26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 144

Menteri PKP Apresiasi Rumah Subsidi SMK Residence 2 yang Dibangun Bungsuland Property

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara, Selasa (7/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Menteri meninjau perumahan subsidi SMK Residence 2 di Jalan Dusun Sentosa, Kecamatan Lubuk Pakam. Kompleks hunian baru ini merupakan salah satu proyek perusahaan Bungsuland Property.

Kedatangan Menteri Maruarar Sirait didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan bersama jajaran pejabat dari Kementerian PKP dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) disambut langsung oleh Direktur Utama Bungsuland Property, Abdul Muhsin Hamzah yang akrab dipanggil Husen Hz.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Maruarar didampingi Husen Hz meninjau beberapa unit rumah subsidi yang dibangun untuk memastikan kualitas dengan bertanya langsung kepada pemiliknya. “Saya biasa bertanya langsung ke pemilik bukan ke pengembang,” ungkap Maruarar.

Setelah berdialog di depan rumah, Menteri Maruarar meminta izin kepada pemilik memasuki rumah untuk melihat kondisinya.
Usai melakukan peninjauan, Menteri memuji Perumahan Subsidi SMK Residence 2.

“Lokasinya strategis, tadi saya tanya Pak Gubernur dari bandara hanya 15 menit. Jalannya pun besar. Tadi saya lihat airnya bagus. Beberapa kali hujan besar disini kata penghuninya tidak banjir,” ungkap Manuarar kepada media dan warga yang hadir.

Menteri pun memberi pujian kepada Dirut Bungsuland Property Husen Hz yang berada di sebelahnya.
“Ini contoh pengusaha yang memikirkan kepuasan pelanggan. Calon-calon orang maju ya begini,” ucap Menteri tersenyum sambil melirik ke Husen Hz.

Sebelumnya kepada Menteri saat melakukan peninjauan di lokasi, Husen Hz menjelaskan, total unit keseluruhan Perumahan SMK Residence2 sebanyak 178 unit, dengan rincian total unit ready stock 60 unit, total unit sedang dibangun 34 unit dan total unit terjual 94 unit.

Pada kesempatan itu, Menteri Maruarar juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah atas kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Maruarar mengungkapkan, jika penyaluran rumah subsidi saat ini mencapai 240.265 unit dari 3 juta unit di Indonesia. Sementara untuk Sumut mencapai 8.161 unit dari 15.000 unit. “Per hari ini kita sudah realisasi rumah subsidi FLPP secara nasional di angka 196.400-an,” kata Maruarar.

Sementara untuk rumah subsidi yang sudah dibangun mencapai 240.265 unit. Angka itu berdasarkan jumlah warga yang menunggu putusan kredit hingga akad. “Kalau rumah yang sudah dibangun yang sudah ready stock menunggu putusan kredit hingga akad kredit itu totalnya ada di 240.265,” ungkapnya.

Sementara untuk di Sumut, target pembangunan rumah subsidi mencapai 15.000 unit. Hingga saat ini yang disalurkan mencapai 8.161 unit. “Kalau di Sumut kemarin kita sudah MoU totalnya berapa? 15 ribu ya, tersalurkan 8.000-an,” ujarnya.

Maruarar juga mengungkapkan, keberadaan rumah subsidi ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, terutama di Deliserdang, di mana lebih dari 300 ribu orang belum memiliki rumah.

Maruarar menyatakan siap menambah kuota Sumut.“Kita siap untuk menambah kuota, apalagi setelah saya melihat yang dibangun di sini luar biasa, rumahnya tidak kalah dengan rumah komersil, tertata rapi, bila Pak Gubernur dan Pak Bupati mau dan siap, kita akan tambah,” kata Maruarar.

Selain itu, lanjutnya, kebijakan rumah subsidi ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk rakyat. “Sasaran (rakyat kecil) karena ada uang negara di situ ada uang rakyat, apa yang disubsidi ya rumahnya? Bunganya 5 persen tidak dinaikkan, ya apa yang disubsidi (lagi), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPATB) gratis, itu kan biasanya itu ada pungutannya,” jelasnya.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho turut memberikan apresiasi kepada pengembang Bungsu Land Property yang membangun SMK Residence 2.

Menurutnya, proyek ini menjadi contoh bahwa rumah subsidi dapat memiliki kualitas konstruksi yang baik dan lingkungan yang nyaman.

“Kami menilai perumahan subsidi ini memiliki kualitas bangunan yang baik serta fasilitas umum yang memadai. Ini menjadi contoh bahwa rumah subsidi juga bisa dibangun dengan kualitas yang layak dan lingkungan yang nyaman,” ujar Heru.

Sementara itu, Dirut Bungsuland Property, Husen Hz kepada media mengatakan, komitmen Bungsuland Property adalah siap membangun hunian yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat dengan tekad yang kuat dan prinsip yang baik: Semua Gampang Punya Rumah.

Turut hadir pada kunjungan Menteri PKP ke Perumahan Subsidi SMK Residence 2, Ketua DPD Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) Sumut, H. Yulius ST. MM, Bendahara Deni Surya, ST, serta unsur pengurus lainnya. (ila)

Telkomsel Hadirkan Surprise Deal: Kuota 20GB Cuma Rp50 Ribu, Gratis Langganan ShortMax dan Viu!

Medan, SUMUTPOS.CO – Telkomsel kembali manjakan pelanggan setianya lewat program Surprise Deal, promo paket internet spesial dengan berbagai benefit tambahan dan harga terjangkau. Kali ini, pelanggan dapat menikmati kuota internet besar 20GB hanya dengan harga Rp50 ribu, sudah termasuk bebas biaya langganan ShortMax dan Viu untuk menikmati berbagai konten hiburan premium favorit. Promo ini berlaku khusus untuk pelanggan SIMPATI. Tak hanya itu, pelanggan juga berkesempatan mendapatkan saldo DANA hingga Rp5 ribu selama periode promo berlangsung pada 8–10 Oktober 2025.

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E. Setyobudi, mengatakan, “Program Surprise Deal merupakan bentuk apresiasi kami terhadap loyalitas pelanggan yang terus mempercayakan kebutuhan komunikasinya kepada Telkomsel. Melalui promo ini, kami ingin memberikan pengalaman digital yang menyenangkan dan bernilai tambah.”

ShortMAX merupakan platform streaming yang menghadirkan konten video berdurasi pendek dengan berbagai genre seru dan menghibur, mulai dari drama, komedi, hingga lifestyle. Sementara Viu dikenal sebagai platform streaming unggulan yang menampilkan koleksi lengkap drama Korea, serial Asia, film internasional, hingga konten orisinal eksklusif. Melalui bonus langganan kedua platform ini, pelanggan Telkomsel dapat menikmati hiburan premium langsung di genggaman tanpa tambahan biaya.

Pelanggan dapat dengan mudah mengaktifkan paket Surprise Deal melalui berbagai kanal, yakni aplikasi MyTelkomsel, akses UMB *363*70#, atau di outlet terdekat. Dengan kombinasi kuota besar dan bonus langganan hiburan digital, pelanggan bisa menikmati konten favorit di mana saja dan kapan saja.

Agung menambahkan, “Kami berharap promo Surprise Deal ini dapat memberikan nilai tambah yang nyata bagi pelanggan, sekaligus mempertegas komitmen Telkomsel dalam menghadirkan solusi digital yang relevan, terjangkau, dan mampu memperkaya gaya hidup digital masyarakat di seluruh Indonesia.”

Info selengkapnya mengenai paket Surprise Deal dapat diakses melalui halaman web resmi tsel.id/surprisedeal.(rel)

Jalur Pamah Semelir Langkat-Karo Makan Korban, Dua Tewas

EVAKUASI: Kendaraan yang mengalami kecelakaan tunggal dievakuasi malam hari dan dibawa ke Polres Binjai.(Istimewa)
EVAKUASI: Kendaraan yang mengalami kecelakaan tunggal dievakuasi malam hari dan dibawa ke Polres Binjai.(Istimewa)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Jalur alternatif Langkat-Karo kembali memakan korban. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, usai mengalami kecelakaan tunggal di Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.

Ceritanya, Surya yang mengendarai mobil Jeep BK 363 TD membawa empat penumpang berjalan dari arah Karo menuju Pamah Semelir, Selasa (7/10) petang. Dalam perjalanan, Jeep lawas dengan kemudi sebelah kiri itu, mengalami hilang kendali. Alhasil, Jeep tersebut terbalik dan terjadi kecelakaan tunggal.

“Akibat dari kejadian ini, penumpang dan sopir Jeep mengalami luka serta meninggal dunia,” ungkap Kasi Humas Polres Binjai, AKP Junaidi, Rabu (8/10).

Junaidi menguraikan, tiga orang mengalami luka dan dua meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
“Satu luka berat, dua luka ringan, dan dua meninggal dunia,” bebernya.

Adapun korban yang meninggal dunia, yakni Hamdani (62) dan Neng Hartati (55).

“Hamdani meninggal dunia di Puskesmas Namu Ukur, dan Neng Hartati meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Junaidi.

Junaidi juga mengatakan, ketiga orang yang mengalami luka ringan dan berat sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Bidadari. Mereka adalah Surya (61), Medis Julian Simatupang (59), dan Hasriani Siregar (58).
“Keseluruhan korban berdomisili di Medan,” pungkasnya.

Jeep yang mengalami kecelakaan tunggal sudah dievakuasi dan dibawa ke Polres Binjai. (ted/saz)

Muhammad Nuh: Tolak Kedatangan Atlet Israel ke Jakarta, Titik!

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Anggota DPD RI asal Sumatera Utara KH Muhammad Nuh MSP mendorong Pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas menolak keikutsertaan tim senam Israel dalam ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025 di Jakarta pada 19 – 25 Oktober 2025.

Menurut Nuh, penolakan ini harus dilakukan sebagai bentuk konsistensi menjalankan amanah yang tertuang dalam alinea pertama Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan, “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”. Mengingat sampai saat ini, Israel masih menjajah Palestina.

“Selama Israel belum mau membebaskan Palestina, berarti Israel masih penjajah. Dan kita selama ini juga tidak pernah memberikan izin formal (warga Israel ke Indonesia). Kalau mereka menyusup dan sebagainya, itu lain. Tapi secara formal negeri ini tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Karena Israel penjajah,” kata Muhammad Nuh melalui pesan tertulisnya kepada SUMUTPOS.CO, Kamis (9/10/2025).

Sejatinya, lanjut Nuh, penolakan terhadap atlet Israel bukan yang pertama. “Seingat saya pada tahun 50-an, tim nasional sepak bola Israel yang akan melawat ke Indonesia pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia, juga ditolak mentah-mentah oleh Presiden Soekarno pada saat itu. Ini sikap tegas Indonesia dan sampai kapanpun tidak akan pernah berubah. Israel penjajah, dan kita tidak boleh membuka hubungan diplomatik dengan penjajah, apapun itu alasannya,” tegas Nuh.

Ketua Persis Sumatera Utara ini bersyukur, sikap para pemimpin Indonesia terkait dukungan atas kemerdekaan Palestina dan penolakan terhadap Israel masih belum berubah sejak era Soekarno sampai saat ini. Ini dibuktikan dengan sikap Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dengan lantang di Majelis Umum PBB belum lama ini.

Menurut Nuh, dengan mendukung solusi dua negara, Prabowo menekankan hanya akan mengakui Israel kalau Palestina merdeka. “Saya pikir merujuk kepada pidato Bapak Presiden di Majelis Umum PBB, bahwa fokus kita adalah bagaimana agar Palestina merdeka, rakyat Palestina mendapatkan kebebasan. Meskipun masih ada pro kontra, tapi saya pikir itu solusi yang lumayan baiklah,” ungkap Nuh.

Karena itu, lanjut Nuh, seandainya Israel mau mengakui kemerdekaan Palestina dengan segala implikasinya, Indonesia akan membuka hubungan diplomatik dengan negara Yahudi tersebut. Dengan demikian, warga Israel akan diizinkan datang ke Indonesia.

Namun sampai saat ini, tegas Nuh, Israel belum menerima solusi dua negara tersebut, dan masih terus menjajah Palestina. “Makanya Indonesia belum mengakui Israel, sehingga Pemerintah harus menolak kehadiran warganya ke Tanah Air, meskipun yang akan datang itu adalah atlet untuk kepentingan olahraga,” pungkasnya. (adz)

Zakiyuddin Dampingi Menteri PKP Tinjau Rusunawa Seruwai

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, serta anggota DPR RI Komisi V Dapil Sumut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Musa Rajekshah (Ijeck), meninjau Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Seruwai di Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, Kamis (9/10/2025) malam.

Selain memastikan fasilitas di rumah susun tersebut dalam kondisi baik, kunjungan ini juga membahas rencana pembangunan rumah susun baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Atas nama Pemko Medan, kami berterima kasih. Ini sejarah — dua menteri sekaligus hadir meninjau Rusunawa. Semoga pembangunan segera terealisasi dan gedung baru bisa diserahterimakan tahun depan,” ujar Zakiyuddin.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Maruarar Sirait menyampaikan bahwa lahan yang digunakan merupakan milik Pemko Medan dan dinilai sangat ideal untuk pengembangan kawasan hunian.

“Saya datang bersama kawan baik saya, Pak Ijeck, anggota DPR Komisi V dari dapil ini. Tujuannya untuk meninjau sekaligus menindaklanjuti aspirasi terkait pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Maruarar.

Ia menambahkan, hasil peninjauan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan sudah memadai dan siap dikembangkan.

“Saya sudah bertemu warga. Airnya baik, tempatnya nyaman, dan lahannya kosong, tidak ada yang menduduki. Ini bagus untuk dikembangkan,” jelasnya.

Maruarar menegaskan, pihaknya telah menugaskan Dirjen terkait untuk segera menindaklanjuti hasil kunjungan ini bersama Pemko Medan. “Saya sudah tugaskan Ibu Dirjen untuk berkoordinasi dengan Pemko Medan agar semua proses administrasi segera dibereskan. Data lahan dan status hukumnya harus jelas,” tegasnya.

Selain pembangunan Rusunawa baru, Maruarar juga menyinggung program rumah subsidi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, dengan target pembangunan 350.000 unit tahun ini.

“Subsidi bunganya hanya 5 persen, uang mukanya 1 persen, dan tenor bisa sampai 20 tahun. BPHTB dan PBB juga digratiskan bagi MBR,” katanya. Ia menekankan bahwa pembangunan rumah harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan warga.
“Rumah perlu kehidupan. Karena itu, ekonomi rakyatnya juga harus dibangun — termasuk UMKM, kontraktor, dan toko bangunan agar ikut tumbuh,” ujar Maruarar.

Sementara itu, Musa Rajekshah (Ijeck) menyampaikan bahwa Komisi V DPR RI akan terus mendorong agar program perumahan rakyat merata di seluruh daerah.

“Kami ingin masyarakat memiliki rumah layak huni sesuai program Presiden Prabowo. Selain rumahnya, para kontraktor, developer, hingga UMKM juga mendapat manfaat dari kredit murah dan subsidi pemerintah,” tutur Ijeck.

Kepala UPT Rusunawa Seruwai, Syahrun Harahap, saat ditemui mengatakan tiga tower di Rusunawa, yaitu Tower A, B, dan C, sudah dikelola Dinas Perkimciktaru. Semuanya sudah berjalan dengan baik, seluruh dokumennya lengkap, dan asetnya juga sudah menjadi milik Pemerintah Kota Medan.

Dia menambahkan, untuk Tower D masih dalam proses karena menunggu peralihan dari satu kementerian ke kementerian yang baru. “Sebelumnya berada di bawah Kementerian PUPR, sekarang beralih ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ujarnya.

Dia menerangkan bahwa seluruh lahan merupakan milik Pemko Medan, termasuk lahan yang akan digunakan untuk pembangunan baru nanti. Luas lahannya sekitar enam hektare. Rencananya akan dibangun dua tower tambahan, namun tidak seperti yang sekarang — jika yang ada saat ini merupakan tower kembar, maka yang baru nanti modelnya tunggal.

Setiap tower memiliki 96 unit, dengan total keseluruhan 384 unit. Bangunan terdiri atas lima lantai, di mana lantai bawah digunakan untuk area parkir, sedangkan hunian dimulai dari lantai dua hingga lantai lima. (map/ila)

Lamban Daftarkan Perkara P21, Jaksa Kejari Deliserdang Dinilai Hambat Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Proses hukum terhadap kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru di SMP Negeri 1 Beringin, Kabupaten Deliserdang, mendapat sorotan tajam dari kuasa hukum korban. Pasalnya, meskipun berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam sejak tiga minggu lalu, namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Deliserdang hingga kini belum juga mendaftarkan perkara tersebut ke pengadilan.

Penundaan ini dinilai sebagai bentuk kelalaian dan pelanggaran terhadap asas peradilan cepat, sederhana, dan berbiaya ringan, sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. “Sudah lebih dari tiga minggu sejak Tahap II dilakukan, namun berkas perkara belum juga dilimpahkan ke pengadilan. Padahal secara hukum, jaksa wajib segera melimpahkan berkas maksimal tujuh hari setelah tahap penyerahan tersangka dan barang bukti,” ujar Andi Tarigan SH, penasihat hukum korban, saat dikonfirmasi di Lubukpakam, Rabu (8/10).

Andi menegaskan, keterlambatan jaksa dalam mendaftarkan jadwal sidang telah menimbulkan keresahan dan trauma lanjutan bagi korban dan keluarganya. “Ini bukan perkara biasa. Korban adalah anak didik yang mengalami pelecehan seksual dari gurunya sendiri. Setiap hari keterlambatan itu berarti memperpanjang penderitaan psikologis korban,” tegasnya.

Menurut Andi, lambannya pelimpahan perkara ini berpotensi melanggar kode etik dan disiplin jaksa sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil serta Peraturan Jaksa Agung Nomor PER-036/A/JA/09/2011 tentang SOP Penanganan Perkara Pidana. “Kejaksaan Agung melalui SE Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2022 tentang Penanganan Perkara Kekerasan Seksual sudah menegaskan bahwa perkara kekerasan seksual wajib ditangani secara cepat, terpadu, dan berperspektif korban. Tapi yang terjadi justru sebaliknya,” tambahnya.

Kuasa hukum korban mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Deli Serdang untuk segera mengambil langkah tegas terhadap jaksa penuntut umum yang menangani perkara tersebut, agar proses peradilan tidak semakin berlarut-larut. Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan untuk melaporkan keterlambatan tersebut ke Komisi Kejaksaan RI dan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) sebagai bentuk pengawasan eksternal terhadap aparat penegak hukum.

“Kami tidak mencari sensasi. Kami hanya menuntut keadilan bagi anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Negara harus hadir melindungi korban, bukan malah membuat mereka menunggu dalam ketidakpastian,” pungkas Andi Tarigan.

Kasus ini bermula dari laporan orang tua siswa terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru di SMP Negeri 1 Beringin terhadap anak didiknya. Setelah melalui proses penyidikan di Polresta Deli Serdang, berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal sidang yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Lubuk Pakam karena berkas belum dilimpahkan oleh jaksa penuntut umum Kejari Lubukpakam. (rel/adz)

IKM Layanan RSU Haji Lampaui Target

MEDAN – Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan Sri Suriani Purnamawati mengatakan, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan yang diberikan RSU Haji telah melampaui target yang ditetapkan.

“Sejak bulan Januari sampai September 2025 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) RSU Haji telah mencapai 90,77 persen,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (8/10/2025).
Capaian 90,77 persen tersebut, kata Sri, merupakan rata-rata atas capaian IKM RSU Haji sejak bulan Januari 2025 sampai dengan September 2025.

Sri mengatakan, target IKM RSU Haji Medan pada tahun 2025 telah ditetapkan sebesar 87 persen. Maka capaian IKM sampai dengan keadaan triwulan III telah melampaui target yang telah ditetapkan.

“Kami sangat senang sekali dan bersyukur bahwa pelayanan yang kami upayakan dan selenggarakan, memberikan kepuasan bagi pasien yang telah datang ke RSU Haji Medan,” ucapnya.

Atas capaian IKM yang telah melampaui target, RSU Haji Medan berkomitmen akan terus berupaya dan mengupayakan kinerja yang terbaik, agar layanan yang diberikan dapat optimal dan dapat terus meningkatkan kepuasan masyarakat. (ila)

Sinergi Dengan Kementerian Perumahan, Bank Mandiri Akselerasi Program 3 Juta Rumah Melalui Sosialisasi KPP di Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut dengan diselenggarakannya sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) yang diperuntukkan bagi pelaku usaha sektor perumahan, sejalan dengan target Program 3 juta rumah periode 2025–2029 sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2025–2029.

Diselenggarakan pada Rabu (8/10), kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan, Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari, serta Regional CEO Region I / Sumatera 1 I Gede Raka Arimbawa. Bank bersandi saham BMRI ini menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi program perumahan nasional dari level pusat hingga daerah.

Acara ini sukses menarik antusiasme tinggi dari para pelaku ekosistem perumahan di Sumatera, dengan total kehadiran mencapai 1.130 peserta secara hybrid (online dan offline). Dari total 1.130 peserta, sebanyak 515 peserta hadir secara luring di Medan, sementara 615 peserta lainnya bergabung secara daring dari berbagai wilayah di Indonesia.

Komposisi peserta mencakup seluruh rantai pasok sektor perumahan, terdiri dari 779 pelaku usaha dari sisi supply yang terdiri dari 492 developer, 111 kontraktor, dan 176 pedagang bahan bangunan. Juga hadir 351 peserta dari sisi demand yang merupakan calon konsumen dan pelaku UMKM.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Kota Medan ini, merupakan inisiatif pemerintah dan bagian dari upaya memperkuat ekosistem perumahan nasional. Sosialisasi program turut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia Maruarar Sirait.

Sektor perumahan diyakini memiliki multiplier effect yang besar dengan kontribusi langsung pada 110 sektor ekonomi dan tidak langsung pada 75 sektor lainnya. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa sektor perumahan memiliki multiplier effect yang luar biasa bagi perekonomian.

“Pembangunan perumahan tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak utama roda perekonomian nasional. Dengan memperkuat ekosistem perumahan, kita sejatinya membuka lapangan kerja baru, menggerakkan industri pendukung, serta mendorong daya saing bangsa di masa depan,” ujar Maruarar di Medan, Rabu (8/10).

Karena itu, Bank Mandiri berkomitmen penuh untuk menghadirkan akses pembiayaan yang tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan guna mendukung percepatan pembangunan perumahan nasional. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan (Diangkat pada RUPSLB 2025 dan efektif setelah mendapat persetujuan OJK), menegaskan bahwa dukungan Bank Mandiri terhadap program ini menjadi bagian dari upaya akselerasi pembangunan perumahan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Bank Mandiri sangat siap mendukung dari sisi pembiayaan khususnya melalui skema KPP dalam rangka membantu para pelaku usaha sektor terkait baik dari sisi supply maupun demand, seperti developer, kontraktor, pedagang bahan bangunan bahkan hingga UMKM untuk semua sektor usaha,” imbuh Henry.

Menambahkan dari perspektif regional, Regional CEO Region I / Sumatera 1 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa, menyebutkan bahwa potensi sektor properti di Sumatera sangat besar. Melalui penyaluran KPP, Bank Mandiri tidak hanya berfokus pada pembiayaan di sektor konstruksi, pengembang, hingga pedagang bahan bangunan, tetapi juga mendorong pemberdayaan UMKM dengan tujuan pembelian, pembangunan dan renovasi rumah.

Hal ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat daya saing menuju visi Indonesia Emas 2045 serta selaras dengan Asta Cita Pemerintah.

Di samping itu, program ini menurut Henry turut sejalan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Mandiri ke-27 yang mengangkat tema “Sinergi Majukan Negeri”. “Tema ini merepresentasikan komitmen Bank Mandiri untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya. (adz)

Dosen Institut Kesehatan Sumut Gelar Penyuluhan Pencegahan Stunting Balita Berbasis Intervensi Gizi Dengan Metode Konsumsi Sanisa (Satu Ikan Satu Anak)

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek, adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (Balita). Kondisi ini diakibatkan kekurangan gizi kronis dan dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu janin hingga usia 23 bulan.

Anak tergolong stunting, apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya (Stranas Percepatan Pencegahan Stunting Periode 2018-2024).

Sebagai salah satu upaya untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di Kelurahan Belawan Sicanang, serta mengurangi risiko stunting pada anak, Dosen Institut Kesehatan Sumatera Utara melakukan pengabdian masyarakat yang diketuai Elyani Sembiring S.Kep, Ners, M.Kep dengan anggota Dewi Astuti Pasaribu, S.Kep, Ners, M.Kep dan Lisna Tumanggor, , S.Pd, M.Si.

Pengabdian ini mengangkat tema “Gerakan Optimalisasi Pemanfaatan Pangan Lokal Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Balita Berbasis Intervensi Gizi dengan Metode Konsumsi Sanisa (Satu Ikan Satu Anak)“. Artinya, memberikan konsumsi satu ekor ikan sehari selama 90 hari kepada balita.

“Dengan adanya pemberian ikan dan telur dalam program pengabdian kepada masyarakat, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi pada anak serta dapat menurunkan angka stunting dengan cepat di Kelurahan Belawan Sicanang,” kata Ketua Tim Pengabdian, Elyani Sembiring S.Kep, Ners, M.Kep.

Selain itu, juga dilakukan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya makan dalam pemenuhan gizi sehari-hari dan lebih meningkatkan pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting kepada ibu dan bapak yang memiliki anak stunting dan beresiko stunting di Kelurahan Belawan Sicanang. “Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang Keluarga Berencana (KB) pencegahan stunting, penyuluhan kesehatan dengan memberikan informasi dan edukasi pendekatan personal kepada masyarakat beresiko stunting tentang manfaat ASI ekslusif dan Kolostrum sebagai upaya pencegahan stunting,” ujar Elyani.

Selain itu, dilakukan juga pembagian buku resep makanan pencegah stunting tinggi protein hewani. Juga dilakukan layanan pengukuran tinggi badan dan berat badan bagi baduta. “Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan resiliensi dan ketangguhan ibu yang memiliki anak stunting dan resiko stunting agar berdaya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan anaknya,” harap Elyani.

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Belawan Sicanang ini dihadiri lurah Belawan Sicanang Deby Fauziah, S.Sos, MAP, Sekretaris Lurah Pasu Fransiska, SE, Anggota PKK juga Kader Posyandu Belawan Sicanang Sri Wanti, serta masyarakat orang tua baduta stunting dan resiko stunting penerima PMT tinggi protein hewani, dan perangkat Kelurahan Belawan Sicanang. Kegiatan ini dilakukan selama 8 hari, mulai 21 hingga 28 Agustus 2025.

Adapun peserta dalam kegiatan ini adalah anak balita dengan stunting dan resiko stunting yang ada di wilayah Kelurahan Belawan Sicanang yaitu sebanyak 44 orang anak beserta orangtuanya. “Terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Ditjen Direktorat yang telah mendanai kegiatan pengabdian masyarakat ini,” pungkas Elyani. (adz)