29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14252

Siswa Membayar Perbaikan Listrik Rp198 Juta

MEDAN- Perbaikan instalasi listrik di SMAN7 Medan menghabiskan biaya senilai Rp198 juta, yang seluruh biayanya dibebankan kepada seluruh siswa.

Tingginya anggaran perbaikan instlasai tersebut,  mengharuskan setiap siswa  membayar Rp165 ribu.
Hal ini diakui kepala SMN7 Muhammad Daud, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/12).

Menurutnya, pengutipan dilakukan berdasarkan hasil musyawarah komite sekolah dan pihak wali murid yang diketahui pihak sekolah. “Besaran nilai yang diminta terhadap siswa sebesar 165 ribu, merupakan kebijakan komite sekolah dan wali murid sesuai besaran nilai perbaikan instalasi listrik,” ungkap Daud.

Menurut Daud, tahun sebelumnya, pihak komite juga telah meminta sumbangan terhadap siswa yang telah tamat, dan terkumpul biaya sebesar Rp30 juta.

Untuk kekurangan dsekitar Rp165 juta lebih, maka pihak komite sekolah mengambil kebijakan dengan mengutip setiap siswa sebesar Rp165 ribu.

“Selain sumbangan dari siswa yang telah tamat, sejauh ini sekitar 940 siswa yang telah membayar, dari 1000 lebih jumlah siswa SMN7 yang aktif. Diperkirakan kekurangan sekitar 25 juta lagi. Akan tetapi sejak Senin (5/12) telah dimulai untuk pengerjaan listrik baru dan diharapkan dua minggu kedepan bisa selesai,”terangnya.

Menurut pengakuan Daud, instlasi listrik tidak ada yang berfungsi(kadaluwarsa) akibat  banyaknya kabel yg terbakar, sejak 2009 lalu. Untuk alternatif, lanjutnya, dibuat jaringan darurat,  untuk penerangan ruang kepala sekolah, tata usaha, dan sebahagian ruang kelas.

Daud juga mengaku jika pihaknya telah mengajukan proposal ke Pemko Medan melalui Disdik sejak lima bulan lalu, namun belum juga ditanggapi. “Melihat kondisi itu, pengurus komite memutuskan melakukan musyawarah dengan wali murid yang diketahui pihak sekolah. Dalam pertemuan tersebut, dihasilkan nilai pembayaran yang harus disediakan siswa untuk perbaikan instalasi, dan kekurangan lainnya, dengan mencari stakeholder,” terangnya.

Namun Daud membantah terkait adanya bentuk paksaan yang dilakukan pihak sekolah yang tidak mengizinkan siswa mengikuti ujian mid semester, bagi yang tidak membayar uang perbaikan listrik.

Namun hal ini dibantah wali murid, Ismed Lubis,  yang anaknya tidak diperbolehkan mengikuti ujian sebelum melunasi uang iuran listrik tersebut. “Memang anak saya kemarin (bulan Mei) diperbolehkan ujian mid semester, tapi harus membuat perjanjian terlebih dahulu untuk melunasinya pada bulan Oktober.

Penegasan ini dilakukan agar anak saya bisa mengikuti ujian semester yang berlangsung pada hari kamis (8/12) nanti. Makanya saya datang kesekolah ini untuk memastikan apakah anak saya bisa ujian karena belum membayar iuran listrik tersebut,” ucap Ismed, yang turut  hadir di ruang kepala SMAN7.(uma)

Bantuan Dikucur US$100 Juta

Tambang Emas Batangtoru

Jakarta-G-Resources Group Ltd melalui anak usahanya PT Agincourt Resources menerima komitmen fasilitas pinjaman (standby loan) sebesar US$ 100 juta dalam bentuk Revolving Credit Facility Agreement dari BNP Paribas, Hang Seng Bank Limited and Sumitomo Mitsui Banking Corporation.  Fasilitas ini akan digunakan jika dibutuhkan untuk membiayai penyelesaian proyek tambang emas perak dan aktivitas perusahaan selanjutnya.

Ketiga bank adalah Mandated Lead Arrangers. BNP sebagai Technical Bank, Hang Seng Bank sebagai Account Bank and Sumitomo sebagai Facility dan Security Agent.

Fasilitas pinjaman tersebut berlaku selama 2,5 tahun, jatuh tempo  per 30 Juni 2014, tanpa kewajiban hedging.  Bunga awal berada di angka LIBOR plus 4.5%, yang akan turun menjadi LIBOR plus 4% setelah proyek Martabe selesai dan memenuhi uji penyelesaian seperti yang telah disetujui oleh ketiga bank tersebut.

G-Resources mengatur agar komitmen fasilitas pinjaman ini menjadi cadangan modal jika diperlukan dan akan dialokasikan untuk biaya operasional dan kebutuhan umum lainnya.  Pada akhir Oktober 2011, perusahaan memiliki dana kas sebesar US$ 242 juta serta aset-aset likuid lainnya, dan ini diprediksi cukup untuk membiayai proyek tambang emas dan perak Martabe hingga memasuki masa produksi dan memiliki arus kas. G-Resources  menjadi perusahaan pemimpin pertambangan emas multinasional yang berfokus di Asia. Proyek Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara.

Proyek ini didirikan di bawah Kontrak Karya generasi keenam (“COW”) yang ditandatangani April 1997.  Aset awal utama G-Resources saat ini adalah Martabe yang memiliki sumberdaya 7,86 juta oz emas dan 73,48 juta oz perak.

Sedang dalam proses konstruksi, Martabe ditargetkan memulai produksi di kuartal pertama tahun 2012 dengan kapasitas per tahun sebesar 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak berbiaya rendah senilai kurang dari US$ 250 per oz emas. Lebih dari seribu limaratus orang saat ini bekerja di proyek Martabe, 70% nya direkrut dari masyarakat di sepuluh desa di lingkar tambang. (tms)

Beri Pendidikan HAM Pada Jurnalis

Unimed Gelar Diskusi Publik Sambut Hari HAM Sedunia ke-63

MEDAN- Media memiliki hubungan yang erat dengan Hak Azasi Manusia (HAM). Dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dilapangan, masih saja ditemukan sejumlah jurnalis yang menjadi korban kekerasan dan tidak jarang diantaranya menemui ajal. Berdasarkan pantauan yang dilakukan Komnas HAM, sepanjang 2010, sedikitnya ditemukan 46 kasus kekerasan terhadap jurnalis.

“Mayoritas tindak kekerasan terhadap jurnalis justru dilakukan oleh warga sipil biasa, aparat negara serta oknum polisi seperti tindak intimidasi dan penganiayaan,” kata Kepala Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Negeri Medan (Unimed), Majda El Muhtaj, Selasa (6/12), dalam diskusi Publik Menyambut Hari HAM sedunia ke-63 dengan tema “Jurnalisme berbasis HAM Membangun Pendidikan dan Kesadaran HAM melalui Media.

Menurutnya, berdasarkan realitas tersebut, jurnalis semakin terang sebagai kelompok yang rentan terhadap pelanggaran HAM. “Karena terkadang isi dan pemberitaan jurnalis menyinggung aspek-aspek kepentingan banyak pihak. Risiko inilah yang harus ditanggung para jurnalis,” ujarnya.

Lebih lanjut, sebagai bagian penting dari pembela HAM, jurnalis harus dilindungi secara maksimal. “Peran strategis media dalam pendidikan HAM bagi publik sangat berperan penting. Maka seorang jurnalis yang menjalankan profesinya dan sesuai Kode Etik Jurnalistik harus dilindungi,” jelasnya.

Ditambahkannya, dengan pendidikan HAM yang terinternalisasi dengan baik bagi jurnalis, maka jurnalis dalam menjalankan profesinya akan menemukan ruang aktualisasi yang protektif dalam pengembangan jati diri dan perilaku insane pers yang professional. “Kepedulian terhadap isu-isu HAM akan mendekatkan pers dengan masyarakat sehingga dirasakan media mempunyai peran strategis dan berkontribusi dalam pemajuan HAM,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Cabang Sumut Drs Muhammad Syahrir menyampaikan perkembangan pers di Sumut tergolong cukup pesat. Namun harus diakui, pendidikan berbasis HAM terhadap jurnalis sangat minim.

“Sejumlah kasus delik sebenarnya bersinggungan dengan HAM, karena terkena pencemaran nama baik atau hak privasi. Jadi, jurnalis harus memperbanyak aktifitas yang terkait dengan pendidikan HAM,” terangnya. (mag-11)

Bea Keluar Fluktuatif, Harga CPO tak Stabil

MEDAN-Bea Keluar  CPO yang dibebankan pemerintah masih memberatkan petani dan pengusaha sawit, terutama bagi petani. Karena itu, petani mengharapkan pemerintah dapat merenovasi peraturan terkait kebijakan tersebut.

“Bea keluar dianggap pengusaha sebagai biaya produksi. Jadi harga beli ke kita yang dikurangi karena bea keluar tersebut.  Harga CPO tergantung lelang di Rotterdam. Pajak yang ditentukan disesuaikan harga CPO. Kalau harga 15 ribu dolar per metrik, maka beanya sekitar 15 persen. Ini membuat harga tak stabil,” ujar Sekretaris Jenderal Asosiasiasi Petani Kelapa Sawit (Aspekindo) Sumut, Taswin Kiflan.

Dengan beban harga bea keluar tersebut, lanjutnya, tak membuat petani merasa untung, melainkan sebaliknya, harga sawit mereka berimbas menurun. Ini karena secara langsung biaya produksi pengusaha yang bertambah dan dimasukkan ke harga beli petani. “Pajak naik, harga pembelian kita murah, CPO naik, pajak jadi naik,” tambah Taswin.

Sedangkan Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Laksamana Adiyaksa mengatakan, bea keluar yang fluktuatif tersebut memberatkan pengusaha  karena harganya turun naik. (ram)

Penghentian Ekspor Rotan Harus Dikaji

MEDAN- Sejak dikeluarkannya kebijakan pemerintah menghentikan ekspor rotan awal Desember kemarin, pengusaha dan petani rotan Sumut sudah mulai menghentikan produksinya. Untuk saat ini, pengusaha rotan hanya produksi untuk memenuhi kontrak.

Sedangkan pengusaha rotan di Sumut sudah hanya tinggal 2 saja. Demikian dikatakan Penasehat Asosiasi Mebel Industri (Asmindo) Sumut Baharuddin Rajagukguk.  “Tidak ada yang bisa dilakukan lagi, kita hanya berharap agar pemerintah dapat meninjau atau menghpus peraturan ekspor, kasihanilah kami,” ujar Burhanuddin.

Kata dia, kebijakan yang dibuat pemerintah hanya mendukung satu pihak saja, tidak mendukung hulu, hilir dan pengusaha rotan. Buktinya, dengan kebijakan tersebut sudah banyak pengusaha rotan 1/2 jadi yang gulung tikar. “Lihat saja sudah berapa banyak yang gulung tikar. Dari tahun 70-an ada sekitar 20-an perusahaan, sekarang hanya tinggal 2, ” ungkap Burhanuddin.

Seharusnya, lanjut dia, sebelum membuat keputusan, harus diberi waktu sekitar 6 hingga 12 bulan agar ada persiapan dari pengusaha dan petani. Karena itu, untuk menghadpai peraturan dari menteri harus ada keputusan presiden, agar menteri tidak mudah.  “Larangan ekspor rotan tidak efisien, karena pabrik yang produktif hanya ada di Jawa, tepatnya di Cirebon,” pungkasnya. (ram)

4 Sekolah Dapat Bantuan 12 Komputer

MEDAN- PT XL Axiata Tbk (XL) melalui program tanggung jawab sosial (CSR) Komputer untuk Sekolah (KuS) kembali mendonasikan sejumlah perangkat komputer. Pada KuS 2011 ini, XL bermitra dengan PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat) menyerahkan perangkat komputer kepada empat sekolah yang berada di Kabupaten Deli Serdang. Penyerahan ini dilakukan di SLTPN 1 Tanjung Morawa, Selasa (6/12) kemarin.

Manager Management Service XL Regional West, Firman AJ saat menyerahkan secara simbolis di SLTPN 1 Tanjung Morawa, Deli Serdang dalam sambutannya mengatakan, sudah menjadi tanggung jawab XL mendukung program pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan khususnya di Sumatera.

“Program Komputer untuk Sekolah adalah program tanggung jawab sosial dari XL yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah di bidang pendidikan dan mensosialisasikan perkembangan teknologi terutama komputer dan internet bagi masyarakat kurang mampu yang sulit mendapatkan akses ke sarana teknologi,” papar Firman.

Untuk tahun ini, sambung Firman, XL Regional West telah menyalurkan donasi KuS kepada 12 sekolah dengan total komputer sebanyak 36 unit baik di tingkat SD, SLTP, maupun SMU.”Program KuS XL ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Disini nanti kita dan PKPU akan melakukan pelatihan terhadap guru cara berinternet sehat, sehingga guru-guru ini nantinya akan menyampaikan palatihan tersebut kepada siswa-siswanya,” jelas Firman.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Deli Serdang, Dwi Andy Syahputra Lubis, yang juga hadir dalam penyerahan komputer tersebut menyambut baik pemberian komputer yang di lakukan XL dalam program KuS.

“Saya sangat berterima kasih kepada XL atas partisipasinya dalam kemajuan dunia Pendidikan di kabupaten Deli Serdang. Saat ini teknologi sudah semakin maju, dunia pendidikan internet sangat penting dalam sekolah, termasuk pemanfaatannya sendiri. Tugas kita adalah memberikan pemahaman kepada anak-anak untuk tetap berinternet secara sehat dan memanfaatkan informasi yang benar dari dunia internet,” katanya.

Senada dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, M Nurdin menuturkan terima kasihnya atas bantuan komputer dari XL yang di berikan kepada sekolah-sekolah. “Mudah-mudahan pemberian komputer ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pihak sekolah. Karena saat ini begitu pentingnya internet ini untuk membangun dunia pendidikan di Indonesia,” tandasnya. (ila)

HM Yuswin Ramadhan Lubis SH dan Rizki Nadilah Nasution SE Naik Pelaminan

Meriah Disertai Adat Mandailing

Pernikahan HM Yuswin Ramadhan Lubis SH yang merupakan putra sulung Kadis Pertamanan Kota Medan H Erwin Lubis, SH MM dan berlangsung meriah, dan penuh kekeluargaan. Diiringi acara adat Mandailing, mulai dari marpokat, marhobar  manortor dan banyak adat lainnya, pernikahan Yuswin dengan Rizki Nadilah Nasution SE itu kian terasa sakral.

Pernikahan HM Yuswin Ramadhan Lubis SH dan Rizki Nadilah Nasution SE yang dilaksanakan di kediaman keluarga di Jalan Tuamang Medan, Jumat- Sabtu 2-3 Desember lalu, dimulai dengan acara marpokat sekaligus marhobar.

Pada acara itu diikuti anggota-anggota keluarga kedua mempelai juga raja-raja serta hatobangon dari marga-marga. Seperti Raja Panusunan, kahanggi, mora, anak boru dan lainnya.

Acara ini dimaksudkan agar semua masyarakat Mandailing terus melestarikan adat serupa dalam setiap acara pernikahan. “Dalam acara marpokat dan marhobar ini setiap perwakilan menyampaikan prakata dan berbagai pembicaraan lainnya. Seperti tentang syarat-syarat pernikahan, silaturahim dan lainnya,” kata Erwin menerangkan. Acara itu, menurutnya diikuti mereka-mereka para pembesar suku yang turut mendukung dan mengakbarkan acara dalam misi melestarikan adat seperti ini.

Acara ini memiliki tema ‘Horas, tondi madingin, pir tondi matogu, sayur matua bulung, horas.’ Yang artinya semangat yang menyatu, kuat dan direstui dalam keselamatan lindungan Allah SWT.

Pada acara itu marpokat dan marhobar juga diikuti berbagai ritual seperti makan ketan dan inti kelapa. “Pada ritual makan ketan ini memiliki makna agar persatuan dalam persaudaraan dan keluarga sulit dipisahkan. Dan makan inti kelapa bermakna menjalani hidup yang manis atau baik layaknya manisnya inti kelapa itu,” jelas Erwin.

Usai acara marpokat dan marhobar ini dilanjutkan dengan manortor dan sejumlah adat lainnya yang digelar sehari berikutnya Sabtu (3/12) lalu.

Resepsi pernikahan juga dilanjutkan di Ball Room Grand Aston Hotel pada Minggu (4/12) lalu, yang dihadiri sejumlah pejabat daerah dan  tokoh masyarakat ternama di Sumatera Utara.  (*)

Agar BUMN Lebih Transparan

Dahlan Rangsang Perusahaan BUMN Terbitkan Obligasi

JAKARTA – Sambil menyelam minum air. Peribahasa itu tepat untuk menggambarkan strategi yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ketika mendorong perusahaan pelat merah untuk menerbitkan surat utang atau obligasi.

Menurut Dahlan, selain instrumen untuk menghimpun pendanaan, penerbitan obligasi juga akan mendorong BUMN untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). “Karena itu, saya rangsang BUMN untuk menerbitkan obligasi,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN kemarin (6/12).

Berdasar data Bapepam-LK, terdapat 197 perusahaan di Indonesia yang sudah menerbitkan obligasi dengan total nilai Rp245,79 triliun. Sepanjang 2011 saja, terdapat 29 perusahaan yang menerbitkan obligasi Rupiah dan 1 perusahaan menerbitkan obligasi dalam denominasi USD senilai Rp 30,66 triliun dan USD 80 juta.

Dari sekian banyak perusahaan tersebut, hanya ada dua BUMN, yakni Bank Tabungan Negara (BTN) yang mengeluarkan Obligasi XV senilai Rp2 triliun serta Perum Pegadaian yang menerbitkan Obligasi XIV senilai Rp1 triliun. Di luar itu, ada pula beberapa anak usaha BUMN yang juga menerbitkan obligasi.

Dahlan mengatakan, dirinya akan mendorong BUMN, khususnya yang belum go public atau belum melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), agar menggunakan cara penerbitan obligasi. “Kalau perusahaan sudah menerbitkan obligasi, itu artinya manajemennya lebih bagus, karena mereka terikat dengan aturan-aturan layaknya perusahaan yang sudah Tbk (terbuka, Red),” katanya.

Berdasar aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), perusahaan penerbit obligasi harus memenuhi syarat compliance atau kepatuhan yang ditetapkan oleh otoritas pasar modal.?

Paling tidak, ada 8 syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan sebelum diijinkan menerbitkan obligasi, yakni mengajukan surat permohonan Listing ke Bapepam-LK, laporan Keuangan harus wajar tanpa syarat, nilai nominal obligasi minimal Rp 2,5 miliar, jangka waktu jatuh tempo minimal 4 tahun, telah beroperasi selama 3 tahun, menghasilkan laba sebelum 2 tahun terakhir, saldo laba yang ditahan minimal nol Rupiah, dan Dewan Komisaris dan Direksi mempunyai reputasi yang baik.?

Dahlan menyebut, beberapa BUMN yang belum IPO namun sudah menerbitkan obligasi terbukti manajemennya sudah cukup rapi. “Kan sudah cukup banyak juga BUMN yang seperti itu, seperti Pertamina, PLN, maupun Pegadaian,” sebutnya.

Salah satu BUMN yang tengah didorong untuk menerbitkan obligasi adalah PT ASDP Indonesia Ferry. Menurut Dahlan, BUMN yang bergerak di sektor penyeberangan tersebut kini tengah berencana membangun kapal ferry baru senilai Rp 200 miliar untuk melayani rute Merak – Bakaheuni. “Nah, untuk pendanaannya, nanti akan dicoba lewat obligasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Pengamat BUMN Said Didu mengatakan, penerbitan obligasi bisa menjadi strategi untuk membuat BUMN menjadi perusahaan publik yang belum terdaftar di lantai bursa. “Dengan demikian, BUMN menjadi lebih transparan dan bisa diketahui publik,” katanya.

Menurut Said, penerbitan obligasi untuk mendorong transparansi jauh lebih simpel atau sederhana dibandingkan jika BUMN menempuhnya melalui skema IPO, sebab harus melalui proses panjang seperti perizinan dari Kementerian Keuangan dan DPR. (owi/jpnn)

Plaza Banjir Even dan Hadiah

Sambut Natal dan Tahun Baru

MEDAN-Menjelang Natal dan Tahun Baru, persiapan telah dilakukan diberbagai pusat perbelanjaan. Dalam mewujudkan impian warga Kota Medan untuk menikmati kemeriahan natal Plaza Medan Fair mengadakan serangkaian kegiatan bertajuk Sparkling Wishes of Christmas.

Promotion Officer Plaza Medan Fair, Yudi didampingi Assisten Marketing dan Communication Manager Plaza Medan Fair, Gledy Simanjuntak mengatakan, kemeriahan Natal ini akan digelar berbagai even serta pembuatan replika pohon Natal 25 November hingga 25 Desember 2011. Event Sparkling Wishes of Christmas ini akan dibuka dengan penampilan Santa Klaus dengan sulap balon.

“Persiapannya sudah matang, saat ini tinggal membuat dekorasi. Minggu depan kita pastikan sudah selesai semua serta replika pohon Natal besar yang digantung juga sudah selesai. Nantinya replika pohon Natal ini akan dipasangi balon dan di dalam balon tersebut ada hadiahnya,” ujarnya

Kegiatan yang akan digelar antara lain 3 Days Christmas Sale dari 9-11 Desember yang merupakan acara puncak. Selain itu ada Christmas Caroling bersama Paduan Suara Anak GBI, kelas memasak 10-11 Desember, foto bersama Santa Klaus 16-18 Desember, Christmas Fasion Bazaar 19 Desember-8 Januari, Desember Kreatif bersama TimeZone dan Santa Klaus bagi-bagi hadiah 23-24 Desember.

“Jadi kita memberikan yang terbaik buat warga Kota Medan karena perayaan Natal tahun ini lebih banyak acara dan kegiatannya dibanding tahun lalu. Biasanya apresiasi masyarakat juga tinggi dan kita targetkan pengunjung mencapai 1 juta orang lebih,” katanya.

Untuk kegiatan 3 Days Christmas Sale sendiri, lanjutnya, konsumen dapat membeli produk dengan diskon bervariasi hingga 80 persen. “Kalau Christmas Caroling, Paduan suara anak GBHI akan mempersembahkan lagu-lagu rohani sambil berkeliling area Plaza Medan Fair dengan begitu nuansa natal semakin kental,” ucapnya.

Ratusan hadiah menarik juga telah disediakan bagi pengunjung Plaza Medan Fair. “Pengunjung bisa mendapatkan hadiah dengan menukarkan struk belanja di meja informasi lantai 1 Plaza Medan Fair dengan minimal pembelanjaan Rp250 ribu. Selain itu, pengunjung bisa foto bareng Santa Klaus. Jadi kita pastikan kegiatan akan berlangsung lancar dan para pengunjung juga tidak akan kecewa,” ucapnya.

BBPOM Medan Tingkatkan Pengawasan
Kepala BBPOM Medan, Agus Prabowo melalui Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Obat dan Makanan BBPOM Medan, Setia Murni, Selasa (6/12) mengatakan, pengawasan akan lebih ditingkatkan khususnya pada bidang pangan yang meliputi produksi hingga distribusi di pusat-pusat perbelanjaan serta pasar tradisional.

“Sebelumnya memang rutin kita adakan pengawasan ini. Jika memang ada temuan seperti tidak memiliki izin edar, kemasan rusak, ataupun kedaluarsa, maka produknya akan ditarik dari peredaran. Jelang Natal dan Tahun Baru ini, maka pengawasan lebih kita tingkatkan karena setiap hari tingkat konsumsi masyarakat juga tinggi,” katanya.

Dalam pengawasan ini, ucap Setia Murni, pihaknya akan bekerjasama dengan lintas sektor seperti Dinas Kesehatan, Pemko Medan, tak terkecuali petugas kepolisian. “Kerjasama lintas sektor terkait itu pasti, karena kita juga tidak dapat bergerak sendiri.

Dalam minggu-minggu ini kita akan gelar razia besar khususnya pada parsel-parsel yang beredar. Karena tidak menutup kemungkinan, parsel tersebut berisi barang-barang yang sudah kedaluarsa dan minuman yang mengandung alkohol,” ujarnya.

Ditambahkannya, berdasarkan razia tahun lalu, tiga kabupaten/kota yang tertinggi dalam mengedarkan barang atau produk mengandung bahan kimia berbahaya serta kedaluarsa diantaranya Tanjungbalai, Tebing Tinggi dan Medan. “Biasanya di Pelabuhan Tanjungbalai sendiri sering ditemukan barang-barang yang tidak memiliki ketentuan edar atau ilegal bebas masuk. Hendaknya pengawasan di tiap pelabuhan ini juga lebih ditingkatkan supaya tidak menyebar dan dikonsumsi oleh masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, sambungnya, tren peredaran barang-barang sudah mulai menurun sekitar 60 persen dengan dilakukannya pengawasan yang rutin.

“Memang mulai menurun karena para pelaku usaha sadar, jika menjual barang atau produk maka banyak sanksi yang dikenakan mulai dari penarikan barang tersebut serta ancaman hukuman pidana,” urai Setia Murni.

Terkait adanya temuan sebanyak 22 jenis kopi yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) seperti zat sildenafil dan tadalafi yang biasanya digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi, pihaknya juga telah melakukan penarikan terhadap barang tersebut. “Memang ada kita temukan beredar di pusat perbelanjaan maupun pasar tradisional.

Tapi sudah kita tarik peredarannya, dan hasil analisa kita, itu pabriknya di daerah Jawa. Ini bahaya jika dikonsumsi secara rutin karena mengakibatkan sakit kepala, muka merah, gangguan penglihatan, kehilangan potensi seksual secara permanen hingga kematian,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan agar konsumen lebih pintar sebelum membeli suatu produk. “Lebi telitilah, lihat label nya apakah sudah terdaftar di BBPOM, Dinas Kesehatan dan memang ada izin edarnya. Perhatikan tanggal kedaluarsanya dan jangan membeli produk yang kemasannya sudah rusak,” bebernya. (mag-11)

Dongkrak Minat Baca, Kumpulkan Satu Juta Buku

MEDAN- Prihatin akan prilaku anak yang mulai meninggalkan buku dan lebih memilih menghabiskan waktu di depan televisi ataupun internet melatar belakangi sebuah Gerakan Pengumpulan Satu Juta Buku untuk Anak Bangsa.

Program pengumpulan buku yang akan berlangsung selama satu tahun ini nantinya diharapkan bisa meningkatkan minat baca para generasi muda sekaligus mampu menjawab keresahan terhadap kebiasaan membaca anak yang mulai ditinggalkan.

Hal ini disampaikan Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia0 Sofyan Tan, dalam acara Gerakan Pengumpulan Satu Juta Buku untuk Anak Bangsa yang berlangsung di Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (Baperasda) Pempropsu, Jalan Brigjend Katamso Medan, Selasa (6/12).

Sofyan Tan mengatakan, berdasarkan hasil survei, minat menonton televisi anak jauh lebih tinggi dibanding membaca buku. Di mana, minat menonton anak mencapai 85 persen dan sedangkan minat baca hanya 15 persen.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat kurang mengolah otak dan lebih memilih mengolah penglihatan. Dan ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memilih ke hal-hal yang instan daripada melalui suatu proses,” sebutnya.
Selain itu bilang SofyanTan, Unesco mencatat bahwa Indonesia hanya berada di peringkat 110 dalam minat baca, dan jauh di bawah Malaysia yang berada di peringkat 60 dan Filipina  diperingkat 70.

Sedangkan  untuk peringkat teratas dalam minat baca, lanjutnya, merupakan negara Jepang, yang mana masyarakatnya, lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca tidak hanya di lembaga pendidikan namun juga di tempat keramaian seperti bis dan kereta api.

“Tidak hanya dikalangan pelajar, namun minat baca masyrakat Indonesia juga terbilang rendah. Dimana dari hasil penelitian menyebutkan, hanya 23 persen masyarakat yang suka mambaca koran,” ungkapnya.
Rendahnya minat membaca ini, menurut Sofyan Tan, perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Mengingat manfaat membaca sangat besar dalam mengembangkan kemampuan anak.

lanjut dia, selama seminggu berjalannya pelaksanaan pengumpulan buku, pihaknya telah mengumpulkan sebanyak 50 ribu buku, yang nantinya akan didistribusikan setiap minggunya ke 33 Kabupaten Kota yang memiliki taman bacaan.

“Setiap buku yang telah terkumpul nantinya akan langsung kita distribusikan ke 500 taman bacaan yang tersebar di seluruh kabupaten kota yang ada di Sumut. Diharapkan pada 6 Desember 2011 mendatang bisa terkumpul satu juta buku,” tandasnya.(uma)