32 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14232

Bajing Loncat Beraksi, Keyboard Raib

LANGKAT- Kawanan perampok melompat ke atas mobil yang sedang berjalan (bajing loncat, Red) sekaligus menguras muatannya. Akibatnya satu set alat musik jenis keyboard hilang diambil kawanan bajing loncat.

Seorang korban, Darus Bangun (32) warga Dusun Rumah Galuh Desa Rumah Galuh Kecamatan Sei Bingai-Langkat menuturkan, saat melintasi kawasan titi penceng Jalan Proklamasi Stabat, Senin (2/1) siang, menggunakan mobil pick-up BK 9092 RA bermuatan satu set alat musik jenis keyboard. Saat itulah, kawanan bajing loncat tersebut mengurus isi mobilnya.

“Kami baru pulang mengisi hiburan di Desa Buluh Telang, kemarim malam persisnya perayaan malam Tahun Baru 2012,” kata Darus didampingi rekannya Nonot (30) dan Lilik (25) saat membuat pengaduan di Mapolres Langkat.
Seperti biasanya, urainya, semua peralatan keyboard disusun di belakang. Sebelumnya, dua teman Darus duduk di belakang namun di Kota Tanjung Pura, dua biduan yang duduk di depan turun sehingga kedua teman dimaksud pindah duduk ke depan.

Perjalanan dilanjutkan, mengambil jalur Jalan Proklamasi Kelurahan Sidomulyo, Stabat persisnya kawasan Titi Penceng. Hanya beberapa meter melewati jembatan terdengar suara benda jatuh dari mobil. Seketika kenderaan dihentikan, guna melihat atau memastikan suara dimaksud. Saat bersamaan, terlihat dua pria mengendarai sepeda motor bebek memikul alat Kibot KN 2600 milik Darus. “Kami sempat terlibat aksi kejar-kejaran, tetapi langsung kehilangan jejak saat sepeda motor mereka masuk perumahan Pemkab Langkat,” aku Darus yang menaksir alami kerugian Rp18 juta. Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Aldi Subartono, ketika dikonfirmasi mengaku masih mengecek kebenaran laporan tersebut. (mag-4)

4 Persen PNS Terlarut Tahun Baru

PAKPAK BHARAT- Hari pertama tahun 2012 tingkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Pakpak Bharat sebanyak 96 persen. Ketidak hadiran pegawai diperkirakan akibat masih terlarut dalam suasana tahun baru. Demikian hasil inspeksi mendadak Wakil Bupati Pakpak Bharat dengan Sekda, Senin (2/1).

Wakil Bupati Pakpak Bharat, Ir H Maju Ilyas Padang didampingi Sekda dan rombongan lainnya menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SKPD. Pejabat dijajaran Pemkab Bharat itu langsung mengecek absensi pegawai dan melihat pegawai yang hadir di bidangnya masing-masing.

“Saya telah konfirmasikan dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), yang tidak masuk kerja pada hari pertama sebanyak 4 persen,”kata Sekda Pemkab Pakpak Bharat, Holler Sinamo.

Dia memprediksi, kemungkinan PNS yang tidak hadir dikarenakan masih larut dalam suasana perayaan Tahun Baru dan momen itu dijadikan berkumpul dengan sanak saudara.

Sementara itu, Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu mengingatkan PNS agar meningkatkan disiplin diri, disiplin tugas dan disiplin anggaran. Hal itu harus menjadi perhatian selaku abdi Negara dan masyarakat. Demikian pidato Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu untuk mengingatkan kepala SKPD agar mengingatkan pegawainya. (mag-14/mag-4)
meningkatkan kedisiplinan,  Senin (2/1).

Ngogesa yang memimpin apel perdana di tahun 2012 di halaman kantor Bupati menyampaikan, setiap bentuk kegagalan di tahun 2011 hendaknya dijadikan pelajaran berharga, melangkah ke arah lebih baik tahun ini. “Jadikan kegagalan tahun 2011 sebagai pengalaman dan pelajaran berharga melangkah lebih baik di tahun 2012,” kata Ngogesa. (mag-14/mag-4)

DPP PD Incar Kepala Daerah di Muscab

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) hingga Senin (2/1) belum mengeluarkan jadwal pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PD Tapanuli Tengah (Tapteng). Pasalnya, hal itu belum layak dibicarakan lantaran masih dalam suasana Tahun Baru 2012.

Demikian disampaikan Wakil Ketum DPP PD, Jhonny Allen Marbun kepada koran ini, Senin (2/1). Menurut dia, belum saatnya membicarakan Muscab Tapteng.  “Masih suasana Tahun Baru. Rehat saja dulu lah,” ujarnya.
DPP PD belum menjadwalkan Muscab PD Tapteng. Alasan lain, karena baru saja digelar Muscab PD Pematangsiantar, yang dampaknya masih hangat. Bahkan, dia membantah DPP telah  membubarkan atau membatalkan kegiatan Muscab II DPC PD Tapteng, 5 Desember 2011 di Hotel Bumi Asih Pandan. Menurut Allen, itu bukan Muscab. “Ah, tak ada itu. Itu hanya konsolidasi biasa,” ujarnya.

Allen memberikan sinyal bahwa Muscab PD Tapteng belum digelar dalam waktu dekat ini. Alasannya, dibanding provinsi-provinsi lain, Muscab PD di kabupaten/kota di Sumut sudah tergolong tercepat. “Sumut sudah tergolong cepat, tinggal tiga kabupaten/kota lagi yang belum Muscab. Di provinsi-provinsi lain yang sama-sama besar, baru mencapai kisaran 35 persen hingga 60 persen,” terangnya. “Saya menjadikan Sumut sebagai pilot project, jadi dipercepat,” ulasnya.

Terkait dengan adanya penolakan hasil Muscab PD Siantar beberapa waktu lalu, Allen menganggap itu hal yang lumrah dalam dunia politik. Dia pun membantah anggapan telah mengkondisikan agar Hulman Sitorus yang juga walikota Siantar itu, yang terpilih sebagai Ketua DPC PD Siantar.

“Masak nggak percaya seorang Wali Kota bisa membesarkan partai? Ini untuk kepentingan partai. Kenapa dipersoalkan? Kecuali yang saya paksakan itu tukang roti,” ujarnya.

Dia menjelaskan, semua partai politik sudah pasti menginginkan tokoh sentral di daerah itu menjadi pimpinan partai setempat. Dikatakan, seorang tokoh lokal pasti punya pengaruh kuat di daerah tersebut. “Hulman bisa mengalahkan incumbent. Jadi, apapun partainya, pasti mengejar dan menjadikan kepala daerah sebagai pimpinan partai” terangnya.

Allen berharap, semua kader PD bisa memahami hal itu. Apakah untuk Muscab PD Tapteng DPP akan mengincar tokoh kuat setempat? Allen tidak membantahnya. Berkali-kali dia mengatakan, pada hakekatnya partai ingin merekrut orang yang teruji dan punya pengaruh. (sam)

Pengunjung Pantai Perjuangan Diusir, Jalan Diblokir Warga

BATUBARA- Ratusan warga Kampung Lalang, Dusun Masjid, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara memblokir jalan masuk menuju daerah wisata Pantai Perjuangan atau Pantai Jono, Minggu (1/1) siang. Hal itu dipicu pihak pengelola Pantai Perjuangan mengusir pedagang dari areal pantai.

Aksi blokir jalan tersebut terjadi akibat pengelola pantai tersebut melarang pedagang berjualan di areal pantai. Larangan itu dimulai saat pengelola pantai merobohkan bangunan pada saat libur Hari Raya Idul Adha lalu. Kini, pada liburan Tahun Baru warga kembali dilarang berdagang.

Akibat hal itu, pedagang langsung emosi dan melakukan tindakan menutup jalan dengan mamajang kayu dan batu besar. Dampaknya, pengunjung yang hendak ke pantai tersebut tak bisa melalui jalan tersebut.

Kapolsek Medang Deras, AKP MH Sirait mengatakan penutupan jalan tersebut akibat ada permasalahan warga setempat dengan pihak pengelola wisata Pantai Perjuangan. “Tadi sempat digelar pertemuan dengan perwakilan warga dengan pihak pengelola pantai, tapi tidak ada kata mufakat. Maka polisi langsung mengambil alih lokasi wisata untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis warga,” ucapnya kepada Sumut Pos.

Sementara itu, seorang perwakilan masyarakat, Erwan mengatakan selama 6 tahun dipegang oleh pengelola yang bernama OK Manan, hasil pendapatannya tidak jelas dan menimbulkan berbagai kekacauan, seperti pedagang di dalam diusir olah pihak keamanan pengelola daerah wisata.

“Kami sudah dua hari, Sabtu dan Minggu memblokir jalan akses masuk ke dalam pantai, kami minta OK Manan turun dari ketua sekaligus tidak lagi menjadi pengelola pantai perjuangan,” pintanya.

Lebih lanjut, dia menyatakan, izin pengelola tempat wisata hanya dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemkab Batubara, seharusnya yang boleh mengeluarkan izin Departemen Kelautan. “Pantai Perjuangan masih areal hutan mangrove yang dilindungi oleh negara,” paparnya.

Sedangkan kaum ibu-ibu yang kebanyakan melakukan pemblokiran jalan masuk dan mengusir pengunjung yang akan masuk ke pantai tersebut tetap enggan membuka jalan, hingga tuntutan warga dipenuhi. Para ibu-ibu tersebut meminta OK Manan turun dan tidak lagi menjadi ketua pengelola daerah wisata pantai perjuangan, masalahnya pengelola tidak mau berbagi dengan masyarakat setempat setiap hari libur besar dan selama 6 enam tahun tidak ada kontribusinya dengan warga setempat. “Kami berjualan sudah 7 tahun, tapi gubuk-gubuk jualan kami diruntuhkan oleh pengelola pantai,” ungkap warga sambil berteriak, “Kami sedang perang dengan pengelola pantai, silahkan pulang, jangan ke pantai,” ucap ibu-ibu yang memblokir jalan tersebut.

Seorang pengunjung, Najli Purba mengaku kecewa dengan tindakan yang diambil oleh warga setempat dengan meblokir akses jalan masuk ke dalam pantai. “Kami datang jauh-jauh dari Medan, malah diusir keluar oleh warga dengan alasan warga perang dengan pihak pengelola pantai,” ucapnya kesal.

Pihak pengelola tempat wisata pantai Perjuangan OK Manan saat hendak ditemui Sumut Pos tak bersedia, dengan alasan masih ada masalah dengan warga setempat.  (mag-3)

Bank Sumut Luncurkan Mobil Kas ATM Terbesar di Medan

Melayani Penyetoran dan Penarikan

MEDAN- Memasuki 2012, PT Bank Sumut meluncurkan Mobil Kas ATM keliling dengan wilayah operasional di 21 kecamatan di Kota Medan. Mobil tersebut akan melayani penyetoran dan penarikan.

Mobil kas 3 suku jenis Toyota Dyna bernilai investasi sekitar Rp500 juta dilepas secara langsung oleh Direktur Utama Bank Sumut Gus Irawan, Selasa (2/1/2012), di pelataran depan Kantor Cabang Utama Kota Medan dengan didampingi Direktur Umum M Yahya, sejumlah pemimpin divisi dan Pemimpin Cabang Utama Bank Sumut Paroiman Ritonga.
Dengan adanya kelengkapan alat VSAT (Very Small Appertune Terminal), Mobil Kas ATM tersebut dapat melayani transaksi penarikan maupun penyetoran uang tunai. VSAT adalah terminal komunikasi datan yang menghubungkan data transaksi kas mobil dengan data center kantor Bank Sumut.

Dirut Bank Sumut Gus Irawan berharap, keberadaan Mobil Kas ATM tersebut dapat memenuhi kebutuhan nasabahnya yang memerlukan transaksi cepat.

“Meski izin operasionalnya di 21 kecamatan, namun konsentrasi lokasi mangkal Mobil Kas ATM ini difokuskan di pusat-pusat keramaian, terutama pasar-pasar tradisional di Kota Medan di mana belum terdapat kantor Bank Sumut. Kita lihat nanti, di mana pasar potensial dan paling membutuhkan. Selain itu, mobil kas ATM ini juga sangat efektif sebagai promosi berjalan dan peningkatan corporate image Bank Sumut,” jelas Gus Irawan.

Mobil Kas ATM yang dipimpin Eva Sofia dengan teller Melya Hafsari dan sopir Albert ini merupakan Mobil Kas ATM Bank Sumut pertama yang beroperasi di Medan. Sebelumnya, Bank Sumut sudah meluncurkan 20 unit kas mobil tanpa ATM di berbagai kabupaten, khususnya di wilayah kecamatan dan pedesaan yang belum terjangkau akses perbankan. (her)

Kejatisu dan BPKP Lengkapi Bukti

Dugaan Korupsi di RSU Pirngadi Medan

MEDAN- Tim investigasi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut berkoordinasi mencari bukti-bukti kerugian negara di RSU Pirngadi Medan. Pencarian itu untuk mendukung bukti dugaan penyelewengan anggaran di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasi Pidsus Kejatisu Jufri Nasution SH pada wartawan, Senin (2/1) di Jalan AH Nasution Medan. Menurutnya, tim investigasi dari dua instansi tersebut sedang bekerja.

Dari setiap bukti tersebut, akan memperkuat pihaknya untuk dijadikan alat bukti bahwa di rumah sakit itu memang melakukan penyimpangan. Dia menyebutkan, setelah barang bukti lengkap, akan digelar eksposnya. “Nah saat digelar ekspos itulah nantinya ditentukan soal kerugian negera, siapa yang terlibat dan siapa yang bertanggungjawab hingga penetapan status pejabat Pirngadi yang diperiksa,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, kasus yang tengah diinvestigasi di antaranya farmasi, pengajuan amprah dana yang dibayarkan oleh pihak Askes, ke mana dana itu disalurkan dan bagaimana pertanggungjawabannya selama ini.
Sementara Wakil Direktur RSU dr Pirngadi Medan Yasin yang dikonfirmasi terkait dengan temuan Tim Kejatisu soal adanya dugaan korupsi Rp13 miliar di rumah sakit milik Pemko Medan itu, dia mengaku semua sudah aman.

“Semuanya sudah aman dan hasil temuannya ada di BPKP bahwa tidak ada temuan yang berarti. Sejauh ini tidak ada indikasi korupsi di RSU dr Pirngadi Medan,” kata Yasin, Senin (2/1) siang via telepon selulernya.

Diterangkannya, hasil temuan dari BPKP juga sudah dijelaskan kepada semuanya. “Berarti sudah jelas bahwa hasil temuan BPKP tidak ada dugaan penyelewengan dan itu sudah diberitahukan juga kepada tim Kejatisu yang hadir pada waktu itu. Ibu (Dewi Syahnan, Red) saat itu diperiksa juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, wartawan koran ini ingin mengkonfirmasi langsung kepada Dirut RSU Pirngadi Medan Dewi Syahnan. Sayangnya, Dewi Syahnan tidak berada di ruangannya.

Diketahui, dugaan penyelewengan di RSU Pirngadi sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI 2011 No 19/S/ XVIII.MDN/01/2011.

Tim Investigasi Kejatisu masih menyelidik kasus penerimaan dana instalasi farmasi sebesar Rp11.625.046.868, kerugian sebesar Rp563.317.190 terkait keterlambatan pelaksanaan proyek di RSUD dr Pirngadi dan pembayaran atas pelayanan tindakan cuci darah pasien Asuransi Kesehatan (Askes) pada Instalasi Hemodialisa sebesar Rp2.285.924.900.

Selain itu dugaan pembayaran ganda penggunaan jasa pelayanan sebesar Rp557.018.253, dugaan penyimpangan pengaturan lelang sehingga negara merugi sebesar Rp231.599.070 per tahun, serta denda atau sanksi keterlambatan pelaksanaan proyek sebesar Rp563.317.190 dan dugaan penyelewengan penetapan pemenang tender pekerjaan lanjutan gedung rawat inap kelas III Rp869.850.700.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sesuai LHP BPK RI tahun 2011 No 19/S/ XVIII. MDN/01/2011,disebutkan adanya dugaan penyelewengan di RSUD dr Pirngadi Medan.(rud/jon)

Dugaan Penyimpangan Anggaran di RSU Pirngadi Medan

  1. Klaim PT Askes atas pelayanan tindakan cuci darah pasien Askes pada Instalasi Hemodialisa tidak dicatat sebesar Rp2.285.924.900.
  2. Penerimaan pada Instalasi Farmasi sebesar Rp11.625.046.868 tidak dicatat dan tidak dilaporkan sebagai penerimaan RSUD dr Pirngadi dan pembagian hasil swakelola pada instalasi ini tidak sesuai ketentuan.
  3. Pembayaran ganda pengunaan jasa pelayanan sebesar Rp557.018.253.
  4. Kemudian ditemukan indikasi kuat pengaturan dalam penetapan lelang Ikatan Kerjasama Sistem Informasi Rumah Sakit RSUD dr Pirngadi Medan yang membebani anggaran rumah sakit. Indikasi ini juga berpotensi merugikan keuangan daerah sebesar Rp3.231.599.070 per tahunnya.
  5. Keterlambatan pelaksanaan proyek yang tidak dikenakan denda atau sanksi, RSUD dr Pirngadi dirugikan sebesar Rp563.317.190.
  6. Dugaan penyimpangan atas penetapan PT Alpha Rho Delta sebagai pemenang lelang pekerjaan lanjutan gedung rawat inap Kelas III dengan potensi kerugian daerah sebesar Rp869.850.700.

Sumber: Data LHP BPK RI tahun 2011 No 19/S/XVIII.MDN/01/2011

Merajut Kenangan Menjalin Persahabatan

Alumni 1986 SMAN 11 Helvetia Medan Gelar Reuni Akbar

Alumni 1986 SMAN 11 Helvetia Medan menggelar reuni akbar di Tapian Daya Jalan Gatot Subroto Medan Senin (2/1) kemarin. Reuni tersebut mengambil tema Merajut Kenangan Menjalin Persahabatan.
Seperti biasa, tujuan utama sebuah reuni tentu saja untuk menjalin silaturahmi. Itu pula yang dilakukan alumni 1986 SMAN 11 Helvetia Medan. Apalagi kini para alumni sudah banyak yang berpindah tempat tinggal, dan sudah bekerja di berbagai profesi.

Ketua Alumni 86 SMAN 11 Helvetia Medan, Ngatiman didampingi Ferry Suhari selaku Wakil Ketua mengatakan hal itu. Mempererat rasa persaudaraan antar sesama Alumni 86 SMAN 11 Helvetia Medan, adalah tujuan tak terbantahkan.
“Selama ini kita tidak bertemu, maka dengan diadakannya reuni ini, kita harap rasa kekeluargaan para alumni dan pengurus lebih terjalin lagi. Para alumni banyak yang sudah menjadi orang sukses, kita harap dengan kegiatan seperti ini, tidak ada perbedaan dan pemisah di antara alumni,” terang Ngatiman.

Kegiatan reuni akbar itu baru pertama kali diadakan. Ke depannya, diharapkan kegiatan tersebut berkelanjutan, dengan program-program baru demi kemajuan SMAN 11 Helvetia Medan yang sekarang sudah berganti menjadi SMAN 12 Helvetia Medan.

“Memang baru pertama kali diadakan. Nantinya kita akan buat program baru seperti mengadakan kegiatan bakti sosial ataupun membuka usaha yang kepentingannya untuk masa depan dan kemajuan para alumni. Dengan kegiatan ini juga kita dapat saling kenal diantara para alumni yang sudah berkeluarga,” sambung Ngatiman.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Agus Prianto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan momentum yang sangat baik untuk menyambung silaturahmi dengan dasar pemikiran untuk kebersamaan para alumni.

“Di sinilah para alumni bertemu tidak hanya dengan teman, namun juga dengan para guru yang pernah mengajar dulu. Ini saatnya bagi alumni untuk menumpahkan rasa rindu sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para guru yang dulu pernah mengajar dan mendidik,” katanya.

Pihaknya yang mewakili para alumni mengucapkan rasa terimakasih terhadap para guru yang telah banyak berjasa dalam mendidik. “Keberhasilan kita tidak terlepas dari didikan dan peran serta para guru. Maka kita juga mengucapkan banyak terimakasih terhadap para guru yang tak kenal lelah dalam mendidik kita. Karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dan jendela masa depan,” ungkapnya.

Kegiatan reuni akbar yang dihadiri sebanyak 200 alumni SMAN 11 Helvetia Medan serta para tenaga didik ini diisi dengan hiburan dan nyanyian. Selain itu, acara tersebut ditandai dengan pemberian cendera mata terhadap para guru. “Kita harap para alumni menjadi lebih sukses dan para anak didik generasi penerus di SMAN 12 lebih semangat dalam belajar dan menggapai cita-cita,” pungkas Agus.  (*)

Lonjakan Penumpang 45 Persen

Hari Ini, Puncak Arus Balik

MEDAN- Dipastikan, puncak arus balik luar daerah ke Kota Medan terjadi hari ini, Selasa (3/1). Diperkirakan, lonjakan penumpang mencapai 45 persen.

“Sampai saat ini, lonjakan penumpang di Terminal Amplas belum terlalu kelihatan. Hanya 2 persen saja. Tapi dipastikan untuk puncak arus balik akan meningkat mencapai 45 persen pada esok hari (hari ini, Red),” kata Kepala Terminal Amplas Asli Peranginangin, Senin (2/1).

Jika dibandingkan tahun lalu, lanjutnya, peningkatan arus balik tahun ini lebih sedikit. “Paling banyak penumpang arus balik dari Siantar ke Medan. Perbandingan dengan tahun semalam, penumpang yang balik lebih sedikit karena pada umumnya sudah balik ke Medan dari kemarin. Kebanyakan dari mereka ingin merayakan Tahun Baru di Medan setelah merayakan Natal di kampung,” jelasnya.

Sedangkan untuk persiapan angkutan mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus balik, Terminal Amplas menyiapkan angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 80 unit dengan penumpang berangkat 1.500 orang. Sedangkan  82 unit dengan penumpang tiba 1.000 orang.

Lanjutnya, untuk angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 230 unit dengan penumpang berangkat 1.915 orang dan yang tiba sebanyak 240 unit dengan penumpang 300 orang. Kemudian untuk MPU dengan jumlah bus bernagkat sebanyak 451unit dengan penumpangnya 3.200 orang. Sedangkan untuk tiba sebanyak 400 unit dengan penumpang 3.000 orang.

“Dan dari segi pelayanan, persiapan yang dilakukan pihaknya sama dengan hari besar sebelumnya seperti Lebaran, Natal dan lainnya. Jasa tenaga dokter, pemeriksaan fisik bus dan lainnya tetap disediakan jauh hari sebelum arus balik,” ucapnya.

Menurutnya, untuk harga dan stok tiket seluruh loket menjual dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah. “Tidak ada kenaikan melebihi batas atas. Persaingan angkutan di Terminal Amplas tinggi, jadi tidak ada yang menaikkan harga tiket melebihi batas,” ucapnya.

Sementara, di Terminal Pinang Baris tidak terjadi peningkatan arus balik. Hal itu ditegaskan Kepala Terminal Pinang Baris Arjani Siregar yang menuturkan, kalau masyarakat banyak menggunakan angkutan jasa rental.
“Tidak ada peningkatan di Terminal Pinang Baris, karena pada umumnya masyarakat menggunakan kendaraan pribadi ke beberapa daerah tujuan. Seperti ke Langkat, masyarakat pergi dengan kendaraan pribadi jadi tidak banyak yang pergi menggunakan bus angkutan,” bebernya singkat.

Sementara di arus balik di Stasiun Besar Kereta Api dan Bandara Polonia juga belum terlalu siginifikan. “Belum ada lonjakan yang signifikan, mungkin para calon penumpang masih berada di kampung halamannya masing-masing,” kata Kepala Besar Stasiun Kereta Api (KSB KA) Medan Jasrin Sibarani saat memantau arus balik, Senin (2/1) siang.
Jasrin mengatakan, semua kereta api dioperasikan hingga H+5 dan petugas juga disiagakan. “Kalau untuk tiket tidak ada mengalami kenaikan dan semua kereta api beroperasional. Tempat duduk masih banyak dan keamanan tetap kita berkoordinasi dengan lintas sektor,” paparnya.

Hal senada juga diucapkan Staff Duty Manager OIC Bandara Polonia Medan, Ali Sofyan. Diterangkannya, jumlah penumpang tidak mengalami kenaikan yang signifikan bila dibandingkan 2011 lalu. “Untuk Terminal Kedatangan Domestik per 1 Januari 2011 lalu, jumlah pesawat 53 dan jumlah penumpang 6.397 orang. Untuk per 1 Januari 2012 jumlah pesawat 62 dengan jumlah penumpang 7.623 orang. Untuk Terminal Keberangkatan Domestik per 1 Januari 2011 lalu, jumlah pesawat 53 dengan jumlah penumpang 7.569 orang. Untuk 1 Januari 2012, jumlah pesawat 62 dengan jumlah penumpang 8.408 penumpang,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk Terminal Kedatangan International 1 Januari 2011 lalu, jumlah pesawat 16 pesawat dengan total penumpang 1.938 orang dan 1 Januari 2012 jumlah pesawat 23 pesawat dengan total penumpang 2.995 orang. “Untuk Terminal Keberangkatan International per 1 Januari 2011 lalu jumlah pesawat 16 pesawat dengan total penumpang 1.521 orang. Untuk 1 Januari 2012 jumlah pesawat 23 pesawat dengan total penumpang 2.182 penumpang,” sebutnya.

Sementara itu, Humas PT Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Firdaus mengaku, kenaikan belum ada kenaikan karena para penumpang mungkin belum ada yang pulang. “Walaupun demikian, keamanan akan tetap kita siagakan demi kenyamanan dari calon penumpang. Bandara sejauh ini akan tetap menyiagakan semuanya hingga H+7 nanti,” pungkasnya.(adl/jon)

Pencapaian Imunisasi di Sumut Rendah

Pencapaian imunisasi di Sumatera Utara (Sumut) masih sangat rendah. Untuk mengetahui seperti apa pencapaian imunisasi hepatitis B, imunisasi campak, dan imunisasi polio, berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Farida Noris Ritonga dengan Kepala Dinas Kesehatan Sumut Candra Syafei, Senin (2/1)

Untuk imunisasi hepatitis B, kabupaten dan kota mana saja yang sudah melakukan pencapaiannya?
Imunisasi hepatitis B ini, memang masih 4 kabupaten/kota saja yang melakukannya, di antaranya Samosir, Asahan, Medan dan Deli Serdang. Sisanya masih di bawah 80 persen.

Bagaimana dengan capaian imunisasi campak?
Jenis imunisasi ini yang cakupannya masih di bawah 80 persen diantaranya sebanyak 14 kabupaten/kota. Antara lain Labuhanbatu Selatan, Dairi, Gunungsitoli, Padang Lawas, Nias Utara, Tanjungbalai, Padang Lawas Utara, Nias Barat, Madina, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Sibolga, Padang Sidempuan dan Nias Selatan.

Selain itu, untuk imunisasi polio pencapaiannya seperti apa?
Saat ini baru 15 kabupaten/kota yang sudah mencapai cakupan di atas 80 persen. Sedikit menggembirakan, untuk cakupan imunisasi polio, 12 kabupaten/kota saja yang cakupan imunisasi di bawah 80 persen. Sedangkan kabupaten/kota lainnya di atas 80 persen.

Apa penyebab rendahnya pencapaian tersebut?
Permasalahan ini terjadi karena pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) belum menjadi kegiatan rutin yang dilakukan kabupaten/kota. Permasalahan lain adalah bimbingan teknis (bimtek) belum optimal atau masih belum terjadwalnya dan dilakukan berkesinambungan. Ini tergantung ketersediaan biaya operasional. Idealnya, bimtek ini dilakukan provinsi 2 kali dalam setahun, kabupaten/kota 4 kali dan Puskesmas 6 kali.

Apa harapan Anda?
Memang tidak semua kabupaten/kota menyediakan dana pengambilan vaksin dan logistik yang cukup. Imbauan kita, hanya mengharapkan peranan pemerintah daerah untuk lebih maksimal lagi dalam cakupan imunisasi terkhusus untuk kader posyandunya.(*)

4 Rumah Terbakar, Dua Tewas

Mengawali tahun 2012, empat peristiwa kebaran terjadi di Kota Medan. Dalam peristiwa itu, dua kor ban tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit karena mengalami luka bakar yang cukup serius, sedangkan dua korban lainnya kritis.
Nasib tragis ini dialami keluarga Sartoni alias A Kien, warga Jalan Pukat V Gang Durian, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (1/1) pagi pukul 10.00 WIB. Selain meludeskan bangunan rumah dua orang penghuni rumah yakni ayah dari A Kien, Lim Kwek Kie serta seorang temannya Angkok Hua (50), warga Jalan Kebun Sayur, Desa Bandar Kalipah, Deli Serang, yang kebetulan menginap di rumah itu. Sedangkan A Kien dan istrinya Dewi Nasution mengalami luka bakar dan hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Methodist, Jalan Thamrin Medan.

Saat peristiwa itu terjadi, semua penghuni rumah sedang tertidur karena baru saja merayakan malam tahun baru. Diduga, api berasal dari tempat sembahyang (pekong, Red). Namun hingga kini polisi masih menyelidiki kepastian penyebab kebakaran tersebut.

Menurut Suparman, warga yang ikut memadamkan api dan melakukan evakuasi para korban, mereka sempat kesulitan melakukan pertolongan karena semua pintu terkunci. Akhirnya, warga mendobrak pintu rumah tersebut dan berhasil mengevakuasi keempat korban. Namun sayang, Lim Kwek Kie dan Angkok Hua tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Methodist di Jalan Thamrin Medan karena mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuh. Selanjutnya kedua jenazah diotopsi di Ruang Instlasi Jenazah RSU dr Pirngadi Medan.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak melalui Kanit Reskrim AKP Faidir Chan saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Faidir menambahkan, pihaknya telah memeriksa enam saksi, yakni empat orang warga yang membantu memadamkan api, korban Dewi Nasution serta kepala lingkungan di kawasan tersebut.

Sementara, Sabtu (31/12) malam pukul 23.15 WIB rumah milik warga bermarga Butarbutar hangus terbakar. Diduga, api berasal dari korsleting listrik dan membakar plafon rumah.

Untuk memadamkan api, empat unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan diturunkan ke lokasi. Berselang 40 menit kemudian, petugas mampu memadamkan api.

Sementara Kapolsek Medan Kota Kompol Sandy Sinurat saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakuakn penyelididkan terkait asal api. “Api belum tahu kita ketahui, hal ini masih kita lidik,” ucap Sandy.

Kemudian, Minggu (1/1) dini hari pukul 00.10 WIB, petugas DP2K Kota Medan kembali disibukkan dengan kebakaran yang terjadi di Komplek Sutrisno Mas No 285 U, Jalan sutrisno Medan milik A Ping. Api terlihat membara di lantai II ruko berlantai tiga tersebut. Istri dan anak A Ping sempat terjebak di dalam rumah. Namun berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran, keduanya berhasil diselamatkan.

Selanjutnya berselang satu jam kemudian, sekira pukul 02.00 WIB, petugas pemadam kembali bergerak ke kawasan Jalan Sentosa Lama, Gang Leman. Pasalnya, di sana rumah milik Supriati alias Atik Lontong terbakar.

Di Rumah semi permanen berlantai dua milik Supriati alias Atik Lontong, api beraksi dengan ganasnya dan musnahkan bangunan milik Atik yang terbakar. Api diduga berasal dari percikan api sisa pembakaran ikan, karena sebelum kejadian keluarga Supriati sedang mengadakan acara bakar-bakar ikan dalam menyambut malam pergantian tahun. Sedikitnya Empat unit armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api di dua unit rumah milik Atik.

Kabid Pengendalian Operasi DP2K Kota Medan Elias Sebayang saat dihubungi melalui telpon selurnya, Senin (2/1) siang mengatakan, pihaknya memang telah mengantisipasi peristiwa kebakaran pada malam pergantian tahun. Karenanya, DP2K menyiagakan 14 unit mobil pemadam. Selain itu, kata Elias, DP2K Kota Medan juga mempersiapkan armada di tempat-tempat keramaian dan pusat perbelanjaan seperti Taman Sri Deli, Pasar Sentral dan Pasar Petisah. “Untuk malam pergantian tahun, kita sudah mempersiapkan armada termasuk di tempat-tempat keramaian dan pusat perbelanjaan,” ucap Elias.(gus)