28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14298

Properti Komersial Terancam UU Lahan

JAKARTA – Meskipun Undang-Undang (UU) Pengadaan Lahan hanya menyasar pada aspek kepentingan umum namun ada hal yang perlu diperhatikan dari berlakunya undang ini. Berlakunya UU ini juga sedikit banyak akan bersinggungan dengan sektor properti komersial.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan sisi krusial berlakunya UU ini bagi sektor properti adalah soal kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan tata ruang yang konsisten.

Pasalnya, dengan tata ruang yang masih berantakan maka ada peluang sebuah kawasan properti komersial, misalnya residensial atau perumahan yang sudah dimiliki pengembang atau konsumen bisa menjadi korban penggusuran pembangunan infrastruktur umum seperti jalan, kereta api, pelabuhan, dan lain-lain.

“Bisa kemungkinan bisa seperti itu, tapi kalau di Jakarta sudah bagus tata ruangnya, namun kalau di luar Jakarta tidak jelas, bisa kejadian seperti itu, ini akan menjadi masalah ketika pemerintah mau mengambil tanah, ada permasalahan di lapangan,” katanya kepada wartawan, Senin (19/12).

Kekhawatiran Ali bukan tanpa alasan, Ia mencontohkan dalam kasus penggunaan lahan di areal kompleks perumahan Kota Wisata Cibubur terkait proyek Tol Depok. Padahal awalnya sang pengembang telah mengantongi izin dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bogor namun kenyataannya peruntukkan lahan itu diubah oleh pemda dari kawasan hunian menjadi jalur jalan tol.

“Kalau sudah begitu konsumen yang membeli rumah dirugikan, kenyamanan pun terganggu. Meski mendapat ganti rugi dari pemerintah,” katanya.

Ia mengatakan kawasan-kawasan di sekitar Jakarta seperti Bogor, Tangerang dan Bekasi dianggap masih rawan terkait perubahan tata ruang. Konsumen maupun pengembang harus jeli, meskipun ia mengakui masalah ini sangat tergantung dengan kepastian tata ruang yang dibuat oleh pemda.

Menurutnya seorang konsumen yang membeli rumah dari pengembang yang sudah mengantongi izin dari Bappeda tak akan berdaya jika ternyata tata ruang di daearah itu tak tegas, sehingga bisa terjadi perubahan sewaktu-waktu misalnya dipakai untuk pembangunan tol dan lain-lain.

“Setahu saya kalau di Jakarta, sudah jelas, tapi Tangerang, Bogor, Bekasi, dna lainnya masih rawan (perubahan tata ruang),” katanya.(net/jpnn)

Pasutri Diduga Tewas Bakar Diri

Empat Rumah Hangus, Seorang Warga Luka-luka

KARO- Pasangan suami istri (Pasutri), Herianto (46) dan Hernawati (44), warga Jalan Wagimin Gang Sejahtera, Kelurahan Padang Mas, Kabanjahe tewas setelah bertengkar dan diduga membakar diri di lantai dua rumahnya. Akibat kejadian itu, anak keduanya, Rijal (22) mengalami luka bakar serius.

Peristiwa yang menghanguskan empat rumah permanen itu menggemparkan warga Kota Kabanjahe itu terjadi, Minggu (18/12) sekitar pukul 23.45 WIB.  Terbakarnya pasutri dan empat rumah itu hanya diketahui Rijal, karena hanya dia yang mendengar pertengkaran orangtuanya tersebut.

Rijal menuturkan, awalnya dia tak begitu peduli adanya pertengkaran orangtuanya tersebut di lantai dua rumahnya. Tapi, dia baru beraksi setelah api tiba-tiba berkobar dari ruangan depan lantai dua rumahnya tersebut.

Spontan, dia mengaku mencoba menolong ibunya saat api berkobar. Tapi, aksinya itu malah berbuah pahit, dia ikut menjadi korban terbakar. Akhirnya Rijal hanya bisa menatapi kedua orang tuanya dilalap si jago merah. Melihat ada bensin di tubuh ayahnya yang terus membesarkan kobaran api. Dia langsung berlari keluar rumah dari ancaman api yang makin membesar. Namun, di luar rumah tampak warga sudah panik untuk memberikan pertolongan.

Di tempat yang sama, ternyata pembantunya juga panik melihat api yang semakin membesar itu.  Dalam suasana ketakutan, pembantu yang mengetahui keberadaan Rijal di lantai dua, langsung memberi kabar ke anak pertama pasutri tersebut, Darma  berada di luar rumah.

Warga yang mengetahui di lantai dua rumah pasutri itu api sudah membesar. Rijal langsung diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif akibat luka bakar ditangan dan kakinya.

Sedangkan warga berusaha memadamkan api dengan cara seadanya, sedangkan tim pemadam kebakaran yang dihubungi baru datang setelah api melahap dua rumah milik pasutri tersebut dan dua unit rumah milik tetangganya, Somadi ( 40) dan Kemin (50).

Saat memadamkan api, tim pemadam tak semudah dibayangkan. Lokasi kejadian yang berada di dalam gang selebar 1,5 meter menjadi halangan kenderaan pemadam untuk parkir di depan tempat kejadian perkara (TKP). Alhasil, tim berhasil memperkecil gerakan api untuk membakar rumah lainnya. Akhirnya 4 unit rumah warga yang dua diantaranya adalah milik korban hangus terbakar, sisanya dua rumah lagi milik tetangga pasutri itu.

Tapi, pasutri asal Desa Margono, Tanah Jawa Kabupaten Simalungun akhirnya ditemukan tewas dalam kondisi menyatu di lantai dua rumahnya. Selanjutnya, jenazah keduanya langsung dibawa ke RSUD Kabanjahe, setelah melalui usaha pemisahan, pasutri itu akhisnya bisa dipisahkan dan dikebumikan dihari yang sama di Taman Pekuburan Muslim, Jalan Irian, Kabanjahe.

Tetangga korban yang dimintai keterangan tak terlalu banyak berkomentar, hanya saja sebut beberapa penduduk yang enggan namanya disebutkan menyatakan pertengkaran berujung maut itu merupakan akumulasi dari kerenggangan hubungan yang terjadi antara Herianto dan istrinya.

Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Harry Azhar Harahap mengatakan, pihaknya belum tahu sebab pasti kebakaran. Tim Labfor Polda su yang akan mendatangi TKP. (wan/nang/smg)

Jalan Medan-Belawan Diblokir 5 Jam

Khawatir Tanggul Sungai Deli Jebol

MEDAN- Warga Lingkungan VI di Jalan KL Yos Sudarso Km 18, Medan Labuhan menggelar aksi blokir jalan selama lima jam sebagai cara untuk menegur Pemko Medan agar membangun tanggul Sungai Deli yang sudah mengkhawatirkan warga. Pasalnya, sejak 11 tahun lalu hancurnya tanggul akibat dihantam banjir tak kunjung dibangun oleh pemerintah.

Aksi pemblokiran jalan itu dilakukan sejumlah masyarakat yang bermukim di pinggiran benteng sungai deli melakukan aksi protes, Senin (19/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Di bawah guyuran hujan deras, masyarakat yang didominasi kaum ibu – ibu menutup akses jalan utama penghubung Medan menuju Belawan sebagai bentuk rasa protes dan kekecewaan mereka kepada pemerintah.  Akibatnya, sejumlah kendaraan terjebak kemacetan panjang.

“Jangan kasih jalan mobil atau kereta, sudah seminggu benteng retak, tapi sampai sekarang tidak juga diperbaiki, kalau pejabat pemerintah tak datang kami tetap bertahan menutupi jalan ini,” teriak sejumlah warga di badan Jalan KL Yos Sudarso Km 18, Medan.

Akhirnya pemblokiran Jalan Medan-Belawan itu dibuka setelah sejumlah pejabat Pemko Medan seperti Sekda Medan Ir Syaiful Bahri, Kepala Dinas PU Bina Marga Gunawan Surya Lubis,  Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II,  Yuda Mediawan  dan Kapolresta Belawan, AKBP Hendro Kiswanto serta Camat Medan Labuhan Zain Noval.
Dihadapan warga, Sekda Medan Syaiful Bahri menjawab pihaknya meminta maaf atas kekecewaan warga terkait lambatnya perbaikan tanggul Sungai Deli yang di tempati sekitar 140 Kepala Keluarga (KK). “Kami akan segera bangun tanggul.  Tapi, buat tanggul darurat dulu,” ujarnya.

dengan membangun benteng dari goni yang berisi pasir dan batu kerikil. Kami harap benteng dapat menekan air ke bawah sehingga bisa sebagai penahanan sementara. Pada 2012 tanggul akan dibangun bersama BWSS II,” ucapnya dihadapan warga.

Kadis PU Bina Marga, Gunawan Surya menyebutkan, benteng yang sudah rusak akibat posisinya di tikungan sepanjang 25 meter dengan tinggi 10 meter. Pihaknya mengaku sudah membangun benteng sementara, tapi masyarakat meminta agar dibangun beton. Sebenarnya, pembangunan yang diharapkan merupakan kewenangan pemerintah pusat karena anggarannya besar,” katanya.

Dia memeberkan, pihaknya sudah melakukan penambahan dengan batu alam jenis gajah yang didatangkan dari Tuntungan sebagai pencegah jebolnya coran tanggul benteng yang sudah longsor sepanjang 10 meter. “Jadi, kami sudah menanggulangi secara non teknis. Kalau untuk bangunan ‘Sheet File’ yakni tanggul yang dibangun dari beton harus ditanam dengan kedalaman 15 meter dan baru diisi dan dipadatkan dengan tanah. Tapi itu merupakan kewenangan BWS wilayah Sumut II yang merupakan perpanjangan tangan dari Departemen PU di Dirjen Sumber Daya Air,” jelasnya.

Gunawan menyebutkan, perkiraan untuk membangun Sheet File dibutuhkan anggaran yang besar karena dibutuhkan sekitar 75 batang Sheet File untuk membangun tanggul sepanjang 30 meter dan tinggi 10 meter. “Kita Pemko Medan sifatnya hanya membantu menanggulangi banjir sebelum BWSS II melaksanakannya secara teknis,” sebutnya.
Kepala BWS Sumut II, Yuda Mediawan mengatakan tanggul yang dibangun sementara karena darurat dari karung-karung goni sudah cukup aman bagi warga. Namun, sifatnya masih sementara dan di tahun 2012 akan dibangun tanggul dengan anggaran sebanyak Rp13,5 miliar.

Selain itu, tambah Yuda, tanggul di sepanjang sungai Deli yang kritis juga akan dibangun dan akan dilakukan pengerukan, sedangkan draftnya sudah diajukan ke Komisi V DPR RI dan Kementerian PU. Dimana, persetujuannya untuk dana multiyears selama tiga tahun, 2012 hingga 2014 sebesar Rp100 miliar untuk pembangunan tanggul ini.
Begitupun, Yuda berharap ada penataan di pinggir sungai. Kawasan pinggiran sungai tidak lagi ada bangunan, rumah juga kebun.  “Ini  akan menyulitkan pemeliharaan ke depan, kendaraan alat berat sulit masuk ke pinggir tanggul. Untuk itulah, kami berharap masyarakat sabar. Kami menyadari kekhawatiran air naik itu pastilah ada,” bebernya.
Setelah dilakukan dialog, sejumlah pejabat tersebut bersama perwakilan masyarakat meninjau lokasi tanggul yang akan robuh tersebut. (adl/gus)

Kuatkan Tata Kelola Perguruan Tinggi

 USU Jalin Kerjasama dengan BPKP

MEDAN- Universitas Sumatera Utara (USU) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sepakati kerjasama tentang Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi (Good University Govermance).

Rektor USU diwakili Pembantu Rektor II Prof Dr Ir Armansyah Ginting, menyambut baik kesepakatan dimaksud. “USU menyambut baik kesepakatan dengan BPKP yang terjalin hari ini. Kerjasama ini merupakan perpanjangan atas kerjasama yang telah terjalin sebelumnya yaitu sejak tahun 2007 lalu,” ujar Armansyah didampingi Pembantu Rektor IV Prof Dr Ningrum Natasya Sirait SH MLI dan Pembantu Rektor V Ir Yusuf Husni, dalam acara penandatangan nota kesepahaman kerjasama yang berlangsung di Kampus USU, kemarin (19/12).

Naskah nota kesepahaman kerjasama yang telah ditandatangani oleh Rektor USU Prof Dr dr Syahril Pasaribu DTM&H MSc(CTM) SpA(K) turut pula ditandatangani Kepala BPKP dalam hal ini Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Mohammad Yusuf Ak ME CFE.

Sementara itu, uraian rinci atas nota kesepahaman tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kahumas USU Bisru Hafi SSos MSi, bahwa ruang lingkup nota kesepahaman yang ditandatangani antara USU-BPKP tersebut meliputi tiga poin penting.

Diantranya yakni, pendampingan transformasi USU dari PT BHMN menjadi Perguruan Tinggi Pemerintah dengan PPK-BLU.

Kedua, melanjutkan beberapa kegiatan pendampingan seperti pendampingan pengembangan sistem informasi akuntansi dan keuangan di lingkungan Universitas Sumatera Utara, dan penyusunan laporan keuangan USU. Sedangkan poin terakhir yakni, meliputi pendampingan kegiatan pengadaan barang dan jasa di USU.

“Selanjutnya, dalam implementasi nota kesepahaman ini, BPKP akan membentuk Tim Asistensi dengan tugas antara lain memberikan pendampingan yang bertujuan untuk penguatan tata kelola perguruan tinggi dalam hal ini USU,” terang Bisru.

Sementara itu, selepas acara penandatanganan tersebut, paparan rencana peningkatan kerjasama lanjutan antara USU-BPKP Pusat yang disampaikan Deputi PIP Bid Polsoskam Dr Achmad Sanusi MSPA, meminta kesedian USU untuk melaksanakan tugas pendidikan bagi para tenaga akuntansi dan pengelola keuangan di daerah khususnya wilayah Sumbagut.

Rencana tersebut akan tertuang dalam bentuk kerjasama Program Peningkatan Kualifikasi Pendidikan bagi SDM Pengelola Keuangan dan Tenaga Akuntansi di daerah yang diharapkan sudah akan terlaksana pada 2012.
Tujuan program ini, disamping tersedianya tenaga akuntansi dan pengelolaan keuangan daerah yang memiliki kualifikasi keilmuan dan keterampilan yang baik juga dalam rangka tersedianya laporan keuangan pada institusi pemerintah di daerah dengan predikat WTP.

“Nantinya para tenaga akuntansi dan pengelola keuangan daerah akan diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi hingga ke jenjang S2 (Magister) dengan fasilitas pembiayaan studi yang bersumber dari bantuan pendidikan atau beasiswa,” ungkap Achmad.

USU, menurut Arman,  siap untuk hal ini, karena ini juga merupakan bagian dari tugas USU dalam memberikan pendidikan khususnya bagi peningkatan pengetahuan terkait dengan tersedianya tenaga pengelolaan keuangan daerah dengan kualifikasi dan kemampuan sebagaimana yang diharapkan.(uma)

Dipermalukan Malaysia

PSMS vs Sime Darby

MEDAN- PSMS dipermalukan klub Divisi Utama asal Malaysia Sime Darby di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Teladan, dengan skor tipis 0-1. Gol tunggal Sime Darby dikemas Asrol Ibrahim pada menit 18.

Sime Darby tampil dominan pada laga itu. Lapangan yang tergenang tampaknya tak jadi soal bagi mereka. Sedangkan dari kubu PSMS, Raja Isa sebagai pelatih membeberkan bahwa timnya sedikit terganggu karena kondisi lapangan yang buruk karena genangan banjir.

Pemain Sime Darby tampak lebih tenang dan jarang bikin kesalahan meski kondisi lapangan tak memungkinkan. Anehnya skuad PSMS malah lebih sering bikin kesalahan dan sering terjatuh. Tak pelak berbagai umpan yang dilakukan pemain PSMS kerap kandas di lapangan.

Pada pertandingan tersebut banyak menghasilkan peluang-peluang gol bagi kedua tim. Namun, penyelesaian akhir sangat jarang yang mumpuni. Termasuk akibat blok dari bek dan penyelamatan dari masing-masing kiper.

Pada babak pertama di menit ke-18 akhirnya lewat sontekan pemain Sime Darby bernomor punggung 13 Asrol Ibrahim, klub Malaysia ini berhasil mencetak gol dan hasil tersebut bertahan hingga turun minum.

Seharusnya di babak kedua PSMS mampu menyamakan kedudukan di menit ke-53. Inkyun Oh dilanggar di kotak terlarang. Sayang seribu kali sayang, eksekusi yang dilakukan striker andalan PSMS Osas Saha tak berujung gol. Sepakannya melambung ke atas mistar gawang. Dan hasil 0-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit Fazar Ginting yang memimpin pertandingan.

“Ini kali pertama PSMS bertandingan dengan kondisi lapangan becek. Ini menjadi pelajaran berharga. Dan ini juga akan menjadi evaluasi bagi tim,” kilahnya usai pertandingan.

Ia berjanji pada pertandingan kontra Perak FC, skuad inti akan dipadukan dengan pemain U-21. “Ini akan menjadi kesempatan bagi pemain PSMS untuk mendapat ilmu dan pengalaman dari klub yang berlaga di kasta tertinggi di Malaysia,” tutur Raja Isa.

Sementara itu pelatih Sime Darby Ismail Zakaria menuturkan, kondisi lapangan tak masalah bagi timnya. “Hal ini (Kondisi lapangan, Red) sama saja dengan di Malaysia. Namun, itu bukan jadi alasan kemenangan kita. Kita hanya berperang taktik pada laga ini,” katanya.

Presiden Sime Darby Abdul Rahim yang turut pada konferensi pers usai laga menuturkan, 20 tahun lalu ia sempat memperkuat klub Selangor dan bertandang ke Medan kontra Harimau Tapanuli. Ia mengaku, perkembangan sepak bola di Medan sama sekali tak berbeda. “Tak ada perubahan hingga saat ini,” tuturnya sambil berguyon. (saz)

 

Akuntansi Unimed Gelar Kuliah Bersama Praktisi

MEDAN- Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (Unimed), melaksanakan kegiatan ilmiah bertajuk “Kuliah Bersama Praktisi” di Aula Fakultas Ekonomi, Kampus Unimed, Jalan Willem Iskandar Medan, Sabtu (17/12) lalu.

Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir perkuliahan semester ganjil, tahun akademik 2011-2012 dengan mengundang narasumber dari kalangan praktisi untuk memperkaya wawasan bagi mahasiswa yang telah mengikuti kuliah secara teori selama satu semester.

Ketua Jurusan Akuntansi FE Unimed Drs La Ane MSi, didampingi Dosen Pengasuh matakuliah Azizul Kholis SE MSi, yang juga anggota Senat Fakultas dan Dosen Akuntansi lainnya Mhd Ridha Habibi SE Ak MSi, saat membuka acara menjelaskan, kegiatan ini merupakan sebuah strategi pembelajaran yang dirancang oleh jurusan akuntansi Unimed untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam rangka mewujudkan kompetensi mahasiswa.

Menurut La Ane, perkuliahan secara teoritis harus didukung juga dengan pertukaran informasi dan pengalaman-pengalaman praktis di dunia usaha, sehingga mahasiswa dapat memahami perkembangan bisnis saat ini dan juga dapat menganalisa sejauhmana kesenjangan antara teori yang dipelajari dibangku kuliah dengan kenyataan dilapangan sebelum melaksanakan kuliah kerja Usaha (KKU) yang merupakan bagian dari kurikulum di jurusan akuntansi Unimed.
Kemudian La Ane juga menekankan, bahwa kegiatan ini sangat penting bagi pengelola program studi karena dapat menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dunia usaha sebagai pengguna lulusan perguruan tinggi.

Sementara itu, Dosen Pengasuh Mata Kuliah yang menjadi fasilitator dalam acara ini Azizul Kholis menjelaskan, praktisi yang diundang pada kegiatan kuliah bersama praktisi pada semester ganjil tahun Akademik 2011-2012 ini terdiri atas dua mata kuliah yaitu mata kuliah manajemen strategis adalah Ir Zahir MAP, Staf Ahli Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara yang pernah berpengalaman menjadi manager marketing pada perusahaan berskala nasional, dan mata kuliah etika bisnis menghadirkan praktisi bisnis Abdiyanto SE MSi, yang juga memahami tentang Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari etika bisnis perusahaan.

Kedua penceramah dalam kesempatan tersebut menekankan, pentingnya mahasiswa belajar secara serius baik teoritis maupun aplikasi dilapangan, sehingga setelah lulus nantinya mahasiswa siap menjadi sarjana yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha. (uma)

Pemkab Biarkan Bangunan di DAS

LANGKAT- Pemkab Langkat dinilai telah kehilangan wibawa sekaligus tidak bernyali, menyusul belum adanya sikap tegas terkait berdirinya bangunan seputar daerah aliran sungai (DAS) Sei Batang Serangan, persisnya di inti kota Kecamatan Tanjungpura.

“Sikap lambat diperlihatkan Pemkab tidak mencerminkan kewibawaan, sampai sejauh ini belum ada ketegasan terkait berdirinya bangunan di DAS itu. Dengan pembiaran itu, hilanglah wibawa eksekutif,” kata Ketua Komisi IV Bidang Pembangunan dan Lingkungan DPRD Langkat, Sri Wahna Kaban, Minggu (18/12).

Wahna meminta instansi terkait jajaran Pemkab berlaku tegas tanpa memilah pihak manapun melakukan pelanggaran, tujuannya agar tidak memberi ruang kepada pelaku-pelaku lainnya yang mencoba berbuat sama. Namun, dugaan pembiaran terjadi saat ini dikhawatirkan membuat warga kehilangan kepercayaan kepada Pemkab.

Kabag Humas Pemkab Langkat, H Syahrizal menjelaskan sesuai instruksi pernah disampaikan Sekdakab Langkat, Surya Djahisa dalam satu kesempatan menyebutkan pihaknya tinggal menentukan momen melakukan action. (mag-4)

Sekolah Formal Banyak Prestasi, Karir Malah Anjlok

Sungguh disayangkan, mereka yang pada saat sekolah formalnya sering disanjung oleh para kerabatnya karena sering memperoleh rangking pertama pada setiap penerimaan rapor, malah di antaranya berpredikat bintang sekolah, sehingga memperoleh beasiswa, namun karirnya anjlok. Berarti ada sesuatu yang tidak beres.

Mengapa Demikian? Kiranya perlu menjadi bahan evaluasi praktisi pendidikan. Namun penulis bisa memberi kemungkinan penyebabnya. Antara lain, orangtua yang dalam memperhatikan pendidikan anak-anaknya hanya dengan menanyakan nilai ulangan, sebagaimana yang sudah mentradisi dari generasi ke generasi, juga jumlah ilmu yang diperolehnya. Bukannya seputar pengetahuan yang diperoleh serta dipahami. Padahal yang terakhir ini, bila diajukan setiap hari, cepat atau lambat akan memperkuat kesadaran mereka akan pendidikan sebagai yang terhubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

Pengetahuan yang diperolehnya setengah-setengah. Memang banyak dari mereka memperoleh nilai bagus pada rapornya. Terlebih pada siswa yang rajin menghapal. Maka tak heran mengapa banyak alumnus yang tidak siap pakai. Ibarat belajar nama-nama hewan, tetapi ketika mengunjungi kebun binatang, bingung sendiri, mana rusa, gajah, atau lainnya, padahal kadangnya masing-masing sudah mereka lewati.

Terjebak pada pendidikan yang bersifat reproduksi alumnus. Sehingga wawasannya bersifat klise dalam berucap, bertindak, dan berbuat, sesuai dengan program kurikulum yang ditetapkan pihak birokrat.

Prof Dr Paulo Freire asal Brasil menganggapnya sebagai lembaga yang hanya memproduksi alumnus yang miskin bahasa, yang gilirannya beresiko bagi timbulnya budaya bisu.

Mereka tidak sadar, profesi pekerjaan menuntut penyesuaian pengetahuan dengan modernisasi. Yang terakhir ini perlu kreativitas, pola pikir asosiasi, atau improvisasi demi mengantisipasi persaingan. Tetapi apa mungkin terwujud bila pola belajarnya seperti itu?

Adanya pertalian antar nilai dalam kedisiplinan ilmu, yang seharusnya bisa menghasilkan rumusan yang khas, tetapi berhubung sejak awal pola belajarnya sudah seperti itu, sehingga pengungkapannya masih terasa gabungan, belum bersifat sintesis.

Tidak merasakan sebagai yang terhubungkan dengan dunia. Motivasi belajarnya semata-mata karena prosedural akademi belaka. Asal disiplin, rajin belajar, dan ulet, dianggapnya sudah cukup, serta berlanjut dengan perolehan rapor bernilai bagus.

Banyak  materi pelajarannya yang tidak ditujukan untuk meningkatkan peradaban bangsa, tidak diarahkan untuk memberikan nilai tambah pada pemecahan problematika kehidupan.

Kurangnya dialog dengan guru, miskin inisiatif atau kurang waktu. Padahal tanpa dialog, terdidik bisa merasa terasing oleh materi pelajaran yang sering bersifat naratif dan verbal, meskipun nilai rapornya bagus.

Ingat, setiap materi pelajaran menimbulkan problematis dari berbagai segi yang bila depecahkan melalui dialog akan menciptakan fleksibelitas intelektual terhadap materi pelajaran (unsur penting dalam hidup ini). Kelak siswa akan mempunyai banyak pilihan, termasuk dari hasil inisiatif atau analisanya sendiri.

Minimnya dialog otomatis akan mengurangi rangsangan mengajukan problematis yang muncul dari pelajaran. Gilirannya hanya akan menciptakan sikap patuh siswa dengan mendengarkan, memperhatikan, dan mengerjakan. Lalu pendidik mengontrol, sejauh mana perhatian mereka melalui apa yang dikenal dengan ujian, test atau ulangan.

Bercerminlah terhadap obsesi kaum buta huruf untuk bisa membaca. Tampak sekali, guru maupun siswa sama sama merasakan, buta huruf hanya akan menimbulkan keterbelakangan, kebodohan, dan kebingungan. Karena itu, mereka memperlihatkan antusias tinggi saat mengikuti problem pemberantsan buta huruf. Mereka tidak mau dinyatakan sudah bisa membaca, bila kenyataannya belum sempurna benar atau masih kurang lancar. Malah terpikirkan pun tidak. Tujuannya cuman satu, yaitu bisa membaca.(*)

Penulis/Pengirim: Nasrullah Idris
Bidang Studi: Reformasi Sains
Matematika Teknologi

PSDS Hajar Perseba Bangun Purba

PSDS Deliserdang sukses menundukkan Perseba Bangun Purba dengan skor 4-1 pada laga uji coba yang dilaksanakan di Lapangan Batu Ginging Bangun Purba, Senin (19/12). Striker Traktor Kuning-julukan PSDS, Tubagus Rudi jadi bintang lapangan lewat hattricknya di menit 43, 75, dan 85.

“Cukup baik ya, tim menunjukkan peningkatan yang konstan. Namun masih terdapat kekurangan di komunikasi antar pemain dan finishing. Ini jadi pekerjaan rumah kita,” ucap Pelatih Kepala PSDS, Dosman Sagala via sambungan telepon kepada wartawan Sumut Pos.

Permainan individu yang mendominasi membuat skuad Traktor Kuning kebobolan lebih dulu di babak pertama. Adalah gelandang Arian Yuliardi gagal mempertahankan bola langsung dimanfaatkan tuan rumah melakukan counter attack dan menjebol gawang PSDS.

Kebobolan 1-0, Tubagus dkk membangun serangan dengan menampilkan kerjasama antar pemain. Memanfaatkan ballpas untuk memainkan pola satu dua dilanjutkan shooting keras dari Tubagus untuk menyamakan kedudukan, 1-1. Kedudukan ini bertahan hingga turun minum.

Keputusan Dosman memasukkan empat pemain di babak kedua langsung menambah daya gempur tim. Vicky masuk menggantikan Edi Suhendra, Wawan menggantikan Aryan Yuliardi, Bp Simbolong menggantikan Ridho, dan Agung Surya menggantikan Ronal Sinaga.

Di menit 68, Budi Setiawan menyumbangkan gol kedua lewat tendangan keras dari luar kotak penalty setelah memanfaatkan track ball dengan baik. Tidak puas, dua gol kembali disumbangkan Tubagus (75′ dan 85′) sekaligus menutup kemenangan si Traktor Kuning 4-1 atas tuan rumah.

Manager PSDS Datok H Slamat Ferry menyambut baik kemenangan tim asuhannya. “Ini berkat kerjasama dan semangat para pemain yang hendaknya terus ditingkatkan.

Tidak ada yang tidak bisa dilakukan dengan kerjasama dan semangat tempur yang tinggi dari anak-anak kami,” ucap Datok (sapaan akrab Datok H Slamat Ferry).

Pembinaan yang sedang digalakkan di PSDS lanjutnya, menunjang program Gerakan Deli Serdang Membangun (GSDM) dari Bupati Deli Serdang Amri Tambunan. Untuk itu Datok yang juga merupakan Wakil Ketua Reil Estate Indonesia Sumatera Utara (REI Sumut) mengharapkan kontribusi dari berbagai pihak, terlebih warga Deli Serdang.
“Pembangunan tidak melulu fisik tapi juga semangat sebagai warga Deli Serdang. Untuk itu, saya himbau seluruh anggota REI yang beroperasi di Deli Serdang turut berkontribusi membina tim kebanggaan kita, si Traktor Kuning ini,” himbau Datok.

Rabu (21/12) nanti PSDS kembali menggelar laga ujicoba di Stadion Baharoeddin Siregar Deli Serdang. Hal ini untuk mematangkan persiapan melakoni kompetisi Divisi Satu PSSI yang digelar Januari 2012 mendatang. (jul)

Bekali Wisudawan dengan Soft Skill

MEDAN- Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan M Isa Indrawan mangatakan, sebuah lingkungan yang bersih akan mendukung suasan kampus yang asri. Selain itu, memberi semangat kepada mahasiswa dalam menimba ilmu.

Melihat hal ini, Unpab Medan mengkampanyekan gerakan kampus bersih dalam mempromiskan kampus yang bebas sampah, dan hijau asri.

“Gerakan ini dilaksanakan mengingat peradaban bersih, masyarakat kampus akan hidup lebih sehat,” ucap  M Isa Indrawan, saat mewisuda lulusan di gedung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), kemarin (18/12).

Dia juga menyatakan, gerakan ini telah dilaksankan secara terus menerus di lingkungan kampus dan lingkungan sekitarnya. Program ini dilakukan setiap minggunya yang dikenal dengan sebutan No Jaim Day. “Maksudnya No Jaim Day ini, semua pihak mempunyai tugas yang sama tanpa ada perbedaan status dalam kampanye bersih ini,” ucap Isa.
Isa juga menyampaikan, untuk mendukung sistem akademik yang baik, Unpab juga  bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri dalam fasilitas pembayaran secara online. Sehingga memudahkan mahasiswa melakukan pembayaran uang kuliah.

Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Yayasan Prof Dr H Kadirun Yahya Hj Yasmin Siti Khadijah, menyatakan, Unpab senantiasa membekali lulusannya dengan soft skill yang baik. Sebab, dunia kerja saat ini membutuhkan orang-orang yang memiliki soft skill. “Bukan nilai dari indeks prestasi kumulatif (IPK) saja,”  jelasnya.

Yasmin juga menyatakan, pihak yayasan telah menetapkan 7 nilai dasar yang harus diikuti semua pihak. Ketujuh nilai ini sangat penting dalam membentuk kepribadian.

Ketujuhnya yaitu melaksanakan salat, zikir, bersyukur, bersuka cita dan tidak mengeluh, optimis dan tidak putus asa, rendah hati dan apa adanya, berpikir positif, berempati dan memberikan solusi dan patuh kepada pimpinan.
“Dan, orang-orang seperti inilah yang akan lulus dalam seleksi perekrutan dan juga berhasil dalam kerja wirausaha,” jelasnya.

Ketua Panitia Wisuda, Robi Krisna mengatakan, lulusan Unpab yang diwisuda periode kedua tahun 2011 ini sebanyak 604 orang, terdiri dari 35 orang dari program pascasarjana, 101 program S1 fakultas hukum, 161 fakultas ekonomi, 41 fakultas pertanian, 163 fakultas teknik, 10 fakultas filsafat, 65 orang dari fakultas agama Islam (FAI), dan 28 orang D-III fakultas teknik. (uma)