24 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14235

Bob: Udahlah, Nggak Usah Dibuat Beritanya

Dituding tak Bayar Utang pada Anak Amiruddin

MEDAN-Kisruh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Medan, Syarif Armansyah Lubis alias Bob dengan Ketua DPRD Medan Amiruddin terus meruncing. Informasi terbaru, Bob bahkan dituding punya utang uang sebesar Rp70 juta dengan MI (32) dan utang barang terkait mobil Mercy yang dimiliki Bob.

“Banyak sekali utang Kadishub dengan si MI, itu terbukti dengan mobil Mercy yang digunakan si Bob tidak memiliki BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor, Red),” kata sumber di jajaran Pemko Medan yang meminta namanya tidak disebutkan.

Sumber ini kembali menekankan bukti utang itu tak lain adalah BPKB mobil tadi. “Bila sudah selesai pembayar utang tersebut, BPKB baru dikembalikan,” jelas sumber itu.

Selain itu, dikatakan sumber itu masih memiliki utang berupa uang pada MI nominalnya sekitar Rp70 juta. “Saya tidak tahu uang itu dari mana, yang jelas si Bob berutang kepada MI,” ucapnya.

Terkait hal itu, Bob tak gentar dan kembali menantang pihak Amiruddin untuk memberi bukti. “Kalau ada dibilang gitu, tunjukkan kuitansinya. Jangan asal cakap,” katanya.

Bagaimana dengan mengenai mobil Mercy miliknya, yang dikatakan juga merupakan utang Bob terhadap MI, sehingga sampai saat ini BPKB mobil tersebut masih ditahan MI? “Itu tak ada hubungannya sama saya. Itu sama Lulu, kawan orang itu,” jawabnya.

Namun anehnya, meskipun selalu bersikeras ketika dikonfirmasi mengenai kekisruhannya dengan pihak Ketua DPRD Medan Amiruddin tersebut, terkesan Syarif Bob melemah. “Udahlah, nggak usah lagi dibuat beritanya. Dia (Amiruddin, Red) mungkin waktu itu salah menyampaikan saja soal utang-utang itu. Nanti jadi panjang lagi,” keluhnya.

Sebelumnya, pihak Polsek Sunggal kembali menegaskan kalau kasus pelemparan rumah Bob adalah benar. Petugas juru periksa sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi termasuk pelaku diketahui berinsial MI (32).
“Sudah kita periksa tiga orang termasuk pelaku,” ucap Kapolsekta Medan Sunggal AKP Budi Hendrawan, Rabu (28/12) siang.

Budi menceritakan, MI melakukan tindakkan tidak menyenangkan terhadap rumah tinggal Syarif Armansyah Lubis di Komplek Tasbih Medan dengan cara memukul pagar tembok. Namun, tembok tersebut kokoh sehingga tidak rusak. Tindakan tersebut dipergoki satpam komplek tersebut. “Dia dibawa petugas keamanan komplek Tasbi ke Polsek kita (Polsekta Medan Sunggal),” beber Budi.

Lalu, kenapa MI tidak ditahan? Budi menjawab, hal itu hanya tindakan kriminal ringan. “(Ancamannya, Red) cuma enam bulan kurungan penjara, ini tindakan kriminal ringan,” ujar Budi Sembari mengatakan kasus ini sudah sebulan ini terjadi.

Meski begitu, Budi mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi. “Kita akan memanggil satu saksi lagi untuk kasus ini,” pungkasnya. (ari/adl/gus)

Pulang Sekolah, Cari Rumput Baru Berlatih

Nestapa Eriyanto, Il Capitano Terbaik AC Milan Junior Camp Day 2012

Eriyanto punya bakat bermain bola yang luar biasa. Sayang, karirnya meredup dan terancam mati karena impitan ekonomi. Bagaimana kisahnya?

DHIMAS GINANJAR, Sukabumi

Tidak banyak pemain sepak bola Indonesia yang merasakan rumput Stadion San Siro, Milan, Italia. Siapa sangka, kesempatan langka itu sudah dirasakan Eriyanto, bocah 15 tahun asal Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).

Kenangan manis itu memang sudah setahun berlalu. Namun, Eriyanto tetap tidak bisa menyembunyikan senyumnya kalau mengingat kisah indah tersebut. Yakni, saat dia berhasil membawa tim Indonesia junior menjadi kampiun AC Milan Junior Camp Day. Indonesia menjadi jawara setelah mengalahkan tuan rumah Italia 1-0 lewat gol semata wayang David Nathan, 14.

“Tidak akan pernah terlupakan momen itu,” ujar Eriyanto kepada Jawa Pos (Grup Sumut Pos) yang menemuinya di Nagrak, Sukabumi. Masih dengan senyum yang terkembang, dia menceritakan bagaimana bangganya bisa membuat bendera Merah Putih berkibar di San Siro.

Selain mengantarkan Indonesia juara, Eriyanto dinobatkan sebagai kapten tim terbaik oleh ofisial AC Milan. Kepemimpinannya sejak awal kompetisi dan mampu membawa Indonesia juara menjadi nilai tambah jika dibandingkan dengan il capitano tim-tim lainnya. Nilai plus lainnya, meski menjadi pemain belakang, dia berhasil mencetak gol saat Merah Putih menang 3-1 atas tim gabungan Venezuela-Brazil.

Kisah manis Eriyanto berlanjut saat tiba di tanah air. Tim Indonesia mendapat kesempatan dijamu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Eri ‘sapaan akrab Eriyanto’ yang sempat putus sekolah saat SMP seakan mendapat cahaya terang di hidupnya. Ketika bertemu dengan Presiden SBY dan Menpora Andi Mallarangeng, dia dijanjikan bakal dibiayai sekolahnya.

Tapi, janji itu hanya sebatas pemanis mulut belaka. Setidaknya hingga kini. Tidak ada bantuan apa pun yang diterima Eri. Dia juga kembali harus bertarung dengan kemiskinan. “Saya memang dari keluarga tidak mampu. Bapak merawat kambing orang,” katanya.

Menyitir cerita film Garuda di Dadaku, Bayu sang pemeran utama harus memilih antara sekolah dan sepak bola. Nah, Eri dihadapkan pilihan serupa oleh orangtuanya. Pilihannya adalah sepak bola atau bekerja. Orangtuanya berharap agar Eri fokus membantu perekonomian keluarga. Titik!

Namun, Eri tidak bisa meninggalkan sepak bola. Siswa kelas XI SMA Negeri Nagrak itu tidak kehilangan akal. Agar orangtuanya tidak menghalangi hobinya bermain bola, Eri mencoba membagi waktu. Menggembala kambing tetap dia lakukan, tetapi sambil berlatih sepak bola.

“Pulang sekolah, cari rumput dulu baru latihan,” tandas penggemar klub Barcelona itu. Strategi itu berhasil. Setidaknya, orangtuanya tidak lagi memaksa Eri agar meninggalkan sepak bola.

Sebaliknya, orangtua Eri kini getol menyemangati sang putra untuk menjadi pemain bola yang andal. Mereka berharap, sang putra yang lahir 12 Maret 1996 itu menjadi striker alias penyerang. Harapan tersebut disampaikan lantaran posisi Eri yang sering bermain di belakang dianggap kurang menguntungkan.

Namun, Eri memberikan fakta lain. Meski menjadi pemain belakang, dia tetap bisa produktif mencetak gol. Dia pun berhasil membawa SSB Asmaras menjuarai kompetisi KONI Kabupaten Sukabumi (24/12). “Meski pemain belakang, saya menjadi top scorer dengan 15 gol,” katan pemain bertinggi 168 sentimeter itu.

Eri memang ngotot agar bisa terus bermain sepak bola. Bukan semata karena dia pernah bermain di San Siro dan menjadi kapten tim terbaik. Lebih dari itu, Eri tak ingin perjuangannya yang begitu panjang berakhir sia-sia karena ekonomi keluarga yang pas-pasan.

Eri mengenal sepak bola sejak kecil. Jangan dibayangkan dia menginjakkan kaki di lapangan dengan peralatan lengkap seperti sepatu dan kostum. “Tidak ada itu semua,” tuturnya.

Meski kakinya kerap terluka, dia tidak peduli. Kelas III SD adalah kali pertama dia mengikuti kompetisi sepak bola. Sejak saat itu, dia terus dibawa kalau ada turnamen meski sekelas antarkampung dan bermain tanpa sepatu. “Kelas VI SD saya baru mengenal sepatu bola,” kenangnya.

Saat masuk SMP, Eri bertemu mantan pemain sepak bola nasional Arif Hidayat yang mendirikan sekolah sepak bola (SSB). Dia diminta untuk fokus berlatih tanpa memikirkan biaya. Ketekunan itu berbuah. Belum setahun ikut SSB, Eri mengikuti AC Milan Junior Camp Day.

Kemiskinan sempat membuat Eri minder saat melakukan seleksi untuk regional Jakarta. Penyebabnya tentu saja anak-anak kaya yang memiliki peralatan lengkap dibandingkan dengan dia. Beruntung, perasaan minder itu tidak membuatnya gagal menyingkirkan seribu kontestan lain. Dia masuk sepuluh besar dan melanjutkan seleksi di Bali.
Posisi asli Eri adalah striker. Namun, situasi memaksanya menjadi pemain belakang. Hal itu terjadi ketika salah seorang rekannya mengalami cedera saat tim sudah berada di Italia. “Dia main di belakang dan kapten yang sebenarnya,” terang Eri.

Eri tidak pernah menyangka bahwa cedera tersebut justru berbuah manis. Pelatih Yeyen Tumena mempercayakan ban kapten kepada Eri meski harus menariknya untuk bermain lebih ke belakang. Sejak itu, penggemar Firman Utina itu lebih senang bermain di belakang ketimbang striker.

Sekarang dia mengaku sedang giat berlatih. Sebab, awal Januari nanti sudah menanti sebuah kompetisi lagi. Selain untuk menghadapi kompetisi, latihan itu dimaksudkan untuk ‘menebus’ dosa. Dia merasa sangat bersalah gagal menetap di Milan pasca junior camp. Penyebabnya, tim ofisial AC Milan mengatakan bahwa skill-nya harus diperbaiki. Menurut mereka, kemampuan Eri belum bisa menggeser anak-anak muda di tim junior AC Milan. “Mereka keberatan mengeluarkan satu anak di tim junior untuk saya,” terangnya.
Walau begitu, Eri masih bisa tersenyum. Penyebabnya, tidak ada angkatan dia di camp day 2010 yang berhasil masuk tim junior AC Milan. Baik dari Indonesia maupun tim internasional lainnya. Dia yakin, giat berlatih bakal membuat mimpinya menjadi seorang pemain bola profesional menjadi kenyataan. Api semangat itu tetap dia jaga.
Mimpinya saat ini adalah bergabung dengan klub Arema Malang. “Arema tim hebat. Mereka bisa bermain cepat. Saya ingin bermain di sana,” harapnya.
Meski demikian, Eri tidak akan jual mahal kalau ada tim yang berusaha memberikan pelatihan khusus kepada dirinya saat ini. Bekal pernah merumput di Italia dengan torehan medali emas diyakini mampu menjadi daya tawar tinggi baginya. “Sekarang belum ada klub liga Indonesia yang meberikan penawaran,” katanya. (*/c4/ca/jpnn)

Dahlan: Astaghfirullah, Itu Bahaya!

Dipinang 4 Partai Besar Jadi Capres dan Cawapres

Jakarta- Dahlan Iskan menolak namanya digadang-gadang sebagai capres dan cawapres. Dia menjelaskan, dirinya bekerja dengan tulus mengabdi untuk bangsa. Tidak pernah ada niatan politik untuk meraih jabatan apapun, termasuk capres atau cawapres.

“Astaghfirullah, itu bahaya!” kata Dahlan yang kini menjabat sebagai Menteri BUMN, Kamis (29/12). Dahlan tidak ingin isu-isu soal capres dan cawapres itu mengganggu kerjanya. Karena itu dia meminta tidak perlu dibesar-besarkan soal capres dan cawapres itu.

“Bisa-bisa orang mengira saya kerja keras karena ada maksud politik. Ini bahaya! Bisa merusak keikhlasan saya dalam pengabdian,” tegasnya.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Ari Soedjito mengatakan, jika Dahlan gegabah mengambil langkah politik, justru akan terjadi pendangkalan terhadap modal-modal politik yang sudah digenggamnya.

“Karena di politik itu justru bisa terjadi pendangkalan reputasi dan capaian-capaian yang sudah diraih. Jika Pak Dahlan terjebak pada pragmatisme, maka terjadi pendangkalan,” ujar Ari Soedjito saat dihubungi wartawan koran ini, kemarin.

Untuk saat ini, lanjutnya, Dahlan diingatkan jangan dulu mengambil sikap merapat ke partai mana. “Belum waktunya. Cukup dengan langkah-langkah gerilya. Politik tak perlu bendera, tapi cukup dengan garam, ada rasa tapi tak terlihat,” saran staf pengajar Fisipol UGM itu.

Meski diakui Ari, untuk bisa melenggang sebagai capres, seseorang perlu masuk gerbong parpol. Tapi untuk menentukan gerbong, juga tidak boleh gegabah. Jika punya prestasi tapi tak punya gerbong, langkah akan berat. “Seperti Sri Mulyani Indrawati, berprestasi tapi tak punya gerbong parpol, ya meredup,” ujarnya.
Yang perlu dilakukan Dahlan agar tidak meredup, lanjut matan aktivis 98 itu, tetap mengikuti kultur yang low profile, tapi dengan gerakan-gerakan politik yang high profile.

Seperti diberitakan, empat partai besar yakni Demokrat, Golkar, PKS dan PAN berebut meminang Dahlan. Partai Golkar mengintip peluang untuk memasangkan Aburizal Bakrie dengan Dahlan Iskan sebagai pasangan bakal kontestan Pilpres 2014.

PKS pun ingin menyandingkan Dahlan Iskan dengan tiga jagoan pilpresnya yakni Luthfi Hasan Ishaaq, Hidayat Nur Wahid, atau Anis Matta. PAN juga membuka peluang menyandingkan Hatta-Dahlan. Sedang politisi Demokrat, Ruhut Sitompul, merasa Demokrat lah yang paling dekat dengan Dahlan. (sam/jpnn)

Rasa Suka Itu Harus Disyukuri

Angelina Sondakh

Politikus Partai Demokrat (PD) Angelina Sondakh terus menjadi sorotan. Beredar foto mesra dia dengan kekasihnya yang bertugas di Mabes Polri, Kompol Brotoseno. Angie yang tengah liburan di luar kota tidak ambil pusing dengan foto itu.
“Dia tidak tertarik membahas kehidupan pribadi, kata Angie biar mengalir saja,” jelas sahabat Angie, Kahfi Siregar,Kamis (29/12).

Kahfi yang juga kolega Angie di Partai Demokrat ini baru berbicara dengan Angie lewat telepon kemarin pagi. Dalam perbincangan itu, Angie sudah mengetahui soal fotonya yang beredar. Angie hanya tertawa terkekeh saja saat ditanya Kahfi soal kebenaran foto itu. “Rasa suka itu harus disyukuri,” jelas Angie yang tengah melakukan kunjungan ke daerah.(net/bbs)

Gatot Ngaku Banyak Kekurangan

MEDAN- 2012, pintu seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) harus dibuka alias dilarang untuk ditutup.

Itu dikemukakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho, saat menjadi pembina upacara, pada apel terakhir tahun 2011 Pemprovsu, di Halaman Upacara Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (29/12).
Gatot mengatakan, agar di tahun 2012 yang tinggal beberapa hari ke depan, seluruh PNS harus melakukan perubahan yakni, dengan menghadirkan pelayanan terbuka dan transparan oleh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terhadap staf di jajarannya. Hal itu dilakukan sebagai wahana untuk berkonsultasi dalam melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing.

“Saya ingin, mulai tahun 2012 seluruh ruangan kerja, dari ruang Plt Gubsu, Sekdaprovsu, Asisten dan Kepala SKPD jangan ada yang pintunya tertutup. Ini bertujuan agar memudahkan pimpinan tersebut bisa ditemui stafnya, ketika akan berkonsultasi. Untuk tamu dari luar, tentu akan ada mekanisme dan prosedurnya,” katanya.

Keterbukaan itu, maksudnya, menjadi upaya perubahan untuk memberikan pelayanan lebih cepat serta bisa memangkas jalur birokrasi yang selama ini cenderung tertutup.

“Di sisi lain ini akan menghadirkan pelayanan yang transaparan dan cepat,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Gatot mengakui, ada beberapa kemunduran di Tahun 2011 ini dan itu bukan hal yang menggembirakan alias mengecewakan. Antara lain, pengesahan APBD 2012 yang lebih lambat dibandingkan APBD 2011. Kemudian, masih adanya kegiatan besar yang menumpuk di akhir tahun seperti tahun-tahun sebelumnya.(ari/jpnn)

20 Kabupaten/Kota di Sumut Belum Salurkan BOS

JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono mengancam akan memberi sanksi kepada Pemerintah Daerah yang tidak tepat waktu menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bahkan, Agung mengancam akan membawa masalah keterlambatan penyaluran BOS ke ranah hukum.
“Rencananya saya akan minta agar ini dimasukkan pidana,” tegas Agung saat memberikan keterangan pers di kantornya,  Jakarta, Rabu (28/12).

Menurut mantan ketua DPR itu, selama triwulan IV 2011, sebanyak 276 kabupaten/kota belum menyalurkan dana BOS. Termasuk 20 kabupaten/kota di Sumut. DKI Jakarta merupakan satu-satunya provinsi yang telah menyalurkan dana BOS 100 persen.

Agung memperingatkan kepada Pemda kabupaten/kota agar dana BOS disalurkan tepat waktunya. Dikatakanya, ada macam-ma cam alasan Pemda menolak menyalurkan dana BOS. (kyd/jpnn)

Dipantau, Tentara Syria Tembaki Demonstran

DAMASKUS – Tim pemantau Liga Arab melanjutkan tugasnya memonitor proposal perdamaian di tiga kota Syria kemarin (29/12). Tetapi, di Damaskus tim justru disuguhi rentetan tembakan yang dilancarkan tentara pemerintahan Presiden Bashar al-Assad kepada demonstran.

Sedikitnya, 13 orang dilaporkan tewas dalam penembakan tersebut.
Tim pemantau Liga Arab itu memulai misinya dengan pernyataan kontroversial. Ketua delegasi yang berasal dari Sudan, Letnan Jenderal (Letjen) Mohamed Ahmed Mustafa al-Dabi, mengaku tidak melihat sesuatu yang menakutkan saat kunjungan pertamanya di Kota Homs pada Selasa lalu (27/12). Kemudian, dia menyatakan memerlukan waktu tambahan untuk membuat kesimpulan soal kota tersebut.

Pemilihan Mustafa al-Dabi memicu protes dari oposisi Syria. Dia memegang jabatan kunci dalam pemerintahan di Sudan. Padahal, pemerintah negara di Afrika itu terlibat dalam pembantaian di wilayah Darfur.
Tim pemantau melakukan kunjungan singkat ke Kota Homs pada Selasa lalu dan langsung kembali ke ibu kota keesokan harinya (28/12). Dalam perjalanan pun, mereka dikawal tentara. Hal itu membuat demonstran marah dan menyerbu mobil mereka.

Tim Liga Arab akhirnya kembali ke Distrik Baba Amr, salah satu wilayah terburuk terkena dampak konflik militer dan demonstran antipemerintah, untuk melihat bangunan yang rusak akibat serangan tentara pro-Assad. Tim Liga Arab mendengar kesaksian orang-orang yang kehilangan teman dan sanak keluarganya. Saat itulah sebuah keluarga memperlihatkan kepada anggota tim satu jenazah korban.

Kemarin pasukan keamanan Syria kembali menembaki puluhan ribu demonstran di luar sebuah masjid di wilayah Douma, pinggiran Damaskus. Lokasi penembakan dekat dengan kantor pemerintahan yang sedang dikunjungi anggota tim Liga Arab. Empat orang tewas dalam insiden tersebut.

Kekerasan juga terjadi di wilayah lain pada saat hampir bersamaan. Misalnya, di kota dan Provinsi Idlib yang ada di utara Syria, Hama di bagian tengah, serta Provinsi Daraa di selatan. Total tercatat sedikitnya 13 orang tewas dalam insiden bentrok di berbagai wilayah itu.

Kekerasan dan pelanggaran HAM yang terus berlanjut saat tim monitor Liga Arab tiba di Syria tersebut membuat oposisi kecewa. Mereka menilai bahwa kerja sama terbatas antara rezim Assad dan tim pemantau tidak lebih dari upaya mengulur waktu dan upaya menghambat penjatuhan sanksi maupun kecaman dari dunia internasional.
Langkah pencitraan rezim Assad juga terlihat dari upaya pembebasan 755 orang yang ditahan selama sembilan bulan dalam demonstrasi antipemerintah. Pengumuman kebijakan itu disiarkan televisi Rabu (28/12) waktu setempat.
Sebuah laporan menyebutkan, para tahanan itu terlibat dalam sejumlah insiden kekerasan terakhir dengan militer. “Namun, tangan mereka sama sekali tak berlumur darah,” ujar sebuah seumber.

PBB menyatakan, lebih dari 14 ribu orang ditangkap dan ditahan di Syria karena ikut dalam demonstrasi. Lalu, lebih dari 5 ribu orang tewas akibat represi tentara Assad dalam menghadapi demonstran. (rtr/afp/cak/dwi/jpnn)

Mantan Pegawai Bank Divonis Mati di Malaysia

WNI Ditangkap Bawa Heroin

ALOR SETAR- Seorang warga Negara Indonesia (WNI), Maggie Taissya Olyvia (27) divonis mati oleh Pengadilan Tinggi (PT) Alor Setar, Malaysia. Wanita itu dihukum karena melakukan dan menyelundupkan narkoba jenis heroin seberat 656,15 gram dan 185,48 gram monoacertylmorphine.

Demikian diberitakan The Star, Kamis (29/12). Putusan Maggie tersebut ditetapkan majelis hakim PT Alor Setar, Mohd Zaki Abdul Wahab. Dalam sidang tersebut, bertindak sebagai jaksa adalah Norsyuhada Mohd Yatim, sedangkan pengacara Maggie adalah A J Surinarayanan.

Maggie terdeteksi membawa barang haram itu di Kompleks Imigrasi di Bukit Kayu Hitam pada 20 September 2010 pukul 12.15 waktu setempat. Narkoba ditemukan di tas yang dibawa Maggie. Dalam sidang, Maggie mengakui tas itu berisi narkoba, tapi dia tak mengetahui jenisnya.

Atas pengakuan ini, hakim menilai Maggie melanggar UU Obat Berbahaya 1952 dan menjatuhkan hukuman mati.  “Terdakwa sendiri telah mengakui bahwa dia tahu tentang narkotika dalam tasnya,” katanya.
Maggie yang pernah bekerja di lembaga finansial di Jakarta,  histeris lalu pingsan begitu mendengar vonis itu. Sejumlah polisi lalu membawanya keluar dari pengadilan. Media Malaysia lainnya, New Straits Times menulis, Maggie ditahan setelah mesin pemindai di kantor Imigrasi mendeteksi narkoba di tasnya. Narkoba yang berada di amplop ditemukan dalam kompartemen khusus di tasnya.

Maggie bersaksi bahwa ia telah menerima tawaran dari seorang pria tak dikenal untuk membawa tas dari Kamboja ke Malaysia. Dia terbang ke Phnom Penh dan bertemu orang lain, yang hanya dikenal sebagai Daniel, di sebuah hotel. Daniel memintanya untuk membawa tas ke Malaysia. Setibanya, barang haram itu tercium.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia siap memberi bantuan hukum menyelamatkannya dari tiang gantung.

“Apa pun kasusnya, dari segi aspek hukum dan kekonsuleran kita berikan bantuan hukum,” kata Direktur Perlindungan WNI Tatang Razak. (bbs/jpnn)

Tanggal 30 Desember di Somoa tak Ada

SOMOA – Di tengah masyarakat dunia akan merayakan pergantian tahun menuju tahun 2012. Tapi, bagi masyarakat Samoa, sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik, pada tahun 2011 mereka akan kehilangan tanggal 30 Desember.
Bagi masyarakat Somoa, tanggal 30 Desember tidak tercantum dalam kalender mereka. Setelah tanggal 29 Desember, esok harinya menjadi 31 Desember 2011 karena wilayah Somoa dilalui garis tanggal internasional.  Wilayah Samoa saat ini berada di sebelah timur garis tanggal internasional dan akan berpindah ke sebelah barat dalam setiap satu abad.
Seperti diberitakan Telegraph, Kamis (29/12), Somoa akan menjadi tempat terakhir untuk melihat tenggelamnya matahari di tahun 2011 dan menjadi tempat yang pertama untuk melihat terbitnya matahari di tahun 2012.

Beberapa kelompok keagamaan menolak untuk mengakui hilangnya tanggal 30 Desember tersebut. Salah satunya kelompok Advent Hari Ketujuh tidak akan mengakui perubahan itu dan akan tetap menjalankan siklus tujuh hari seminggu seperti biasanya.

Perubahan waktu terakhir terjadi pada tahun 1995, ketika negara di Pasifik, Kiribati, yang telah lama terbagi dua, sebagian besar pulaunya bergeser ke waktu wilayah timur. Sedangkan bagian barat wilayahnya memiliki waktu sehari lebih cepat. (net/jpnn)

Tewas karena Kecelakaan Naik 174 Persen

Faktor Manusia Menjadi Penyebab Tertinggi

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat jumlah korban meninggal pada kecelakaan transportasi yang diinvestigasi sepanjang 2011 meningkat 174 persen dibanding 2010. Jika tahun lalu korban meninggal sebanyak 90 korban jiwa, tahun ini jumlahnya mencapai 247 korban jiwa.

“Kita telah melakukan identifikasi terhadap perkiraan faktor penyebab utama terjadinya kecelakaan transportasi tahun 2011, ternyata faktor manusia atau human factor paling banyak berkontribusi terhadap kecelakaan-kecelakaan itu,” ujar Ketua KNKT, Tatang Kurniadi di gedung Kementerian Perhubungan kemarin.

Tatang menyebutkan dalam pelaksanaan investigasi di tahun 2011, secara keseluruhan KNKT telah melaksanakan investigasi sebanyak 46 kali yang terdiri dari moda transportasi udara 32 kali, moda jalan 7 kali, moda laut 6 kali dan moda kereta api 1 kali. “Jumlah investigasi kita tahun ini dibandingkan tahun lalu naik 28 persen,” tegasnya.
Dari semua kecelakaan yang diinvestigasi KNKT tersebut, tercatat korban sebanyak 247 orang meninggal, terdiri dari kecelakaan laut 86 orang, kecelakaan jalan 85 orang, kecelakaan udara 71 orang dan kecelakaan kereta api 5 orang. “Angka korban meninggal itu meningkat 174 persen jika dibandingkan jumlah korban pada tahun 2010 yang sebanyak 90 orang,” kata dia.

Sedangkan jumlah korban luka-luka pada tahun 2011 sebanyak 420 orang dengan rincian kecelakaan laut 346 orang, kecelakaan jalan 56 orang, kecelakaan kereta api 10 orang dan kecelakaan udara 8 orang. “Angka jumlah korban luka-luka tersebut meningkat 40 persen jika dibandingkan dengan korban luka pada 2010 yang sebanyak 301 orang,” lanjutnya.

Dia mengakui bahwa semua kecelakaan itu paling banyak disebabkan karena faktor manusia, yaitu 62,5 persen, yang secara spesifik di moda jalan berkontribusi 37,5 persen, laut 12,5 persen, udara 12,5 persen. “Porsentase kontribusi faktor manusia pada kecelakaan tahun ini mengalami kenaikan jika dibandingan dengan tahun 2010 yang berkontribusi 44 persen terdiri dari udara 25 persen, laut 8 persen,jalan 8 persen dan kereta 8 persen,” tambahnya
Selain itu terdapat faktor teknis yang juga menyebabkan kecelakaan sebesar 37,5 persen. Angka itu mengalami penurtnan jika dibandingkan dengan data kontribusi faktor teknis padatahun 2010 yaitu sebesar 53 persen.

“Faktor yang lain adalah faktor eksternal seperti halnya cuaca atau kondisi lingkungan di lokasi kecelakaan. Ini merupakan faktor yang masih memerlukan analisis dan pengkajian lebih mendalam apakah merupakan kontributor utama penyebab klakaan atau bukan,” tukasnya.

Pada kesempatan sama dia sampaikan bahwa KNKT juga melakukan analisis laju kecelakaan (rate of accident) di masing-masing moda transportasi. Angka tersebut diperoleh dari jumlah kecelakaan satu tahun dibandingkan dengan tingkat produksi masing-masing moda. “Misalkan untuk moda udara, terjadi peningkatan rate of accident pada tahun 2011 dengan angka 4,22, tahun lalu 2,68,” tuturnya.

Sepanjang tahun 2011 ini, KNKT mengaku telah memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait untuk mencegah terjadinya kecelakaan di masa mendatang. “Pada tahun 2011, ada 99 rekomendasi yang terdiri dari kereta api 10 rekomendasi, transportasi laut 12 rekomendasi, moda jalan 17 rekomendasi dan transportasi udara 60 rekomendasi,” ungkapnya.

Dalam rangka menunjang kinerja KNKT, Tatang berencana menambah jumlah investigator  dalam waktu dekat ini. Saat ini KNKT memiliki 53 investigator yang bertugas di semua moda transportasi berdasar keahlian masing-masing. “Jumlah ini tidak ideal melihat luas dan banyaknya moda transportasi di Indonesia. Kita harapkan mulai 2012 akan ada 261 investigator untuk semua moda,” jelasnya. (wir/jpnn)

Gelar Operasi Zebra 2011

Direktorat Lalu Lintas Poldasu dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan menggelar Operasi Zebra Toba 2011 dengan mengedepankan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas dan tindak pidana kejahatan bermotor berupa razia.

Selain itu polisi bertopi putih ini juga melakukan penyuluhan seperti kegiatan pendidikan masyarakat melalui media, atau langsung pada tempat keramaian dan tempat rawan kecelakaan atau pelanggaran lalu lintas, masuk ke sekolah sekolah dalam program polisi sahabat anak.

Nah selama menggelar Operasi Zebra Toba 2011 di seluruh wilayah hukum Polda Sumatera Utara  selama 6 hari yang dilakukan sejak 28 Nopember 2011 lalu Ditlantas Poldasu menekan angka kecelakaan lalu lintas baik kualitas maupun kuantitas dari 88 jumlah kecelakaan menjadi 70 kali kejadian atau turun 25,71 persen.

Korban meninggal dunia dari 31 orang menjadi 18 orang atau 5 sampai 6 orang setiap hari menjadi 3 orang setiap hari ada penurunan  72,22 persen, korban yang mengalami luka berat juga terjadi penurunan sebesar 1,89 persen yaitu dari 54 orang menjadi 53 orang, sedangkan luka ringan turun 47,54 persen yaitu dari 90 orang menjadi 61 orang. (azw)