30 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 14177

Natal Bersama Teh Pucuk Harum

MEDAN- Teh Pucuk Harum turut memeriahkan Pra Natal Hutauruk di Wisma Taman Sari depan Plaza Millenium Medan, Minggu (4/11). Dimana Teh Pucuk Harum menjadi salah satu sponsor pada kegiatan Natal tersebut.

Kegiatan Natal Hutauruk merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Marga Hutauruk untuk menjalin kekeluargaan, baik antar sesama dan mempererat persaudarran.

Natal tersebut dihadiri pendeta yang memberikan kotbah dengan Tema Semangat Natal dan jemaat gereja yang turut memeriahkan acara tersebut.

Dengan tema “Semangat Natal Mari Kita Tingkatkan Saling Kepedulian antar Sesama Demi Membangun Negeri Kita.” Kotbah yang diberikan oleh Pendeta tersebut sangat baik untuk kita supaya lebih saling peduli antar sesama.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada acara tersebut adalah Liturgi, Hiburan dan Lomba Nyanyi Anak Sekolah Minggu. Kegiatan Pra Natal Hutauruk tersebut akan berlanjut pada tanggal 24 desember 2011 yaitu acara puncak Malam Natal.

Teh Pucuk Harum akan ikut memeriahkan malam natal pada 24 Desember 2011. Teh Pucuk Harum, Rasa Teh Terbaik ada di pucuknya.(ade)

Tak Mau Jadi Penadah

Tak mau dianggap sebagai penadah barang curian, seorang toke butut membekuk pencuri besi rel Kereta Api (KA) di Stasiun Kereta Api Medan, Jalan Stasiun, Selasa (6/11) pagi. Setelah membekuk pencuri itu, toke butut tersebut menyerahkan pelaku ke Mapolsekta Medan Timur untuk diproses.

Pelaku diketahui bernama Surip (27), warga Jalan Sei Sikambing. Saat itu, dengan mengendarai mobil pick up, dia hendak menjual 100 kilogram besi rel KA kepada Jimmy (21), warga Jalan Helvetia Timur yang merupakan toke barang bekas (butut).

Jimmy yang curiga kalau besi tersebut merupakan barang curian, tak mau menerimanya. Namun begitu, Jimmy menanyakan dari mana Surip mendapatkan besi rel KA tersebut. Ditanya begitu, Surip langsung kabur ke mobil pick up miliknya sehingga menimbulkan kecurigaan toke butut itu. Jimmy lantas mengejar hingga ke kawasan rel Jalan Asrama, Medan Helvetia.

Setelah diringkus, Surip diinterogasi Jimmy dan teman-temannya. “Dibilangnya, dia curi aset negara itu di Stasiun Besar Kereta Api Medan, makanya kami bawa dia ke Polsek Medan Timur,” ujar Jimmy.

Dengan tangan terikat Surip digelandang ke Mapolsekta Medan Timur untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kepada wartawan, Surip mengaku nekat mencuri besi itu untuk keperluan sehari-hari. “Untuk kebutuhan makan bang, aku nggak ada kerja cuma ini yang bisa aku lakukan. Besi Rp4.000 per kilogram, kalau 100 kilogram berarti Rp400 ribu, kan lumayan juga,” ujarnya.

Menurutnya, besi yang dicurinya itu merupakan besi rel yang tergelatak di pelataran stasiun KA. “Besi rel ini bukan ku potong. Besi ini tergeletak, makanya ku ambil saja. Aku ngambilnya tadi malam,” ungkap Surip.(gus)

Ketua PN Medan Resmi Dilaporkan ke Poldasu

Sengketa Tanah Jalan Jati

MEDAN- Warga Jalan Jati Keluruhan Pulo Brayan, Medan Timur, didampingi kuasa hukumnya melaporkan Ketua Pengadilan Negeri Medan Erwin Mengatas Malau dan Wakil Panitera Pengadilan Negeri Medan Billiater Sitepu dilaporkan ke Mapolda Sumut, Rabu (7/12) Siang. Pelaporan terhadap Erwin Mengatasan Malau dan Billiater Sitepu dialakukan warga atas nama Demak Tobing dan Sikasno karena menyalahi kekuasaan sehingga warga mengalami kerugian.

Sikasno kepada sejumlah wartawan mengatakan, dirinya sudah melaporkan Ketua PN Medan dan wakil Panitera PN Medan atas eksekusi rumahnya yang dilakukan Juru Sita PN Medan pada pekan lalu. “Saya sudah melaporkan Ketua PN Medan dan Wakil Panitera PN Medan Kepada Polisi Polda Sumut,” ungkapnya.

Kemudian Sikasno menjelaskan, tanah dan bangunan rumahnya dibelinya pada 1981, kemudian pada 2002 dia mengurus sertifikat hak milik tanah ke BPN Medan. Selanjutnya pada 2003, dirinya mengurus IMB di TRTB kota Medan untuk membangun rumahnya. “Saya saat membuat IMB di TRTB Medan tidak ada masalah, kemudian tahun ini saya cek lagi keabsahan sertifikat tanah BPN kembali tidak ada masalah silang sengketa tanah, saya sangat aneh melihat kasus ini,” ungkapnya sembari mengatakan, akibat eksekusi rumahnya yang dihuni oleh istri, anak dan mertuanya Arbian Hasibuan, kini harus menumpang di rumah famili, sementara mertuanya Arbian kini sakit dan tidak mau makan akibat eksekusi ini.

Dalam laporannya ke Polda Sumut, dia menyertakan kerugian yang dialaminya dari bangunan rumah, harta benda yang rusak dan tanah senilai Rp5,7 miliar dengan No.Pol STTPL/985/XII/2001/SPKT “I”. “Saya minta kepada Pak Kapolda untuk memproses kasus ini secara profesional,” harapnya.

Sementara Djonggi M Simorangkir selaku kuasa hukum mengatakan, dengan dilaporkan Ketuan PN Medan dan Wakil Panitera PN Medan agar mata penegak hukum terbuka atas kebenaran dan kesahan dari sertifikat tanah milik warga. “Harus kita laporkan, karena warga memiliki sertifikat tanah yang sah dikeluarkan BPN Kota Medan dan tidak pernah bersengketa dengan Abdul Kiram yang selama ini mengkui menduduki dan menempati lokasi ini,” ungkapnya.(gus)

Anggaran MCK di Disdik Dipangkas

Apbd Medan 2012 Disahkan

MEDAN- DPRD Kota Medan mensahkan Ranperda Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) tahun anggaran 2012 menjadi Peraturan Daerah (Perda), dengan asumsi pendapatan sebesar Rp3,68 triliun lebih dan belanja sebanyak Rp3,82 triliun. Persetujuan ini terungkap dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda pendapat fraksi-fraksi DPRD Medan tentang Ranperda R-APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2012, Rabu (7/12).

Berdasarkan data yang diperoleh, pendapatan daerah yang teridiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1.528.619.388.156, dana perimbangan Rp1.343.457.013.786, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp784.458.081.809 (total Rp. 3.656.534.483.751). Rancangan pendapatan daerah ini naik dari tahun sebelumnya (2011) sebesar Rp3.083.140.290.623.

Kemudian belanja tidak langsung Rp1.736.745.323.036, belanja langsung Rp2.088.388.504.000 (total Rp. 3.825.133.827.036), serta penerimaan pembiayaan daerah Rp. 229.346.171.770 dan pengeluaran pembiayaan daerah Rp60.746.828.485.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu, saat membacakan laporan pimpinan DPRD Medan atas hasil pembahasan rapat komisi-komisi dengan kepala SKPD terkait Ranperda R-APBD Kota Medan 2012 mengatakan, dalam penggunaan anggaran pada 2012 agar lebih memprioritaskan peningkatan kesejahteraan masyarakat, kegiatan yang dapat menyentuh langsung terhadap masyarakat, misalnya pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan dan lainnya.

Sementara itu, lanjutnya, terjadi perubahan dan pergeseran anggaran di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Seperti di Dinas Pendidikan, untuk kegiatan pemeliharaan halaman, pagar dan MCK sebesar Rp2.179.472.700, dimana 70 persen dari dana tersebut dialihkan untuk pembangunan ruang kelas baru SLTP Negeri di Kota Medan.

Di Dinas Bina Marga terjadi penambahan anggaran dana swakelola untuk perbaikan drainase dari Rp15 miliar menjadi Rp20 miliar, serta dana swakelola perbaikan jalan dari Rp5,1 miliar bertambah jadi Rp15 miliar.(adl) Juga penambahan anggaran di Dinas Pertanian dan Kelautan untuk biaya penertiban hewan berkaki empat dari Rp300 juta menjadi Rp500 juta.

Di Dinas Perkim juga terjadi penambahan anggaran jalan setapak dari Rp5 miliar menjadi Rp10 miliar. Dinas Perhubungan penambahan anggaran Rp800 juta untuk pemasangan traffic light. Dinas Pertamanan juga terjadi penambahan Rp5 miliar untuk pemasangan meterisasi lampu penerangan jalan umum. (adl)

Penertiban Ternak Babi Dapat Perlawanan

MEDAN- Penertiban ternak babi yang dilakukan tim gabungan di Kecamatan Medan Barat dan Medan Petisah mendapat perlawanan dari pemilik ternak, Rabu (7/12). Namun, tim gabungan dari Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Medan bersama Satpol PP, TNI, dan Polresta Kota Medan berhasil mengangkut paksa tujuh ekor babi.

Penertiban diawali dari Kecamatan Medan Barat milik marga Nadapdap. Di tempat tersebut, perlawanan sempat terjadi karena warga tidak setuju ternaknya diangkut petugas. Namun, pihak Distanla tetap pada prinsipnya mengangkut ternak babi yang masih ditemukan di dalam kandang.

Setelah dilakukan negosiasi dengan pemilik ternak, akhirnya satu ekor dari tempat tersebut disita. Sedangkan yang lainnya tertinggal dengan alasan pemilik akan mengosongkannya sendiri dalam waktu tiga hari.

Kadistanla Kota Medan Ir Wahid didampingi Kabid Produksi Peternakan di Distanla Kota Medan Emilia Lubis mengatakan, penertiban ternak babi terus berlanjut sampai benar-benar habis. “Kita berikan waktu tiga hari paling lama kepada pemilik supaya mengosongkan kandangnya. Bila tidak kosong dalam waktu tersebut, kita angkut paksa semuanya,” tegas Wahid.

Dispensasi tersebut, kata Wahid, karena warga meminta diberikan waktu supaya mengangkut sendiri. “Mereka ini kan yang sudah menerima biaya transportasi dari kita, jadi apalagi alasannya tidak mengosongkan kandangnya. Selain itu, kita juga berikan bibit lele untuk mereka supaya beralih usahanya,” ucapnya.(adl)

Trans Medan Disosialisasikan

MEDAN-Dinas Perhubungan (Dishub) Medan sosialisasikan angkutan massal Trans Medan yang akan beroperasi tahun depan. Saat ini, Dishub menunggu pengiriman bus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Menurut Kepala Bidang Teknis Sarana dan Prasarana Dishub Medan Iswar, pada 2010 lalu sudah dilakukan studi kelayakan dengan anggaran sebesar Rp300 juta. Setelah pengkajian, pihaknya tinggal melakukan persiapan penyediaan sarana dan prasarana.

“Sarana dan prasarana yang disediakan terutama koridor sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. Seluruhnya akan disiapkan sambil menunggu pengiriman bus dari Jakarta,” katanya pada acara Sosialisasi Angkutan Massal Kota Medan (Trans Medan) di Hotel Madani, Rabu (7/12).

Dijelaskannya, kota ini membutuhkan angkutan massal karena tingkat kemacetan di Medan diperkirakan semakin parah sekaligus untuk memberikan kenyamanan. Jadi keberadaan angkutan massal ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan hingga 40 persen. “Kemacetan lalulintas di Medan diperkirakan semakin parah karena terus bertambahnya jumlah kendaraan di kota ini. Karena itu dibutuhkan angkutan massal menyerupai Trans Jakarta,” ucapnya.

Lanjutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, penduduk kota Medan tercatat sebanyak 2.121.953 jiwa. Namun pada waktu-waktu tertentu, penduduk Medan bertambah ratusan ribu jiwa yang disebut commuters. Pada tahun lalu, total commuters mencapai 742.280 jiwa. Pada siang hari sebanyak 476. 210 jiwa yang masuk ke Medan dan 329.244 jiwa keluar dari kota ini.

Sebagian besar commuters tersebut menggunakan alat transportasi umum sebagai angkutan masuk dan keluar Medan dibandingkan kendaraan bersama, pribadi dan alat transportasi.

Dalam rencana,tamabahnya, Trans Medan ini akan berjalan bersamaan dengan kendaraan lain baik pribadi maupun angkutan kota (angkot) di jalan umum sekarang ini. Tidak ada jalur khusus untuk bus Trans Medan. Operasionalnya juga akan tepat waktu sehingga penumpang memiliki kepastian ketika naik bus ini.
Kedepan, langkah selanjutnya yang akan dikelola untuk membentuk badan pengelola dengan bekerjasama dengan investor. Sistemnya direncanakan dalam bentuk konsorsium.

“Jadi sambil Pemko menyiapkan sarana dan prasarana, kami mengajak pengusaha angkutan untuk bekerjasama dalam hal pengadaan bus atau lainnya sehingga semuanya bisa berjalan bersama, tidak merasa ada yang tersaingi,” ujarnya.
Ketika ditanyakan target realisasi Trans Medan, pihaknya menargetkan bisa beroperasi pada tahun depan meskipun masih berupa pilot project. “Yang pasti kami akan berupaya maksimal menyiapkan sarana prasarana terlebih dahulu,” ucapnya.

Menanggapi rencana ini, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Medan Mont Gomery Munthe menolak rencana ini. Pihaknya menilai, rencana Pemko ini justru menimbulkan masalah baru karena akan menyebabkan pengangguran.
“Total ada 12.000 angkot dengan 17 merk yang tergabung dalam Organda dengan jumlah supir mencapai 24.000 orang. Kalau rencana Pemko tersebut direalisasikan, seluruhnya terancam tidak memiliki penghasilan lagi,” katanya.
Kebijakan tersebut, lanjut dia, belum layak diterapkan di Medan. Apabila Pemko tetap ngotot menerapkannya, pihaknya akan melakukan mogok masal bersama pengusaha angkutan lainnya. “Kami akan mogok masal. Kebijakan ini sudah diketahui supir dan semuanya menolak rencana ini,” tegasnya.

Pemko hendaknya memikirkan bagaimana cara pembenahan angkot dan terminal untuk menata kondisi lalu lintas yang lebih baik lagi. “Badan jalan saja masih sempit. Bagaimana lagi kalau ada bus seperti bus Trans Jakarta itu melintas diantara kendaraan-kendaraan lain? Pemko pikirkan saja bagaimana pembenahan angkot,” pungkasnya.(adl)

Kapan Dana Bos Tahap IV Disalurkan?

087868983xxx

Yth Bapak Sekda dan Kadis Diknas Medan kapan penyaluran dana bos tahap IV 2011 dilakukan? Mengingat dari tahap I hingga III slalu terlambat dengan berbagai kondisi dan alasan.

Sudah Disalurkan

Terimakasih atas pertanyaannya. Perlu kami sampaikan, dana BOS Tahap IV 2011 sudah dialirkan ke rekening penyalur dana BOS sejak dua hari yang lalu.

Drs Hasan Basri MM
Kadis Pendidikan Kota Medan

Bina Keluarga dan Masyarakat

Wali Kota Medan Buka Pelatihan LP3-PKK

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM membuka latihan Pengelola Program dan Penyuluh Pemberdayaan Kesejahteraan  Keluarga (LP3-PKK), Tim Penggerak dan Ketua Kelompok-kelompok PKK serta, melaksanakan rapat konsultasi  PKK di Hotel Emerald Garden Medan, Rabu (7/12). 

Kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan dan kemampuan yang bermanfaat guna membangun PKK lebih baik lagi pada masa mendatang.

“Keberadaan PKK dalam lingkungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menopang dan mendukung pembangunan yang berdimensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peran PKK yang cukup penting ini tentunya harus didukung sumber daya manusia yang terampil, dinamis serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi kehidupan masyarakat,” kata Rahudman.

Itu sebabnya, lanjut Rahudman, melalui pembinaan yang dilakukan dapat merubah sekaligus membangun pola pikir kader-kader PKK agar lebih mampu menemukan berbagai permasalahan dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, program dan kegiatan yang dilaksanakan dapat lebih aspiratif dan lebih konkrit serta mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin dari pertemuan ini, Tim Penggerak PKK bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam rangka merubah mindset masyarakat tentang pembinaan keluarga dan masyarakat. Perubahan mindset itu yakni merubah pola pikir, pola keluarga maupun pola asuh anak,” ujarnya.

Dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat, tambahnya, kader-kader PKK berpedoman pada sepuluh program pokok PKK seperti program pemberdayaan, pendidikan kesehatan dan ekonomi. Sedangkan program pokok PKK ini merupakan bagian program prioritas Pemko Medan. Untuk itu, kader PKK harus memahami program prioritas pembangunan yang telah disusun sehingga mampu menjadi perpanjangan tangan Pemko Medan dalam mensosialisasikan program serta kebijakan pembangunan kota kepada masyarakat.

“Tanggung jawab pembangunan tidak hanya pada Pemko Medan semata, tetapi harus melibatkan semua  pihak maupun stakeholder, termasuk di dalamnya kader-kader PKK. Keberhasilan pembangunan hanya dapat diraih apabila semua pihak dapat saling bergandengan tangan dan bahu membahu membangun kota,” cetusnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Wali Kota sangat berharap TP PKK Kota Medan terus berperan aktif dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat dan keluarga, termasuk pembina para kader PKK benar-benar mampu menjadi penggerak pembangunan kota.

“Semakin tinggi peran aktif PKK dalam kehidupan masyarakat, maka akan semakin terbuka jalan menuju masyarakat sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Medan Hj Yusra Rahudman Harahap menjelaskan, tujuan digelarnya pelatihan sekaligus rapat konsultasi ini untuk mencerdaskan dan menambah pengetahuan TP PKK Kecamatan dan Kelurahan, termasuk seluruh kader. “Kita harapkan mereka bisa menjadi penyuluh yang baik di tengah masyarakat,” ujar Hj Yusra.(adl)

DPRD Medan Pindah Sementara ke Gedung P3GT Helvetia

Dibangun 8 Lantai

MEDAN- Gedung Pendidikan dan Latihan Pusat Pendidikan dan Penelitian Guru Teknik (P3GT) Helvetia di Jalan Setia Budi, Medan Helvetia Timur resmi menjadi gedung sementara DPRD Kota Medan. Hal itu dikarenakan gedung DPRD Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis akan dibangunan delapan tingkat.

Pengumuman pemindahan gedung DPRD Medan disampaikan Wakil Ketua DPRD Medan H Sabar Syamsurya Sitepu dalam rapatparipurna pengambilan keputusan tentang Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2012, Rabu (7/12).

Dia menyebutkan berdasarkan hasil rapat konsultasi pimpinan DPRD Medan, dengan pimpinan fraksi-fraksi, pimpinan komisi-komisi pada 30 Noveber 2011 dalam membahas lokasi kantor sementara, maka diputuskan lokasi sementara terletak di gedung Diklat P3GT di Kelurahan Helvetia Timur.

Sabar memaparkan keputusan itu diambil setelah sampai batas waktu, Selasa (6/12) tidak terdapat pilihan lokasi  lain bila dibandingkan dengan kelayakan P3GT. Alasan itulah, DPRD Medan pindah sementara ke gedung P3GT.
“Atas dasar itu dipilih kantor sementara DPRD Medan di Gedung Diklat P3GT, tapi pemilihan itu terlebih dahulu berkoordinasi  dengan Wali Kota Medan dan pengelola gedung P3GT,” sebutnya.

Sebelumnya, untuk operasional anggota DPRD Kota Medan yang akan dipindahkan ke lokasi lain dengan alasan pembangunan gedung DPRD Medan akan mengganggu suasana kerja anggota serta staf di DPRD Medan.
Wakil Ketua DPRD Medan lainnya, Ikrimah Hamidy menyebutkan sesuai dengan program Pemko Medan pada 2012 mendatang, pembangunan gedung DPRD Medan kemungkinan akan dilakukan pada pertengahan Maret 2012 mendatang. Hanya saja, kapan jadwal pengosongan gedung belum diketahui secara pasti waktunya. “Kemungkinan Maret 2012  gedung bisa di bangun. Soal pengosongan belum dijadwalkan,” sebutnya.

Gedung DPRD Medan akan dibangun setinggi 8 lantai dan menghabiskan anggaran sekitar Rp80 miliar.  (adl)

Apoel Oke

NICOSIA-APOEL Nicosia tetap mengamankan posisi juara grup meski kalah 0-2 dari Shakhtar Donetsk di kandang sendiri. Zenit St. Petersburg menemani APOEL sebagai runner-up grup usai berimbang 0-0 lawan FC Porto.
Sudah memastikan lolos, APOEL justru harus mengalami kekalahan saat menjamu Shakhtar di Stadion Neo GSP, (7/12) dinihari WIB.

Dua gol dari tim tamu yang dicetak pada menit ke-62 melalui sepakan Luiz Adriano dan Yevhen Seleznyov menit ke-78, membuat Shakhtar berhasil menang dua gol tanpa balas atas APOEL. Dengan hasil di matchday terakhir ini, APOEL mengoleksi poin sembilan, setara dengan Zenit. APOEL berhak duduk di puncak klasemen karena unggul head to head.

Terkait keberhasil anak asuhnya melangkah ke babak knock out Liga Champions musim ini, Ivan Jovanovic, pelatih APOEL mengaku puas. Tak hanya puas, Jovanovic pun larut dalam euforia bersama para penggawa APOEL.
“Kami mencapai sebuah prestasi yang sama sekali tak pernah diimpikan pada tiga bulan lalu, saat pertama kali memastikan lolos ke gase grup. Ini merupakan momen penahbisan atas kerja keras seluruh pilar klub sejak musim panas lalu,” bilang Jovanovic usai pertandingan.

Memang pencapaian APOEL musim ini terbilang luar bisa bahkan melewati hasil Liga Champions 2009-2010. Saat itu APOEL yang berada di grup D bersama Chelsea, Porto dan Atletico Madrid menempati dasar klasemen karena hanya mengoleksi  tiga angka, hasil dari tiga kali imbang dan tiga kali kalah.

“Saat ini kami memiliki banyak target yang harus dikejar. Fakta kami menjadi salah satu dari 16 tim terbaik di Eropa menjadi motivasi ekstra. Kami ingin berbagi kebahagiaan ini dengan seluruh fans sepulangnya kami ke Siprus,” tambahnya.

Ya, lolosnya APOEL ke babak knock out memang menghadirkan kegembiraan di benak seluruh fans. Betapa tidak, untuk dapat menjadi juara grup G, APOEL sukses menyingkirkan juara Liga Champions tahun 2004 asal Portugal, Porto serta juara Cup Winner Cup 2009 Shaktar Donetsk.

Dalam perjalanannya APOEL sukses menahan Porto dengan skor 1-1 dalam partai tandangnya, untuk selanjutnya mengalahkan wakil asal Portugal itu dengan skor 2-1 saat menjadi tuan rumah.
Sesungguhnya tak perlu heran jika APOEL meraup sukses di pentas Eropa. Pasalnya, di kompetisi domestik APOEL merupakan tim paling sukses di Siprus.

Betapa tidak, sejak terbentuk pada tahun 1926 dengan nama APOEL, klub ini bermarkas di Neo GSP Stadium yang berkapasitas 23.404 penonton. Dalam perjalanannya APOEL sukses mengumpulkan 19 gelar domestik, 19 Piala Siprus dan 10  Piala Super Siprus.

“Apa yang mereka perlihatkan pada pertandingan tadi membuktikan jika mereka memang pantas berlaga di kompetisi ini (Liga Champions). Meski kecewa karena kami gagal melangkah ke babak knock out, namun secara jujur saya mengakui bahwa mereka (APOEL) adalah tim hebat,” bilang Luciano Spalletti, pelatih Shaktar Donetsk. (bbs/jpnn)