30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 14216

Batas Pembayaran Ganti Rugi Lahan Fly Over Berakhir

10 Persil Lahan yang Belum, Minta ke Pengadilan

MEDAN-Proses ganti rugi lahan pembangunan jembatan layang (fly over)  Simpang Pos berakhir, Kamis (15/12). Dari 130 lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan layang itu, masih terdapat sebanyak 10 persil lagi yang belum diganti rugi. Untuk itu, Pemko Medan akan segera melakukan konsinyasi ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Hari ini proses pembebasan lahan fly over berakhir, warga yang tidak mau menerimga ganti rugi silakan saja ambil ganti ruginya di pengadilan. Warga kita harapkan dapat menghargai harga yang sudah ditetapkan, karena itu hasil penelitian dari tim apresial,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, di sela-sela rapat kerja kesehatan daerah Kota Medan di Hotel Emerald, Kamis (15/12).

Menurutnya, setelah berakhirnya proses ganti rugi yang dilakukan Pemko Medan terhadap 120 persil lahan warga yang terkena pembangunan fly Over, maka Wali Kota Medan meyakini awal tahun 2012 mendatang sudah dapat dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Fly Over Jamin Ginting.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Medan, Syampurno menyebutkan proses konsinyasi ke Pengadilan Negeri Medan masih menunggu beberapa hari lagi. “Kemungkinan satu minggu lagi baru kita konsinyasi ke PN Medan. Sekarang masih proses tapi ganti rugi sudah berakhir, tinggal 10 lahan lagi yang belum dibebaskan,” terang Syampurno.
Disebutkannya, 10 persil lagi lahan yang belum dibebaskan ini merupakan lahan yang bermasalah. “Kebanyakan masalahnya karena urusan ahli waris yang belum tuntas,” tegas Syampurno.

Seorang warga di Jamin Ginting yang tidak bersedia menerima ganti rugi, Aprilita, tak memperdulikan Pemko Medan akan melakukan konsinyasi ke PN Medan. “Biarkan sajalah situ apa mau mereka. Kami tunggu saja konsinyasinya. Pengacara sudah kami siapkan untuk proses konsinyasi di pengadilan. Kami tetap bertahan dengan harga yang diinginkan. Sekarang kami sudah mempersiapkan bukti dan argumen untuk di pengadilan nanti,” tegasnya. (adl)

Musda I PD Pujakesuma Medan

3 Kandidat Calon Ketua Bersaing

MEDAN- Sehari menjelang Musyawarah Daerah (Musda) I Pimpinan Daerah (PD) Pujakesuma Medan, Minggu (18/12) mendatang, di Convention Room Pujasera Amaliun Medan, mencuat tiga kandidat calon Ketua PD Pujakesuma Medan.
Ketiga tersebut yakni, Drs H Sofyan Alwi, MHum (Kepala SMA Harapan Medan), Hendra DS (Wartawan Waspada/Ketua Bidang Politik & Ideologi MPW PP Sumut), dan Drs Indra Bhakti (wiraswastawan).

Ketua Panitia, Agus S menyebutkan, musda  yang akan diikuti sedikitnya 100 peserta dan peninjau dari 22 pengurus kecamatan se-Kota Medan itu, agenda utamanya adalah memilih pengurus baru PD Pujakesuma Kota Medan serta menyusun program kerja Pujakesuma Medan lima tahun mendatang.

Menurut Agus, Musda Pujakesuma Medan  dipercepat dari jadwalnya, mengingat Ketua PD Pujakesuma Medan Kompol Drs H Joko Susilo telah terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pujakesuma Sumatera Utara priode 2011-2016 pada Musywil-III Pujakesuma Sumut bulan lalu.

Selain memilih pengurus baru, Musda Medan juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi AD/ART Pujakesuma hasil penyempurnaan pada Mubes-III bulan lalu.

Sementara itu ketiga kandidat menyatakan kesiapannya memimpin PD Pujakesuma Kota Medan jika musda memang memberi amanat. Mereka sudah punya program andalan untuk menjadikan Pujakesuma Medan sebagai barometer PD Pujakesuma lainnya.

“Saya sangat siap dan sangat ikhlas, juga telah mempersiapkan program yang akan ditawarkan pada musda nanti,” ujar salah seorang kandidat, Hendra DS.(ari)

Musda I PD Pujakesuma Medan

3 Kandidat Calon Ketua Bersaing

MEDAN- Sehari menjelang Musyawarah Daerah (Musda) I Pimpinan Daerah (PD) Pujakesuma Medan, Minggu (18/12) mendatang, di Convention Room Pujasera Amaliun Medan, mencuat tiga kandidat calon Ketua PD Pujakesuma Medan.
Ketiga tersebut yakni, Drs H Sofyan Alwi, MHum (Kepala SMA Harapan Medan), Hendra DS (Wartawan Waspada/Ketua Bidang Politik & Ideologi MPW PP Sumut), dan Drs Indra Bhakti (wiraswastawan).

Ketua Panitia, Agus S menyebutkan, musda  yang akan diikuti sedikitnya 100 peserta dan peninjau dari 22 pengurus kecamatan se-Kota Medan itu, agenda utamanya adalah memilih pengurus baru PD Pujakesuma Kota Medan serta menyusun program kerja Pujakesuma Medan lima tahun mendatang.

Menurut Agus, Musda Pujakesuma Medan  dipercepat dari jadwalnya, mengingat Ketua PD Pujakesuma Medan Kompol Drs H Joko Susilo telah terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pujakesuma Sumatera Utara priode 2011-2016 pada Musywil-III Pujakesuma Sumut bulan lalu.

Selain memilih pengurus baru, Musda Medan juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi AD/ART Pujakesuma hasil penyempurnaan pada Mubes-III bulan lalu.

Sementara itu ketiga kandidat menyatakan kesiapannya memimpin PD Pujakesuma Kota Medan jika musda memang memberi amanat. Mereka sudah punya program andalan untuk menjadikan Pujakesuma Medan sebagai barometer PD Pujakesuma lainnya.

“Saya sangat siap dan sangat ikhlas, juga telah mempersiapkan program yang akan ditawarkan pada musda nanti,” ujar salah seorang kandidat, Hendra DS.(ari)

Sidang Kasus Korupsi Master Plan

Saksi Tak Pernah Bertemu Terdakwa Susi Anggraini

MEDAN-Sidang lanjutan dugaan korupsi anggaran Masterplan Kota Medan dengan terdakwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Susi Anggraini, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Medan,  Kamis (15/12).

Sidang yang dipimpin majelis hakim Ahmad Guntur,Jaksa Penuntut Umum Rehulina Purba, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Dirut PT Indah Karya Samuel.

Sidang berlangsung singkat karena terdakwa Susi Anggraini sakit. Hakim  meminta kuasa hukum terdakwa dan JPU untuk menanyakan saksi secara subtansial saja, atau langsung pada pokok perkara.

Didepan persidang, Samuel mengaku, kalau dirinya tidak kenal sama sekali dengan terdakwa Susi Anggraini selaku PPK pembuatan masterplan.

“Saya tidak mengenal terdakwa pak hakim.Saya hanya kenal nama saja itu dari laporam dan proposal pengerjaan proyek. Selama saya berada di Medan, kita tidak pernah bertemu,” ujar saksi di depan persidangan.(rud)

Makna Hijrah Dalam Hidup

Oleh: Ust. Ahmad Ilyas, S. Ag

Setelah Rasulullah Saw. dan para sahabat berhasil melakukan pembebasan kota Mekah yang kemudian disebut dengan Fathu Makkah dari penguasaan orang-orang Kufar Quraisy, kemudian beliau mengatakan: “ Tidak ada hijrah lagi setelah Fathu Makkah.”(HR. Bukhari). Hal ini berarti orang yang pindah dari Mekkah ke madinah atau sebaliknya tidak bisa lagi disebut hijrah seperti yang dahulu dilakukan oleh para sahabat beliau yang hijrah ke Madinah (Yastrib sebelumnya). Sebab, setelah Fathu Mekkah baik Mekkah dan Madinah sama-sama berada dalam kawasan yang haq. Namun demikian, hijrah yang tidak secara fisik tetap saja dituntut untuk dilakukan oleh setiap Muslim. Rasulullah bersabda:

“ Sesungguhnya hijrah itu dua macam. Yang pertama engkau meninggalkan keburukan dan yang kedua engkau berhijrah menuju Allah dan Rasul-Nya. Hijrah tidak pernah terputus selama taubat masih diterima, dan taubat masih diterima selama matahari belum terbit dari barat.” (HR.Ahmad)

Dari hadis di atas, semakin jelas bagi kita bahwa hijrah itu dapat kita kelompokkan menjadi dua, dan kedua-duanya harus kita laksanakan sampai ajal menjelang. Pertama adalah meninggalkan segala keburukan. Kedua yang merupakan hakikat hijrah adalah menuju Allah dan rasul-Nya.

Satu hal yag harus kita pahami dan kita sadari dalam hidup adalah bahwa setiap perintah Allah kepada kita pasti ada nilai kemaslahatan atau keuntungan yang akan kita peroleh bila melaksanakan perintah Allah Swt tersebut. Inilah yang bersifat mutlak bagi setiap Muslim. Hijrah secara jasmaniah yang tidak mutlak saja telah memberikan keuntungan bagi Rasulullah dan para sahabatnya. Apalagi bila kita mau terus melakukan proses hijrah secara ruhiyah. Paling tidak ada lima keuntungan yang akan Allah berikan kepada kita.

Pertama, memperoleh keluasan rezeki. Salah satu faktor yang membuat kita enggan melakukan hijrah dalam arti meninggalkan hal-hal yang tidak disukai Allah dan rasul-Nya adalah karena kekhawatiran tidak memperoleh keuntungan rizki. Sementara orang yang mampu melakukan hijrah telah Allah janjikan bagian rezekinya di dunia dan di akhirat. Firman Allah:

“ Dan barangsiapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak……”(QS.An-Nisa’:100)

Dengan demikian,  tidak ada alasan bagi kita untuk tidak selalu melakukan hijrah secara ruhiyah menuju Allah Swt.
Kedua, memperoleh ampunan dari kesalahan yang kita lakukan. Ada jaminan yang  sedemikian besar dari Allah Swt yang mestinya tidak membuat kita ragu-ragu lagi untuk melakukan hjirah, baik secara jasmaniah ataupun ruhiyah. Karena satuhal yang amat membahagiakan orag beriman adalah bila kita melakukan kesalahan ternyata Allah Swt masih mau memberikan ampunan kepada kita. Firman Allah:

“…..Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti akan Aku masukan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.”(QS.Al-Imran:195)

Ketiga, yang merupakan keuntungan berhijrah adalah ditinggikan kedudukan dan derajatnya. Hal ini karena orang-orang beriman mereka memiliki pendirian yang kuat dalam mempertahankan nilai-nilai kebenaran yang merupakan kunci kemuliaan bagi manusia. Orang seperti inilah yang akan ditinggikan kedudukan dan derajatnya di sisi Allah Swt. Firman Allah:

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sis Allah. Mereka itulah orang-orag yang memperoleh kemenangan.”(QS.At-Taubah:20)
Bilal bin Rabah, ya nama itulah barangkali yang dapat menginspirasi kita dari sekian banyak sahabat Rasulullah Saw yang ditinggikan kedudukan dan derajatnya di sisi Allah Swt. Berkat  keimanan dan keistiqomahannya, walaupun harus menanggung penderitaan bahkan ia harus ikut serta hijrah ke Madinah, namanya kemudian tercatat dalam sejarah Islam sampai saat ini bahkan hingga kiamat nanti.

Keempat, keuntungan dari hijrah adalah aka memperoleh kemenangan. Kemenangan dalam pertarungan antara yang haq dan yang batil (Assiro’ bainal haq wal bathil), kemenangan dalam melawan hawanafsu. Pada ayat di atas, orang yang berhijrah ditegaskan oleh Allah Swt adalah sebagai orang-orang yang memperoleh kemenangan. Oleh sebab itu, kemenangan atau keberhasilan ini merupakan modal yang amat berharga dalam upaya melanjutkan perjalanan hidup yang lebih baik, sebagaiamana yang dikehendaki Allah dan rasul-Nya.

“Wahai orang-orang yag beriman masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-lanhkah syaithon. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu.”(QS.2:208)

Kelima, keuntungan bagi orang berhijrah di jalan Allah Swt adalah akan dimasukkan ke dalam surga di akhirat nanti. Hal ini menunjukkan bahwa keuntungan hijrah tidak hanya bisa kita dapatkan di dunia saja, tapi juga keuntungan jangka panjang yaitu kebahagiaan hidup di akhirat dengan memperoleh kenikmatan surga. Firman Allah:
“Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti akan Aku masukan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.”(QS.Al-Imran:195)

Dengan melihat keuntungan yang akan diperoleh bagi orang yang berhijrah, maka sudah menjadi keharusan bagi kita untuk melakukannya dalam hidup ini, sebagai bukti dari keimanan kita yang benar. Dengan demikian, hijrah adalah merupakan tuntutan iman yang membuat seorang Muslim terangkat derajatnya di hadapan Allah Swt dan memperoleh rahmat-Nya di dunia dan akhirat. Amiin ya Robbal ‘Alamin. (*)

· Penulis adalah guru SD Islam An-Nizam Medan.
· Pemerhati persoalan pemuda dan remaja Kota Medan.

Muhasabah di Bulan Muharam

Perputaran waktu terus bergulir seiring dengan perputaran matahari. Dari hari ke hari, minggu ke minggu dan bulan ke bulan, tanpa terasa kita sampai pada suatu putaran bulan Muharam yang merupakan permulaan dari putaran bulan dalam kalender hijriyah. Banyak dari saudara kita yang menjadikan bulan Muharram ini sebagai momentum, sehingga memperingatinya merupakan suatu hal yang menjadi keharusan bahkan terkadang sampai keluar dari syari’at Islam. Padahah Rasul Shalallaahu Alaihiwassalam dan para sahabatnya serta ulama pendahulu umat tidak pernah melakukan hal tersebut.

Mestinya kita banyak bertafakur untuk bermuhasabah atas bertambahnya umur, karena sesungguhnya dengan bertambah-nya umur berarti hakekatnya berkurang kesempatan untuk hidup di dunia ini. Allah menciptakan kita hidup di muka bumi ini bukan untuk sia-sia. Tanpa tujuan yang jelas. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa Allah menciptakan makhluk bernama manusia tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya. Allah berfirman di dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 sebagai berikut:

Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu (beribadah kepadaKu).”

Hidup di dunia ini sementara bukan kehidupan yang abadi atau kekal, dan dunia ini hanya merupakan persinggahan, yang tujuannya adalah kehidupan yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat. Berkenaan dengan ini Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:

Artinya: “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (Al-A’la: 17).
Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia dengan segala gemerlapan dan keindahannya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kebaikan dan kekekalan kehidupan akhirat yang kekal abadi.

Maka seorang yang beriman kepada Allah, dia harus lebih memanfaatkan kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kehidupan yang abadi tersebut. Dan menjadikan dunia ini sebagai sarana menuju kehidupan akhirat yang lebih baik. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Hasyr: Artinya: “Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al-Hasyr: 18).

Lalu bekal apa yang akan kita bawa menuju kehidupan yang penuh dengan kebaikan tersebut? Dengan hartakah? Pangkatkah yang kita banggakan? Atau keturunankah? Saya keturunan raja, bangsawan atau kyai. Ternyata bukan itu semua, sebab Allah Maha Kaya, Maha Berkuasa dan Maha Suci tidak memandang yang lain dari hambaNya kecuali taqwa hambaNya. Sebagaimana Allah ingatkan dalam firmanNya:

Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu”.

Jelas bagi kita bahwa bekal yang harus kita persiapkan tiada lain hanyalah taqwa, karena taqwa adalah sebaik-baik bekal dan persiapan. Allah berfirman dan mengingatkan kita semua dalam surat Al-Baqarah:
Artinya: “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal”. (QS. Al. Baqarah: 197).

Sering kita mendengar kata takwa dari ustad, mubaligh dan para penceramah, namun bagi kebanyakan kita antara perbuatan dengan apa yang didengar tentang takwa jauh dari semestinya. Mengapa demikian? Di antara sebabnya mereka belum tahu hakekat takwa, tingkatan dan buah dari takwa tersebut. Sehingga hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri tanpa adanya perhatian penuh terhadap pentingnya bertakwa yang merupakan sebaik-baik bekal bagi kehidupan dunia ini terlebih kehidupan akhirat nanti.

Ar-Rafi’i menyatakan dalam Al-Mishbahul Munir Fi Gharibisy Syahril Kabir, “Waqahullahu Su’a” artinya Allah menjaga dari kejahatan. Dan kata Al-Wiqa’ yaitu segala sesuatu yang digunakan sebagai pelindung. Itulah arti takwa secara bahasa. Sedangkan takwa menurut syariat para ulama berbeda pendapat, namun semuanya bermuara pada satu pengertian, yaitu seorang hamba melindungi dirinya dari kemurkaan Allah, dan juga siksaNya. Hal itu dilakukan dengan melaksanakan yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangNya. Ibnu Qayyim menyatakan, hakikat takwa adalah mentaati Allah atas dasar iman dan ihtisab, baik terhadap perkara yang diperintahkan ataupun perkara yang dilarang. Maka dia melakukan perintah itu karena imannya terhadap apa yang diperintahkanNya disertai dengan pembenaran terhadap janjiNya, dengan imannya itu pula ia meninggalkan yang dilarangNya dan takut terhadap ancamanNya.

At-Takwa dalam Al-Qur’an mencakup tiga makna yaitu: pertama: takut kepada Allah dan pengakuan superioritas Allah. Hal itu seperti firmanNya:

Artinya: “Dan hanya kepadaKulah kamu harus bertakwa.” (Al-Baqarah: 41).
Kedua: Bermakna taat dan beribadah, sebagaimana firmanNya:
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa”. (Ali Imran: 102).

Ibnu Abas Radhiallaahu anhu berkata, “Taatlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketaatan.”
Mujahid berkata, “Takwa kepada Allah artinya, Allah harus ditaati dan pantang dimaksiati, selalu diingat dan tidak dilupakan, disyukuri dan tidak dikufuri.”

Ketiga, dengan makna pembersihan hati dari noda dan dosa. Maka inilah hakikat takwa dari makna takwa, selain pertama dan kedua. Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang mentaati Allah dan rasulNya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepadaNya maka mereka itulah orang yang beruntung”. (An-Nur: 52).
Para mufassir juga berkata, bahwa takwa mempunyai tiga kedudukan:

  1. Memelihara dan menjaga dari perbuatan syirik
  2. Memelihara dan menjaga dari perbuatan bid’ah
  3. Memelihara dan menjaga dari perbuatan maksiat.

Sehingga seorang disebut muttaqin, selalu berusaha sungguh-sungguh berada dalam keadaan taat secara menyeluruh, baik dalam perkara wajib, nawafil (sunnah), meninggalkan kemaksiatan berupa dosa besar dan kecil. Serta meninggalkan yang tidak bermanfaat karena khawatir terjerumus ke dalam dosa, itulah cakupan takwa sebagaimana dimengerti oleh salafush shalih.

Apa yang kita dapatkan bila bertakwa kepada Allah?

Allah Ta’ala menjanjikan kepada kita, akan berada dalam kebahagiaan hidup didunia dan akhirat. Di antara janji Allah yang merupakan buah dari takwa adalah memberikan jalan keluar dan mendatangkan rizki. Allah Ta’ala berfirman:
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (At-Thalaq: 2-3).

Mengadakan jalan keluar artinya menyelamatkannya dari setiap kesulitan di dunia dan akherat. Ibnu ‘Uyainah berkata itu artinya, ia mendapat keberkahan dalam rizkinya. Dan Abu Sa’id Al-Khudri berkata: Barangsiapa berlepas dari kuatnya kesulitan dengan kembali kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dari beban yang ia pikul. “ (Jami Ahkamiil Qur’an, VIII: 6638-3369, secara ringkas) Dan balasan bagi mereka di akhirat yang jelas adalah akan mewarisi tempat yang merupakan dambaan setiap insan yaitu Surga dengan segala kenikmatannya. Allah Ta’ala berfirman:

“Itulah Surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang selalu bertakwa” (Maryam: 63).
Demikianlah kita sebagai hamba Allah, sudah semestinya dalam menghadapi bulan Muharam ini dengan bertafakkur, sudah sejauh mana persiapan kita menghadapi kehidupan yang abadi tersebut. Yang terkadang kita begitu bersemangat dan penuh antusias menggapai kehidupan yang fana ini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Oleh Faqihuddin (alsofwah.or.id)

Indonesia Setara Negara Maju

Masuk Investment Grade, Pertama Sejak Krismon

Perekonomian Indonesia mendapat kado yang ditunggu-tunggu di akhir tahun. Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings kemarin menaikkan rating Long-Term Foreign- dan Local-Currency Issuer Default Ratings (IDR) Indonesia menjadi BBB- dari semula BB+.

Fitch memberi outlook Stabil atas kedua peringkat tersebut. Dengan demikian, untuk kali pertama sejak krisis moneter 1997, Indonesia masuk jajaran investment grade (negara yang masuk dalam pantuan radar investor global) sebagaimana disandang negara-negara maju.

“Kenaikan peringkat ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, rasio utang publik yang rendah dan terus menurun, likuiditas eksternal yang menguat, dan kerangka kebijakan makro yang hati-hati,” kata Director Group Fitch’s Asia-Pacific Sovereign Ratings Philip McNicholas dalam keterangan resminya kemarin.

Menanggapi itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, upgrade peringkat utang membuktikan keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi makro sekaligus mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi. “Dengan memasuki investment grade level ini, diharapkan penguatan fundamental ekonomi dan reformasi struktural terus berlanjut,” sebut Darmin.

Pasca krisis moneter, Indonesia sempat terjerembab dalam rating selective default karena pernah meminta penundaan pembayaran utang melalui Paris Club. Kini, Indonesia kembali menyandang predikat investment grade. Fitch memproyeksikan pertumbuhan PDB rata-rata lebih dari 6,0 persen per tahun selama periode proyeksi atau hingga 2013. Hebatnya, proyeksi optimistis itu disematkan ketika kondisi ekonomi global yang kurang kondusif. Ekonomi Indonesia berorientasi domestik dan keberhasilan menciptakan pertumbuhah ekonomi yang relatif kuat tanpa menimbulkan ketidakseimbangan eksternal.

Indonesia juga tidak bergantung pada pendanaan eksternal jangka pendek.
Menurut Fitch, ini memperlihatkan prospek pertumbuhan ekonomi akan tahan terhadap guncangan eksternal sebagaimana terjadi pada 2008. Utang publik yang rendah dan suku bunga riil yang positif, bakal menyediakan fleksibilitas kebijakan untuk merespons pelambatan ekonomi.

Tingkat kepercayaan yang lebih tinggi atas kerangka kebijakan makro merupakan kunci dari kenaikan peringkat RI. Toleransi terhadap penguatan mata uang nominal dalam kerangka kebijakan moneter, dan kesediaan untuk mengetatkan kebijakan jika inflasi mencapai single digit yang tinggi, serta kebijakan fiskal yang hati-hati memperkuat dasar kenaikan peringkat.

Rasio utang pemerintah bruto terhadap PDB diperkirakan akan turun dari 26 persen pada akhir 2010 menjadi 25 persen pada akhir 2011. Ini jauh dibawah median BBB yaitu 36 persen.

Meski demikian, Fitch mengingatkan, perlu perbaikan kelemahan struktural yang sudah berlangsung lama. Seperti, pendapatan rata-rata yang rendah. Rata-rata pendapatan kini adalah USD 3.600, jauh dari rata-rata peringkat -BBB- USD 9.800 pada 2011. Masalah lain adalah yang mempengaruhi iklim bisnis, termasuk infrastuktur yang lemah dan masih adanya masalah korupsi. Fitch berpendapat kondisi politik telah menjadi kurang kondusif terhadap reformasi. Ini membuat profil kredit sovereign Indonesia kemungkinan akan tetap berada pada kisaran -BBB- yang lemah untuk sementara waktu. Sehingga, ditetapkan Outlook Stabil pada peringkat ini.(sof/kim/jpnn)

Bangun Kesehatan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Wali Kota Buka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kota Medan

Pembangunan di bidang kesehatan merupakan satu tujuan penting dalam melahirkan kesejahteraan rakyat di era globalisasi.

Apalagi, bidang kesehatan termasuk satu bidang yang tercantum dalam kesepakatan millenium development goals  (MDG’S).

Demikian dikatakan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM dalam acara pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kota Medan 2011, Kamis (15/12) di Emerald Garden. Dalam kegiatan itu, dihadiri Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi dan narasumber dari Jakarta seperti drg  M Kamrul Zaman, serta sejumlah peserta dari jajaran Dinas Kesehatan Kota Medan, seperti Kepala Puskesmas se-Kota Medan, kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan pemerhati kesehatan.

Rahudman mengatakan, pemerintah daerah melalui sistem desentralisasi dan otonomi daerah diberikan wewenang dalam menyelenggarakan dan mengelola kesehatan. Dengan adanya sistem itu, hampir di seluruh sektor termasuk kesehatan, diharapkan mampu melakukan percepatan pembangunan di bidang kesehatan. Sedangkan Kota Medan terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meliputi isu penurunan angka kematian ibu dan anak, gizi buruk, pelayanan  dan pelayanan rumah sakit, penyakit menular dan lainnya.

Orang nomor satu di Kota Medan ini mengharapkan, melalui Rakerkesda mampu meformulasikan program yang menjawab tantangan isu kesehatan dan bisa menjadi bagian dalam peningkatan derajat kesehatan serta terjalinnya kerja sama dengan berbagai sektor dan institusi yang memiliki komitmen tinggi terhadap masalah kesehatan di Kota Medan.

“Rapat kerja ini dalam rangka lebih meningkatkan sinergitas bagi seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kota Medan dan steakholder seperti PKK, lembaga swadaya masyarakat (LSM), pemerhati kesehatan dan rumah sakit agare bisa bebar-benar menjadikan masyarakat terlayani dengan berbagai kemudahannnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan upaya meningkatkan derajat kesehatan ini tergantung bagaimana komitmen semua pihak, sehingga yang terpenting adalah agar seluruh jajaran kesehatan Kota Medan termasuk, PKK, kader-kadernya mampu bersinergi membangun perbaikan pelayanan yang semakin dirasakan dan dinikmati masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Medan dr Edwin Effendi MSc melaporkan, tujuan dari Rakerkesda untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Medan, menetapkan arah strategi, memfokuskan kinerja masalah kesehatan, terjalinnya kerja sama dengan berbagai sektor di bidang kesehatan, dan sebagai persiapan program kerja kesehatan dengan skala prioritas yang objektif di tahun mendatang.

“Kegiatan Rakerdakes ini berlangsung selama dua hari kerja dengan peserta sebanyak 150 orang, sasaran yang diharapkan bisa tercapainya komitmen dan kesepakatan dari peserta agar tercapainya MDG’S,” cetusnya.(adl)

Sertifikasi Guru Agama Swasta Belum Dibayar

082168059xxx

Uang sertifikasi guru agama swasta SLTA se-Kota Medan 2011-2012 belum dibayar Kemenag Kota Medan. Kepada Yth Bapak Kakan Kemenag Kota Medan. Kami atas nama guru Agama Swasta se-Kota Medan menanyakan kepada Bapak mengapa sampai hari ini kami belum juga menerima hak kami? Sedangkan pemberkasan kedua pun kami sudah kirim beberapa bulan yang lalu. Ada apa sebenarnya Pak? Mohon jangan sampai kami melakukan demo yang pada gilirannya akan mengganggu KBM dan merugikan anak murid. Demikian kami sampaikan, terimakasih dan mohon perhatian Bapak DPRD Kota Medan dan thanks kepada Sumut Pos, semoga jaya terus.

Harap Bersabar

Terima kasih atas informasi dan pertanyaan yang disampaikan kepada kami. Dapat saya jelaskan, tidak serta merta semua guru yang sudah tersertifikasi langsung dapat dana sertifikasi tersebut. Namun, guru-guru yang menerima dana sertifikasi tersebut adalah guru-guru yang sudah memiliki Nomor Register Guru (NRG). Nah, jika sudah ada NRG baru dananya bisa diamparah. Selain itu, ada lagi revisi anggaran dari pusat. Inilah kendala-kendala yang sering kita hadapi dalam penyaluran dana sertifikasi tersebut.

Sedangkan mengenai adanya guru-guru yang sudah menerima dan ada yang belum, mungkin ada yang mendahulukan, atau bisa juga guru-guru tersebut memang sudah punya NRG. Karenanya, saya mengimbau agar guru-guru tersebut bersabar. Jika belum ada NRG-nya, maka tunggulah NRG tersebut keluar, baru dana sertifikasi tersebut bisa dicairkan.

Syariful Mahya Bandar
Kepala Kanwil Kemenag Sumut

Kemenag Harus Transparan

Berdasarkan laporan dan jawaban mengenai keluhan guru-guru agama ini, saya menilai masalah sertifikasi ini dikelola secara tidak transparan. Buktinya, masih ada guru-guru yang mempertanyakannya, karena mereka merasa berhak menerimanya. Saya juga melihat, komunikasi dan informasi yang terjalin antara Kemenag dengan guru-guru tidak transparan. Untuk itu, kita meminta Kemenag harus mempublikasikannya kepada guru-guru secara transparan sehingga mereka mengetahui apakah mereka sudah berhak atau belum menerima dana sertifkasi tersebut. Guru-guru juga harus proaktif mencari informasi ke Kemenag seperti apa prosedurnya dan segera lengkapi persyaratannya, sehingga tak terjadi lagi keterlambatan pencairan dana sertifikasi tersebut.

H Salman Alfarisi Lc MA
Anggota Komisi B DPRD Kota Medan

Medan, Metropolitan dengan Udara Terbersih

Raih Penghargaan Langit Biru dari Menteri Lingkungan Hidup

JAKARTA-Wajah Wali Kota Medan Rahudman Harahap sumringah. Rabu (14/12), dia kembali menerima Penghargaan Langit Biru untuk kategori Kota Metropolitan dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) Balthazar Kambuaya.

Kota Medan selevel dengan Kota Surabaya dan Kota Jakarta Timur, yang juga meraih penghargaan serupa. Tiga Kota ini dinilai berhasil menekan konsumsi bahan bakar minyak dan menurunkan emisi gas.

Hanya skor nilai yang berbeda yakni Surabaya dengan nilai 7,21, Kota Medan dengan nilai 6,72, dan Kota Jakarta Timur 6,57.

Menteri LH Balthazar Kambuaya menjelaskan, penghargaan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah pemanasan global dan perubahan iklim, yang sudah menjadi isu dunia.

“Kami berharap program Langit Biru bisa mendorong upaya menurunkan konsumsi bahan bakar minyak dan mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujar Balthazar Kambuaya saat acara penyerahan hadiah simbolis berupa sepeda kepada pemenang, di Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurut Kambuaya, kualitas udara penting karena bisa mendukung pembentukan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, mulai dari tingkat pusat, provinsi, sampai kabupaten dan kota, wajib menyediakan udara yang bersih dan segar. “Kewajiban tadi merupakan amanah yang diberikan bangsa kepada pemerintah,” tegas mantan rektor Universitas Cendrawasih itu.
Kambuaya menjelaskan, selain harus menyediakan udara berkualitas bagus, pemerintah juga wajib menyediakan air yang layak minum. Tidak ketinggalan juga menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat. Khusus untuk kondisi udara, menteri pengganti Gusti Muhammad Hatta itu mengatakan sulit sekali dipantau. “Jika air gampang. Jika dilihat keruh berarti tidak layak,” terangnya.

Untuk itu, program Langit Biru ini cukup penting karena membantu pemerintah setempat mengetahui kondisi kualitas udara. Bagi daerah yang kualitas udaranya masih buruk, diharapkan bisa segera meningkat dengan cepat.

Bagaimana mekanisme penilaiannya? Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Karliansyah, menjelaskan, aspek yang dinilai meliputi aspek  fisik dan nonfisik.

Untuk aspek fisik, tim penilai melakukan uji emisi kendaraan bermotor selama tiga hari di masing-masing kota. Penelitian ini dilakukan serentak di tiga ruas jalan raya yang sudah ditetapkan. Hal-hal yang dipantau adalah kondisi SO2, CO, NO2, HC, dan PM10. Setiap harinya, uji emisi dilakukan terhadap 500 kendaraan pribadi.

Tim penilai juga melakukan pengukuran kualitas udara di jalan raya utama masing-masing kota. Kerapatan kendaraan yang melaju di jalan raya juga menjadi bagian penilaian.

Karliansyah menjelaskan, untuk aspek nonfisik, tim penilai mengkaji upaya Pemko dalam pengurangan polusi. Kebijakan masalah transportasi yang ramah lingkungan juga menjadi aspek penilaian nonfisik. “Tim melakukan penilaian pada Maret hingga September 2011,” terang Karliansyah.

Sayang, Karliansyah tidak menjelaskan tiga ruas yang dinilai oleh tim penilai. Namun, jika mengarah pada program car free day yang digelar Pemko Medan maka tersebutlah beberapa ruas jalan yang dimaksud seperti Jalan Suprapto, Multatuli, Haji Misbah, Saman Hudi, Sudirman, Imam Bonjol, Cut Nyak Din, A Rivai, Agus Salim, Sam Ratulangi, Selamat Riadi, Linggar Jati, Suryo, Juanda, Walikota, S Parman, Uskup Agung, DR Cipto, Cit Dik Tiro, Hang Kesturi, dan Gatot Subroto.

Selain kategori Kota Metropolitan, KLH juga membuat penilaian untuk kategori kota besar. Untuk kategori ini, Kota Surakarta mendapatkan nilai tertinggi dengan nilai 8,42, disusul Kota Batam (8,31) dan Kota Malang (7,53).

Program langit biru ini sendiri diikuti 26 kota metropolitan. Antara lain, lima kota di DKI Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Bandung, Tangerang, Makassar, Palembang, dan Bekasi. Kemudian, untuk kota besar, ada 12 kota yang bersaing. Antara lain, Surakarta, Batam, Malang, Bogor, Yogyakarta, Denpasar, Samarinda, Banjarmasin, dan Padang.

Terkait dengan penghargaan ini, Rahudman Harahap berujar keberhasilan tersebut tak lain adalah hasil dari kerja sama segala lini. “Jadi mari kita terus menjalin kebersamaan dengan masyarakat dengan membulatkan tekad, hanya dengan kebersamaan kota ini dapat kita bangun,” kata Rahudman ketika membuka Jambore Posyandu Kota Medan 2011 di Jalan Karya Wisata, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Selasa (13/12) lalu.

Sebelumnya Medan meraih penghargaan Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaaan Umum Kategori Kota Metropolitan dari Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan penghargaan ICT Pura Tahun 2011 dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tifatul Sembiring.

Menariknya tidak hanya Medan yang mendulang prestasi. Langkat dan Deliserdang juga mendapat penghargaan dari pemerintah pusat belum lama ini. Kabupaten Langkat menerima penghargaan dalam hal peningkatan produksi beras nasional. Penghargaan berlabel Atyalancana Wirakarya yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian Suswono di Ruang Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan kepada Bupati Langkat Ngogesa Sitepu. Sedangkan Deliserdang meraih Adhikarya Pangan Nusantara.

Bupati Deliserdang Amri Tambunan bersama 15 kepala daerah lain meraih penghargaan ini di kategori pembina ketahanan pangan. (sam/adl)

Kota dengan Udara Terbersih

Kota Metropolitan

  1. Surabaya (7,21)
  2. Medan  (6,72)
  3. Jakarta Timur (6,67)

Kategori Kota Besar

  1. Kota Surakarta (8,42)
  2. Kota Batam (8,11)
  3. Kota Malang (7,53)

Aspek Penilaian Fisik

  1. Uji emisi kendaraan bermotor selama tiga hari di masing-masing kota. Setiap harinya, uji emisi dilakukan terhadap 500 kendaraan pribadi
  2. Pengukuran kualitas udara di jalan raya utama masing-masing kota
  3. Kerapatan kendaraan yang melaju di jalan raya

Nonfisik

  1. Mengkaji upaya Pemko dalam pengurangan polusi
  2. Kebijakan masalah transportasi yang ramah lingkungan

Waktu Penilaian

  • Maret hingga September 2011

Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup