalani seorang profesional seperti Safee.

’’Saya sengaja tidak mengajak keluarga ke Indonesia. Sebab, anakanak saya mulai bersekolah di Malaysia. Jadi, mau tidak mau istri saya harus menjadi pendamping anak-anak saat ini,’’ tutur pemain yang mengantarkan timnas Malaysia juara Piala AFF 2010 itu.

Bagi pemain dengan tinggi badan 171 cm tersebut, awalnya sulit menjalani hubungan seperti itu.

Saat pertama masuk Indonesia pertengahan 2010, Safee terpaksa memboyong semua keluarganya ke Indonesia dan tinggal di sebuah apartemen di Jakarta.

’’Namun, karena rumah kami di Malaysia tidak ditempati, saya dan istri memutuskan berbagi tugas.

Saya tetap bermain bola di Indonesia, sementara istri saya kembali ke Malaysia dengan anakanak.

Untung, meski masih kecil, dua anak saya bisa menerima,’’ ucap pemain yang suka memakai nomor punggung 10 itu.

Meski begitu, setiap ada waktu libur panjang, Safee langsung mengemas pakaiannya dalam sebuah koper.

Dia lantas mencari tiket de ngan tujuan Malaysia. Harapannya, dia bisa mengunjungi anak dan istri.

”Jadi, setiap bulan saya bisa lima kali pulang pergi Malaysia–In donesia,” ungkapnya Nah, bila jadwal kompetisi padat, satu-satunya jalan untuk mengobati rasa rindu kepada keluarga adalah telepon atau saling mengirim pesan singkat. ’’Itu hukumnya wajib. Bahkan, sebelum pertandingan atau setelah pertandingan, saya selalu mengabari mereka,’’ terangnya.

Bisa jadi, telepon atau pesan singkat tersebut membuat Safee selalu tampil garang di lapangan. Aksinya setiap kali membela Pelita Jaya tak pernah mengecewakan.

Penyerang berusia 27 tahun tersebut membuat lini belakang lawan kocar-kacir. Tembakan, tandukan, atau gerakan tanpa bolanya membikin suporter lawan dag-dig-dug. Apalagi, di Pelita Jaya dia mempunyai tandam yang tak kalah lincah, Greg Nwokolo.

Pemain naturalisasi tersebut ikut memudahkan Safee mencari ruang kosong dan menggedor gawang lawan. Saat melawan Persiram Raja Ampat di Stadion Singaperbangsa, Karawang, 7 Desember lalu, Safee mencetak gol pada menit ke-45.

Sayang, saat dijamu Deltras di Gelora Delta, Sidoarjo, pada 19 Desember lalu, dia dikawal ketat. Para pemain belakang The Lobster, julukan Deltras, tak mau penyerang Malaysia ini merajalela. Akibatnya, Pelita Jaya pun harus takluk dua gol tanpa balas. (dik/c8/diq)

Kakek Berasal dari Mojokerto

KEPUTUSAN Safee Sali berkompetisi di Indonesia bisa dibilang pilihan yang tepat. Secara silsilah, Safee masih memiliki darah Indonesia.

Menurut cerita, sang kakek, Mi’an, berasal dari suku Jawa.

’’Safee masih memiliki darah Indonesia. Ayahnya, Sali bin Mi’an pernah bercerita bahwa kakek Safee berasal dari Mojokerto. Jadi, Safee ini bukan orang asing untuk Indonesia, apalagi bagi orang Jawa Timur,’’ ungkap I Made Pasek Wijaya, asisten pelatih Pelita Jaya.

Mendengar pernyataan Pasek tersebut, Safee mengangguk tanda setuju. Sayang, Safee tidak begitu tahu secara detail perjalanan nenek moyangnya hingga bisa menjadi warga negara Malaysia.

’’Ayah saya juga bercerita bahwa keluarga kami memiliki darah Indonesia. Tetapi, saya tidak tahu Indonesia mana. Sebab, itu sudah lama sekali,’’ jelasnya.

Menurut Safee, dirinya sangat ingin menemui sanak keluarganya di Indonesia. Sayang, dia tak mengetahui garis keturunannya dari sang kakek.

Selain itu, Safee punya misi mulia di balik kedatangannya ke Indonesia.

Yakni, memperbaiki hubungan antara Malaysia dan Indonesia yang sering memanas, terutama dalam sengketa perbatasan.

’’Tetapi, herannya, problem seperti itu tidak terselesaikan lewat jalur perundingan dengan maksimal. Bahkan, sebagian besar kasus menguap tanpa solusi. Maka, saya mencoba mengambil jalan lain untuk menemukan solusi strategis lewat sepak bola,’’ ung kapn ya.

Safee optimistis, langkah baiknya akan menuai hasil maksimal.

Sebab, sepak bola di In donesia begitu populer.

Du kungan dan apre siasi dari warganya sangat kuat.

’’Apalagi, saat ini saya dipercaya sebagai duta perdamaian oleh duta besar Malaysia di I n d o n e s i a ,’’ pungkasnya. (dik/ c8/diq)

Indonesian Kart Prix 2012 Diikuti 14 Negara

JAKARTA- Ikatan Motor Indonesia (IMI) akan punya hajatan besar pada penghujung bulan Januari ini.

Mereka akan menyelenggarakan perlombaan Indonesian Kart Prix 2012 yang diikuti pembalap dari 14 negara.

Indonesian Kart Prix 2012 akan dihelat pada 27-29 Januari 2012 mendatang.

Sirkuit Sentul di Bogor, Jawa Barat, dipilih sebagai tempat penyelenggaraan event ini.

“Ini merupakan awal pekerjaan kita dan ini tentu saja tidak terlepas dari pengejawantahan komitmen kita untuk mempersatukan segenap komponen dan tokoh para pegiat otomotif di tanah air, agar kiprah lomba semakin menggeliat lagi,” ungkap Ketua Umum PP IMI, Nanan Soekarna, di Restoran Hangang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sejumlah pembalap ternama nasional dan internasional akan ambil bagian dalam event ini. Mereka antara lain Rio Haryanto, Sean Gelael, Alexandra Asmasoebrata, Zahir Ali, Antonio Giovinazzi (Italia), Sami Luka (Belgia), dan Esteban Ocon (Prancis).

“Sekitar 95 persen pembalap di Formula 1 berasal dari gokart, seperti (Lewis) Hamilton, (Sebastian) Vettel. Rio Haryanto juga mengawali karier dari gokart,” ujar Nanan.

“Oleh karena itu, kita kepengurusan baru IMI bertekad memajukan ini dan mengundang pembalap dari 14 negara,” kata pria yang juga menjabat Wakapolri ini.

Indonesian Kart Prix 2012 memperlombakan kelas KF2, Rotax Junior, Mini Rok, dan Veteran (Legend). Ke depannya event ini diharapkan bisa digelar rutin tiap tahun.

“Kita mengundang berbagai pihak untuk datang ramai-ramai ke Sirkuit Karting Sentul untuk menyaksikan perlombaan itu. Ini untuk berkenalan sesama atlet dan pecinta serta pengusaha otomotif, serta untuk nostalgia. Karena akan ada juga acara balap di kalangan veteran dan legenda,” tutur Nanan, yang juga berencana ikut ambil bagian di kelas legenda.(bbs/ jpnn)

Demi Adik, Gelapkan Motor Pacar

MEDAN-Yudistira (27) alias Yudi, warga Jalan Badik Gang Tengah, Kelurahan Pahlawan berbuat nekad. Ia rela menggadaikan sepeda motor Scoopy milik pacarnya sendiri demi adiknya. Alhasil Yudi ditangkap polisi di Aksara Plaza, Sabtu (14/1) sekira pukul 17.00 Wib.

Menurut Yudi, selama ini ia tinggal bersama neneknya. Sebelum menggadaikan sepeda motor Scoopy milik pacaranya, Heni, sebesar Rp1,5 juta, ia sempat permisi dengan pacarnya itu.

Uang gadaiannya itu diberikan kepada adiknya yang lagi butuh uang untuk sekolah. “ Adikku yang sekolah SMK Negeri Setabat lagi butuh uang, makanya aku gadaikan motor itu”, tutur Yudi di Mapolsekta Percut Seituan.

Yudi tak menyangka ia dilaporkan ke polisi, oleh Heni yang ia kenal di Thamrin Plaza saat lebaran kemarin.

“ Aku nggak yangka bakal begini, padahal aku sudah janji akan mengembalikan uang itu”, ucap Yudi yang ngaku bekerja ikut proyek yang memasarkan sejenis oli ke hotel-hotel.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan AKP Faidir Chaniago mengakui penangkapan Yudi itu. Menurut mentan Kanit Jahtanras Polresta Medan ini kedua belah pihak kini sedang mengupayakan damai.” Lagian tersangka juga yang memberikan uang DP kepada korban untuk membeli sepeda motor yang digadaikan tersangka itu,” katanya.(gus)