27 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 14296

Neraka dari ‘Manajemen Musyrik’

Catatan: Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN

Manufacturing hope tentu juga harus dilakukan untuk bandara-bandara kita. Selain mencarikan jalan keluar untuk hotel-hotel yang ada di Bali, selama mengikuti KTT ASEAN saya berkunjung ke pelabuhan perikanan Benoa, melihat aset-aset BUMN yang tidak produktif di Bali dan diajak melihat proyek Bandara Ngurah Rai yang baru.

Tanpa dilakukan survei pun semua orang sudah tahu betapa tidak memuaskannya Bandara Internasional Ngurah Rai itu. Semua orang ngomel, mencela, dan mencaci maki sesaknya, ruwetnya, dan buruknya. Bandara itu memang tidak mampu menanggung beban yang sudah empat kali lebih besar daripada kapasitasnya.
Memang, PT Angkasapura I, BUMN yang mengelola bandara tersebut, sudah mulai membangun terminal yang baru. Tapi, terminal baru itu baru akan selesai paling cepat dua tahun lagi.

Berarti selama dua tahun ke depan keluhan dari publik masih akan sangat nyaring. Bahkan, keluhan itu akan bertambah-tambah karena di lokasi yang sama bakal banyak kesibukan proyek. Bongkar sana, bongkar sini. Pindah sana, pindah sini. Membangun terminal baru di lokasi terminal yang masih dipakai tentu sangat repot. Lebih enak membangun terminal baru di lokasi yang baru sama sekali.

Menghadapi persoalan yang begitu stres, hanya hope-lah yang bisa di-manufacture! Karena itu, memajang maket bandara baru tersebut besar-besar di ruang tunggu atau di tempat-tempat strategis lainnya menjadi penting. Saya berharap, penumpang yang ngomel-ngomel itu bisa melihat gambar bandara baru yang lebih lapang dan lebih indah. Perhatian penumpang harus dicuri agar tidak lagi selalu merasakan sumpeknya keadaan sekarang, melainkan diajak merasakan mimpi masa depan baru yang segera datang itu.

Demikian juga, PT Angkasapura II yang mengelola Bandara Soekarno-Hatta harus membantu manufacturing hope itu. Caranya, ikut membantu memasangkan maket bandara baru Ngurah Rai di lokasi Bandara Soekarno-Hatta. Bahkan, maket baru Bandara Soekarno-Hatta sendiri juga harus lebih banyak ditampilkan secara atraktif.

Tentu, sambil menunggu yang baru itu, bandara yang ada harus tetap diperhatikan. Mungkin memang tidak perlu membuang uang terlalu banyak untuk sesuatu yang dalam dua tahun ke depan akan dibongkar. Tapi, tanpa membuat bandara yang ada ini lebih baik, orang pun akan kehilangan harapan bahwa bandara yang baru itu kelak bakal mengalami nasib tak terurus yang sama. Itulah sebabnya, khusus Bandara Soekarno-Hatta, manajemen Angkasapura II akan melakukan survei persepsi publik yang bakal dilakukan oleh lembaga survei yang kredibel dan independen.
Manufacturing hope kelihatannya juga harus lebih banyak diproduksi untuk industri rekayasa. PT Dirgantara Indonesia (pembuatan pesawat), PT PAL Surabaya (pembuatan kapal), PT Bharata Surabaya (mesin-mesin), PT Boma Bisma Indra Surabaya-Pasuruan (mesin-mesin), PT INKA (pembuatan kereta api), dan banyak lagi industri jenis itu sangat memerlukannya.

Semua BUMN di bidang ini sulitnya bukan main. Kesulitan yang sudah berlangsung begitu lama. Di barisan ini termasuk Dok Perkapalan IKI Makassar, Dok Perkapalan Koja Bahari Jakarta, dan industri sejenis yang menjadi anak perusahaan BUMN seperti jasa produksi milik PLN dan perbengkelan di lingkungan BUMN lainnya. Beberapa di antaranya bahkan sangat-sangat parah. PT PAL, misalnya, sudah terlalu lama merah dalam skala kerugian yang triliunan rupiah.

PT IKI Makassar idem ditto. Sudah dua tahun perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia Timur itu tidak mampu membayar gaji karyawan. Perusahaan tersebut terjerumus ketika menerima order pembuatan kapal penangkap ikan modern sebanyak 40 unit, tapi dibatalkan pemerintah di tengah jalan. Kini 14 kapal ikan yang sudah telanjur jadi itu mengapung mubazir begitu saja. Sudah lebih dari sepuluh tahun kapal-kapal modern itu berjajar menganggur.
Bahan-bahan kapal yang belum jadi pun sudah menjadi besi tua dan berserakan memenuhi kawasan galangan kapal itu. Peralatan produksinya juga sudah menganggur bertahun-tahun. Salah satu di antaranya bisa membuat ngiler siapa pun: crane 150 ton! Dok Perkapalan Surabaya yang ordernya begitu banyak dan sibuk saja hanya punya crane terbesar 50 ton!

Dulu, sekitar 15 tahun yang lalu, saya pernah mengkritik pemerintah di bidang itu. Saya menulis di media mengapa nasib industri rekayasa kita begitu jelek.Mengapa kita impor permesinan bertriliun-triliun setiap tahun, tapi industri rekayasa di dalam negeri telantar berat. Bahkan, tokoh sekaliber BJ Habibie pun tidak berhasil mengatasinya.
Waktu itu saya sudah membayangkan alangkah hebatnya Indonesia kalau semua potensi tersebut disatukan dalam koordinasi yang utuh. Kalau saja ada kesatuan di dalamnya, kita bisa memproduksi pabrik apa pun, alat apa pun, dan kendaraan apa pun. Pembangkit listrik, pabrik gula, pabrik kelapa sawit, pesawat, kapal, kereta, motor, mobil, dan apalagi sepeda, semua bisa dibuat di dalam negeri.

Sebagai orang yang kala itu sering mengunjungi pabrik-pabrik sejenis di Tiongkok, saya selalu mengeluh: alangkah lebih modernnya peralatan yang dimiliki pabrik-pabrik kita jika dibandingkan dengan pabrik-pabrik yang saya kunjungi itu. Peralatan yang dimiliki PT Bharata, misalnya, jauh lebih modern daripada yang saya lihat di Tiongkok saat itu. Ahli pesawat dari Eropa mengagumi modernya peralatan di PT Dirgantara Indonesia.

Kini, dalam posisi saya yang baru ini, saya tidak bisa lagi hanya mengkritik. Tanggung jawab itu kini ditumpukkan di pundak saya. Saya tidak boleh lupa bahwa saya pernah mengkritik pemerintah. Saya tidak boleh mencari kambing hitam untuk menghindarkan diri dari tanggung jawab. Tentu saya juga menyadari bahwa saya bukanlah seorang yang genius seperti Pak Habibie. Saya hanya mengandalkan hasil dari manufacturing hope.

Tidak mudah perusahaan yang sudah mengalami kemerosotan yang panjang bisa bangkit kembali. Karena itu, saya harus menghargai dan memuji upaya yang dilakukan manajemen PT Dirgantara Indonesia (DI) belakangan ini. Rasanya, untuk bidang ini, DI akan bangkit yang pertama. Thanks to kesungguhan Presiden SBY yang telah menginstruksikan pengadaan seluruh keperluan militer dilakukan di dalam negeri. Kecuali peralatan sekelas tank Leopard, helikopter Apache, atau kapal selam yang memang belum bisa dibuat sendiri. Pesawat tempur sekelas F-16 Block 52 pun, tekad Presiden SBY tegas: harus diproduksi di dalam negeri meski harus bekerja sama dengan pihak luar.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga sangat serius dalam mengontrol pelaksanaan instruksi presiden itu.

Maka, PT DI kelihatannya segera ‘mentas’. Kegiatan jangka pendek, menengah, dan panjangnya sudah tertata. Dalam waktu pendek ini, sampai dua tahun ke depan, pekerjaannya sudah sangat banyak: membuat pesawat militer CN-295 dalam jumlah yang besar. Order ini akan berkelanjutan menjadi program jangka menengah karena PT DI juga sekaligus diberi hak keagenan untuk Asia Pasifik. Sedangkan jangka panjangnya, PT DI memproduksi pesawat tempur setara Block 52 bekerja sama dengan Korea Selatan.

Adanya kebijakan yang tegas dari Presiden SBY, komitmen pembinaan yang kuat dari Kementerian Pertahanan, kapabilitas personel PT DI yang unggul (terbukti satu bagian dari sayap pesawat Airbus 380 yang gagah dan menarik itu ternyata selalu diproduksi di PT DI), dan fokus manajemen dalam melayani keperluan Kementerian Pertahanan adalah kunci awal bangkitnya industri pesawat PT DI.

Instruksi Presiden SBY itu juga berlaku untuk PT Pindad. Maka, kebangkitan serupa juga akan terjadi untuk PT Pindad. Semoga juga di PT Dahana. Karean itu, tidak ada jalan lain bagi PT PAL untuk tidak mengikuti jejak PT DI. Kalau saja PT PAL fokus melayani keperluan pembuatan dan perawatan kapal-kapal militer nasibnya akan lebih baik.

Apalagi, anggaran untuk peralatan militer kini semakin besar. Menyerap semaksimal mungkin anggaran militer itu saja sudah akan bisa menghidupi. Dengan syarat, pelayanan kepada keperluan militer itu sangat memuaskan: mutunya dan waktu penyelesaiannya.

Lupakan dulu menggarap kapal niaga yang ternyata merugikan PT PAL begitu besar. Lupakan menggarap bisnis-bisnis lain, apalagi sampai menjadi kontraktor EPC seperti yang dilakukan selama ini. Semua itu hanya mengganggu kefokusan manajemen dan merusak suasana kebatinan jajaran PT PAL sendiri. Memang ada alasan ilmiah untuk mengerjakan banyak hal itu.

Misalnya untuk memanfaatkan idle capacity. Tapi, godaan memanfaatkan idle capacity itu bisa membuat orang tidak fokus. Dalam bahasa agama, ‘tidak fokus’ berarti ‘tidak mengesakan’. ‘Tidak mengesakan’ berarti ‘tidak bertauhid’. ‘Tidak bertauhid’ berarti ‘musyrik’. Memanfaatkan idle capacity di satu pihak sangat ilmiah, di pihak lain bisa juga berarti godaan terhadap fokus. Saya sering mengistilahkannya “godaan untuk berbuat musyrik’. Padahal, orang musyrik itu masuk neraka. Nerakanya perusahaan adalah negative cash flow, rugi, dan akhirnya bangkrut.

Kalaupun PT PAL kelak sudah fokus menekuni keperluan militer, tapi masih juga rugi, negara tidak akan terlalu menyesal. Tapi, kerugian PT PAL karena menggarap kapal niaga asing sangatlah menyakitkan. Apalagi, kerugian itu menjadi beban negara. Rugi untuk memperkuat militer kita masih bisa dianggap sebagai pengabdian kepada negara. Tapi, rugi karena menggarap kapal niaga asing dan kemudian minta uang kepada negara sama sekali tidak bisa dimengerti.

Hanya kepada orang-orang yang bisa fokuslah saya banyak berharap. Hanya di tangan pimpinan-pimpinan yang fokuslah BUMN bisa bangkit. (*)

Mengajar Digaji Rp224 Ribu, Genjot Becak Rp900 Ribu

Gaji Guru tak Cukup, Sugeng Merangkap Jadi Tukang Becak

Nasib guru honorer di mana pun sama. Gaji jauh dari cukup dan guru terpaksa ngobjek untuk menutup kebutuhan hidup. Itu pula yang dijalani Sugeng, guru SMP Nusantara Bandar Lampung. Sudah 24 tahun dia mengajar. Namun, gaji yang diterima hanya Rp224 ribu. Untuk menambah penghasilan, dia rela menarik becak.

LIA APRIANDARI, Bandar Lampung

TINGGI mentari masih sepenggalah, menyinari bangunan SMP Nusantara di Jalan Jelantik No 16 Tanjungagung, Tanjungkarang Timur (TKT), Bandar Lampung. Saat itu seorang pria berpakaian batik berwarna cokelat kekuningan sedikit tergopoh-gopoh memasuki sebuah ruang kelas. Di tangannya, sebuah buku bergambar not balok tergenggam erat.

Tak lama kemudian, pria bernama Sugeng tersebut mengucapkan salam kepada siswa di sebuah kelas, yang sudah menunggu kehadirannya. Tanpa banyak bicara, pria yang tinggal di Jalan Bangau, Tanjungagung, TKT, itu menghampiri whiteboard.

Dengan cekatan, dia mulai menggoreskan spidol hitam di tangan kanannya untuk menggambar not balok. Sejenak kemudian, bapak tiga anak tersebut dengan suara halus mulai menerangkan cara membuat dan membaca lambang-lambang itu.

Ya, Sugeng adalah guru kesenian sekolah itu. Profesi tersebut dia geluti sejak 1987. “Awalnya, saya tidak pernah terpikir untuk menjadi seorang guru. Nasib yang menuntun saya menjalani profesi itu,” ujarnya kepada Radar Lampung (grup Sumut Pos) setelah mengajar.

Pria 44 tahun tersebut merupakan alumnus SMP Nusantara. Dia lulus dari sekolah itu pada 1983. Setelah lulus SMP, dia melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 1 Pahoman. Pendidikan tersebut berhasil dia selesaikan pada 1986.

Setahun kemudian, pria berkulit sawo matang tersebut melamar sebagai staf tata usaha (TU) di SMP Nusantara.
Dari situlah, karirnya sebagai guru dimulai. Karena sekolah kekurangan guru, Sugeng yang memiliki bakat seni lantas diberi amanah untuk mengajar seni-budaya. Sebagai bentuk keseriusannya menekuni dunia pendidikan, dia lantas berupaya melanjutkan pendidikan. Pilihan akhirnya jatuh ke pendidikan guru sekolah menengah tingkat pertama (PGSMTP) di Pahoman. Di lembaga pendidikan setara D-1 tersebut, dia berhasil lulus dengan nilai cukup memuaskan.
“Waktu itu kebetulan di SMP Nusantara tidak ada guru kesenian. Karena saya dipandang punya bakat, saya lalu ditawari menjadi guru. Tawaran itu kemudian saya terima,” tuturnya sembari menatap barisan siswa yang berlatih upacara.

Sayang, meski telah mengabdikan diri selama 24 tahun, embel-embel guru honorer hingga kini tidak juga lepas. Saat ini dia hanya menerima honor Rp224 ribu per bulan. Pada zaman ini uang sejumlah itu tentu sangat jauh dari kata cukup.
Meski demikian, di tengah impitan ekonomi karena harus menghidupi keluarga, Sugeng mengambil keputusan yang cukup mengejutkan. Sejak 1993, dia memutuskan untuk menjadi pengayuh becak.

“Mau bagaimana lagi? Kerjaan ini yang paling bebas karena tidak ada tekanan atau tuntutan dari mana pun. Kapan saja saya punya waktu, saya bisa narik (becak),” ungkapnya.

Bagaimana cara membagi waktu? Jika mendapat jam mengajar siang, Sugeng mengayuh becak sore dan malam. Demikian sebaliknya. Dari usaha itu, dia bisa mengantongi penghasilan hingga Rp 30 ribu per hari atau sekitar Rp 900 ribu per bulan. Itu berarti sekitar tiga kali lipat penghasilannya sebagai guru. Meski kerap harus pulang hingga larut, dia tetap setia menjalani profesi tersebut.

Ketika guru lain bisa beristirahat, Sugeng masih harus menjalani profesi sampingan. Penampilannya pun berubah drastis. Jika saat mengajar mengenakan kemeja batik, ketika mengayuh becak baju itu dia ganti dengan pakaian ala kadarnya. Bahkan, dia sering mengenakan baju yang warnanya sudah pudar, celana selutut, sandal jepit, dan topi berwarna cokelat yang melindungi kepalanya dari sengatan matahari.

Itu pula yang terjadi saat Radar Lampung menyambanginya. Setelah mengecek kondisi becak kesayangan, dengan penuh percaya diri Sugeng mengayuhnya menuju Pasar Tugu TKT.

Terik mentari dan derasnya hujan sudah menjadi bagian hidupnya. Namun, itu semua tidak menjadi halangan berarti untuk terus mengayuh becak hitamnya. Tak jarang, ban becaknya kempis di tengah jalan. Jika sudah begitu, dia harus merelakan sebagian penghasilannya melayang ke tukang tambal ban.

Sugeng begitu telaten mengumpulkan uang dengan becaknya. Itu semua dia lakukan demi tiga buah hatinya yang membutuhkan biaya pendidikan. Yaitu Ratih Sepsilawan (17) yang kini duduk di bangku kelas XII SMA, Surya Galih (14) pelajar kelas VIII SMP, dan si bungsu Singgih Remili Darma (12) murid kelas VI SD.

Ya, Sugeng kini harus hidup dengan tiga anaknya tersebut. Sebab, sejak Maret 2011 sang istri memilih berpisah dengan alasan tidak mau hidup susah. Penderitaan Sugeng makin lengkap karena sejak beberapa tahun terakhir sebuah virus yang belum diketahui jenisnya menggerogoti saraf bagian belakang kepalanya. Akibatnya, sebagian wajah Sugeng pernah berubah bentuk. Meski kini kondisinya berangsur normal, bagian mata sebelah kirinya masih tampak merah.
Meski juga dikenal sebagai pengayuh becak, di mata siswa dan rekan kerjanya, Sugeng dipandang terhormat. Itu tidak lain disebabkan sikap disiplin yang senantiasa dia tunjukkan kepada para anak didiknya. Sekalipun dalam kondisi sakit, dia tetap bersemangat menularkan ilmu kepada para siswa.

Sugeng juga dikenal sebagai guru yang selalu datang tepat waktu. “Saya tidak ingin anak didik saya menunggu untuk diberi ilmu,” ucapnya, merendah.

Wakil Kepala SMP Nusantara Bidang Kesiswaan Kholinawati SPd juga mengakui hal itu. “Pak Sugeng merupakan seorang yang sangat tabah, sangat bertanggung jawab, dan disiplin. Walaupun dalam kondisi sakit, dia tetap mengajar. Datangnya pun tidak pernah telat. Pokoknya, sangat disiplin,” katanya.

Senada, Ratih, anak Sugeng, menyatakan bangga meski sang ayah menekuni pekerjaan yang kerap dipandang rendah oleh sebagian orang tersebut. “Saya justru bangga dengan bapak. Saya tidak malu punya bapak tukang becak,” katanya dengan yakin.

Di tengah kesibukannya, Sugeng masih menyimpan sebuah ambisi besar, yaitu melanjutkan pendidikan ke jenjang strata 1. “Biar saya bisa diangkat (jadi PNS). Sekarang kan harus sarjana untuk dapat sertifikasi guru. Semoga Allah mengabulkan harapan itu,” katanya sambil menunduk. (*)

Jembatan Runtuh Akibat Kelalaian

Saat Diperbaiki Kendaraan Dibiarkan Melintas

KUTAI KARTANEGARA- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengungkapkan bahwa bencana runtuhnya Jembatan Kartanegara terjadi saat sedang mengalami perbaikan. Perbaikan yang dilakukan Sabtu (26/11) itu merupakan kegiatan pemeliharaan yang dianggarkan hingga Rp2 miliar dan sudah mendapatkan persetujuan Bupati Kukar, Rita Widyasari.

Bupati Kukar Rita Widyasari melalui Kabag Humas Pemkab Kutai Kartanegara, Sri Wahyuni, mengatakan pada hari pertama pemeliharaan itu petugas mulai melakukan penyetingan terhadap tali penahan jembatan. Namun, saat proses dilakukan petugas tak menghentikan arus lalulintas yang memasuki jam-jam sibuk. Petugas, katanya, hanya menutup sebagian badan jalan dan menjadikan jalur dua arah itu menjadi satu arah dengan sistem buka tutup.

“Nah, petaka terjadi ketika jembatan tak sanggup menahan beban maksimal. Ditambah lagi kekuatan jembatan berkurang lantaran tali penyangganya sedang mengalami perbaikan,” ujarnya dalam keterangan pers di Pemkab Kukar, Minggu (27/11).

Sri melanjutkan, badan jalan turun dan tiang penyangga kendor, sehingga mengurangi kekuatan jembatan. Dia menuturkan, sebelum terjadinya bencana memang sudah ada pergeseran dengan badan jalan. Sebab itu, dilakukan pemeliharaan jembatan untuk mengembalikan setingan jembatan seperti semula.

Sementara itu, Rita mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan mengenai kondisi jembatan sebelum terjadinya runtuhan tersebut. Bahkan, dia menambahkan, pemeriksaan itu juga dilakukan oleh tim investigasi yang diturunkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Polisi juga menduga kuat akibat kelalaian pengerjaan perbaikan jembatan. Perbaikan dilakukan sesaat sebelum jembatan tersebut ambruk ke Sungai Mahakam.

“Ini faktor kelalaian. Apakah nanti kelalaian ini akan berkembang atau tidak, ya nanti kita lihat,” kata Kapolda Kaltim, Irjen Pol Bambang Widaryatmo, kepada wartawan di lokasi ambruknya jembataan, Minggu (27/11).

Terkait insiden tersebut, kata Bambang, Mabes Polri memberikan atensi khusus. Badan Reserse Kriminal Polri yang dipimpin langsung Kabareskrim Komjen Pol Sutarman juga turun ke lokasi untuk turut serta melakukan penyidikan.
“(Bareskrim) back-up kita melakukan penyidikan. Kita dalami terus. Kita tidak akan gegabah dan kita akan menjunjung tinggi profesionalitas,” tegas Bambang.

Akibat dugaan kelalaian itu, penyidik mengancam akan menjerat mereka yang telah berbuat lalai sehingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia. “Pasal 359 dan pasal 363 KUHP. Karena juga kan ada korban yang luka-luka,” ujar Bambang.

Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga tiba di lokasi menyebut ambruknya jembatan tersebut terbilang langka mengingat jembatan tersebut masih berusia 10 tahun. Sementara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan ada dua kapal feri yang siaga untuk mengangkut warga dan anak sekolah di Kutai Kartanegara. Sarana ini disiapkan agar kegiatan warga bisa terus berjalan.

“Begitu pula penyeberangan yang diperlukan sehari-hari oleh anak sekolah dan warga. Dari pihak Kemenhub dan gubernur setempat sudah diusahakan kapal feri untuk mengatasi itu, untuk penyeberangan dan lain-lain,” kata Menhub EE Mangindaan.

Politisi Demokrat ini menerangkan, ada dua kapal feri yang bisa mengangkut ratusan penumpang untuk meng hubungkan Kota Tenggarong dan Samarinda. Beberapa pengalihan jalur lintasan kapal feri juga sudah disiapkan. “Dialihkan ke situ sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Menurut Mangindaan, tim dari Kementerian PU sudah bekerja untuk menyelidiki penyebab rubuhnya jembatan. Yang jelas, jalur batubara di dua kota itu sudah terputus.

“Yang pasti sekarang jalurnya putus, baik kapal pengangkut batubara, tidak bisa melewati jembatan itu,” tambahnya. (net/bbs)

Bos Penipu CPNS Ditahan di Surabaya

MEDAN-Personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut sudah mengendus pelaku utama tersangka penipu CPNS. Polisi rencananya akan berangkat ke Surabaya, Senin (29/11) untuk menangkap bos penipu CPNS bernama Aminuddin, yang juga menjabat sebagai kepala bagian di Badan Kepegawai Nasional (BKN) Pusat.

Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kompol Andre Setiawan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan 4  tersangka yang telah ditangkap satu tersangka bernama Suroso, pegawai PNS di Dinas Pertanian Pusat, yang telah menerima  uang dari Marisi Tambunan sebesar Rp15 miliar.

“Katanya uang yang dia terima langsung diserahkan kepada Aminuddin,” terang Andre mengutip keterangan Suroso.
Menurut Andre, berdasarkan keterangan Suroso polisi akan melakukan pengembangan dengan berangkat ke Surabaya. “Informasinya tersangka Aminuddin sebentar lagi keluar dari rumah tahanan (rutan) ditahan dengan kasus yang sama. Jadi begitu dia keluar dari penjara akan kita tangkap dia,” tegas Andre.

Saat disinggung apakah ada pejabat di Medan yang terlibat dalam jaringan itu, Andre mengaku dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan sementara belum ada. “Belum ada, siapapun yang terlibat dalam kasus ini akan kita sikat,” tegas Andre.
Andre juga mengatakan dalam kasus ini tidak tertutup kemungkinan adanya pejabat pusat yang terlibat. “Makanya kita akan tangkap dulu si Aminuddin, tidak tertutup kemungkinan di atas Aminuddin masih ada bosnya,” ujar Andre. (mag-5)

11 Rumah Hanyut, 2 Orang Tewas

Kampar Dihantam Banjir Bandang

PEKANBARU- Kabupaten Kampar, Riau dihantam banjir bandang sejak Jumat (24/1). Akibatnya, 11 rumah warga hanyut. Korban tewas untuk sementara 2 orang.

“Kita menerima laporan sementara ini 2 orang dikabarkan tewas. Satu orang sudah diketemukan jasadnya kemarin. Namun satu lagi dinyatakan hilang,” kata Karo Humas Pemprov Riau, Chairul Riski, Minggu (27/11).
Menurut Riski, kondisi banjir bandang ini menerjang Desa Aur Kuning Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau sejak Jumat (24/11) lalu.

Kondisi air bah ini, kata Riski dirasakan warga saat subuh. Banjir bandang akibat luapan suangi di desa itu, dilaporkan sementara ini ada 11 rumah warga hanyut. “Untuk sementara ini ada 11 rumah warga hanyut. Namun ini baru data sementara. Kita masih terus mendata perkembangan kondisi banjir di wilayah tersebut,” terang Riski.

Kondisi banjir yang menggenangi lebih dari 9 desa itu, telah membuat akses jalan tertutup. Akibatnya, untuk menjangkau ke desa-desa saat ini tim penanggulangan bencana Kabupaten Kampar dan Pemprov Riau mengalami kesulitan.
“Warga korban banjir sebagian masih terisolir, karena sulitnya menembus akses ke rumah penduduk,” ujar Riski. Masih menurut Riski, tim Dinas Sosial Pemprov Riau juga sudah berada di lokasi banjir. Hanya saja sampai saat ini jaringan komunikasi sangat susah dilakukan.(net/bbs)

Batam Kembali Aman, 25 Buruh Wajib Lapor

BATAM- Sebanyak 25 pekerja yang ditahan Polresta Barelang dipulangkan Sabtu (26/11) malam. Namun di antara mereka ada yang statusnya tersangka. Mereka diwajibkan lapor dua kali seminggu.
“Mereka harus wajib lapor ke Mapolresta Barelang seminggu dua kali yaitu setiap Senin dan Kamis,” kata Bambang Yulianto, pengacara serikat pekerja.

Dari ke-25 orang yang ditahan itu, kata Bambang Yulianto, ada beberapa orang yang tak ikut berunjuk rasa sama. Namun saat pulang kerja, mereka ditangkap polisi, dipukuli dan motor mereka dihancurkan.

Mereka, kata Bambang, ada yang statusnya tersangka. “Cuma saya lupa jum lah pastinya. Intinya lebih dari satu orang lah,” kata Bambang. Namun, Bambang menyayangkan, bukti yang didapat penyidik untuk menjerat mereka hanya batu tanpa ada pendukung yang menguatkan lain.

Sementara Aman (28) dan Asardi (32), resmi ditahan di sel Mapolresta Barelang. Aman terbukti merusak kantor polisi Sagulung. Sedangkan Asardi terbukti ikut melempar batu ke petugas polisi dan kantor Wali Kota Batam.
Keduanya saat ini selain mendekam di tahanan Mapolresta Barelang, sesekali juga masuk ke ruangan penyidik untuk pemeriksaan lanjutan.

“Keduanya terbukti ikut melakukan pengrusakan dan penyerangan dalam unjuk rasa buruh yang berakhir rusuh. Mereka berdua dijerat pasal 160 jo 170 KUH-Pidana tentang pengrusakan yang ancaman hukuman maksimalnya di atas 10 tahun penjara,” ujar Kasatreskrim Polresta Barelang, Kompol Yos Guntur.

Pjs Kapolresta Barelang, AKBP Yohannes Widodo juga mengatakan, polisi menetapkan dua tersangka yaitu Aman dan Asardi. Proses penetapan sendiri sudah berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik serta alat bukti yang didapat.
“Kedua orang ini juga masih akan kita dalami lagi seberapa jauh keterlibatannya dalam pengrusakan pos polisi serta pelemparan batu di Pemko Batam,” kata Yohannes Widodo.

Aman dan Asardi ini, kata Bambang, akan diusahakan dimintakan ke penyidik untuk ditangguhkan penahanannya. Bahkan ia berani menjadi jaminan terhadap penangguhan kedua tersangka ini. “Saya akan mendatangi penyidik, supaya dua orang ini tak ditahan. Dari pengurus aliansi buruh pun juga bersedia jadi penjamin,” tegas Bambang.
Kedua tersangka ini mengaku melakukan pelemparan atas keinginan dirinya sendiri. Asardi datang ke Pemko ikut demo karena rasa solidaritas dengan buruh lainnya.

Pasca terjadinya unjuk rasa yang berakhir ricuh, kini suasana Kota Batam sudah aman dan kondusif. Fasilitas umum, pusat perbelanjaan, tempat wisata sudah kembali normal seperti semula, Minggu (27/11). Meski demikian pihak Kepolisian Polda Kepri mengimbau kepada semua warga untuk jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono mengatakan bahwa warga sudah tidak perlu takut untuk beraktifitas.
”Kota Batam sudah aman dan kondusif seperti semula. Masyarakat tidak usah takut, cemas dan khawatir dan jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang menginformasikan bahwa Batam tidak aman,”katanya.
Meski demikian AKBP Hartono mengimbau kepada warga untuk segera melapor ke pos polisi terdekat jika ada melihat dan mencurigai adanya tindakan yang mencurikan yang berusaha untuk menciptakan suasana tak aman di Kota Batam.
AKBP Hartono menambahkan, bahwa pihak kepolisian akan tetap siaga jika sewaktu-waktu ada sekelompok orang yang tidak menginginkan keamanan di Kota Batam.

“Saya sudah pantau bahwa Batam sudah aman dan kondusif, selain itu semua objek vital dan keramaian juga sudah normal dan kembali buka seperti biasanya. Tetapi kalau masih ada sekelompok orang yang sengaja memancing keributan akan kami tindak tegas,” katanya.

Dari pantauan Batam Pos, pernyataan AKBP Hartono ini ada benarnya. Sejumlah SPBU yang sempat berhenti beroperasi karena aksi demo dua hari lalu sudah kembali buka seperti biasanya, selain itu sejumlah pusat perbelanjaan di Batam yang sempat tutup kini sudah buka sesuai dengan jadwal biasanya. (gas/cr15/eja/par/jpnn)

Pemberontak Serang Sekolah

20 Tewas, 70 Cedera
SANAA- Sebanyak 20 orang terbunuh dalam serangan pemberontak Syiah dan mencederai sekitar 70 lainnya dalam sebuah serangan di sebuah sekolah agama di Yaman.

Seperti diberitakan AFP, Minggu (27/11), para pemberontak itu menyerang sekolah Dar al-Hadist yang melatih para pengkhotbah. Sekolah ini berdekatan dengan kota Saada, basis Syiah.

Dar al-Hadits adalah sekolah yang muridnya banyak berasal Yaman dan banyak negara lainnya. Oleh pemberontak Syiah, sekolah ini dipandang sebagai ancaman lantaran mengisi wilayah utara.

Seorang guru sekolah Dar al-Hadits mengatakan, pihak pemberontak yang berasal dari suku Huthi meminta sekolah ditutup selama 2 minggu dan memblok pengiriman makanan untuk 10.000 orang.

Suku Huthi diduga telah memperkuat basisnya di Provinsi Yaman Utara dalam beberapa bulan terakhir menyusul maraknya pemberontakan rezim Anti-pemerintah.

Dia mengatakan, serangan itu menargetkan “rumah modern” yang didirikan oleh pendeta mencium perpisahan selama tahun delapan puluhan abad yang lalu di pinggiran Pendirian Saada, benteng utama dari Houthi tersebut.

Sumber yang enggan disebutkan nama mengatakan serangan itu didahului dengan pengepungan dari Houthi Incorporation, pada dua minggu lalu. Pengepungan itu bertujuan untuk menghancurkan “Dar al-Hadist, bahwa mereka menjadi sasaran kampanye untuk mengkonversikannya ke Islam Sunni.  Juru bicara Houthi, Mohammed Abdel Salam mengatakan, bentrokan terjadi karena adanya kegagalan kegagalan mediasi antar suku. “Kami telah kehilangan kurang dari sepuluh orang,” katanya.

Sementara itu, sumber keamanan mengatakan di provinsi Saada yang berdekatan dengan mayoritas Zaidi sebanyak 22 pejuang dari Syiah dan enam dari pendukung oposisi parlemen tewas selama tiga hari terakhir.
Dalam beberapa bulan terakhir pemberontakan anti-rezim meletus akibat pasukan tentara dan pasukan keamanan membentang menghempang protes massa. (net/jpnn)

Menghina Pemerintah, 5 Aktivis Dibui

ABU DHABI-  Sebanyak lima orang orang aktivis dihukum dua dan tiga tahun penjara. Pasalnya,  aktivis tersebut terbukti melakukan penghinaan kepada pimpinan Uni Emirat Arab. Tiga diantaranya didakwa karena anti-pemerintah.
Demikian seperti dilansir Al-Jazeera, Minggu (27/11). terdakwa utama, Ahmed Mansur, seorang insinyur komunikasi dan penyair, dituduh menjalankan sebuah website yang berisi pandangan anti-pemerintah.

“Pengadilan menjatuhkan 3 tahun penjara kepada terdakwa Mansur,” ujar hakim pengadilan setempat.
Mansur ditangkap pada bulan April bersama dengan ekonom Nasser bin Gaith, Fahid Dalk Salim, Hassan Ali Sabtu dan Ahmed Abdul Khaleq. Keempat orang ini dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan terdakwa tidak dapat mengajukan banding.

Para aktivis, dituduh telah menyerukan boikot pada pemilihan Federal Nasional Council (FNC) September lalu dan menyerukan demonstrasi anti-pemerintah. Sebulan sebelum vonis pengadilan, para aktivis menyebut dirinya sebagai korban kampanye kotor.

“Ditandai dengan kebohongan, ancaman, dan tuduhan pengkhianatan, mobilisasi opini publik untuk memastikan kami melakukan hal jahat padahal belum terbukti melakukan,” kata para aktivis tersebut. (net/jpnn)

Malaysia Luncurkan Taksi Khusus Perempuan

Kuala Lumpur – Malaysia meluncurkan armada taksi khusus perempuan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual terhadap perempuan. Supir taksi ini juga akan dikemudikan oleh seorang perempuan.

Seperti diberitakan The Star, Minggu (27/11/2011), peluncuran taksi perempuan ini dilakukan setelah pemerintah setempat mengeluarkan kereta dan bus khusus perempuan.

“Taksi ini dikemudikan oleh perempuan dan khusus untuk perempuan yang bepergian sendiri atau dengan anak-anaknya,” kata pejabat Kementerian Perlindungan Perempuan, Keluarga dan Masyarakat Heng Kie Seai.

Menurut Heng, 10 perempuan menjadi korban kekerasan setiap hari di Malaysia. Saat ini telah ada sekitar 50 sopir taksi yang akan bekerja di sekitar wilayah Kuala Lumpur dan jumlah taksi khusus yang akan diperbanyak menjadi 400 unit.
“Kami berharap ini akan mengurangi jumlah kasus perkosaan dan perampokan yang melibatkan sopir taksi dan korban perempuan,” kata Heng. (net/bbs)

Salah Urus, Ratusan BLK Kritisgur di Indonesia

Butuh Rp14 Triliun Guna Perbaikan

Tingginya angka pengangguran di negeri ini, diantaranya disebabkan kualitas sumber daya manusia (SDM) usia kerja kurang berkualitas. Beragam upaya pemerintah untuk menggenjot kualitas SDM.

Seperti mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah. Sayangnya, nasib ratusan BLK kritis karena salah urus.
Data Ditjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menyebutkan, ada 257 BLK dan sejenisnya yang dikelola pemerintah pusat, pemprov, pemkot, hingga pemkab. Rinciannya, ada 195 unit BLK dikelola pemkab/pemkot, pemprov (44 unit), dan pusat (18 unit).
Dirjen Binalattas Kemenakertrans Abdul Wahab Bangkona menuturkan, posisi BLK sejatinya cukup strategis untuk menggenjot kualitas SDM. Khususnya untuk penduduk usia kerja. Sayangnya, keberadaan BLK saat ini kurang efektif menyerap penduduk usia kerja untuk dilatih dan didik.

Dari jutaan penduduk usia kerja yang masih menganggur, hanya ada 46 ribuan penduduk usia kerja yang mengikuti pelatihan di BLK. “Meningkatkan efektifitas BLK untuk melatih penduduk usia kerja adalah pekerjaan berat kita,” tuturnya.

Banyak faktor yang membuat fungsi BLK melorot. Diantaranya yang paling krusial adalah salah urus pengelolaan BLK. Kondisi ini menurut Wahab terjadi setelah program otonomi daerah dijalankan. Saat itu, lebih dari 200 BLK dilepas kepemilikannya dari pemerintah pusat ke pemprov dan pemkot atau pemkab.

Nah, dalam beberapa tahun pasca-penyerahan status ini, ternyata hampir sebagian besar BLK kondisinya mangkrak. Menurut Wahab, komitmen daerah untuk meningkatkan kualitas SDM melalui BLK kurang kompak. Wahab memperkirakan, ada lebih dari 600 workshop di seluruh BLK yang ada di negeri ini kosong. Padahal, workshop ini bisa digunakan untuk melatih keterampilan merakit dan memperbaiki berbagai mesin, mengelas, merancang berbagai jenis meubeler, hingga kuliner.

Wahab menuturkan, kepala daerah setengah hati dalam urusan menghidupkan BLK. “Celakanya BLK bukan diposisikan sebagai aset pengembangan SDM. Tapi dijadikan sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah, Red),” kecam dia. Dengan kondisi ini, banyak BLK yang beralih fungsi. Fungsi awal sebagai tempat pelatihan dan pendidikan penduduk usia kerja bergeser ke fungsi penyewaan gedung dan kamar-kamar untuk keperluan komersil.

Salah urus lainnya adalah, banyak kepala daerah yang asal-asalan menentukan pemimpin atau instruktur BLK. Di beberapa tempat, pemimpin atau instruktur BLK yang berkualitas ditarik dan ditempatkan di dinas atau SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) lain.

Wahab menceritakan, kepala daerah tidak selektif ketika menentukan pengganti pemimpin atau instruktur baru di sebuah BLK. “Ada kepala pasar, kepala dinas kebersihan, kepala dinas pemakaman ditunjuk menjadi pemimpin atau instruktur BLK. Apa mereka bisa dipasrahi,” ucap Wahab dengan nada geram. Dengan perilaku asal tunjuk tadi, potensi salah urus BLK terus berlanjut.

Untuk memutus potensi salah urus BLK ini, Wahab akan mengumpulkan seluruh kepala daerah yang memiliki BLK. Dalam pertemuan itu, dia akan meminta komitmen pemerintah daerah untuk benar-benar menghidupkan lagi BLK sesuai dengan fungsinya.

Upaya lainnya adalah, menambah jumlah instruktur di BLK. Saat ini, dia mencatat ada sekitar 750 pelatih atau instruktur di seluruh BLK di Indonesia. Wahab mengatakan, negeri ini masih kekurangan 1.500 instruktur. Selain itu, dia juga mengatakan Kemenakertrans membutuhkan anggaran sebanyak Rp14 triliun untuk menghidupkan lagi BLK-BLK yang kondisinya kritis itu. (wan/jpnn)

8,12 Juta Orang Menganggur di Indonesia

TERHUTUNG hingga Februari 2011, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,12 juta orang. Jumlah menurun 470 ribu orang dibandingkan Februari 2010 yang sebanyak 8,59 juta orang.

Kendati begitu bukan berarti pemerintah sukses memberantas pengangguran di Indonesia. Angka 8,12 juta orang yang menganggur, itu bukanlah angka yang sedikit.

“Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2011 mencapai 6,8 persen dari total angkatan kerja. Jumlah ini turun dibandingkan Februari 2010 yang sebesar 7,41 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan kepada wartawan di kantornya, Jalan DR. Soetomo, Jakarta,kemarin.

Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2011 mencapai 119,4 juta orang, bertambah sekitar 2,9 juta orang dibanding angkatan kerja Agustus 2010 sebesar 116,5 juta orang atau bertambah 3,4 juta orang dibanding Februari 2010 sebesar 116 juta orang.

Penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2011 mencapai 111,3 juta orang, bertambah sekitar 3,1 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2010 sebesar 108,2 juta orang atau bertambah 3,9 juta orang dibanding keadaan Februari 2010 sebesar 107,4 juta orang.  Setahun terakhir (Februari 2010-Februari 2011), hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja, kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi, masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 360 ribu orang (0,84 persen) dan 240 ribu orang (4,12 persen).

Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penampung terbesar tenaga kerja pada Februari 2011. (net/jpnn)