28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14302

Kotak Berisi Koin dan Selebaran

Gereja Katholik Jalan Pemuda Diteror

MEDAN- Gereja Katholik Jalan Pemuda Medan dikejutkan dengan kotak yang disinyalir berisi bom. Kotak tersebut diketahui pada Minggu (18/12) sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat ditemui Sumut Pos, N Manalu pegawai Gereja Katholik tersebut mengaku, dia melihat seorang pria membawa bungkusan kotak berwarna cokelat dan meletakkannya di dekat pos satpam. Kemudian, lelaki tersebut memindahkan kotak itu lagi ke depan pelataran pintu masuk gereja.

Karena curiga, N Manalu mendekati pria tersebut dan memanggilnya. Namun, panggilan itu tak dihiraukan, lelaki tersebut dengan buru-buru meninggalkan gereja dan langsung masuk ke dalam mobil Eskudo berwarna hijau yang dikendarai rekannya. “Tadinya saya mau keluar sebentar. Saya lihat ada yang meletakkan kotak warna cokelat di dekat pos satpam.  Setelah itu, pria tersebut memindahkannya ke depan pintu gereja. Pas saya panggil, dia seperti buru-buru pergi meninggalkan gereja dan menaiki mobil yang menunggunya,” kata Manalu.

Karena curiga dengan isi kotak, Manalu memberitahukan kejadian tersebut kepada Dharma, petugas keamanan gereja tersebut. Kemudian, dengan dilengkapi alat pendeteksi unsur logam, Dharma memeriksa kotak dan alat tersebut mengeluarkan bunyi.

“Saya lapor sama bagian petugas keamanan. Saya takut dan kita juga antisipasi. Ini kan menjelang Natal, kemungkinan saja ada orang yang sengaja meneror dan membuat takut para jemaat. Saat itu kondisi gereja sunyi, karena masih pagi ya. Belum ada jemaat yang datang,” jelasnya.

Sementara itu, Dharma yang dikonfirmasi mengatakan pada kertas kotak berwarna cokelat tersebut berisi tulisan yang ditujukan kepada gereja. Namun, tidak tertulis siapa pengirimnya. Lantas, setelah ada indikasi barang mencurigakan di dalam kotak itu, dirinya langsung memindahkan kotak ke dekat gerbang gereja.

“Kotaknya ditujukan pada jemaat gereja. Ada tulisannya di atas kotak. ‘Kepada Yth. Para Jemaat Gereja Katholik Jalan Pemuda Di Medan – Sumut’. Tapi identitas pengirimnya nggak dibuat. Kita memang memiliki alat pendeteksi. Jadi karena mencurigakan, saya periksa, ternyata alatnya berbunyi,” ujarnya.

Kemudian pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut pada petugas Polsek Medan Kota. Selanjutnya tim penjinak bom turun ke lokasi kejadian dan mengamankan kotak tersebut.

Menurutnya, teror bom yang dilakukan oleh orang tak dikenal di gereja tersebut sudah terjadi tiga kali saat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru ini. Selain itu, lanjutnya, sekita pukul 07.00 WIB pagi itu, jemaat mendatangi gereja karena akan melaksanakan misa katholik. “Memang paginya kita ada misa. Otomatis gereja ramai. Tapi kita sudah berpesan agar para jemaat tidak usah khawatir dan dapat menjalankan misa dengan baik. Kita sudah antisipasi itu. Petugas kepolisian juga sempat membuat police line di tempat penemuan kotak tadi, tapi sekarang udah dicabut,” ujarnya.

Dengan peristiwa tersebut, pihak gereja akan lebih meningkatkan pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru ini. “Keamanan gereja akan lebih kita tingkatkan. Ini perbuatan orang yang sengaja mau meneror kita. Jadi petugas kepolisian juga kita harap untuk lebih melakukan pengamanan khususnya di wilayah gereja dan rumah ibadah lainnya,” harapnya.

Terpisah, Kapolsekta Medan Kota, Kompol M Sandy Sinurat yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Tim gegana dari satuan Brimob langsung turun ke lokasi dan barang yang dicurigai sebagai bom, telah diamankan ke Brimob dan dilakukan pemeriksaan.

“Setelah diamankan, dan diperiksa melalui detektor memang isinya ada logam koin dan selebaran kertas. Jadi isinya bukan bom, hanya berupa teror saja. Kita juga sudah mintai keterangan dari saksi yaitu satpam gereja, sekarang masih diproses dan diselidiki,” bebernya. (mag-11)

Mayat Bergelimpangan dan Membusuk

Korban Tewas Badai di Filipina Terus Bertambah

MANILA- Korban tewas badai di Filipina terus bertambah. Data terakhir akibat Badai Washi yang berimbas pada banjir bandang mencapai 652 jiwa. Sedangkan sekitar 800 orang lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian oleh petugas penyelamat.

Seperti dilansir oleh Reuters, Minggu (18/12), data terbaru Palang Merah Filipina menyebutkan sebanyak 652 orang yang menjadi korban tewas berasal dari 8 provinsi di wilayah selatan Mindanao. Korban paling banyak terjadi di Kota Cagayan de Oro dan Iligan di pulau tersebut. Kedua tempat ini yang paling parah mengalami kerusakan akibat banjirn
bandang setelah terjangan topan. Seluruh desa tersapu saat badai tropis Washi mengobrak-abrik Filipina selatan.

Pemerintah dan Palang Merah Filipina meminta bantuan makan, pakaian, dan tempat tinggal bagi lebih dari 35.000 orang yang berkumpul di pusat-pusat evakuasi. Sekitar 20.000 personel militer dikerahkan untuk melakukan penyelamatan terhadap korban dan memberikan bantuan kepada warga yang selamat di pantai utara Pulau Mindanao.
Warga setempat mengatakan, jasad-jasad korban memenuhi kamar-kamar mayat di Cagayan de Oro.

Para petugas bekerja ekstra untuk menangani korban tewas, menyediakan peti mati, dan air untuk membersihkan mayat agar tidak membusuk. Mayat-mayat itu cepat membusuk karena tubuh mereka dipenuhi air dan lumpur. Selain kekurangan peti mati, Filipina juga kekurangan formalin untuk mengawetkan jenazah.

“Kota kami dilanda banjir, kami hanya memiliki sedikit formalin. Butuh empat jam untuk mengawetkan setiap jenazah dan saat ini, lebih dari 200 jenazah harus diawetkan secepat mungkin,” ujar pengurus jenazah Dexter Lacson, seperti dikutip AFP, Minggu (18/12).

Salah seorang pejabat Departemen Kesehatan Filipina bahkan menyarankan agar jenazah korban dikuburkan di sebuah kuburan massal.
“Setelah jenazah-jenazah ini usai diperiksa, kami mungkin akan membuat kuburan massal,” ujar pejabat Departemen Kesehatan Filipina.
Wali Kota Cagayan de Oro, Vicente Emano, memperkirakan korban tewas di wilayahnya mencapai 500-an orang. Akibat banyaknya korban tewas, rumah pemakaman Somo menolak menerima dua jasad anak yang tenggelam.
“Kami tidak dapat menerima anak-anak tenggelam. Kami sudah kewalahan. Kami hanya memiliki empat alat pembalsem,” kata Ryan Somo, salah satu anggota keluarga pemilik rumah pemakaman.

Kekurangan air bersih juga melanda kota-kota yang dilanda bencana. Pemerintah Kota Cagayan de Oro terpaksa membuka hidran kebakaran untuk memasok air bersih. Warga pun terpaksa mengantre panjang warga terjadi untuk mendapatkan air bersih.

“Peristiwa ini yang pertama kalinya terjadi di kota kami,” ujar Wali Kota Cagayan de Oro, Vicente Emano dalam sebuah wawancara dengan radio setempat.

Menurut Emano, pejabat setempat tidak menerima peringatan dini sebelum badai menerjang. Namun, Badan Bencana nasional menyatakan, pihaknya telah memberikan peringatan dini kepada sejumlah pejabat dan warga di lokasi yang akan dilalui badai Washi pada 3 hari sebelumnya.

Diperkirakan 20 jenis badai dan angin topan, yang sebagian besar mematikan, melanda Filipina setiap tahunnya. Badai dan angin topan tersebut seringkali melanda wilayah utara Filipina. Sedangkan wilayah selatan Filipina selalu terhindar dari badai, oleh karena itu saat badai Washi melanda, banyak warga yang tidak bersiap.

Pemerintah Filipina telah mengerahkan militer mereka ke lokasi bencana, baik untuk mengevakuasi korban tewas maupun menangani para korban yang masih hidup dan terpaksa harus mengungsi.

“Bencana ini sangat besar. Kami tidak pernah berpikir jumlah korban tewas sampai sebesar ini,” ujar Menteri Pertahanan Filipina Voltaire Gazmin.

Gazmin berencana langsung terbang ke Cagayan de Oro bersama para petinggi militer lain. Prajurit militer Filipina bersama petugas penyelamat lain bekerjasama menyelamatkan para korban yang selamat dan juga mengevakuasi mereka yang tewas.

Tugas mereka sangat berat mengingat banyak akses jalan terputus dan juga genangan lumpur yang sangat berbau akibat mayat-mayat korban yang memang menjadi cepat membusuk karena terendam air.  (ap/afp/rtr/jpnn)

Warga Bandar Klippa tak Peduli Gerimis

Minggu Sehat Bersama Sumut Pos

MEDAN-Minggu Sehat bersama Sumut Pos kembali digelar. Kemarin, even ini digelar di Lapangan Reformasi Bandar Klippa Jalan Medan Batang Kuis Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Minggu pagi pukul 06.00 WIB (18/12).

Meski ditemani hujan germis warga Percut Sei Tuan tampaknya tidak kehilangan semangat. Buktinya, senam pagi kemarin yang dipandu tiga orang dari Asosiasi Instruktur Senam dan Fitnes (ASIAFI) Sumatera Utara yakni Meylan, Eci, dan Citra, berlangsung dengan meriah.

“Selama dua minggu  belakang ini, peserta yang mengikuti Minggu Sehat Sumut Pos  sangat banyak,” terang panitia, Adnan C Nainggolan.

Lelaki yang akrab dipanggil Anang ini menambahkan, Minggu Sehat Sumut Pos merupakan agenda yang didukung Durol, Holtis Care, Akademi Kebidanan Delima, Kumbang Mas Elektronik, Sindo Radio, Asiafi Sumut, Radio Dangdut Indonesia, dan Radio Sonya FM.  “Selain senam, kami juga menyediakan lucky draw seperti handphone, kompor gas, blender, dispenser, sertika dan lainnya. Untuk mendapatkan hadiah undian tersebut, peserta diwajibkan untuk mengisi formulir Minggu Sehat Sumut Pos dan meletakkannya ke kotak undian yang telah disediakan,” terang Anang.
Kepala Desa Bandar Klippa, Suripno SH, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan sangat bermanfaat.  “Desa Bandar Kllipa siap membantu dan selalu mendukung kegiatan yang baik dilakukan harian Sumut Pos,” bilang Suripno.

Hal senada juga diungkapkan, Meylan salah satu pemandu senam. Dia menyebutkan kegiatan yang dilakuakan Harian Sumut Pos sangat positif. Pasalnya kegiatan yang dilakukan ini merupakan bahagian dari membentuk stamina agar tetap sehat dan terlihat bugar. “Tentunya dengan melakukan senam dapat juga terhindar dari penyakit-penyakit yang tidak dinginkan,” kata Meyland.

Meylan berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan harian Sumut Pos di daerah yang berada di Sumatera Utara lainnya. (omi)

Kaum Pria Dirikan Tenda setelah Ungsikan Anak-Istri

Warga Mesuji Nekat Bertahan dari Gusuran Perkebunan Sawit

Sengketa tanah di Mesuji, Lampung, tampaknya, akan semakin panas. Warga yang merasa dirugikan nekat bertahan dengan membangun tenda darurat. Semakin hari, jumlah mereka makin bertambah.

GUNAWAN SUTANTO, Mesuji

Jamroni dan sejumlah tetangga duduk di pos yang didirikan warga di Register 45 Sabtu (17/12) malam. Register 45 merupakan tanah yang disengketakan antara 3.000 warga dan PT Silva Inhutani Lampung (SIL). Perebutan tanah itu beberapa kali berujung pada bentrokan antara warga dan pamswakarsa yang dibentuk perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Puncaknya terjadi pada 8 September lalu. Yakni, warga diusir oleh tim terpadu perlindungan hutan Provinsi Lampung. Mereka selama ini dianggap sebagai pembalak liar. Kini tak menutup kemungkinan konflik tersebut bakal terulang. Sebab, sekitar 2.500 orang pada 14 Desember lalu kembali menduduki tanah yang mereka anggap milik adat tersebut. Mereka mendirikan tenda seadanya untuk tempat tidur.

Jamroni merupakan salah seorang warga yang terusir dan kini masih mati-matian mempertahankan tanah yang dianggap haknya. Dia sudah lebih dari empat tahun menghuni tempat tersebut bersama tiga anaknya. Jamroni merupakan seorang transmigran dari Banyuwangi, Jatim. Melihat kakak dan adiknya sukses menjadi transmigran di Lampung, pria kelahiran 1957 itu pun memilih meninggalkan kampung halamannya di Banyuwangi.

“Sulit cari pekerjaan di kampung. Saya dengar di sini ada bukaan tanah, ya akhirnya saya bersedia,” ujarnya memulai cerita.

Aset di kampung asal yang dia miliki dijual semua. Sebagian digunakan membeli tanah di lahan yang kini menjadi sengketa itu. Awalnya, Jamroni memang merasa kehidupannya jauh lebih baik dengan menjadi petani di ladang tersebut. Namun, hal itu mulai terbalik ketika konflik perebutan tanah meruncing. “Saya awalnya ya tidak tahu kalau jadi bermasalah seperti ini,” katanya.

Kini pascaterusir dari tanah tersebut, Jamroni tetap bertahan di lokasi bersama sejumlah pria lainnya. “Kebanyakan anak-anak dan para istri tetap mengungsi. Tapi, sing lanang-lanang (yang laki-laki, Red) ya bertahan di sini,’’ papar Warjo, penghuni tanah register lain yang berasal dari Jogjakarta.

Keberadaan para petani yang menghuni tanah register memang sangat unik. Mereka bukan hanya asli warga Lampung, melainkan banyak transmigran dari daerah lain seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali. Sebelum tergusur, mereka kebanyakan tinggal sesuai dengan daerah asalnya. Karena itu, di tempat tersebut ada istilah Kampung Bali, Sunda, dan Jawa.

Kasus sengketa tanah di Register 45 sebenarnya sudah berlangsung lama. Sebab, sejak sekitar 1989, ada pembentukan perkampungan di tanah tersebut. Nama perkampungan itu awalnya kebanyakan memakai nama Moro. Misalnya, Morodewe, Morodadi, Morobatu, dan Moroseneng.

Pada 1991, Departemen Kehutanan memberikan areal hak pengusahaan hutan tanaman industri (HPHTI) sementara kepada PT Silva Inhutani Lampung di Register 45 Sungai Buaya Lampung seluas 32.600 hektare. PT SIL merupakan perusahaan patungan antara PT Silva Lampung Abadi dan PT Inhutani V.

Selanjutnya, pada 1997, keluar persetujuan perluasan areal HPHTI PT SIL seluas 10.500 hektare. Nah, di situlah mulai terjadi konflik. Sebab, perluasan area tersebut termasuk lahan yang sudah terdapat kampung warga. Warga sebenarnya sudah melakukan reclaiming perluasan lahan itu. Apalagi, di kawasan yang didiami warga, sudah banyak berdiri fasilitas umum seperti SD, SMP, masjid, musala, gereja, dan pura.

Pada era Menhut MS Kaban, keluarlah surat penolakan reclaiming. Tapi, Kaban tetap tidak mau mengeluarkan areal seluas sekitar 7.000 hektare dari kawasan hutan yang menjadi konsesi PT SIL karena berpegang pada SK Menhut sebelumnya. ’’Sejak itulah konflik tersebut terjadi dan memang, tampaknya, tidak ada upaya penyelesaian dari pemerintah yang berpihak ke masyarakat,’’ ujar Yusuf Ali, koordinator masyarakat dari lembaga adat Megou Pak.
Menurut dia, karena tidak ada upaya penyelesaian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, lembaga adat terus memperjuangkan hak warga yang telah mendiami kawasan tersebut.

Yusuf menyatakan, jika tidak ada solusi terbaik untuk warga yang telah mendiami tempat tersebut, pendudukan akan tetap dilakukan. Semakin hari, warga yang kembali ke daerah tersebut memang makin banyak. Lahan Register 45 itu, oleh PT SIL, ditanami pohon albasia dan karet.

Untuk menuju Register 45, butuh empat jam perjalanan darat dari Bandar Lampung. Register 45 berada di Kabupaten Mesuji. Kabupaten tersebut merupakan hasil pemekaran dengan Kabupatan Tulang Bawang pada 20 November 2008. Tanah Register 45 berada di pinggir jalan trans Sumatera jalur timur.

Sebenarnya, tanah sengketa di Mesuji yang masuk Kabupaten Mesuji bukan hanya Register 45. Ada juga sengketa antara warga dari tiga kampung dan PT BSMI (Barat-Selatan Makmur Investindo). Lahan tersebut berada di sisi barat Mesuji. Sengketa itu terkait dengan tuntutan warga atas plasma sawit. Lahan yang dikuasai PT BSMI itu dimanfaatkan untuk perkebunan sawit. Konflik di situ lebih parah. Warga sempat membakar pabrik. Untuk sampai ke tempat tersebut, butuh waktu dua jam dari pusat Kota Mesuji dengan melewati jalan makadam. (*)

Januari 2011 Dua Tokoh Penting Meninggal

Kaleidoskop 2011 Sumut Dalam Berita

3 Januari
Perayaan Tahun Baru 2011 berubah menjadi petaka. Lamhot Sidabutar (22), mahasiswa Universitas Riau (Unri) Pekanbaru, warga Pematang Siantar, Eli Haholongan Gea (13) warga Desa Dalik Raya Simpang Pagalbuan Simalungun, serta Winda Angraini (14), siswi kelas 2 SMP Taman Siswa Kota Siantar tewas tenggelam saat merayakan libur Tahun Baru di Danau Toba.

Tren kalah di kandang berlanjut ketika PSMS takluk di kandang sendiri kontra Persih Tembilahan dalam Divisi Utama 2010-2011. Sempat unggul 2-0 lewat Zulkarnain dan Gaston Castano, PSMS akhirnya kalah lewat sontekan Leonardo Veron di menit 45 dan 76 serta sontekan Friday Gbeneme di menit 61.

4 Januari
Seorang yang mengaku wartawan Metro TV, Dodi (33) ditikam tetangganya, seorang tukang becak saat bergotong royang di Jalan Denai Gang Lurah, Kecamatan Medan Denai, Selasa (4/1) pukul 17.00 WIB.

6 Januari
Sepuluh kecamatan di Medan terendam banjir akibat Sungai Babura meluap. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Medan Polonia, Medan Barat, Medan Marelan, Medan Johor, Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Petisah, Medan Maimun, Medan Deli, dan Medan Labuhan.

7 Januari
PSMS menang 3-0 melawan Persires Rengat di Stadion Teladan Jumat (7/1) malam dalam lanjutan Liga Indonesia Divisi Utama. Gol dikemas Kurniawan Dwi Yulianto pada menit ke-5, dan Gaston Castano di menit 57 dan 73.

10 Januari
Rumah Putri Syamsul Arifin senilai Rp8,5 M di Jl Siaga Raya No 110 RT 012/RW 004 Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan disita KPK.

11 Januari

  • -Edi Sayaputra (63) bunuh diri di kamar mandi Mushola Aisyiyah, Ranting Melati, Cabang Teladan Satu di Jalan Selamat Gang Salam, Kelurahan Siti Rejo II, Kecamatan Medan Amplas.
    Kematian ini menggenapi kasus bunuh diri selama Januari menjadi 4 orang. Sebelumnya Sentosa Kaban (60) warga Jalan Jamin Ginting Pasar VII Kel, Beringin Padang Bulan Medan gantung diri di kamarnya pada Jumat (7/1).
  • Manogrem (38) warga Jalan Teratai, kawasan Karang Rejo, Medan Polonia Medan, bunuh diri dengan menenggak cairan pembersih lantai di rumahnya, pada hari Sabtu (8/1) lalu. Dan, Zulkifli (37) warga Jalan Gaperta 8 Gang Solo lingkungan 5 Kec Helvetia tengah, gantung diri di kamarnya dengan seutas tali sepatu, Senin (10/1).
  • Bupati Nias, Binahati B Baeha, yang sudah berstatus sebagai tersangka sejak 16 November 2010, dijebloskan ke rumah tahanan (rutan) Cipinang, Jakarta. Binahati ditahan dalam perkara dugaan korupsi dana bantuan penanggulangan bencana tsunami di Kabupaten Nias pada 2006.
  • Sedikitnya 23 murid SDN 105292 Bandar Khalippa di Jalan Masjid Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, mengalami keracunan makanan. Anak-anak tersebut diduga mengonsumisi bakso kojek, jajanan di sekolah mereka, saat jam istirahat pertama pukul 09.30 WIB.

13 Januari
Ketua Forum Komunikasi Antaradat Sumatera Utara yang juga Pemangku Adat Kesultanan Serdang, Tuanku Luckman Sinar Alhaj SH, meninggal dunia, sekira pukul 19.50 waktu Malaysia karena sakit.

14 Januari

  • Bupati Simalungun JR Saragih diperiksa KPK dalam perkara dugaan suap ke hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. JR Saragih diperiksa selama tujuh jam, mulai pukul 09.20 hingga 16.20 WIB.
  • Wali Kota Medan Rahudman Harahap melantik Syaiful Bahri sebagai Sekda Kota Medan menggantikan Fitriyus.

16 Januari
Menteri Koperasi dan UKM RI DR Syarief Hasan secara resmi membuka Imlek Fair 2011 yng dilaksanakan di CBD Polonia Jalan Padang Golf Polonia Medan.

18 Januari

  • Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan mendarat di Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli dengan pesawat berbadan besar jenis Boing 737-500 milik maskapai penerbangan Garuda. SBY ke Balige, Kabupaten Toba Samosir untuk meresmikan Museum Batak.
  • Pasar Pulo Brayan, Pasar Fly Over di Jalan Pertempuran, dan Pasar Palapa di Jalan Mayor di Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat terbakar.

20 Januari
Tokoh pers Sumatera Utara yang juga pendiri sekaligus pemilik Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Gerhard Mulia (GM) Panggabean meninggal dunia di Rumah Sakit Mounth Elisabeth Singapura pukul 22.30 waktu Singapura. GM meninggal dalam usia 82 tahun karena penyakit jantung yang dideritanya.

25 Januari
Honda Development Basketball League (DBL) 2011, kompetisi basket pelajar terbesar seri Sumatera Utara dibuka di GOR Angsapura.

Kehidupan Harimau Sumatera Terancam

Hutan Tempat Berlindung Digunduli

PEKANBARU – Hutan tempat hidup Harimau Sumatera kian terancam. Seluas 49 hektar hutan tempat berlindung harimau telah digunduli oleh perusahaan kertas.

Itu berdasarkan data gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Eyes on The Forest yang didapat secara investigasi. Hasilnya menyebutkan salah satu pemasok kertas di perusahaan raksasa Asia Pulp & Paper (APP) di bawah Sinar Mas Group, telah menebangi hutan alam yang dipersiapkan untuk suaka harimau di Riau.

Dokumen itu mencakup peta yang ditandatangani dari tata batas Kawasan Konservasi Harimau Senepis di Riau yang diusulkan seluas 106.081 hektar. Selama ini APP mendapat pasokan dari dua perusahaan perkayuan yakni PT Ruas Utama Jaya (RUJ) dan PT Suntara Gajapati (SG). “APP melumat hutan harimau yang lebat di usulan taman nasional di dalam konsesi PT SG, menghancurkan hutan yang sebagian besar hutan lebat harimau di dalam konsesi PT RUJ. Hasilnya APP telah menggunduli 49 ribu hektar suaka harimau di kawasan Senepis,” kata Aditya Bayunanda dari World Wild Fund (WWF) Indonesia kepada wartawan, Minggu (18/12).

Sedangkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau menilai PT RUJ dan PT SG telah melakukan pembalakan liar dan korupsi. Perusahaan memulai penebangan hutan sebelum mendapatkan izin konsesi yang pantas. Pembalakan liar ini dilakukan sewaktu penyidikan polisi pada tahun 2007-2008.

“Dan PT RUJ menjadi satu-satunya dari 14 perusahaan kayu yang kasusnya akan dilanjutkan ke pengadilan. Namun, akhirnya kasusnya ditutup di tengah-tengah keadaan yang penuh pertanyaan,” kata Direktur Walhi Riau, Hariansyah Usman.

Dalam pembalakan liar yang melibatkan sejumlah perusahaan kayu tersebut, lanjutnya, diketahui sejumlah pejabat pemerintah di Provinsi Riau terlibat dalam kasus korupsi. Korupsi yang dimaksud, dengan penerbitan izin penebangan yang melibatkan sejumlah kepala daerah. Kini dua pejabat di Riau telah dipenjarakan, satu di sidang, dan dua lagi tengah disidik oleh KPK. “Ini bukti kuat bahwa APP di Riau telah menghancurkan kawasan suaka Harimau Sumatera di kawasan Senepis itu. ” kata Usman.

Humas Sinar Mas di Riau, Nurul Huda, kepada wartawan membantah pihaknya telah menggunduli 49 ribu hektar kawasan Senepis. Nurul malah menilai data yang disampaikan sejumlah aktivis itu tidak valid dan tidak bisa dipercaya. “Silakan saja mereka menuding kami telah menghancurkan suaka harimau. Namun tudingan mereka itu tidak valid dan mendasar,” bantahnya. (net/jpnn)

16 WNI Masih Terdampar di Antartika

JAKARTA – Upaya penyelamatan 32 anak buah kapal (ABK) penangkap ikan Sparta berbendera Rusia, termasuk 16 di antaranya WNI, yang terdampar di perairan Ross, Antartika terus dikebut. Tim penyelamat kini berpacu dengan kebocoran kapal akibat menabrak bongkahan es. Kapal dengan panjang sekitar 50 meteri ini terancam tenggelam.

Koordinator Pelaksana Fungsi Protkons (protokol dan konsuler) KBRI Wellington, Selandia Baru Gufron Hariyanto melalui email yang dikirim ke koran ini kemarin (18/12) menjelaskan, seluruh ABK termasuk 16 WNI dalam kondisi baik-baik saja. “Saat ini seluruh ABK fokus mengeluarkan air yang masuk ke lambung kapal,” terang Gufron. Sebagian lambung kapal ini diperkirakan pecah setelah menabrak bongkahan es.

Dia mengatakan, untuk memantau keselamatan kapal yang terdampar ini, diterjunkan dua buah pesawat Hercules. Kedua pesawat Hercules itu berbendera Amerika dan Selandia Baru. Menurut Gufron, selain memantau perkembangan lapangan, pesawat Hercules ini juga sempat melempar pompa air untuk mengeluarkan air yang masuk ke lambung kapal.
Sementara itu, upaya penyelamatan melalui laut dijalankan oleh dua kapal penangkap lainnya. Kapal penyelamat pertama adalah Chiyo Maru No.3 (Rusia) yang kini masih berjarak 290 mil laut (522 km) dari TKP. Kapal penyelamat berikutnya adalah San Aspiring (Selandia Baru) masih berjarak 470 mil laut (846 km) dari kapal Sparta. (wan/ttg)

Jaga Hegemoni Eropa

Santos vs Barcelona

YOKOHAMA-Dengan permainan menawan dan materi pemain bintang, sudah banyak orang menyebut Barcelona sebagai tim terbaik dunia saat ini. Nah, predikat itu mendapat legitimasi setelah Barca – sebutan Barcelona – menjuarai Piala Dunia Antarklub 2011.

Barca meraih juara setelah menang telak empat gol tanpa balas atas Santos dalam partai final di Stadion International Yokohama tadi malam WIB (18/12).

Itu adalah gelar kedua Barca di Piala Dunia Antarklub setelah edisi 2009 atau ketika mengalahkan Estudiantes (Argentina) 2-1.

Kemenangan Barca sekaligus pembalasan atas kekalahan dari klub Brasil lainnya, Internacional, di final 2006. Kala itu, Barca menyerah 0-1. Kemenangan Barca sekaligus menjaga hegemoni wakil Eropa yang selalu juara sejak 2007.
Sedangkan bagi Santos, kekalahan berarti menghentikan catatan sukses klub Brasil yang selalu menang di final. Selain Internacional, juga Sao Paulo yang mengalahkan Liverpool 1-0 pada edisi 2005. Ketika turnamen masih bernama Piala Intercontinental dan menggelar format single match (1980-2004), klub Brazil juga selalu menang atas klub Eropa dari empat kali pertemuan.

Tidak seperti prediksi kebanyakan, Barca tampil begitu superior. Bagaimana tidak, jawara Eropa itu sudah unggul tiga gol di babak pertama. Pada menit ke-17, Lionel Messi membuka skor setelah menerima umpan terobosan dari Xavi Hernandez.

Selang tujuh menit kemudian, giliran Xavi yang mencetak gol memanfaatkan crossing Dani Alves. Sedangkan gol ketiga Barca dilesakkan Cesc Fabregas sesaat sebelum turun minum.

Di babak kedua, Barca masih sulit ditandingi Santos. Sembilan menit sebelum bubaran, Messi memantapkan kemenangan Barca. Pemain terbaik dunia 2009 dan 2010 itu seolah membuktikan apabila dirinya masih lebih baik dibandingkan bintang Santos Neymar.

“Kami sangat senang dengan capaian ini. Kami bermain dengan cara yang benar, dengan penuh intensitas sepanjang pertandingan, dan kami mendapatkan hasil yang adil,” kata kapten Barca Carles Puyol sebagaimana dilansir Marca.
“Jika melihat skor, Anda mungkin berpikir pertandingan serasa mudah bagi kami, tapi sebenarnya tidak,” imbuhnya.
Kemenangan Barca juga tak lepas dari gambling pelatih Santos Muricy Ramalho yang mengubah formasi dari 4-4-2 menjadi 3-5-2. Di sisi lain, pelatih Barca Josep Guardiola yang belakangan kerap mengusung 3-5-2 justru kembali ke skema andalannya dua musim sebelumnya, 4-3-3.

Sementara itu, sukses Barca meraih juara menuai tanggapan sinis dari legenda Brasil Pele. Dia menilai Barca memang lebih superior dibandingkan Santos. Namun, tidak untuk urusan trofi di ajang internasional. “Gelar Santos masih lebih banyak,” ujar Pele yang mantan bintang Santos periode 1956-1974 tersebut.
Untuk Villa dan Tito

David Villa memang absen di final Piala Dunia Antarklub 2011. Namun, striker Barca itu terhibur karena rekan setimnya mendedikasikan gelar untuk dirinya. Villa mengalami cedera patah tulang fibia kaki kiri dalam semifinal kontra Al Sadd (15/12) dan harus absen lima bulan.

Sebelum laga kontra Santos kemarin petang, para pemain Barca memberikan dukungan kepada Villa lewat t-shirt yang mereka kenakan. Di bagian dada t-shirt warna biru itu bertulisan “Mucha Fuerza Guaje” yang maksudnya adalah “Beri Kekuatan untuk Guaje (julukan Villa).”

Di saat yang sama, Villa tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Barcelona. “Hai teman-teman. Terima kasih atas dukungannya! Jangan khawatir, saya beristirahat dengan tenang malam ini. Saya juga merasa jauh lebih baik. Saya gembira kembali pulang dan berkumpul dengan keluarga,” tulis Villa dalam akun Facebook-nya seperti dilansir di situs resmi Barca.

Villa bakal menjalani operasi hari ini. Operasi dipimpin oleh Ramon Cugat dan Ricard Pruna. Cugat adalah dokter yang memiliki track record sukses menangani operasi beberapa pemain bintang. Beberapa pasien Cugat antara lain Fernando Torres, Zlatan Ibrahimovic, Filippo Inzaghi, Samuel Eto’o, Antonio Di Natale, dan Andrea Pirlo.
Pemain Barca terakhir yang dioperasi Cugat adalah winger asal Belanda Ibrahim Afellay awal Oktober lalu. “Saya tahu saya berada di tangan yang tepat,” tulis Villa.

Selain untuk Villa, pemain Barca juga mendedikasikan gelar Piala Dunia Antarklub kepada asisten pelatih Tito Vilanova. Tito tidak ikut ke Jepang karena kondisi kesehatannya belum pulih setelah menjalani operasi kelenjar parotis pada 22 November lalu. (dns/jpnn)

Amrun Daulay Dipecat dari DPR

JAKARTA-Nasib anggota DPR dari dapil Sumut, Amrun Daulay, makin terpuruk. Tatkala sedang berstatus terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan mesin jahit dan sapi impor tahun 2004 di Departemen Sosial (Depsos), Badan Kehormatan (BK) DPR telah memberhentikan sementara posisinya sebagai anggota DPR.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR RI, M Prakosa menjelaskan, keputusan BK diambil melalui rapat internal BK. Selain Amrun, rekannya sesama anggota Fraksi Partai Demokrat, Djufri, juga mengalami nasib sama.

“BK sudah sepakat bahwa Djufri dan Amrun Daulay telah diberhentikan sementara,” kata Prakosa akhir pekan lalu di Jakarta. Djufri tersangkut perkara dugaan korupsi pembangunan gedung Walikota Bukittinggi, yang belakangan menghebohkan pemberitaan lantaran kepergok makan bareng jaksa.

Pada Jumat (16/12), saat memimpin rapat paripurna Wakil Ketua DPR Pramono Anung sudah meminta persetujuan forum untuk memberhentikan sementara dua anggota dewan itu. Para anggota DPR yang hadir di paripurna pun kompak berteriak ‘setuju’.

Amrun Daulay ditahan KPK sejak 5 Juli 2011, dititipkan di tahanan Polres Jakarta Timur. Koran ini menghubunginya lewat ponsel, namun langsung mematikan hubungan begitu tahu yang meneleponnya wartawan.

“Siapa ini?” tanyanya, langsung mematikan ponsel saat dijawab dari Sumut Pos.

Seperti diberitakan, pada 15 Desember 2011, mantan Sekdaprov Sumut (1997-2002) itu dituntut pidana penjara selama 2,5 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan mantan Bupati Tapanuli Tengah (1990-1995) itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mesin jahit dan sapi impor tahun 2004 di Departemen Sosial (Depsos).

Seperti diketahui, sebelum menjadi politisi Partai Demokrat, Amrun cukup lama berkiprah sebagai birokrat. Merintis karir sebagai PNS, sejak 1972 dia sudah menduduki jabatan-jabatan penting di tingkat kabupaten/kota di wilayah Sumut.

Tahun 1984 pernah menjadi Sekda Binjai. Lantas ditarik ke pemprov, yakni sebagai Asisten Administrasi Kantor Gubernur pada 1996-1997, sebelum akhirnya naik posisi menjadi sekdaprov. Selanjutnya, pada 2003-2006, dia dipercaya menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Bantuan Jaminan Sosial, Depsos. Amrun terjerat perkara ini saat menjadi dirjen di Depsos. (sam)

Polri Gunakan Teknik Cybercrime untuk Ungkap Keaslian Adegan

Usut Video Pemenggalan Kepala di Mesuji

Rekaman video tragedi Mesuji yang diputar di  depan Komisi III DPR  Rabu  (14/12) lalu diduga hasil editing.
Sebagian adegan, terutama saat seorang bersenjata memegang penggalan kepala bersimbah darah adalah peristiwa lain. Dari bahasa yang digunakan pelaku dalam gambar diduga itu adalah rekaman di Pattani, Thailand Selatan.

“Assalamualaikum, kami tentara mujahidin Pattani hari ini memancung musuh untuk saudara-saudara kami di Afghanistan dan Irak,” ujar pelaku itu dalam video yang  salinannya juga didapatkan Jawa Pos (Group Sumut Pos).

Si pelaku menggunakan penutup muka dan menyandang senjata AK -47 khas milik gerilyawan pembebasan Pattani.
Mabes Polri meyakini video itu memang tidak original. “Tapi, belum bisa kami simpulkan apakah benar dari Thailand Selatan atau daerah lain,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar kemarin (18/12).
Mantan anggota Densus 88 Polri ini menjelaskan, tim khusus dari Bareskrim Polri sedang turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.

“Kalau soal keaslian video, kami punya penyidik cybercrime yang bisa melakukan analisa forensik,” katanya.
Hasil analisa itu nantinya akan dijadikan pertimbangan kebijakan Polri dalam kasus ini.

“Misalnya saja benar itu palsu, atau gabungan adegan, tentu ada motifnya. Nah, ini satu-satu kita telusuri,” kata mantan Kapolres Pasuruan, Jawa Timur ini.

Video itu diputar saat perwakilan lembaga adat Megou Pak, Mesuji, Lampung dengan didampingi Mayjen (pur) Saurip Kadi menemui Komisi III DPR.

Rekaman itu lantas menyebar melalui internet dan televisi. Beberapa adegan sadistis tampak misalnya saat penggorokan kepala dan pemenggalan dengan cara dibacok-bacok pangkal lehernya.

Seorang sumber Jawa Pos menjelaskan, video itu hasil kompilasi dari tiga rekaman. “Ada rekaman saat tubuh seseorang digantung di tiang listrik, lalu rekaman saat seorang menggunakan topi menuju mobil polisi, dan rekaman penyembelihan kepala dan ditenteng,” katanya.

Perwira yang pernah kursus antiteror di Manila ini menduga, ada unsur kesengajaan pembuatnya.
“Ada tiga wajah yang sangat bisa dikenali di video itu.

Salah satunya kami duga adalah perekamnya. Ini sudah kami cetak untuk dilaporkan ke pimpinan,” katanya.
Apakah Anda yakin ada rekaman dari Thailand Selatan ? Dengan mantap, ahli cybercrime ini mengiyakan. “Yang dari Thailand Selatan itu bisa didapatkan di internet, sudah ada  sejak tahun 2004,” katanya.(rdl/jpnn)