31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 14269

Peluang Menambah Wawasan Siswa

MEDAN- Road Show Jurnalistik Goes to School 2011, merupakan peluang menambah wawasan para siswa. Hal itu dibuktikan melalui sajian pemateri yang dihadirkan. Banyak pengetahuan tentang ilmu jurnalistik yang bisa diserap oleh siswa. Demikian diutarakan salah satu narasumber, Dipo S Sumarno, yang menyampaikan materi tentang Kode Etik Jurnalistik, di SMK Negeri 5 Medan, Rabu (21/12) siang.

Dikatakan Dipo, keberadaan seorang jurnalis bisa menjadi sangat rawan, ketika jurnalis harus bersikap independen dan tidak memihak. Diharapkan mampu menyajikan informasi yang benar-benar berimbang. “Terpenting adalah penyajian informasi itu harus akurat,” katanya.

Narasumber lain, Ferdy, memberi kesempatan para siswa dengan ilmu teknik-teknik fotograpi. Menurut Ferdy, dalam teknik fotograpi ada bagian-bagian yang memang semestinya dimasukan dalam hasil jepretan. Sehingga si penikmat foto bisa mendefinisikan foto tersebut. “Termasuk juga pengambilan momen dan angle yang tepat, sehingga hasil foto akan menjadi lebih menarik dan berbicara,” ungkapnya.

Sedangkan, Rizal Rudi Surya, pemateri tentang Ilmu Dasar Jurnalistik menuturkan, dalam dunia jurnalistik tidak ada aturan khusus, tetapi ada kode etik yang mengaturnya. Kode etik inilah kemudian menurutnya yang menjadi rambu-rambu dalam tugas peliputan seorang jurnalis. “Menyajikan informasi fakta, bukan berita bohong atau fitnah. Sama juga profesi lainnya, seperti dokter yang punya kode etik guna terhindar dari malapraktek,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rizal berkesempatan memberi satu buku kepada salah seorang siswi SMK Negeri 5, Julianda Putri yang mengikuti road show berjudul ‘Nikmatnya Menulis’.

Ketika ditemui wartawan, siswi jurusan bangunan ini tak membantah, kalau dirinya memang punya ketertarikan dengan dunia jurnalistik, sejak kelas II SMP. Dan menurutnya, Road Show Jurnalistik yang digelar wartawan unit Pemko Medan ini, merupakan kegiatan yang baik dan positif. Sehingga, dia pun berharap, dirinya bisa menyerap ilmu jurnalistik yang disajikan itu, untuk menambah wawasannya tentang jurnalistik. “Ya semoga kedepan masih ada kegiatan-kegiatan seperti ini, bahkan kalau mungkin akan ada pemilihan reporter sekolah,” pintanya.(*/adl)

Karyawan Lion Air Curi Barang di Bagasi

Tangerang – Munahar Saripudin (22), seorang karyawaan outsourcing Lion Air ditangkap petugas Polres Bandara Soekarno–Hatta. Dia tertangkap basah mencuri barang bagasi milik penumpang di Terminal 1 A bandara tersebut, Jumat (23/12).

Munahar adalah warga Kampung Tanah Tinggi RT 06/06, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti hasil curian berupa satu buah kamera digital merek Sony warna hitam dan satu buah handphone merek Samsung warna merah.

“Modus tersangka mencuri barang penumpang adalah dengan cara mendodos (membobol) tas saat dimasukkan ke dalam bagasi pesawat,” kata Kapolres Bandara Soetta Kombes Reynhard Silitonga, Jumat (23/12). Menurut Kapolres, tersangka adalah karyawan outsourcing Lion Air yang sehari-hari bertugas sebagai porter di Avron untuk memindahkan barang-barang pengguna jasa penerbangan yang disimpan di bagai ke pesawat.

“Dari hasil pemeriksaan tersangka sudah empat kali melakukan pencurian barang milik penumpang,“ ujar Reynhard. Kasus pencurian itu bermula ketika korban bernama Iwan Nirwana, warga Indramayu, Jawa Barat terbang ke Denpasar dengan menggunakan Pesawat Lion JT 020. Setelah tiba di Bali, korban langsung menuju hotel dan mengecek semua barang-barangnya.

Setelah diperiksa, dia mendapati barang berupa satu buah kamera digital merek Sony warna hitam dan satu buah handphone merek Samsung warna merah sudah tidak ada lagi. Selanjutnya, Munahar mencoba menghubungi ke handphone-nya, namun tidak diangkat. Setelah dikirim pesan singkat atau atau SMS, tidak lama kemudian tersangka membalasnya, tapi meminta sejumlah uang tebusan uang agar barang yang diambil itu dikembali.

“Setiba di Jakarta korban melaporkan kasus pencurian itu kepada petugas security Lion Air dan teruskan kepada polisi. Setelah menerima pengaduan tersebut tersangka lalu diciduk tidak jauh dari rumahnya,“ ucap Reynhard. (net/bbs)

Sumut Harus Punya Banyak Sekolah Unggulan

MEDAN- Anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Utara DR H Rahmat Shah menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyah (YPSA) yang berulang tahun ke-14 pada Desember 2011 ini.   Hal  tersebut di atas disampaikan Rahmat melalui staff Ahli DPD RI, Bechta Perkasa Asky, MA, kepada media usai menghadiri resepsi puncak rangkaian acara peringatan ulang tahun Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyah (YPSA)  yang berlangsung di komplek Raz Plaza, Medan, Selasa (20/12).

Rahmat menilai bahwa Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyah (YPSA) telah banyak memberikan kontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia Sumatera Utara dalam bentuk pendidikan yang dimulai dari pendidikan tingkat pra pendidikan dasar hingga pendidikan menengah. Di usianya yang ke-14 ini, Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyah (YPSA) yang berlokasi di jalan Setiia Budi No. 191 Medan ini telah mengelola pendidikan berupa Play Group, TK, SD, SMP, SMA dan Sekolah Bertaraf Internasional Mandiri.

Rahmat menyadari bahwa problematika pendidikan mempunyai spektrum yang sangat luas, mulai dari masalah fisik, kurikulum, kesejahteraan guru, pemetaan pendidikan dengan metodologi ujian nasional serta out put yang dihasilkan dari sistem pendidikan yang ada sekarang ini.  Termasuk salah satu yang menjadi peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan sekarang adalah fenomena globalisasi. Dalam pandangan Rahmat, konsep pendidikan yang dikembangkan oleh Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyah (YPSA) dapat menjadi model untuk menjawab tantangan pendidikan di masa kini yang tentunya berbeda dengan kebutuhan pendidikan di masa lalu.

Rahmat mencontohkan, rintisan Sekolah Bertaraf Internasional yang telah dilakukan oleh YPSA merupakan jawaban terhadap tantangan globalisasi yang merupakan fenomena masa kini. Untuk itu Rahmat mengharapkan agar masyarakat Sumatera Utara lainnya dapat melakukan peran sebagaimana yang telah dilakukan oleh Drs. H. Sofyan Raz, Ak., MM, selaku pembina YPSA.   (*/ila)

Jaga Eksistensi Nilai Luhur Orang Batak

Samosir Art Festival 2011

MEDAN- Hari ini, warisan nilai-nilai budaya semakin dilupakan. Hal itu terindikasi dari sangat minimnya edukasi dan informasi kepada generasi muda tentang nilai-nilai luhur tersebut. Untuk memberikan kontribusi dan menjawab tantangan tersebut, khususnya dalam menjaga eksistensi nilai-nilai luhur orang Batak, maka Samosir Art Festival 2011 digelar.
Ketua Panitia Samosir Art Festival 2011 Maria R Tampubolon menuturkan, acara tersebut akan dihelat di Pantai Pasir Putih Parbaba pada 28-29 Desember 2011 mendatang.

“Nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh nenek moyang orang Batak merupakan warisan yang sangat bernilai. Karena di dalamnya diajarkan tentang hidup dan berkehidupan yang baik. Olehnya, kami merasa berkepentingan menggelar acara semacam ini, karena generasi muda Batak harus terus diajak melestarikan budaya dan nilai luhur nenek moyangnya,” ungkap Maria, Selasa (20/12).

Mengusung tema ‘Generasiku Berbudaya,’ Samosir Art Festival 2011 akan menyuguhkan berbagai macam kegiatan, baik seni, budaya dan kampanye lingkungan hidup bernuanasa Batak. Berbagai macam jenis permainan tradisional, diantaranya Marsungkil, Margala, Marsiada, Marsudani dan Mariyeiye. Juga dimeriahkan dengn berbagai kegiatan tradisonal lainnya seperti ‘Turi Turian’ (Mendongeng, Red), Puisi bahasa Batak, gondang anak anak, seruling Batak, Tari Tortor dan Pertunjukan Si Gale- gale.

Pihak penyelenggara, juga mendatangkan pemerhati lingkungan hidup untuk memberikan binaan kepada para siswa SMU yang juga berpartisipasi di acara ini. Dengan hal ini diharapkan dari generasi-generasi muda menyampaikan pesan tentang bagaimana menjaga alam dan lingkungan sebagai bagian kehidupan manusia kepada semua orang.

“Dukungan penampilan oleh artis Batak ternama seperti Yeppy Romero Pangaribuan dan Tongam Sirait, serta penampilan seni teater yang dipimpin Thompson Hutasoit serta artis dan pemain pendukung lainnya tentunya akan menambah semarak acara ini,” tambah Maria.
Ia juga berpendapat, dipilihnya Pantai Pasir Putih Parbaba di Pulau Samosir ini karena dianggap merupakan satu lokasi strategis. Selain memiliki potensi alam yang begitu indah pantai berpasir putih ini juga masih belum dikenal banyak wisatawan.

Pelaksanaan kegiatan di lokasi ini juga mendapatkan dukungan dari Yayasan Pomparan Ompu Raja Sihaloho. “Kami menyambut baik dilaksanakannya acara Samosir Art Festival 2011 ini, acara seperti inilah yang seharusnya terus dilaksanakan secara rutin, agar warisan budaya leluhur orang Batak senantiasa terjaga dan daerah kita bisa mulai dikenal untuk juga dapat menjadi daerah kunjungan wisata,” ujar perwakilan Pomparan Ompu Raja Sihaloho, Donald Sihaloho.
Selain dukungan dari masyarakat setempat, dukungan juga datang dari Yayasan Tona Toba Nature, sebuah yayasan yang konsen terhadap isu-isu lingkungan hidup.

Bahkan Ketua Pengurus Yayasan Tona Toba Nature Olan Hutabarat dan Nalom Pangaribuan rencananya akan memberikan sumbangan lima ribu bibit pohon buah-buahan, yang akan diberikan secara cuma-cuma kepada setiap pengunjung yang datang di acara ini. (*/saz)

Back to Campus

Muhammad Jasin

Lengser dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muhammad Jasin sudah punya gambaran yang akan dilakukan. Apa itu? “Back to campus,” ujar Jasin di Jakarta beberapa waktu lalu.
Meski tak lagi menjadi salah seorang pemimpin KPK, Jasin menegaskan bahwa perjuangannya memberantas korupsi terus berlanjut. Kalau dulu lewat KPK, sekarang dia akan berjuang di kampus dan lingkungan sekitar. “Di mana pun tempatnya, selalu berusaha melawan korupsi. Bersama-sama lingkungan kita untuk perjuangan melawan korupsi,” kata pria 53 tahun itu.

Dunia kampus bukan hal yang baru bagi Jasin. Saat masih menduduki posisi pimpinan KPK, alumnus program doktor bidang business management di Adamson University, Filipina, itu mengajar di salah satu universitas swasta. Pada suatu kesempatan, Jasin juga pernah mengeluarkan pernyataan akan mengajar mata kuliah statistika dan informasi birokrasi di Institut Teknologi Bandung (ITB).  Lantas, kapan Jasin kembali ke kampuas? Pria kelahiran Blitar itu mengatakan masih berlibur dulu. Dia baru aktif mengajar bulan depan.  “Sebelum ngajar, ngadem dulu, libur dulu. Nanti Januari baru mulai mengajar,” ujarnya. (ken/c10/ca/jpnn)

12 Warga Ambil Sepeda Motor yang Hilang

MEDAN-Sedikitnya 12 warga sudah mengambil sepeda motornya yang hilang, setelah diumumkan Polresta Medan, Rabu (21/12) lalu.

“Sudah ada, sekitar 12 orang warga yang sudah mengambil kendaraannya,” terang Kanit Ranmor Polresta Medan AKP Ronald F Sipayung.

Saat disinggung, apakah terobosan mengumpulkan seluruh hasil ranmor dari berbagai polsek dari seluruh jajaran Polresta akan terus dilakukan, Ronald mengaku dirinya belum bisa memastikan, namun dia berharap agar terobosan ini bisa terus dilakukan.

“Karena terobosan ini memudahkan warga untuk mengecek sepeda motornya yang hilang. Warga yang melapor kehilangan pun mengapresiasi terobosan ini,” beber Ronald.
Sementara, Andi, warga Sunggal mengaku sepeda motornya sudah hilang 3 bulan yang lalu. Sampai saat ini, dia masih mengecek dan berharap sepeda motornya kembali.

“Ya, namanya usaha, mana tahu ada di sini (Mapolresta). Apalagi  tidak dikenakan biaya,” ucapnya saat ditemui di plataran parkir Mapolresta Medan.

Setelah diumumkan 166 sepeda motor hasil operasi ranmor dari berbagai polsekta di jajaran Polresta Medan, ratusan warga memadati halaman parkir Mapolresta Medan, tepat di depan gedung Bag Ops, Jumat (23/12).

Kedatangan ratusan warga ini untuk memastikan apakah sepeda motor mereka yang hilang ada di antara 166 sepeda motor yang diamankan tersebut.
Dari data Unit Ranmor Polresta Medan sedikitnya terdapat 70 unit sepeda motor milik leasing dan 96 unit milik warga. (gus)

Tiga Polisi Terlibat Tragedi Mesuji

JAKARTA- Keterlibatan anggota kepolisian dalam tragedi Mesuji benar adanya. Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji menyatakan bahwa Kapolri Jendral Timur Pradopo sudah menyeret tiga anggota Polda Lampung ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Ketiga anggota itu terlibat tindak pidana.

Anggota TGPF Ifdhal Kasim menyatakan, tiga anggota polisi itu terlibat dalam bentrokan di PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) dan PT Silva. Tidak hanya itu, Ifdhal juga menyebut jika anggota korps Bhayangkara itu terlibat penembakan. “Kami sudah dapat jawaban Kapolri,” ujar pria yang juga ketua Komnas HAM itu.

Kepolisian sudah melimpahkan berkas penyelidikan ke Kajati Lampung. Tiga anggota itu adalah AKBP AZ, AKBP PWN, dan Bripda S. Ketiganya diduga melanggar pasal 351 ayat 2, pasal 49 ayat 2 KUHP, pasal 51 ayat 1 KUHP. Khusus untuk AKBP AZ dikenakan pasal penganiayaan 351 ayat 1 KUHP.
Ifdhal mengapresiasi langkah kepolisian itu. Sejak TGPF menemukan adapelanggaran, pihaknya meminta agar tiga anggota tifak hanya diproses sebatas etik.

“Ke depan, Ini bisa meningkatkan profesionalisme Polri,” jelasnya.
TGPF menganggap langkap polisi ini sebagai tindakan yang luar biasa. Maklum, biasanya pelanggaran tindak kekerasan oleh aparat jarang bisa sampai ke pengadilan atau kejaksaan. Yang terjadi justru banyak kasus tersebut hilang dan menguap ditingkat Propam dengan sanksi pelanggaran etika.

Dalam insiden di Mesuji, November 2010, empat orang terluka tembak dan 1 orang meninggal. Yang tertembak adalah Muslim, 17, di kaki kanan, Robin, 17, di kaki kiri, Rano Karno, 26, luka di tangan dan perut kiri, dan Harun, 17, di tumit kiri. Sedangkan warga yang meninggal bernama Zaelani.

Saat memberikan keterangan Rabu (21/12) lalu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman smenyebut baru dua anggota yang sudah ditindak. Mereka adalah AKBP PWN dan Bripda S yang melakukan penembakan tanpa perintah Kapolres. “Sedangkan untuk penembak masih kami cari,” ucapnya. (dim/ca/jpnn)

BKKBN Sumut Edukasi KB ke TNI

Program Menekan Ancaman Ledakan Penduduk

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan mitra kerja sangat mendongrak pencapaian sasaran akseptor Keluarga Berencana (KB) baru. Untuk itu, BKKBN Sumut terus melanjutkan jalinan kerjasama dengan semua instansi, termasuk dengan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Demikian disampaikan Kepala Seksi Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) BKKBN Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Anthony didampingi Kasdim 0201/BS Mayor Inf Septa V yang mewakili Dandim 0201/BS, Kamis (22/12), di Aula Makodim 0201/BS.Menurut dia, sosialisasi yang

diberikan ke TNI berdasarkan surat telegram Pangdam I/BB Nomor ST/1638/2011 tanggal 12 Desember 2011 tetang perintah melaksanakan kegiatan penataran/orientasi dan edukasi program KB dan kependudukan kepada Danramil/Babinsa, Perwira/Bintara TNI AL dan AU.

“Edukasi yang kami berikan melalui kegiatan ini tujuannya agar aparat TNI dapat menyampaikan pemahaman kepada masyarakat. Dengan begitu, target pencapaian program KB tahun ini dapat meningkat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Anthony menyampaikan beberapa materi. Di antaranya, tantangan program kependudukan dan KB, ledakan penduduk (teori pertumbuhan penduduk dan permasalahannya), revitalisasi KB, penggunaan kontrasepsi dan lainnya.

Saat dilaksanakannya pemaparan itu, peserta dari berbagai kesatuan TNI sangat antusias mendengarkan materi yang dipaparkan. Ini terlihat para peserta TNI wanita aktif melontarkan pertanyaan soal penggunaan alat kontrasepsi.

Dia menerangkan, peran TNI sangatlah signifikan, karena anggota TNI ada di seluruh pelosok tanah air, termasuk di pelosok wilayah Sumut. Di era desentralisasi, BKKBN sangat membutuhkan dukungan dari TNI dan mitrakerja BKKBN.

TNI dianggap paling strategis karena TNI telah memberikan sumbangan positif terhadap pelaksanaan program kependudukan dan KB pada khususnya dan pembangunan sumber daya manusia pada umumnya. Apalagi, BKKBN dengan TNI telah menjalin kerjasama.

Untuk itu, seluruh anggota TNI dibekali pengetahuan dan pemahaman soal kependudukan dan keluarga berencana. Berangkat dari hal itu, BKKBN Sumut memberikan edukasi KB kepada seuruh aparat TNI di semua kesatuan.

Lebih lanjut, dia menyatakan penekanan jumlah penduduk ini terus dilakukan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Karena bila semakin banyak jumlah masyarakat, maka semakin tinggi jumlah kebutuhan atas pangan dan lainnya. “Maka masyarakat diingatkan cukup dua anak saja, tunda pernikahan diusia muda. Dengan cara itulah kita semua membantu mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ingatkannya.
Dalam paparannya Anthony mengatakan, saat ini penduduk Sumut berjumlah 13 juta, meningkat 3,5 persen dari tahun sebelumnya, yang berkisar 12 juta jiwa. Karenanya, target BKKBN sumut untuk tahun selanjutnya dengan angka pertumbuhan penduduk bisa ditekan hanya 3.0 persen per tahun.

Disampaikan Anthony, Program Kependudukan dan Keluarga Berencana sangat berkaitan erat dengan segala aspek kehidupan keluarga. Sesuai dengan pengembangan fungsi-fungsi keluarga yang berdasarkan siklus hidup keluarga, sudah tentu ada kaitannya dengan penggunaan program KB yang dilandasi pola hidup keluarga berwawasan kependudukan.

Anthony juga menyampaikan, bahwa TNI melakukan kerja secara optimal untuk melakukan sosialisasi program KB. Hal itu dilakukan karena TNI bisa masuk ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Begitu juga harapannya untuk wilayah Sumut.

“Pendekatan sosialisasi yang dilakukan oleh TNI dengan wajah yang tidak menakutkan. Bahkan, pengenalan KB ini tidak dipaksakan kepada masyarakat. Artinya, peran TNI sangat berguna,” jelasnya. (*)

Sidang Pemilihan Presiden Mahasiswa Unimed Ricuh

Adu Jotos, Dua Luka-luka

MEDAN-Sidang hari ketiga pemilihan Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) ricuh, Jumat (24/12). Sidang juga diwarnai dengan aksi pemukulan oleh dua kubu yang bersaing dalam memperebutkan kursi presiden mahasiswa. Dua mahasiswa, Benardo Sinambela (22), warga Jalan Tuasan dan Dodi Irwansyah (23), warga Sidomulia, mengalami luka-luka di wajah.

Menurut Dodi Irwansyah kejadian pemukulan berawal dari sikap tidak fairplay nya pimpinan sidang. Dodi Irwansyah yang nenjadi korban pemukulan melihat sidang yang berjalan terkesan dipaksakan dan adanya intervensi dari pihak rektorat yang mengangkat Agus Khairul Umri Siregar sebagai ketua secara aklamasi.

“Kita coba melakukan interupsi atas beberapa kebijakan yang diambil ketua sidang. Namun, saat itu melalui kebijakan rektorat III, sidang terus dilanjutkan tanpa mempedulikan interupsi dan saran dari peserta lainnya,”ungkap Dodi Irwansyah, saat ditemui di rumah warga yang tak jauh dari kampus Unimed.

Tidak hanya itu saja bahkan kehadiran rektorat di dalam ruang menjadi pemicu ricuh di dalam ruang sidang. Kesan intervensi yang begitu kuat dari Rektor III, Albiner Ambarita, ditengarai sebagai biang keributan. Akibatnya persitegangan urat antara kedua kubu yang tidak bisa didinginkan oleh ketua sidang dan rektorat membuat aksi semakin memuncak yang berujung pengeroyokan dan pemukulan.

Sebelumnya dari pengakuan sejumlah mahasiswa yang menjadi peserta sidang mengaku, jika sidang awalnya berjalan secara kondusif. Namun, kehadiran Rektorat yang memaksakan sidang untuk dipercepat dan terkesan memilih ketua sesuai keinginannya membuat suasana tidak kondusif dan memancing sejumlah peserta sidang dari kubu ketua terpilih langsung mendatangi dan memukuli korban Bernardo.

“Saat itu Menwa memang coba mengamankan tapi tidak mampu berbuat banyak, bahkan ketika kami coba mengabadikan kasus pengeroyokan lewat HP Menwa malah melarang kami. Tidak hanya itu saja, Dodi Irwansyah yang coba melerai sejumlah mahasiswa yang memukuli Benardo, justru ikut dipukuli.

Kalau memang ada intervensi dari awal, untuk apa diadakan sidang,”timpal salah seorang  peserta sidang yang enggan disebutkan namanya.  Atas kejadian itu, korban Bernardo mengatakan akan melanjutkan kasus pemukulan yang dialaminya ke ranah hukum
“Kita tidak salahkan sebuah sidang yang diwarnai dengan perdebatan, namun dalam hal ini seharusnya jangan ada pemukulan ini kan tindakan kriminal. Dalam hal ini saya akan melaporkan kasus pemukulan yang saya alami ke pihak kepolisian. Sehingga ada yang bertanggung jawab,”sebut Bernardo.

Sementara itu Pihak Rektorat III, Albiner Ambarita  yang coba dikonfirmasi atas kejadian tersebut tidak dapat dihubungi. Bahkan saat berulang kali dihubungi wartawan koran ini, tyelepon selulernya sedang dialihkan. (uma)

Berebut Tiket KA, Wanita Terinjak

Puncak Mudik Natal dan Tahun Baru

JAKARTA-Melonjaknya calon penumpang yang ingin liburan Natal dan Tahun Baru memakan korban. Sejumlah perempuan yang tak kuat berdesak-desakan berebut tiket KA terjatuh. Mereka akhirnya terinjak-injak.

Satu korban terinjak-injak adalah Rizkiyah. Dia hanya bisa menangis setelah terjatuh karena berdesak-desakan antre tiket. “Saya desak-desakan, jatuh, lalu terinjak-injak,” ujarnya saat antre tiket di Stasiun Senen, kemarin (23/12).

Hal itu juga dialami Andriyani. Perempuan yang hendak membeli tiket jurusan Jawa Tengah ini terjatuh dan terinjak. Padahal, untuk pemesanan tiket, mereka harus mengantre 9 jam.
“Saya sengaja datang dari dini hari tapi nggak dapat apa-apa,” ungkap dia.

Puncak arus mudik Natal dari Stasiun Pasar Senen, diperkirakan terjadi mulai kemarin hingga hari ini (24/12). Dengan tujuan dominan ke Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya. Jumlah penumpang di Stasiun Pasar Senen Jumat kemarin diperkirakan mencapai 9 ribu orang.

Menurut Kepala Humas Daerah Operasional I PT Kereta Api Indonesia, Mateta R, sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang mudik dari Jakarta secara keseluruhan, pihaknya telah memersiapkan tiga kereta tambahan. Ketiga kereta itu adalah Argo Lawu tujuan Solo yang diberangkatkan pukul 21.20 WIB, dan dua kereta Cirebon Express yang diberangkatkan 07.45 dan 20.10.

“Satu lagi, Argo Parahyangan tujuan Bandung yang kemungkinan diberangkatkan sore,” tandasnya. (dew/jpnn)