31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14259

7 Rumah Boy Hermansyah Bakal Disita

MEDAN-Setelah menyita hak guna bangunan di atas lahan seluas 9 hektar milik tersangka Boy Hermansyah, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera menyita 7 rumah dalam perkara dugaan pembobol BNI 46 Cabang Jalan Pemuda sebesar Rp129 miliar.

“Seharusnya tadi kita laksanakan, namun karena ada halangan di penyidik kita tunda,” kata Kasi Penyidik Pidsus Kejatisu, Jufri Nasution pada wartawan, Senin (5/12).

Disebutkanya, sita aset tersangka merupakan upaya pengembalian kerugian negara. Dimana aset itu disita secara administrasi dan tidak bisa dialihkan sebelum selesainya perkara. Selain aset lahan, penyidik juga sudah meminta pembekuan uang Rp60 miliar milik tersangka Boy di rekeningnya di Bank BNI dan rekening sebesar Rp1,5 miliar milik PT Atakana di Bank Mandiri.

Dalam perkara ini, penyidik menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pengucuran kredit. Dimana adanya pengucuran kredit investasi pembelian kebun sawit milik PT Atakana senilai Rp74,5 miliar, sementara tidak ada bukti jual beli kebun sawit dari PT Atakana ke PT BDKL. Pengucuran kredit take over dari Bank Mandiri sebesar Rp23 miliar. (rud)

Andhika Ngaku Bertemu Malinda LarutMalam

JAKARTA- Sidang pencucian uang dan pemalsuan identitas dengan terdakwa Andhika Gumilang memasuki tahap serius. Setelah memeriksa sejumlah saksi, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (5/12) akhirnya memeriksa suami siri Inong Malinda Dee itu. Banyak kemesraan Andhika-Malinda yang dibeber di meja hijau.

Hakim anggota Samiaji menanyakan sejauh mana lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara, itu mengenal istri sirinya. Andhika mengaku tak terlalu mengenal Malinda. Dia bahkan jarang bertemu setiap hari di Capital Residence, apartemen yang mereka tinggali di wilayah SCBD, Jakarta Selatan. Alasannya, Malinda selalu berangkat pagi dan pulang malam sekitar pukul 10.00.

“Kami jarang sekali bertemu. Kami hanya benar-benar bersama saat Sabtu dan Minggu,” kata Andhika.
Hakim Samiaji tak lantas percaya. Dia beberapa kali mendesak lelaki yang baru merayakan ulang tahun ke 23 itu untuk membeber dengan jujur kedekatannya dengan Malinda.

“Masak setiap hari tidak kumpul? Anda ini menikah apa cuma temenan biasa?” kata hakim dengan nada agak tinggi. “Ya, setiap hari kami kumpul tapi hanya di larut malam,” kata Andhika mengakui.(aga/jpnn)

Diam-diam Naik KRL Ekonomi

Dahlan Iskan

Menteri BUMN Dahlan Iskan menjajal KRL Ekonomi dari Stasiun Depok Baru. Dahlan sengaja tidak menggunakan pengawalan saat naik KRL yang biasanya padat penumpang itu.

“Saya dapat informasi Pak Dahlan naik KRL Ekonomi dari Stasiun Depok Baru pada pukul 08.10 WIB,” kata Kahumas PT KAI Daops I Mateta Rizalulhaq, Senin (5/12).

Mateta mengatakan, Dahlan membeli tiket seperti penumpang biasa. Dahlan kemudian menaiki KRL Ekonomi tanpa dikawal petugas keamanan.

Menurut Mateta, salah seorang petugas PT KAI sempat mengenali Dahlan ketika menaiki kereta tersebut. Petugas itu sedang memantau penerapan rute melingkar yang baru saja diterapkan.

Dahlan mengatakan, dirinya menumpang KRL kelas ekonomi untuk bisa merasakan pengalaman penumpang, sehingga bisa membantu memikirkan solusi apa yang seharusnya dijalankan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Saat menumpang dari (stasiun) Depok ke (stasiun) Manggarai, saya terharu melihat begitu banyaknya penumpang yang berhimpitan,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN siang kemarin (5/12). (owi/jpnn)

Enam ABG Korban Trafficking Diamankan

Batam-Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kepri berhasil mengamankan enam anak baru gede (ABG) yang menjadi korban perdagangan manusia (trafficking) di Penginapan Kesuma Jaya Pelita, Minggu (4/12) sekitar pukul 23.00 WIB. Keenam ABG itu adalah warga Batu Besar, Nongsa, Batam, yakni T (16), L (16), J (17), U (18), D (17) dan Q (15).

Keenam ABG yang merupakan merupakan remaja putus sekolah tersebut diduga kuat hendak dijadikan budak pemuas nafsu. Pengamanan berhasil dilakukan setelah KPID berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. “Semua korban kita amankan berdasarkan laporan dari pihak keluarga,” kata Komisioner KPAID Kepri, Ery Syahrial kepada wartawan di Polresta Barelang, Senin (5/12).

Kata Ery, kasus ini merupakan lanjutan dari penelusuran kasus trafficking yang sebelumnya telah ditangani Satreskrim Polresta Barelang Jumat lalu dimana polisi telah mengamankan empat tersangka. Oleh KPAID, keenam ABG tersebut diserahkan kepada pihak Satreskrim Polresta Barelang guna penyelidikan lebih lanjut. Dalam penggerebekan tersebut, selain mengamankan enam ABG, KPAID juga mendapatkan sejumlah lelaki yang merupakan pacar korban.(net/bbs)

OTK Berondong Buruh PT Satya Agung

3 Warga Langkat Tewas, 5 Kritis

ACEH UTARA-Sekelompok orang tak dikenal (OTK) memberondong barak perkebunan karet milik PT Satya Agung di Dusun Krueng Jawa, Desa Uram Jalan, Kecamatan Geurodong Pase, Aceh Utara, Minggu (5/12) malam. Akibatnya tiga warga Langkat masing-masing Ratno (50), Heriyanto (35) dan Sugiarto alias Sugeng (45) tewas. Sedangkan lima korban kritis yakni  Misman (55) dan Harapan (35), warga Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Langkat, Samin (33) warga Pulau Tiga, Kecamatan Ranto, Aceh Tamiang, Erik (21), warga Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dan Jhoni (29), warga Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Keterangan yang dihimpun Rakyat Aceh (grup Sumut Pos) menyebutkan, peristiwa berlangsung sekira pukul 23.00 WIB. Lima OTK datang dan menyergap sambil memberondongkan peluru. Setelah korban terkapar bersimbah darah kelima orang tak dikenal (OTK) yang menenteng senjata AK-47 dan SS-1 itu langsung kabur meninggalkan lokasi.
Saksi mata mengatakan, lima orang tidak dikenal memakai baju kaos hitam lengan panjang, celana jeans dan bersebo.

Mereka muncul dari arah belakang barak langsung menghampiri belasan penderes. Seluruh korban sedang nongkrong minum kopi sambil menonton televisi di warung Pak Tiyok yang terletak hanya beberapa meter dari barak buruh.
“Kami disuruh keluar kantin dan jongkok, sementara pemilik warung tidak. Selanjutnya salah satu pelaku berbadan tegap minta KTP. Beberapa orang menyerahkan kartu identitas, namun saya bilang KTP tinggal di rumah. Setelah itu OTK itu menyebut mereka (buruh, Red) bukan orang Aceh. Dalam hitungan detik, senpi sudah menyalak dari depan menembus tubuh kami semua,” ujar saksi yang terkena luka tembak di ruang ICU Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe. Pria yang memohon agar identitasnya dirahasiakan itu menyebutkan, setelah diberondong ada yang masih hidup memohon untuk tidak dieksekusi. Namun, para pelaku dengan sadis melepas tembakan hingga korban tewas.  “Tidak ada yang berani  kabur, kami hanya menunduk dan ada yang berteriak minta ampun agar jangan ditembak. Setelah itu saya tidak sadarkan diri,” ujar korban.

Setelah insiden tragis ini berlangsung, seluruh OTK dengan santai berjalan kaki meninggalkan lokasi kejadian. Mereka pergi dari arah belakang barak. Sementara pertolongan datang setengah jam kemudian. Beberapa pekerja selamat, karena sedang berada dalam barak dan tidak berani keluar. (mag-4/jul/adi/jpnn)

Banyak Pungli Dalam Penyelenggaraan Haji

Diungkap Komisi VIII DPR di Hadapan Menag

JAKARTA – Berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan haji 2011 dibeber di komisi VIII DPR kemarin. Di antara yang paling disorot adalah pungutan liar (pungli) sebelum calon jamaah terbang ke tanah suci.
Temuan tersebut dibacakan Mahrus Munir, anggota Komisi VIII dari Partai Demokrat. Di antaranya pungli yang harus dibayar calon jamaah haji adalah ongkos seragam batik dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 110 ribu hingga Rp 1.350.000. Selain itu, di Provinsi Papua juga ditemukan laporan tambahan biaya hinga Rp 800 ribu per jamaah untuk ongkos bagasi.

Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding di sela-sela rapat evaluasi menyampaikan, segala pungutan tadi tidak ada aturannya. Sehingga, jika ditarik oleh petugas, bisa masuk kategori pungutan liar.

“Kita akan minta BPK (Badan Pemeriksa Keuangan, Red) dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi, Red) untuk audit investigasi keuangan penyelenggaraan haji,” ujar politisi asal PKB itu.

Meski akhirnya uang dari pungutan ini tidak sampai ke pusat, atau berhenti di oknum Kemenag tingkat kabupaten, kota, atau provinsi, tetap harus dipertanggungjawabkan. Sebab, uang yang harus dikeluarkan calon jamaah sudah diatur dalam instrumen biaya langsung. Seperti biaya tiket pesawat dan sewa pemondokan.
Sementara untuk ongkos pengadaan baju, manasik, biaya paspor, hingga transportasi menuju embarkasi sudah dianggarkan dalam instrument indirect cost atau biaya tidak langsung. Tidak tanggung-tanggung, total dana indirect cost ini mencapai Rp202 miliar lebih.

Karding menyebutkan, banyak kelemahan dalam penyelenggaran haji selain berbagai pungli tadi. Misalnya, kepadatan perkemahan di padang Arafah. Kepadatan ini terjadi karena banyak jamaah haji dari luar negeri yang nyerobot masuk ke tenda jamaah Indonesia.

Menag Suryadharma Ali (SDA) tercengang ketika mendengar penyampaian hasil laporan pengawasan penyelenggaraan haji oleh Komisi VIII.  SDA sendiri mengakui dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini ada beberapa poin perbaikan. Meski begitu, dia tidak menutup mata jika masih ada celah di sana-sini. “Kami ini bukan malaikat, yang tidak lepas dari kekurangan. Tapi kita ini juga bukan setan, yang tidak memiliki kebaikan,” tutur SDA.
Untuk persoalan laporan DPR terkait adanya pungli di beberapa daerah, SDA menyangkalnya. (wan/jpnn)

Terinspirasi Kisah Tokoh Pejuang Kemerdekaan

Agung Prade, Finalis OSN Bidang Studi IPS Asal Medan

Dikenal pintar di kelas, juga memiliki sejumlah prestasi membanggakan, tidak hanya bagi dirinya namun bagi kedua orangtuanya, sudah ditunjukkan Agung Prade, siswa SMP 16 Medan berusia 14 tahun, yang mampu mengharumkan nama sekolah dengan mewakili Sumatera Utara dalam even Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk mata lomba Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), beberapa waktu lalu.

Saat ditemui di SMP 16 Medan, Senin (5/12), pria yang akrab disapa Agung oleh teman-temannya ini mengaku, menyukai semua mata pelajaran yang didapatnya di lembaga pendidikan.

Hanya saja, untuk beberapa mata pelajaran IPS, Agung mengaku lebih menguasainya, karena kecintaan terhadap mata pelajaran sejarah.

Terinspirasi dari kisah perjuangan sejumlah tokoh pejuang dalam masa mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melatarbelakangi Agung Prade mencintai mata pelajaran IPS, yang tergabung didalamnya mata pelajaran sejarah.

“Saya suka semua mata pelajaran yang disampaikan di sekolah. Namun untuk mata pelajaran sejarah ada nilai tersendiri buat saya. Pasalnya saya sejak kelas V SD sangat tertarik untuk membaca kisah para pejuang, dalam mempertahankan kemerdekaan RI diantaranya Sultan Hasanuddin maupun Imam Bonjol,” ujar Agung saat berbincang di ruang perpustakaan.

Kecintaannya dengan sejarah mengawali buah hati L Simanjuntak dan H Purba ini mewakili sekolahnya untuk mengikuti OSN tingkat Kota Medan lewat bidang lomba IPS pada pertengahan 2011 lalu.

Meskipun dalam kesempatan itu Agung mengaku hanya mampu meraih juara III, namun dirinya tetap mendapatkan kesempatan diantara sepuluh peserta terbaik lainnya untuk mengikuti seleksi mewakili Sumatera Utara.
Alhasil dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah yang dimilikinya, Agung terpilih sebagai peserta terbaik yang berhak mewakili Sumut dalam ajang OSN tingkat Nasional di Manado.

“Mewakili Sumut di tingkat nasional adalah sebuah kebanggan yang tidak ternilai harganya. Namun saat itu saya terus berfikir bagaimana bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi pada tingkat nasional di Manado. Karena saya merupakan satu-satunya wakil Sumut yang mengikuti OSN  bidang studi IPS yang diharapkan bisa meraih prestasi terbaik,” terangnya.

Meskipun telah berupaya semaksimal mungkin, namun pria yang tercatat sebagai siswa kelas IX ini, belum berhasil meraih juara dan hanya mampu mencatatkan dirinya sebagai finalis.

Bagi Agung Prade, dengan raihan prestasi yang diperolehnya itu, tak lantas membuat dirinya cepat berpusa diri.
Kini dirinya mengaku tengah mempersiapkan diri dengan terus belajar untuk bekal ujian nasional agar bisa masuk kejenjang sekolah menengah negeri yang diimpikannya

“Saya kan tidak bisa lagi mengikuti OSN tingkat SMP 2012 mendatang, jadi saat ini saya hanya konsentrasi untuk mempersiapkan UN agar bisa meraih hasil bagus dan bisa masuk SMAN yang saya inginkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP 16 Medan Irnawati mengaku, sangat memberikan apresiasi yang tinggi terhadap siswanya yang berprestasi, dengan terus mendukung segala bentuk kegiatan siswa yang dianggap mampu membawa nilai positif.(uma)

Jenazah Bripda Ridwan Dimakamkan di Kampung Halaman

MEDAN-Jenazah Bripda Ridwan Napitupulu, anggota Brimob yang tewas akibat dianiaya belasan warga bersenjata panah di Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, Jayapura, Kamis (1/12) tiba di Bandara Polonia Medan, Senin (5/12) sekira pukul 22.30 WIB. Kedatangan jenazah langsung disambut Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro.

Jenazah Bripda Ridwan selanjutnya diserahkan  kepada keluarga dan langsung diberangkatkan ke kampung halaman di Tobasa. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, jenazah Bripda Ridwan Napitupulu akan diberangkatkan ke kampung halamannya Kampung Jonggi Nihuta, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Isak tangis keluarga mengiringi keberangkatan jenazah Ridwan yang dibawa dengan mobil ambulans milik Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Satro mengatakan, pihaknya menyerahkan jenazah Briptu Ridwan kepada keluarga atas permintaan keluarga. “Seperti permintaan keluarga yang meminta jenazah anaknya dipulangkan karena akan dikebumikan di belakang rumah mereka di Tobasa,” terang Wisjnu.

Menurut Wisjnu, pemakaman akan dilakukan Selasa (6/12) hari ini dipimpin langsung Kapolres Tobasa.  Ridwan Napitupulu merupakan anak keenam dari enam bersaudara pasangan D Napitupulu dan S Manurung. Korban bertugas di Satuan Reserse Polres Papua selama 5 tahun. Ridwan Napitupulu merupakan alumni SMA Negeri 8 Medan. Ridwan lolos masuk polisi di Papua.

Bripda Ridwan Napitupulu meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura, Senin dinihari, 5 Desember 2011, sekitar pukul 00.30 WIT. (mag-5/jon)

Tak Sekadar Memacu Adrenalin

Speed Off Road dan Enduro Cross 2011

Banyak yang bilang jika olahraga otomotif memacu adrenalin pelaku maupun penonton. Namun jika ditelaah lebih mendalam, ternyata olahraga ini pun sarat hiburan.

Betapa tidak, lihatlah apa yang terjadi di ajang Speed Off Road dan Enduro Cross 2011 yang berlangsung di sirkuit Cemara Abadi, Sabtu (3/12) dan Minggu (4/12) lalu.

Sejak dari seremonial pembukaan hingga berakhir gelaran ini, para penonton kerap disuguhkan aksi-aksi menarik yang dipertontonkan para peserta.

Tak sampai di situ, para bikes yang didatangkan dari Jawa Barat juga tampil sangat menghibur saat melakukan aksi offcycle setinggi tujuh meter, untuk selanjutnya meluncur menuju gundukan dan melakukan jumping sambil bergaya laksana superman ataupun beragam aksi lainnya.

“Untuk atraksi free style bicycle ini, kita mendapat dukungan dari SSR Industries, yang mengirimkan 11 peserta, termasuk peringkat V Asia,” terang Musha Idishah, Ketua Extrim Indonesia, yang akrab disapa Doddy itu
Atlet free style bicycle kelas dunia yang turun yakni Asep Tubagus Trisnadi, dari Bandung Bicycle Dirt Team yang menempati peringkat lima event Asian Indoor Game di Macao 2007, dan di Jepang 2010, serta terakhir masuk 20 Besar kejuaraan Asian X Games 2011 di Shanghai, Cina. Bersama rekannya Tri Waskita, dan yang lain, Asep akan unjuk kebolehan dengan atlet-atlet free style Medan, khususnya di nomor MTB dan BMX dirt jump.

“Kami berharap lewat penampilan mereka masyarakat akan terhibur. Di sisi lainnya kami juga berharap agar kehadiran mereka mampu menggugah para biker Kota Medan untuk semakin giat berlatih,” bilang Doddy yang juga Pembina Indonesia Offroad Federation (IOF).

Selesai melihat aksi extrim cycle, para pengungjung disuguhi penampilan anggota exterim pada nomor enduro cross. Seluruh peserta berpacu dengan melewati gundukan dan kubangan lumpur yang dalam. Di nomor ini cukup banyak peserta yang tak mampu menyelesaikan lomba akibat terjatuh di kubangan lumpur.

“Baru pertama kali ini digelar kegiatan off road yang melibatkan sepeda, sepeda motor hingga mobil. Jelas ini suatu kebanggaan bagi kita di Sumut. Apalagi jumlah  pesertanya membludak,” bilang Doddy.

Menurut Doddy, event akbar ini terselenggara atas dukungan Wali Kota Medan, Drs. H. Rahudman Harahap, MM yang memang dikenal punya atensi luar biasa terdapat dunia otomotif.

“Kita salut kepada Wali Kota Medan yang begitu peduli terdapat perkembangan olahraga bermotor di daerah ini. Event terlaksana atas dukungan penuh Wali Kota Medan, dan tanpa bantuan dari sponsor lain” ungkap Doddy.
Kejuaraan yang berlangsung dua hari penuh ini diikuti para offroader andal Sumut serta dari luar daerah. “Semua klub offroad tampil di even ini seperti tim Habitat, Jeep Jamboree, SJI, Bla Bla Bla,  Generasi 4WD, Caprindo dan Twenty. Inilah yang membuat even ini semakin menarik,” tambah Doddy.

Sementara itu Ketua IMI Sumut Ijeck mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para peserta serta panitia yang mempu menyukseskan even ini.

“Sudah lama gelaran offroad tidak dipertandingkan. Jadi, selain menyediakan Piala Tetap dari Wali Kota Medan, di sisi lain even ini juga menghapus kerinduan para offroader untuk kembali merasakan berbagai tantangan,” bilang Ijeck.
Tampil sebagai juara umum di even ini adalah Doddy setelah menjuarai dua kelas. Di kelas J4/Free For All (FFA) Doddy yang berpasangan dengan Prihatin Kasiman dengan Jeep Cherokee, mampu menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 15 menit 29,080 detik. Di tempat kedua ditempati driver Bla Bla Bla Motorsport pasangan Ijeck/Uche, juga di atas Cherokee  yang membukukan waktu15:38,000. Sementara peringkat III diraih pasangan Simon/Adek dengan waktu tempuh 16:45,640.

Sukses Doddy berlanjut di kelas J3 (2.501- 4.000 cc) dengan raihan waktu terbaik 15:30,560, disusul Ijeck (15:38,730) serta Simon (16:31,570). Sementara gelar juara di kelas J2 direbut Isfan F Fahrudin yang mencatat waktu17:05,170 dan di kelas J1 menjadi milik driver Aceh, Ismet dengan pasangan navigator H. Marlian  asal Langsa yang meraih waktu 18:11,870.

Untuk nomor eksibishi sprint reli, kelas GR 2.1 menjadi milik pasangan Ijeck/Uche, dengan gelar GR 2.2 disabet Arjun, dan satu lagi kelas yang diperlombakan, yakni N15 berhasil dimenangkan Dian Sukmawan.
Di katagori Enduro Cross gelar juara umum menjadi milik Dani Ginting dari tim XTrim Medan, yang tampil sebagai juara di kelas 2 Tak, serta runner-up di kelas FFA di bawah Sony. Sedangkan  di kelas 4 tak, gelar juara dibawa pulang rider Monstrack Asahan, Wellianto. (*)

Pengumuman Pemilu Kembali Ditunda

KAIRO-  Pengumuman hasil pemilihan umum (Pemilu) Mesir ditunda untuk ketiga kalinya. Semula dijadwalkan pengumuman Pemilu, Jumat (2/12), kembali ditunda menjadi Minggu (4/12) dan kini ditunda lagi menjadi, Rabu (7/12).
Demikian dilansir surat kabar milik negara al-Ahram,  mengutip pernyataan Perdana Menteri al-Kamal Ganzouri. Menurut dia, Pengumuman pemerintah baru kembali ditunda karena kesulitan dalam menunjuk menteri dalam negeri baru, setetap beberapa jam sebelum pemilu parlemen tahap kedua dimulai.

Selanjutnya, paparnya Pemilu parlemen dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dimulai pada Senin. Kekuatan politik utama Mesir, Ikhwanul Muslimin, melaju dalam pemilihan anggota parlemen tahap pertama 28 dan 29 November 2011. Pemilu tahap pertama berlangsung di sembilan dari 27 provinsi. (net/jpnn)