Home Blog Page 14191

Plaza Millennium Rayakan Natal Bersama Warga Sekitar

MEDAN – Sebagai wujud syukur kepada sang pencipta, karyawan PT Perkasa Internusa Mandiri (PIM) – pengelola Plaza Millennium merayakan Natal bersama warga sekitar, para abang tukang becak dan pedagang kaki lima yang ada di seputaran Plaza Millennium. Perayaan yang digelar pada Jumat (16/12) di Ruang Serba Guna Lantai IV Plaza Millennium ini berlangsung dengan hikmad.

Ketua Panitia Natal Karyawan PT PIM, Samri Afriandi Manalu mengatakan,  perayaan Natal kali ini mengambil tema dari Yesaya 9 : 5, dengan tema, “Sebab seorang Anak telah lahir untuk kita, seorang Putera telah diberikan untuk kita; Lambang pemerintahan ada di atas bahunya dan namanya disebutkan orang : Penasihat Ajaib, Allah Perkasa, Bapa yang Kekal , Raja Damai,”. Untuk sub tema, “Maknailah Natal sebagai momen dimana kita kembali mensyukuri betapa besar dan dalamnya Kasih Bapa Sorgawi, Bapa yang Kekal dan Raja Damai bagi kita”.

Perayaan Natal diisi dengan khotbah dari Pdt Suandi dari Gereja Kristus Di Indonesia (GKDI). Perayaan juga dirangkaikan dengan pemberian bingkisan kasih kepada undangan dari keluarga kurang mampu dan lanjut usia  di seputar Plaza Millennium, abang tukang beca dan para pedagang kaki lima.

Pimpinan Plaza Millennium Drs Herri Zulkarnain MSi mengatakan, pemberian santunan ini sebagai bagian dari tanggungjawab sosial terhadap masyarakat terutama yang berada di sekitar Plaza Millennium. Dikatakannya, Plaza Millennium senantiasa menjaga silaturahmi dengan masyarakat sekitar. Karena disadari,  plaza ini  bisa terus berkembang seperti sekarang berkat dukungan masyarakat.

Termasuk berkat para pedagang kaki lima dan abang becak yang selalu setia mengantar pelanggan yang ingin berbelanja ke Plaza Millennium. ‘’Karenanya, sebagai rasa terimakasih mereka juga kita undang untuk sama–sama merayakan Natal,” ucapnya.  (*/sih)

Indahnya Samosir, Jajal Ganasnya Tele

Touring Akhir Tahun ROC Sumut ke Parapat

Medan-Menyambut tutup tahun 2011, Ruby Owner Club (ROC) Sumut menggelar touring pada 17-18 Desember lalu. Jelajah kali ini bisa dibilang istimewa dibanding sebelumnya. Sesuai kesepakatan, semua anggota sepakat untuk menjajal sensasi ‘ganasnya’ jalanan Parapat-Samosir -Tele-Dairi dan Tanah Karo.

“Tahun lalu sebenarnya rute ini pernah dijajal. Namun saat itu tak banyak anggota yang ikut. Makanya tahun ini kita jajal lagi. Selain sangat menantang, rute ini juga menyuguhkan pemandangan menakjubkan dari keindahan Danau Toba,” ujar Sekretaris ROC Sumut, Arifin, di titik kumpul keberangkatan di pelataran Taman Makam Pahlawan, Jalan SM Raja Medan.

Sementara itu, saat briefing sebelum keberangkatan, Ketua ROC Sumut, Agus Suherman mengatakan, touring ini dilakukan dalam rangka menutup tahun 2011. Dia meminta selama dalam perjalanan, semua anggota tetap mematuhi lalulintas. “Patuhi peraturan lalulintas, jangan menerobos lampu merah. Sebelum berangkat, pastikan kondisi tubuh dan kondisi kendaraan oke, sehingga tidak ada kendala dalam perjalanan,” katanya. Dia mengatakan, rute Medan-Pematangsantar-Parapat-Samosir-Tele-Dairi-Kabanjahe-Berastagi-Medan, menuntut kesiapan kendaraan dan kondisi tubuh yang fit.

Usai briefing dan doa bersama, sekira pukul 16.00 WIB konvoi pun dimulai. Menyusur Jalan SM Raja Medan, menuju Kota Pematangsiantar sebagai tempat transit pertama. Diperlukan waktu kurang lebih dua jam untuk sampai di kota kebanggaan Siantar Man itu. Menjelang Maghrib, rombongan beristirahat sejenak dan mengisi bahan bakar di kota itu.
Selepas magrib perjalanan pun dilanjutkan. Parapat pun disasar. Meski jalanan mulus, namun harus tetap ekstra hat-hati. Udara dingin, tikungan tajam dan truk-truk lintas Sumatera membuat semua harus pandai mengatur kecepatan. Tepat pukul 20.00 WIB konvoi berhenti di Restauran Gumarang, tepat di depan gerbang masuk pusat wisata Parapat. “Pukul sembilan (21.00 WIB, Red) trip terakhir kapal penyeberangan ke Tomok,” ujar Agus Suherman di tengah santap malam di restauran itu. Mendengar penjelasan komandan, semua anggotapun bersegera menyelesaikan santapan.

Kapal penyeberangan di Ajibata bersiap-siap berangkat saat rombongan ROC tiba. Di geladak terlihat puluhan mobil dan sepeda motor. Hanya menyisakan ruang terbatas. Untungnya ruang tersisa itu masih cukup menampung seluruh motor gede (Moge) ROC Sumut.

Pukul 22.00 Wib, akhirnya Pelabuhan Tomok pun dijejak. Rombongan lalu menuju Tuktuk. Hampir tengah malam, tempat istirahat baru didapat. Hampir semua rest home di Tuktuk full jelang natal dan tahun baru.
Setelah beristirahat, perjalanan pun dilanjutkan. Sensasi pun dimulai. Pemandangan indah Danau Toba dari bibir Pulau Samosir  memanjakan mata sepanjang perjalanan menyusuri jalanan mulus berliku. Ambarita, Simanindo, Simarmata, Sitinjo hingga Kota Pangururan memberikan nuansa berbeda. Birunya danau dan bukit selepas mata memandang, padi yang menguning di lembah, kawanan kerbau yang merumput dan kebun kopi yang rimbun, terlihat di sepanjang perjalanan.

Setelah mengisi bahan bakar di Kota Pangururan, ganasnya tanjakan panjang bertingkat serta tikungan yang tajam di Tele pun dijajal. Melihat truk yang tertatih menyusuri tanjakan berliku yang membelah tebing gunung hingga kejauhan, memacu adrenalin semua anggota untuk mencobanya.

Tebing gundul berbatu menyambut saat konvoi mulai merayap. Hati-hati sudah pasti. Pasalnya di sisi kiri dan kanan jalan ada jurang dalam dan tebing batu yang mudah runtuh. Apalagi hujan rintik dan kabut tebal ikut menyertai selama menyusuri tanjakan maut itu. Jalanan pun mulai licin. Di beberapa titik terlihat bekas longsoran batu yang baru dibersihkan petugas. Papan peringatan akan bahaya longsoran batu terlihat dipasang pemerintah setempat di beberapa titik. Hal itu membuat semua anggota berkendara dengan ekstra hati-hati. Akhirnya jalur maut itu berhasil dilalui.  (*/her)

2012, Standarisasi Nilai UN Tetap

MEDAN- Standar nilai pelaksanaan ujian nasional (UN) 2012 masih memberlakukan sistem yang sama seperti tahun sebelumnya, yakni untuk standar nilai kelulusan 5,5 sedangkan bobot pembagi tetap 60:40.

Dimana sesuai petunjuk dan teknis pelaksanaan UN, komponen penilaian lulus ujian nasional yakni 40 persen dari akumulasi rata-rata nilai ujian sekolah dan 60 persen dari nilai UN.

Peserta UN akan dinyatakan lulus apabila setiap siswa harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya lulus UN dan harus menyelesaikan program pengajaran sesuai tingkatnya, untuk SMP dan SMA sederajat selama tiga tahun, sedangkan SD sederajat selama enam tahun.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kadisdiksu) Drs Syaiful Syafri MM saat dikonfirmasi, Selasa (20/12).

“Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tidak akan membuat kebijakan baru terkait dengan pelaksanaan ujian nasional (UN) 2012, seperti standar nilai kelulusan UN tetap seperti tahun 2011 tak  berubah, yakni 5,5 sedangkan bobot pembagi tetap 60:40,” ungkapnya.

Pelaksanaan UN, bilang Syaiful, sebagai bentuk evaluasi, pengontrol dan peningkat mutu pendidikan secara nasional. Sehingga ukuran kualitas, akseptabilitas, dan kredibilitas sangat diperlukan, karena ukuran hasil UN, akan ditelaah lagi melalui evaluasi untuk mengetahui dan memahami pemetaan pendidikan di Indonesia, guna meningkatkan kualitas sekolah dan para siswa.

“Menghadapi UN ini nantinya, kita harapkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan yakni Kepala Dinas pendidikan kabupaten dan kota bisa bekerja sama dalam hal sosialisasi. Sehingga, akseptabilitas dan manajemen yang baik dari UN 2012, menghasilkan kualitas hasil UN yang lebih baik. Apalagi pada hasil UN tingkat SMA, Sumut meraih ranking ketiga nasional dan tingkat SMP ranking kedua,” ungkapnya.

Menurut Syaiful, untuk pelaksanaan UN tingkat SMA, MA, dan SMK tahun ajaran 2011/2012, akan dilaksanakan pada 16-19 April 2012 mendatang dan UN susulan pada 23-26 April.

Sedangkan untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012 dan UN susulan pada 30-4 Mei 2012.

Sementara untuk jenjang SD/MI/SDLB, UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012 dan UN susulan pada 14-16 Mei 2012.
“Pada pelaksanaan UN kali ini pun tidak ada ujian ulangan tapi yang ada ujian susulan bagi siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena sakit atau alasan lain yang pelaksanaannya seminggu setelah ujian nasional,” ungkap Syaiful.
Selain itu, lanjutnya, sesuai petunjuk dari Kemendikbud, pengumuman hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK diperoleh pada 24 Mei 2012. Untuk tingkat SMP/MTs, SMPLB, dan SMALB pada 2 Juni 2012, dan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.(uma)

Partisipasi dan Peran Orangtua Rendah

MEDAN- Peneliti senior Sentra Advokasi Untuk Hak Pendidikan Rakyat (SAHdaR) Harry Surya, menyebutkan, melalui hasil riset SAHdaR tentang tingkat partisipasi orangtua murid di Medan menunjukkan, setengah dari 80 persen orangtua yang diundang ke sekolah, tidak memenuhi undangan tersebut.

Bahkan sebanyak 50 persen dari mereka datang hanya sekedar mengambil rapor anak atau menyelesaikan masalah anak di sekolah, baik soal pelanggaran disiplin atau masalah tunggakan.

Melihat kondisi ini, Harry menilai partisipasi masyarakat dan orangtua murid di Medan khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, dewasa ini masih sangat rendah, sehingga pengawasan terhadap pengolaan pendidikan juga tidak berjalan  secara maksimal. “Dalam hal penyusunan program sekolah, orangtua sering tidak terlibat. Sehingga kita menilai jika partisipasi  orangtua dan masyarakat tergolong rendah dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah anaknya,” ungkap Harru Surya saat dikonfirmasi kemarin (20/12).

Kondisi ini, bilang Harry, diperkuat dengan sekolah yang tidak menyediakan sarana publikasi kepada masyarakat, terkait dengan laporan pengelolaan dana sekolah.  Selain itu, masyarakat yang juga kurang memahami peraturan dalam penyelenggaraan pendidikan tidak mau berusaha untuk mencari tahu.

Keadaan itu juga, lanjut Harry, diperparah dengan kondisi sekolah yang cenderung tertutup dan tidak mau membuka diri terutama dalam segi bantuan operasional yang diterima pihak sekolah ataupun yayasan.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, menurut Harry, masyarakat harus terlibat dalam pengelolaan sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Sekolah dan Madrasah. “Aturannya sudah jelas, sekolah tinggal laksanakan saja, undang orangtua dan masyarakat, rumuskan program sekolah. Kalau tidak partisipatif, bisa menimbulkan penyalahgunaan anggaran,” katanya.

Masih menurtnya, orangtua dan masyarakat harus terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program sekolah. (uma)

Korut Pamer Jasad Kim dalam Peti Kaca

PYONGYANG-Pemerintah Korea Utara (Korut) terus memberikan kesempatan kepada seluruh warganya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Kim Jong-il, Kemarin (20/12) jasad tokoh 69 tahun itu disemayamkan dalam sebuah peti kaca di Kumsusan Memorial Palace, Pyongyang. Putra ketiga dan anak bungsu (keempat) Kim, Kim Jong-un, 29, menjadi orang pertama yang memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah tokoh bergelar pemimpin besar atau sang jenderal tersebut.

Tampilnya Jong-un untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Kim mengindikasikan bahwa transisi kekuasaan di Korut berjalan lancar. Di mausoleum tempat jasad penguasa Korut sebelumnya Kim Il-sung diawetkan itu, jasad Kim akan disemayamkan sampai 28 Desember. Saat itu, jenazah Kim bakal dimakamkan. Masa berkabung di Korut baru akan berakhir pada 29 Desember mendatang.

Jasad Kim berada dalam peti kaca yang berselimut kain merah. Di sekelilingnya, terhampar bunga merah bernama kimjongilia. Diiringi alunan musik, para pejabat dan tokoh di Korut memberikan penghormatan terakhir kepada Kim. Seperti Jong-un, mereka hening sejenak di depan jasad Kim dan kemudian mengelilingi peti kaca tersebut.

Meski dalam suasana duka, Korut tetap memberlakukan pengamanan maksimal. Sejumlah tentara dikerahkan ke mausoleum untuk mengamankan upacara perkabungan. Di sekeliling peti kaca, terlihat tentara Korut berseragam dan bersenjatakan AK-47. Di halaman mausoleum, rakyat memberikan penghormatan dengan diwakili foto Kim.

“Kami akan mengubah duka hari ini menjadi kekuatan dan keberanian serta kerja keras demi negara yang kuat dan makmur, seperti yang diharapkan mendiang jenderal (Kim), di bawah kepemimpinan Jenderal Kim Jong-un,” kata U Son Hui, seorang warga Kota Pyongyang yang ikut melayat. (ap/afp/hep/dwi/jpnn)

Selama 11 hari berkabung, bendera kebangsaan Korut berkibar setengah tiang. Tak hanya di kompleks militer dan pemerintahan, tapi juga di pusat-pusat bisnis dan fasilitas umum. Sampai 29 Desember nanti, pemerintah melarang rakyat melakukan perayaan apapun. Aktivitas pemerintahan dan ekonomi serta pendidikan pun terhenti.
Bersamaan dengan itu, media Korut mulai membentuk citra baik Jong-un. Kemarin, Kantor Berita Korut KCNA menyebut putra bungsu Kim itu sebagai pemimpin ideal. ’’Kim Jong-un adalah sosok hebat yang turun dari surga,’’ tulis media pemerintah tersebut. Sedangkan harian Rodong Sinmun menyebut Jong-un sebagai pilar spiritual sekaligus mercusuar harapan Korut. (ap/afp/hep/dwi/jpnn)

Seperti Menjual Kacang Goreng

081263602xxx
Kapoldasu dan Kapoltabes Medan tolong perhatikan peredaran dan penjualan sabu di Kampung Kubur depan Plaza Sogo Medan sudah seperti menjual kacang goreng. DPP LSM Institut Trias Politika RI Sumut.

Data Terpercaya
Terimakasih atas informasinya. Dengan mengirimkan SMS ini sangat membantu pihak kepolisian dalam memberantas narkoba sebagai musuh bersama. Untuk itu kami harapkan warga memberikan informasi yang lebih akurat lagi terkait peredaran narkoba di Kampung Kubur ini. Hal ini akan memudahkan kepolisian untuk mengungkapnya.

Kombes Pol Tagam Sinaga
Kapolresta Medan

Iraq Perintahkan Tangkap Wapres

Dituduh Dalangi Aksi Terorisme

BAGHDAD – Tanda-tanda bakal terjadinya pertikaian dan konflik sektarian di Iraq pasca-penarikan pasukan AS dari negara itu sepertinya mulai muncul. Hanya berselang beberapa hari setelah upacara resmi mundurnya seluruh tentara AS, pemerintah Iraq pada Senin lalu (19/12) waktu setempat atau dini hari kemarin (20/12) menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden (Wapres) Tariq al-Hashimi.

Tokoh dari kelompok minoritas Muslim Sunni tersebut dituding terlibat dalam aksi terorisme di Iraq. Hashimi (69), dituduh mendalangi aksi pengeboman dan pembunuhan.

“Pemerintah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Tariq al-Hashimi berdasar pasal 4 undang-undang antiteror. Surat perintah itu ditandatangani oleh lima hakim dan harus segera dijalankan,” terang Juru Bicara (Jubir) Kementerian Dalam Negeri Iraq Mayjen Adel Daham kemarin. Dia lantas memperlihatkan surat itu kepada seluruh awak media yang hadir dalam jumpa pers.

Surat perintah penangkapan terhadap Hashimi tersebut dirilis setelah polisi menginterogasi sejumlah tersangka pengeboman dan pembunuhan. Kepada para penyidik, tiga tersangka mengakui sebagai pengawal pribadi Hashimi. Mereka juga mengaku mendapatkan perintah dari Hashimi untuk melancarkan aksi mematikan terhadap para pejabat pemerintah dan militer Iraq tersebut.

Demi kelancaran penyelidikan, pemerintahan Perdana Menteri (PM) Nuri al-Maliki langsung menerbitkan surat perintah penangkapan atas Hashimi. Sebelumnya, sarjana ekonomi lulusan Al-Mustansiriya University tersebut juga dicekal oleh pemerintah Iraq yang kini didominasi Syiah. Dia dilarang meninggalkan Iraq atau bepergian ke luar negeri. Saat surat itu dirilis, Hashimi ada di Sulaimaniyah, kota wilayah Kurdi di utara Iraq.

Kemarin, begitu tahu soal surat perintah penangkapan terhadap dirinya, Hashimi menyatakan terkejut. Politikus yang baru saja bertemu dengan Presiden Jalal Talabani di wilayah Kurdi itu lantas menggelar jumpa pers. Di hadapan media, dia pun membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepada dirinya. Termasuk, tudingan bahwa dia merupakan dalang di balik serangkaian aksi teror terhadap pasukan dan pejabat pemerintah.

“Saya tak pernah melakukan kejahatan apapun terhadap (pemerintah) Iraq. Seluruh tuduhan itu hanya re/kayasa,” tegasnya dari Kota Arbil, ibu kota wilayah otonomi Kurdi di Iraq.    Terkait surat perintah itu, dia menyatakan tidak gentar. Bahkan, Hashimi siap ditangkap dan disidang. Syaratnya, dia meminta kasus tersebut disidangkan di wilayah Kurdi yang terletak di kawasan utara Iraq. “Saya menyarankan kepada pemerintah untuk melimpahkan kasus hukum itu ke Kurdi. Jika mereka bersedia melakukan itu, saya akan siap menjalani sidang,” kata Hashimi. Dia juga mengundang perwakilan Liga Arab untuk terlibat dalam penyelidikan kasus yang melibatkan dirinya. Dengan demikian, proses hukum bisa berjalan lebih obyektif.

Bersamaan dengan pernyataan Hashimi itu, pemerintah Iraq merilis video pernyataan pengakuan pengawal pribadi sang wapres kepada polisi. Dalam tayangan yang disebar lewat stasiun televisi Iraqiya tersebut, tiga pengawal yang berstatus tersangka tersebut mengaku menerima perintah dari ajudan Hashimi untuk melancarkan aksi pengeboman. Selain menanam ranjau di pinggir jalan, mereka mengaku diperintahkan untuk menembaki para pejabat pemerintah.
Seorang di antaranya malah mengaku mendapat bayaran USD 3.000 (sekitar Rp 27 juta) dari kocek Hashimi secara langsung. Sayang, identitas tiga pria dalam tayangan video itu tidak bisa dikonfirmasi. Hashimi menyebut video itu sebagai rekayasa. “Ini hanya skenario untuk menjatuhkan nama saya,” tudingnya. (ap/afp/rtr/hep/dwi/jpnn)

Selingkuhan Berlusconi Melahirkan

ROMA – Penari klab malam asal Maroko, Karima El Mahroug, yang pernah diberitakan terlibat skandal seks dengan mantan Perdana Menteri (PM) Italia Silvio Berlusconi. Perempuan 19 tahun yang punya nama panggung Ruby Rubacuori itu kemarin (20/12) kembali menjadi pemberitaan media di Italia. Kali ini terkait dengan kabar bahwa dia melahirkan seorang bayi perempuan.

Tetapi, sang bayi itu bukanlah hasil hubungan selingkuh dengan Berlusconi. Bayi tersebut merupakan buah cinta Ruby dengan pasangannya, Luca Risso (42).  “Kondisi ibu dan bayinya sehat,” tutur Risso, seperti dilansir Daily Mail. Bayi cantik dengan bobot 3,5 kilogram itu dilahirkan di sebuah rumah sakit swasta di Kota Genoa, Italia.

Menurut Risso, kelahiran putrinya maju lima hari dari jadwal. Awalnya Ruby diperkirakan melahirkan tepat saat hari Natal. Proses kelahiran bayi pertama Ruby itu berjalan sangat cepat. Ruby hanya butuh waktu sekitar lima menit untuk melahirkan sang putri.  “Ruby amat bahagia. Saya pun tak bisa menggambarkan kebahagiaan kami. Tapi, saya belum bisa bilang dia mirip siapa,” katanya. (afp/dml/hep/dwi/jpnn)

Partai Larang Anggotanya Beragama

BEIJING- Pemimpin Partai Komunis Cina memperingatkan anggotanya agar tidak memeluk agama, jika tidak ingin mendapat hukuman. Ancaman itu menyusul semakin banyaknya anggota Partai Komunis yang memeluk agama dan melakukan praktek ibadah.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Departemen Persatuan Pekerja Lini Depan Komite Pusat Partai Komunis, Zhu Weiqun, seperti dilansir Xinhua, Senin (19/12).

Dia menyebutkan,  anggota haruslah tetap atheis sesuai dengan teori, ideologi dan praktek paham Marxisme yang dianut partai. Zhu mengatakan agama akan dijadikan alat musuh-musuh Cina dalam menghancurkan pemerintahan.

“Partai akan melemah dalam menghadapi serangan separatisme. Musuh dari dalam  dan luar negeri melakukan segala cara menggunakan agama sebagai dasar aktivitas separatisme mereka di wilayah-wilayah etnis di Cina,” katanya.

Pernyataan Zhu ini menyusul banyaknya anggota partai yang menginginkan pencabutan larangan beragama bagi para anggota. Mereka mendata alasan dan keuntungan agama bagi para anggota partai, dan berargumen bahwa larangan beragama bertentangan dengan konstitusi Cina.

“Anggota partai dilarang menggunakan kekuasaannya untuk menimbulkan fanatisme keagamaan dan turut membangun rumah ibadah. Jika mereka menolak tunduk dan tidak membenahi diri, maka akan dihukum,” kata Zhu tanpa menyebutkan bentuk hukumannya. (net/jpnn)

Gubsu Diminta Bongkar APBD Deli Serdang 2012

Abaikan Masyarakat, Anggota DPRD Utamakan Kepentingan Politis

LUBUK PAKAM-Sejumlah anggota DPRD Deli Serdang masih terus berpolemik terkait pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Deli Serdang 2012 senilai Rp2.1 triliun.

Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Apoan Simanungkalit menyatakan dengan tegas, rapat Banggar tidak pernah melakukan penandatanganan kesepakatan kebijakan umum anggaran (KUA) dan dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Ta 2012. “Kalau ada, mana dokumentasinya? Soalnya sebelum-sebelumnya penandatanganan KUA PPAS didokumentasikan,” ujarnya.

Ia mengakui, tidak ada aturan secara terperinci menjelaskan dimana lokasi KUA dan PPAS diteken. Tetapi Banggar harus mematuhi Permendagri No 22 tahun 2011 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2012. Bahkan, Banggar tidak boleh sembunyi-sembunyi membahas KUA PPAS Ta 2012 karena yang dibahas itu adalah uang rakyat. Bukan uang anggota DPRD atau Pemkab Deli Serdang. Keanehan lain adalah nota pengantar R-APBD Ta 2012 diantar Wakil Bupati Zainuddin Mars hanya berselang dua hari usai penandatanggan KUA PPAS.

Dengan demikian, ada sesuatu yang disembunyikan anggota Banggar sehingga terkesan tertutup bahkan nekat melanggar aturan. Padahal usai penandatanggan KUA PPAS, dibutuhkan waktu sepekan bagi Bupati Deli Serdang menerbitkan surat edaran pedoman RKA-SKPD. Kemudian RKA SKPD itulah dibahas oleh Banggar. Faktanya, dari 23 SKPD hanya dua yang datang. SKPD tersebut adalah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Cipta Karya dan Pertambangan. Sisanya tidak hadir.

Oleh karena itu, politisi muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu meminta agar Gubernur lebih serius melakukan eksaminasi terhadap APBD Deliserdang Ta 2012. “Cuma itu harapan kita. Soalnya bila Gubsu tidak teliti, maka dipastikan laporan keuangan Deliserdang bakal kembali bernasib disclaimer,” katanya.

Apakah ada kemungkinan upaya fraksi PDI-Perjuangan untuk menghempang APBD Ta 2012 yang baru disahkan itu agar gagal diekseminasi? Apoan mengatakan, pihaknya hanya berharap, inilah jalan masuk PBKP serta BKP RI memperiksa laporan keuangan Pemkab Deliserdang. Pondasinya sudah tidak taat dengan peraturan, pastilah hasilnya tidak bagus.

Ketua Fraksi PDS Renjo Siregar juga mengakui ada kegiatan acara makan malam antar anggota Banggar di rumah makan Garuda di Jalan Adam Malik Medan, Sabtu (3/12) silam. “Kami makan malam. Bukan penandatanganan KUA PPAS,” bilangnya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Ruben Tarigan menilai penetapan KUA dan PPAS serta proses pembahasan R-APBD dan penetapan menjadi APBD Ta 2012 dengan nilai Rp2,1 triliun tidak lazim, namun sah. “Siapa bilang APBD Ta 2012 tidak sah, itu sah namun tidak lazim. Karena dibahas di hotel dan di ruang pertemuan rumah makan di Medan,” bilangnya beberapa waktu silam.

Ruben menegaskan, tidak ada penjelasan secara terperinci bahwa pembahasan harus di gedung DPRD. Dimana saja boleh dibahas asalkan yang membahas anggota badan anggaran legislatif dan eksekutif. Namun, Ruben tidak merinci apakah Banggar membahas draf R-APBD Ta 2012.

Menyikapi polemik di tingkat anggota dewan, pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) John Tafbu Ritonga yakin, cepat atau lambat pengesahan APBD Deliserdang 2012 pada prinsipnya tidak akan menjadi persoalan utama. Yang patut diperhatikan dan diawasi adalah realisasi APBD tersebut, baik dari kuartal satu hingga empat, dimana diharapkan jangan sampai terjadi daya serap anggaran yang rendah pada akhir tahun anggaran.

“Yang menjadi pertanyaan bukan cepat atau lambatnya pengesahan. Karena bukan hanya APBD, APBN pun seperti itu. Yang terpenting adalah realisasinya terhadap kebutuhan dan kepentingan masyarakat itu sendiri. Jadi kalau realisasi APBD nya tidak menyerap kebutuhan dan kepentingan masyarakat, selain gaji guru dan PNS maka sebaiknya Undang-undangnya yang harus direvisi. Kalau karena cepat atau lambatnya, sampai sekarang apa pernah pengalokasian anggaran berdasarkan APBD yang lama. Ini belum pernah terjadi,” urai John Tafbu.

Bagaimana dengan adanya pertemuan anggota DPRD Deliserdang yang membahas APBD 2012 di tempat tertentu? John Tafbu enggan mengomentarinya. “Untuk yang itu, yang bisa menjawabnya anggota dewan itu sendiri,” jawabnya.
Apakah dengan waktu relatif singkat untuk mengesahkan APBD tersebut tidak rawan penyelewengan hukum dan berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)?

Menyangkut hal itu, John Tafbu menyatakan, legislatif dan eksekutif di Deliserdang lah yang mengetahui hal itu.
“Ya iya. Produk hukumnya adalah yang membuat anggota dewan dan eksekutif itu sendiri. Mereka yang tahu, sebelum itu disahkan. Saya lebih berpikir, kalau tidak untuk kepentingan masyarakat, itu harus dievaluasi. Artinya, jika anggaran tidak demi kepentingan rakyat maka sebaiknya aturan atau undang-undang atau Perda-nya yang harus direvisi,” tegasnya.

Bagaimana dengan pertentangan yang terjadi antara anggota DPRD Deliserdang, menyangkut APBD 2012 tersebut?
“Ini lucunya. Harusnya pertentangan dan perdebatan itu terjadi sebelum pengesahan. Kalau sudah disahkan untuk apa dipertentangkan. Kalau sudah disahkan, yang harus dikawal dan diperdebatkan itu realisasinya. Kenyataan ini menunjukkan, anggota DPRD Deliserdang lebih mengutamakan kepentingan politis ketimbang kepentingan masyarakat dan rakyat banyak,” tandasnya.(btr/ari)