26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14189

Foton Bangun Lahan 100 Ha untuk Pabrik Truk

Produsen mobil asal Tiongkok, Beiqi Foton motor Co. Ltd, positif menjadikan Indonesia sebagai pusat bisnisnya untuk kawasan Asia. Selain sedang membangun kantor di kawasan Sudirman, Jakarta, pabrikan yang fokus pada kendaraan komersial itu segera membangun pabrik truk di atas lahan seluas 100 hektar.

Chief Executive Officer PT Foton Mobilindo, Hendry Marzuki, sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) di Indonesia, mengatakan, pembangunan pabrik truk Foton dijadwalkan pada tahun ini juga.
“Survei sudah sejak tahun lalu, kita sudah rekomendasikan di Cikande (Banten) tapi mereka butuh 100 hektar dan akhirnya survei ke lokasi lain. Tahun ini sudah mulai dibangun,” ujarnya saat peluncuran Foto View Highroof, di Jakarta, kemarin (11/1).

Hendry enggan menyebut lokasi mana yang akhirnya dipilih prinsipal Foton, termasuk biaya investasi total untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat bisnisnya. Yang pasti, menurutnya, pabrik baru akan difokuskan kepada produksi truk-truk ringan (kategori 2) dan truk berat (kategori V) yang pasarnya dinilai terus tumbuh. “Untuk truk berat juga permintaannya masih tinggi terutama untuk pertambangan. Tahun 2010, penjualan truk Foton sebanyak 700 ribu unit, terbesar di dunia,” ungkapnya.

Sementara Thailand kebagian untuk memeroduksi Foton pick up dan double cabin. (gen/jpnn)
Sebab, kata Hendry, penjualan mobil segmen ini di sana sangat tinggi dengan market sekitar 350 ribu unit tahun lalu. “Tapi kalau market alat berat seperti truk, paling banyak di Indonesia. Cina dan Fotonnya sudah sangat serius ekspansi di sini,” tegasnya.

Tahun ini, PT Foton Mobilindo menargetkan penjualan 850 unit dari beberapa varian khususnya truk dari berbagai kategori ditambah mobil penumpang (mikrobus) Foton View Highroof yang menyasar perusahaan travel. Pada peluncurannya kemarin, Foton View Highroof mendapatkan perjanjian pembelian dari perusahaan transportasi, Trans Sulawesi, sebanyak 50 unit.(gen/jpnn)

Menata Taman Harmoni

Oleh:  Sunlie Thomas Alexander

TAMAN Jepang, kata Yasunari Kawabata dalam pidato Nobelnya 1968, “Jepang, Keindahan, dan Diriku”, mencerminkan alam yang terbentang. Lanskap taman yang tertata dengan batu-batu itu, konon menimbulkan ekspresi gunung dan sungai yang tak hadir di sana secara fisik, bahkan sugesti gelombang samudera yang pecah membentur karang. Sehingga dengan pemadatan sampai tingkat tertinggi, ia pun menjadi taman bonsai, atau bonseki, versi mini dari alam luas. Berbeda dengan taman di Barat yang cenderung simetris, taman Jepang yang asimetris, menurut Kawabata justru memiliki kekuatan lebih besar dalam melambangkan keanekaragaman dan keluasan karena sifat asimetrisnya bersandar pada keseimbangan yang ditentukan kebijaksanaan lembut.

Di sinilah, kita melihat bagaimana sebuah imaji tentang Timur yang harmonis hadir dengan agak fanatik dan bersitegang dengan modernitas Barat. Dalam Kawabata, keduanya memang seolah dua kutub yang sulit bersanding. Dan menjelma jadi apa yang dilambangkan Sanusi Pane: Timur sebagai Arjuna dan Barat sebagai Faust. Di mana sifat Barat oleh Sutan Sjahrir disimpulkan “kehidupan yang menggelora, kehidupan yang mendesak maju, kehidupan dinamis yang tak dimiliki Timur”.

Dalam karya-karya Kawabata—yang diakuinya sangat dipengaruhi filsafat Timur dan estetika Zen—kita memang selalu menemukan indahnya harmoni antara manusia, alam, dan kehampaan, bahkan bagaimana kematian disikapi dengan elok. Tentu, kehampaan di sini adalah dalam konsep Timur yang memiliki landasan spiritual berbeda dengan nihilisme Barat.

Renaisans tak hanya mengantar masyarakat Barat mencapai kemajuan sains dan teknologi yang mendorong mereka mengembangkan ekspansi dan imperialisme, tapi juga menjadikan mereka sekuler, rasional, materialis, dan pragmatis. Sementara alam Timur yang subur melahirkan manusia kontemplatif yang senantiasa menimbang sisi intuisi di balik dunia empiris. Karena itu, dalam percakapan antara Tuan Takichiro dengan anaknya Chieko tentang bunga-bunga tulip di novelnya “Ibukota Lama” (1962), Kawabata dengan lugas mengungkapkan bahwa: “Bunga-bunga dari Barat memang tampak bercahaya, tapi aku bosan melihatnya. Tentu ayah paling suka dengan rumpun bambu.”
Tentunya ini juga persoalan identitas, tatkala sebuah perjumpaan mempertajam kesadaran teritorial dalam pengertian ruang maupun kebudayaan.

Prosa Kawabata adalah sebuah sikap pertahanan ketika Barat merasa begitu yakin dengan misinya memodernkan dunia. Di sinilah tampak yang dikatakan Said dalam bukunya “Culture and Imperialism” dengan mengutip Matthew Arnold (1860) bahwa kebudayaan adalah sebuah konsep yang mencakup suatu unsur penyaring dan pengangkat, gudang terbaik yang dimiliki setiap masyarakat yang telah dikenal dan dipikirkan. Ia berfungsi meredakan, sekaligus menetralkan kerusakan-kerusakan eksistensi urban yang modern, agresif, berbau dagang dan kejam.

Tapi pasca Perang Dunia II, Jepang—menyitir Kenzaburo Oe—terbelah menjadi dua kutub ambiguitas saling berlawanan setelah modernisasinya mengarah kepada pembelajaran dan peniruan modernisasi ala Barat. Kondisi inilah yang syahdan memicu pengarang Jepang lainnya Yukio Mishima melakukan seppuku pada 1970. Jepang, menurut Mishima, telah tenggelam dalam rutinitas politik dan ekonomi modern, tanpa keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan. Konon modernisasi ala Barat memudarkan rasa keindahan dan kepekaan manusia terhadap alam dalam masyarakat tradisional Jepang, membuat kebudayaannya kehilangan harmoni di tengah kemakmuran.

Kawabata bicara tentang ilmu kebatinan unik yang tak hanya dimiliki alam pemikiran Jepang, namun alam pemikiran bangsa Timur yang lebih luas dengan kecenderungan ke arah Zen Buddhisme. Tentang bagaimana sajak para biarawan Zen Abad Pertengahan secara intens mengekspresikan alam, pergantian musim, dan hubungannya dengan tradisi upacara minum teh.

Ia mengajak kita merenungi kembali nilai-nilai Asia, juga ragam khazanah klasik Timur yang meletakkan harmoni sebagai dasar epistemologinya dalam upaya menjaga keseimbangan antara Langit dan Bumi, yang di sini berarti kedamaian hakiki. Contohnya, ilmu medis tradisional Cina yang menggunakan konsep yin-yang dengan lima unsur alam untuk mendiagnosa penyakit.

Sehingga kita mafhum, kenapa di tengah kemajuan, modernitas, dan rasionalitasnya, Singapura mencoba menghidupkan ruh Konghuchu sebagai tindakan strategis menghadapi efek samping modernisasi yang mengancam dengan bayang-bayang masa depan tanpa rohani dan hati.

Bagaimana dengan kebudayaan Indonesia yang notabene juga memiliki konsep harmoni dalam kosmologinya? Jika berpaling ke masa lalu memang merupakan salah satu strategi paling umum untuk menafsirkan masa kini, adakah kita harus menoleh pada masa Majapahit atau Sriwijaya yang berhasil membangun kejayaan negeri maritim? Atau cukup puas masih memelihara ritual melarungkan sesajen ke Laut Kidul sebagai semacam syarat memelihara harmonisasi dengan alam?

Kita barangkali masih punya taman untuk ditata ulang lagi. (*)

Sunlie Thomas Alexander, Cerpenis dan Periset Parikesit Institute Yogyakarta

Wapres Nilai Sektor Pertanian Stagnan

JAKARTA – Wakil Presiden Boediono menilai sektor pertanian di Indonesia mengalami kemunduran sejak tahun 2000-an dan cenderung stagnan akhir-akhir ini. Padahal anggaran yang disalurkan pemerintah untuk menunjang sektor vital ini terus meningkat setiap tahun.

“Sejarah kemajuan bangsa-bangsa di dunia ini, terutama dalam bidang ekonomi, jelas-jelas bertumpu pada kemajuan dan keberlanjutan produktivitas pertanian,” ujar Wapres Boediono saat membuka Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2012 kemarin (11/1).

Wapres menyebutkan, pada periode 1970-an hingga 1990-an, sektor pertanian Indonesia menunjukkan peningkatan produktivitas rata-rata sebanyak 2,4 persen per tahun.

“Peningkatan ini diperoleh dari peningkatan sejumlah input seperti peningkatan luas lahan, peningkatan penggunaan pupuk dan hal-hal penunjang lain yang digerakkan bersama-sama selama dua dasawarsa,” ungkapnya.
Namun, lanjutnya, menjelang akhir 1990 an, tren ini membalik dengan penurunan produktivitas rata-rata sebesar 0,6 persen setahun yang terjadi hingga 2001. Tren yang terjadi setelah itu adalah stagnasi atau malah menurun atau naik hanya sesekali.

“Padahal, dari segi anggaran pendukung pemerintah yang dikeluarkan untuk sektor pertanian sesungguhnya justru telah meningkat pesat dari tahun ke tahun,” cetusnya.(wir/jpnn)

Tolak Tawaran Rp256 M

MILAN- Paris  Saint Germain (PSG) pantang menyerah dalam berburu striker AC Milan Alexandre Pato. Ketegasan wakil presiden Milan Adriano Galliani yang menyatakan Pato not for sale tetap saja tidak digubris klub kaya Prancis itu.

Mereka malah melayangkan tawaran senilai 22 juta Euro atau setara Rp 256 miliar. Gazzetta dello Sport melaporkan, Milan menolak tawaran dari PSG tersebut. Penolakan itu tidak membuat mereka menyerah begitu saja.
Berdasarkan kabar yang diklaim RMC, PSG yang dibekingi Qatar Investment Authority (QIA) masih akan melanjutkan upaya mereka. Untuk Pato, mereka telah menyiapkan dana transfer hingga 30 juta euro atau setara Rp349 miliar.
Milan memang tidak berencana menjual Pato pada bursa transfer tengah musim ini. Namun, kalau ada tawaran yang menggiurkan akan sulit bagi mereka menolaknya. Beberapa media di Italia mengklaim, Milan mematok 45 juta euro atau setara Rp523,7 miliar.

Bila PSG bersedia untuk menembus Pato dengan banderol tinggi yang ditetapkan Milan, maka sangat mungkin striker timnas Brazil itu berpindah klub. Apalagi, hubungan Pato dengan pelatih Milan Massimiliano Allegri kurang harmonis.
Memang, Allegri dan Pato menolak anggapan bahwa mereka bermusuhan. Nyatanya, Allegri kurang memberikan kesempatan kepada Pato sebagai starter. Pilihan utamanya tetap jatuh kepada Zlatan Ibrahimovic dan Robinho.
Apalagi, sekarang Milan sedang berjuang mendapatkan Carlos Tevez dari Manchester City. Kesepakatan lisan dengan Tevez telah tercapai, hanya belum ada kesepakatan dengan City. Milan menginginkan opsi pinjaman, tapi City ingin permanen. Nah, dengan melego Pato, Milan punya kekuatan dana untuk membeli Tevez plus tambahan pemain lainnya. Sebab, Milan diperkirakan bisa menggaet Tevez dengan transfer senilai 20 juta euro atau setara Rp232,7 miliar.

Hanya, terlalu berrisiko untuk melepas Pato demi Tevez. “Kalau saya memiliki pilihan antara Tevez dengan Pato, maka saya akan memilih Pato. Dia masih muda dan punya kesempatan banyak untuk berkembang,” kata Mario Beretta, mantan pelatih Brescia, yang sekarang menjadi pengamat, seperti dikutip Football Italia.
Bagi PSG, uang bukan masalah besar. Justru masalahnya adalah kesediaan para pemain bintang untuk berkompetisi hanya di Ligue 1 Prancis yang levelnya di bawah Premier League, Liga Primera, dan Serie A. Musim ini mereka juga tidak lagi bermain di Eropa. Sebelum PSG sudah dikaitkan dengan banyak pemain, seperti David Beckham, Hulk dan Didier Drogba.(ham/jpnn)

Jenderal Tangkap Pilot Lion Air

Pesta Sabu di Makassar

JAKARTA-Oknum pilot maskapai Lion Air berinisial HA ditangkap Badan Narkotika Nasional. Hingga tadi malam, HA masih diinapkan di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.

“Paginya langsung kami bawa ke Jakarta dengan penerbangan pertama. Statusnya masih terperiksa,” ujar Direktur Narkotika Alami Brigjen Benny Mamoto pada Jawa Pos, Rabu (11/1).

Pilot HA ditangkap di kamar 308, studio karaoke Grand Clarion, Makassar. Dia dibekuk bersama seorang pengusaha lokal berinisial H dan temannya D. Juga ada tiga wanita berinisial A, D, dan S. Saat ditangkap, di saku HA ada sabu seberat 0,3 gram. “Yang jelas, memang sudah ada informasi dari masyarakat sebelumnya,” ucap alumnus Akpol 1985 ini.

Benny yang turun langsung dalam penangkapan mengatakan status HA dan teman-temannya akan jelas dalam lima hari ke depan. “Dari pemeriksaan sementara, dia hanya oknum saja. Ini bisa terjadi pada profesi apapun. Kalau dia korban kita akan rekomendasikan rehabilitasi. Namun, lain perkara jika mereka ternyata sindikat penjual,” ujarnya..
Secara terpisah, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan pihaknya telah mengikuti standar keamanan penerbangan. Pengecekan kesehatan mengikuti aturan yang berlaku. “Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara sampling (random), baik waktu maupun personelnya yang berbeda,” papar Edward yang juga menyebut peristiwa itu murni kesalahan pribadi.

Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan menuturkan regulator memiliki standar pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, maskapai seharusnya memiliki jadwal pemeriksaan kesehatan rutin untuk karyawannya. “Dalam 2 x 24jam, tentu kandungan zat-zat berbahaya akan hilang. Maka itu, airline harus melakukan pengecekan secara rutin,” ungkapnya.

Anggota komisa A DPRD Sumatera Utara, Raudin Purba saat dikonfirmasi wartawan koran ini mengatakan jika tindakan yang dilakukannnya adalah perbuatan yang menyalah dan melanggar etika penerbangan.

Menurut Raudin, seharusnya pilot mampu menjaga hal-hal yang positif dan menghiundarkan dari kegiatan yang negatif seperti mengkonsumsi narkoba, mengingat dirinya bertugas untuk kepentingan hidup orang banyak.
“Jika memang dia terbukti menggunakan sabu-sabu pilot tersebut harus dihukum berat. Karena dengan apa yang dilakukannnya bisa membahayakan nyawa orang banyak. Ini kan namanya membunuh secara tidak langsung. Selain itu tindakan pilot tersebut juga telah menghancurkan nama instansi penerbangan dan pekerjaannya sebagai seorang pilot,” tegasnya.

Dirinya berharap, untuk rekrutmen pilot kedepannnya harus dilakukian pengawasan yang sangat ketat agar hal ini tidak terulang kembali. “Selain pengawasan dalam masa perekrutran, lembaga perusahaan juga seharusnya melakukan pengawasan rutin. Mengingat perbuatan yang salah dilakukan bukan karena hanya adanya kemauan saja melainkan adanya kesempatan dan lemahnya pengawasan,” himbau Raudin. (rdl/wir/dyn/uma/jon)

31 Tewas Digigit Anjing Gila

Medan Masuk Urutan Tiga Besar

MEDAN-Ada 3.790 kasus digigit anjing gila di 33 kabupaten/kota di Sumut. Dari jumlah tersebut 2.674 orang telah diberi vaksin anti rabies (VAR) dan sebanyak 31 orang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi akut (bersifat zoonosis) yang menyerang susunan saraf pusat.

“Rabies disebabkan virus akibat gigitan anjing gila, kera dan kucing. Spesimen hewan yang rabies positif ada 17 ekor,” kata Kadis Kesehatan Sumut, dr Candra Syafei SpOG melalui Kepala Seksi Bimdal P2 Sukarni, SKM, Rabu (11/1) di ruang kerjanya.

Dijelaskannya, kasus tertinggi rabies ada di daerah Simalungun sebanyak 401 kasus, disusul Samosir 359 kasus, Medan 346 kasus, Tapanuli Utara 293 kasus dan Dairi 290 kasus. Namun jumlah lyssa ( positif rabies) yang meninggal terbanyak di Nias Selatan yaitu 7 orang dengan 131 jumlah kasus gigitan dan diberi VAR 72 orang.

“Di Nias jumlah kasus gigitan anjing 115 orang dan diberi VAR 105 orang, yang meninggal 3 orang. Namun, tidak ada spesimen hewan positif setelah diperiksa otaknya di laboratorium,” jelas Sukarni.

Mengenai adanya kasus kematian tetapi tidak ditemukan spesimen hewan positip, kata Sukarni, kemungkinan anjingnya lari atau anjing liar dan tidak ditemukan.

“Jadi bisa saja ada kasus kematian walaupun spesimen hewan positipnya tidak ada. Terpenting pencegahan rabies ini, masyarakat yang memelihara hewan jangan lupa memberi vaksin,” terangnya.

Disebutkannya, bagi orang yang terkena gigitan anjing, kucing atau kera, agar segera mencuci luka gigitan dengan sabun, detergen lain dan air mengalir selama 10 sampai 15 menit. Beri antiseptik dan segera ke puskesmas atau rabies centre untuk mendapatkan pertolongan selanjutnya.

“Luka gigitan dengan resiko tinggi seperti di bagian jari tangan atau kaki, daerah bahu atau daerah pusat ke atas. Untuk menghindari resiko penularan diberkan VAR. Amati hewan yang menggigit selama dua minggu, bila mati segera diberi VAR legkap,” sebutnya.

Mengenai pemberian VAR untuk resiko tinggi tersebut, hari pertama diberi 2 vial, hari ke tujuh diberi 1 vial, hari ke dua puluh satu diberi 1 vial tapi ini tidak diberikan kalau anjingnya tidak rabies. Saat ini, belum semua kabupaten/kota yang memiliki rabies centre walaupun sudah dapat menangani kasusnya.

“Padahal di daerah endemis harus ada rabies centre di rumah sakit ataupun di puskesmas dengan tenaga yang terlatih dan memiliki obat VAR serta memiliki ruangan perawatan khusus. Dari pusat dan provinsi, masing-masing hanya menyediakan 10 sampai 20 persen VAR. Sisanya diharapkan Pemda menyediakan VAR sebanyak 60 sampai 70 persen dari jumlah kasus gigitan hewan penular rabies,” bebernya. (mag-11)

Mobil Muhaimin Mogok, Picu Tabrakan Beruntun

MALANG-Tabrakan beruntun yang melibatkan rombongan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar terjadi di Malang, Jatim, kemarin (11/1). Tak tanggung-tanggung, kecelakaan rombongan pengantar Muhaimin tersebut melibatkan delapan kendaraan sekaligus.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Letjen S Parman, kawasan Lowokwaru, Kota Malang. Hanya berselang 30 menit setelah rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melintas.

Selain Muhaimin, dalam barisan kendaraan itu ada staf dan protokoler Kemenakertrans, Kementerian Agama, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), serta pengurus PB NU. Mereka termasuk rombongan presiden yang hendak menghadiri pembukaan Muktamar XI Jamiyah Ahlith Thoriqoh Al-Mutabaroh An-Nahdliyah di Ponpes Al Munawwariyah, Sudimoro, Bululawang.

Kecelakaan yang melibatkan delapan mobil itu dipicu mobil Mercedes berpelat RI-28 (ditumpangi Muhaimin, Red) yang tiba-tiba mogok ketika melaju kencang.
Karena mobil RI-28 tersebut berhenti mendadak, iring-iringan mobil di belakangnya tak bisa mengendalikan laju kendaraan.

Tiga di antara delapan kendaraan itu, termasuk RI-28, masih bisa melanjutkan perjalanan. Namun, lima kendaraan lainnya rusak parah dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Lima kendaraan itu adalah Kijang Innova pelat merah N 430 AP, Innova N 1601 DT, Toyota Altis N 302 DP, Toyota Avanza W 329 PP, dan Toyota Avanza silver L 1787 EK. Kendaraan-kendaraan tersebut akhirnya dipindahkan dengan cara diderek karena mesin serta rodanya tidak berfungsi.

Kanitlaka Polres Malang Kota Ipda I Gusti A. Ananta menjelaskan, kecelakaan itu termasuk musibah yang sulit diprediksi. Sebab, pe- micunya adalah mesin mobil Mercedes yang rewel. “Menurut keterangan saksi, mobil itu sempat didorong dulu, baru bisa jalan lagi. Ada seorang staf kementerian yang pinjam helm dan membonceng patwal seusai mendorong mobil,” katanya.

Kapolres Malang AKBP Teddy Minahasa Putra membenarkan bahwa mobil Menakertrans mogok sehingga memicu kecelakaan beruntun.  “Mobil Menakertrans mogok tiba-tiba. Kendaraan di belakangnya tidak jaga jarak aman,” ucapnya. (yos/jpnn/c5/nw)

Bom Guncang Pasar, 35 Tewas

PESHAWAR-Teror bom masih terus menghantui Pakistan, kemarin (10/1). Ledakan bom mengguncang Pasar Jamrud di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan merenggut sedikitnya 35 nyawa dan lebih dari 60 orang terluka.
Akibat ledakan, jalanan di depan pasar yang sedang ramai pengunjung itu menjadi berlubang. Genangan darah dan serpihan tubuh manusia terserak di salah satu sudut paling rawan di Pakistan tersebut.

Mutahir Zeb, pejabat senior Khyber, mengutuk serangan mematikan tersebut. Sayangnya, tak ada individu atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. “Penyelidikan awal menyebutkan bahwa bom yang disembunyikan dalam mobil pick-up itu dipicu dengan remote control. Target serangan juga belum jelas,” ungkapnya.
Selain korban jiwa, ledakan tersebut juga menyebabkan sedikitnya 15 kendaraan hancur. Tak kurang dari sembilan kios yang berada di pasar tersebut juga rusak parah. Bola api yang muncul akibat ledakan juga sempat membuat warga panik.
Ledakan bom kemarin, bukan merupakan yang pertama di Pakistan. Sejak 2007, ratusan ledakan bom merenggut ratusan nyawadi negara yang konon menjadi sarang militan Taliban dan Al Qaeda itu.

Operasi pemberantasan militan bersama pasukan Amerika Serikat (AS) dan militer asing lainnya tak juga berhasil meredam teror bom di Pakistan. (AP/AFP/hep)

Gatot ‘Berguru’ dengan Mantan Pejabat Sumut

Pelaksana tugas (Plt) Gubsu H Gatot Pudjo Nugroho ST  melakukan silaturahmi dengan  mantan pejabat Sumut, di rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Selasa (10/1).

Kegiatan itu bertujuan untuk mengajak  para orangtua, senior agar tetap ikut terlibat  dalam proses program pengembangan kab/kota di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Gatot mengatakan acara ini merupakan keinginannya selama ini. Soalnya dalam berbagai kesempatan presiden mengajak seluruh elemen  dalam pelaksanaan program pembangunan lebih dilakukan  dengan pendekatan inovatif dan merespon dinamika yang ada di masyarakat.

“Dalam konteks itu, kami yang masih muda ingin banyak belajar  kepada senior untuk mendapat masukan  agar Sumut mempunyai daya saing dan menjadi center poin pertumbuhan pemerintah di  wilayah barat,” jelas Gatot.
Pertemuan tersebut dipandu langsung Sekda Provsu H Nurdin Lubis SH, MM, dan memberikan kesempatan kepada para mantan pejabat Sumatera Utara untuk memberikan masukan.

H Amru Daulay SH mantan Bupati Mandailing Natal mengungkapkan berbagai intrik dan pemberitaan media telah menyebabkan Gatot bimbang mengambil kebijakan.

Dia menyebutkan Plt itu tidak ada  bedanya dengan definitif, karena itu berbuatlah. “Pesan saya, kembalilah ke jati diri seorang Gatot yang memiliki pendirian yang kuat, perbaikan internal di lingkungan pemprovsu dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Manusia yang ada untuk kemajuan Sumut,” saran Amru Daulay.

Beda halnya dengan H Bachtiar Djafar. Mantan Wali Kota Medan ini mengatakan seorang kepala daerah harus memiliki ketegasan dan keberanian karena teladan bagi masyarakat. “Apabila sudah sesuai dengan peraturan, agama dan adat, kalau yakin benar jalankan,” tegas Bachtiar.

Sementara itu, mantan Bupati Tapanuli Selatan  H Toharuddin Siregar dan mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara  Lundu Panjaitan SH, MA berharap pada era kepemimpinan Gatot, Bandara Kuala Namu dan Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi dapat diselesaikan.

“Kendati tidak terealisasi kami masih dapat memakluminya karena tidak sepenuhnya kewenangan berada di tingkat provinsi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lundu Panjaitan mengatakan informasi yang beredar di masyarakat bahwa  untuk mendapatkan suatu jabatan eselon di jajaran Pemprovsu telah terjadi tawar menawar jabatan, jika ini benar sangat disayangkan. Untuk itu  Lundu berharap agar Gatot dapat menertibkannya.  Menanggapi hal tersebut, Gatot  meyakinkan bahwa tawar-menawar jabatan tidak terjadi pada level pemerintah provinsi. Dan  menegaskan tidak pernah meminta ataupun menerima pemberian baik dari staf maupun pejabat dalam urusan penempatan di posisi struktural.

Untuk mendapatkan jabatan tertentu di Pemprov Sumut, dirinya hanya meminta seluruh staf dan pegawai membuktikannya dengan memberikan kinerja yang baik sesuai visi-misi membangun Sumut.

“Bila terbukti ada saya mengambil uang dari jabatan, saya siap mundur. Karena itu di awal 2012 ini kami akan melakukan evaluasi dalam rangka pemanfaatan visi misi rakyat tidak bodoh, rakyat tidak lapar, rakyat tidak sakit, dan rakyat punya masa depan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan dan berjanji akan menelaah berbagai masukan yang diberikan para senior untuk kemajuan Sumut ke depan.  Gatot juga berharap agar komunikasi untuk menjaring masukan dari para mantan pejabat yang sudah dibina dapat berkelanjutan, baik melalui pertemuan langsung ataupun telepon.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provsu Dr Asren Nasution, MA mengatakan pertemuan dengan mantan kepala daerah dan pejabat II  pemprovsu ini yang pertama kali dilakukan dalam sejarah pemerintahan Sumut.(sih)
Ini merupakan wujud dari komimen Plt Gubsu untuk membuka diri membangun komunikasi lintas elemen terutama kepada para sesepuh, senior yang pernah memberikan yang terbaik bagi pembangunan Sumut.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut mantan Wali Kota Medan H Abdillah Ak, MBA, mantan Bupati Karo Dr Ir Meneth Ginting, mantan Wakil Walikota Medan  Ramli Lubis, mantan Bupati Tapanuli Tengah H Panusunan Pasaribu, mantan Aspemmum Pemprovsu Pandapotan Nasution, dan Staf Ahli di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.(sih)

Proyek Pembangunan Fly Over Simpang Pos Telan Biaya Rp120 M

Baru Diajukan ke Menteri, Segera Buka Tender

MEDAN-Biaya pembangunan jembatan layang (fly over) Simpang Pos masih dalam proses ke Pemerintah Pusat. Biaya yang diajukan untuk pembangunan tersebut ke Menteri PU yang diteruskan ke Menteri Keuangan sebesar Rp120 miliar.

“Program biaya yang diajukan ke Menteri PU dan Menteri Keuangan sebesar Rp120 miliar. Namun, sampai saat ini masih dalam proses di Pemerintah Pusat,” kata Simalatua Sinaga, Kasatker Metropolitan
Balai Jalan dan Jembatan Kementrian PU Wilayah Sumut, Rabu (11/1) siang.

Dijelaskannya, anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat tinggal menunggu persetujuan saja. Dikarenakan kontrak anggaran tersebut multiyears.

“Jadi anggaran itu bukan tahunan. Sampai saat ini kita masih menunggu persetujuan dari pusat yang kontraknya multiyears. Prosesnya panjang, namanya Proses PQ,” jelasnya.

Dikatakannya, sampai saat ini pihaknya sedang menyiapkan proses lelang yang prosesnya untuk mencari pemenang proses lelang tersebut.

“Proses lelang sedang kita siapkan, dan rencananya akan kita kabarkan ke media cetak. Sekaligus untuk mencari pemenangnya. Kita berharap bulan Januari secepatnya pembangunan dan peletakan batu pertama. Mudah-mudahan di bulan Maret atau April dimulai pembangunan, yang jelas tahun ini akan dibangun,” bebernya.

Sekadar diketahui, pembangunan fly over Simpang Pos menyisakan tiga persil  (bidang tanah) lagi . Itu pun sudah dikonsinyasikan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Untuk mempercepat pembangunan fly over Pemko Medan sudah melayangkan surat pernyataan siap memulai pembangunan ke Pemerintah Pusat.

“Suratnya sudah kita tandatangani dan sudah dikirim ke menteri. Kita sudah siap untuk membangun fly over. Secepatnya,  Insya Allah,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.

Meski belum ada surat balasan dari pemerintah pusat, wali kota optimis peletakan batu pertama proses pembangunan fly over Jamin Ginting bisa dilakukan akhir Januari, paling lama Februari mendatang.
“Sekarang kita masih menunggu proses dari pusat, karena persiapan pembangunan juga dilakukan pemerintah pusat,” terang Rahudman.

Sebelumnya, Pemko Medan telah menyelesaikan proses pembebasan 130 persil lahan yang terkenan proyek fly over Simpang Pos.

“Konsinyasi penyelesaian pembebasan sisa tiga persil lagi dilakukan bekerja sama dengan PN Medan karena statusnya sedang dalam perkara,” ujar Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri.

Kapan konsinyasi dilakukan? “Suratnya untuk konsiyasi juga sudah di meja Pak Wali, minggu ini sudah bisa konsinyasi,” jelas Syaiful.

Sebelumnya, Kadis TRTB Medan, Syampurno Pohan menegaskan kalau pembebasan lahan sudah berakhir. Jika warga tidak mau menerima ganti rugi, dipersilakan mengambil ganti ruginya di pengadilan.

“Warga kita harapkan dapat menerima harga yang sudah ditetapkan, karena itu hasil penelitian dari tim apresial,” kata Syampurno Pohan.

Menurutnya, untuk pembebasan lahan ini pemerintah pusat sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp8 miliar. Jika alokasi anggaran sebesar itu masih ada sisa, maka akan digunakan untuk pembangunan jalan di kawasan Jamin Ginting.
“Kalau anggarannya masih bersisa nanti akan kita alokasikan untuk pembangunan dan pengaspalan jalan di kawasan Jamin Ginting,” ujar Rahudman.(adl)