27 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 14329

Pemukim Yahudi Bentrok

YERUSALEM – Pemukim Yahudi di Tepi Barat bentrok dengan pasukan Israel di dekat sebuah pangkalan militer. Bentrokan itu menandakan kebencian antara pemukim dengan pihak pasukan makin meningkat.

Dalam bentrokan itu, sekitar 50 orang warga pemukim Yahudi berusaha masuk ke dalam pangkalan militer di Tepi Barat, yang berbatasan dengan Yordania. Mereka menyulut api, serta merusak kendaraan militer dengan cat dan paku ditambah lagi dengan lemparan batu.  Pihak militer terpaksa membubarkan paksa para pemukim itu dengan aksi represif.
Juru bicara Kepolisian Israel mengatakan, dua orang ditahan warga dalam bentrokan. Demikian diberitakan Associated Press, Selasa (13/12). Menurut media setempat, para pemukim itu memprotes keputusan Pemerintah Israel yang bermaksud melakukan evakuasi terhadap mereka. Ternyata, pemukim itu tak memiliki izin untuk membangun pemukiman di wilayah tersebut.

Selama beberapa tahun terakhir, memang kerap bersitegang dengan pihak militer atau membuat kerusakan terhadap lahan milik warga Palestina untuk memprotes kebijakan pemukiman dari Pemerintah Israel.
Insiden hari ini terjadi setelah sehari sebelumnya sempat terjadi aksi protes serupa di wilayah Tepi Barat, yang berdekatan dengan Sungai Yordan. Pihak keamanan Israel terpaksa menangkap 17 warga Israel yang melakukan aksi protes ini.

Warga Israel itu sepertinya memprotes upaya Pemerintah Yordania yang bermaksud menghalangi rencana Israel untuk merenovasi jalur trotoar di kota tua Yerusalem. Trotoar itu sendiri memiliki akses langsung menuju ke kota suci Yerusalem.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Selasa (12/12) menyatakan pihaknya memberikan perhatian atas pengesahan pembangunan 40 perumahan dan perkebunan Yahudi oleh Israel di Efrat dekat Tepi Barat.   Dia mengimbau Israel menghentikan pembangunan pemukiman, karena bertentangan dengan hukum internasional dan peta jalan damai Timur Tengah, serta mengganggu perundingan status Palestina. (bbs/jpnn)

Korban Tewas Syria Capai 5 Ribu Jiwa

DAMASKUS- Jumlah korban akibat kekerasan di Syria terus bertambah seriring aksi kerusuhan yang tak kunjung berhenti selama delapan bulan. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebutkan, jumlah korban tewas akibat pergolakan Syria mencapai lebih dari 5.000 orang.

Demikian dilaporkan Komisi Hak Asasi Manusia PBB, Navi Pillay dalam rapat dengan Dewan Keamanan (DK) seperti dilansir dari Washington Post, Selasa (13/12).  Dia mendesak anggota DK agar mengajukan Syria ke Mahkamah Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan kemanusiaan.

Duta Besar Syria untuk PBB, Bashar Jaafari menuding Pillay bersikap tidak obyektif dan memiliki agenda tersembunyi. “Pillay bertindak di luar mandat yang diberikan dan membodohi rakyat,” ucapnya. (net/jpnn)

Tunisia Lantik Presiden Baru

TUNIS- Pasca terjungkalnya era kediktatora Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben, kini Tunisia memiliki presiden baru Moncef Marzouki. Setelah  Majelis Konstituante secara resmi melantik presiden baru, Marzouki ditenggat dalam waktu seminggu harus menentukan kabinet baru.

Menurut kantor berita Reuters, Marzouki diambil sumpah sebagai presiden di Majelis Konstituante di Ibukota Tunis. Marzouki merupakan mantan pembangkang yang pernah dipenjara dan kemudian sempat mengungsi karena menentang rezim Ben Ali, yang berkuasa dari 1987 hingga terguling pada Januari 2011. Ben Ali dan keluarga telah kabur ke Arab Saudi.  Terpilihnya Marzouki sebagai presiden baru ini berkat kemenangan partai Islam yang pernah dilarang oleh rezim Ben Ali, Ennahda, pada pemilu lalu.

Dipimpin oleh Rachid Ghannouchi, Ennahda walau tampil sebagai pemenang mutlak pemilu berjanji akan mewujudkan pemerintahan yang sekuler dengan memperhatikan kepentingan semua golongan.  (net/jpnn)

Napi LP Tanjung Gusta Kabur

MEDAN-Seorang nara pidana kasus perampokan Ari Syahputra berhasil kabur dari Lapas Klas I Tanjung Gusta, Sabtu (9/12) lalu.

Kabag Humas Kanwil Depkumham Sumut, Hasran Sapawi SH menyebutkan, kaburnya napi tersebut terjadi setelah dilakukannya sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), untuk para napi yang berhak menerima asimilasi.
“Saat itu dia (Ari, Red) bekerja di doorsmeer Lapas Klas I Tanjung Gusta, dan melarikan diri,” bebernya.
Dikatakannya, setelah mengetahui adanya narapidana yang kabur, pihak Lapas dan kepolisian bekerjasama untuk melakukan pengejaran. Alhasil, setelah 2 hari melakukan pengejaran, Ari ditangkap petugas kepolisian di daerah Rantau Prapat.

Disinggung mengenai adanya unsur kesengajaan dan minimnya pengawasan dari petugas, Sapawi membantah. (mag-2)

Tak Tahu Nama Asli Dede Yusuf

Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kaget saat membaca naskah sambutan yang sudah dipersiapkan panitia. Pasalnya, dalam naskah tersebut tertulis nama Wakil Gubernur Jabar Yusuf Macan Effendi.

Selama ini dia hanya tahu Wagub Jabar dijabat Dede Yusuf. “Waktu saya baca-baca sedikit sambutan ini, saya kaget, kok Wagub Jabar Yusuf Macan Effendi. Selama ini saya tahunya Dede Yusuf. Lalu saya berpikir, emang sudah diganti ya? Ternyata nama Dede Yusuf memang Yusuf Macan Effendi,” kata Megawati pada awal sambutannya sebelum membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Hotel Haris Jalan Peta Kota Bandung, Senin (12/12).

Menurut Mega, dirinya kerap mengamati perkembangan Jawa Barat karena menjadi barometer politik nasional. Karena itu, kalaupun ada perubahan menyangkut Wagub, akan sangat mustahil tidak mendapatkan informasi dari media massa atau pengurus DPD PDIP Jawa Barat.

“Ternyata saya memang tidak tahu nama asli Dede Yusuf,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, turut hadir Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, perwakilan Partai Keadilan Sejahtera Mustafa Kamal, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Suhardi, Hasyim Muzadi, Ryamizard Ryacudu, Bungaran Saragih, dan Sonny Keraf. (net/bbs)

Tiru Gayus, Dibekuk KPK

JAKARTA-Kasus mafia pajak dengan aktor Gayus Tambunan terulang, Selasa (13/12) kemarin. Bedanya, bila Gayus adalah pegawai ditjen pajak, pelaku kali ini adalah seorang staf pengadilan pajak berinisial RDO. Dia ditangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menerima uang dari seorang pegawai perusahaan swasta PT DAM. Uang tersebut diduga untuk memuluskan sengketa pajak di Pengadilan Pajak Jakarta.

Kasus ini mirip Gayus lantaran keduanya sama-sama menjadi makelar untuk memberikan janji atau menjanjikan sesuatu saat persidangan berlangsung. Sebagai balasannya, ada uang yang harus disetor oleh pihak bersengketa. Saat ditangkap kemarin dini hari, uang itu nilainya baru Rp15 juta. “Dia menerima uang dari AG, staf PT DAM,” ujar Jubir KPK, Johan Budi. (dim/fal/nw/jpnn)

Oknum Pejabat Pemprovsu Diduga Terlibat

Tanah Aset Pemprovsu Dijual dan Dijadikan Ruko

MEDAN- Sebanyak 25,51 hektar lahan aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang merupakan Eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 9, di Jalan Wiliam Iskandar, Desa Medan Erstate, Kecamatan Percut Sei Tuan yang dibangun rumah toko (ruko), diduga merupakan permainan antara oknum-oknum pejabat Pemprovsu dengan pihak ketiga, dalam hal ini pengembang.

Kepala Biro Perlengkapan dan Perawatan (Kapwat) Provsu, Syafruddin SH  MHum, yang dikonfirmasi wartawan menyebutkan, jika diterangkannya secara detil mengenai persoalan tersebut, maka akan ada pihak yang tersinggung.
“Kalau mengenai aset seluas 200 hektar itu, bukan kapasitas dan kewenangan saya menjelaskannya. Lagian saya takut, kalau saya terangkan ada yang merasa tersinggung,” ucapnya.

Dijelaskannya, berdasarkan data yang ada, aset Pemprovsu di area yang dipertanyakan tersebut, hanya seluas 25,51 hektar saja. Sedangkan sertifikatnya, sekadar sertifikat hak pakai tahun 1997. Tapi saat disinggung mengenai sertifikat hak pakai, dimana sebelum diterbitkannya sertifikat tersebut, lahan yang saat ini telah dikelola pengembang milik siapa dan apa dasar pengeluaran sertifikat hak pakai tersebut, Syafaruddin berkilah.

“Masalah itu saya tidak tahu. Tanyakan saja sama Kabag Pertanahan Pemprovsu,” kilahnya.
Sementara itu, pengakuan serta sikap yang sama juga ditunjukkan Kepala Bagian (Kabag) Pertanahan Provsu, Darwin Hutauruk yang dikonfirmasi wartawan mengenai hal itu mengaku, tidak mengetahui seluk beluk persoalan itu.
“Saya nggak tahu itu, karena kejadiannya sekira tahun 1988 dan itu belum saya yang menjabat Kabag Pertanahan,” akunya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat yang juga mantan anggota DPRD Sumut dua periode dari tahun 1999-2004 dan 2004-2009, HM Marzuki SE mengatakan, dengan munculnya persoalan ini, menunjukkan dengan jelas adanya permainan dari oknum-oknum di Pemprovsu dengan pihak pengembang.

“Ini sudah jelas pelanggaran. Karena tidak pernah ada surat yang memberi kebebasan, penjualan atau pemberian aset pemerintah kepada pengembang. Ini kasus pidana, dan harus dilaporkan secara pidana serta diproses hukum,” tegasnya.

Dikatakannya, adanya pergantian Gubsu dari dulu hingga saat ini tidak pernah ada diterbitkan surat penyerahan atau penjualan aset tersebut.

“Saya anggota DPRD Sumut dua periode, saya tahu persis mengenai tanah itu. Dari zaman Pak Kaharuddin, Raja Inal sampai sekarang tak pernah ada surat melepaskan tanah itu ke pihak ketiga atau pengembang. Ini pelanggaran,” tandasnya.

Secara terpisah, anggota Komisi A DPRD Sumut Syamsul Hilal mengatakan, oknum-oknum Pemprovsu  tidak transparan kepada publik mengenai aset. Maka dari itu, sinyalemen adanya kongkalikong antara oknum pejabat Pemprovsu dan pengembang secara tidak langsung terlihat dengan sendirinya.

“Jika Pansus tanah ini disetujui pimpinan dewan, maka persoalan tanah yang merupakan aset Pemprovsu itu pembahasannya akan diagendakan. Bila terbukti, itu milik pemprovsu yang dipergunakan untuk kepentingan rakyat serta dunia pendidikan, maka pengembang harus keluar dan membongkar seluruh bangunannya,” tegasnya.
Pantauan wartawan di wilayah Desa Medan Estate, berdiri beberapa kampus, Unimed, Amir Hamzah, UMA, IAINSU, Akademi Perawat (Akper) Binalita Husada, Gedung Balap Sepeda, Gedung eks Kantor Gubernur, PT MD, Kompleks MMTC.

Seorang warga bermarga Siregar mengatakan, komplek PT MD yang bergerak di bidang properti atau bangunan gudang itu mengatakan, dahulunya lokasi tersebut merupakan kampus Amir Hamzah dan sekarang telah menjadi gudang. (ari)

108 Kg Bubuk Ganja Disita

MEDAN-Petugas kargo Bandara Polonia Medan berhasil menggagalkan 108 kg ganja yang sudah dihaluskan (bubuk), saat hendak dikirim dari Medan menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 1385, Selasa (13/12) malam.

Kepala Supervisor Keamanan Unit Bisnis Gu dang Kargo (UBGK) Bandara Polonia Medan, Tiram Barus kepada wartawan mengatakan, petugas mencurigai bungkusan yang masuk X-Ray. Selanjutnya, 4 kotak itu diamankan. “Setelah kita amankan dan jasa penitipan barang pun kita panggil,” katanya.

Menurutnya, setelah dibuka, lalu serbuk kering berwarna hijau tersebut dicoba dibakar dan aroma asap yang dikeluarkan seperti bau aroma daun ganja. “Setelah kita buka, lalu serbuk tersebut kita bakar, aromanya seperti aroma daun ganja,” sebutnya.

Tiram Barus mengaku, barang tersebut dikirim oleh PT Hersan Cargo dengan tujuan Jakarta. Penerima paket tersebut bernama Putri W Kraner alamat KAV PTB Duren Sawit Blok B1 No 10 Klender Jakarta Timur dengan pengirim atas nama Drs Yohny Anwar (44), warga Jalan Brigjen Hamid, Gang Pembangunan No 5, Kelurahan Titi Kuning, Medan Johor.
“Rencananya bungkusan tersebut akan dikirim ke Jakarta dengan menggunakan Lion Air JT 1385 berangkat malam. Masing-masing bungkusan beratnya 1 kg dan totalnya 108 kg dibungkus dalam empat bungkusan besar,” tuturnya.
Sementara itu, Jefri (30), pekerja PT Hersan Cargo mengaku, tidak mengetahui isi dari bungkusan tersebut.

Diterangkannya, mereka hanya disuruh mengirimkan ke Jakarta dan alamat pengirim tidak diketahui pasti. “Kami tidak tahu menahu isinya karena kami hanya jasa pengiriman barang dan mengirimkan saja ke Jakarta,” pungkasnya. (jon/rud)

Duit Rp100 Juta Berbalut Bungkus Kue Kelapa

Kasus Suap Mantan Bupati Nisel

Jakarta – Mantan Bupati Nias Selatan, Fuhuwusa Laia, mencoba menyuap anggota KPU sebesar Rp100 juta. Bagaimana duit yang dibalut bungkusan kue kelapa itu terungkap. Anggota KPU yang hendak disuap adalah Saut Hamonangan Sirait.
Fuhuwusa mencoba menyuap supaya ia bisa disahkan kembali sebagai calon Bupati Nias Selatan periode selanjutnya. Fuhuwusa bersama istri dan kerabatnya, pada 13 Oktober 2011 lalu, datang ke kantor Saut di Jalan Imam Bonjol. Selama 1,5 jam, Fuhuwusa bercerita mengenai pencalonan dirinya yang dianulir oleh KPU Sumut.

Sekadar diketahui, KPU Sumut menemui kejanggalan dalam syarat pencalonan Fuhuwusa. Kejanggalan yang dimaksud ada pada ijazah SMU milik Fuhuwusa. Nah, diakhir pertemuan Fuhuwusa menceritakan mengenai kelezatan roti kelapa Nias.

“Nias Selatan itu terkenal roti kelapa yang enak,” ujar Saut menirukan perkataan Fuhuwusa.
Saut menceritakan itu saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Selasa (13/12). Namun cerita itu tidak ditanggapi oleh Saut. Menjelang kepergiannya, Fuhuwusa kemudian memberikan bingkisan kue kelapa yang dibungkus kain batik. Bungkusan itu diletakkan begitu saja di atas meja di ruang kerja Saut. (net/bbs)

Ahli Saraf Ragukan Nunun Sakit Lupa

JAKARTA-Penangkapan Nunun Nurbaeti di Thailand dengan kondisi mengalami gangguan fungsi saraf dementia alzheimer terus menjadi perdebatan. Tidak terkecuali di kalangan ahli saraf sendiri. Menurut sebagian ahli saraf, tidak mungkin penderita gangguan ini bisa melancong ke luar negeri sendirian.

Di antara ahli saraf yang mengulas gangguan dementia alzheimer adalah Wakil Sekretaris Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Indonesia Cabang Jakarta dr M Kurniawan SpS. Sebagai pembuka, dia mengatakan jika dementia (penyakit lupa) adalah jenis penyakit yang menyerang saraf. Sedangkan alzheimer adalah penyababnya.

Di hubungi kemarin (12/12), Kurniawan menjelaskan, dementia sendiri bisa disebabkan karena stroke atau juga karena serangan HIV. Menurutnya, dementia yang disebabkan karena stroke bisa dideteksi dengan MRI (magnetic resonance imaging) di bagian kepala. Sedangkan kepastian dementia yang dipicu serangan HIV, bisa dilakukan dengan tes darah.
“Jika hasil MRI dan tes darah dinyatakan negatif, maka disebut dementia alzheimer,” kata dia. Penyakit inilah  yang konon disebut menyerang Nunun.

Kurniawan lantas mengatakan gejala dementia alzheimer adalah pasien mengalami gangguan pada fungsi kognitif. Dia menyebutkan, dalam bekerja sehari-hari fungsi kognitif ini memiliki lima domain yang berbeda-beda tugas. Domain ini adalah, atensi dan kosentrasi untuk memusatkan perhatian, domain bahasa, domain memori atau daya ingat, domain visuopatial yaitu kemampuan mengingat tempat, meletakkan benda, dan jalan. Domain terakhir adalah fungsi eksekutif, yaitu fungsi memutuskan sesuatu, logika, dan berhitung.

Nah, gangguan fungsi saraf dementia alzheimer muncul ketika seorang pasien mengalami serangan gangguan saraf pada domain memori secara dominan dan ditambah satu lagi serangan tambahan di domain lainnya. “Kalau hanya serangan domain memori saja belum cukup. Harus ada serangan di domain lainnya,” tandas Kurniawan.
Dari gangguan-gangguan domain fungsi kognitif tadi, tutur Kurniawan, seorang pasien dementia alzheimer akan mengalami hambatan dalam melakukan aktivitas rutin atau harian.

“Pasien bisa sampai lupa mengurus diri sendiri,” katanya. Mulai dari lupa mandi, lupa makan, lupa tidur, lupa mencuci baju, dan sebagainya. (wan/agm/jpnn)