32 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14404

Untuk Kembangkan Industri Hilir

Gapki Tuntut Roadmap Hilirisasi Cpo

NUSA DUA- Industri hilir CPO harus memiliki struktur yang kuat agar bisa berkembang di masa mendatang.
Karenanya, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) meminta pemerintah untuk menyusun roadmap (aturan/kebijakan) yang jelas mengenai industri hilir minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) nasional. Hal itu dikatakan Sekjen Gapki Joko Supriyono.

“Industri hilir adalah keniscayaan terhadap Indonesia.  Namun, industri hilir harus didalami supaya benar dan terstuktur kuat dan keberlanjutannya ada. Perlu roadmap jelas mengenai industri hilir apa yang harus kita kembangkan,” kata Joko di sela acara 7th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2012 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, Kamis (1/12).

Apabila ada roadmap yang jelas, lanjutnya, maka akan diketahui seperti apa regulasi-regulasi yang bisa mendukung perkembangan industri CPO terutama di sektor hilir. “Perlu didukung oleh regulasi yang seperti apa. Tidak bisa yang sifatnya jangka pendek. Instrumen harus dirubah untuk mengembangkan industri yang jangka panjang,” jelasnya.
Di sisi lain, Gapki juga meminta agar pemberlakuan moratorium Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No 10 Tahun 2011 tentang penundaan pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam dan lahan gambut diberhentikan pada Mei 2013.

“Moratorium diberlakukan selama dua tahun. Memang harus kita jalani. Tapi, kita berharap itu tidak tidak diperpanjang lagi. Pasalnya, sedikit menghambat industri CPO nasional. Cukuplah dua tahun. Mudah-mudahan bisa selesai,” paparnya.

Ketua Bidang Penelitian dan Lingkungan Hidup Gapki sekaligus Direktur Utama PT SMART Tbk Daud Dharsono menjelaskan, apabila moratorium diberhentikan, maka pelaku usaha CPO nasional akan kembali melakukan ekspansi bisnis.

Gapki, kata dia, berharap ada aksi konkrit yang dilakukan oleh pemerintah terkait industri CPO. Daud mencontohkan, harmonisasi regulasi, penyelesaian perijinan, peningkatan produktivitas, serta penyediaan dana riset.
“Sehingga pada Mei 2013, segala sesuatunya sudah beres. Peraturan sudah harmonis. Sehingga kita bisa tancap gas lagi untuk mencapai target pemerintah maupun informal kita yakni produksi mencapai 40 juta ton di 2014 mendatang,” ungkapnya.

Daud menambahkan, setelah moratorium berhenti, sebaiknya produksi CPO nasional bisa ditingkatkan menjadi lima ton per hektare (ha) dari 3,5 ton. “Moratorium diberikan kepada produsen baru yang mendapatkan izin baru. Harus diikuti peningkatan produktivitas dari 3,5 ton per ha menjadi lima ton,” tuturnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, lanjutnya, Gapki akan bekerja sama dengan pihak petani dan pemerintah secara intensif. “Gapki mau kerja sama dengan petani plasma. Gapki dan pemerintah saling berkoordinasi,” pungkasnya. (net/jpnn)

Polisi Diminta Razia Truk Over Tonase

Antisipasi Jembatan Putus, 7 Kades Lapor DPRD

LUBUK PAKAM- Dinas Perhubungan Deli Serdang diminta bertidak tegas terhadap truk tonase berat yang melintas di jembatan Desa Batu Gemuk, Namorambe. Pasalnya, jembatan sepanjang 156 meter itu baru selesai dibangun.
Demikian disampaikan anggota DPRD Deli Serdang Riki Nelson Barus SH usai menerima kedatangan 7 orang kepala desa meliputi Kepala Desa Timbang Lawan, Laumulgab, Batu Gemuk, Batu Mbeling, Namobaru, Rumah Bacang, Gunung Kelawas, dan Sarang Tugir Silue-lue, Kamis (1/12).

Dari paparan kepala desa, sebutnya jembatan yang memiliki panjang 15 meter serta lebar 6 meter itu baru selesai dibangun sejak dua bulan lalu. Sedangkan kemampuan jembatan itu hanya untuk menahan tonase sekitar 8 ton. Tapi, sejumlah truk bertonase puluhan ton selalu hilir mudik melintas dari jembatan.

“Akibatnya, warga resah dengan ulah supir truk itu, dan melaporkan kepada kepala desa setempat,” ujarnya.
Riki menyebutkan jembatan tersebut berfungsi menghubungkan 12 desa yang ada di wilayah tersebut ke pusat perkantoran kecamatan Namorambe. Jadi, apabila truk lebih dari 8 ton terus  melintas, para kepala desa khawatir jembatan itu rusak kembali.  Seperti dirasakan warga beberapa tahun lalu.

Mengantisipasi kerusakan itu, dia meminta instansi terkait melakukan penertiban terhadap kendaran yang bertonase berat. Hal itu dilakukan untuk merespon apa yang dikehendaki masyarakat, apalagi warga sudah memulai menerapkan pengutipan kepada kendaran yang melintas Rp10 ribu sekali lintas.

“Nah, ini tidak dibenarkan, soalnya ke depan bakal ada penolakan dari pengusaha truk. Bahkan akan menjurus bentrok fisik, jadi Pemkab harus tegas,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kades Timbang Lawan, Pintar Ukur S Depari mewakili rekannya menyatakan warga setempat melakukan pengutipan Rp10 ribu per truk dengan alasan dana tersebut bakal dipakai untuk biaya perawatan bila terjadi kerusakan. Sifatnya hanya jaminan, dan bisa jadi kutipan menjadi terus menerus tanpa terselesaikan masalanya.
“Warga minta uang kepada supir truk yang melintas. Alasanya dana yang terhimpun untuk perbaikan bila ada kerusakan,”katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Jalan dan Jembatan Dinas Perhubungan Pemkab Deli Serdang H Sumardi menyatakan sesuai PP No 43/1993 tentang prasarana dan lalulintas jalan. Dalam aturan itu disebutkan, jalan kabupaten merupakan kelas III C artinya kendaran yang diperbolehkan melintas tiga suku atau dengan berat 8 ton.
“Sekarang ini di lokasi itu sudah dipasang rambu lalulintas, jadi kewenangannya kepolisian menertibkan kendaran truk bertonase berat,” ujarnya. (btr)

Berlomba Serbu Pasar Indonesia

Ajang Tokyo Motor Show

TOKYO- Para produsen otomotif di ajang Tokyo Motor Show (TMS) ke-42 bukan hanya memamerkan mobil konsep berbasis teknologi masa depan. Tapi, pameran yang baru resmi dibuka untuk publik besok (2/12) itu juga memajang produk-produk yang siap merebut pasar otomotif dunia hingga dua tahun ke depan.

Saat menyusuri satu per satu stan pameran di Big Sight Tokyo yang luasnya sekitar 450 hektare, koran ini menjumpai merek-merek mobil yang saat ini penjualannya menanjak di Indonesia. Di stan Honda, misalnya, terpajang All New CR-V. Compact SUV andalan Honda itu terlihat dimensinya lebih panjang, desain front grille-nya didominasi warna chrome, dan lebih besar jika dibandingkan dengan model sebelumnya.

Di tempat yang sama juga terlihat edisi lanjutan dari Honda All New Jazz, Freed, dan generasi terbaru All New Civic. Sedangkan mobil baru yang dijanjikan masuk Indonesia adalah Brio. Menurut President Honda Motor Co Takonobu Ito, Indonesia adalah pasar yang sangat diperhatikan Honda. Pabrikan mobil terbesar ketiga di dunia itu mendominasi penjualan sepeda motor dan mencatat kenaikan penjualan signifikan di pasar mobil.

Ke depan, Honda akan terus menghadirkan produk baru dengan komitmen kenyamanan dan harga yang terjangkau.”Kami harus memperhatikan setiap dinamika pasar Indonesia. Ketika ada kebutuhan terhadap produk yang lebih terjangkau, kami berusaha keras untuk memenuhinya,” ujarnya saat jumpa pers dengan wartawan Asia Oceania di TMS kemarin.

Sebagai pabrikan terbesar di Asia, Toyota tak mau kalah. Di stannya yang megah Toyota memamerkan mobil generasi terbaru dari FT-86. Rencananya, mobil ini masuk produksi pada 2012. FT-86 diciptakan untuk menghidupkan kembali daya tarik Toyota. Mobil berdesain retro itu juga didesain berdasar inspirasi Toyota Corolla AE86 besutan 1980-an. Diperkirakan, FT-86 diperkenalkan ke pasar Indonesia pada 2012.

Untuk mobil generasi berikutnya dari mobil yang beredar di Indonesia, Toyota mengandalkan sedan kelas premium. Di antara dua seri terbaru Lexus yang diluncurkan pada TMS kali ini, yaitu seri GS450h dan GS350 F Sport, seri GS450h yang dapat segera masuk pasar otomotif di Indonesia. “Sekitar kuartal pertama 2011 sedan Lexus GS450h ini akan meramaikan pasar otomotif kelas premium di tanah air,” kata Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Rouli Hasintongan di sela-sela arena TMS di Tokyo, Jepang, kemarin.

Sedan yang ditujukan kalangan atas tersebut mengusung mesin the new 3.5 I V6 engine 2GR-FXE yang merupakan generasi baru D-4S dan Atkinson Cycle. Itu adalah kali pertama digabungkan dengan teknologi hybrid. Pendamba mobil murah tak perlu khawatir. Di Tokyo Motor Show, Daihatsu menunjukkan komitmen sebagai penyedia mobil di kisaran Rp 100 jutaan. Setelah sukses menjadikan Xenia mobil sejuta umat, Daihatsu kini menyiapkan Mira.
Mobil yang tampilannya mirip Sirion itu dirancang sebagai mobil ramah lingkungan dan irit bahan bakar dengan kekuatan mesin 660 cc.

“Ini sudah diuji coba di Jepang. Satu liter bisa menempuh jarak 30 kilometer,” kata Product Marketing Group Daihatsu Motor Co Ltd Takuya Uchida. Takuya menjelaskan, salah satu sebab Mira laris di Jepang karena faktor harga yang sangat terjangkau. (kim/bec/c4/iro/jpnn)

Fotografer Muda Tampilkan Informasi Pesta Danau Toba 2011

MEDAN- Sejumlah fotografer muda Sumut ambil bagian mensukseskan pagelaran Pesta Danau Toba (PDT)  yang dihelat 27 hingga 30 Desember mendatang di Parapat. Para fotografer akan menampilkan hasil karya terbaiknya melalui media monitor display yang menyajikan dokumentasi peliputan selama even pariwisata tingkat internasional berlangsung.

Dokumentasi hasil karya potografer muda yang dikemas secara profesional dapat disaksikan pengunjung diantaranya di lobi Hotel Niagara dan  Hotel Inna Parapat serta dua lokasi di publik area di kawasan Parapat.

Ketua Umum Panitia PDT 2011 Jhon Hugo Silalahi melalui Koordinator Humas, Cahyo Pramono pada wartawan Rabu (30/11) di Medan hasil karya fotografi merupakan pemotretan hasil karya dari lima fotografer muda Sumut diantaranya, Andre, Mantok, Jumpa, Fauzi dan Yudha.

Hasil karya poto yang ditampilkan, kata Cahyo sangat beragam mulai dari keberadaan kawasan Danau Toba dan berbagai kegiatan selama even PDT berlangsung ditampilkan di slide.

Dia menyebutkan fungsi fotografer ini memberikan informasi kemasyarakat dan pengunjung seputar aktivitas serta kegiatan berlangsung di PDT 2011. “Kehadiran media display diharapkan memberikan informasi ke masyarakat umum, turis domestik dan turis manca negara yang datang ke Parapat. Sehingga mereka tahu apa aktivitas berlangsung meskipun tak memiliki kesempatan secara langsung,” ujarnya. (ful)

Ngelem, 7 Siswa Diamankan

BINJAI- Sebanyak tujuh pelajar SMP di Jalan Samanhudi, Kelurahan Satria, Binjai Kota tertangkap gurunya saat menghirup uap lem, Kamis (1/2) sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat penangkapan itu, ketujuh pemuda itu dilaporkan ke Polres Binjai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sumut Pos, ketujuh pelajar SMP dari satu sekolah di Jalan Samanhudi, Binjai ditangkap gurunya saat istirahat pertama di luar pekarangan sekolah. Ketujuh siswa itu bukan mengistirahatkan pikirannya dari proses belajar mengajar, melainkan merusak urat syarafnya dengan cara menghirup uap lem.

Aksi ke tujuh siswa pria itu diketahui seorang guru, Marsanah. Mengetahui ada guru yang melihat,  siswa tersebut tersentak. Akibatnya, guru langsung membawa siswa itu ke Polres Binjai untuk mendapatkan pengarahan dan memberikan efek jera.

Di Mapolres Binjaiu, seorang siswa S mengaku perbuatannya itu dilakukan untuk mengetahui apa sebenarnya lem tersebut. “Kami hanya coba-coba bang. Kami hanya ingin tahu saja, bagaimana rasa lem tersebut,” katannya tertunduk malu dan berjanji tak akan melakukan perbuatannya.

Sementara itu, Kanit Binmas Polres Binjai mengatakan, setelah mendapatkan nasehat dan memanggil orang tua para siswa serta membuat surat perjanjian tidak mengulangi perbuatannya, siswa akhirnya dipulangkan.  “Untuk itu kami berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar bekerjasama memperhatikan generasi muda,” imbaunya. (dan)

Para Group Ganti Nama

JAKARTA-Bos Para Group, Chaerul Tanjung kemarin mengundang makan siang ratusan tokoh berpengaruh di Ballroom lantai 3, Gedung Bank Mega, kompleks Trans TV, Jakarta. Puluhan menteri, duta besar, dirut BUMN, pengusaha swasta nasional, hadir dalam acara yang dikemas dengan back ground tiga LCD bergambar biru langit itu.
Bahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN hadir di lunch yg diformat dengan round table itu. Di antara tokoh-tokoh itu, banyak yang saling bertanya, “Ini acara apa sih?”. CT-panggilan akrab Chaerul Tanjung-memaparkan, pertama pertemuan ini adalah silaturahmi biasa. “Kami men-set di setiap table ada pengusaha, pejabat tinggi negara dan tokoh masyarakat, agar kita menjadi Indonesia Incorporation. Tidak ada jarak di antara kita,” ucap CT.

CT membeberkan bahwa tahun 2011 ini adalah 30 tahun, dia berbisnis. Usia yang pas untuk melakukan transformasi. “Karena itu, kami akan berubah nama, dari Para Group, menjadi CTCorp. Kami mohon doa restu,” kata pemilik stasiun Trans7 dan Trans TV ini.

Pria yang juga pemilik Bank Mega, Carrefour, Trans Studio, dan terakhir detik.com ini sempat diledek Ical-Aburizal Bakrie-yang hadir dengan baju batik. “Berarti loe berbisnis sejak 6 tahun dong?” tiru CT yang diikuti gelak tawa audience. Ical ingin menyebut seolah-olah CT masih berusia 36 tahun saja.

Taufik Kiemas juga berkelakar, “Jadi setelah 30 tahun loe baru berani sebut nama?” Ungkap CT menirukan suami Megawati Soekarnoputri itu.

Acara yang berlangsung pukul 13.00 hingga 14.00 itu memang sangat eksklusif. CTCorp menjelaskan visi misi usahanya dengan multimedia, yang ditata dengan sound dan video yang futuristis, yang mempertontonkan group usaha ini memilih dengan teknologi dan modern.

Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Dirut Jawa Pos Azrul Ananda juga hadir di antara tokoh-tokoh nasional itu. (don/nw/jpnn)

Kadishut Tapsel Dikenai Wajib Lapor

MEDAN- Poldasu menetapkan dua tersangka penggelapan dan pencurian kayu milik PT Panei Lika Sejahtera (PLS) Kepala Dinas Kehutanan Tapanuli Selatan (Kadishut Tapsel) Syahgiman Siregar dan seorang pengusaha, Heri Gusman wajib lapor.
Hal itu diketahui setelah keduanya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh Penyidik Subdit II Harta Tanah Dan Bangunan Poldasu, Kamis (1/12).  Keduanya tak ditahan karena ada penangguhan dari pengacaranya masing-masing.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakso mengatakan terkait tidak dilakukannya penahanan terhadap Kadishut Tapsel  dan rekannya seorang pengusaha belum bisa dibeberkannya secara rinci karena dirinya sedang berada di luar Kota Medan.

Kasubdit II Harta Tanah dan Bangunan (Tahbang) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Rudi Rifani mengatakan kedua tersangka Kadishut Tapsel dan Heri Gusman dikenakan wajib lapor.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Bambang Herianto saat hendak ditemui di ruang kerjanya. Mengaku sedang sibuk dan tak bisa diganggu. Bahkan, Sumut Pos mencoba konfirmasi via SMS, tapi sampai berita ini ditulis tak ada balasannya. Hal sama dilakukan Wadir Reserse Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Masudi, bedanya AKBP Masudi menolak bertemu melalui staf pribadinya. “Bapak wadir Reskrim lagi ada tamu, dan lagi sibuk,” ujar stafnya itu.

Anehnya, berselang beberapa menit Dir dan Wadir Direktorat Reserse Kriminal Umum mengaku sedang sibuk dan tak bisa diganggu. Seorang wanita berparas cantik dengan tubuh tinggi sekitar 170 cm kulit putih datang dengan membawa tas tangan besar berbahan kulit berwarna merah hati.   Wanita yang mengaku bernama Siti itu mengaku masuk ke ruangan Bambang Harianto. Setelah masuk ke ruangan, selang beberapa menit di dalam wanita itu ke luar dan masuk ke ruangan Masudi. Selanjutnya naik ke lantai dua dan akhirnya keluar menaiki mobilnya dengan diantar pegawai harian lepas Poldasu. (mag-5)

32 Kader Ikuti Pelatihan Pengelolaan Desa

PAKPAK BARAT – Sebanyak 32 kader teknis mengikuti pelatihan pembangunan yang dipersiapkan sebagai tenaga pengganti untuk pengelolaan pembangunan di bidang sarana dan prasarana tingkat desa. Pelatihan itu digunakan untuk pembangunan dan pengelolaan desa secara profesional.

Pernyataan itu disampaikan Plt Camat Kerajaan Irba Sihotang saat membuka pelatihan teknis tersebut di Kantor Camat Kerajaan, belum lama ini.  Dia menyebutkan, tenaga teknis yang dilatih ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan desa. Supaya, peserta pelatihan benar-benar serius menekuni karena nantinya ditugaskan sebagai tenaga pengelola pembangunan desa.

“Merekalah pengelola seluruh kegiatan pembangunan di desa. Baik itu program dari PNPM, maupun program dari Pemkab yang ditujukan ke desa. Manfaatkan program pelatihan ini,”ujarnya, Kamis (1/12).

Di sela-sela pelatihan, fasilitator tehnik (FT) PNPM kecamatan Kerajaan Ir Herman Sitepu didampingi Jhon Simon Sitepu (FT) PNPM kecamatan Tinada mengatakan pelatihan direncanakan selama 12 sesi. Kader yang dilatih berasal dari 16 desa di kecamatan Kerajaan dan Tinada. (mag-15)

Panglima Melayu: Penghijauan Bukan Cuma Menanam

MEDAN – Aksi menanam pohon semakin marak dilaksanakan, bahkan pemerintah menetapkan hari menanam pohon Indonesia dan bulan menanam pohon dimulai pada 28 November. Namun, maraknya penanaman pohon tak dilandasi dengan perawatannya.

Demikian disampaikan Panglima Komunitas Melayu Bumi Putera (KMBP) Tengku Zainuddin kepada wartawan, Kamis (1/12) di sekretariat KMBP di Kompleks Taman Setia Budi Indah Blok RR No 66 Medan.

Menurut dia, kampanye penanaman pohon dilakukan untuk mengantisipasi perubahan iklim. Bahkan, pola penanamanya sudah melampau target, pada 2011 saja ada sebanyak 1,7 miliar batang pohon yang ditanam.
Di tengah banyaknya jumlah penanaman pohon, paparnya aksi tanam pohon dilakukan tanpa peta penanaman. Sehingga, apa yang dilakukan hanya sebatas secara inisiatif kelompok tertentu saja. Hal itu dikhawatirkan tidak akan bermanfaat dalam jangka panjang.

“Biasanya setelah ditanam, pohon-pohon itu ditinggalkan begitu saja. Jadi jangan cuma menanam, tapi perlu dipikirkan perawatan dan lokasi penanamannya,” ungkapnya.

Dia memaparkan, untuk melakukan penanaman seharusnya meliputi beberapa aktivitas. Di mulai penentuan lokasi tanam, pemilihan jenis tanaman, persiapan lahan tanam, pemasangan ajir, pembuatan lubang tanam, pengangkutan bibit, penanaman, evaluasi dan perawatan tanaman. Proses itulah diupayakan untuk untuk memastikan pohon yang ditanam hidup. Sehingga, setiap kali ditanam, paling tidak dibutuhkan waktu minimal 3 bulan untuk memastikan pohon yang ditanam pasti tumbuh sesuai yang diharapkan.

“Idealnya, setiap pohon yang ditanampun didata dengan sistem pencatatan berbasis geographic positioning system (GPS). Dengan begitu, setiap titik yang ditanam dapat dipertanggungjawabkan karena dibalik penanaman ada yang mesti dipertanggungjawabkan secara moral dan hokum,” ucapnya.

Sekretaris Pemangku Pusat KMBP, Darma Lubis mengatakan di negera  maju seperti di Eropa, penebangan pohon tidak bisa dilakukan secara sembarang, karena butuh izin dari pemerintah setempat. Sekalipun pohon tersebut tumbuh di halaman sendiri.

Dia menerangkan, terdatanya setiap pohon yang ditanam akan memberikan implikasi atas perlindungan hukum terhadap pohon. Apalagi, ancaman terbesar pohon yang ditanam adalah manusia itu sendiri. “Apabila ini tak segera disikapi, 5 hingga 10 tahun mendatang akan terjadi pergeseran perspektif publik terhadap aktivitas menanam. Karena setiap yang ditanam tidak memiliki upaya perlindungan. (ril)

Seisi Rumah Tertimbun Reruntuhan

Pasca Eksekusi Lahan di Jalan Jati, Warga Mengais Sisa Bangunan

MEDAN- Eksekusi lahan seluas 70.506,45 meter persegi di Jalan Jati, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur, oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (30/11), menyisakan kesedihan bagi pemilik rumah. Dengan raut wajah sedih, Kamis (1/12) pagi, mereka mulai mengais sisa bangunan yang masih bisa dipergunakan, seperti pagar, kusen, atap rumah atau seng, dan sebagainya.

Namun, dalam kondisi seperti itu, masih ada saja orang yang mengambil kesempatan dengan ikut memunguti sisa bangunan untuk kepentingannya. Mengetahui ada orang lain yang ikut memunguti sisa bangunan, pemilik rumah marah, sehingga menimbulkan pertengkaran. Elis Nirawati (52), warga yang rumahnya turut dihancurkan tim eksekusi PN Medan, hanya bisa termenung dan menatapi puing-puing rumahnya. Dia pun terlihat memunguti puing-puing sisa bangunan yang masih bisa dipergunakan lagi.

Saat wartawan Sumut Pos mendatangi wanita keturunan Tionghoa ini, dia hanya bisa berkata tentangn
kesedihannya serta mengutuk eksekusi yang dilakukan juru sita PN Medan tersebut. “Mereka (juru sita PN Medan, Red) sangat kejam. Bayangkan, rumah yang sudah kami tempati selama 10 tahun dan memiliki sertifikat Hak Milik Tanah harus dieksekusi,” katanya. Kini, dirinya hanya berpikir mencari tempat tinggal untuk anak dan cucunya yang masih berusia 11 bulan.

“Sekarang saya bingung mau tinggal di mana lagi? Tadi malam saja, setelah rumah saya dirobohkan, saya tidur di mobil pick up, sementara anak dan cucu saya menumpang di rumah kerabat terdekat saya,” ucap Elis dengan nada sedih di atas puing bangunan rumahnya.

Eksekusi tersebut tak hanya menimbulkan kerugian materi, namun dirasakan warga yang menyewa rumah. Seperti dialami Faigizharo Zega yang menyewa rumah milik Corner Hutapea, selama satu tahun dengan harga sewa per tahun mencapai Rp12 juta.

Faigizharo menceritakan kerugian yang dialami atas dampak eksekusi di rumah kontraknya. Dia bersama keluarganya baru menempati rumah tersebut sekitar dua bulan. Dirinya memiliki usaha konveksi jahitan tas yang diekspor ke luar kota dan luar negeri.

Kepada Sumut Pos Faigizharo mengatakan, saat dilakukan eksekusi, dirinya bersama anggota keluarganya sudah mengevakuasi barang-barang keluar rumah. Namun saat ditunggunya hingga pukul 16.30 WIB, rumah kontrakkannya belum juga dirobohkan. Saat dibertanya kepada seorang petugas kepolisian kapan rumah kontrakannya dirobohkan, petugas tersebut mengatakan, karena hari sudah sore, kemungkinan rumah kontrakan Faizharo tersebut akan dirobohkan keesokan harinya. Karenanya, dia bersama anggota keluarganya kembali memasukan barang-barang ke rumah.

Setelah barang-barang dimasukkan kembali, berselang beberapa menit blodozer milik juru sita PN Medan mengarah ke rumah kontrakkan Faigizharo dan merobohkan rumah kontrakannya itu. Naas bagi Faizharo, karena tidak sempat mengevakuasi kembali barang-barangnya. Reruntuhan bangunan rumah menimbun hampir seluruh barang miliknya.
Akibatnya, perabotan rumah Faizharo pun hancur. Diperkirakan, dia mengalami kerugian mencapai Rp30 Juta. “Barang yang tersisa saja yang bisa diambil, seluruh barang ditertibkan bangunan rumah ini,” ungkapnya.

Setelah rumahnya hancur, dia pun terpaksa menumpang di rumah tetangganya yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah kontrakannya. “Sementara ini kami terpaksan menumpang di rumah tetangga. Akibat barang-barang kami tertimbun reruntuhan bangunan, anak saya tidak bisa sekolah karena baju seragam sekolah ikut tertibun direruntuhan rumah. Saya berharap, setelah dibongkar rerutuhan rumah kontrakkan ini, semoga ada barang yang masih bisa dipergunakan,” ujarnya dengan nada sedih.(gus)