32 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14233

Akibat tak Punya Uang Buat Pulang Kampung

Diduga tidak memiliki uang untuk pulang kampung, Salomo Sinamo (25), warga Phakphak Barat ini nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Pria lajang yang menyewa kamar di kawasan Jalan Jamin Ginting KM 7,5, tepatnya di Doorsmer 366 ini, ditemui tewas tergantung di kamar kosnya, Senin (2/1) pagi pukul 09.00 WIB.

Diakui sejumlah warga sekitar, kalau korban yang bekerja di doorsmer tersebut tidak memiliki sanak famili di Kota Medan. Dari pengakuan Boru Sembiring, sebelum meninggal, korban sempat mengadu kepadanya terkait permintaan ayah korban yang memintanya pulang ke kampung.

“Ayahnya dan saudara kandungnya nelpon dia minta supaya pulang ke kampung. Tapi dia mengaku tidak punya uang untuk ongkos pulang, mungkin itu yang buat dia stres dan nekat gantung diri,” sebut Boru Sembiring.

Korban ditemui tidak bernyawa setelah pemilik kos dan sejumlah warga curiga karena korban tak keluar kamar sejak Minggu (1/1). Namun hingga Senin (2/1) pagi pukul 08.00 WIB, korban tak juga keluar kamar. “Kami mencoba bangunkan dia. Tapi dia nggak dengar saat kami panggil. Saat kami intip dari jerjak jendela, kami lihat ada kain panjang tergantung,” ungkap warga bermarga Simamora.

Melihat kecurigaan tersebut, warga lalu mengabarkan kejadian tersebut kepada petugas kepolisian. Ketika didobrak oleh petugas kepolisian, korban ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi tergantung. Selanjutnya, jasad korban diboyong ke Rumah Sakit Adam Malik untuk menjalani otopsi.(uma)

2012, Tahun Pemantapan Kerukunan

Refleksi Akhir Tahun dan Rapat Kerja FKUB Kota Medan

KETUA Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumut Dr H Maratua Simanjuntak memberi apresiasi atas kerukunan umat beragama di Medan sepanjang tahun 2011. Karena tahun 2012 dijadikan sebagai tahun pemantapan kerukunan umat beragama di Sumut termasuk Medan.

Ungkapan ini disampaikan Maratua Simanjuntak saat menghadiri acara refleksi akhir tahun dan rapat kerja FKUB Kota Medan di Hotel Garuda Medan, Jumat (30/12) malam. Turut hadir Ketua FKUB Kota Medan Prof Dr H Syahrin Harahap MA, Ketua MUI Kota Medan Prof Dr HM Hatta, Pelaksana Kepala Kamenag Medan Wahyu, Sekum PGI Medan Pdt LD Manulang, tokoh agama Buddha Piter Lim dan undangan lain.

Maratua mengakui, tahun 2011 merupakan masa cemerlang kerukunan umat beragama di Medan. Melalui kerukunan ini dapat menyatukan masyarakat Medan sehingga memudahkan meraih tujuan yang diinginkan masyarakat.
‘’Kerjasama masyarakat, dewan penasehat, pemerintah, pimpinan majelis agama kiranya dapat terus ditingkatkan. FKUB Medan telah memiliki donasi yang besar dan kantor tetap sedangkan daerah lain ada yang tidak memiliki donasi untuk operasinya,’’ kata Maratua.

Apresiasi serupa juga dikemukakan Ketua MUI Kota Medan Prof Dr HM Hatta. ‘’Kerjasama pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan FKUB Kota Medan harus terus ditingkatkan untuk menjaga kerukunan,’’ harapnya.

Dr Arifinsyah menambahkan, Medan sebagai icon kerukunan di Sumut. Namun ancaman terhadap kerukunan, lanjut Arifinsyah, bisa diganggu oleh gerakan radikalisme yang berlindung atas nama hak azasi manusia. ‘’Lebih sulut mempertahankan dari pada membangun kerukunan,’’ ucapnya.

Pelaksana Kepala Kamenag Medan Wahyu mengatakan FKUB Kota Medan sebagai wadah para tokoh agama agar terus memotivasi umat untuk semakin dekat dengan agama dan mencintai orang lain.

Dua tokoh agama Kristen, Pdt LD Manullang dan tokoh agama Buddha, Piter Lim juga memberi apresiasi terhadap kerukunan di Medan.  Atas berbagai apresiasi dan masukan yang disampaikan, Ketua FKUB Kota Medan Prof Dr Syahrin Harahap MA mengatakan, pihak akan semakin memperbanyak dialog dengan masyarakat menengah ke bawah.
Dalam kesempatan ini, Syahrin mengemukakan lima langkah  ‘Medan Membangun Icon Kerukunan Indonesia’ diantara pemerintah, pemuka agama dan masyarakat memberi partisipasi dan kepeloporan dalam mewujudkan Kota Medan sebagai icon masyarakat harmonis Indonesia. “Pemerintah memberi perhatian yang serius terhadap kerukunan dan melakukan cepat tanggap dan deteksi dini terhadap terhadap fenomena keretakan,” pungkasnya. (dmp)

Tak Selalu Bercerita Tentang Cinta

Sunday Monday, Selalu Berprestasi di Ajang Festival Band

Sunday Monday adalah band pendatang baru beraliran hiprock yang berdiri pada 9 November 2011 di Sumatera Utara, tepatnya di Rantau Prapat. Lagu-lagu mereka tak selalu bertemakan tentang cinta, tapi juga sarat dengan pesan-pesan sosial dan motivasi bagi para pendengarnya, sehingga dapat dinikmati semua kalangan.

Dalam penuturan Roby kepada Sumut Pos, Minggu dan Senin merupakan hari yang bersejarah bagi mereka, karena di hari itulah pertama kali mereka manggung dan diundang menjadi guest star di sebuah even. Hal itu juga yang membuat mereka memilih nama Sunday Monday sebagai nama band mereka.

Band yang dimotori Harris Wianda sebagai vokalis I, Adistia sebagai vokalis II, Roby Handika sebagai gitaris, Azwarsyah sebagai keyboardist, Herri Azlan sebagai bassist, dan Yousrizal Amree sebagai drummer ini telah berhasil mengeluarkan enam single. “Sejauh ini kita punya enam single hits yaitu Just Wanna Say, Go Away, Hypocritical, Secret, Tak Hanya Bermimpi, dan Tentukan Harimu,” tutur Roby yang akrab disapa Oby ini.

Salah satu single mereka yang berjudul “Just Wanna Say” bahkan dipercayai oleh Opique’s Picture untuk mengisi soundtrack film indie yang berjudul “Gak Belok Lagi” yang akhirnya terpilih sebagai juara II pada festival film anak 2010.

“Ini sebuah penghargaan yang cukup berarti bagi Sunday Monday untuk ke depan menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi,” tegas Wianda sang vokalis.

Enam cowok dalam band Sunday Monday sudah sering tampil di beberapa kota, dan mereka tampil dengan membawakan lagu sendiri. Meskipun terbilang cukup baru di industri musik, prestasi mereka tidak bisa dibilang sedikit. Mereka sering meraih juara di berbagai festival band, seperti juara I Festival pelajar yang diadakan di Rantau Prapat 2007, juara II IM3 Musik Festival yang diadakan di Rantau Prapat 2008, juara I Festival Honda yang diadakan di Merdeka Walk 2010, juara harapan I LA Light Find the Light 2007 di Rantau Prapat, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sunday Monday juga sering diminta sebagai opening konser band- band besar di kota asal mereka. Semua personil Sunday Monday masih duduk dibangku kuliah, namun mereka tetap semangat dan dapat membagi waktu mereka dengan seimbang untuk ngeband. “Pendidikan tetap prioritas utama,” pungkas Yousrizal.
Pelajaran bagus buat kita yang niat ngeband nih, bahwa kita harus tetap semangat!!! (jul)

Masuki Tahun 2012 Harga Sembako Masih Normal

MEDAN – Memasuki awal tahun 2012, harga bahan pokok di Kota Medan cenderung normal dan mengalami penurunan. Seperti yang terlihat di Pusat Pasar Medan, Senin (2/1), tidak ada peningkatan yang signifikan terhadap harga sembako.

Salah seorang pedagang di Pasar Central, Agustina (30) mengaku harga sembako yang dijualnya masih normal dan biasa saja. Seperti bawang putih perkilo Rp10 ribu, bawang merah perkilo Rp12 ribu, cabai merah perkilo Rp32 ribu dan cabai rawit perkilonya Rp20 ribu.

“Nggak naik harganya. Biasa aja, apalagi usai tahun baru ini, sebagian warga Kota Medan masih bepergian karena inikan masih suasana libur. Otomatis rendah permintaan, harga juga cenderung stabil.

Memang kita akui, untuk stok barang, sangat minim. Tapi itu nggak mempengaruhi harga. Paling yang naik turun itu cuma cabai merah, naiknya juga nggak mahal kali, ya naik 5 ribuan lah,” katanya.

Sementara untuk harga sayur-sayuran, mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Seperti tomat perkilonya Rp6 ribu, kentang perkilo Rp4 ribu, timun perkilo Rp4 ribu, sayur kol perkilonya Rp5 ribu dan sayur sawi perkilo Rp7 ribu. Rata-rata kenaikan mencapai Rp1.500 hingga Rp2 ribu per kilo.

“Ya naiklah harganya, stok barang kita minim, yang mau beli sayur banyak, otomatis harganya naik. Tapi naiknya harga sayur nggak ada pengaruhnya sama pergantian tahun. Memang barangnya lagi kosong dan yang mau beli banyak,” ucap Dona, pedagang sayur di Pasar Central.

Lain halnya dengan harga beras. Kenaikan harganya tidak begitu tinggi. Seperti beras IR perkilonya Rp1500, beras kuku balam perkilonya Rp9300, beras ramos perkilonya Rp9000.

“Memang harga beras lagi naik, tapi nggak tinggi kali naiknya. Ya berkisar naik Rp300-an. Tapi saat natal kemarin, memang harga beras sempat melambung. Tapi sekarang normal lagi,” ucap Asiong, pedagang beras di Pusat Pasar.
Terpisah, salah seorang pembeli, Aisyah mengaku, sejumlah sembako yang dibelinya masih dengan harga normal. Namun diakuinya untuk harga sayur sendiri, mengalami kenaikan. “Harga sayur yang paling mahal. Kalau yang lainnya, masih biasa-biasa aja harganya. Kalau sayur-sayuran memang melambung harganya. Saya aja yang biasanya beli sayur sampai 2 Kg, sekarang cuma beli 1 kilo aja. Nunggu harganya turun lah, nanti baru beli banyak,” beber Aisyah. (mag-11)

Layanan Data Telkomsel Melonjak 300 Persen

Gaya hidup masyarakat yang sudah semakin digitalize dan mobile, terbukti dari peningkatan trafik layanan data yang digunakan. Telkomsel mencatat konsumsi layanan data pelanggan pada saat Tahun Baru 2012 meningkat hampir 300 persen dibandingkan dengan Tahun Baru 2011.

Minat masyarakat terhadap layanan data ini menjadi arah dan fondasi transformasi industri telekomunikasi seluler di tahun-tahun mendatang.

Trafik layanan komunikasi Telkomsel saat akhir tahun 2011 dan Tahun Baru 2012 mengalami lonjakan yang signifikan. Layanan data mengalami peningkatan tertinggi dibanding dengan Tahun Baru 2011, yaitu 280.4 persen (213 terra bytes). Layanan ini meningkat hampir 100 persen dibandingkan dengan pemakaian di hari normal 2011.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, peningkatan konsumsi layanan data ini menunjukkan bahwa arah perkembangan gaya hidup masyarakat akan lebih banyak menggunakan layanan berbasis data.

“Telkomsel telah mempersiapkan diri dengan sangat baik dalam proses transformasi bisnis telekomunikasi seluler di Indonesia. Kami menyiapkan infrastruktur dari sisi jaringan dan inovasi produk-layanan, dengan 44 ribu BTS dan lebih dari 9000 node (BTS 3G). Telkomsel fokus pada pengembangan jaringan 3G/HSDPA/HSPA+. Saat ini kami memiliki 45 broadband city, dan di tahun 2012 kami menargetkan akan memiliki 100 broadband cities,” ujarnya.
Trafik layanan data tertinggi terjadi di wilayah Jabodetabek (60.6 terra bytes). Sejalan dengan tingginya pemakaian layanan data, layanan MMS Telkomsel juga mengalami peningkatan trafik 2.58 juta MMS atau naik sebesar 1,5 kali lipat dibandingkan dengan hari normal.

Layanan dasar komunikasi (voice dan SMS) turut mengalami lonjakan, di mana trafik voice meningkat hingga1,99 milyar menit (naik 112.6% dibanding trafik di hari normal). Trafik SMS meningkat hingga 1,82 milyar SMS (naik 136%). Trafik layanan SMS tertinggi terjadi di wilayah Jabodetabek (693 juta SMS). Wilayah Indonesia Timur (Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya) sebesar 342 juta menit. (sih)

Cabai Sumbang Inflasi Sumut

Selama bulan Desember 2011, Sumatera Utara mengalami inflasi sebesar 0,53 persen. Bahkan, seluruh kota IHK (Indeks Harga Konsumen) yang ada di Sumut juga mengalami inflasi. Seperti Medan, mengalami inflasi sebesar 0,46 persen, Pematang Siantar 0,57 persen, Sibolga 1,82 persen, dan Padang Sidempuan sebesar 0,63 persen.
Inflasi yang terjadi di Desember ini, sesuai dengan prediksi para pengamat ekonomi. Desember, selain dianggap sebagai bulan liburan, juga dalam bulan ini ada perayaan keagaaman. Dan dalam menyambut perayaan agama, pada umumnya kenaikan harga selalu menyertai.

“Inflasi yang dialami sesuai dengan prediksi, karena pada bulan ini ada Natal dan tahun baru, yang identik dengan kenaikan harga,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Utara Suharno, kemarin (2/1).

Berbagai komoditas yang ikut menyumbang dalam kenaikan inflasi ini, seperti cabai merah, cabai rawit, beras, dan lainnya. “Untuk baju, kebutuhan tahun baru juga mengalami kenaikan harga, seperti celana panjang jeans, kemeja pendek katun, baju kaos, t-shirt, dan upah pembantu rumah tangga,” tambah Suharno.

Cabe merah dan cabe rawit selalu penyumbang tertinggi dalam inflasi. Untuk bulan Desember 2011, cabai merah naik sebesar 10,89 persen dan cabai rawit naik sebesar 21,20 persen. Sedangkan beras, hanya menyumbang sekitar 0,52 persen.

Menurut Dosen Ekonomi Universitas HKBP Nommensen Parulian Simanjuntak, mengatakan, kenaikan harga cabai pada Desember ini merupakan sebuah kewajaran. Mengingat adanya perbedaan siklus tanam di petani. “Mungkin saat mendekat musim Natal dan tahun baru, petani sudah tidak menanam, jadi barang tidak ada sementara penawaran banyak, jadi jelas bila harga naik,” ungkap Parulian.

Menurutnya, kebutuhan yang tidak sama dengan penawaran yang mengakibatkan harga menjadi tidak naik dipasaran. “Kita Indonesia, apalagi di Medan, sangat menyukai cabai, jadi wajar bila harga yang naik itu cabe, karena selain dibutuhkan, cabai kan tidak tahan lama, jadi masyarakat pasti membeli,” tambah Parulian.

Inflasi pada Januari- Desember ini, pada masing-masing kota sebagai berikut, Medan 3,54 persen, Pematang Siantar 4,25 persen, Sibolga, 3,71 persen, dan Padang Sidempuan 4,66 persen. Sementara itu, Inflasi Sumut selama Januari-Desember 2011 sebesar 3,67 persen. (ram)

Salurkan Dana P3L Rp243,85 Juta

Triwulan IV/2011, PLN Pembangkit SBU

MEDAN- PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (Kit SBU), triwulan IV tahun 2011, telah menyalurkan dana Program Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan (P3L/CSR) sebesar Rp243,85 juta. Lokasi yang menjadi alokasi penyaluran dana tersebut meliputi Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dan Provinsi Riau.

Ketua Tim P3L PT PLN (Persero) Kit SBU, Gunawan Sidabalok, mengungkapkan, luasnya daerah penyaluran tersebut, karena meliputi wilayah operasional PLN Kit SBU. “Di Aceh, ada PLTD Lueng Bata, di Provinsi Riau ada PLTA Koto Panjang, PLTG Teluk Lembu, PLTG Duri (masih tahap selesai pembebasan tanah) dan beberapa pembangkit di Sumatera Utara, “ katanya kepada wartawan di Medan, Jumat (30/12) lalu.

Menurut Gunawan, secara umum, penyaluran dana P3L bersifat hibah dan disalurkan kepada masyarakat sekitar wilayah pengelolaan PLN Kit SBU dalam bentuk bantuan pendidikan, pelatihan, sarana dan prasarana umum, sarana ibadah, kesehatan, sunatan masal, dan pelestarian alam, dengan tujuan dapat meningkatkan taraf hidup warga sekitar.
“Ini sesuai dengan visi P3L, yaitu, terwujudnya keharmonisan hubungan PLN dengan masyarakat di sekitar kegiatan PLN sehingga kondisi tersebut akan menunjang keberhasilan kegiatan PLN dalam menyediakan tenaga listrik bagi masyarakat, serta misi berupa membantu pengembangan kemampuan masyarakat di sekitar kegiatan PLN agar dapat berperan dalam pembangunan sehingga secara bertahap masyarakat akan mampu. Dan berbicara tentang P3L, ada empat komponen yang menjadi fokus PLN dalam  penyalurannya, yaitu, Community Relation, Community Service, Community Empowering dan Pelestarian Alam,” kata Gunawan.

Community Relation, berupa kegiatan-kegiatan yang menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait.. Tujuannya, meminimalisasi perbedaan konsepsi dan pikiran antara masyarakat, korporasi, dan pemerintah, agar terbentuk suatu persepsi yang sejalan dan saling mendukung antara masing-masing pihak, baik masyarakat lokal, pemerintah, maupun korporat merupakan bagian dari kelompok kegiatan.

Community Services, berupa program bantuan yang diberikan berkaitan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum. Tujuannya, mengantisipasi kecemburuan sosial di masyarakat, dengan harapan mampu menciptakan suasana kondusif antara masyarakat, pemerintah dan korporat.

Community Empowering, merupakan program-program yang memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandiriannya, sehingga masyarakat menjadi berdaya dan memiliki kemampuan berkembang ke arah yang positif melalui sebuah program yang efektif dan dapat di implementasikan sesuai potensi lokal yang ada.
Pelestarian alam, bertujuan menciptakan pelestarian alam sehingga tidak terjadi kerusakan alam akibat kegiatan manusia. “Khusus pada pelestarian alam, program ini sudah dilaksanakan setiap tahun sejak beberapa tahun lalu. Misalnya, Program penanaman pohon tahun 2008 di Sumut-Aceh-Riau, di Jalan Bunga Rampai Raya Lingkungan IV Kelurahan Simalingkar B Kebun Binatang Medan, diadakan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara pohon 2009 dan Gerakan Penghijauan Satu Orang Satu Pohon (one man one tree) 2009.

Program penghijauan bersama masyarakat untuk kelestarian sekitar Danau Toba tahun 2010 dan 2011,  Program penanaman sejuta pohon kerjasama dengan Ikatan Keluarga Pensiunan PLN telah selesai ditanam 5.000 pohon disekitar lahan PLN tersebar yang masih kosong, Penanaman 3.000 pohon menuju Medan Go Green di Bantaran Sungai Asam Kumbang Medan Selayang.

“Kesemuanya ini Sebagai bukti bahwa PLN begitu Peduli akan penyelamatan lingkungan, sebagai Paru-paru Dunia dan mencegah Pemanasan Global yang sangat dikhawatirkan semua penghuni dunia ini,” kata Gunawan. (ila)

Traffic Light Rusak Dicueki

Anggaran Rp741 Juta Terkesan Sia-sia

MEDAN- Dinas Perhubungan Kota Medan terkesan membiarkan kerusakan traffic light di Kota Medan. Pasalnya, kerusakan selama seminggu tak juga diperbaiki, anehnya Dishub malah menutup jalan dengan water blok (blok air), Senin (2/1).

Seperti di Jalan Setia Budi persimpangan Jalan Ringroad, di jalan tersebut sejak seminggu lalu traffic light sudah mati. Anehnya, pada 30 Desember 2011 lalu pihak Dinas Perhubungan Medan memasang water blok untuk menutup jalan dari arah Jalan Setia Budi menuju simpang Pemda dan sebaliknya.

Akibat penutupan jalan tersebut, tak jarang para pengendara nyaris bertabrakan karena pengendara enggan memutar. Bukan itu saja, jalanan tersebut berakibat kepada keluhan banyak pengendara.

Di lokasi lainnya, di persimpangan Jalan T Amir Hamzah, simpang Pattimura, dan Jalan Mongonsidi terlihat macet akibat traffic light mati. Sedangkan personel polisi harus mondar-mandir mengatur arus lalulintas tersebut.

Ardiansyah (29), pengendara sepeda motor yang sedang melintasi Jalan Mongonsidi  mengakui, tak adanya traffic light di kawasan ini sangat mengganggu rutinitas para pengguna jalan di mana kawasan ini biasa lancar.

“Apalagi waktu jam kantor dan pulang kantor, Jalan Mongonsidi mengalami kemacetan dari sore hingga malam hari. Hal itu diakibat traffic light tak berfungsi dan kemacetan semakin panjang,” sebutnya.

Berdasarkan data di buku APBD 2011, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota sudah membuat anggaran untuk pemeliharaan traffic light sebesar Rp741.728.500 untuk 153 lokasi. Tapi, pada kondisinya masih banyak ditemukan kerusakan traffic light.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan yang dikonfirmasi wartawan koran ini enggan berkomentar walau sudah berkali-kali di telepon dan di SMS. Sedangkan Sekretaris Dishub Medan Azwanto yang dikonfirmasi menjelaskan, Dishub sudah menganggarkannya pada 2011 lalu dengan melakukan perawatan dan penggantian perangkat traffic light yang sudah rusak.

“Kalau untuk anggarannya sudah ada di 2011, dan sudah dilakukan perawatan. Kalau untuk jumlahnya saya tidak tahu, datang saja ke kantor,” ucap Azwanto. (adl)

Direksi BUMD Segera Dilantik

MEDAN- Wali Kota Medan Rahudman Harahap berjanji segera melantik Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pekan ini. Sebelumnya, Rahudman juga pernah bernjanji akan melantik Direksi BUMD tersebut pada Desember 2011 lalu.

“Nanti lah awal Januari kita lantik. Kalau Desember kan tanggung,” kata Rahudman Harahap saat ditemui usai melaksanakan zikir di Taman Sri Deli, Medan, Sabtu (31/12) lalu.

Diketahui, belum dilantiknya seluruh Direksi BUMD tersebut menghambat proses penyerahan modal untuk 2012 oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan. Pasalnya, dewan khawatir dana yang akan diberikan tidak bisa dikelola dengan baik oleh BUMD.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Penyertaan Modal DPRD Medan Dianto MS mengatakan, pihaknya masih harus melakukan penyeleksian lebih ketat terhadap BUMD yang akan menerima modal karena khawatir dana tersebut tidak bisa dikelola sehingga tidak memberikan timbal balik bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Medan.
“Memang tidak harus memberikan PAD dalam bentuk nominal kepada Pemko, karena bisa saja sifatnya sosial, dalam artian menambah jumlah tenaga kerja atau memberikan kenyamanan kepada masyarakat seperti pada PD Pasar,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjutnya, Pemko Medan harus segera melantik direksi BUMD terlebih dahulu agar dana yang diberikan bisa dikelola dengan baik. “Kalau ada pimpinan pada masing-masing BUMD maka dana itu bisa dikelola dengan baik. Pertanggungjawabnya pun juga akan lebih jelas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Rahudman Harahap menegaskan, pelantikan Direksi BUMD di lingkungan Pemko Medan akan dilakukan sebelum pengesahan APBD 2012. “Kita masih menunggu waktu yang pas, karena masih sibuk kali kita saat ini. Tapi yang jelas, sebelum pengesahan APBD 2012 sudah dilakukan pelantikannya,” ujarnya, kemarin.
Ditegaskannya, pelantikan jajaran direksi BUMD di lingkungan Pemko Medan tinggal menunggu waktu yang tepat. Orang nomor satu di Pemko Medan itu mengaku sudah mengantongi nama-nama yang akan dilantik.

“Belum ada waktu untuk melantiknya, tinggal menunggu waktuku sajanya itu. Semuanya sudah selesai, orang-orangnya pun sudah ada, secepatnya akan diselesaikan itu,” kata Rahudman.

Lambatnya penetapan Direksi BUMD di lingkungan Pemko Medan dinilai dapat menghambat kinerja perusahaan daerah (PD), seperti PD RPH yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Sebelumnya, Dekan Fakultas Ekonomi USU Jhon Tafbu Ritonga menegatakan, calon Direksi BUMD Kota Medan masih membutuhkan sejumlah pelatihan.
Sebab, rata-rata calon ini belum memiliki kapasitas untuk membaca laporan keuangan. Untuk itu, Pemko diharapkan benar-benar selektif, sehingga pemilihan itu berdampak baik terhadap kinerja BUMD.

Dari hasil latihan kepemimpinan yang digelar FE USU terhadap 40 calon Direksi BUMD Medan, diketahui bahwa masih banyak di antara mereka yang belum mampu membaca laporan keuangan. Jhon mengatakan, FE USU ingin mendukung Pemko Medan untuk membenahi BUMD yang ada. “Bahkan jika disetujui, kami akan mendampingi melalui perubahan,” usulnya.(adl)

Telkom Bangun Bandung Digital Valley

MEDAN- Di tengah-tengah persaingan bisnis di dalam industri telekomunikasi dan informasi yang sangat ketat, information and communication technology (ICT) berkembang semakin pesat. Pesatnya perkembangan ICT tersebut menyebabkan industri kreatif digital tumbuh dengan sangat cepat dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), mempunyai kepentingan untuk mendukung agar industri kreatif digital maju dengan pesat. Salah satu upaya dilakukan Telkom dengan cara selalu mendorong agar lahir inovasi baru melalui sebuah ekosistem yang terintegrasi.

Demikian disampaikan Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, saat peresmian fasilitas Bandung Digital Valley (BDV), di Telkom Research & Development Center (RDC), Bandung, baru-baru ini.

Kata Rinaldi Firmansyah, BDV merupakan inisiatif Telkom dalam mengembangkan ekosistem yang diharapkan menjadi titik awal untuk mendukung percepatan penetrasi ICT di Indonesia. “Ekosistem yang dimaksud adalah industri-industri lokal seperti pengembang aplikasi, penyedia konten hingga industri perangkat telekomunikasi,” tandas Rinaldi.

Rinaldi menjelaskan, pemanfaatan optical fiber broadband sebagai tulang punggung infrastruktur ICT perlu dioptimalkan dengan cara mengembangkan berbagai ragam aplikasi dan konten yang bermanfaat untuk industrinya itu sendiri maupun masyarakat, itulah sebabnya Telkom concerned untuk mendorong industri ini melalui pembangunan ekosistem ICT di Indonesia.

Secara harfiah, makna “ekosistem” adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Menurut Rinaldi, BDV akan membawa para teknopreneur dan teknoventura ke dalam sebuah platform kerjasama yang saling menguntungkan. Kerjasama ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi kelangsungan bisnis ICT di Indonesia yang diharapkan akan menjadi sentra-sentra bisnis besar di masa depan.

“Telkom sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar selama tiga tahun ke depan sebagai bukti keseriusan kami dalam mengembangkan program ini,” jelas Rinaldi.

Pembangunan BDV dipusatkan di Telkom RDC, Bandung. Fasilitas BDV yang disediakan di Gedung Menara RDC Lantai 4 tersebut memiliki luas 1200 m² dan dapat dihuni oleh 100 orang pengembang. Berbagai fasilitas yang disediakan, antara lain demo room/gadget room (ruangan untuk aplikasi atau perangkat yang siap komersialisasi), creative corner (ruangan untuk bekerja dan pengembangan aplikasi), dan meeting room (ruangan untuk rapat dan berdiskusi).(rel/ndi)