32 C
Medan
Wednesday, April 15, 2026
Home Blog Page 14445

Empat Tahun Melapor, Kasusnya Mengambang

Tukang Jamu Laporkan Pemalsuan Sertifikat Tanah ke Polresta Medan

Seorang tukang jamu digugat Rp1 miliar oleh purnawiran TNI atas persoalan sengketa tanah. Selanjutnya, dua tahun lalu tukang jamu tersebut ditembak orang tak dikenal dan pertengahan 2011, rumahnya dilempar bom molotov. Anehnya, kasus  tersebut tak terungkap.

Kamis (24/11) malam, wartawan koran ini menemui Zulkarnaen Ginting alias Karnen (40), warga Jalan Gatot Subroto Gang Dermawan, tukang jamu itu di tempat dagangannya di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan pertokoan Tomang Elok simpang Sei Sikambing. Sambil meracik jamu berkhasiat yang banyak diminum kalangan pejabat tinggi Sumut itu.

Saat wartawan koran ini datang di lokasi dagangannya, Karnen masih sibuk meracik jamu untuk seorang langganannya yang ketika itu adalah seorang PNS di Pemprovsu. Begitu melihat wartawan koran ini, Karnen langsung terkejut dan bersalaman.

“Bantu Mas, saya tak mengerti lihat aparat penegak hukum sekarang. Dua peluru sudah bersarang di badan, rumah saya dilempar bom molotov dan tempat usaha saya juga dibakar, kenapa polisi masih diam saja. Apa saya yang salah,” katanya.

Karena Karnen sudah lama mengenal wartawan koran ini, dia pun menceritakan kisah pilunya dengan meledak-ledak Karnen mengaku digugat seorang pernawirawan TNI inisial J yang merupakan tetangganya dan seorang mantan ajudan ketua OKP terkuat di Sumut. Pada 2006 lalu, kasus perdatanya ditangani Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Saya digugat Rp1 miliar pada 2006 lalu atas tanah rumah saya seluas 115 meter persegi, tapi karena saya banding dan naik terus ke MA. Akhirnya saya menang, orang yang mengaku menguasai tanah saya itu kalah. Sekarang saya sudah pegang sertifikat resmi yang dikeluarkan BPN Medan,” paparnya.

Kini, dia merasa heran ketika pengadilan telah memenangkannya, namun laporannya di Polresta Medan mengenai tindak pidana terkait pemalsuan sertifikat tanah, yang dilakukan J dibuktikan dengan Surat Tanda Bukti Lapor No Polisi : LP/2081/VI/2007/OPS/Tabes pada 11 Juni 2007. “Sampai sekarang tak jelas, masa kasusnya tak masuk ke pengadilan. Inikan aneh, ada apa dengan penyidik Polresta Medan, atau apa ada?” ucapnya.

Karena tidak ada kejelasan atas laporan pidanannya, pria berambut pelontos itu melaporkan penyidik Polresta Medan Aipda LJ ke Propam Poldasu dibuktikan dengan No STPL/186/XI/2011/Propam.

Berdasarkan STPL itu, penyidik tersebut dilaporkan atas pasal tidak memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-sebaiknya laporan dan atau pengaduan masyarakat sebagaimana pasal 4 huruf b PP RI No 2/2003.  “Saya hanya inginkan masalah ini tuntas, dan saya minta keadilan. Dan saya hanya cari ketenangan agar tidak diteror lagi,” bebernya.

Setelah berbicara panjang, tiba-tiba kuasa hukumnya Suhamzah Ginting SH MH tiba di tempat jualan jamu tersebut. Suhamzah menilai, apa yang dilakukan kliennya itu sudah tepat, karena tujuannya melaporkannya itu hanya merasa tak dapat keadilan dari penyidik kepolisian. Seharusnya aparat kepolisian bersiikap netral dan professional dalam menanggapi laporan warga.

“Seharusnya penyidik dalam hal ini kepolisian jangan mencari-cari alasan untuk mengaburkan tentang pemalsuan sertifikat tanah, inikan sudah jelas pidana. Sebaiknya polisi netral dalam menangani kasus ini bukan malah mencari lasan lainnya,” ujarnya.

Dia menganggap lebih baik kasus ini dilaporan di Polresta Medan 2007 lalu ditarik dan dilaporkan ulang ke Poldasu. Karena kami menganggap Poldasu lebih netral dalam menangani kasus laporan masyarakat ini.

Terpisah, Wakasat Reskrim Polresta Medan AKP Ronny Sidabutar memaparkan penanganan kasus laporan sertifikat palsu atas nama Zulkarnen sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Medan, tapi dinyatakan P19 sebanyak tiga kali. Alasan pihak kejaksaan, keterangan saksi tidak lengkap. “Saksi yang mengetahui persoalan ini sudah meninggal, sehingga berkas tidak bisa lengkap,” katanya.

Untuk diketahui, tanah yang dimiliki Karnen di Jalan Gatot Subroto gang Dermawan memiliki asal usul. Tanah tersebut dimiliki pertama oleh Alimah yang menjual tanah kepada Mutawali Ginting pada 12 Juli 1976, kemudian Mutawali Ginting yang juga anggota DPRD Sumut periode 2004-2009 menjual tanah 1 November 1994 kepada Karnen. Hingga saat ini Zulkarnaen masih menempati rumahnya dan tidak pernah menjual tanah itu.

Anehnya, Alm Alimah pada 2005 diketahui menjual tanah kepada Djemari, dengan bukti akta jual beli nomor : 20/2005 tanggal 15 November 2005. Adanya perubahan ini, Djemari mendaftarkan dengan nomor Daftar Isian : 208: 35255/2005 tertanggal 07/12/2005 dan daftar isian : 307: 42595/2005 tertanggal 07/12/2005. Penerbitan sertifikat ini ditandatangani Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan di tandatangani oleh Elfachri Budiman SH M Hum. Padahal, Alimah dengan bukti surat kelurahan telah meninggal pada 1987. Hal yang aneh, ketika orang yang telah meninggal 1987 bisa menjual tanahnya kepada seseorang. (*)

Kualitas Tenaga Pendidik Harus Ditingkatkan

Upacara Bendera Memperingati Hari Guru ke-66

Guru diminta terus membangun kebersamaan di antara sesama guru dan kepala sekolah. Sehingga, harapan kita bersama pada 2012 mutu dan kualitas pendidikan di Kota Medan semakin baik. Dengan kualitas pendidikan, yang semakin berdaya saing membuat banyak anak didik menorehkan prestasi baik nasional maupun internasional.

PERNYATAAN tersebut disampaikan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM pada acara upacara bendera dalam rangka memperingati hari guru ke-66 sekaligus HUT Persatuan Guru Republik Indoensia (PGRI) yang dipusatkan di SMAN-13 Kelurahan Titi Kuning, Medan Johor.

Rahudman mengatakan semua tergantung bagaimana tanggungjawab moral dari guru untuk ikut bersama-sama belajar, guna meningkatkan kualitasnya memberikan pendidikan yang baik kepada anak didik kita. Hal itu, untuk terwujudnya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Selanjutnya, memelihara dan menjaga disiplin guru serta kepala sekolah, karena bila guru dan kepala sekolah disiplin maka anak didik akan ikut lebih disiplin lagi.

“Tahun 2012 diharapkan mutu dan kualitas pendidikan Kota Medan semakin baik, Dinas Pendidikan Kota Medan sebagai pengayom guru harus mampu mengelola pendidikan yang lebih baik, sehingga pendidikan memiliki daya saing dan anak didik semakin berprestasi baik tingkat  nasional maupun internasional,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Rahudman atas nama masyarakat Kota Medan mengucapkan selamat hari guru yang ke-66 dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada guru, atas baktinya yang mulia memberikan pendidikan kepada anak bangsa dan dapat memotivasi serta meningkatkan mutu pendidikan. “Tumbuhkan sinergitas dan kebersamaan sesama guru serta kepala sekolah agar mampu melaksanakan tugas dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rahudman membacakan pidato Menteri Pendidikan RI Muhammad Nuh. Di dalam pidato itu, guru dapat merasakan dan menyentuh pinggiran masa depan, profesi guru menjadi jauh lebih menarik dari pada profesi lain. Di mana, kemampuan menyentuh masa depan walaupun pinggirannya dengan menempatkan guru pada tanggungjawab yang sangat berat. Tapi profesi guru ini merupakan profesi mulia.

“Pada diri guru tertumpu beban dan tanggung jawab menyiapkan masa depan yang lebih baik, yaitu dengan berfungsi sebagai jembatan bagi para peserta didik untuk melintas menuju masa depan mereka,” ungkapnya.

Menurut dia, ke depan bukan hanya kesiapan yang akan diukur melainkan lebih jauh lagi adalah kelayakan seseorang menjalani profesi guru. Dengan cara ini, kita dapat menjamin bahwa menjadi guru selain karena panggilan hati nurani dan tetap siap dan ikhlas serta setia saat menjalani tugas sebagai guru. Secara khusus, perekrutan calon guru, pendidikan guru, peningkatan profesionalitas sampai dengan perlindungan dan kesejahteraan guru harus dilakukan lebih baik lagi.

“Dalam mempersiapkan masa depan guru tidak cukup hanya mengajarkan apa yang diketahui karena hal itu bisa menjadi tidak relevan lagi pada masa, ketika peserta didik menjalani kehidupan mereka sendiri, guru yang baik akan menjelaskan sesuatu kepada muridnya sehingga paham. Tetapi guru yang hebat adalah guru yang mampu menginspirasi dan memotivasi muridnya, sehingga mampu berbuat sesuatu yang baik dengan kemampuannya sendiri,” pintanya. (adl)

Rangkai Pipet Menjadi Lembaran Uang

Pusat Pelatihan Ikebana

MEDAN- Pipet merupakan alat bantu untuk menikmati minuman. Tapi jangan salah, bahan bantu dari plastik ini hanya bisa digunakan untuk minum, tetapi juga bisa dijadikan ajang bisnis baru bagi mereka yang kreatif. Bila dirangkai dengan indah, pipet ini bisa menghasilkan ratusan ribu rupiah. Seperti dilakoni Ikebana, pusat pendidikan dan pelatihan kerajinan tangan.

Menurut Dina, Instruktur sekolah Ikebana, kerajinan tangan yang membutuhkan kesabaran ini, juga sangat mudah untuk dipelajari. Hanya butuh waktu paling lama 2 minggu, merangkai pipet dengan berbagai bentuk hingga dapat menghasilkan uang. “Paling lama belajar merangkai pipet 2 minggu, tetapi harus diikuti dengan kesabaran dan ketekunan, karena merangkai ini sangat membutuhkan kesabaran yang tinggi,” ucap Dina.

Sekaloh kerajinan tangan yang terletak di Jalan Kiwi, Kompleks Taman Kasuari Indah Tahap II Blok C No 48 Medan Sunggal ini, selalu mengajari berbagai macam kerajinan tangan dari pipet, seperti merangkai bunga. Dengan modal seadanya, kata Dina, tetapi keuntungan dari hasil kerajinan tangan ini bisa berlipat-lipat. “Untuk membuat tas besar dengan panjang sekitar 30 cm, dibutuhkan 3 gulungan pipet, manik-manik dan pegangan tas. Jadi modal sekitar Rp100 ribu lah,” tambah Dina, seraya mengaku, hasil kerajinan tas itu, dapat dijual dengan harga Rp250 ribu.

Untuk memasarkan tas kerajinan tangan ini, tidak hanya di Medan, tetapi juga diekspor hingga Malaysia. “Pemilik Ikebana juga tinggal di Malaysia, untuk mempermudah pemasaran,” ungkap Dina. Sedangkan untuk di Jawa, tas yang terbuat dari pipet ini sudah mulai disukai, dan bersaing.

Membuat kerajinan tangan ini juga cukup mudah. Kesulitan yang didapat hanyalah mencari pipet dengan warna yang diinginkan. Karena pada umumnya, warna pipet adalah putih, hitam dan merah. “Kesulitan hanya di warna, tidak bisa bereksperimen dengan warna. Karena warna pipet pada umunya sama,” tambah Dina.

Bukan hanya tas, merangkai pipet ini juga dibentuk dengan selera, seperti baju boneka barbie, buah, bunga, angsa, dan bunga tepak. “Untuk mainan, harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp35 ribu per unit,” sebutnya.

Dan untuk membuat 1 kerajinan tangan, hanya dibutuhkan setengah hingga satu gulungan pipet. Menurut Dina, sedikitnya pipet yang digunakan tergantung dari potongan pipet yang dibuat. “Sebelum dirangkai, maka pipet akan dipotong dulu sesuai keinginan, dirangkai sesuai dengan bentuk, dan setelah itu didiberi perekat (lem),” lanjut Dina.

Selain menjual rangkaian kerajinan tangan ini, Ikebana juga membuka kelas dengan harga yang cukup terjangkau. “Paket merangkai bunga hanya Rp175 ribu, hingga mahir merangkai,” tandasnya. (ram)

Panitia Fly Over Belum Bayar Biaya Perbaikan

082167340xxx
Bapak Wali Kota Medan, rumah kami rusak sewaktu pembongkaran paksa rumah yang sudah dibebaskan untuk fly over di Simpang Pos. Padahal rumah kami tidak ikut dalam pembebasannya dan panitia berjanji memberikan biaya perbaikan. Tapi hingga saat ini tidak ada realisasinya. Kami meminta tolong supaya cepat realisasinya, karena gimana kalau rumah Bapak yang dibuat demikian, thanks.

Dikoordinasikan
Laporan ini akan kami koordinasikan dengan panitia pembangunan fly over di Simpang Pos. Kami berharap sisa anggaran yang ada dapat membantu pembenahan pembangunan Kota Medan. Penggantian yang  dilakukan tim sudah memperhatikan seluruh bagian yang rusak, dari mulai tanaman hingga ada tanah milik warga yang tersisa sedikit akibat pembebasan lahan juga akan dibayar sesuai dengan harga yang ditetapkan. Apa yang menjadi harapan masyarakat akan diberikan agar tidak menjadi tanda tanya. Karena tim bekerja secara transfaran.

Budi Heriono
Kabid Humas Pemko Medan

—————

Jangan Melukai Perasaan Warga
Wali Kota Medan untuk melakukan pendekatan persuasif dan dialogis dalam mengupayakan proses ganti untung lahan warga yang jadi korban pembangunan jalan layang (fly-over) di Simpang Pos. Artinya, jangan melukai perasaan warga, karena mereka sudah rela melepaskan tanahnya untuk pembangunan fly-over.

Iman B Nasution
Anggota DPRDSU

6 Bulan Parit Tergenang

082164050xxx
Jalan Batu Putih dan Jalan Melati Kelurahan Pahlawan paritnya sudah 6 bulan tergenang (tidak jalan) dan kalau hujan turun 30 menit saja air paritnya langsung meluap ke jalan. Bahkan menggenangi rumah-rumah warga, upaya dari Kepling dan Lurah setempat tidak tampak untuk mencari solusinya. Kami mohon kepada Bapak Kadis Bina Marga dan Pak Wali Kota gimana cara mengatasinya? Mohon bantuannya dan terima kasih buat Sumut Pos.

Sudah Disurvei
Terimakasih untuk informasinya. Kebetulan kami sebelumnya sudah berkoordinasi dan mengundang Dinas Bina Marga untuk melakukan survey terhadap lokasi yang dimaksud. Begitu pun kemungkinan perbaikan dimasukkan pada anggaran 2012. Kita juga akan berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan.

Budi Heriono
Kabid Humas Pemko Medan

Usaha Tanaman Hias Untung Besar, Tapi Harus Sabar

MEDAN- Tanaman hias,  merupakan tanaman yang disukai wanita untuk mempercantik rumahnya. Sekilas, tanaman hias ini, bentuknya sangat sederhana, tidak menampilkan kesan apapun. Tetapi bila diperhatikan lebih dalam, maka tanaman hias ini akan terlihat menarik. Bahkan secara tidak langsung akan menambah image si pemilik tanaman. Salah satu pengusaha tanaman hias yang kini tengah berkembang yaitu, tanaman hias Dewi, di Jalan Pancing, Medan Tembung.

Menurut Dewi, harga tanaman hias ini, biasanya mencapai jutaan rupiah, padahal modal yang digunakan oleh petani tanaman hias ini tidak terlalu besar. “Harga mencapai jutaan, karena perawatan tanaman yang sedikit sulit, misalnya anggrek. Tanaman ini membutuhkan perhatian ekstra dan rutin, kalau tidak, si anggrek tidak akan berbunga,” ucap Dewi, petani tanaman hias, sekaligus anggota kelompok binaan penggerak membangun desa tanaman hias Kota Medan.

Modal untuk tanaman hias anggrek hanya sekitar Rp75 ribu hingga Rp150 ribu. Tetapi, perawatan ekstrak menjadikan harga tanaman anggrek lebih mahal. Seperti pupuk, untuk mencengah daun busuk, bila bunga terkena air hujan, maka langsung dibilas dengan air kran, perawatan lain adalah wadah tanaman yang tidak bisa ditempatkan disembarangan tempat. “Seperti tanaman pakis, karena biasanya tanaman ini hidup di hutan gundul, jadi harus ditanam dengan menggunakan sabut kelapa,” ucap Dewi.

Anggrek juga tidak dapat tumbuh disembarang sehu. Di kota Medan ini, hanya sebagian jenis anggrek yang hidup. Seperti anggrek Deandro, Panda dan Khatelia. Sedangkan untuk anggrek bulan, hanya dapat tumbuh di daerah dataran tinggi. “Jenis anggrek yang ada di Medan hampir rata adalah perkawinan silang, tidak ada yang asli lagi. Karena sulit untuk merawatnya,” ungkap Dewi, yang membuka usaha tanaman hiasnya di Jalan Pancing, Medan Tembung.

Menurut Dewi, anggrek memiliki fase dalam pertumbuhannya, seperti kompol, sigling, remaja dan berbunga. Dalam fase remaja, perhatian paling ekstra diberikan agar daun tidak busuk dan anggrek berbunga. Nah, semua itu membutuhkan pupuk, agar jamur dan bakteri pada anggrek dapat hilang.
Selain bertani tanaman hias asli Indonesia, Dewi juga menjual tanaman hias dari impor. “Untuk saat ini, tanaman impor sangat diminati oleh ibu rumah tangga, tetapi mahal, untuk bibit saja mencapai Rp150 ribu, jadi kalau dijual mencapai jutaan hingga puluhan juta,” tambahnya.

Tanaman hias buah juga sedang diminati, tetapi karena tanaman cangkok, unsur kehati-hatian juga penting. Karena bila cangkokan tanaman hias buah gagal, maka kerugian ditanggung oleh petani itu sendiri. “Yang penting untuk menjadi petani dan pengusaha tanaman hias, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan, karena tumbuhan juga punya perasaan,” ungkap Dewi yang memulai usahanya menjadi petani sejak 9 tahun lalu. (ram)

Café di Marindal Bebas Jual Miras

082160388xxx
Pak Kapolda tolong Bapak perintahkan kepada Bapak Kapolsek Patumbak untuk menutup cafe keyboat di Jalan Baru Marendal 1. Berhubung adanya penjualan miras secara bebas, peraktek PSK serta banyaknya bayi lahir tanpa jelas ayahnya hìngga keberadaan cafe keyboat juga telah merusak moral anak usia sekolah yang tinggal di sekitar cafe yang sudah buka selama 10 tahun.

Ditindaklanjuti dan Lidik
Terimakasih atas informasinya. Laporan ini akan saya sampaikan untuk ditindaklanjuti dan dilidik. Begitu pun kami harap kerjasama dari masyarakat untuk memberikan info dilengkapi bukti terpercaya. Sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan sesuai peraturan dan hokum yang berlaku.

AKBP Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Poldasu

Hasil Panen Diserang Hama Ayam

081260002xxx
Yth Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Deli Serdang. Peternakan ayam sudah menjamur di mana-mana khususnya wilayah Medan Sinembah Tanjung Morawa dan Desa Undian Tanjung Meorawa. Apakah pengusaha ternak tersebut sudah mendapat izin usaha? Jauh-jauh hari para petani sudah menanam coklat dengan hasil panen yang baik, tapi belakangan ini tanaman dan biji coklat menjadi rusak. Ini disebabkan hama ternak ayam yang semakin menjamur di mana-mana.

Mengapa tidak ada tindakan köngkrit dari Dinas Pertanian dan Peternakan untuk melindungi pertanian rakyat yang sudah meresahkan dan kanibal ini? Apakah menunggu masyarakat tani marah dan saling berantam seperti di daerah lain? Tolonglah diaturkan pertanian rakyat ini agar lebih produktif. Terima kasih Sumut Pos

Diteruskan
Terimakasih atas informasinya. Laporan ini akan kami teruskan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Deli Serdang untuk ditindaklanjuti. Warga juga dapat berkoordinasi dengan camat setempat untuk memastikan keberadaan izin peternakan ayam dimaksud.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Tingkatkan Kerjasama Bisnis untuk Pelanggan

MEDAN- Untuk memberikan kepuasan bagi para pelanggan, para produsen biasanya memberikan kemudahan kepada para pelanggannya. Salah satunya dengan memberikan penawaran harga khusus hingga konsumen dicintai dan dihargai.

Hal tersebut dijalankan PT. Centra Material Bangunan, Home Centra Hypermarket Building Material and Home Furnishing, untuk kali pertama menggelar kegiatan bertitel “Home Centra Expo 2011 with Philips Lighting” bekerjasama dengan PT. Philips Indonesia, yang telah berlangsung sejak 21 hingga 27 November 2011 di Sun Plaza Medan.

Budi A Kho General Manager / Management Controller  PT. Centra Material Bangunan mengatakan, kegaiatan expo ini merupakan yang pertama dilakukan pihaknya untu branding produk-produk supplier dengan target penjualan mencapai Rp1 miliar.

“Program ini bertujuan untuk dapat lebih meningkatkan volume penjualan produk supplier support baik produk baru launching atau new promotion. Selain itu juga, memperkenalkan kegunaan produk (usage of product) dengan benar yang akhirnya dapat meningkatkan shortterm, longterm sales, longterm brand awareness dan brand image baik supplier/mitra bisnis Home Centra,” jelasnya.

Tercatat, sampai Rabu (23/11), angka penjualan dari lokasi expo tercapai sebesar 15 persen antara lain dari produk keramik, lampu philps dan lain-lain. “Diharapkan Joint Promo Home Centra Expo 2011 with Priority Brand di Sun Plaza Medan, pencapaian target dan peningkatan volume penjualan produk kedua belah pihak dapat terealisasi,” tutur Budi.

Yulia Customer Development & Marketing Manager Home Centra menambahkan, sejak berdiri hampir 5 (lima) bulan, 22 Mei 2011 sebagai satu-satunya Hypermarket bahan bangunan di Medan dengan konsep “all in one concepts”, PT. Centra Material Bangunan, Home Centra saat ini terus berbenah dan agresif berpromosi mengenalkan keberadaan Hypermarket Material Building &  Home Furnishing kepada masyarakat umum (end user), profesional, developer, dan pemborong/kontraktor.  “Untuk menunjang program promosi, kami telah melakukan beberapa program indoor maupun outdoor,” ucapnya. (ram)

UKM RI Tumbuh di Asia Pasifik

Berdasarkan survei Asia Pasifik menunjukkan, tingkat keyakinan yang tinggi pada usaha-usaha kecil di Indonesia, terkoreksi positif, meski manajemen bisnis perlu mendapatkan perhatian.
“Para pelaku usaha kecil di Indonesia meyakini bahwa bisnis mereka akan tumbuh pada tahun mendatang,” kata Head of Business and Investment Policy CPA Australia, Paul Drum, dalam laporan hasil survei bisnis kecil Asia Pasifik, yang dipublikasikan Kamis (24/11)

Optimisme itu, menurut Paul, seiring dengan keyakinan mereka bahwa perekonomian secara luas akan mempertahankan kuatnya tingkat pertumbuhan tersebut. Survei itu menunjukkan bahwa 97 persen usaha kecil Indonesia mengharapkan usaha mereka bertumbuh pada tahun mendatang.
“Angka tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah survei bisnis kecil oleh CPA,” ujar dia.

Dia menambahkan, dengan melanjutkan prospek usaha kecil di Indonesia yang kuat, survei menunjukkan bahwa pengusaha kecil memiliki kecenderungan tinggi untuk meminjam dana guna membiayai pertumbuhan bisnis mereka. Survei juga menunjukkan bahwa pengusaha kecil Indonesia memiliki tingkat kepercayaan diri tertinggi untuk memperoleh pinjaman di antara semua pasar yang disurvei.

Tingginya tingkat keyakinan bisnis yang ditemukan di Indonesia ini, bertolak belakang dengan hasil survei pada pasar lainnya, terutama di Australia dan Hong Kong. Survei yang dilakukan pada 6-11 Oktober 2011 itu menjangkau lebih dari 1.500 bisnis di Indonesia, Australia, Hong Kong, Malaysia, Singapura dan Selandia Baru.(net/jpnn)