28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14299

Jaringan Sindeka Peduli Pendidikan

PAKPAK BHARAT- Sejumlah siswa dari tingkat pendidikan SD, SMP, SMA/SMK dari seluruh sekolah di Pakpak Bharat, khususnya siswa yang meraih rangking pertama di kelasnya pada tahun ajaran 2011/2012 memperoleh piagam dan cinderamata dari Jaringan Sindeka Pakpak Bharat.

Demikian disampaikan Ketua Jaringan Sindeka Jenny R L Berutu SH SpN kepada Sumut Pos, Sabtu (17/12). Menurut dia, mereka merasa peduli dan bertanggung jawab serta terpanggil untuk memotivasi peningkatan pendidikan di Pakpak Bharat. Motivasi dan kepedulian itu diharapkan menjadi masukan semua pihak agar bisa memajukan segala aspek kehidupan.

“Ini menjadi masukan semua pihak. Siapa pun berkewajiban mendorong peningkatan pendidikan,” kata Jenny didampingi sekretarisnya, Zulkarnain Berutu.

Dia menyatakan, Sindeka sebagai Organisasi Kemasyarakat (Ormas) selain memberikan kepedulian terhadap pendidikan, kegiatan peduli kesehatan juga akan digagas untuk organisasi yang ada di Medan. Kepedulian di  bidang kesehatan itu direncanakan akan membawa 100 orang tim medis yang meliputi dokter-dokter spesialis dan para medis lainnya, dalam pengobatan gratis masyarakat Pakpak Bharat.

“Yang dilakukan baru sedikit, mudah-mudahan ke depan akan lebih banyak lagi. Dan menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, terutama untuk kesejahteraan masyarakat Pakpak,”ucap Jenny sembari menambahkan mohon dukungan agar kegiatan-kegiatan berjalan sukses.

Sementara itu, Zulkarnain Berutu menambahkan, Ke depan khususnya dalam bidang pendidikan, Jaringan Sindeka merencanakan tidak saja memotivasi terhadap siswa berprestasi, dan akan memberikan apresiasi kepada lainnya.
Sedangkan satu orang tua siswa yang telah menerima piagam dan cinderamata di SMAN 1 Kerajaan, S Sitanggang  menyatakan berterima kasih atas kepedulian Jaringan Sindeka untuk memotivasi siswa agar semakin rajin dan giat belajar. Dengan kepedulian ini, siswa semakin terpicu dan terpacu serta berlomba-lomba menimba ilmu pengetahuan. (mag-15)

Siswa Dialog Interaktif Tentang Lalulintas

TEBING TINGGI- Sebanyak 1.000 pelajar dari Sekolah Menengah Pertama (SMA), SMK/Sederajat se Kota Tebing Tinggi mengikuti dialog interaktif dengan jajaran Polres Tebing Tinggi membangun budaya tertib lalulintas  di kalangan pelajar  di Aula Balai Kartini, Kota Tebing Tinggi, Senin (19/12).

Hadir sebagai pembicara Kapolres Tebing Tinggi AKBP Andi Rian Djajadi Sik, Wali Kota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan dan Kadis Pendidikan Kota Tebing Tinggi, Drs Pardamean Siregar.

AKBP Andi Rian Djajadi mengatakan perlunya para pelajar untuk mematuhi peraturan lalulintas. Karena, bila semua patuh terhadap lalulintas maka angka tingkat kecelakaan di jalan raya akan semakin rendah. Perlu diketahui bersama, pembunuh nomor tiga di dunai adalah kecelakaan lalulintas, setelah penyakit jantung dan TBC.

Dia menyebutkan, sekarang ini jalan raya lebih didominasi pengendara yang  berusia pelajar. “Sebaiknya, pelajar  yang sudah bersuai 17 tahun ke atas  boleh mengajukan pembuatan SIM,” katanya.

Berdasarkan data kecelakaan lalulintas tahun 2011 di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi banyak dialami oleh anak sekolah, berdasarkan data perhitungannya sebanyak 14 jiwa pelajar telah meninggal dunia, luka berat 39 dan luka ringan 72 orang.

Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan mengajak para pelajar untuk mentaati peraturan lalulintas, karena jangan merasa takut sama polisi apabila tidak melanggar peraturan. (mag-3)

Pengungsi Butuh Selimut dan Air Bersih

TEBING TINGGI- Pasca meluapnya Sungai Padang di Kota Tebing Tinggi, kini Sungai Bahilang yang membelah kota lemang itu juga meluap, Senin (19/12) dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Sungai tersebut meluap akibat tak mampu menampung debit air yang datang dari hulu, tepatnya dari Kabupaten Simalungun. Sedangkan para pengungsi membutuhkan selimut dan air bersih.

Akibatnya, sekitar 1.800 Kepala Keluarga (KK) di dua kecamatan, seperti Kecamatan Tebing Tinggi Kota diantaranya Kelurahan Mandailing, Pasar Baru dan Bandar Utama banjir merendam sebanyak 900 KK. Sedangkan di Kecamatan Padang Hulu, ada tiga kelurahan terendam banjir, yaitu Kelurahan Tualang, Persiakan dan Bandarsono sebanyak 900 kk. Kedalaman air bervariasi mulai 50 sampai 100 cm.

Adapun daerah terparah terendam air dengan kedalaman 100 cm adalah Kelurahan Mandailing dan Kelurahan Persiakan. Akibat dalamnya air itu, warga mengungsi ke tenda-tenda yang telah disiapkan Tim Sar Tagana Kota Tebing Tinggi.

Ketua Tagana, Kaharuddin Nasution membeberkan pihaknya telah membagi beberapa anggotanya ditiga titik banjir terparah. Tim lebih fokus untuk mengutamakan keselamatan warga apabila air sungai tiba-tiba naik, sementara itu beberapa warga masih terlihat tinggal di rumahnya yang terendam banjir.

“Khusus bagi warga yang masih bertahan di dalam rumah, sebaiknya segera meninggalkan rumahnya dan mencari tempat pengungsian yang telah dipersiapkan,” katanya.

Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tebing Tinggi, Drs Hasanuddin Siregar mengatakan telah mendata rumah koban banjir , sementara pihaknya mengaku sudah memberikan bantuan kepada warga melalui pihak kelurahan berupa beras dan mie instant.
Seorang warga, Ani (43) warga Jalan Pulau Sumatera, Kelurahan Persiakan yang rumahnya terendam air sedalam 80 cm  berharap kebutuhan bahan pokok seperti air bersih, beras, selimut dan makanan ringan. Kebanyakan warga tidak bisa melaksanakan akitivitas. Kini warga hanya menunggu air bersih. (mag-3)

Hujan di Sumut Dipengaruhi Badai Washi

Medan- Musim hujan yang terjadi di Sumut bulan Desember 2011 ini mengakibatkan beberapa daerah mengalami longsor dan banjir. Tidak hanya itu, hujan kali ini dipengaruhi cuaca buruk dan badai. “Untuk seminggu kedepan diprediksi hujan mulai pagi sampai sore hari. Hujan yang terjadi kali ini dipengaruhi badai tropis “Washi” yang sudah memasuki perairan Laut Cina Selatan dan berdampak bagi semua wilayah di Sumut,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Polonia Medan, Hartanto ST MM, Senin (19/12)  diruang kerjanya.

Lebih lanjut, ditambahkan Hartanto, hujan yang turun dari pagi hingga sore hari seperti Senin (19/12) saat ini juga berpengaruh untuk banjir. “Kepada warga Medan agar waspada dengan situasi seperti ini karena berpotensi banjir, terutama untuk wilayah Sei Mati yang menjadi langganan banjir kiriman dari pegunungan,” sebutnya.

Hartanto mengaku, hujan yang turun didaerah pegunungan juga berpengaruh untuk potensi tanha longsor karena adanya pengikisan tanah oleh curah hujan yang turun dengan potensi sedang dan besar itu. “Untuk warga di pegunungan agar tetap waspada saat turun hujan karena berpengaruh untuk longsor seperti yang terjadi baru-baru ini di Perbatasan Taput dan Tapsel,” ujarnya.

Ditegaskan Hartanto, untuk suhu sejauh ini masih aman dan tidak ada masalah. “Hujan turun dengan intensitas ringan hingga lebat dan merata turunnya terutama di wilayah Pantai Timur, Selat Malaka, Daerah Pegunungan dan Pantai Barat. Waspada akan hujan dari arah hulu sungai,” pungkasnya.

Hartanto menghimbau, agar warga Medan umumnya untuk lebih sering melakukan pembersihan terhadap daerahnya dan lingkungan sekitarnya. “Agar tidak terjadi banjir, marilah sama-sama menjaga agar selokan didaerah tempat kita tinggal tidak tersumbat supaya tidak banjir,” himbaunya.(jon)

Kapolres Binjai Pastikan Surat Yasin tak Ada Dikencingi

BINJAI- Dugaan surat yasin milik tahanan Polres Binjai yang dikencingi oknum polisi penjaga tahanan, terus merebak ke telinga masyarakat. Untuk itu, tokoh agama seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah tokoh agama lainnya, mengadakan pertemuan dengan Kapolres Binjai, AKBP Musa Tampubolon, di aula Polres Binjai, Senin (19/12).

Pertemuan itu digelar bertujuan untuk memperjelas masalah dugaan surat yasin, yang telah dikencingi oknum polisi. Hal itu dilakukan, agar masalah ini tidak berkepanjangan dan menjaga hal-hal yang tak diinginkan.

Kapolres Binjai, AKBP Musa Tampubolon menjelaskan surat yasin yang diisukan dikencingi sebenarnya tidak ada.
“Masalah yang ada hanyalah, para tahanan tidak diberikan makan. Sementara, surat yasin yang diisukan telah dikencingi, sebenarnya diambil penjaga tahanan, Zulkarnain, untuk dipelajarinya,” jelasnya.

Dia menyatakan bahwa pihaknya tidak ada menutupi masalah yang ada, melainkan ingin mengatakan sejujurnya, sesuai fakta dan bukti-bukti yang ada.

“Kami tidak menutupi masalah yang ada. Bila benar kami  katakan benar, kalau tidak, ya kami katakan tidak. Kalau memang benar, saya akan tindak tegas anggota saya itu. Tapi, sampai saat ini kenyataannya memang tidak benar, dan kami tidak bisa menindak anggota saya yang telah dituduh mengencingi surat yasin itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan tetap melakukan tindakan terhadap kedua anggotanya yang lalai dalam menjalankan tugas. “Keduanya langsung diperiksa, dan keduanya positif pemakai narkoba. Untuk itu, saya sudah melakukan tindakan terhadap keduanya,” ujarnya.

Kasi Propam IPDA Hamdani, dan Kasat Intel Polres Binjai, AKP Sofyan, dalam pertemuan itu menegaskan. Jika surat yasin benar dikencingi oleh petugas. Maka, mereka siap mengambil tindakan sesuai aturan yang ada.
“Apa polisi ini sangat bejat? Secara pribadi, saya juga muslim. Kalau kitab orang muslim dihina, saya sendiri sangat tersinggung. Apa mungkin saya berdiam diri jika kitab orang muslim sudah dihina. Tidak mungkin masalah ini saya tutupi. Saya juga takut mendapat laknat dari Allah SWT,” ungkapnya.

Pengurus MUI Kota Binjai, H Hamzah Pansuri menyampaikan pertanyaan atau masukan terkait masalah ini mengatakan, agar pihak kepolisian membuat pernyataan tegas dari oknum polisi yang diduga mengencingi surat yasin itu, bahwa memang mereka tak ada berbuat hal seperti itu.

“Pernyataan mereka, disaksikan tokoh agama di Kota Binjai, dan diterbitkan ke media cetak maupun elektronik. Sehingga, masalahnya bisa selesai,” usulnya.

Terkait dua oknum anggota Polres Binjai positif narkoba, Ipda Hamdani menyebutkan berkas dan hasil urine dua anggota oknum Polres Binjai, Bripka Zulkarnaen dan Briptu Jhoni Maratua Sitorus, yang terindikasi pemakai narkoba sudah dikirim ke Poldasu. Tapi, kedua oknum itu dinyatakan tak ditahan hingga menunggu hasil pemeriksaan. “Kami tidak menahannya, tunggu  hasil pemeriksaan,” katanya. (dan)

Panpel tak Siap, Cenderamata Hanya Syal

LAGA uji coba berskala Asia Tenggara, antara PSMS kontra Sime Darby tampak hanya sebagai pertandingan persahabatan biasa-biasa saja.

Dari amatan wartawan, pertandingan yang diikuti sejumlah klub sepak bola Medan, Sumut dan Malaysia seperti TGM, tim PON Sumut, PSMS, Sime Darby dan Perak FC, sama sekali tak menunjukkan profesionalitas dari panitia pelaksana.
Kesiapan lapangan dan lainnya terlihat sangat amburadul. Pertandingan yang dapat dikatakan tingkat internasional karena mendatangkan klub dari luar negeri ini harusnya dikemas dengan apik. Seperti kondisi lapangan yang cukup diperhatikan dan pemberian cinderamata bagi klub tamu.

Korban pertama yakni pertandingan antara TGM dan tim PON Sumut. Kedua pelatih dari tim juga berpendapat sama. Jika kondisi lapangan lebih mendukung, mereka mengaku akan bisa memberikan pertandingan yang lebih apik. “Karena kami melawan tim dari divisi dua dan kondisi lapangan juga sangat tak mendukung. Saya memilih menurunkan tim lapis dua,” tukas Pelatih tim PON Sumut Rudi Saari.

Ketua panitia pelaksana pertandingan Syafril Jambak mengatakan, pihaknya sudah mencoba meminimalisir keadaan lapangan yang banjir diguyur hujan. Dan mengenai cinderamata yang diberikan ke pihak Sime Darby berupa syal,  ia mengaku tak memiliki waktu banyak untuk mempersiapkan yang lebih bagus.

“Waktunya mepet. Lawan Perak FC, kita mengusahakan memberikan cenderamata berbentuk pelakat,” kata Sayfril. (saz)

Jamkesmas untuk Keluarga

085361311xxx

Bapak Kadis Kesehatan Kota Medan dan Bapak Wali Kota Medan yang terhormat saya mau tanya kenapa yang mendapat kartu Jamkesmas cuma saya sendiri Pak?

Sementara anak dan istri saya tidak mendapatkannya sama sekali. Dulu sewaktu saya tanyakan kepada kepling dan lurah mereka bilang bahwa kartu Jamkesmas atas nama saya tersebut bisa menanggung biaya perobatan istri dan anak-anak saya. Namun ternyata saat anak saya membutuhkan perawatan THT di rumah sakit ternyata Jamkesmas tersebut tak dapat menanggung biaya untuk perobatan anak saya.

Dulu masa Wali Kota Bapak Abdilah, saya dan keluarga dapat Kartu Medan Sehat. Namun masa Wali Kota Bapak Rahudman, saya dan keluarga tak mendapatkannya lagi. Padahal saya seorang penyandang cacat yang pra sejahtra. Apakah saya masih bisa meminta agar Jamkesmas untuk keluarga saya diterbitkan? Mohon dijawab ya Pak pertanyaan saya.

Sesuai Data
Kartu Keluarga
Pada prinsipnya kartu Jamkesmas sudah menanggung biaya perobatan seluruh anggota keluarga sesuai dengan data yang tertera pada Kartu Keluarga warga yang bersangkutan. Untuk itu agar dikoordinasikan kembali dengan pihak kelurahan terkait sehingga tujuan dari program tersebut dapat dirasakan warga. Sesuai dengan tekad Wali Kota Medan Bapak Drs H Rahudman Harahap MM untuk mewujudkan pembangunan Kota Medan dimana salah satunya jaminan kesehatan masyarakat Kota Medan.

Budi Heriono
Kabag Humas Kota Medan

Harus Dilayani

Setiap anggota masyarakat pemegang kartu Jamkesmas harus mendapat pelayanan dari pihak rumah sakit. Mengacuhkan pasien atau meminta uang dari anggota keluarga pemegang kartu Jamkesmas adalah pelanggaran perundang-undangan rumah sakit. Untuk itu kami himbau bagi masyarakat yang mengalami tindakan seperti ini agar melaporkan ke Komisi B DPRD Medan untuk segera kita tindaklanjuti.

Dalam hal ini, Pemko Medan agar mensosialisasikan ke seluruh instansi di jajarannya agar setiap anggota masyarakat khususnya pemegang kartu Jamkesmas mendapatkan haknya untuk layanan kesehatan yang layak. Terimakasih

Bahrumsyah
Anggota Komisi B DPRD Medan

Tertibkan Pedagang Badan Jalan

082164658xxx

Kepada Yth Pimpinan PD Pasar. Pak saya meminta kepada Bapak agar menertibkan pedagang yang memakai badan jalan dan di atas parit sebagai tempat berjualan. Khususnya Pasar Pringgan dan Petisah karena sudah meresahkan pemakai jalan. Mauliate, horas.

Tanggung Jawab Bersama

Terimakasih atas informasinya untuk kami koordinasikan dengan kecamatan terkait untuk segera merespon laporan ini dengan melakukan penertiban terhadap para pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi terlarang seperti di atas trotoar, di atas parit dan sebagainya. Sehingga ketenangan dan kenyamanan masyarakat dapat terjaga. Begitu pun, masalah ini merupakan tanggung jawab kita bersama.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Desakan KLB PSSI Kiat Kuat

JAKARTA – Anjing menggonggong kafilah berlalu. Sikap seperti itulah yang diambil PSSI menyikapi permintaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang lakukan oleh sebagian besar anggotanya.

“Sesuai rencana kemarin siang sebagian dari 452 anggota PSSI yang menghadiri Rapat Akbar Sepak Bola Nasional (RSAN) mendatangi kantor PSSI untuk menyampaikan hasil rapat. Tapi tak satupun pejabat teras PSSI yang menyambut. Ketum PSSI Djohar Arifin dikabarkan masih belum tiba dari Jepang usai menyaksikan ajang Piala Dunia Antar Klub 2011.

Tapi ketua Komite Bidang kompetisi PSSI Sihar Sitorus ketika dihubungi wartawan mengatakan bahwa rapat akbar yang digelar di Hotel Pullman Jakarta Barat pada Minggu (18/12) itu tidak sah jika PSSI belum mengklarifikasi soal keabsahan 452 anggota yang datang.

Sihar mengatakan sangat tidak arif jika hanya dalam waktu kepengurusan sudah digoyang. Menurut dia PSSI butuh cukup waktu untuk membuktikan kepengurusannya bisa berjalan baik.
“Kepengurusan PSSI ini berjalan empat bulan. Dan sekarang mereka menghakimi kami seolah kami ini pesulap David Copperfield yang bisa menyulap keadaan dalam waktu sekejap,” cetus Sihar.

Soal tidak adanya pengurus yang menemui para perwakilan RASN di kantor PSSI kemarin siang menurut Sihar karena mereka tidak memberitahukan lebih dahulu. Kalau pun pengurus tahu, lanjut Sihar mereka yang menginginkan KLB itu terlebih dulu harus menyerahkan pertanggungjawaban kepengurusan era Nurdin Halid dan PT Liga Indonesia pimpinan Andi Darussalam.

“Prosesnya panjang. Mulai dari klarifikasi peserta dan kami juga akan meminta pertanggungjawaban pengurus lama terlebih dahulu dan itu tidak akan selesai tanggal 23 Desember,” beber Sihar.

Seperti diketahui peserta RSAN memberikan waktu kepada PSSI untuk melakukan verifikasi kepada peserta rapat paling lambat 23 Desember.

Anggota Exco Bob Hippy ketika dikonfirmasi kemarin sore dalam sebuah acara di Hotel Sultan mengatakan tidak mau membahas wacana KLB itu. “Yang bisa menurunkan saya dari jabatan Exco PSSI hanya Tuhan. Memangnya saya salah apa?’ ujar Bob.

Sementara itu, tekat para pemilik suara menuntut digelarnya KLB sepertinya tidak bisa ditawar lagi. Meski tanpa persetujuan PSSI, KLB tetap akan dijalankan sesuai amanat rapat akbar. Hal itu didasarkan pada Statuta PSSI Pasal 31 ayat 2 yang bunyinya “Komite eksekutif berhak mengadakan KLB bila diminta secara tertulis oleh 2/3 anggota PSSI. Permintaan tersebut harus mencantumkan agenda yang dibicarakan. KLB harus diadakan 3 bulan setelah diterimanya permintaan tersebut. Bila KLB tidak diadakan, anggota yang memintanya dapat mengadakan kongres sendiri. Sebagai usaha terakhir, anggota bisa meminta bantuan FIFA.

“Permintaan KLB ini dasar hukumnya sangat jelas. Sudah lebih dari 2/3 suara (anggota PSSI) yang menginginkannya (452 dari 586). Jadi apapun alasannya KLB harus dilaksanakan,” tegas Tony Aprilliani , salah satu anggota Exco PSSI yang didapuk menjadi ketua Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). (ali/ko/jpnn)

PBSI Tak Mau Lagi Mandiri Penuh

JAKARTA- PB PBSI lagi jadi sorotan. Itu seiring merosotnya prestasi Indonesia di olahraga tepok bulu tersebut. Karena itu, organisasi yang dipimpin oleh Djoko Santoso tersebut berharapa agar tidak lagi mandiri secara penuh pada 2012. Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto mengatakan bahwa selama ini pihaknya sudah berusaha keras untuk mencapai target prestasi sembari terus mematangkan program regenerasi.

Sayang, langkah yang diambil oleh PB PBSI selama ini tidak bisa dimaksimalkan secara penuh.Dia beralasan bahwa selama 2011, dengan anggaran yang tak mencapai Rp 40 miliar, PB PBSI harus berusaha keras mengatur keuangannya agar mampu memenuhi target organisasi. Yakni, mengirimkan tim utama dan pelapis ke even internasional.

“Dengan anggaran yang didapat secara mandiri, kami pun harus mengatur agar keuangan cukup untuk mengirimkan atlet ke luar negeri. Terus terang, ini harus disisasati agar sesua dengan anggaran yang ada,” katanya. (aam/diq/jpnn)

Anggota DBL All-Star 2010 Menang

SURABAYA-Chaeranny Riezka Utami tidak mau menyia-nyiakan laga di hari terakhir NBL Indonesia (18/12). Apalagi, tim pujaannya, Garuda Speedy Bandung, menghadapi pertai besar menghadapi CLS Knights Good Day Surabaya.
Selain menikmati laga, mahasiswi Akuntansi Universitas Padjajaran itu juga ikut kontes Flexi Shooting Stars. Timnya menang. Bisa memasukkan semua bola dalam waktu kurang dari 60 detik.

Keke— Chaeranny Riezka Utami? sejatinya bukan nama asing bagi sejarah DBL Indonesia. Dia merupakan anggota tim DBL Indonesia All-Star 2010 yang belajar dan bertanding ke Seattle, Amerika Serikat.

“Saya ke sini bersama sepuluh teman yang lain. Iseng ikut, eh bisa menag,” ucap mantan siswa SMAN 5 Bandung itu.
Salah satu teman Keke adalah Firzsa Nabilla. Dialah ?pahlawan? tim yang terdiri atas tiga orang tersebut. Firzsa mampu menembak dari tiitk terjauh. “Saya sebenarnya deg-degan dan keringetan. Karena kan ditonton orang banyak orang,” ucapnya.

Keke dan Firzsa mengatakan senang bisa mendapatkan banyak hadiah menarik dari Flexi. (nur/diq/jpnn)