25 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 14377

Korban Banjir Tinggal di Jembatan

BANGKOK- Korban banjir Thailand ternyata tak hanya mengungsi ke tenda-tenda penampungan yang disediakan. Malainkan, ada banyak yang memilih tinggal di blok cetak semen yang awalnya akan dijadikan fondasi jalur kereta layang.
“Saya sebenarnya punya toko kecil sekitar sini. Namun, ketika banjir mulai meninggi, saya dan keluarga mengungsi kemari,” kata Jaew, seorang ibu asal Pathum Thani, seperti dikutip dari CNN (12/11).

Pengembang blok cetak semen yang berbentuk mirip sarang lebah itu berbaik hati mengizinkan warga tinggal dengan mempergunakan aliran listrik yang ada di sekitar lokasi. Puluhan penduduk Pathum Thani juga melakukan hal yang sama dengan Jaew. Kebanyakan dari mereka memiliki rumah yang dapat ditempuh dengan dayungan singkat dari blok cetak semen.

Mereka mengaku bertahan hidup dari sumbangan uang dan makanan yang diberikan relawan dari Universitas Bangkok. Kadang-kadang pejabat daerah juga memberi sumbangan pada mereka.

Para pengungsi mengaku lebih betah tinggal di blok cetak semen daripada di tenda penampungan milik pemerintah. Karena selain lebih luas, mereka juga bisa mengawasi rumah mereka. Adapun yang lebih penting lagi, mereka bersama dengan para tetangga.

Walaupun para pengungsi menginginkan untuk kembali ke rumah mereka begitu air sudah mulai surut, mereka memperkirakan hal tersebut belum akan terjadi dalam waktu dekat. (net/jpnn)

Harta Capim KPK Melonjak Jaksa Zulkarnaen Terkaya

JAKARTA – Tak lama lagi tampuk pim pinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpindah tangan. Beberapa seleksi akan mereka hadapi di DPR sebelum dipilih empat orang yang akan mengganti pimpinan yang ada saat ini. Namun yang juga perlu diperhatikan adalah laporan hasil kekayaan penyelenggara negara para capim KPK.

Lima dari delapan capim merupakan penyelenggara negara yang memiliki kewajiban untuk melaporkan kekayaannya. Mereka adalah Koordinator Staf Ahli Jaksa Agung Zulkarnaen, mantan Ketua PPATK Yunus Husein, Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi, serta Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK Handoyo Sudrajat.

Sedangkan tiga lainnya bukan termasuk penyelenggara negara. Yakni Bambang Widjojanto yan berprofesi sebagai advokat, Adnan Pandu Pradja dosen FH UI dan Abraham Samad yang juga berprofesi sebagai advokat sekaligus penggiat antikorupsi. “Ketiga orang itu belum wajib melaporkan kekayaannya,” kata juru bicara KPK Johan Budi kemarin (13/11).

Nah, berdasarkan data Direktorat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (Dirjen LHKPN) diantara kelimanya penyelenggara negara, jaksa Zulkarnaen tercatat sebagai calon pimpinan KPK yang memiliki pundi-pundi kekayaan terbanyak. Hartanya Rp1,55 miliar. Angka tersebut bukan angka terbaru. Kekayaan yang tercatat itu merupakan data kekayaannya para tahun 2009 lalu.

Meski begitu, kekayaan mantan Kajati Kalimantan Selatan itu melonjak sangat tajam hanya dalam kurun waktu dua tahun. Sebab, data LHKPN 2007 menunjukkan harta yang dimiliki Zulkarnaen hanya Rp875,73 juta.
Urutan kedua ditempati pensiunan polisi Aryanto Sutadi. Kekayaannya mencapai 1,24 miliar. Tapi besar kemungkinan harta tersebut melonjak tinggi lantaran itu adalah data pada 2001. Beberapa kalangan memang menilai bahwa Aryanto malas untuk melaporkan kekayaannya ke KPK.

Posisi berikutnya ditempati mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan Yunus Husein. Data pada 2005 tercatat bahwa harta yang dimiliki Yunus sebesar Rp679,9 juta dan USD 34.796.

Penasehat KPK Abdullah Hehamahua merupakan capim yang tergolong rajin melaporkan kekayaannya. Hingga saat ini, pria yang pernah menjadi ketua komite etik kasus Nazaruddin itu sudah empat kali melaporkan harta kekayaannya. Pada tahun 2001 kekayaan Abdullah sebesar Rp120,3 juta. Pada 2005 harta Abdullah justru menyusut menjadi Rp70,72 juta. Dua tahun selanjutnya, kekayaan bertambah menjadi Rp373,54 juta. Terakhir pada tahun 2009, harta Abdullah terlapor sebanyak Rp460,52 juta. “Pak Abdullah memang yang paling rajin melapor,” kata seorang pengawai Dirjen LHKPN.

Internal KPK lainnya Handoyo Sudrajat menjadi capim KPK dengan kekayaan yang paling sedikit. Menempati posisi buncit, Handoyo hanya memiliki kekayaan Rp360,99 juta. Itu merupakan data pada tahun 2010. Nilai kekayaan Handoyo naik tipis dari hartanya pada tahun 2006 sebanyak Rp 259,51 juta.

Sementara itu anggota badan pekerja ICW Emerson Yuntho meminta agar seluruh capim KPK membenahi dan mengupdate kekayaannya. “Seharusnya mereka menggunakan waktu yang ada untuk memperbaharui LHKPN-nya,” kata pria yang akrab disapa Econ itu.

Menurutnya, itu untuk membuktikan bahwa kelimanya merupakan orang yang transparan. Dia melanjutkan bahwa orang yang transparan merupakan syarat mutlak untuk menjadi pimpinan KPK.

Selain itu Econ juga meminta agar KPK melakukan penelusuran apakah harta yang dilaporkan kelimanya benar atau tidak. Kata dia, tidak menutup kemungkinan ada diantara mereka yang tidak jujur.(kuh/jpnn)

800 Kades Ditipu Oknum Mengaku Protokoler Istana

Jakarta- Ratusan kepala desa (kades) yang sedang mengikuti workshop Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) di Wisma Hijau, Mekarsari, mendatangi Mapolresta Depok, Sabtu (12/11) malam kemarin. Mereka mengadukan Dendi Firman dan Edi Hanson, panitia workshop, yang dianggap telah menipu 800 kepala desa di beberapa provinsi.

Para kades ini dijanjikan akan mendapat bantuan dana sesuai dengan kebutuhan pembangunan desanya masing-masing. “Dari Kementerian Keuangan Rp6 miliar dan dari Kementerian Dalam Negeri Rp2 miliar untuk tiap-tiap desa,” ujar Syaiful Anshori, koordinator Kepala Desa dari Kabupaten Kesawaran, Lampung yang menjadi perwakilan rekan-rekannya membuat laporan.

Menurut Anshori, setiap kades dimintai biaya untuk pembuatan proposal Rp500 sampai Rp600 ribu per orang. Setelah proposal selesai, akan dikirim ke kementerian dan kembali dikenakan biaya Rp2,6 juta per orang.
“Kami sudah menyerahkan uang itu kepada Dendi,” imbuhnya.

Anshori mengisahkan, teman-teman Dendi rajin mendatangi sejumlah kantor kepala desa di Lampung.
Saat dikonfirmasi, Dendi sendiri mengaku sebagai wartawan Tipikor. Uang itu, menurut Dendi, diberikan kepada Tomi yang mengaku bekerja sebagai protokoler Istana Kepresidenan RI. (net/bbs)

Bawaslu Setuju Batasi Kampanye di Media

JAKARTA – Pembatasan kampanye partai politik atau pasangan calon melalui media massa harus didorong untuk diatur dalam Undang Undang. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setuju merevisi pasal pengaturan kampanye dalam UU Pemilu nomor 10 2008 bisa diatur lebih detail.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Bawaslu bidang pengawasan Wahidah Suaib di Jakarta, kemarin (13/11). Menurut Wahidah, Bawaslu berharap agar pasal terkait batasan kampanye media di UU Pemilu saat ini tetap dipertahankan. Hanya saja, perlu diatur lebih lanjut fenomena digunakannya media massa sebagai alat untuk mempengaruhi pemilih. Hal itu acapkali terjadi di pemilihan kepala daerah.

“Sebelum pilkada, banyak media baru bermunculan. Media ini mendukung pasangan calon tertentu,” ujar Wahidah.
Media baru itu, kata Wahidah, biasa dibentuk tiga bulan sebelum pemungutan suara. Bahkan, lanjut dia, ada media yang dibentuk satu tahun sebelum pilkada digelar. “Bisa saja ini terjadi untuk proses pemilu nasional nanti,” ujar Wahidah.
Menurut Wahidah, keberadaan media baru yang mendukung parpol ataupun pasangan calon memang belum diatur. Jika media itu beredar terbatas di internal parpol tentu tidak menjadi masalah. Hanya saja, media tersebut kemudian beredar luas kepada publik.

“Padahal, publik kan membutuhkan informasi yang berimbang, tentu itu meresahkan,” kata Wahidah mengingatkan.(bay/jpnn)

Polisi Selidiki Keterlibatan Ajudan Gubsu

Penipuan Terhadap 49 CPNS

MEDAN-Direktorat Reserse Kriminal Umum Poldasu menyelidiki adanya keterlibatan RP, ajudan Gubernur Sumatera Utara, terkait kasus penipuan terhadap 49 CPNS di Pemprovsu.

Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi Sumut Pos menjelaskan, akan memeriksa RP. “RP akan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Tunggu saja hasil pemeriksaan nanti,” ujar Nainggolan.

Nainggolan juga menjelaskan terungkapnya kasus ini setelah adanya laporan Hendra Arif Ritonga (31), honorer di Pemprovsu.

Dalam laporannya Hendra menyebutkan, tersangka Tengku Hasanul Bolqiah  meminta uang Rp25 juta dengan iming-iming SK pengangkatan menjadi PNS.

Warga Jalan Pasar II Barat Griya Sapta Marga Blok B, Medan Marelan itu memberikan SK tersebut, setelah memalsukan tandatangan Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pembinaan Pemprovsu, Kaiman Turnip.
Merasa tidak pernah menandatangi SK tersebut dan merasa tandangannya dipalsukan Kaiman Turnip juga melaporkan tersangka. (mag-5)

SBY Perdengarkan Lagu Baru di KTT APEC

HONOLULU- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan abad ini akan dimiliki negara-negara di kawasan Asia Pasifik, melalui peran strategisnya dalam perekonomian dunia. Penegasan tersebut disampaikan SBY dalam pidatonya pada forum APEC CEO Summit 2011 di Hotel Sheraton Waikiki, Honolulu, Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat, Minggu pukul 12.00 waktu setempat.

“Sembilan dari 21 anggota APEC adalah anggota G-20 (negara-negara maju), seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China. Kawasan Asia Pasifik juga meliputi negara-negara berkembang seperti Korea Selatan, Indonesia, Meksiko, Rusia, Vietnam, dan lainnya,” katanya.

Menurutnya, dalam beberapa dekade ke depan, sebagian besar negara di kawasan Asia Pasifik akan menjadi negara berpendapatan menengah, dan sesuai prediksi Asian Development Bank (ADB) tidak ada lagi negara miskin di Asia pada 2050.

Tumbuhnya organisasi regional dan sub regional di sejumlah kawasan juga diyakini mampu menghindarkan potensi konflik dan mengubahnya menjadi peluang. SBY juga meyakini transparansi pemerintahan dan orientasi pada rakyat adalah satu-satunya cara agar pemerintah dapat mengimbangi kecepatan informasi publik.

“Di era Twitter dan Facebook, setiap orang kini memiliki pasar ide sendiri, yang kecepatannya tidak bisa diimbangi komunikasi resmi antarpemerintah,” terang SBY.

Pidato SBY tersebut diberikan hanya berselang tiga jam setelah pesawat yang membawa presiden dan rombongan mendarat di Hickam Air Force Base, Honolulu, setelah menempuh 17 jam penerbangan dari Palembang.
CEO Summit adalah salah rangkaian KTT APEC ke-19. Presiden SBY ?mendapat giliran berpidato ketiga setelah PM Tiongkok Hu Jintau dan Presiden AS Barack Obama.

Dalam tanya jawab yang dipandu Senior Managing Editor Assosiated Press (AP) Michael Orezkes, Presiden SBY juga menilai tidak zamannya lagi suatu negara menggunakan pengaruhnya karena saat ini dibutuhkan hubungan timbal-balik.

Pernyataan tersebut menanggapi pernyataan Presiden Barrack Obama yang menyatakan Amerika Serikat ingin mempertahankan kepemimpinan ekonomi dunia melalui hubungan yang saling menghormati. “Kami ingin menunjukkan ekonomi kami yang kompetitif bagi ekonomi global,” papar Obama.

Presiden kulit hitam pertama AS ini me nyatakan, ekonomi AS kini tengah menghadapi banyak tantangan sehingga negaranya memandang hubungan ekonomi dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik sangat penting.
Obama mengakui pandangan dunia terhadap AS kini cenderung negatif akibat keterlibatan AS lebih dari satu dekade terakhir dalam di perang berbagai negara. Selain berbicara dalam CEO Summit, Presiden SBY juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia dan Perdana Menteri Kanada.

Dalam forum yang dihadiri ratusan pebisnis dari kawasan Asia Pasifik ini, SBY juga sempat memperdengarkan lagu baru yang dinyanyikan Sandhi Sandoro. Lagu tersebut termasuk dalam album Harmoni yang diluncurkan pekan lalu, ketika SBY berpidato dalam forum yang digelar Unesco di Cannes, Prancis.

Tentang album barunya tersebut, Michael Orezkes sempat menanyakan bagaimana mungkin seorang kepala negara seperti SBY punya waktu luang untuk bermusik dan menciptakan lagu. Sembari tersenyum, SBY mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu produktif, karena hanya mampu menciptakan satu lagu dalam tiga bulan.
“Bermusik adalah hobi saya, sama seperti kepala negara lain yang hobi memancing, berburu, menunggang kuda,” tutur SBY.  (noe/jpnn)

Hari Ini, Jasad Eli Tiba di Medan

Nelayan Deliserdang yang Tewas di Sel Malaysia

PANTAI LABU-Hampir sepekan menjalani proses birokrasi, akhirnya, Senin (14/11) jasad nelayan asal Pantai Labu, Deliserdang yang tewas di penjara Bahtera Penang- Malaysia, Eli Zailani Bin Ramli (34) warga Dusun II, Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, akan tiba di rumah duka.

Jenazah bapak lima anak itu pun langsung diantarkan Komjen Diraja Malaysia dengan menumpang pesawat Malaysia Air Line yang akan tiba di Bandara Polonia Medan sekira pukul 09.00 Wib.

Dari bandara Polonia, jasad Eli Zailani pun rencananya segera di boyong pihak keluarga ke rumah duka. Situasi di rumah duka yakni kediaman keluarga Eli Zailani yang begitu sederhana dan hanya berdindingkan tepas serta lantai semen itu pun tampak mulai sibuk. Pihak keluarga maupun jiran tetangga mulai mempersiapkan berbagai peralatan dan perlengkapan guna menyambut kedatangan jasad bapak lima anak itu. Di halaman depan rumah tampak sudah terpasang teratak serta ratusan kursi plastik untuk para pelayat.

Syamsul seorang kerabat keluarga Eli Zailani sendiri kepada awak koran ini menuturkan kalau pihak keluarga serta warga sekitar tempat tinggal Eli sudah mengadakan tahlilan mulai dari Sabtu (12/11) malam lalu.

Di tengah kesibukan menyambut kedatangan jenazah nelayan malang itu, terlihat seorang wanita muda yang tak lain Rusmawati (28) istri Eli Zailani. Ibu muda itu masih terlihat begitu berduka atas kabar kematian suaminya itu.

Dari raut wajah Rusmawati pun tergambar jelas kesedihan yang tengah dirasakannya. Ibu muda itu pun mulai gundah kala memikirkan nasib dirinya serta kelima anaknya yang masih kecil-kecil terutama si bungsu Riko Syahputra yang masih berusia 7 bulan.

Rusmawati sendiri mengaku masih tak yakin dengan kematian suaminya itu. Menurut Rusmawati, Eli Zailani Bin Ramli merupakan tulang punggung keluarga. Semenjak Eli Zailani ditangkap Kepolisian Malaysia sekira Agustus lalu, kebutuhan makan sehari-harinya pun ditanggung pihak keluarga dan tetangganya. Rusmawati tidak dapat berbuat banyak, karena saat Eli Zailani ditangkap, Rusmawati baru saja melahirkan anaknya yang kelima.

Informasi diperoleh, Jenazah Eli Zailani akan dijemput ambulance yang dipasilitasi Pemkab Deliserdang dari Bandara Polonia Medan. Pihak keluarga yang akan menjemput jenazah dari Bandara Polonia Medan, juga di fasilitasi Pemkab Deliserdang. Disebutkan, tiba di rumah duka, jenazah Eli Zailani tidak berlama-lama di rumah, setelah acara singkat jenazah itu akan dimakamkan di tanah wakaf Desa Paluh Sibaji.  (pas/smg)

BUMD Ideal Kelola Sumur Minyak Langkat

PAD Bisa Bertambah, Konflik Terantisipasi

LANGKAT- Pemkab Langkat seharusnya memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna pengelolaan sejumlah sumur-sumur (minyak) tua di bumi lancang kuning itu. Soalnya, Eksindo pemegang kontrak dari PT Pertamina diduga belum memperlihatkan hasil kerja mumpuni.

“Apabila, pemegang technical assistan contract (TAC) yakni Eksindo sesuai dugaan memang belum memperlihatkan hasil seperti diharapkan apalagi memberikan kontribusi buat pemkab ataupun Pemprov Sumut bahkan negara untuk apa diteruskan. BUMD merupakan pilihan yang tepat mengkomandoi pengelolaan sumur tua itu, maka harus disegerakan melalui peraturan dan ketentuan berlaku,” kata anggota Komisi A DPRD Sumut, H Hasbullah Hadi saat ditemui wartawan di sela-sela Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Al Washliyah di gedung PKK Stabat, Sabtu (12/11) petang kemarin.

Ia menegaskan jika Pemkab Langkat sudah mengantongi Peraturan Daerah (Perda) tentang BUMD diperkirakan kian memuluskan pengelolaan sumur tua.

Dengan terobosan itu Hasbullah menilai bukan hanya mempertegas pemasukan melalui Penghasilan Asli Daerah (PAD) saja melainkan memberikan pengawasan yang lebih sistematis. Begitu juga pihak-pihak yang beraktifitas (kontrak) di sumur tua bisa semakin terkoordinir dengan tatanan kerja memadai.

“Berdasarkan ketentuan maupun peraturan melalui Perda terkait BUMD, maka sudah sangat memungkinkan sumur tua itu dikelola Pemkab. Nah, kalaupun ada koperasi yang berniat atau berkeinginan melibatkan diri tetap harus di bawah komando atau koordinasi BUMD tadi. Dengan kondisi itu bukan hanya PAD yang masuk ke pemerintahan setempat, bentuk konflik atau pertikaian antar-warga yang terjebak saling klaim lahan sumur seperti dikhawatirkan diperkirakan terantisipasi,” beber politisi Demokrat ini.

Sependapat dengan itu masih dari arena Rakerwil Al Washliyah, H Yan Syahrin anggota DPRD Sumut lainnya menegaskan BUMD menjadi pilihan tepat menggantikan posisi Eksindo yang disebut-sebut tidak memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan sumur tua di Kecamatan Padang Tualang.

Tidak hanya demikian, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumut ini menegaskan seluruh sumur tua yang berpotensi cakupan Kabupaten Langkat juga harus di bawah penanganan BUMD.  Alasannya sederhana, pengelolaan wilayah kerja pertambangan yang diserahkan PT Pertamina kepada pihak ketiga saat ini juga ditengarai jauh dari harapan. Menyusul lagi, informasi yang menyebutkan Eksindo selaku pemegang ATC malah membeli minyak dari warga melakukan penyulingan ilegal.

“Sudah cocok itu kalau BUMD yang maju membidani pengelolaan sumur tua, macam mana lah kita mau menuntut kontribusi dari pihak ketiga yang memegang kontrak saat ini dari PT Pertamina kalau untuk hasilnya (minyak) saja malah membeli dari warga yang notabene jelas sekali ilegal,” bilang Yan politisi berasal dari Pangkalan Brandan, Langkat ini. Kendati tidak menyebutkan jadwal pastinya, namun Yan mantan Ketua Kadin Langkat ini sebutkan bersama Komisi D DPRD Sumut dia akan melakukan peninjauan ke beberapa sumur tua dimaksud.

Sekedar mengingatkan, menjelang akhir pekan kemarin di gedung dewan Kabupaten Langkat, Komisi IV (Bid Lingkungan dan Pembangunan) dinahkodai Sri Wahna Kaban (PBB) selaku Ketua Komisi bersama wakil Hasan Basri (PAN) dan segenap anggota melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan BP Migas, PT Pertamina, Eksindo, Distamben Prop Sumut plus Langkat beserta TNI/Polri.

Agenda pertemuan terkesan singkat ketika itu menyusul dilaksanakannya Salat Jumat, Wahna merekomendasikan agar pengelolaan sumur ditangani BUMD. (mag-4)

Tebu Dibabat Habis, Masyarakat Kembali Garap Lahan

Terkait Lahan Eks HGU PTPN 2 Sei Semayang

BELUM ada penyelesaian yang jelas tentang konflik lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 di Kota Binjai. Dampaknya, masyarakat kini kembali turun ke lapangan membersihkan lahan eks HGU PTPN 2 dari tanaman tebu, Minggu (13/11) sekitar pukul 09.00 WIB.

Puluhan masyarakat yang melakukan pembersihan tanaman tebu itu, berasal dari kelompk tani Anugrah Tunggurono. Pembersihan lahan itu tepat di atas lahan eks HGU PTPN 2 Sei Semayang, Jalan Bangau, Lingkungan IX, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur.

Mereka masuk ke areal lahan membawa senjata tajam seperti parang, arit dan lainnya. Puluhan masyarakat yang terdiri dari kaum ibu-ibu, laki-laki, tua dan muda itu terlihat tampak berdiri di lahan eks HGU PTPN 2 kemudian menyapu bersih tanaman tebu.

Mereka tidak menghiraukan panas teriknya matahari. Para peng garap itu tersus membabat sehingga tebu rata dengan tanah.

“Kami tidak peduli mau siapa yang datang. Tanah ini, adalah tanah kami. Dulu orang tua kami bercocok tanam di sini. Jadi, sekarang kami mau ambil kembali lahan ini, agar kami dapat kembali meneruskan bercocok tanam seperti para orang tua kami dahulu,” tegas Uji, salah seorang warga di sela-sela kesibukannya membersihkan lahan tebu. Adanya aksi warga tani ini, sejumlah petugas Polsek Binjai Timur dan Polres Binjai berjaga-jaga di lokasi garapan itu sembari melarang aksi pembabatan.

Warga yang tadinya sibuk membersihan lahan, sempat terhenti.

“Apanya ini. Ada apa rupanya? Kok disiruh berhenti. Biarkan aja polisi itu di situ, kita tetap aja membersihkan lahan ini. Apa pulak urusan polisi sama lahan ini?,” cetus Iwa dengan nada berang saat warga ditarik keluar dari lahan eks HGU PTPN 2 Sei Semayang.

Meski aksi pembersihan lahan sempat terhenti. Namun, warga tani kembali masuk ke lahan untuk melakukan pembersihan. Setelah merasa lelah, akhirnya sekitar pukul 11.00 WIB, puluhan masyarakat tani tersebut menghentikan aksi pembersihan itu. Selanjutnya, para petugas meninggalkan lokasi.

Syamsul Bahri, selaku ketua kelompok tani Anugrah Tunggurono, kepada wartawan Sumut Pos mengatakan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pembersihan lahan. Sampai luas lahan yang menjadi hak mereka sekitar 628 hektare. “Yang kita bersihkan ini masih sedikit, sekitar 3 hektare,” kata Syamsul.

Syamsul hanya bisa berharap, agar pihak keamanan tidak melakukan intimidasi, interpensi atau melakukan tindakan lain selain menjaga keamanan.

“Selama ini yang kami alami, petugas selalu mengintimidasi masyarakat tani. Yang katanya pihak PTPN 2 mau datang menyerang, yang katanya kami akan ditangkap. Hal seperti ini hendaknya jangan ada lagi, karena petugas hanya sebagai pengaman. Kalau pihak PTPN 2 datang menyerang, tentunya petugas yang menjaga agar tidak terjadi bentrok,” harap Syamsul.

Sebelumnya Anggota Komisi A DPRD Tingkat I Rahmuddin dalam kunjungan kerjannya (reses) mengatakan, kepada pihak keamanan yang menjalankan tugasnya baik itu Polri dan TNI harus bertindak adil jangan sampai berbuat yang tidak diinginkan.

Selain itu, dijelaskannya, pihak Polisi yang selama ini di pandang masyarakat dalam bertindak selalu memihak kepada sesuatu oknum tertentu. Jadi diharapnya pihak kepolisian haruslah bertindak arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan di lapangan. Karena semua ini menurutnya, adalah rakyat Indonesia satubangsa dan satu tanah air, jangan sampai terjadi pertumpahan darah antara satu bangsa. (dan)

Nova Eliza Rambah Reggae

Lama tidak terdengar di dunia hiburan, Nova Eliza muncul dengan kejutan. Pesinetron cantik tersebut merilis single yang menandai kiprahnya di dunia olah suara. Aliran musiknya juga berbeda dari yang sedang tren saat ini. Ibu satu anak itu memilih musik reggae.

Nova sengaja memilih genre musik tersebut karena ingin terlihat berbeda di tengah aliran musik pop. “Sebenarnya, saya nggak mau lagu yang berat, yang ringan-ringan saja, supaya bisa nyanyi sama-sama,” katanya saat ditemui di Rolling Stones Cafe, Ampera, Jakarta Selatan, Sabtu lalu (12/11).

Nova menyatakan, lagu perdananya yang diberi judul Putus Sambung Terus itu tergolong reggae yang ringan sehingga mudah diingat penikmat musik di Indonesia. Awalnya, dia merasa kesulitan. Sebab, ketika memutuskan untuk menyanyikan lagu reggae, istri Mirwan Suwarso tersebut merasa keberatan. Akhirnya, dilakukan sedikit perombakan sehingga musik Putus Sambung Terus lebih easy listening. (fed/c12/any/jpnn)