26 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 14328

Nagih Utang Malah Dipolisikan

Sofian (34), warga Dusun III Desa Hamparan Perak benar-benar kesal dengan sikap Dedi Junaidi (36), penarik ojek warga Dusun II Desa Hamparan Perak. Pasalnya, utang sebesar Rp3 juta tak kunjung dibayar. Akhirnya, Sofian nekat menyita sepeda motor Shogun BK 3300 ABCn yang digunakan Dedi Junaidi untuk menarik ojek.

Namun sial, ternyata sepeda motor tersebut bukan milik Dedi, melainkan milik Idris yang direntalnya sebesar Rp20 ribu per hari. Akhirnya, Idris dan Dedi pun melaporkan Sofian ke Polsek Hamparan Perak. Berdasarkan laporan itu, polisi langsung menciduk bapak anak tiga itu dari rumahnya bersama barang bukti.

“Aku bukan mencuri sepeda motor dia Bang. Aku kesal saja, karena dia tak bayar utangnya, makanya aku ambil sepeda motornya. Dulu dia utang untuk bayar sewa rumah. Sekarang dia tak bayar, siapa yang nggak kesal,” keluh Sofian di Polsek Hamparan Perak.

Perampasan sepeda motor itu terjadi pada 29 November 2011 lalu. Ketika itu Dedi sedang mangkal di depan Kantor Kepala Desa Hamparan Perak. Tiba-tiba Sofian datang untuk menagih utang. Karena tak punya uang, Dedi tak bisa membayar utang tersebut. Kesal karena utang tersebut belum juga dibayar, Sofian menyita sepeda motor yang digunakan Dedi untuk menarik ojek.

Dedi tak terima sepeda motor tersebut dirampas oleh Sofian. Lantas, dia mengadukan hal itu kepada Idris si pemilik sepeda motor itu. Selanjutnya, Dedi dan Idris pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Hamparan Perak. Atas laporan itu, polisi langsung menciduk bapak anak tiga itu.

Terpisah, Kapolsek Hamparan Perak Kompol M Silaen melalui Kanit Reskrim, AKP Irsol mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan dari pemilik sepeda motor yang dicurinya dari tukang ojek yang menyewa. “Pelaku telah kita amankan dengan barang buktinya,” kata Irsol. (ril)

Maksimalkan Pelayanan Transportasi

Jelang Natal dan Tahun Baru 2012

MEDAN- Menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2012, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut diminta memaksimalkan sarana transportasi dalam menghadapi arus mudik. Hal ini terungkap dalam rapat kerja Komisi D DPRD Sumut yang dipimpin Yan Syahrin dengan Dishub Sumut dan pengelola sarana tranportasi laut, udara dan kereta api di seperti Otorita Pelabuhan Belawan, PT Pelni, PT Pelindo I Persero, Divre PT Kereta Api Indonesia, Administratur Bandara Polonia dan PT Angkasa Pura II di Gedung Dewan, Rabu (14/12).

Anggota Komisi D Parluhutan Siregar mengatakan, pihaknya berharap semua moda transportasi yang akan digunakan masyarakat selama liburan Natal dan Tahun Baru 2012 harus memberikan pelayanan yang baik. Baik itu dari sisi kesiapan infrastruktur angkutan dan hal lain yang menyangkut kenyamanan masyarakat.

“Misalnya, kapal yang akan digunakan harus benar-benar siap sebelum berlayar. Begitu juga dengan bus-bus AKAP/AKDP yang akan melayani masyarakat untuk mudik, harus pula dipastikan keamanannya,” katanya.
Anggota Komisi D lainnya, Janter Sirait menambahkan, selain kesiapan moda, Dinas Perhubungan juga harus memastikan infrastruktur jalan yang akan dilewati seperti jalur Medan-Parapat, Medan-Berastagi, kawasan Aek Latong dan daerah rawan lainnya layak untuk dilintasi.

“Jangan sampai infrastruktur yang rusak mengganggu kenyamanan masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru 2012,” jelasnya.

Janter juga menyarankan, untuk jalur Medan-Berastagi dan Medan-Parapat sebaiknya dilakukan pembatasan operasional truk-truk dengan tonase tinggi pada jam-jam tertentu. Langkah ini dibutuhkan untuk mengurangi dampak kemacetan yang akan ditimbulkan karena padatnya lalulintas. “Dua jalur itu sangat padat di saat liburan. Kami minta itu dibatasi. Apalagi di saat yang sama di Parapat, juga ada gelaran Pesta Danau Toba 2011,” ungkapnya.

Anggota Komisi D lainnya juga memberikan masukan untuk kesiapan PT KAI untuk melayani masyarakat yang menggunakan kereta api, Pelindo I untuk fasilitas pelabuhan, Abdan Polonia dan PT Angkasa Pura II yang mengelola moda transportasi penerbangan.

Sekretaris Dishub Sumut Rendward Parapat mengatakan pihaknya akan mengordinasikan perihal infrastruktur jalan dengan Dinas Bina Marga. Sementara untuk antisipasi jalur Aek Latong, pihaknya sdh melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar bisa digunakan dengan aman oleh masyarakat. Kemudian mereka juga mendirikan posko bekerjasama dengan kepolisian.(ari)

Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

Pria Cacat Dibunuh Tetangga

MEDAN- Martinus Tanjung (62), tersangka pembunuh tetangganya sendiri Yunus Simamora (59), warga Jalan Elang Ujung, Perumnas Mandala, Selasa (13/12) malam, diduga mengalami gangguan jiwa. Hal ini dikatakan Kanit Reskrim Polsekta Medan Area AKP Jonser Banjarnahor saat dikonfirmasi, Rabu (14/12) siang.

“Dari pemeriksaan yang kita lakukan terhadap tersangka dari kemarin malam, pengakuannya sering berubah-ubah. Tadi malam pun kita minta keterangannya suka mengatakan tidak tahu,” ungkapnya. Namun begitu, lanjuta Banjarnahor, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan. Namun jika masih memberikan keterangan yang tidak masuk akan, pihaknya akan membawa tersangka ke dokter jiwa untuk memeriksa kejiwaannya.

Banjarnahor juga menjelaskan, berdarakan pengakuan tersangka, saat kejadian itu tersangka baru pulang dari kedai tuak. Dalam keadaan mabuk, dia melihat korban sedang duduk bersama seorang tetangga di depan rumah korban. Melihat hal itu, spontan tersangka masuk ke rumah mengambil pisau dan menikami korban dengan membabi buta. (gus)

Aplikasi Matematika dalam Industri

Pakar dari Universitas Riau Beri Kuliah Umum di UMN Al-Washliyah

Pakar matematika alumni S-2 Washington University dan S-3 University of Birmingham yang juga dosen Universitas Riau Dr MDH Gamal didampingi Pembantu Rektor II UMN Al-Washliyah Drs Firmansyah MSi menyampaikan kuliah umum bagi mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Jalan Garu IIB Medan, Rabu (14/12).

Dalam kuliah umum ini, Gamal mencontohkan bisnis yang dikembangkan Google melalui adsense  yang merupakan sebuah program kerjasama google dengan para pemilik blog atau website untuk menampilkan unit iklan dari google di blog atau website mereka. ‘’Darimana google mendapatkan iklannya dan apa hubungannya adsense dengan matematika?,’’ kata Gamal.

Ia menceritakan Google dirintis oleh dua pemuda pecinta matematika. Larry Page dan Sergey Brin. Nama Google juga diambil dari istilah matematika googlo yang berarti bilangan sangat besar. Bilangan 1 yang diikuti oleh angka 0 sebanyak seratus di belakangnya. ‘’Matematika sangat kita perlukan bila kita hendak hidup produktif. Google telah membuktikan itu. Perhitungan matematis Google terlihat sampai kepada cara mereka melakukan bisnis,’’ urainya.

Gamal menyebut Google tidak hanya berhasil secara keuangan. Google meraih sukses karena memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. Informasi apa pun yang Anda butuhkan dapat Anda cari melalui Google. Misalnya, Anda membutuhkan informasi tentang permainan aljabar. ‘’Anda tinggal mengetikkan kata permainan aljabar ke Google dan giliran Google yang akan memberikan informasi lengkap tentang permainan aljabar,” ungkapnya.

Jadi, berapa kita harus membayar Google atas jasanya yang kita pakai? ‘’Nol rupiah. Nol dolar. Atau gratis. Lalu, apa yang diperoleh Google dari tindakannya itu? Meski pun Google memberikan layanan gratis, tetapi ia tetap dapat menghasilkan uang dalam jumlah yang sangat besar yang tak terhingga,’’ kata dia.

Google tetap memberikan layanan gratis atau 0 rupiah. Tetapi dia sudah memiliki jaringan pengguna tak hingga. “Google menawarkan jasa bagi siapa saja yang memasang iklan di Google dengan biaya sangat murah – limit mendekati 0. Karena harganya murah tentu banyak pihak yang berminat. Harga iklan ini bisa saja hanya 10 sen dolar untuk sekali klik. Atau sekitar 1.000 rupiah untuk sekali klik. Harga yang sangat kecil bagi sebuah perusahaan. Beriklan hanya dengan seribu rupiah?,’’ jelasnya.

Ia menambahkan, peran matematika dalam penjadwalan produksi sebuah perusahaan sepatu meramalkan permintaan barang selama enam bulan mendatang. ‘’Bulan pertama, 200; bulan ke-2, 260; bulan ke-3, 240; bulan ke-4, 340; bulan ke-5, 190; bulan ke-6, 150.  Untuk memproduksi sepasang sepatu dikeluarkan biaya sebesar $7 dengan waktu kerja reguler (WR) dan $11 dengan waktu kerja lembur (WL). Selama setiap bulan, produksi reguler dibatasi sebanyak 200 pasang sepatu, dan produksi pada waktu lembur dibatasi 100 pasang sepatu.  Dikeluarkan biaya $1 per bulan untuk menahan sepasang sepatu pada inventori,’’ rincinya.

Dari sini, lanjut dia, dapat diformulasikan persoalan transportasi seimbang untuk meminimumkan total biaya dalam memenuhi permintaan enam bulan mendatang tepat waktu. ‘’Kita pun dapat mencari solusi optimalnya dan formulasikan persoalan transportasi untuk penjadwalan produksi,’’ kata Gamal.

Rektor UMN Al-Washliyah Drs Kondar Siregar MA diwakili Pembantu Rektor II Drs Firmansyah MSi memberi apresiasi kepada Dr Gamal yang hadir menyampaikan materi kuliah umum di kampus UMN Al-Washliyah. Firmansyah berharap kehadiran dosen Universitas Riau ini dapat meningkatkan pengetahuan para mahasiswa terutama dalam bidang matematika. (*)

Penggugat Akui tak Punya IMB

MEDAN- Tudingan warga kalau penembokan lahan sengketa seluas 70.506,45 meter persegi di Jalan Jati, Medan Timur itu tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), diakui Hartono SE selaku pengugat. Menurutnya, pemagaran itu dilakukannya spontanitas agar tak ada lagi aktivitas warga di lahan tersebut.

“Belum ada kita mengurus IMB ke Dinas TRTB Kota Medan. Pembangunan tembok ini spontanitas saja, agar di lahan tersebut tidak ada lagi aktivitas dan diduduki lagi pihak-pihak yang lain,” kata Hartono didampingi kuasa hukumnya Alihasmi SH dan Rakerhut Situmorang SH, Rabu (14/12). Dia juga mengungkapkan, proses pengurusan IMB ke Dinas TRTB untuk pembangunan tembok di lokasi akan dimusyawarakan dulu dengan kuasa hukum dan warga yang lain selaku penggugat yang menangkan kasus ini. “Nanti kita musyarawakan dulu,” tandasnya.

Sementara Kadis TRTB Kota Medan Syampurno Pohan berjanji akan segera menindaklanjuti laporan warga Jalan Jati tersebut. Namun, Syampurno tidak bisa memberi penjelasan panjang lebar dan menyerahkannya semua kepada anggotanya yang bernama Darwin. (gus/adl)

Medan Minim Tanah Makam

Jenazah Menumpuk dalam Satu Liang

MEDAN-Areal pekuburan atau makam yang sudah semakin berkurang atau sempit membuat Pemerintah Kota Medan harus bekerja ekstraketat. Setidaknya, Pemko tidak hanya berpikir soal ruang bagi mereka yang masih hidup. Mereka yang telah meninggal tentunya tidak bisa dibiarkan saja.

Kenyataannya, di kawasan Kota Medan lahan untuk pemakaman semakin minim. Ketidaktersediaan lahan pekuburan ini mencuat dalam pertemuan antar Komisi D DPRD Medan dengan Dinas Pertamanan Kota Medan di Kantor Dinas Pertamanan, Jalan Pinang Baris Medam, Rabu (28/9) lalu.

Dikabarkan, realisasi pengadaan lahan pekuburan bagi warga Medan kembali gagal. Kenyataan ini langsung meresahkan masyarakat; haruskah saudara mereka dimakamkan selubang dengan orang lain?

Soal padatnya penghuni pemakaman bukan cerita usang lagi. Di beberapa tempat malah satu liang makam telah diisi oleh beberapa jenazah. Diantaranya, Pekuburan Muslim Jalan Halat yang sudah terlihat penuh.

Amatan Sumut Pos di lokasi yang termasuk dalam Kecamatan Medan Area tersebut terlihat makam dipenuhi ilalang dan makam sudah berhimpitan. Penjaga makam, yang akrab disapa dengan Budi (50), warga Jalan Utama, Medan Area, mengatakan, jumlah makam di tanah wakaf pekuburan muslim yang dijaganya itu sudah puluhan ribu jumlahnya. “Jumlahnya kalau saya tidak salah 12.000 lebih kurang lah,” katanya.

Lebih lanjut, Budi menuturkan, tumpang tindih jenazah memang sudah terjadi di lahan yang dijaganya itu. “Makanya terjadi tumpang tindih karena makam tidak pernah dikunjungi, sudah lama tidak terawat. Selain itu, jasad tulang belulang diambil keluarga untuk dipindah menjadi satu tempat dengan makam saudara mereka yang sudah lama sekitar tahun 50-an,” terangnya.

Saat ditanyai mengenai sudah berapa kali terjadi tumpang tindih dalam satu liang, Pak Budi mengaku, tidak mengetahui pasti sudah berapa kali. “Yang saya ingat, ada satu liang itu sudah 3 kali terjadi tumpang tindih,” ucapnya.
Budi tidak menampik kalau tugasnya semakin berat karena makam yang sempit. Sudut untuk menggali kuburan semakin terbatas. “Yang susahnya lagi, saat mengorek liang yang sudah terbuat dari beton semua. Terpaksa memakan waktu dua hari untuk membongkarnya. Lebih mudah mengorek areal makam yang baru,” tegasnya.

Hal senada juga diucapkan pria penjaga makam Tanah Wakaf Pekuburan Muslim di Jalan Serdang yang enggan namanya disebutkan. Disebutkan pria tersebut, kuburan yang sering dijaganya memang sudah penuh dan sedikit sulit untuk dikorek apabila ada jenazah baru yang hendak dikebumikan. “Kalau tumpang tindih sudah pasti lah dan paling banyak 2 kali tumpang tindih dalam satu liang,” kata pria dengan baju biru tersebut.

Ari (28), salah satu warga Medan mengatakan, pihak Pemko Medan harus mencari solusi mengenai lahan pekuburan yang sudah semakin berkurang. Diterangkannya, kalau bisa jangan terlalu jauh dan mudah dijangkau daerahnya. “Kalau menurut saya, alangkah baiknya jika daerahnya yang dekat-dekat saja agar keluarga yang ingin berziarah tidak terlalu jauh,” tegasnya.

Menurutnya, Pemko Medan juga harus secepatnya mencari tempat agar tidak terjadi tumpang tindih dalam satu liang. “Walau pun mereka sudah meninggal, mereka juga menginginkan tempat yang layak. Tidak manusiawi jika dalam satu liang,” tambahnya.

Indah (32), juga mengatakan hal yang sama. Disebutkannya, orang yang sudah mati pun juga harus diperlakukan yang sama dengan orang yang hidup. “Pemko Medan harus mencarikan solusinya secepat mungkin. Kasihan dong dengan mayat yang meninggal itu karena itu tidak manusiawi jika terjadi tumpang tindih,” ungkapnya.

Terpisah, Amri (54) penjaga areal perkuburan muslim di Jalan Prof HM Yamin tepatnya di dekat Mesjid Perjuangan 45, mengaku saat ini tanah perkuburan di areal tersebut semakin minim. Tanah untuk mengkebumikan jenazah terpaksa dari kuburan yang lama.

“Kuburan di areal ini kan makin padat. Jadi, untuk menyiasatinya, kuburan yang sudah lama dan tidak pernah diziarahi keluarganya, kita gali lagi untuk menguburkan jenazah baru. Tapi itu juga permintaan keluarga sendiri, misalnya, istrinya sudah lama wafat dan dikebumikan disini, jadi, pas anaknya wafat, dia minta supaya kuburan yang lama itu, digali lagi untuk mengubur jenazah  anaknya,” jelasnya.

Ditambahkannya, terkadang hal itu juga menjadi masalah. “Kita kan juga tau, mana kuburan yang sering diziarahi keluarganya. Kalau sudah bertahun-tahun nggak ada yang menziarahi, jadi kita gali lagi. Ternyata, tiba-tiba keluarganya datang dan menanyakan kuburan tersebut. Ini yang sering jadi masalah. Memang pas digali, banyak tulang-belulang, tapi kan kita kubur lagi dengan baik,” katanya.

Amri yang sudah 10 tahun lebih menjadi penjaga kuburan ini berharap, Pemko Medan memikirkan persoalan ini. “Memang hanya soal tanah kuburan, tapi ini menyangkut masyarakat. Kan nggak mungkin jenazah kita buang ke laut hanya karena areal perkuburan sudah habis di Medan ini,” harap pria yang memiliki dua anak ini.

Senada, Sarbaini (78) penjaga kuburan muslim di kawasan Jalan Sutomo Ujung Kelurahan Gaharu Kecamatan Medan Timur, tepatnya didekat Masjid Nurul Huda mengatakan hal yang sama. “Memang areal perkuburan semakin sedikit. Kalau sudah begitu, kuburan yang lama, dibongkar lagi, biarpun sudah disemen. Tapi, itu juga atas permintaan keluarga jenazah. Asal sama-sama muslim, kan nggak ada masalah kuburannya digali lagi, dan jenazah baru dikubur ditempat itu,” katanya.

Sementara itu, Fahmi (40) warga Jalan Perintis Kemerdekaan mengungkapkan kekhawatirannya mengenai tanah perkuburan. “Pembangunan di sana-sini banyak, tapi pihak Pemko kayaknya lupa soal areal perkuburan. Kalau saya sih, nggak mau ya kuburan keluarga saya digali lagi, dan ditimpa dengan jenazah baru. Itukan tempat pemakaman, jadi kalau ziarah, kita bisa tau yang mana kuburan anak, istri atau saudara. Misalnya, areal perkuburan penuh, terpaksa nyari tempat lagi,” bebernya. (jon/mag-11)

Fraksi PKS Prihatin dengan Vonis Syamsul Arifin

MEDAN-Dukungan terhadap Gubsu nonaktif Syamsul Arifin beserta keluarga besarnya, untuk bersabar terus mengalir, pascaputusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. Putusan yang menjatuhkan vonis Syamsul Arifin selama empat tahun penjara serta mewajibkan Syamsul membayar uang kerugian negara dalam kasus korupsi APBD Langkat sebesar Rp8.512.900.231.

“Selaku pendukung, kami prihatin dengan keputusan pengadilan itu. Tetapi, masih ada proses selanjutnya di tingkat kasasi,” ungkap anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS Muhammad Nuh kepada Sumut Pos, Selasa (13/12).

Ditambahkannya, secara penegakan hukum, maka Syamsul Arifin, keluarga serta pendukungnya termasuk masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk menghargai dan menghormati keputusan pengadilan tersebut. “Di satu sisi, kita bangsa yang menganut paham Tria Politika, dimana pihak yudikatif memiliki kewenangan untuk memutus suatu perkara, maka sebaiknya menghargai dan menghormati keputusan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Saud Tobing selaku Koordinator Provinsi (Korprov) Partai Golkar Sumut enggan memberikan tanggapannya, mengenai putusan pengadilan terhadap Syamsul Arifin yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sumut nonaktif Syamsul Arifin tersebut.

“Wah, saya tidak paham dengan hukum. Jadi saya no comment-lah,” akunya.

Sementara itu, pengamat politik asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Rafdinal SSos menyatakan, vonis atau putusan terhadap Syamsul Arifin tersebut, secara otomatis telah menunjukkan Syamsul Arifin benar bersalah, dalam melakukan tindak pidana korupsi.

“Bukan tinggi rendahnya putusan pengadilannya, tapi benar atau salahnya perbuatan itu dilakukan. Berarti, dengan adanya putusan itu menunjukkan benar kalau Syamsul Arifin melakukan tindak pidana korupsi, meskipun ada niat untuk mengembalikan itu,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dengan kenyataan yang ada, juga seharusnya menjadi masukkan bagi Partai Golkar Sumut untuk tidak terus berasumsi, jika persoalan yang menjerat Syamsul Arifin merupakan bentuk politisisasi lawan-lawan politik Syamsul Arifin dan Golkar Sumut.

“Dengan ini juga membuktikan, tidak benar bila ada permainan politik yang dimainkan lawan-lawan politik Syamsul Arifin. Jadi, Golkar Sumut harus membuang asumsi itu,” sarannya.

Satu lagi yang perlu dicatat, lanjutnya, Pemprovsu di bawah bendera Gatot, harus belajar dari kejadian yang menimpa Syamsul Arifin, agar tidak terjadi hal yang sama nantinya.

Kemudian, bagi Pemprovsu serta pihak-pihak lainnya, jangan kemudian menjadikan putusan terhadap Syamsul Arifin menjadi bahan politisasi, terlebih menyangkut ketidakharmonisan antara Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho.
“Pemprovsu dan pihak lain, jangan mempolitisasi dan menghubung-hubungkan dengan ketidakharmonisan yang terjadi,” cetusnya.(ari)

Gatot Terlalu Sibuk dengan Agenda Partai

Soal Pemberhentian Tidak dengan Hormat dari PNS

MEDAN-Soal pemberhentian tidak dengan hormat terhadap Gatot Pujo Nugroho sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dipaparkan massa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Penyalur Aspirasi Rakyat (Lempar) dalam aksi sebelumnya langsung mendapat respon. Adalah Penasihat Fraksi PKS DPRD Sumut Muhammad Nuh yang buka suara.
M Nuh mengatakan, untuk persoalan tersebut sebaiknya merujuk pada detil munculnya masalah itu.

“Untuk masalah ini, harusnya berdasarkan kronologisnya. Dulu beliau (Gatot, Red), sudah mengajukan pengunduran diri. Namun tidak diterima di institusi (Polmed, Red) yang bersangkutan. Kemudian, beliau terpilih sebagai ketua DPW PKS. Karena kesibukan mengurusi kegiatan di jalur yang baru itu, secara otomatis menyita waktu. Nah, ini sebenarnya terjadi politiki internal di institusi dimana beliau (Gatot, Red) sebelumnya mendedikasikan diri dan kemampuannya. Ini juga tidak terlepas dari faktor like or dislike (suka atau tidak suka), antara pimpinan institusi sebelumnya dengan beliau,” ungkap M Nuh, Selasa (13/12).

Dalam aksi pada Senin (12/12) lalu, Lempar memang menyebarkan selebaran surat pemberhentian tidak dengan hormat dari PNS terhadap Gatot yang ditandatangani Mendiknas. Kemarin, Ketua LSM Lempar Picky Fadly Pardede mengatakan kepada Sumut Pos, adanya predikat diberhentikan secara tidak dengan hormat menunjukkan sikap asli Gatot. Dalam arti kata, hal itu sudah mencemarkan Sumut karena memiliki pemimpin yang tidak baik. “Berarti kalau begitu, dia (Gatot, Red) kan tidak baik. Kalau dia baik, tidak mungkin dia dipecat dengan tidak hormat,” ungkapnya.
Karena itu, Picky, menilai pemerintahan di Sumut saat ini sudah sangat bobrok. “Iya, udah bobrok lah. Dia (Gatot, Red) terlalu gampang mengambil kebijakan. Dan kebijakannya salah pula. Salah satunya pemutasian pejabat eselon III itu. Terlalu berani dia. Kami akan terus mengkritisi kebijakan-kebijakan Plt Gubsu,” tegasnya.

Dikatakanya, dalam rentang satu pekan ke depan, aksi massa untuk melakukan kritik-kritik kepada Gatot akan dilakukan. “Tidak minggu ini, mungkin minggu depan. Kita akan terus melakukan itu,” pungkasnya. (ari)

Ditolak Ahmad Dani, Didukung Anang dan Nina Tamam

Siti Zulaika Sitanggang, dari Pematangsiantar ke Indonesian Idol

Audisi Indonesian Idol yang dilaksanakan di Hotel Asean Jalan H Adam Malik Medan, menghasilkan sejumlah talent yang melenggang ke babak selanjutnya di Jakarta. Diantaranya adalah Siti Zulaika Sitanggang.

Farida Noris Ritonga, Medan

Meraih ‘Golden Ticket’ dan akan menjalani audisi di Jakarta sungguh sangat menggembirakan bagi Siti Zulaika. Wanita kelahiran Pematangsiantar 26 tahun silam itu langsung bersujud syukur dan dengan penuh haru dan memeluk keluarganya.

“Nggak nyangka lolos ke Jakarta. Saya dapat Golden Ticket untuk ikut babak penyisihan selanjutnya. Padahal saingannya sangat ketat, banyak yang memiliki suara bagus. Tapi Alhamdulillah, saya lolos,” kata Siti Zulaika di Hotel Asean, kemarin (13/12).

Di depan dewan juri, Zulaika membawakan lagu Mimpi dari Anggun. Namun, penilaian dari Ahmad Dhani sempat membuatnya deg-degan. “Mas Dhani bilang vokal saya biasa-biasa aja. Aku kan mudah grogi, tapi untung saja dua juri lainnya mengatakan aku lolos. Spontan aku nangis dan sujud syukur,” jelas nya.

Setelah dua kali gagal dalam seleksi audisi pencari bakat Indonesian Idol yaitu pada 2006 dan 2008 lalu, tidak membuat Zulaika berputus asa untuk tetap mengikuti audisi yang diadakan FrentleMedia dan RCTI tersebutn
Alumni Universitas Sumatera Utara

Fakultas Etnomusikologi pada 2008 lalu ini terus mencoba dan membuat persiapan khusus dengan lebih meningkatkan latihan vokalnya.

“Saya mengikuti seleksi Indonesian Idol melalui jalur Special Hunt atau seleksi melalui sanggar-sanggar musik di Kota Medan. Kebetulan saya aktif di kursus nyanyi Cantabile Jalan Setia Budi. Saat itu, tim Indonesian Idol berkunjung dan mengadakan audisi. Saya menyanyikan lagu dari Band Kotak dan akhirnya saya lolos dan mengikuti tahap penyisihan selanjutnya,” ucapnya.

Demi mengikuti audisi Indonesian Idol dan menyalurkan bakat menyanyinya, anak ke 11 dari 13 bersaudara ini, rela meninggalkan pekerjaannya sebagai Customer Service di sebuah telepon seluler. “Saya mengundurkan diri dari pekerjaan karena ingin mendalami musik dan mengikuti audisi ini,” urainya.

Namun, perjuangan Zulaika tidak sia-sia, tekad yang kuat dan tingginya rasa keingintahuan untuk mengukur kualitas suaranya terjawab sudah. Kini, Zulaika tinggal menjalani beberapa langkah lagi untuk menjadi bintang terkenal. “Hanya ingin mengukur kualitas diri. Kalau memang kalah, salahnya dimana, supaya aku bisa perbaiki lagi. Meski nantinya aku nggak lolos, tapi yang penting aku sudah mencoba dan berusaha,” ujarnya.

Dari kecil, kata Zulaika, dirinya memang menyenangi musik dan sering memenangkan berbagai perlombaan menyanyi. “Saya memang suka nyanyi. Selama ini sering ngisi acara di kafe-kafe, pesta bahkan hingga acara wisuda. Aku nyanyi dengan teman-teman dan ikut band. Nyanyi untuk menyalurkan hoby sekaligus nyari uang,” katanya.
Kini, Zulaika hanya berharap lolos pada audisi di Jakarta nanti. “Aku akan berjuang habis-habisan. Karena sudah dijalani, jadi harus optimis dan yakin meskipun tantangannya sangat sulit. Sejauh ini kedua orangtuaku juga mendukung dan memberikan suport buat aku,” bebernya.

Menurut Communication Officer Marcomm Dept RCTI, Trista P Efendi, Siti Zulaika beserta 59 peserta yang diseleksi di  Universitas negeri Medan, berhadapan langsung dengan 43 peserta ternaik asal hasil audisi di Kota Padang dan Palembang. Seluruh peserta ini dihadapkan langsung dengan juri-juri Indonesian Idol yang datang dari Jakarta. Ada Anang Hermansyah, Ahmad Dhani dan Nina Tamam hadir sebagai juri Indonesian Idol untuk audisi Kota Medan kali ini.

“Jadi, masing-masing peserta harus menampilkan kemampuan bernyanyi yang terbaik,” kata Trista P Efendi, Selasa (13/12)

Para peserta yang terpilih dari audisi akhir per kota ini akan siap untuk dipertandingkan di Jakarta dan akan bertanding kembali menunjukan kualitas masing-masing dengan para peserta terbaik dari kota Surabaya, Bandung Yogyakarta dan Jakarta. “Jumlah yang dibawa ke Jakarta tidak kita tentukan, yang penting kita pilih terbaik diantara yang terbaik,” jelasnya. (*)

2 Heli Militer Tabrakan, 4 Penerbang Tewas

SEATTLE – Kecelakaan tragis dan fatal terjadi di salah satu pangkalan militer AS di Negara Bagian Washington. Empat penerbang dilaporkan tewas akibat tabrakan dua helikopter dalam sebuah latihan militer tersebut.

Brendalyn Carpenter, juru bicara di Pangkalan Militer Lewis-McChord, membenarkan bahwa kecelakaan dua heli itu terjadi pada Senin malam (12/12) waktu setempat atau kemarin pagi WIB (13/12). Polisi militer dan tim SAR langsung tiba di lokasi di dekat Pangkalan Militer Tacoma tersebut tidak lama setelah kecelakaan terjadi.

“Kami mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga, teman, dan orang-orang terkasih dari para tentara yang menjadi korban dalam kecelakaan tragis tersebut,” ungkap Mayor Jenderal 9Mayjen) Lloyd Miles, komandan senior di pangkalan tersebut.

“Kami akan melakukan penyelidikan secara mendalam atas kecelakaan tersebut dan akan melakukan yang terbaik untuk mendukung keluarga para tentara pemberani yang tewas malam ini (Senin malam, Red),” tambahnya.
Pihak pangkalan militer mengidentifikasi bahwa dua heli yang terlibat kecelakaan maut tersebut adalah jenis OH-58 Kiowa. Kiowa Warrior adalah helikopter bermesin tunggal empat baling-baling dan biasa dijuluki sebagai helikopter pengintai.

Televisi lokal KIRO 7 melaporkan bahwa dua helikopter itu tabrakan dan jatuh di wilayah hutan di Thurston, yang biasa dijadikan lokasi latihan militer. Tidak seorang pun pilot dan kopilot (penerbang) yang selamat dalanm insiden tersebut.

Saat kecelakaan terjadi, temperatur udara di pangkalan militer itu tecatat sekitar minus 6 derajat Celsius. Sejumlah media lokal melaporkan bahwa kecelakaan itu sepertinya terjadi akibat tebalnya kabut yang menutupi area hutan dan menghalangi jarak pandang para penerbang, sehingga kedua heli itu saling bertabrakan.
Pangkalan Udara Gabungan Lewis-McChord merupakan fasilitas angkatan udara yang disatukan dengan pangkalan angkatan darat AS. Pangkalan tersebut memiliki 100 ribu personel militer dan sipil, baik yang bekerja secara kontrak atau pensiunan.

Salah seorang perwira militer di pangkalan itu, Letnan Kolonel Dangerfield mengatakan bahwa tabrakan antara dua heli terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Hingga tadi malam, penyebab kecelakaan belum diketahui. Tapi keempat korban belum bisa diidentifikasi.
“Kami belum memiliki data lengkap mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” tambah J.C. Mathews, seorang juru bicara pangkalan tersebut. (rtr/cak/dwi/jpnn)