31 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1426

Pemuda Pengangguran Tertangkap Jual Narkoba

AMANKAN: Satnarkoba Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan seorang pelaku kepemilikan narkoba jenis sabu, Agus Mulia Wasito - Istimewa.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Agus Mulia Wasito (27) pemuda pengangguran yang tinggal di Jalan Bhakti LKMD, Lingkungan 1, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, berhasil ditangkap Satuan Narkoba Polres Tebingtinggi, karena memiliki narkoba jenis sabu, Rabu (7/6) malam.

Menurut Kasat Narkoba Polres Tebingtinggi, AKP Jhon Harto Panjaitan, pelaku berhasil ditangkap Tim Satnarkoba Polres Tebingtinggi karena adanya laporan dari masyarakat yang melihat pelaku sering melakukan transaksi dan memakai narkoba jenis sabu di samping rumahnya.

“Mendapatkan informasi tersebut, personel Satnarkoba Polres Tebingtinggi cepat bergerak dan melakukan pengintaian kepada pelaku. Ketika diamankan petugas, pelaku mengaku menggunakan narkoba dan menjualnya kepada pembeli dengan paket kecil,” jelas Jhon, Kamis (8/6), di Mapolres Tebingtinggi.

Ketika dilakukan pemeriksaan, pelaku tak melakukan perlawanan dan mengakui barang bukti narkoba adalah memang benar miliknya, yang didapat dari seseorang tidak dikenal.

“Kemudian pelaku bersama sejumlah barang bukti langsung diamankan ke Satnarkoba Polres Tebingtinggi guna dilakukan pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut Jhon, barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku, terdiri dari 1 kotak rokok merek bull, 2 plastik transparan berisi serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu degan berat kotor 2,09 gram (berat bersih 1,51 gram), 1 bungkus plastik transparan berisi plastik-plastik transparan kecil kosong, 1 batang sendok sabu (skop) dan uang Rp50.000.

Pasal yang dipersangkakan, tersangka melanggar Pasal 114 Ayat (1) Subs Pasal 112 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, tentang Narkotika. (ian/saz)

Sebelum Tewas, Penjual Es Teh Jumbo Sempat Hubungi Abang

DILAYAT: Suasana rumah duka di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Binjai Utara - Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Keluarga Fonda Harianingsih (50), masih belum dapat menerima kepergiannya. Luka mendalam masih tersisa dan membekas di hati keluarga.

Bagi keluarga, korban adalah sosok berkepribadian baik dan penyayang. Namun sang Khalik, lebih dulu memanggilnya.

Fonda meninggal dunia bukan karena sakit. Namun, diduga menjadi korban pembunuhan dan ditemukan dalam kondisi mengenaskan dalam mobil Toyota Avanza warna silver BK 1088 IW, di Jalan Klambir 5, Kelurahan Tanjunggusta, Medan Helvetia, Rabu (7/6) lalu.

Korban meninggalkan seorang anak dan 2 cucu yang bermukim di Medan. Sementara suaminya, Sapta, merupakan seorang mantri yang cukup dikenal masyarakat Kelurahan Kebun Lada, Binjai Utara.

Fonda pun diketahui istri muda atau istri kedua Sapta, yang berdomisili di Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Langkat. Kini, korban sudah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Islam, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Binjai Utara.

Di lokasi pemakaman, suami korban tak kuasa menahan tangis atas kepergian istrinya. Bahkan terlihat, kondisi fisik Sapta seperti tak bedaya dan lemas pasca ikut meletakkan langsung jasad Fonda di dalam liang lahat.

“Kami sekeluarga terkejut dan tak sangka atas kepergian adik kami ini,” kata Abang Korban, Hariono (56) di rumah duka, Kamis (8/6).

Dia mengetahui sang adik sudah tak bernyawa pada Rabu (7/6) sore. Dia melihat langsung jenazah adiknya yang ditemukan banyak bekas darah.

“Ada tetesan darah di dalam mobil. Saya menyaksikan langsung dan saya pastikan itu adik saya,” kata Hariono.

Hariono menambahkan, korban sempat menghubunginya sebelum akhirnya tewas mengenaskan. Dalam obrolannya, korban ingin pindah jualan es teh ke Helvetia, Kota Medan.

“Pada saat itu dia menghubungi saya, katanya mau pindah tempat jualan esnya ke Helvetia. Cuma tidak jadi,” ujar Hariono.

Korban sendiri belum lama jualan minuman dingin dengan mengendarai mobil di sekitaran Binjai. Menurut Hariono, hari inilah korban seharusnya jualan di Helvetia.

“Tapi kalau misalnya semalam dia jualan di sana, insya Allah kejadian ini tidak akan terjadi. Allah berkata lain, hari ini dia sudah berpindah tempat ke pemakaman,” ujar Hariono.

Soal musuh korban, dia tidak mengetahuinya.

“Saya kurang tahu, (karena) saya tinggal di Medan, dia di Binjai. Dan intinya kita tidak mau mencampuri urusan rumah tangga dia seperti apa,” bebernya.

Hingga kini, keluarga besar korban belum tahu apa motif pelaku menghabisi nyawa korban begitu sadis.

“Sampai saat ini kami belum tahu karena apa, tapi yang pasti dia dibunuh. Sebelum berjualan, sehari-hari Fonda sebagai ibu rumah tangga. Soal dugaan dia dipaksa dibawa ke Medan bagaimana kita bilang ya, kalau ada ditemukan sendalnya sebelah di lokasi dia berjualan di Binjai, pasti dipaksa,” kata Hariono.

Dia menegaskan, korban tidak dalam kondisi hamil. Namun dia menyebut, tubuh korban memang besar. Dia berharap, kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku.

Sementara itu, korban kesehariannya berjualan Es Teh Jumbo di depan Taman PGRI, Binjai.

Petugas kebersihan, Tengku Dewi sering melihat korban berjualan di sana. Sekitar pukul 13.00 WIB, Dewi masih melihat korban jualan. Saksi menaruh curiga kepada seorang pria yang duduk di taman.

“Saya enggak tahu itu siapa, namanya tempat umum. Mungkin itu pelakunya,” kata Dewi.

Keberadaan sosok pria ini juga terekam dalam CCTV milik Kantor PLN UP3 Binjai. Disebut-sebut rekaman CCTV tersebut sudah disita penyidik kepolisian.

Pria tersebut, kata Dewi, tidak ada berkomunikasi dengan korban.

“Tapi pria itu lama duduk di sini (Taman PGRI), dari pagi jam 8 sampai siang pria itu sudah ada di Taman PGRI,” kata dia.

“Ciri-cirinya badan tinggi, kulitnya putih, pakai baju sweater warna silver abu-abu, pakai celana jeans, pakai topi warna putih, pakai masker hitam, dan cuma matanya aja yang nampak,” sambung Dewi.

Dia tahu Fonda diduga jadi korban pembunuhan dari suaminya yang datang bertanya. Pasalnya, sendal dan kursi yang dipakai korban untuk berjualan, tinggal di pinggir jalan.

Informasinya penyidik sudah mengambil kursi yang tinggal di pinggir jalan tersebut. Begitu juga dengan tempat minum es teh pria yang mencurigakan.

“Tempat minum itu diambil polisi dari tong sampah. Karena sepertinya dia beli minuman es teh itu dari si korban,” ujar Dewi.

Korban baru sepekan belakangan berjualan Es Teh Jumbo di depan Taman PGRI.

“Saya juga ditanyai ciri-ciri laki-laki yang saya sebutkan, saya bilang ada melihatnya di sini, duduk sampai setengah hari,” pungkasnya. (ted/saz)

Jukir Nakal Disanksi Pecat, Pengelola Minta Masyarakat Dukung Program e-Parking

Komisaris PT LGE, Frans Pardede

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengingatkan seluruh perusahaan pengelola parkir elektronik (e-Parking) di Kota Medan untuk memastikan tidak adanya lagi juru parkir (jukir) e-Parking yang menyalahi aturan dengan masih mengutip retribusi parkir secara tunai.

Hal itu pun dibenarkan oleh salah satu perusahaan pengelola e-Parking di Kota Medan, PT Logika Garis Elektronik (LGE). Diketahui, PT LGE mengelola sejumlah titik lokasi e-Parking di Kota Medan. Di antaranya Jalan K.H Zainul Arifin, kawasan Jalan Setibudi, kawasan Jalan Palangkaraya, Jalan Cirebon, Jalan Irian Barat, Jalan Jawa, Jalan Brigjend Katamso, Jalan Zein Hamid, Jalan Pemuda, Jalan Samanhudi, Jalan Raden Saleh, dan sejumlah ruas jalan lainnya.

Komisaris PT LGE, Frans Pardede, mengatakan pihaknya siap untuk menindaklanjuti arahan yang telah disampaikan Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan.

“Kita sudah diingatkan oleh Dishub Medan agar tidak ada lagi jukir yang berani mengutip retribusi secara tunai. Sebab, retribusi parkir wajib dikutip secara non tunai (cashless). Untuk itu, kami dari PT LGE selaku salah satu perusahaan pengelola e-Parking di Kota Medan siap menindaklanjuti hal itu,” ucap Frans Pardede kepada Sumut Pos, Kamis (8/6).

Diakui Frans, hingga saat ini masih ada saja jukir e-Parking yang nakal dengan mencoba-coba mengutip retribusi parkir secara tunai. Untuk itu, pihaknya sudah menyampaikan tentang adanya surat peringatan dari Dishub Medan kepada para jukir e-Parking mereka di lapangan.

Selanjutnya, manajemen PT LGE akan meningkatkan pengawasan terhadap jukir-jukir mereka. Bila terbukti masih ada yang melanggar aturan, maka pihaknya siap memberikan sanksi tegas dengan langsung memberhentikan dan mengganti jukir tersebut.

“Sosialisasi akan larangan mengutip retribusi parkir secara tunai tersebut sudah sangat lama kita lakukan. Sebab e-Parking (di Medan) sudah berjalan dua tahun. Jadi bila masih ada yang melanggar, tidak perlu ada lagi peringatan, akan langsung kita ganti dengan jukir yang siap mematuhi aturan,” tegasnya.

Frans pun meminta semua pihak, khususnya masyarakat pengguna jasa e-Parking di Kota Medan untuk mendukung program e-Parking dengan tidak membayar retribusi parkir secara tunai kepada jukir e-Parking di lapangan.

“Intinya, kami dari PT LGE akan benar-benar menegakkan aturan yang ada dan melakukan evaluasi terhadap jukir-jukir yang masih melanggar aturan. Mohon dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT, menjelaskan bahwa pihaknya memang telah memberikan surat peringatan kepada seluruh perusahaan pengelola e-Parking di Kota Medan.

“Bukan hanya PT LGE, semua perusahaan pengelola e-Parking di Kota Medan telah kita surati agar jangan lagi ada jukir yang melanggar aturan dengan masih mengutip retribusi parkir secara tunai,” ujar Iswar kepada Sumut Pos, Kamis (8/6).

Dikatakan Iswar, hal itu harus dilakukan agar program e-Parking di Kota Medan bisa berjalan maksimal. Sebab selain terbukti dapat meningkatkan PAD Kota Medan secara signifikan, e-Parking juga bertujuan meningkatkan pelayanan jasa parkir kepada masyarakat.

“Tegas kita sampaikan, bahwa setiap perusahaan pengelola e-Parking di Kota Medan wajib mematuhi aturan, termasuk memastikan tidak adanya lagi jukir mereka yang mengutip retribusi parkir secara tunai. Bila kedepannya masih terjadi, maka kita akan evaluasi kontrak kerjasama dengan perusahaan tersebut,” pungkasnya. (map)

Bobby Nasution Lepas Calhaj Kloter 15 Asal Medan

LEPAS: Penyerahan Pataka Merah Putih oleh Bobby Nasution kepada ketua kloter yang akan membantu para calhaj selama menjalankan ibadah haji.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain ucapan selamat jalan dan menunaikan ibadah haji, Wali Kota Medan Bobby Nasution juga mendoakan agar 345 calon jamaah haji (calhaj) asal Kota Medan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 15 senantiasa dilindungi dan diberi kemudahan oleh Allah SWT agar dapat menunaikan seluruh rukun haji di Tanah Suci sehingga menjadi haji yang mabrur dan mabruroh.

 “Sebelum tiba di Tanah Suci, mari luruskan kembali niat sehingga saat menjalankan ibadah haji, kita merasa tenang dan nyaman. Sebab, melaksanakan ibadah haji dituntut ketahanan fisik yang kuat. Oleh karenanya niat yang lurus akan menambah ridho dari Allah SWT sehingga diberi kemudahan dalam menjalankan ibadah haji,” kata Bobby Nasution.

 Menantu Presiden Joko Widodo ini selanjutnya berpesan kepada seluruh calhaj untuk khusyuk melaksanakan ibadah haji dan tidak perlu khawatir dengan rumah serta keluarga yang ditinggalkan. Sebab, rumah yang ditinggalkan telah didata oleh pihak kecamatan, kelurahan dan kepala lingkungan sekaligus rutin dimonitoring.

 “Kalau rindu boleh tapi khawatir jangan. Sebab, rumah dan keluarga yang ditinggalkan calhaj yang berangkat menunaikan ibadah haji telah dijaga. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi kita sehingga seluruh calhaj dapat merasa tenang, nyaman dan khusyuk selama menjalankan ibadah haji di Tanah suci,” ungkapnya.

 Bobby Nasution kemudian menambahkan, Pemko Medan selalu menitipkan doa kepada warga Kota Medan yang melaksanakan ibadah haji agar Kota Medan senantiasa menjadi kota yang kondusif, aman, nyaman dan berkah. Di samping itu juga mendoakan agar warga yang saat ini belum dapat menunaikan ibadah haji dapat melaksanakan rukun Islam yang kelima tersebut.

 Calhaj asal Kota Medan yang tergabung dalam kloter 15 ini berjumlah 345 orang yang terdiri dari 148 orang pria dan 197 wanita. Kemudian ditambah dengan 3 orang Petugas Haji Daerah (PHD) serta 5 orang dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

 Pelepasan pemberangkatan calhaj Kloter 15 ini ditandai dengan penyerahan Pataka Merah Putih oleh Bobby Nasution kepada ketua kloter yang akan membantu para calhaj selama menjalankan ibadah haji. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan surat-surat kepercayaan serta diteruskan dengan pembacaan Kalimah Talbiyah. (rel)

Target Realistis Boling Sumut di PON 2024

KETERANGAN: Sekum Pengda PBI Sumut, Herman saat beri keterangan di Posko Publikasi PON 2024 Aceh-Sumut di Kantor Disporasu, Kamis (8/6). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah Persatuan Boling Indonesia (Pengda PBI) Sumatera Utara (Sumut) mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada KONI Sumut yang telah memberikan dukungan dan perhatian penuh terhadap pembinaan olahraga boling.

“Olahraga boling di Sumut sudah tidak punya lintasan standar nasional untuk latihan atlet sejak tahun 2016 atau setelah Perisai Super Bowl tutup. Agar atlet tetap maksimal berlatih, mereka latihan di Jakarta dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ujar Sekretaris Umum (Sekum) Pengurus Daerah (Pengda) PBI Sumut, Herman, di Posko Publikasi PON 2024 Aceh-Sumut di Kantor Dinas Pemuda Olahraga Sumatera Utara (Disporasu), Kamis (8/6).

Herman bersyukur KONI Sumut selama ini terus mendukung penuh program latihan atlet boling Sumut di Pulau Jawa. “Kalau tidak ada dukungan KONI Sumut, mungking olahraga boling di Sumut sudah tidak ada. Karena memang biaya pembinaan atlet boling ini sangat mahal, khususnya untuk biaya latihan,” ucap Herman.

Lebih lanjut Herman mengatakan, pada PON 2024 nanti, cabor boling yang akan berlangsung di Sumut mempertandingkan 11 nomor. Dari 11 nomor dimaksud, Sumut sebagai tuan rumah menargetkan meraih 5 medali emas dari nomor single putra dan putri, double putra dan putri serta mixed double.

“Walau terkendala fasilitas lintasan untuk berlatih atlet, PBI Sumut tidak mau kendur soal target. Sejak awal kita optimis bisa memberikan hasil membanggakan buat Sumut di PON 2024. Salah satu caranya dengan mendukung latihan atlet andalan kita di Jakarta walau dengan biaya yang tidak sedikit. Tapi karena ada dukungan dari KONI Sumut program latihan atlet di Jakarta berjalan lancar,” tambah Herman.

Begitu pun, Herman yang mewakili Ketua Umum Pengda PBI Sumut dr Hj Rayati Syafrin MBA berharap Pemerintah Provinsi Sumut segera menyelesaikan pembangunan lintasan boling. Dengan begitu, seluruh atlet yang berlatih di luar Sumut bisa pulang ke Medan untuk menjalani program latihan bersama atlet lainnya.

Terkait 5 medali emas, Herman mengaku target tersebut cukup realistis jika melihat kekuatan atlet Sumut saat ini. Saat ini Sumut memiliki tiga atlet kaliber Nasional yang merupakan peraih medali PON dan SEA Games.

“Di sektor putra kita punya Hardy Rachmadian yang merupakan peraih medali emas dua edisi SEA Games 2019 di Filipina dan 2021 di Vietnam. Di sektor putri ada Aldila Indryati yang merupakan peraih emas SEA Gemes 2019 di Filipina,” ujar Herman.

Selain itu, untuk sektor putra juga ada Orcar yang merupakan peraih medali emas nomor master PON 2016 Jawa Barat. Saat bersamaan, peboling Sumut Aldila Indryati juga menyabet emas nomor master PON 2016.

“Kita juga masih ada atlet putri andalan Nadia Pramanik. Dia merupakan peraih medali emas Kejurnas 2022. Jadi bisa dibilang kekuatan atlet kita cukup mumpuni untuk memenuhi target 5 medali emas. Paling penting atlet tetap fokus latihannya,” pungkas Herman.

Tim Pengawas dan Pendamping (Wasping) Cabor Boling KONI Sumut, Jonny Ramadhan Silalahi SH mengatakan pantas PBI Sumut mematok target 5 medali emas pada PON 2024. Hal ini sesuai kualitas para atlet yang sudah kerap meraih prestasi di ajang tingkat Nasional hingga SEA Games.

“Lima medali emas tentu target yang realistis untuk cabor boling. Apalagi atlet kita akan tampil sebagai tuan rumah. Terpenting latihan atlet terus ditingkatkan karena persaingan di PON tentu sangat ketat,” ucap Jonny.

Namun begitu, Jonny memahami besarnya biaya latihan atlet boling. Dia merincikan, idealnya atlet Pelatda itu latihan lima kali dalam satu pekan. Khusus untuk atlet boling, latihan itu sehari minimal 6 hingga 8 games. Untuk berlatih di lintasan standard seperti di Jaya Ancol Jakarta, per games harus membayar Rp.50.000.

“Kalau atlet sehari berlatih 6 games, itu artinya biaya latihannya Rp300.000 per hari per atlet atau Rp1.500.000 per pekan. Belum lagi biaya parkir kenderaan, biaya minum, makan dan lain-lain. Jadi benar kata saudara Sekum PBI Sumut tadi bahwa biaya latihan atlet boling ini sangat mahal,” ucap Jonny.

Untuk itu, Jonny berharap Pemprov Sumut dapat menyegerakan pembangunan lintasan boling agar biaya latihan atlet bisa ditekan dan durasi latihan atlet bisa lebih ditingkatkan. “Boling ini permainan yang membutuhkan akurasi. Semakin banyak berlatih maka akan semakin baik akurasinya. Untuk banyak berlatih atlet perlu lintasan dan ini butuh dukungan Pemprov Sumut untuk menyegerakan pembangunan lintasan boling,” pungkas Jonny. (dek)

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2023, KLHK Lakukan Uji Emisi Akbar dan Kenalkan Si Umi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkenalkan sistem Aplikasi Uji Emisi Terpadu yang disingkat Si Umi. Aplikasi ini akan mendukung kegiatan uji emisi kendaraan bermotor di seluruh Indonesia.

Aplikasi Si Umi diharapkan dapat digunakan oleh semua pemerintah kabupaten/kota di Indonesia, bengkel atau lembaga penyelenggara uji emisi resmi, serta warga masyarakat yang akan melakukan uji emisi. Dengan aplikasi ini, dapat memberikan informasi tentang jumlah dan nomor kendaraan mana saja yang telah melakukan uji emisi dan memenuhi standar baku mutu emisi, serta bengkel dan lembaga penyelenggara uji emisi resmi beserta alamatnya.

“Aplikasi ini akan terus dikembangkan dan disempurnakan, harapannya ke depan aplikasi Si Umi dapat diintegrasikan dengan sistem-sistem penerapan insentif dan disinsentif, misal pada tempat tempat parkir, zona rendah emisi, dan atau pengenaan komponen pajak pencemaran lingkungan,” kata Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK, Luckmi Purwandari.

Peluncuran aplikasi Si Umi ini seiring dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup 2023, di mana KLHK
berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dalam mengatasi polusi udara. Selain itu juga melibatkan 8 kabupaten/kota sekitar Jakarta, seperti Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Depok, menandatangani Komitmen Bersama Perbaikan Kualitas Udara Jabotabek.

Salah satu perwujudan komitmen tersebut adalah dengan menyelenggarakan uji emisi akbar kendaraan bermotor serentak se-Jabodetabek, Senin (5/6/2023).

Kegiataan uji emisi akbar yang dipusatkan di area Taman Marga Satwa Ragunan ini menargetkan keikutsertaan kurang lebih 2.000 kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor. Kegiatan ini didukung penuh oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (KORLANTAS), Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas).

“Dengan melakukan uji emisi, diharapkan masyarakat pengguna kendaraan bermotor menjadi lebih peduli terhadap emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraannya sesuai standar yang diatur dalam peraturan, sehingga pengguna kendaraan akan merawat kendaraan dengan lebih baik dan menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan,” ujar Luckmi.

Komitmen bersama ini selanjutnya akan diwujudkan dengan aksi-aksi nyata untuk mencapai target udara yang lebih bersih, dengan Indek Kualitas Udara yang lebih baik.
Uji emisi merupakan salah satu syarat laik jalan yang tertuang pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan juga baku mutu emisi akan digunakan sebagai dasar pengenaan tariff pajak kendaraan bermotor sesuai dengan Peratura Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Adapun titik-titik lokasi pelaksanaan Uji Emisi Akbar serentak di daerah-daerah Jabodetabek, yaitu Kabupaten Bekasi di Kantor Dinas LH Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi di Stadion Candrabaga, Kabupaten Tangerang di Pusat Pemerintahan Tiga Raksa, Kota Tangerang di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan di Terminal BSD, Kota Depok di Kantor Walikota Depok, Kota Bogor di Balaikota Bogor dan Kabupaten Bogor di Dealer Mitsubishi Cibinong.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Dirkamsel Korlantas Polri, Kepala Dinas LH DKI Jakarta, para pejabat perwakilan Kabupaten/Kota se-Jabodetabek. (rel/adz)

JNE Laksanakan Suntik Gratis Vitamin-C untuk Karyawan dan Masyarakat Umum

JNE laksanakan Program Suntik Gratis Vitamin-C serentak di beberapa kantor cabang JNE.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Juni 2023 – JNE laksanakan Program Suntik Gratis Vitamin-C serentak di beberapa kantor cabang JNE.

Sebanyak 5000 dosis Vitamin-C disiapkan bagi karyawan, keluarga karyawan dan masyarakat umum di masing-masing Kantor JNE. Yakni JNE Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cilegon, Cikarang, Pekanbaru, Jambi, Lampung, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Program Suntik Gratis Vitamin-C terselenggara atas kerjasama JNE dan CEO Forum yang dilaksanakan (7/6), dibuka langsung oleh Samsul Djamaludin, selaku Quality Assurance, Governance & Compliance Group Head.

Disaksikan Trisya Suherman selaku Ketua Yayasan Global CEO Indonesia, Wakapolsek Tanjung Duren AKP David Napitupulu SH.MM, Camat Kecamatan Grogol Petamburan Drs. Joko Mulyono, Lurah Tomang Dra. Dwi Kurniasih. MA, serta jajaran Koramil 03 Grogol Petamburan, yang berlangsung di Kantor Pusat JNE, Jl. Tomang Raya 11, Jakarta Barat.

Program pemberian suntik Vitamin-C ini dipilih perusahaan sebagai upaya untuk mempertahankan produktivitas kinerja karyawan dalam menghadapi era new normal setelah Pandemi Covid 19 yang lalu. M. Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE, menyampaikan, dengan diselenggarakannya suntik Vitamin-C gratis, diharapkan daya tahan tubuh karyawan dan keluarga menjadi sehat dan bugar terutama dalam bekerja sehingga mampu mendukung terciptanya tubuh yang lebih dan produktifitas yang tinggi di perusahaan.

Samsul Djamaludin, selaku Quality Assurance, Governance & Compliance Group Head, menambahkan,”Kegiatan suntik Vitamin-C ini kami selenggarakan untuk memastikan seluruh karyawan JNE, khususnya para petugas garda terdepan seperti: kurir, sales counter officer, customer service, dan bagian lainnya yang banyak berhubungan dengan pelanggan, sehingga dapat menjaga kesehatan dan menambah daya tahan tubuh dalam bekerja”.

Trisya Suherman, selaku Ketua Yayasan Global CEO Indonesia mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi kegiatan Suntik Vitamin C yang diadakan JNE, tentunya ini membantu masyarakat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Harapan saya kedepannya, JNE selalu berkolaborasi dengan Yayasan Global CEO Indonesia”. (rel/sih)

Jawab Ketakutan Masyarakat Dalam Berinvestasi, Indo Premier Hadirkan Fitur Simulasi dan IPOT Buzz

Kiri ke kanan: MC - Clara Antawijaya, Dirut PT Indo Premier Sekuritas Moloenoto The, dan Angga Septianus, IPOT Buzz Community Lead

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Konsisten dengan visinya untuk membuat investasi di pasar modal menjadi lebih terbuka, mudah diakses, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas merayakan ulang tahunnya ke-21 dengan mengeluarkan inovasi terbarunya yaitu “Simulasi Investasi” dan forum IPOT Buzz di acara bertajuk “Changing The Game, Changing The Mindset” di Alila SCBD Jakarta pada Kamis, 8 Juni 2023

Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan berdasarkan Survey Populix pada 2022, 1 dari 3 (33%) non investor belum memulai investasi karena takut dan berisiko mengalami kerugian. Ia optimis dua inovasi terbarunya dapat membantu calon investor dan semua investor baik yang awam dan berpengalaman untuk dapat belajar dan mengasah skill-nya dalam dunia investasi.
“Inovasi terbaru di aplikasi IPOT mampu mengikis keraguan dan dapat membangkitkan keberanian untuk memulai investasi di pasar modal. Inovasi ini menciptakan kesempatan yang sama bagi seluruh kalangan untuk berinvestasi dan mendapatkan manfaat dari pasar modal serta bisa meraih kemerdekaan finansial. Apalagi kedua fitur ini tersedia tanpa melalui proses registrasi,” tegasnya.

Fitur Simulasi

Dilatarbelakangi fakta bahwa sebagian besar masyarakat belum memulai investasi di pasar modal karena anggapan investasi butuh modal besar, berisiko dan praktiknya tidak gampang, PT Indo Premier Sekuritas menghadirkan fitur simulasi di aplikasi IPOT. Di fitur ini, dimana para pengguna dapat mensimulasikan transaksi saham secara real-time tanpa perlu merasa khawatir dengan risiko nyata. Pengguna dapat

merasakan bertransaksi saham, mempelajari potensi emiten, maupun memperdalam skill analisis, melalui aplikasi IPOT.

“Keraguan bagi mereka yang baru mau belajar itu wajar, namun kehadiran fitur Simulasi yang tanpa risiko ini menjadi peluang emas untuk belajar investasi. Dengan fitur simulasi ini calon investor hingga investor berpengalaman bisa belajar sekaligus menguji strategi investasi dengan dukungan fitur-fitur unggulan yang tersedia,” tegas Moleonoto

Mayoritas fitur unggulan di aplikasi IPOT yang tadinya hanya untuk nasabah IPOT, kini telah tersedia untuk publik, seperti fitur Chart yang bisa digunakan untuk melihat pergerakan saham secara riil, Fundamental yang berisi ringkasan kondisi fundamental suatu emiten, Target Price yang menampilkan informasi pergerakan sebuah saham yang dilengkapi dengan rekomendasi beli/jual/hold/neutral dari seluruh sekuritas hingga News Research yang menampilkan hasil riset emiten yang komprehensif.

Forum IPOT Buzz

Inovasi Indo Premier makin lengkap dengan kehadiran forum informasi investasi IPOT Buzz yang memfasilitasi investor untuk terhubung dengan investor lain dan para ahli atau profesional untuk mendapatkan informasi terkini seputar pasar modal Indonesia. Community Lead IPOT, Angga Septianus menjelaskan IPOT Buzz memberikan akses informasi dan koneksi dengan sesama investor hingga ahli, sehingga investor pemula pun akan terinformasi dengan baik. Apalagi, selama ini informasi tentang investasi hanya bisa didapatkan dari kelompok-kelompok eksklusif sehingga investor ritel sulit mendapatkan informasi tersebut.

“Yang membuat kami berbeda ada tiga poin yakni actionable, contextual and personalized dan credible. Actionable artinya pengguna dapat langsung menindaklanjuti informasi terkait saham yang sedang diperbincangkan di forum. Contextual and personalized memungkinkan filter yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap investor, dan credible karena selain konten dari contributor umum dan ahli IPOT Buzz memberikan informasi yang dapat dipercaya melalui IPOT News Official,” tandas Angga.

Sementara itu, Artis dan Komedian, Raditya Dika mengakui forum investasi IPOT Buzz memang menjadi tempat yang tepat untuk bertanya dan berdiskusi tentang perkembangan investasi. Di IPOT Buzz siapa pun bisa mempelajari dunia investasi, berdiskusi mengenai saham, reksa dana, dan financial planning.
Selain itu, imbuhnya, layanan ini juga memungkinkan investor memperoleh informasi mendalam dan up to date tentang investasi serta bisa melakukan konsultasi terkait investasi secara komprehensif, bahkan untuk investor pemula yang selama ini kurang percaya diri dalam analisis sehingga membutuhkan bimbingan dari yang lebih ahli.

Ibarat balapan, selain butuh kendaraan yang canggih dan cepat, investasi juga butuh persiapan dan strategi yang jitu serta dukungan menyeluruh agar bisa finish sebagai pemenang. IPOT adalah kendaraan yang canggih dengan fitur-fitur unggulnya sekaligus tim balap terbaik untuk investasi dengan pengalaman terbaik dan terpercaya selama 21 tahun. “IPOT sebagai kendaraan investasi mengantar ke garis finish sekaligus konsisten mendampingi dan memberi dukungan secara menyeluruh dari sebelum mulai sampai saat berinvestasi,” tandas Moleonoto The.

Terdepan dalam terobosan dan inovasi di industri pasar modal Indonesia, Indo Premier mempersembahkan inovasi ini untuk semua lapisan masyarakat tanpa registrasi terlebih dahulu. “Semua orang memiliki kesempatan emas untuk memahami, mempelajari dan mendapatkan pengalaman pertama yang lebih cepat dan mudah tentang investasi

hanya di IPOT. We are changing the game so you can win the game dalam investasi,” pungkas Moleonoto The. (rel/sih)

Junimart Peduli Pendidikan Anak Kurang Mampu

BANTU: Ketua Relawan Junimart Girsang, Acun Hasiholan Sianturi, mengunjungi keluarga kurang mampu, Marihot Tambunan di Desa Lau Sireme Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi - Istimewa

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi 2 DPR-RI, Junimart Girsang, peduli kampung halaman dan pendidikan anak sebagai generasi penerus Kabupaten Dairi.

Ketua Relawan Junimart Girsang, Acun Hasiholan Sianturi mengatakan, bentuk kepedulian Junimart terhadap kampung halaman telah ditunjukkan dengan menggiring bantuan pemerintah pusat kepada masyarakat Kabupaten Dairi.

Begitu juga bantuan dana pribadi, sudah sangat banyak diberikan bagi masyarakat, khususnya di daerah pemilihan Sumatera Utara (Dapil Sumut) 3.

Dan kali ini, melalui dana pribadi, Junimart membantu anak sekolah dari keluarga yang kurang mampu di Desa Lau Sireme, Kecamatan Tigalingga, untuk kesinambungan pendidikan anak tersebut.

Acun mengatakan, Tim Relawan Junimart mendapat informasi dari Ester Sinaga, guru SD di Desa Lau Sireme, Kecamatan Tigalingga.

Ada siswa membutuhkan perhatian khusus guna kesinambungan pendidikan.

Siswa dimaksud atas nama Agus Tambunan, pelajar kelas 5 SD. Tentu, Agus bernasib serupa dengan abangnya, Andika Tambunan, pelajar SMPN 2 Tigalingga, dan adiknya Tio Tambunan, siswa kelas 4 SD.

“Seragam sekolah mereka adalah pemberian warga. Terkadang, celana longgar lantaran size (ukuran) tidak sesuai,” jelas Ester.

“Pak Junimart Girsang dan relawan, tolong bantu mereka. Layakkan mereka agar punya seragam, buku, dan alat tulis yang setara dengan temannya. Sehingga lebih bersemangat menimba ilmu,” harap Ester.

Disampaikan Ester, dia terenyuh lantaran kerap melihat Agus duduk menyendiri dan minder. Saat makan siang, bontot berisi sayur, sambal,tanpa ikan atau hanya ikan asin bakar. Kasihan,” katanya lagi.

“Saya pernah rekam, Agus makan siang hanya nasi putih dan ikan asin yang dibakar,” imbuhnya.

Ibu sang anak, Satiaman boru Panggabean mengatakan, kondisi ekonomi keluarganya memang sangat berat. Suaminya, Marihot Tambunan kurang sehat. Satiaman bekerja ke ladang warga dengan upah Rp60 ribu per hari.

“Tidak ada ladang. Saya hanya kerja upahan untuk menghidupi keluarga berikut 4 anak. Rp80 ribu sehari, kotor,” bebernya.

Dia juga mengatakan, jarang memberi jajan ke anak. Terkadang hanya Rp1.000 kalau ke sekolah. Menurut Satiaman, putranya Andika memang gigih cari uang untuk membantu orang tua. Terkadang bersihkan rumah warga, jual beras, panjat duku, kutip cokelat, dan lainnya. Biaya LKS Rp180 ribu diperoleh Andika lewat kerja-kerja tersebut.

Acun mengatakan, begitu menerima informasi dari Ester. Tim Relawan Junimart Girsang (RJG) menerima petunjuk agar tim mengunjungi keluarga.

“Pak Junimart akan membantu demi kesinambungan sekolah anak-anak dari keluarga kurang mampu itu,” kata Acun.

Dan langkah awal, sebut Acun, tim telah menyerahkan bantuan pangan dan buku tulis. Selanjuthya, seragam dan lainnya akan disediakan sebagai wujud kepedulian ke kampung halaman dan keluarga kurang mampu yang sangat membutuhkan. (rud/saz)

PAN Dorong Peningkatan Anggaran Pelayanan Kesehatan Maksimal

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay - Istimewa

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Fraksi PAN mendorong agar anggaran kesehatan semakin ditingkatkan. Pasalnya, bidang kesehatan adalah urusan yang sangat bersentuhan dan dibutuhkan masyarakat. Dengan semakin bertambahnya penduduk Indonesia dan juga dengan semakin kompleksnya persoalan kesehatan di masa sekarang ini, anggaran kesehatan sudah selayaknya disesuaikan.

“Momentum kenaikan anggaran kesehatan sekarang lagi terbuka. Pemerintah dan DPR sedang membahas RUU Omnibus Law Kesehatan. Satu klausul di dalam RUU tersebut adalah anggaran kesehatan,” ungkap Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, Kamis (8/6).

Waktu di Baleg, lanjut Saleh, Fraksi PAN yang pertama kali mengusulkan agar anggaran kesehatan naik menjadi 10 persen dari APBN. Usulan ini kemudian diamini oleh fraksi-fraksi lain. Dan sudah masuk dalam draft RUU Kesehatan tersebut.

Usulan ini memang tidak mudah. Apalagi, lanjutnya, pemerintah harus bekerja keras membagi anggaran yang ada secara proporsional di semua kementerian ataupun lembaga.

“Ada kekhawatiran akan terjadi ketidakseimbangan. Ini sudah dijelaskan Kemenkes dan Kemenkeu dalam rapat-rapat panja,” kata Saleh.

“Kalau patokan 10 persen itu sulit, Fraksi PAN meminta agar pemerintah menyatakan, urusan kesehatan menjadi prioritas utama dalam setiap pembahasan dan penetapan anggaran. Ini penting agar aspirasi fraksi-fraksi dapat terakomodir dengan baik. Paling tidak, pemerintah perlu memaparkan peta jalan perbaikan pelayanan kesehatan kita dalam 15 sampai 20 tahun ke depan,” imbuh Ketua DPP PAN tersebut.

“Intinya, kami ingin adanya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sebab, inti dari transformasi bidang kesehatan ini adalah pelayanan kesehatan. Seluruh warga negara harus merasakan kehadiran negara ketika mereka sakit. Tentu ini jelas sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak warga negara sebagaimana diatur secara tegas di dalam konstitusi,” pungkas Saleh. (fdh/saz)