31 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 14240

Sumut Perbaiki Peringkat UN 2012

MEDAN- Sosialisasi Ujian Nasional ( UN) 2012 mulai dilaksanakan di 33 kabupaten/kota di Sumut. Hal itu diharapkan mampu meningkatkan peringkat Sumut di Nasional dan menekan angka kecurangan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kadisdik Sumut), Syaiful Syafri saat membuka sosialisasi pelaksanaan UN 2012 di Hotel Royal Perintis Medan, Kamis (29/12).   Syaiful menerangkan, tujuan digelarnya sosialisasi dilakukan untuk memperkuat koordinasi antara kabupaten/kota dengan propinsi. Dengan koordinasi yang kuat, diyakini peringkat UN di Sumut pada 2012 bisa lebih baik lagi dibanding 2011.

Dia menyebutkan sejumlah strategi pelaksanaan UN jenjang SD/MI SDLB, SMP/MTs/SMPLB, dan SMA/MA/SMK. Strategi itu berupa koordinasi, yang kuat bukan hanya dari pemerintah saja yakni pihak Dinas Pendidikan, namun semua yang terlibat dalam dunia pendidikan seperti anggota dewan pemerintahan yakni DPRD khususnya Komisi E. Selain itu, beberapa institusi lainnya ikut dilibatkan, seperti  Unimed selaku pengawas, Dewan Pendidikan, PGRI, Kepolisian, dan pihak lainnya.

Anggota DPRD Sumut Komisi E, Nurhasanah menanggapi apa yang diraih pada tahun
ini hendaknya bisa dipertahankan dan sebaiknya harus ditingkatkan. Sebab, keberhasilan yang dicapai tahun ini merupakan buah dari kerjasama yang cukup keras dari Disdik Sumut beserta mitranya DPRD Sumut dan elemen-elemen yang terkait di bidang pendidikan.

Seperti yang diketahui peringkat UN di Sumut untuk jenjang SMA pada 2011 di Sumut menempati urutan ke empat secara nasional. Sementara untuk jenjang SMP berada diurutan kedua.
Hasil kelulusan SD/MTs juga mengalami kelulusan 100 persen. (uma)

Camat dan Lurah Dilarang ke Luar Kota

MEDAN- Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengimbau seluruh camat dan lurah agar tidak meninggalkan wilayahnya pada pelaksanaan Tahun Baru Masehi 2012. Hal itu untuk mencegah agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Kita harus di Medan semuanya, untuk camat dan lurah tidak ada yang boleh meninggalkan wilayahnya masing-masing,” katanya dalam rapat akhir tahun di kantor Wali Kota Medan, Kamis (29/12).

Dia menyebutkan, apabila lurah ataupun mau keluar Kota Medan wajib meminta izin. Misalnya lurah minta izin keluar kota harus melapor ke camat, selanjutnya camat dapat melaporkannya kepada Wali Kota. Hal itu agar bisa sama-sama terwujud rasa aman dan pelayanan yang baik ke masyarakat.

Tak lupa, Rahudman mengingatkan kepada seluruh camat se Kota Medan, pada 2012 mendatang agar administrasi dalam pelayanan publik segera diseragamkan. Tidak boleh berbeda format, misalnya surat keterangan antara Kecamatan Medan Tuntungan dengan Medan Labuhan harus sama.

Hal lainnya, dia menyampaikan pada pelaksanaan Tahun Baru 2012 Pemko Medan melakukan berbagai kegiatan sosial termasuk dzikir akbar, yang diikuti 1000 orang, menyantuni anak yatim seribu orang dan pesta rakyat masyarakat Kota Medan di Taman Sri Deli serta dihibur artis-artis lokal maupun ibukota.
“Kegiatan penyambutan tahun baru ini harus kita dukung bersama, agar pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” bebernya.(adl)

Plt Gubsu Diminta Gelar Ulang Musda Pramuka

MEDAN- Plt Gubsu Gatot Pujonugroho diwajibkan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka periode 2011-2016 kembali. Pasalnya, hasil Musda Kwarda Pramuka dibatalkan Pengadilan Negeri (PN) Medan.
Putusan pembatalan itu disampaikan Ketua Majelis hakim, Erwin Mangatas Malau, Rabu (28/12). Dalam putusannya, hakim memutuskan mengabulkan gugatan yang diajukan penggugat yakni Bahdin Nur Tanjung.  Bahkan, dalam putusan tersebut, tergugat I yakni pengurus Kwarnas, tergugat II pengurus Kwarda dan tergugat III Gatot Pujonugroho diminta untuk kembali melakukan Musda Kwarda Pramuka Sumut, yang dilaksanakan paling lambat 90 hari setelah putusan ditetapkan. “Dalam putusan ini tergugat maupun penggugat punya hak untuk banding,” ucapnya.

Penasehat hukum tergugat II dan III, Samsul Bahri Siregar mengaku pikir-pikir untuk melakukan upaya banding terhadap putusan majelis hakim. “Kami masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim,”ujarnya.

Bahdin dalam gugatan perdatanya menggugat Gatot yang juga Plt Gubsu serta Pengurus Kwarda dan Kwarnas Gerakan Pramuka sebesar Rp5 miliar karena menyalahi aturan pemilihan ketua Kwarda Sumut periode 2011-2016.
Dalam gugatannya, Bahdin menyatakan pemilihan ketua Kwarda Sumut cacat hukum karena menyalahi AD/RT Pramuka. Pasalnya, sesuai dengan ketentuan nama kandidat dikeluarkan pihak kwarda dua bulan sebelum pemilihan, dan nama-nama tersebut dikirimkan ke Kwarcab se-Sumut untuk dibahas secara internal.

Dalam  surat edaran No 10.426/02.02-A tanggal 22 Desember 2010 disebutkan, sampai batas akhir 13 Desember 2010, terdapat dua bakal calon Ketua Kwarda Sumut yakni M Syafii dan Bahdin NurTanjung.  Tapi, surat edaran No: 11.031/02.A tanggal 4 Maret 2011, Gatot masuk menjadi kandidat. Penambahan kandidat itulah menjadi masalah. Seharusnya kandidat maju dua bulan sebelum pemilihan Musda Pramuka, 15-16 Maret, sesuai Pasal 75 Ayat 2 AD/RT Pramuka. (rud)

Terima Telpon, Pembongkaran Rumah Lurah Ditunda

MEDAN- Pembongkaran rumah milik seorang oknum lurah di kawasan Medan Kota tertunda dikarenakan Kabid Pemanfaatan dan Tata Ruang, Ali Tohar menerima telpon yang diberikan oleh oknum lurah tersebut, Kamis (29/12).
Ditundanya pembongkaran rumah Jalan Jati III Gang Ampera II, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, dikarenakan oknum Lurah menandatangani surat pernyataan di atas segel. Dalam surat pernyataan itu, oknum lurah diberi waktu 3 x 24 jam untuk membongkar bangunannya yang terbukti melanggar.

“Bangunan milik Lurah akan terus dipantau dalam waktu 3 x 24 jam. Jika dalam batas waktu yang diberikan ternyata bangunan bermasalah tak juga dibongkar, kami akan datang kembali untuk melakukan pembongkaran.  Saya pastikan pembongkaran tidak akan terkendala, sebab kami akan membawa tangga maupun perlengkapan lainnya sehingga pembongkaran dapat dilaksanakan,” tegasnya.

Dia menyebutkan, sesuai Perda No 9/2002 tentang retribusi izin mendirikan bangunan, Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB)  Kota Medan tidak pandang bulu terhadap bangunan bermasalah.

Terbukti, satu unit rumah yang sedang dibangun menjadi lantai dua milik seorang lurah dibongkar karena tak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB). Bangunan itu dibongkar karena berdiri di atas badan jalan/gang.
“Kami mengetahui bangunan ini bermasalah dari laporan, terbukti bangunan milik oknum lurah ternyata melanggar peraturan,” katanya. (adl)

IJTI Sumut Gelar Pelatihan Kode Etik

MEDAN- Untuk mempersiapkan tenaga handal jurnalis televisi, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Utara menggelar pelatihan jurnalistik televisi, yang diikuti puluhan mahasiswa dari 4 kampus di Medan, serta sejumlah kontributor jurnalis televisi wilayah Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Pelatihan ini menyoroti persoalan kecenderungan pelanggaran kode etik media yang banyak menuai pengaduan publik.

“Sumatera Utara masuk dalam urutan nomor dua setelah DKI Jakarta dalam persoalan pelanggaran kode etik media dan jurnalis, dengan jumlah pengaduan sebanyak 13 laporan sedangkan DKI Jakarta 68 pengaduan, Jawa Barat 9 laporan dan Jawa Timur 8 laporan, sedangkan untuk jenis medianya sebanyak 103 tercacat dimiliki media cetak dan 22 pengaduan dimiliki media televisi, serta 19 pengaduan dimiliki oleh media on line,” ujar Puji Santoso, salah seorang pembicara saat menyampaikan materi Kode Etik Jurnalistik di aula kantor Dinas Infokom Jalan M Said Medan (28/12)
Sementara, Ketua IJTI Sumut Edi Iriawan mengatakan, kegiatan ini merupakan konsisten IJTI pada dua aspek seperti advokasi dan pelatihan jurnalistik, kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkembangkan profesionalisme jurnalis televisi di Sumatera Utara khususnya bagi jurnalis-jurnalis di daerah.

“Sebenarnya esensi kegiatan ini selain meningkatkan program kerja IJTI, kita harapkan perusahaan media juga harus bertanggung jawab atas keberadaan pekerjanya yang profesional,” ujar Edi.

Edi juga menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam pelatihan ini juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab IJTI untuk mempersiapkan jurnalis dari kalangan mahasiswa yang kemudian hari akan berprofesi sebagai jurnalis televisi.

Acara pelatihan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Infokom Sumut DR H Asren Nst MA ini, diharapkan dapat meningkatkan SDM jurnalis televisi ke depan dan menumbuhkan semangat baru.
“Kita juga berharap peserta yang ikut baik dari mahasiswa dan kontributor dapat serius mengikuti pelatihan ini karena pelatihan akan bermanfaat dalam dunia pendidikan dan dunia kerja,” ujar Asren usai membuka acara. (red)

Rahmat Shah: Masalah Tanah Harus Tuntas

MEDAN- Anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Utara, DR H Rahmat Shah, menegaskan, permasalahan tanah yang ada di Sumatera Utara harus tuntas pada kwartal pertama tahun 2012 yang akan datang.

Permasalahan tanah merupakan permasalahan yang telah berlangsung bertahun-tahun dan telah memakan korban harta dan jiwa yang tidak sedikit. Sementara itu, proses penyelesaian kasus-kasus pertanahan selalu lambat, berlarut-larut dan terkesan tidak ada political will dari pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Hal di atas disampaikan Rahmat saat menjadi narasumber pada kegiatan talkshow refleksi akhir tahun 2011 yang dilaksanakan oleh salah satu stasiun radio di Medan, Jumat (23/12).

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Sigit Purnomo Asri, Wakil Ketua DPRD SU dan Dr Hasim, MHum, dosen USU Medan sekaligus Ketua KAHMI Sumut, sebagai narasumber lainnya.

Rahmat meyakini, bahwa kasus tanah sengaja dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian dengan tuntas semata-mata untuk kepentingan segelintir kelompok PTPN dan BPN ataupun pihak lain dengan modus disewakan yang transaksinya bernilai miliaran rupiah.

Untuk itu, Rahmat mengimbau, agar para oknum segera sadar dan tidak lagi melakukan upaya memperkaya diri sendiri di atas penderitaan rakyat banyak. Dalam kaitan masalah pertanahan, Rahmat dipercaya menjadi Ketua Tim RUU Pertanahan DPD RI ini mengakui, bahwa ukuran keberhasilan suatu negara adalah kemampuan pemerintah negara tersebut melakukan pengelolaan kasus-kasus pertanahan.

Sebab, semakin cepat kasus pertanahan selesai, maka itu akan semakin lebih baik bagi negara tersebut. Karenanya, Rahmat mengajak segenap komponen masyarakat untuk selalu optimis dengan rencana-rencana pembangunan ekonomi selama pemerintah dapat bersikap tegas dalam menyelesaikan kasus-kasus pertanahan.
Menurut Rahmat pula, negara tidak akan bangkrut bila negara mengembalikan tanah-tanah milik masyarakat kepada pemilik yang sebenarnya.

Selain masalah pertanahan yang belum tuntas, Rahmat juga mencatat kasus perobohan rumah ibadah yang dilakukan oleh aparat keamanan merupakan catatan kelam perjalanan dinamika masyarakat Sumatera Utara di tahun 2011 ini.
Dalam poin ini, Rahmat berharap agar kasus perobohan masjid Al-Ikhlas Jalan Timor Medan, merupakan kasus terakhir yang pernah terjadi di daerah ini.

“Saya meminta agar semua pihak dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan perusakan dan anarkis hingga ditetapkannya keputusan pengadilan yang tetap dan inkrah,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rahmat juga menyoroti permasalahan infrastruktur yang ada di Sumatera Utara termasuk permasalahan Bandara Kualanamu yang menurut Rahmat merupakan salah ukuran keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera merealisasikan bandara tersebut. (*/ila)

PP Karo Amankan Natal dan Tahun Baru

KARO- Sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan dan kekondusifan Kabupaten Tanah Karo, khususnya pada perayaan Natal dan Tahun Baru, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Karo, bekerjasama dengan Polri, TNI dan instansi terkait lainnya, melakukan pengamanan di sejumlah lokasi rawan  kemacetan dan rawan tindak kriminal.

Hal ini diungkapkan Ketua MPC PP Kabupaten Karo Drs Joy Harlim Sinuhaji, didampingi Sekretaris Torison Ginting, Wakil Ketua Dermawan Purba dan Wakil Sekretaris Makmur Sembiring, di Berastagi, kemarin (28/12).
Dilaksanakannya pengamanan bersama sejumlah unsur terkait ini, menurut Joy Harlim, juga  berdasarakan surat intruksi Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Sumut Nomor 797.E3/MPW-PP/SMU/XII/2011 yang mengintruksikan agar sejumlah MPC di jajaran Sumut untuk mengambil bagian dalam menjaga kondusifan perayaan Natal dan Tahun Baru di  wilayah masing-masing.

Selain itu, kata Joy Harlim yang akrab di sapa Nonink ini, pengamanan dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi antara sejumlah elemen di ruang purpur sage Polres Tanah Karo beberapa  waktu lalu.
Pada saat melakukan peninjuan ke lokasi pengamanan, Nonink dengan tegas mengintruksikan kepada kader PP dalam melaksanakan tugas agar tetap melakukan koordinasi dengan Polri, TNI dan instansi lainnya yang turut serta melakukan pengamanan.

“Satu hal lagi, saya  tegaskan agar dalam menjalankan pengamanan, anggota bersikap arif dan tidak menunjukkan kearogansian apalagi berbau premanisme. Sehingga masyarakat dapat merayakan dan menjalankan ibadah dengan tenang dan damai,” kata  Nonink.

Menurutnya, hal tersebut cukup penting  karena selain mayoritas  warga Kabupaten Karo merayakan Natal, daerah yang berada di dataran Karo merupakan dearah tujuan wisata andalan Sumatera Utara.

“Kita harus menjaga wisatawan agar mereka merasa nyaman berkunjung ke daerah ini, menginggat banyak wisatawan  berkunjung apalagi pada saat malam tahun baru, jika mereka merasa nyaman maka sudah pasti pendapatan masyarakat Karo juga akan semakin baik,”  papar Joy Harlim.(zan)

Dai Sebagai Penyeimbang Negara

MEDAN- Anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Utara, DR H Rahmat Shah menilai, para dai ataupun juru dakwah memegang peranan cukup penting di tengah-tengah masyarakat. Peran yang mereka lakukan merupakan bagian dari upaya mencapai tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tugas mulia tersebut, kata Rahmat, bukan hanya terbatas pada pencerdasan intelektual saja, namun juga mencerdaskan emosional dan spiritual. Karenanya tugas menjadi dai haruslah diperankan dan dilakukan dengan sebaik mungkin dan dilakukan dengan tulus dan ikhlas sebagai sebuah pengabdian kepada Tuhan, bangsa dan negara Indonesia.

Hal di atas disampaikan Rahmat melalui Staff Ahli DPD RI, Bechta Perkasa Asky MA, yang menghadiri acara Pelantikan Pengurus Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumatera Utara yang dilaksanakan di Hotel Inna Dharma Deli, Medan, Kamis (22/12).

Acara pelantikan ini dirangkaikan dengan kegiatan seminar dengan tema “Akhlak Politik Islam” yang menghadirkan nara sumber Dr Samson Rahman dari DPP IKADI dan Sigit Purnomo Asri, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara serta Dr. Zainul Fuad, dosen IAIN SU.

Rahmat juga mengingatkan, bahwa para dai maupun ulama merupakan komponen penting di antara masyarakat. Para aparatur pemerintahan seharusnya senantiasa didampingi para ulama sebagai mitra penyeimbang yang dapat memberikan arahan dan bimbingan agar arah pembangunan ini dapat berada pada jalur yang tepat. Hal tersebut, menurut keyakinan Rahmat, bahwa para ulama memiliki visi keislaman, kebangsaan dan kenegaraan Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia dan sebagai bagian dari “Rahmatan lil ‘alamain”, rahmat bagi semesta alam.

Rahmat mengingatkan bahwa sejarah perjuangan nasional bangsa ini dipenuhi dengan tokoh-tokoh pergerakan yang juga para dai dan ulama. Sehingga selain mempersiapkan cetak biru kebangsaan dan kenegaraan Indonesia, mereka juga mempersiapkan mental dan moral serta spiritual anak bangsa. “Oleh karenanya, bila para pejabat dan pemimpin sekarang belajar dari para pendahulu mereka di awal-awal kemerdekaan, tentunya mereka akan dapat melihat betapa bersahajanya para pemimpin dan pejabat pemegang pemerintahan. Kekuasaan dan jabatan yang dipegang, benar-benar dihayati sebagai sebuah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” kata dia.

Rahmat tetap mengharapkan agar para dai tetap bersungguh-sungguh dalam menjalankan misi dakwah mereka dengan tetap memelihara semangat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta tidak terjebak dalam pemikiran sempit dalam pemahaman keagamaan seperti yang terlanjur dipahami sebahagian komponen masyarakat yang menganggap bahwa tindakan bom bunuh diri merupakan perilaku jihad.(*/ila)

Niat dan Keuletan Modal Dasar Jadi Penulis

Road Show Jurnalistik Goes to School 2011 di MAN 1 Medan

MEDAN- Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan Burhanudin Harahap SAg MPd mengaku bangga, sekolahnya menjadi salah satu tempat yang dipilih sebagai tempat digelarnya Road Show Jurnalistik Goes to School 2011 yang digelar Koordinator Wartawan Unit Pemko Medan.

Selain mendapat pengetahuan tentang jurnalistik, melalui road show, siswa juga berkesempatan menyerap pengetahuan perihal fotograpi jurnalistik.

“Ini juga untuk menyahuti ekstrakurikuler MAN 1 tentang fotograpi yang mulai berlangsung Januari 2012,” ungkapnya saat membuka Road Show Jurnalistik Goes to School 2011, Kamis (29/12) di MAN 1 Medan, Jalan Pancing, Medan.

Dikatakannya, seiring perkembangan kemajuan MAN 1 Medan, pada 2012 pihaknya menuju ISO. Setelah ada pelatihan penulisan, pihaknya juga tak menampik akan membuat esktra kurikuler fotografi dan majalah sekolah serta akan menyediakan peralatan fitnes untuk siswa-siswi MAN 1 Medan.

“Saya berharap sekolah yang menjadi tempat terakhir digelarnya road show, bisa lebih berkesan. Karena saya cukup apresiatif dengan hajatan yang digelar panitia. Selain berterima kasih, saya mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelayanan,” cetusnya.

Sebelumnya, Ketua Koordinator Wartawan Unit Pemko Medan M Arifin SPd, MPd mengatakan, kegiatan Road Show Jurnalistik Goes to School 2011 digelar di 6 sekolah diawali di Pencawan, SMA Negeri 3 yang dibuka oleh Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, SMA N 2 Medan, SMA Santo Thomas, SMK Negeri 5 Medan dan  Kegiatan yang didukung penuh Pemko Medan, diharapkan menambah wawasan bagi siswa.

“Dari enam sekolah yang digelar, MAN 1 Medan merupakan sekolah yang terakhir menjadi tempat gelaran kegiatan road show ini,” ujarnya.

Acara road show diisi penyampaian materi tiga narasumber, yakni Direktur Lembaga Baca Tulis (ElBeTe)  H Ali Murtado, SAg, Mhum  yang juga wartawan Harian Analisa, praktisi jurnalis Teja Purnama dan Fotografer  Harian Analisa Junaidi Gandy.

H Ali Murtado yang menyampaikan materi bagaimana cara menulis, menuturkan, modal dasar untuk menulis adalah niat, keberanian, ketekunan, wawasan, tidak patah semangat, rajin bertanya dan siap menerima kritikan.

Disebutkannya, dengan menulis menjadikan diri rajin membaca. Keuntungan lainnya bisa juga menjadikan terkenal atau bahkan pekerjaan sampingan dan mungkin juga sebagai pembicara. Dan keuntungan-keuntungan lainnya, diantaranya bisa meramu ide agar menyamakan paham tentang sesuatu dan dapat menghasilkan uang. Selain pengetahuan bagaimana cara menulis, Ali juga membekali siswa dengan tips menulis.

Sementara, Teja Purnama, pemateri teknik mencari berita menyampaikan materi dengan simulasi, membuat suasana kian semarak. Wartawan, sebagai penyampai informasi menurutnya harus bisa menyampaikan informasi yang akurat. Sebab, informasi yang salah bisa menyebabkan dunia hancur. “Setiap orang berbakat dan punya potensi sebagai wartawan. Paling tidak menjadi wartawan bagi dirinya sendiri,” bilangnya.

Di akhir acara, mewakili Koordinator Wartawan Unit Pemko, Dipo Sumarno didampingi wakil ketua, ME Ginting, Sekretaris Reza Shahab  mengungkapkan, MAN 1 menurutnya yang terbaik.(*/adl)

Saling Memberi Antar Sesama

Tabligh Akbar Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1433 H

Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1433 H, Pemkab Langkat menggelar Tabligh Akbar Tahun Baru Hijriyah 1433 H, di halaman Masjid Jami’ Nasrullah Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kamis (29/12).

Tabligh akbar tersebut menghadirkan penceramah Al-Ustadz H Irfan Yusuf. Selain tabligh akbar, peringatan 1 Muharram ini, juga dilakukan peletakan batu pertama masjid Jami’ Nasrullah oleh Bupati Langkat Ngogesa Sitepu.
dalam sambutannya, Ngogesa Sitepu mengatakan, dalam setiap perjalanan kehidupan manusia saling membutuhkan satu dengan yang lain, oleh karenanya sebagai ummat yang bersaudara harus senantiasa saling memberi kesejukan karena hal tersebut merupakan kunci persaudaraan.

”Baik pemerintah maupun masyarakat diharapkan memberikan kesejukan demi kokohnya pembangunan yang berkesinambungan,” kata H Ngogesa Sitepu.

Ngogesa memberikan apresiasi atas kedewasaan masyarakat Secanggang untuk tetap bersama dan memberi dukungan bagi terwujudnya pembangunan di kecamatan tersebut. Menyinggung lembaran tahun baru Hijriyah, Bupati Langkat mengajak semua ummat Islam untuk saling mengkaji dan mengevaluasi diri guna melakukan perilaku-perilaku terbaik di tengah-tengah masyarakat.

Al-Ustadz H Irfan Yusuf, dalam tausyiah Tahun Baru Hijriyah mengingatkan ummat Islam untuk menjadikan tahun ini sebagai sebuah kesempatan memperbaiki diri dengan menguatkan ikhtiar dan menyibukkan diri mencari kelemahan sendiri. ”Wujudkan hubungan harmonis di masyarakat dan keluarga dengan selalu menghargai dan menutupi kelemahan saudaranya,” sebut Irfan yang biasa disapa jamaah dengan sebutan Ustad Rahul.

Sementara, Camat Secanggang Ibnu Hajar menyampaikan, rasa terima kasih atas perhatian Bupati yang selalu mengunjungi wilayahnya.

Sebelumnya, Bupati meletakkan batu pertama pembangunan menara Masjid Jami’ Nasrullah dan secara pribadi memberikan infaq sebesar Rp15 juta dan 1200 helai kain sarung kepada jamaah yang hadir.

Selanjutnya membantu pembangunan gedung IPHI Kecamatan Secanggang Rp25 juta dan memberikan santunan kepada 100 orang anak yatim piatu. Panitia yang diketuai H Khairuddin yang juga Kepala KUA Secanggang bersama tokoh masyarakat memberikan seperangkat balai kepada Bupati sebagai tanda suka cita masyarakat. (ndi)