23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14382

Terancam Gagal Jadi Profesor

Effendi Gazali

Sikap kritis pakar komunikasi Universitas Indonesia Dr Effendi Gazali berbuah pahit bagi dirinya. Gara-gara mengungkap kasus dugaan korupsi di kampus, dia terancam tak bisa menyandang gelar profesor.

Effendi mengatakan bahwa sertifikat profesornya ditahan pihak universitas. “Sertifikat profesor saya ditahan (pihak UI) sejak September. Ini kita harus melawan, jangan takut,” kata Effendi saat berbicara dalam diskusi dan bedah buku Melawan Korupsi dengan Pimpinan KPK Terpilih dan Perang-perangan Melawan Korupsi di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, kemarin (4/12).

Menurut Effendi, pihak UI merasa keberatan terhadap komentarnya di berbagai media terkait pengungkapan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Rektor UI Prof Dr Gumilar Rusliwa. “Ketika kami mempersoalkan kampus, kami dinilai telah membuka aib dan mencemarkan nama baik kampus saya sendiri,” jelasnya.

Meski begitu, Effendi menyatakan tidak gentar terhadap intimidasi yang dialaminya. “Saya sih tidak masalah ya kalau saya nanti dikeluarkan dari UI,” tandasnya. (yay/jpnn)

Orang Batak Banyak Menyumbangkan Perjuangan

Puncak Perayaan 150 Tahun HKBP

JAKARTA-Pembangunan bangsa Indonesia hendaknya tidak memandang agama, suku, ras ataupun latar belakang. Pembangunan yang mengikusertakan semua golongan masih belum terlalu terasa realisasinya sehingga perlu ditingkatkan lagi di masa mendatang.

Itulah pandangan Pimpinan Tertinggi (Ephorus) HKBP Pdt DR Bonar Napitupulu saat menyampaikan kata sam butan puncak perayaan 150 Tahun HKBP di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, petang tadi. Perayaan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Rombongan Presiden dan Ibu Negara diisi pula Ketua MPR Taufik Kiemas, Menteri Agama Suryadharma Alie, Seskab Dipo Alam, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, serta mantan Ibu Negara Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

“HKBP rindu pembangunan bangsa itu agar tak ada lagi orang Jawa, Batak, Padang, Cina tapi semua harus jadi orang-orang Indonesia,” lugas Bonar Napitupulu di podium yang letaknya tak jauh dari SBY duduk sebagai tamu kehormatan di tribun VVIP GBK.

Menurut Bonar, pembangunan yang inklusif itu sudah sering disarankan oleh para tokoh lintas agama dalam beberapa pertemuan dengan Presiden. Dia mengakui bahwa pemerintahan SBY mencintai pluralisme dan penuh toleransi pada kaum minoritas. Tapi itu tidak cukup tanpa pengikutsertaan elemen bangsa yang lebih luas dalam pembangunan NKRI.
“Saya titipkan seluruh jemaat di seantero bangsa untuk diayomi, dipimpin dan diikutsertakan dalam pembangunan negara dalam sektor formal maupun non-formal. Agar dapat hidup di setiap jengkal negara ini sebagai tumpah darahnya dengan tanpa dibeda-bedakan,” tuturnya.

Sikap anti diskriminasi, lanjut Bonar juga harus diikuti semua elemen pemerintahan agar kehidupan dalam harmoni kerukunan dan saling mengasihi terwujud dalam clean government dan ketaatan pada hukum.

Dengan kerendahan hati Ephorus mengingatkan bahwa suku Batak sudah menyumbangkan begitu banyak perjuangan demi kemerdekaan RI. Putra-putri Batak pun sudah banyak yang berkiprah secara positif dalam pemerintahan maupun langsung di tengah masyarakat.

Presiden SBY yang menyampaikan pidato kenegaraannya setelah Ephorus, menegaskan bahwa karakter bangsa harus dilandasi nilai-nilai agama yang benar.

“Saya hargai sikap dan pandangan hidup jemaat HKBP yang penuh toleransi,” kata Presiden.

Dia mengatakan bahwa pemerintah tak henti-henti mendorong keharmonisan semua lapisan masyarakat, dan tidak cuma lewat upaya dialog saja. SBY mengajak HKBP terlibat dalam pembangunan bangsa yang lebih berkualitas sembari merefleksikan kasih Tuhan dalam sikap dan pandangan hidup sehari-hari.

“Saya ajak keluarga besar HKBP memperkuat budaya toleransi dan menjauhi kekerasan. Memperbaharui semangat pengharapan, refleksikan kasih Tuhan. Motivasi pembaruan iman dan solidaritas sebagai cermin kasih Tuhan. Saya ajak bersama pemerintah tingkatkan kualitas kehidupan rakyat,” tutur SBY.

Perayaan nasional Jubileum 150 tahun HKBP di Jakarta dihadiri sekitar 90 ribu jemaat dari seluruh Indonesia dan perwakilan dari luar negeri. Sebelumnya, rangkaian perayaan per wilayah sudah dilakukan di beberapa kota besar seperti Tarutung, Medan, Pekanbaru, Surabaya, dan Balikpapan pada Oktober lalu.

HKBP lahir pada 7 Oktober 1861. Gereja ini memiliki 4,5 juta jiwa jemaat dengan jumlah gereja hampir 3.300 buah tersebar di hampir seluruh Nusantara dan sebagian di luar negeri seperti di Singapura, Malaysia dan Amerika Serikat. Oleh karena itu HKBP menyandang predikat gereja terbesar di Asia Tenggara. (ald/net/rm/jpnn)

FIB USU Gelar Dies Natalis

MEDAN- Dalam upaya membangun kecerdasan intelektual berbasis budaya, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara Medan, menyelenggarakan dies natalis ke 46, Sabtu (3/12).

Rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan tak lain untuk membangun kebersamaan antara dosen, mahasiswa, alumni, dan para orangtua mahasiswa. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Dr Ridwan Hasibuan Hanafiah, saat ditemui sebelum pelaksanaan kegiatan.

“Dengan mengambil tema Abad 21 memasuki era intelektualisme berbasis budaya, kita harapkan kegiatan ini mampu membangun kebersamaan diantara civitas akademika kampus, alumni dan para orangtua mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan membentuk kembali harmonisasi internal khususnya FIB, setelah lima tahun absen dalam penyelenggaraan dies natalis,” sebutnya.

Sementara itu, dekan FIB Dr Syahron Lubis MA, berharap kegiatan dies natalis bisa dijadikan momentum untuk membangkitkan nilai budaya di kalangan intelektual.

“Semua orang boleh memiliki kecerdasan dan kepintaran, namun harus memiliki basis budaya. Mengingat selama ini banyak terjadi pergeseran nilai budaya yang mempengaruhi pergeseran etika dan kesopanan sebagai kaum intelektual,” sebutnya.

Adapun beberapa kegaiatan yang akan dan telah dilaksanakan dalam merayakan dies natalis ini diantaranya, seminar regional dan nasional pengabdian pada masyarakat yakni mengunjungi panti rehabilitasi pengguna narkoba di Kota Sibolangit, dan olahraga jalan sehat pagi mengelilingi kampus diikuti seluruh civitas akademika, dosen, alumni dan orangtua mahasiswa.(uma)

Layani Dengan Tulus dan Ikhlas

Perayaan Natal Keluarga Besar PT Bank Sumut ke-XI 2011

Dalam meraih hati nasabah maupun masyarakat untuk memberikan layanan terbaik, maka para pegawai Bank Sumut diharapkan melayani dengan tulus dan ikhlas.

Itu pula yang menjadi pesan Tuhan dalam kehidupan. “Tak ada pegawai di Bank Sumut yang tak menjadi pelayan bagi nasabah maupun masyarakat,” ungkap Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu, pada Perayaan Natal Keluarga Besar PT Bank Sumut ke-XI 2011 di Convention Hall Hotel Danau Toba, Sabtu (3/12).

Ia mengatakan, pada acara tersebut pihak dan jajaran Direksi Bank Sumut yang antara lain dihadiri Dirut, Dirum Bank Sumut M Yahya, Direktur Pemasaran dan Syariah Zenilhar, merasa sangat guyub atau menyatu dalam kemuliaan.
Karena menurutnya, iman tanpa perbuatan adalah mati. “Mati maksudnya bukan tak bernyawa, tapi sama sekali tak melakukan implementasi dari keimanannya,” ujar Gus Irawan.

Gus Irawan juga mengatakan, agama mengajarkan tuntunan bagaimana hubungan antar manusia denan Tuhan sebagai pelayan. Serta hubungan manusia dengan alam. “Jika hal tersebut bisa terus diimplementasikan dalam kehidupan, maka bencana, perang dan masalah tak akan ada. Karena tak ada lagi yang melanggar peraturan,” ujarnya.

Ia menambahkan, semua hal tersebut telah diterapkan di Bank Sumut. “Ketersatuan itu sudah kita terapkan. Seperti yang kita ketahui, 2.000 tahun lalu Yesus turun ke bumi sebagai pelayan. Maka jika ada manusia yang tak menjadi pelayan, artinya ia sudah mengingkari predikatnya sebagai manusia yang beriman,” kata Gus Irawan.

Acara yang bertema Sebab anak manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani (Markus 10:45) dan sub tema Dalam usia emas yang ke-50 tahun, mari kita tingkatkan pelayanan terbaik menuju Bank Sumut Regional Champion 2014′ ini dihadiri seluruh pegawai Bank Sumut yang bergama Kristiani beserta keluarga.

Sementara itu, Ketua Panitia Robin Iskandar Saragih menuturkan mengucapkan banyak terima kasih kepada Bank Sumut yang mendukung digelarnya kegiatan keagamaan ini. Ia bersama seluruh panitia, pegawai dan keluarga memberikan apresiasi tinggi dalam mengutamakan kegiatan keagamaan.

Menurutnya, pemilihan tema acara tersebut didasarkan pada Bank Sumut yang saat ini tengah menjalankan program To be the best sebagai gerakan dalam mewujudkan regional champion pada 2014 mendatang di daerah sendiri.
“Kita berharap Bank Sumut tetap mampu memberikan produk-produk terbaiknya, segi finansial serta pelayanan. Tanpa melayani dengan dengan baik kita tak akan memenangkan hati masyarakat atau pun nasabah,” ujar Robin.

Robin mengungkapkan, seluruh pegawai Bank Sumut harus tulus dan ikhals melayani dengan harapan nantinya bisa memliki peluang dalam meraih hati masyarakat. “Kita harus melayani dengan kasih. Kasih itu sabar, murah hati, tidak sombong dan tidak mencari keuntungan untuk diri sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar seluruh umat yang berada di acara tersebut sama-sama mendoakan agar Bank Sumut bisa menerapkan program-programnyanya, khususnya program To be the best.

Pada acara itu pula secara simbolik Gus Irawan menyerahkan uang jamaah yang berjumlah Rp8.647.000. Uang tersebut diberikan untuk disumbangkan ke panti asuhan yang dikelola Gereja Kristen Protestan Angkola Jemaat Sipirok Tapsel. (saz)

UMSU Harus Lahirkan Institusi Sosial Baru

MEDAN- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dituntut ikut berperan sebagai agen perubahan sosial budaya (the agent of socio-culture).

Selain itu, juga harus mampu memproduksi dan mereproduksi institusi sosial agar menjadi rujukan berfikir, bersikap dan berprilaku masyarakat dalam sistem nilai dan norma.

“Konteksnya adalah, UMSU harus mampu melahirkan institusi sosial baru (new social institution ) sebagai perekat bangsa dan pemersatu negara kesatuan republik Indonesia (NKRI),” ungkap rektor UMSU, Agussani, dihadapan 1743 peserta wisuda dan ribuan undangan lainnya, di Selecta convention Hall, Jalan Listrik Medan, kemarin.

Masih menurut Agussani, dengan jumlah mahasiswa 21.196 orang saat ini, berupaya untuk menjawab tantangan diatas, sebagaimana yang maksud UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II Pasal 3 yang intinya bagaimana pendidikan mampu membentuk karakter bangsa dan peradaban bangsa yang bermartabat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain itu mampu mengembangkan potensi diri peserta didik menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, krestif, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

“Untuk meningkatkan program pengembangan UMSU saat ini tengah dilakukan,tata kelola manajemen dan transparansi keuangan, memperluas jejaring/kerjasama lokal, regional dan international, mengembangkan sarana dan prasarana yang ada termasuk perencanaan pengembangan kampus baru sesuai standart nasional maupun international,“  terang Agussani.
Selain itu, lanjut Agussani, mampu  mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi serta kompetensi dosen pendidikan, kejenjang S2 dan S3, juga penjamin mutu, pusat tenaga kerja dan Lembaga Islam dan Muhammadiyah yang bermuara kepada lulusan UMSU yang unggul, cerdas dan terpecaya dengan kompetensi keislaman, keilmuan, kebangsaan, kebahasaan dan keterampilan.(uma)

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, politik anggaran yang dilakukan pemerintah saat ini penuh ketidak terbukaan. Padahal ketidak terbukaan penggunaan anggaran hanya akan mendorong terjadinya koropsi.

“Untuk itu, lanjutnya, rakyat harus selalu mengkritisi penggunaan politik anggaran yang dilakukan pemerintah. Mulai dari elit politik,birokrat,maupun pengusaha.Telah terjadi penurunan mentalitas dan karakter membuat seseorang tega menjarah uang rakyat atau negara. Padahal masih banyak orang-orang yang mengalami kemiskinan. Hal ini dikarenakan sudah terjadi idiologi penjarahan.Sehingga ketika orang itu menjarah dia sudah tidak merasakan bahwa apa yang dilakukan tersebut merupakan penjarahan.Bahkan bisa-bisa menganggap itu merupakan hal yang nyaman,” kata Haedar Nashir.

Dia juga mengataklan diperlukan adanya advokasi mental dimana orang diajari untuk memperoleh haknya sesuai yang memang seharusnya diperoleh.

Bukan justru mengambil barang atau uang yang bukan menjadi haknya. Sebab itulah, sambungnya, peran Muhammadiyah harus memiliki karakter kemudian membangun kemandirian tetapi jangan sampai sistem yang telah dibangun kemudian menjadi rusak.(uma)

Ultimatum Kedua tak Digubris, Pejabat Syria Dicekal

BEIRUT – Tekanan atas rezim Bashar al-Assad terkait kekerasan dan kekacauan di Syria terus bergulir. Kali ini, Liga Arab kembali memberikan ultimatum kepada Assad untuk merespons proposal mereka terkait situasi di Syria. Tenggat waktu (deadline) ultimatum kedua itu berakhir kemarin (4/12) atau tadi malam WIB.

Hingga pertemuan tingkat menteri luar negeri Liga Arab di Kota Doha, Qatar, Sabtu lalu (3/12), Syria sebetulnya belum memberikan sinyal positif. Bahkan, pemerintahan Presiden Assad tetap tidak menunjukkan itikad baik untuk merespons proposal Liga Arab.

Dalam proposalnya, Liga Arab mendesak rezim Assad memberikan akses kepada tim pengamat dari luar untuk memasuki negerinya. Selanjutnya, tim akan melakukan investigasi independen terkait serangkaian kekerasan yang terjadi di Syria. Mereka akan mencari cara paling tepat untuk mengakhiri krisis politik di negara itu. Jika Syria tak merespons desakan tersebut, Liga Arab bakal menjatuhkan sanksi.

Sabtu lalu, 22 menlu dari negara-negara anggota Liga Arab sepakat untuk menjatuhkan sanksi ekonomi dan diplomatik kepada rezim Assad. Sanksi akan diberlakukan jika Syria tak merespons proposal Liga Arab.  “Jika tidak merespons proposal kami, Syria jelas akan mengundang PBB untuk terlibat dalam krisis ini,” ungkap Menteri Luar Negeri Qatar Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani alias Sheikh Hamad.

Selain siap menjatuhkan sanksi ekonomi dan diplomatik, Liga Arab juga mencekal sekitar 19 pejabat tinggi Syria. Kemarin Liga Arab memutuskan untuk melarang tokoh dalam daftar cekal itu menginjakkan kaki di negara-negara anggota. Sheikh Hamad berharap, kali ini Syria tidak mengabaikan lagi batas waktu yang diberikan Liga Arab dalam ultimatum kedua.

Seorang petinggi Syria yang tak boleh memasuki negara-negara anggota Liga Arab adalah saudara laki-laki Assad, Maher. Juga taipan telekomunikasi Syria, Rami Makhluf. Kon, pebisnis sukses yang sering keliling negara-negara Arab itu punya hubungan darah dengan Assad. “Liga Arab akan mengurangi jumlah penerbangan dari dan ke Syria,” kata Liga Arab dalam pernyataan tertulis.

Menjelang akhir batas waktu ultimatum kedua tersebut, rezim Assad sempat mengajukan permohonan kepada Liga Arab untuk mengklarifikasi proposal yang telah dikirim.
Pada kesempatan itu aksi kekerasan di Syria masih berlanjut. Sedikitnya, 25 orang tewas dalam  bentrokan antara pasukan pemerintah dan pembelot di  republik Arab itu. (ap/rtr/afp/cnn/hep/dwi/jpnn)

16 Judul Penelitian Telan Dana Rp725 Juta

MEDAN- Universitas Medan Area (UMA) akan mengajukan 16 judul penelitian, dengan total anggaran  mencapai Rp725 juta sebagai pagu dana sementara desentralisasi program penelitian pada 2012.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Suswati didampingi Kepala Pusat Jurnal dan Warta UMA, Roeswandi kepada wartawan di Medan, Rabu (30/11).

“Penelitian ini nantinya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dosen. Sedangkan pada 2011 ini, sebanyak 12 judul yang termasuk ke dalam penelitian hibah sudah dinyatakan lulus. Ditambah lagi satu peneliti strategi nasional atau starnas,” ungkapnya.

Suswati juga mengatakan, setiap judul penelitian yang termasuk ke dalam penelitian hibah, anggaran yang diperoleh sekitar Rp50 juta per tahun.

Sementara untuk anggaran penelitian strategi nasional (starnas) nilainya mencapai Rp100 juta per tahun.
12 penelitian itu bilang Suswati,  didominasi bidang pertanian, diikuti bidang Teknik, Biologi, Psikologi, dan Fisipol.
Sedangkan untuk starnas penelitian dilakukan oleh Suswati dengan judul penelitian Peningkatan Efektifitas Kinerja Fungi Mikoriza Arbuskular Indegenus Sebagai Pupuk Hayati dan Biopestisida dengan Formulasi Inokulant Menggunakan Bahan Baku Lokal dalam Pengendalian Penyakit Darah Bakteri dan Layu Fusanum Pisang.

Adapun dari 12 judul penelitian hibah diantaranya, seperti Analisis Pemanfaatan HPP Beras Terhadap Pendapatan Petani dan Pencapaian Swasembada Beras di Sumatera Utara, Pengendalian Gelombang Permukaan dan Titik Jatuh Logam Cair pada Proses Pengecoran dengan Mengatur Kecepatan dan Posisi Titik Putar Tungku. (uma)

Bom 1,8 Ton Ditemukan, 45.000 Warga Diungsikan

BERLIN – Pemerintah Koblenz, kota di barat Jerman, mengevakuasi sedikitnya 45.000 warga dari rumah mereka kemarin (4/12). Warga kota yang terletak di pinggir Sungai Rhine dan sekitar 92 kilometer tenggara Kota Cologne tersebut terpaksa diungsikan terkait penemuan bom seberat 1,8 ton peninggalan Perang Dunia II di dasar sungai. Pemerintah setempat berupaya menjinakkan bom ton yang masih aktif itu.

“Mereka yang berada di radius sekitar 1,8 kilometer dari lokasi penemuan bom harus meninggalkan rumah mulai pukul 08.00 pagi ini (kemarin pagi, Red),” ujar petugas pemadam kebakaran yang terlibat dalam aksi penjinakan bom kemarin. Rencananya, bom yang ditemukan pada 20 November lalu itu akan dijinakkan setelah zona bahaya steril dari warga.

Sebanyak 2.500 orang petugas pemadam kebakaran, polisi, tenaga medis, dan pakar bom terlibat dalam aksi penjinakan. Evakuasi yang melibatkan separo warga kota itu merupakan pengungsian terbesar sejak Perang Dunia II berakhir. Dua rumah sakit, tujuh panti jompo, sebuah penjara dan beberapa hotel juga harus dikosongkan.
Untuk meminimalkan dampak penjinakan bom yang bisa menimbulkan ledakan, pemerintah setempat juga menutup seluruh ruas jalan di kota berpenduduk 106 ribu jiwa itu. Bahkan, stasiun kereta api utama di kota tersebut juga tak beroperasi. Akses dari dan menuju stasiun juga ditutup. “Jika meledak, bom itu pasti menimbulkan kerusakan yang sangat parah,” kata pejabat itu.  (ap/afp/hep/dwi/jpnn)

Dibarengi Penghijauan

Wali Kota Safari Jumat di Masjid Nurul Falah Belawan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menginginkan setiap menggelar Safari Jumat harus diikuti dengan penanaman pohon (penghijauan). Untuk memulainya, Rahudman beserta rombongan, memulainya di Masjid Nurul Falah Jalan Asahan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Jumat (2/12) lalu.

Usai mengikuti Safari Jumat, Rahudman didampingi Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Medan, serta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Medan, langsung melakukan penanaman pohon di pinggir jalan di sekitar Masjid Nurul Falah.

Dalam sambutannya, dia menyatakan komitmennya untuk terus melaksanakan Safari Jumat. Hal ini dilakukan agar bisa bertatap muka langsung sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat. Dengan demikian, tidak ada jarak antara pemerintah dengan masyarakat, sehingga seluruh program pembangunan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
“Inti digelarnya Safari Jumat ini untuk membangun kebersamaan. Jika kebersamaan sudah terbentuk, maka akan terciptalah sinergitas. Dengan sinergitas itulah maka seluruh program pembangunan di kota ini bisa kita wujudkan,” kata Wali Kota.

Selanjutnya, Wali Kota berharap kepada seluruh aparaturnya mulai dari tingkat kepala lingkungan sampai kecamatan agar selalu terbuka dengan masyarakat di wilayah tugasnya masing-masing, terutama dalam memberikan pelayanan. Diharapkannya, seluruh aparaturnya yang berhubungan langsung dengan masyarakat memberikan pelayanan terbaik.
Himbauan ini disampaikan, karena Wali Kota masih sering mendengar banyak keluhan yang disampaikan warga  terkait kurang memuaskannya pelayanan yang diberikan kepala lingkungan, lurah maupun camat, termasuk kawasan Belawan. Karenanya, dia berjanji akan segera mengevaluasinya sehingga masyarakat akan terpuaskan.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengungkapkan bahwasannya Belawan akan menjadi koridor wilayah barat. Untuk mewujudkan itu, tentunya harus terus dibangun sinergitas antara Pemko Medan dengan masyarakat. Di samping itu, jelasnya, Belawan menjadi salah satu prioritas utama  untuk pembangunan struktur ekonomi di 2012, terutama, bagi para pelaku ekonomi lemah. Selain pemberian bantuan modal, juga diberikan pelatihan sehingga pelaku ekonomi kecil ini mampu bangkit dan bersaing. (adl)

Fulham Berminat Pinjam Dimitar Berbatov

Masa depan Berbatov di Manchester United semakin tak menentu. Pencetak gol terbanyak Liga Primer Inggris musim lalu itu jarang mendapatkan kesempatan bermain.

Ia pun hanya tampil selama 45 menit saat United dikalahkan Crystal Palace di ajang Piala Carling.
Penyerang asal Bulgaria itu bahkan tidak ada di bangku cadangan saat The Red Devils mengalahkan Aston Villa, Sabtu (3/12) waktu setempat.

Beberapa klub mulai mengincar Berbatov. Fulham termasuk salah satunya.
Menurut kabar dari People.co.uk, klub besutan Martin Jol itu berencana membeli atau meminjam Berbatov pada bursa transfer Januari mendatang.

Fulham berniat untuk mengajukan tawaran pada United, dan kalau tidak mencapai kesepakatan mereka akan berusaha untuk meminjamnya selama setengah musim.

Jol menbutuhkan penyerang baru karena merasa kurang puas dengan performa Bobby Zamora. Hubungannya dengan penyerang asal Inggris itu juga memburuk sehingga Zambora berencana untuk hengkang. (net/jpnn)