28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14300

Bayar Parkir di Kantor Camat Percut Sei Tuan

081934264xxx

Bapak Bupati yang terhormat di Kecamatan Percut Sei Tuan, Tembung sekarang ngambil kesempatan sama masyarakat yang ingin mengurus e-KTP dengan memungut biaya parkir. Padahal di halaman kantor Camat seribu dikalikan berapa ratus jiwa di Kecamatan Percut Sei Tuan? Apakah memang ada peraturannya begitu? Mohon penjelasannya.

Tidak Ada Pengutipan Retribusinya

Terimakasih atas informasinya. Perlu kami sampaikan bahwa parkir di kantor pemerintah tidak ada pengutipan retribusinya. Tamu yang berurusan silahkan parkir secara tertib di tempat yang disediakan pemerintah.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Andi Cole Perkuat Jakarta Selection

JAKARTA – Pecinta sepak bola tanah air akan kembali disuguhi performa klub kelas dunia. Setelah LA Galaxy dengan mega bintangnya David Beckham, pada 9 dan 12 Januari mendatang, klub asal Belanda PSV Eindhoven akan menyambangi Jakarta dalam sebuah even yang diberi nama Jakarta Challenge.

Rencananya, pada 9 Januari PSV akan melawan tim Indonesia Selection dan pada 12 Januari menghadapi tim Jakarta Selection. Tim Indonesia Selection akan diisi para pemain terbaik yang pernah berbaju timnas. Mulai dari timnas senior U-23 hingga junior.

Nama-nama yang masuk dalam tim baru akan dibahas dalam rapat PSSI 2-3 hari lagi.
Untuk tim Jakarta Selection sudah muncul 30 nama. Mereka berasal dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL). Istimewanya, penitia akan menyelipkan mantan bintang Manchester United, Andy Cole ke tim Jakarta Selection. (ali/ko/jpnn)

Desakan KLB PSSI Kiat Kuat

JAKARTA – Anjing menggonggong kafilah berlalu. Sikap seperti itulah yang diambil PSSI menyikapi permintaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang lakukan oleh sebagian besar anggotanya.

“Sesuai rencana kemarin siang sebagian dari 452 anggota PSSI yang menghadiri Rapat Akbar Sepak Bola Nasional (RSAN) mendatangi kantor PSSI untuk menyampaikan hasil rapat. Tapi tak satupun pejabat teras PSSI yang menyambut. Ketum PSSI Djohar Arifin dikabarkan masih belum tiba dari Jepang usai menyaksikan ajang Piala Dunia Antar Klub 2011.

Tapi ketua Komite Bidang kompetisi PSSI Sihar Sitorus ketika dihubungi wartawan mengatakan bahwa rapat akbar yang digelar di Hotel Pullman Jakarta Barat pada Minggu (18/12) itu tidak sah jika PSSI belum mengklarifikasi soal keabsahan 452 anggota yang datang.

Sihar mengatakan sangat tidak arif jika hanya dalam waktu kepengurusan sudah digoyang. Menurut dia PSSI butuh cukup waktu untuk membuktikan kepengurusannya bisa berjalan baik.
“Kepengurusan PSSI ini berjalan empat bulan. Dan sekarang mereka menghakimi kami seolah kami ini pesulap David Copperfield yang bisa menyulap keadaan dalam waktu sekejap,” cetus Sihar.

Soal tidak adanya pengurus yang menemui para perwakilan RASN di kantor PSSI kemarin siang menurut Sihar karena mereka tidak memberitahukan lebih dahulu. Kalau pun pengurus tahu, lanjut Sihar mereka yang menginginkan KLB itu terlebih dulu harus menyerahkan pertanggungjawaban kepengurusan era Nurdin Halid dan PT Liga Indonesia pimpinan Andi Darussalam.

“Prosesnya panjang. Mulai dari klarifikasi peserta dan kami juga akan meminta pertanggungjawaban pengurus lama terlebih dahulu dan itu tidak akan selesai tanggal 23 Desember,” beber Sihar.

Seperti diketahui peserta RSAN memberikan waktu kepada PSSI untuk melakukan verifikasi kepada peserta rapat paling lambat 23 Desember.

Anggota Exco Bob Hippy ketika dikonfirmasi kemarin sore dalam sebuah acara di Hotel Sultan mengatakan tidak mau membahas wacana KLB itu. “Yang bisa menurunkan saya dari jabatan Exco PSSI hanya Tuhan. Memangnya saya salah apa?’ ujar Bob.

Sementara itu, tekat para pemilik suara menuntut digelarnya KLB sepertinya tidak bisa ditawar lagi. Meski tanpa persetujuan PSSI, KLB tetap akan dijalankan sesuai amanat rapat akbar. Hal itu didasarkan pada Statuta PSSI Pasal 31 ayat 2 yang bunyinya “Komite eksekutif berhak mengadakan KLB bila diminta secara tertulis oleh 2/3 anggota PSSI. Permintaan tersebut harus mencantumkan agenda yang dibicarakan. KLB harus diadakan 3 bulan setelah diterimanya permintaan tersebut. Bila KLB tidak diadakan, anggota yang memintanya dapat mengadakan kongres sendiri. Sebagai usaha terakhir, anggota bisa meminta bantuan FIFA.

“Permintaan KLB ini dasar hukumnya sangat jelas. Sudah lebih dari 2/3 suara (anggota PSSI) yang menginginkannya (452 dari 586). Jadi apapun alasannya KLB harus dilaksanakan,” tegas Tony Aprilliani , salah satu anggota Exco PSSI yang didapuk menjadi ketua Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). (ali/ko/jpnn)

Pertina Sumut Raih Sukses di Padang

MEDAN- Petinju Sumatera Utara berhasil menambah kuota atlet yang akan berlaga pada PON XVIII, Riau, 2011 nanti. Itu setelah enam petinju Sumut sukses meraih 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu pada Kejurnas tinju amatir yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat pada 11-16 Desember 2011.

Enam petinju Sumut  yang meraih medali emas yakni  Benget Simorangkir (75 kg/putra), Nurmala Dewi (51/kg putri) dan Maduma Simbolon (64 kg/putri). Sedangkan petinju yang meraih  medali perak adalah Nico Purba (81 kg/ putra) dan Esmiliana Simangunsong (57/kg putri).Satu-satunya medali perunggu bagi Sumut dipersembahkan oleh Abdulah Siregar (49/kg putra).

Sekretaris Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sumatera Utara Edi Sibarani mengatakan hal tersebut di Medan,  Senin (19/12).

Ditambahkannya bahwa dengan lolosnya keenam petinju tadi maka sejauh ini Sumut telah meloloskan sepuluh petinju pada PON XVIII mendatang.

Empat petinju yang sudah lebih dulu memesan tempat pada PON nanti adalah Siti Aisyah (60 kg), Sadarmawati (48 kg), Gayatri (54 kg) untuk putri, dan Daniel Pasaribu (69 kg) untuk putra.

“Keempatnya mendapat tiket PON XVIII setelah menjadi yang terbaik pada babak kualifikasi pertama yang berlangsung di Mataram pada  September 2011,” bilang Edi.

“Mereka akan kembali digenjot karena target kita sesungguhnya bukan pada babak Pra PON, melainkan pada PON XVIII nanti. Kami optimis bahwa mereka mampu melakukan yang terbaik untuk mengharumkan nama Sumut di tingkat nasional,” bilang Edi. (omi)

Dua Peloncat Indah Sumut Rebut Tiket PON XVIII

MEDAN-Dua peloncat indah Sumatera Utara berhasil merebut tiket tambahan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke -XVIII yang berlangsung di Riau  tahun 2012 mendatang.

Hasil itu diperoleh setelah kedua peloncat indah Sumut Rindam Manyuhuruk  dan Maulidina Karisma Putri memperoleh poin 247 dan 152,45 pada babak Pra PON yang berlangsung di Jakarta pada 15-18 Desember lalu.

Menurut pelatih tim loncat indah Sumut Yusuf Lubis, sesunguhnya pada kejuaraan tersebut Sumut mengirimkan empat atletnya. Selain Rindam dan Maulida, Sumtu jugua mengirimkan Danta Ginting dan Aqil Muhammad.

Ditambahkannya bahwa hasil yang diraih tim loncat indah Sumut kali ini merupakan sejarah karena sudah lebih 22 tahun Sumut tidak mampu meloloskan peloncat indah putri pada PON.

“Kita harus mensyukurinya. Semoga keberhasilan ini memotivasi atlet lainnya untuk lebih giat berlatih sehingga ke depan semakin bayak atlet kita yang berlaga di tingkat nasional, yang tentunya memperbesar peluang kita untuk meraih medali sebanyak-banyaknya di even empat tahunan itu,” bilang Yusuf.

Selanjutnya Yusuf berharap agar para atlet yang lolos tadi tidak cepat berpuas diri karena tantangan ke depan akan semakin berat. “Pastinya menatap gelaran PON XVIII nanti seluruh daerah telah mempersiapkan atletnya secara matang, sehingga persaingan akan menjadi lebih a lot,” tuntas Yusuf. (omi)

Garuda Bandung Abadikan Jersey Nomor 16

Perpisahan Manis Andre Tiara

12 tahun bukan waktu yang singkat. Selama itulah Andre Tiara berkiprah bersama klub Garuda Speedy Bandung. Permainan menawan dan loyalitas yang tinggi membuat pemain 31 tahun itu dicintai fans dan dikagumi sesama pemain.

AINUR ROHMAN, Bandung

Laga antara Garuda Speedy Bandung melawan CLS Knights Good Day Surabaya di GOR C-Tra Arena, Bandung, kemarin, menjadi momen istimewa bagi Andre Tiara. Pada pertandingan yang dimenangkan Garuda dengan skor 64-48 itu, mantan pemain tim nasional tersebut mengumumkan pengunduran dirinya.

Saat half time, Andre muncul ke tengah lapangan. Dia memandu penonton menyanyikan lagi Garuda di Dadaku ciptaan grup band Netral. Usai membawakan lagu tersebut, Andre mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung karirnya.

Owner Garuda Andre Mamuaya lantas menyerahkan jersey bernomor 16 yang telah dibingkai rapi kepada Andre. Nomor itu sekarang abadi. Hanya milik Andre Tiara. Bintang baru Garuda Christ Gideon yang selama ini memakai nomor tersebut, mulai seri II NBL Indonesia di Solo bulan depan akan berganti kostum nomor tujuh.

Kiprah Andre selama 12 tahun membela Garuda tidak bisa dilupakan oleh fans klub tersebut. “Ada rasa aman kalau Andre Tiara main. Asyik saja. Bikin tenang karena dia memiliki energi lebih. Andre adalah tipikal pemain yang berani melakukan slam dunk, tembakannya juga bagus. Selain mainnya yang keren, dia juga loyal,” ucap salah seorang fans Garuda Atia Kurnia Utami Putri, 26.

Dengan skill yang oke, Andre menembus tim nasional. Dia membela Merah Putih di ajang FIBA Asia di Qatar dan Jepang (2005 dan 2007) dan SEA Games 2007 di Thailand. Prestasi terbaik Andre adalah membantu Indonesia meraih medali perak SEA Games 2007.

Andre mengakui bahwa mundur dari dunia basket merupakan pilihan yang berat. Meski saat ini kondisinya fit, dia merasa sudah cukup. Tahun lalu dia masih sempat mencicipi NBL Indonesia. Andre hanya bermain dua kali di seri I Surabaya. Setelah itu, karena cedera lutut berkepanjangan, Andre tidak pernah main hingga akhir musim.

“Sebenarnya kondisi badan ini baik. Memang saya sempat operasi di Filipina tahun lalu, tapi sudah saatnya saya berhenti,” ucap Andre. “Jujur, berat banget meninggalkan Garuda. Pemain dan manajemen sangat baik sama saya. Apalagi fans Garuda memang paling gila. Tapi, inilah keputusan yang harus saya ambil,” imbuhnya.

Selain hebat di lapangan, suami Devi Nurandriani itu sangat concern pada pendidikan. Setelah lulus dari jurusan Manajemen Universitas Kristen Maranatha pada 2005, Andre langsung melanjutkan pendidikan ke S-2. Dia lulus pada 2007 dari Universitas Padjajaran Bandung dengan konsentrasi ilmu keuangan. (*/ca/jpnn)

Sesama Tahanan Bentrok di Sel PN Medan

MEDAN- Ruang tahanan sementara di Pengadilan Negeri (PN) Medan nyaris menjadi arena perkelahian sesama tahanan, Senin (19/12) sore pukul 16.00 WIB. Untung saja perkelahian massal tersebut dapat dicegah petugas pengawal tahanan (Waltah) baik dari Kejaksaan Negeri Medan, Kejari Belawan bersama petugas kepolisian yang bertugas menjaga tahanan saat itu.

Namun perkelahian sesama tahanan tersebut sempat membuat seluruh pengunjung berteriak-teriak, sehingga suasana di gedung PN Medan menjadi kacau dan membuat sejumlah hakim mendatangi ruang tahana guna melihat apa yang terjadi.

Menurut seorang petugas Waltah PN Medan, pemicu perkelahian tersebut hanya hal sepele, yakni karena bersenggolan di dalam jeruji besi berukuran 5×6 meter per segi itu. Saat itu, 9 orang tahanan dari Kejaksaan Negeri Belawan terdakwa perkara pembunuhan dan penyerangan rumah Robertus Sinaga dan istrinya Rohani Sitorus yang dituduh memiliki begu ganjang di Lorong Satahi Lingkungan XIII, Kelurahan Belawan Bahari, baru saja mengikuti sidang. Kemudian kesembilannya digiring petugas Waltah ke sel sementara PN Medan untuk bergabung dengan tahanan lainnya. Nah, saat itulah mereka bersenggolan dengan tahanan lainnya dan terjadi kericuhan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan seorang terdakwa, Hendra Malau usai mendapat perawatan mengatakan, kejadian ini secara tiba-tiba. Dirinya, saat itu buang air kecil usai dimasukkan kembali dalam sel tahanan sementara PN Medan usai menjalani sidang.

Kemudian, tanahan Kejari Medan yang tidak dikenalnya tiba-tiba menghardik. “Dia bilang, ngapain kau kencing di situ. Tidak ada sopan kau. Lalu kujawab, kenapa bang? Dibilangnya, mata kau. Langsung ditumbuknya tiga kali dekat telinga sebelah kiriku,” ucapnya.

Melihat Hendra dipukul, ke delapan temannya yang satu perkara dengannya berusaha melerai. Sayang, mereka pun kena hantam. Pengawal Tahanan Kejari Medan dan Kejari Belawan langsung melerai dengan memukulkan rotan ke dalam besi tahanan, dan menyuruh para tahanan untuk jongkok.
Sekitar 12 orang tahanan Kejari Belawan lansung dikeluarkan dan dilarikan ke lantai III Gedung PN Medan. Selain Hendra, teman-temanya terlihat kesakitan akibat kena pukul. “Sebelumnya tidak ada masalah apa-apa dan tidak kenal dengan yang mukul,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Penuntutan Kejari Medan Anthonius mengatakan, tidak tahu siapa yang memukul Hendra Malau dan kawan-kawannya. Tahanan Medan yang bersidang sekitar 80 orang dan ada 70 orang di dalam sel tersebut. Dia menduga penyebab utamanya karena mungkin berlaku tidak sopan.
“Mungkin dia petentengan, ribut dalam sel, dan lainnya. Jadi, memancing emosi tahanan lainnya. Tidak ada disiram air cabe. Bajunya kena air cabe karena ada yang makan dan tumpah, makanya tersiram,” jelasnya.
Dia menambahkan, biasanya tahanan Kejari Belawan dengan Kejari Medan dipisahkan. Namun, karena penuh terpaksa disatukan. Ke depannya dia meminta agar ada solusi dilakukan untuk mengantisipasi kejadian ini tidak terulang.
“Biasanya memang dipisahkan. Inikan ramai. Ya, mudah-mudahan ada jalan keluarnya biar tidak terulang,” tandasnya. (rud)

Gara-gara Pakai Jaket Teman

Hanya gara-gara tak senang jaketnya dipakai orang lain, Suroto nekat menikam perut temannya sendiri,  Anhar Daulay warga Jalan Terjun Complek Deli Work Marelan Pasar V, pakai obeng. Akibatnya, Anhar ambruk dan kini menjalani perawatan intensif di RSU dr Pirngadi Medan.

Menurut Mardiana Daulay, kakak korban, saat kejadian Anhar sedang bekerja di bengkel Jalan Helvetia, Pasar 9, Marelan. Tiba-tiba Suroto datang dan menghampiri korban.

Sempat terjadi cekcok, karena Suroto tidak senang melihat jaketnya dipakai Anhar. Entah bagaimana, Suroto mengambil obeng dan menikamkannya ke perut Anhar.

Seketika korban ambruk dan tak sadarkan diri akibat luka tikaman tersebut. Teman-teman korban yang berada di lokasi, langsung menolong korban dan menghubungi adik angkatnya Tri Wulandari dan M Yusuf. Dalam keadaan tak sadarkan diri dan bersimbah darah, korban langsung dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan. Melihat korban terkapar, Suroto langsung kabur.

Setelah kejadian tersebut, keluarga korban langsung membuat laporan ke Polsekta Helvetia. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif dan telah ditangani medis.

“Saya nggak kenal sama pelaku. Tadi ada petugas yang menanyai korban. Katanya pelakunya bernama Suroto. Tapi saya harap pelakunya ditangkap lah. Masak karena masalah sepele, korban ditikam seperti itu,” ucap Mardiana.(mag-11)

Penghargaan Berawal dari Konsistensi

Bank Sumut Bawa Perempuan Jadi Pengusaha

Masih ingat perayaan ulang tahun ke-50 Bank Sumut di JW Marriott Hotel Medan, pada 4 November lalu? Ketika itu Bank Sumut mendapat kado istimewa dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Bank Pembangunan Daerah (BPD) itu dianugerahi rekor sebagai bank umum pertama yang konsisten memberdayakan perempuan melalui kredit mikro secara langsung dengan sistem kelompok tanpa agunan.

Hal tersebut berawal dari Program Kredit Sumut Sejahtera (KSS), yang dimiliki Bank Sumut sejak 2008 lalu. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Manejer MURI Jusuf Ngadri pada perayaan dalam tema ‘Malam Pesona 50 Tahun Bank Sumut’ itu.

Pertimbangan penilaian yang dilakukan pihak MURI terhadap program tersebut, dikarenakan jumlah debiturnya telah mencapai hampir 60 ribu di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Penilaiannya dilakukan beberapa bulan terakhir dengan mengumpulkan seluruh informasi dari Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) maupun dari sumber lainnya.
Sebelumnya, pada 21 Juli lalu di Jakarta, Bank Sumut meraih penghargaan Rekor Bisnis Indonesia (ReBi) sebagai bank umum pertama di Indonesia yang menyalurkan kredit usaha mikro tanpa agunan bagi kaum perempuan marginal prasejahtera dengan pola Gremeen Bank. Penghargaan tersebut berasal dari TERA Foundation yang bekerjasama dengan media Nasional.

Atas anugerah tersebut Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu menuturkan, program yang dilakukan melalui Skim KSS semata bertujuan untuk memberdayakan kaum perempuan marginal, yang turut berkontribusi bagi kesejahteraan keluarga. Meskipun tidak pernah berharap diberi penghargaan, namun Gus Irawan merasa terharu dan bangga menerima pengakuan atas prestasi yang diraih perusahaannya. “Penghargaan-penghargaan yang diraih Bank Sumut ini merupakan kemenangan bagi masyarakat Sumut, karena Bank Sumut adalah banknya orang Sumut,” ungkapnya.
Begitu pula yang dialami Siti Zuraida (34), dengan konsistensi yang dipegang teguh olehnya, kini bersama suaminya, ibu beranak tiga ini menggeluti bisnis batubata dengan omzet Rp5,8 juta per minggu dengan keuntungan per minggu sekitar Rp2,9 juta.

Di pekarangan rumahnya Kampung Songo, Kelurahan Danau Balai, Rantau Selatan, Labuhan Batu, dia membuktikan tak selamanya modal kecil menutup peluang untuk bisa mengembangkan industri rumah tangga lebih maju.
Awalnya, pasangan suami istri itu sedikit kesulitan menerima order secara berkelanjutan karena keterbatasan modal membeli bahan baku tanah. Untuk mesin pelumat tanah pun terpaksa menyewa dari orang lain.

Konsisten dengan usahanya, akhirnya di awal 2010 lalu, dia dan temannya sesama kaumnya membentuk kelompok lebih dari 20 anggota. Masing-masing mendapat pinjaman awal Rp1 juta. “Pinjaman pertama saya gunakan menambah modal membeli bahan baku batubata sehingga saya tidak lagi menunggu terjualnya batubata agar mendapatkan bahan baku yang baru,” jelasnya.

Zuraida mengaku menerima manfaat besar dari program KSS Bank Sumut ini. “Saya merasakan banyak perubahan. Pertama saya tak lagi menunggu stok bahan baku sehingga omzet lebih cepat naik dan sekarang saya memiliki mesin sendiri,” tuturnya.

Awalnya produksi terhambat karena banyaknya orang yang mengantri untuk menyewa mesin, sehingga keuntungan  lebih kecil akibat biaya sewa sebesar Rp20 per batubata. “Sebelum saya bergabung di program KSS, saya memproduksi antara 14 ribu hingga 28 ribu batubata per bulan. Kini saya produksi batubata 28 ribu sampai 56 ribu per bulan,” ujarnya.(saz)

Dokumen Pengadaan Obat Disita

Dugaan Korupsi di RSUD dr Pirngadi Medan

MEDAN- Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terus melakukan penyelidikan terkait adanya kerugian dalam dugaan penyimpangan anggaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan. Hingga kini, tim penyidik Pidsus Kejatisu yang dipimpin Kasi Pidsus Jufri Nasution SH masih terus melakukan investigasi untuk mengungkap dugaan terjadinya penyimpangan anggaran berdasarkan audit BPKP.

“Hingga kini kita masih bekerja. Tim masih memeriksa beberapa dokumen dan berkas yang menyangkut pengadaan obat di RSUD Dr Pirngadi Medan. Apakah benar seperti hasil audit tersebut, telah terjadi penyimpangan atau tidak. Yang jelas kita berusaha mengungkapn adanya kerugian negera dalam kasus tersebut,’’ tegas Jufri Nasution, pada wartawan Senin (19/12).

Sejauh ini, sambung Jufri, pihaknya sudah mengamankan dokumen-dokumen perihal menyangkut pengadaan obat-obatan di RSUD Dr Pirngadi Medan. Dokumen yang diamankan pihak Pidsus tersebut untuk diteliti dan diperiksa ulang, dari mulai anggaran obat hingga peruntukan.

‘’Pemeriksaan itu meliputi keseluruhan dari mulai anggaran, pengadaan, hingga penggunaan anggaran untuk apa saja peruntukannya. Apakah dari pemeriksaan pengunaan anggaran yang dilakukan, instansi terkait menyimpang atau tidak, kita lihat saja nanti, saat ini tim kan masih bekerja,’’ ucap Jufri.

Saat ini, ucap Jufri lagi, sudah beberapa staf dan pejabat Rumah Sakit Pirngadi Medan yang diperiksa. Namun pemeriksaan tersebut dilakukan dalam rangka klarifikasi saja, namun bisa saja pemeriksaan tersebut akan berlanjut.
‘’Sudah beberapa staf dan pejabat yang kita mintai keterangannya. Pemeriksaan tersebut dalam bentuk klarifikasi saja. Namun pemeriksaan itu bisa berlanjut, apabila mereka mengetahui soal dugaan penyimpangan tersebut,’’ ucap Jufri.
Kejatisu juga akan memeriksa beberapa pejabat lainnya. Bukan itusaja, tidak terutup kemungkinan perusahaan obat-obatan, rekanan atau pun pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut akan dipanggil untuk mintai keterangan.

Diketahui, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sumut menemukan banyak penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan daerah di RSUD dr Pirngadi Medan. Temuan itu terungkap dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI tahun 2011 No 19/S/XVIII.MDN/01/2011 yang diteken Kepala BPK RI Perwakilan Sumut, Oodj Huziat.

Jumlah temuan dugaan penyimpangan tersebut sangat besar, melampaui SKPD Pemko Medan lainnya. Tercatat dugaan kerugian daerah mencapai Rp19,142 miliar. Jumlah total dugaan penyimpangan itu terjadi selama operasional RSUD dr Pirngadi 2009 hingga 2010.

Berdasarkan data LHP BPK tersebut, jumlah dugaan penyimpangan tersebut merupakan akumulasi dari enam poin temuan. Poin-poin tersebut antara lain, klaim PT Askes pelayanan atas pelayanan tindakan cuci darah pasien Askes pada Instalasi Hemodialisa tidak dicatat sebesar Rp2.285.924.900. Penerimaan pada Instalasi Farmasi sebesar Rp11.625.046.868 tidak dicatat dan tidak dilaporkan sebagai penerimaan RSUD dr Pirngadi dan pembagian hasil swakelola pada instalasi ini tidak sesuai ketentuan.

Selanjutnya, BPK RI juga menemukan pembayaran ganda pengunaan jasa pelayanan sebesar Rp557.018.253. Kemudian ditemukan indikasi kuat pengaturan dalam penetapan lelang Ikatan Kerjasama Sistem Informasi Rumah Sakit RSUD dr Pirngadi Medan yang membebani anggaran rumah sakit. Indikasi ini juga berpotensi merugikan keuangan daerah sebesar Rp3.231.599.070 per tahunnya.

Sementara, dari keterlambatan pelaksanaan proyek yang tidak dikenakan denda atau sanksi, RSUD dr Pirngadi dirugikan sebesar Rp563.317.190. Terakhir, BPK RI juga menemukan dugaan penyimpangan atas penetapan PT Alpha Rho Delta sebagai pemenang lelang pekerjaan lanjutan gedung rawat inap Kelas III dengan potensi kerugian daerah sebesar Rp869.850.700.(rud)

Dugaaan Penyimpangan Anggaran di RSU Pirngadi Medan

  1. Klaim PT Askes atas pelayanan tindakan cuci darah pasien Askes pada Instalasi Hemodialisa tidak dicatat sebesar Rp2.285.924.900.
  2. Penerimaan pada Instalasi Farmasi sebesar Rp11.625.046.868 tidak dicatat dan tidak dilaporkan sebagai penerimaan RSUD dr Pirngadi dan pembagian hasil swakelola pada instalasi ini tidak sesuai ketentuan.
  3. Pembayaran ganda pengunaan jasa pelayanan sebesar Rp557.018.253.
  4. Kemudian ditemukan indikasi kuat pengaturan dalam penetapan lelang Ikatan Kerjasama Sistem Informasi Rumah Sakit RSUD dr Pirngadi Medan yang membebani anggaran rumah sakit. Indikasi ini juga berpotensi merugikan keuangan daerah sebesar Rp3.231.599.070 per tahunnya.
  5. Keterlambatan pelaksanaan proyek yang tidak dikenakan denda atau sanksi, RSUD dr Pirngadi dirugikan sebesar Rp563.317.190.
  6. Dugaan penyimpangan atas penetapan PT Alpha Rho Delta sebagai pemenang lelang pekerjaan lanjutan gedung rawat inap Kelas III dengan potensi kerugian daerah sebesar Rp869.850.700.