26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14215

Hj Fatimah Habibie Kembangkan Industri Kreatif di Sumut

Medan-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sumatera Utara (Dekranasda Sumut) Datin Seri Hj Fatimah Habibi Syamsul Arifin, berusaha secara berkelanjutan untuk terus mengembangkan kreatifitas kerajinan rakyat melalui Dekranasda Sumut yang dipimpinnya. Salah satu yang telah dihasilkan secara monumental adalah batik khas Sumut.

“Dahulu di Sumut tidak ada Batik, sekarang sudah ada hasil disain kami, dan telah terdaftar pada Hak Kekayaan Intlektual (HKI). Batik hasil disain kami ini sekarang dipakai pada setiap hari Kamis oleh Pegawai Pemprovsu,” kata Datin Seri Hj Fatimah Habibi Syamsul Arifin, dalam wawancara dengan wartawan akhir pekan lalu.

Dekranasda Sumut memang tak henti melakukan berbagai kegiatan bersifat promotif untuk mengembangkan industry kreatif ini, bukan hanya bersifat nasional tetapi juga sampai ke tingkat internasional. Pameran Dekranasda Sumut pernah dilaksanakan di India, Belanda, Jordan dan di Malaysia rutin setiap tahunnya.

“Juga pernah mengikuti Internaional Jewelery Internasional Exibetion di Mumbay, dan mereka hendak melakukan kerja sama. Tapi karena sesuatul hal kami masih menunda kerja sama tersebut,” tutur Hj Fatimah Habibi didampingi Sekteraris Dekranasda Provinsi Sumatera Utara Dra Hj Vita Lestari Nst, MSi.

Dituturkannya, aktivitas Dekranas Sumut yang digelar di berbagai tempat di Indonesia maupun di luar negeri, merupakan industri kreatif berbasis budaya. Apa yang mereka pamerkan merupakan cermin peradaban yang ada di Sumatera Utara dan mozaik etnik yang amat mempesona. “Tak jarang pengunjung yang datang, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti Malaysia dan lain-lain berdecak kagum, betapa indah dan kayanya buah peradaban kita,” ujarnya.

Menurutnya, seperti hasil kerajinan tenun, Songket, Ulos, maupun kerajinan tangan lainnya yang sekarang disebut sebagai produk industri kreatif, tidak semata dilihat dari keindahannya tapi ada makna filosofis di dalamnya.

“Misalnya, songket Batu Bara yang cukup dikenal di dunia, warna dan coraknya adalah cermin alam terkembang yang mengerucut di dalam batin seseorang yang memakainya. Sebab, secara sosiologis, wangsa Melayu tidak terpisah dari tanah, air, laut dan hutan,” paparnya. Oleh sebab itu, Datin melalui Dekranasda Sumut, mengajak semua pihak untuk menggali dan menampilkan semua potensi produk industri kreatif yang berbasis budaya.

Sekadar diketahui, baru-baru ini ketika mengikuti pameran pada Kontes Perhiasan yang diselanggarakan oleh Mutumanikam Nusantara Indonesia, pada 1 – 4 Desembar di Jakarta Convention Center, Sumut memperoleh penghargaan sebagai peserta terfavorit disain perhiasaan. Pada kegiatan itu Dekranasda Sumut menampilkan produk industri kreatif dengan format baru.

Kalau lazimnya hanya ditampilkan pada seremonial adat diubah menjadi asesori yang dipakai seharian untuk memperindah penampilan diri. Misalnya tikar dipakai untuk tempat duduk kita ubah menjadi tas atau untuk kepentingan lainnya. Begitu juga Ulos maupun tenun Songket.  Sepanjang pengalaman pada pelbagai kegiatan belakangan ini, perhiasan tradisional etnik budaya Sumatera Utara yang merupakan warisan nenek moyang budaya Sumatera Utara telah memukau banyak orang yang mencintai warisan budaya bangsa setelah dikembangkan menjadi perhiasan/assesories yang bisa dipakai oleh perempuan disetiap kesempatan dan acara.

Datin Seri Hj Fatimah Habibi Syamsul Arifin yang punya daya seni yang tinggi dan kepedulian terhadap etnik budaya Sumatera Utara telah mengemas dan mengembangkan perhiasan tradisional etnik budaya Sumatera Utara sejak 3 tahun yang lalu setelah menjadi Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara.

Perhiasan tradisional etnik tersebut antara lain Etnik Karo yang dikemas menjadi kalung, bros, cincin, dan giwang. Etnik Dairi dikemas menjadi kalung. Etnik Toba yang dalam acara adat diikat dikepala yang disebut sortali yang dikemas menjadi kalung dan juga giwang. Etnik Tapsel yang dalam acara adat perkawinan disebut Leang yang dikemas menjadi bros. Etnik Tradisional adat Sibolga juga telah dikemas menjadi kalung.

Saat ini banyak pesanan dari ibu-ibu disainer dan artis yang masih dalam proses produksi, karena pada saat pameran mutumanikam tgl 1 s/d 4 Desember 2011 di JCC – Jakarta, barang telah terjual. (rel) Mereka yang meminati tersebut antara lain Cristien Hakim memesan 2 buah kalung etnik Karo dan 1 set anting-anting etnik Karo, Ny Annisa Larasati Pohan Agus Harimurti Yudhoyono dan Ny Aliya Edhie Baskoro setelah membeli assesories Karo dan Sibolga juga memesan Kalung Dairi dan Sibolga.

Piala dan Penghargaan juara I katagori perhiasan desain tradisional terfavorit untuk stand Dekranasda Sumut tersebut diterima oleh satf Dekranasda Provinsi Sumatera Utara Natalia Manurung. (choking)

Ditemukan Telur Busuk dan Berulat

Pasar Murah Sei Putih Timur II

MEDAN-Sidak Komisi C DPRD Medan ke pasar murah di Jalan M Idris, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (15/12), ditemukan ada telur yang sudah busuk dan berulat.

“Saya kecewa ditemukannya telur busuk dan berulat, siapa yang menanggung biaya kerusakannya ini,” kata Ketua Komisi C DPRD Medan, Jumadi yang memimpin sidak.

Jumadi meminta kepada kelurahan untuk mendata jumlah telur busuk dan kekurangan gula pada saat pasar murah dan akan menjadi tanggung jawab Disperindag Kota Medan.

“Ini bukan tangungjawab kelurahan karena dananya dari Disperindag. Kita sudah panggil Sekretaris Pasar Murah Karya Darma di gudangnya dan menunjukkan telur busuk dan berulat,” papar Jumadin.
Sekretaris PKK Kelurahan Sei Putih Timur II, Sabariah mengatakan telur yang sudah rusak tersebut dipesannya Rabu (14/12) lalu di gudang.

“Ini kami pesan semalam ke gudang dan banyak yang pecah, busuk dan berulat. Hal ini merupakan tanggung jawab kami untuk menggantinya,” terangnya.

Dikatakan Jumadi, Disperindag harus selektif menerima sembako di gudang dari distributor, agar kerusakan tak ditemukan. “Bagi kelurahan bila ada bukti barang yang rusak dapat dikembalikan ke gudang untuk diganti,” jelasnya.
Sementara itu jenis sembako yang dibur masyarakat adalah minyak makan, gula, telur dan beras. “Yang diminati minyak, gula, telur. Tetapi kalau minyak dibatasi hanya 30 bungkus saja, gula pun yang isi 5 kg saja. Sedangkan beras yang 1 goni berkurang menjadi 40 kg karena kena gancu,” ucap Sabariah.

Sebelumnya, Komisi C juga sidak ke kantor  PD Pasar di Petisah yang diterima langsung Kabag Umum Yusuf Lubis. Ketua Komisi C Jumadi juga menanyakan berapa jumlah pasar dan jumlah karyawan. Karena ada perwakilan karyawan melapor ke Komisi C gajinya kecil dan tidak mencukupi kebutuhan.

“Kondisi pasar saat ini baik, jumlah pasar yang dikelola ada 52 pasar, jumlah karyawan keseluruhan 680 orang. Gaji karyawan tetap Rp800 ribu per bulan dan 199 karyawan PHL bagian kebersihan Rp600 ribu per bulan. Pendapatan PD Pasar  Rp1 miliar per bulan dan 70 persen untuk membayar gaji,” ungkap Yusuf.

Sedangkan anggota dewan lainya yang kebetulan hadir mengharapkan agar Dirut BUMD, khusunya PD Pasar segera dilantik Wali Kota Medan agar kondisi pasar tidak memprihatinkan.

“Kondisi kantor PD Pasar memprihatinkan, wali kota harus segera melantik Dirut PD Pasar defenitif, agar gaji karyawan naik sesuai UMR dan PAD Kota Medan meningkat,” jelas Jul Murado, anggota DPRD Medan.(adl)

Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

Persediaan bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2012, dipastikan aman dan stabil.

“Semua upaya terus dilakukan untuk menjaga persediaan bahan pokok dan stabilitas harga,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan dan Penyaluran Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagsu, Idris Nasution MSi, di ruang transparansi, Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika, Kamis (15/12).

Menurutnya, untuk ketersediaan minyak goreng diperkirakan mencapai 370 ribu ton, sementara kebutuhan diprediksi hanya sebesar 25 ribu ton. Ketersediaan tepung terigu sebesar 17 ribu ton, dari kebutuhan yang hanya 14 ribu ton.
Untuk kebutuhan daging sapi diperkirakan sebanyak 3 ribu ekor, sementara ketersediaan daging sapi saat ini sebanyak 4.200 ekor. Daging ayam tersedia 750.600 ekor dari yang dibutuhkan sebanyak 605.559 ekor. Telur ayam tersedia sebanyak 4.800 ton dari kebutuhan 3.700 ton.

“Jadi dapat disimpulkan, ketersediaan bahan kebutuhan pokok cukup,” katanya.
Untuk harga, Idris juga menjelaskan, relatif stabil dengan tidak adanya kenaikan harga bahan pokok yang melambung sejak sepekan terakhir.

Untuk beras IR64 Rp8.200 per kilogramnya, sedangkan harga gula pasir Rp10.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp9.000 per kilogram, daging sapi murni Rp60.000 per kilogram, daging ayam kampung Rp36.000 per kilogram dan daging ayam boiler Rp15.000 per kilogram.

Harga telur ayam boiler Rp16.200 per kilogram, sedangkan untuk telur ayam kampung seharga Rp1.800 per butir.
Harga tepung terigu masih di angka Rp7.000 per kilogram dan bawang merah Rp12.000 per kilogram.
“Yang melakukan pendataan mengenai ketersediaan barang dan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional dan modren oleh petugas Disperindagsu,” ungkapnya.(ari)

Polisi Dibantu Rp76 Juta, 81 Tersangka Terjaring

Pengamanan Natal dan Tahun Baru

MEDAN-Menjelang Natal dan Tahun Baru Polresta Medan beserta jajarannya menggelar Operasi Sikat Toba 2011, yang digelar selama 14 hari mulai 1-14 Desember 2011. Hasilnya, polisi berhasil membekuk 81 tersangka pencurian dan pemberatan (curat).

Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengaku, setelah melakukan analisa dan evaluasi usai menggelar operasi sikat, titik rawan curas/curat terdapat di kawasan Sunggal, Percut Seituan dan Medan Area.

“Dalam operasi ini pihaknya menggelontorkan dana dari pemerintah sebesar Rp76 juta, untuk melakukan pengamanan dari adanya aksi kejahatan di Kota Medan menjelang Natal dan Tahun Baru. Dalam operasi sikat pemerintah memberikan dana Rp76 juta, untuk memberikan pengamanan terhadap aksi pencurian dengan pemberatan menjelang Natal dan Tahun Baru, dalam operasi ini jumlah pelaksana sebanyak 143 personel kepolisian,” ujar Tagam.

Tagam mengatakan polisi akan terus melakukan pengungkapkan terhadap tindak kriminal curas/curat di Kota Medan.

“Kita akan terus melakukan peningkatkan untuk mengungkap pelaku curas dan curat di Kota Medan,” tandas Tagam.
Sementara itu Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut memusnahkan narkoba Rp8,9 miliar di depan Markas Dit Res Narkoba Polda  Sumut, Kamis (15/12) siang.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andjar Dewanto mengakui, barang bukti narkoba tersebut hasil tangkapan 17 tersangka narkoba. Dimana sebanyak 9.895 gram ganja kering, 70 butir pil ekstasi dan 7.470 gram sabu-sabu.

Ke-17 tersangka yang diamankan masing-masing Askari dan Ansar, Feri Ardiansyah, M Reza Husen, Jhoni Sinaga dan Johannes Hendrik, Andi Putra Prahmana, M Muslim dan Indra, Fahrizal, Burhanuddin, Noerdin M Amin, Suhaimi, M Alisyam, Basir Rasyid Ginting, Amir Syarifuddin, Mizamullah serta Nazaruddin.

Andjar mengatakan, demi memperlancar jalannya perayaan Natal dan Tahun Baru polisi akan terus memburu bandar-bandar narkoba. Karena efek narkoba tersebut bisa berdampak negatif dan semakin marak apabila menjelang hari-hari besar keagamaan. “Kita akan terus bekerja untuk memberantas narkoba,” terang Andjar. (gus/ag-5)

Ya Tuhan Kenapa Kau Berikan Cobaan Berat Ini…

Bayi Usus di Luar Masuk RSUP Adam Malik

Bayi berjenis kelamin perempuan dengan usus di luar buah hati pasangan P Siburian (32) dan Efi br Marpaung (30), warga Jalan Perjuangan, Gang Roma, Medan Perjuangan lahir, Kamis (15/12) dinihari.

Bayi yang lahir di Klinik Permai dekat rumahnya itu sempat di rujuk ke RSU dr Pirngadi Medan. Setelah 3 jam dirawat kemudian dirujuk lagi ke RSUP H Adam Malik, Kamis (15/12) sore.

Pengakuan Lidia br Marpaung (40), kakak kandung Efi br Marpaung, adiknya itu sehat-sehat saja dan tidak ada mengalami kelainan. Diterangkannya, keluarga juga tidak mempunyai firasat buruk tentang kelahiran anak pertama adiknya itu.

“Ini anak pertama tidak ada firasat buruk. Lagi pula selama mengandung adik saya itu kondisi fisiknya baik-baik saja,” katanya saat ditemui di ruang IGD RSU dr Pirngadi Medan. Lidia menuturkan, adiknya menjalani persalinan di Klinik Permai dengan normal.

“Anak pertama adik saya itu lahir normal dan kami tidak menyangka akan begini. Kalau adik saya itu tidak mengetahui ini dan yang tahu itu suaminya. Kata bidannya, anak adik saya itu lahir dengann usus yang berada di luar dan harus dirujuk ke RSU Pirngadi,” sebutnya.

Lidia mengaku, tidak tahu harus berbuat apa lagi karena usianya baru satu hari.

“Semua kami serahkan kepada Tuhan Yang Maha Pencipta saja karena itu semua ada di tangannya,” ujarnya.

Disebutkan Lidia, dia sangat mengharapkan mukzijat dari Tuhan. “Kami keluarga hanya menunggu mukzijat dari Tuhan. Mau bilang apa lagi karena kalau pun dioperasi manalah mungkin karena usianya saja baru satu hari. Ibunya saja masih berada di klinik dan sengaja tidak kami beritahukan karena kami takut adik saya itu syok,” pungkasnya.

P Siburian, ayah bayi pun hanya bisa terdiam dan tertunduk lesu memandangi anak pertama mereka.
“Ya Tuhan kenapa kau berikan cobaan begini berat kepada saya,” ucapnya dengan suara pelan dan lembut. (*)

Jangan Paksa Siswa Bayar Biaya Perbaikan Listrik

Pengutipan biaya perbaikan listrik sebesar Rp165 ribu yang dibebankan pihak sekolah SMAN7 Medan kepada siswa mendapatkan sorotan? Apa kata anggota dewan? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Kesuma Ramadhan dengan anggota Komisi B DPRD Medan, Khairudin Salim.

Apa sikap Anda melihat adanya iuran yang dikutip pihak sekolah untuk perbaikan instalasi listrik?
Selama pihak wali murid dan komite sekolah tidak merasa keberatan dengan iuran tersebut dan itu bertujuan untuk membangun itu wajar-wajar saja. Tapi jangan ada pemaksaan dalam hal melunasi iuran yang dimaksud oleh sekolah. Karena itu dianggap melanggar prosedural, karena siswa tidak boleh dibebankan biaya di luar ketentuan mengingat mereka sekolah dengan status negeri.

Apakah Anda sudah melakukan tinjauan langsung?
Kita sudah dengar dan datang langsung ke SMAN7 beberapa waktu yang lalu. Memang kita temui  adanya  iuran yang dikutip pihak sekolah melalui kesepakatan yang diambil oleh pihak komite sekolah.
Dari yang kita lihat dan informasi yang kita peroleh bahwa tidak terlihat adanya bentuk kesalahan, karena tidak ada kesan paksaan pihak sekolah untuk membebankan kepada siswa agar melunasi iuran tersebut.

Bagaimana dengan pengaduan sejumlah wali murid yang mengaku anaknya tidak diizinkan mengikuti ujian mid semester sebelum menandatangani perjanjian harus melunasinya?  
Kalau memang seperti itu, namanya ada kesan pemaksaan, dan untuk itu kita minta agar surat perjanjian itu diberikan kepada kita sebagai bukti untuk kita lanjuti dan mendatangi langsung sekolah tersebut. Jika memang terbukti kita akan meminta kepada bapak wali kota mengeluarkan sanksi tegas. Karena bentuk pemaksaan tidak dibenarkan, dan bentuk sanksinya akan diambil sesuai prosedural yang berlaku. Sehingga ke depannya pihak sekolah tidak bisa lagi seenaknya melakukan pengutipan yang berkesan paksaan dan memberatkan siswa.

Apakah sanksinya?
Siapapun ketua komitenya, kita tidak peduli, karena siapapun yang melindunginya, akan kita tindak selama selama memang sekolah terbukti bersalah dan melakukan pemaksaan terhadap siswa.  (*)

Harapan Square Tunggu Kesepakatan

MEDAN-Pembangunan Harapan Square di Jalan Samanhudi, Kecamatan Medan Maimon  berhenti. Pantauan wartawan Sumut Pos di lokasi Kamis (15/11) siang, para pekerja yang berjumlah tiga orang hanya melakukan pembersihan di sekitar pembangunan yang sudah dikeramik warna biru.

“Kami hari ini (kemarin, Red) tidak bekerja, hanya membersihkan sisa dari pemasangan keramik. Kalau mau jelas langsung tanya saja ke pengawas bang. Itu mereka yang sedang duduk di kursi,” kata seorang pekerja bangunan.
Pengawasa pembangunan Harapan Square yang ditemui wartawan Sumut Pos mengatakan, kalau penghentian pembangunan Harapan Square dilaklukan karena perintah dari atasan.

“Kami mana berani melanggar perintah. Lihatlah yang di belakang Sekolah Harapan, pembangunan kami hentikan. Kapan pembangunan akan dilanjutkan, kami hanya menunggu perintah dari atas saja,” jelasnya.

Dijelaskannya, permintaan untuk memberhentikan pembangunan Harapan Square adalah permintaan orang yang tidak senang dengan Harapan Square dibangun dan diberikan fasilitas yang memadai.

“Ini hanya segelintir orang saja yang tidak senang, sebenarnya pembangunan Harapan Square bagus,” ucapnya.
Ketua Komisi C DPRD Medan Jumadi yang kebetulan hadir dalam acara itu menyebutkan, sesuai kesepakatan Pemko Medan, pembangunan Harapan Square akan dibenahi setelah duduk bersama antara masyarakat, pemerintah dan anggota dewan yang akan dilakukan Senin (20/12) mendatang.

“Saat ini kita minta hentikan dulu sementara sehingga bisa menjaga kondusifitas. Setelah itu barulah kita akan duduk bersama, dan dari situ akan muncul pemikiran dan solusi yang tujuannya untuk kebaikan bersama,” ujar Jumadi.(adl)

Tersengat Listrik

Joni Saragih (22), warga Pematang Siantar terpaksa harus menjalani perawatan di RSU dr Pirngadi Medan, Rabu (14/12). Pasalnya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemasang kabel listrik milik PLN itu tersengat listrik saat memasang kabel listrik di Galang.

Pengakuan ibu Joni Saragih, Theresia (45), sebelum kejadian Joni pergi bersama dengan bosnya ke Galang untuk memasang kabel listrik. Saat anak pamit tak ada firasat buruk terhadap anaknya.

Menjelang siang, katanya, dia mendapat kabar anaknya tersengat listik. “Saya dapat informasi anak saya tersengat listrik dan saya langsung berangkat ke Galang. Anak saya sempat dibawa ke rumah sakit yang ada di Galang, tapi karena peralatannya tidak memadai maka anak saya dipindahkan ke RSU dr Pirngadi,” katanya.

Sementara itu, seorang perawat yang menangani Joni mengaku, korban mengalami luka bakar hingga 80 persen dan harus mendapatkan perawatan intensif.

“Korban mengalami luka bakar pada tangan, punggung dan kaki,” ungkapnya. (jon)

Belawan Hadapi Proses Pelabuhan Impor

Harga Buah dan Sayuran Bisa Melambung

MEDAN- Tahun 2012 pemerintah akan menetapkan proses importasi di Indonesia hanya bisa masuk melalui tiga pelabuhan dan satu bandara untuk menampung produk impor. Tiga pelabuhan yang dimaksud yakni Belawan, Sumatera Utara (Sumut), Tanjung Perak, Surabaya serta Makassar, sedangkan satu bandara yakni Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Penetapan itu berlaku setelah munculnya Peraturan Menteri Pertanian No.88/Permentan/PP 34012/2011 tentang pengawasan keamanan pangan terhadap pemasukan dan pengeluaran pangan segar asal tumbuhan.
Dengan diberlakukannya peraturan pemerintah pusat itu, maka Pelabuhan Belawan akan menjadi pusat untuk penerimaan barang seperti buah dan sayur luar negeri untuk dikirim ke daerah. Begitu juga dengan pelabuhan dan bandara lainnya.

Ketua Ginsi (Gabungan Importir Seluruh Nasional Indonesia) Sumut, Khairul Mahali mengatakan dengan masuknya barang impor via Pelabuhan Belawan akan memudahkan memonitor barang yang masuk dari luar negeri ke Indonesia, terutama sayur dan buah segar yang selama ini masih sulit untuk dilakukan pendataan.

Khairil menganggap Pelabuhan Belawan memang sudah saatnya menjadi salah satu pelabuhan alternativ untuk menampung barang-barang impor, mengingat Pelabuhan Belawan sudah memenuhi standar internasional.

“Walau ada pelabuhan lain yang ada di Indonesia juga telah berstandar internasional namun tidak seperti Pelabuhan Belawan yang telah memiliki karantina dan freezer yang sangat lengkap, karena itu Belawan terpilih.” Paparnya.
Dengan begitu Pelabuhan Belawan akan berperan sebagai proses importasi untuk dikirim ke seluruh provinsi di pulau Sumatera.

Hal ini akan membuat cost produksi bertambah, karena biaya pengangkutan dari Belawan ke daerah tujuan akan bertambah. Bila cost produksi bertambah, dapat dipastikan harga buah dan sayur impor di pasaran akan naik. “Jelas lah, karena cost produksi yaitu biaya distribusi juga bertambah, jadi ada kemungkinan naik , prediksi saya dibawah 10 persen,” tambah Mahali.

Kenaikan harga dari produk impor ini menurut Mahali bukanlah hal yang patut dirisaukan, karena pada dasarnya buah dan sayur impor telah memiliki pangsa pasar tersendiri.

Sedangkan untuk ekspor, buah dan sayur masih belum memiliki ketentuan khusus harus berangkat dari titik mana. Hingga saat ini, eksportir sayur dan buah dai Brastagi tetap mengirimkan buah dan sayur melalui pelabuhan Tanjung Balai. “Kalau untuk ekspor beluam ada ketentuan, untuk saat ini hanya impor saja, jadi kita tunggu saja hasilnya mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Hervian Tahier mengatakan pemberlakukan peraturan Menteri Pertanian sangat bagus dan didukung sepenuhnya oleh Kadin. Dengan begitu, membuat peredaran sayur dan buah impor tersebut tidak akan menyebar ke daerah. “Kalau tidak dibatasi pelabuhannya dikhawatirkan daerah akan mendapat serangan dari buah dan sayur impor, jadi mau dikemanakan petani kecil kita?, karena itu Kadin Sumut sangat mendukung peraturan baru ini,” ujar Hervian.

Sedangkan untuk biaya buah dan sayur yang akan mengalami kenaikan, menurut Hervian itu tidak perlu dipusingkan, karena itu hanya cara eksportir luar untuk memikirkannya. “Jangan ambil pusing, biar pengusaha lain yang mikir, tidak perlu kita,” tambahnya. (ram)

Kenaikan Peringkat Indonesia, Pemerintah Terkejut

Pemerintah menyambut gembira kenaikan peringkat Indonesia yang dilakukan lembaga pemeringkat Fitch Rating. Kenaikan ini cukup mengejutkan karena pemerintah mengantisipasi kenaikan peringkat ini akan terjadi tahun depan.
“Ini agak mengejutkan karena kita antisipasi tahun depan,” ujar Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto, ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis, 15 Desember 2011.

Menurut dia, kondisi Indonesia beberapa bulan ini sebenarnya sudah mencerminkan negara dengan peringkat investment grade. Alasannya, imbal hasil (yield) obligasi negara valuta asing rendah, seperti sukuk global yang mencapai sebesar empat persen. Sementara itu, surat berharga negara (SBN) rupiah memiliki yield sebesar enam persen. “Padahal, dulu yield kita di atas 10 persen,” ujarnya.

Rahmat menambahkan credit default swap (CDS) juga dinilai cukup rendah sama dengan negara-negara yang masuk investment grade.

Dengan peringkat itu membuat aliran modal masuk ke Indonesia semakin tinggi. Modal masuk itu selain di portofolio investasi juga foreign direct investment (FDI) yang berpengaruh terhadap sektor riil. Diharapkan proyek infrastruktur dan proyek energi akan semakin banyak. “Hal itu akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat,” tambahnya.

Peringkat investment grade pernah diraih Indonesia pada 1997, namun setelah krisis 1998, peringkat tersebut turun. Setelah menunggu 14 tahun, peringkat investment grade itu akhirnya kembali diraih Indonesia.
Seperti diketahui, Indonesia akhirnya meraih peringkat investment grade setelah Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menaikkan peringkat long term foreign dan local currency Issuer Default Ratings (IDR) Indonesia menjadi BBB- dari BB+. Outlook atas kedua peringkat tersebut stabil. Sementara itu, country ceiling dinaikkan menjadi BBB, dan short term foreign currency IDR dinaikkan menjadi F3. (net/jpnn)