Home Blog Page 14480

Bonus Rp100 juta

Sumut lolos PON XVIII

LOLOSNYA Sumut pada PON XVIII mendatang mendapat apresiasi dari banyak pihak. Menurut Ketua Pengprov PSSI Sumut yang dipilih oleh 23 Pengcab/Klub Ir H Kamaluddin Harahap MSi, pihaknya berhasil mengumpulkan bonus yang akan dibagikan kepada seluruh pemain sebesar Rp100 juta.

“Mereka pantas mendapatkannya karena mereka telah mencetak sejarah dan menghapus noda hitam terkait kegagalan tim Pra PON Sumut yang gagal berlaga pada PON XVII di Samarinda,” bilang Kamaluddin.

Terkait rencana tentang kelanjutan tim Pra PON Sumut, pria yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut itu mengatakan akan mempertahankan tim secara keseluruhan.

“Bila perlu semua pemain ini akan kita drop ke salah satu tim peserta  Divisi Utama ataupun Divisi I sehingga kekompakan serta kerjasama tim semakin padu,” bilang Kamaluddin.

Hal senada juga diungkapkan oleh duet manejer tim Pra PON Sumut Dr M Nur Rasyid Lubis dan Drs Azzam Nasution.
Bahkan secara tegas keduanya mengucapkan terima kasih atas atensi yang diberikan beberapa pihak seperti Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, Ketua KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu, Bupati Labura Kharuddin Sitorus, Pengurus PSSA Asahan Azwar Mahmud alias Pak Ujang serta pengurus PSSI Sumut Erwis Edi Pauza Lubis dan Isman Nuryadi. (jun)

Pelayanan Ambulans 118 Gelar Workshop

MEDAN-Palang Merah Jerman dan Palang Merah Hongkong yang tergabung dalam konsorsium pelayanan ambulan 118, mengadakan workshop mulai tanggal 25- 26 Oktober di Hotel Aryaduta Medan. Workshop diikuti oleh Pengurus Palang Merah Sumatera Utara, Pelayanan Ambulans PMI Kota Medan, PMI Kota Pematangsiantar dan PMI Kabupaten Langkat.

Turut hadir Pimpinan Palang Merah Jerman Erhard Bauer, Palang Merah Hongkong Vincent Wang dan Guineviene R De Jenus, Konsultan Program Patrick Bolte dan Program Manager dari Konsorsium Andri Isyunarto.

Pimpinan Palang Merah Jerman Erhard Bauer dalam sambutannya mengatakan, selama kurun waktu dua tahun konsorsium bersama-sama dengan PMI Sumut dan Dinas Kesehatan Provinsi menjalankan program pelayanan ambulans 118 ini. “Oleh karenanya melalui workshop ini akan dievaluasi kekurangan dan kelemahan program dan selanjutnya akan dirumuskan rekomendasi-rekomendasi sebagai tindak lanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Sumatera Utara DR H Rahmat Shah dalam sambutannya sebelum membuka workshop secara resmi mengajak semua yang hadir untuk sejenak menundukkan kepala sambil berdoa, karena adanya bencana yang ditimpa oleh masyarakat Turki.

Selanjutnya Rahmat Shah mengatakan, workshop tersebut adalah media yang strategis guna mengukur kapasitas program pelayanan ambulans yang telah berjalan selama dua tahun, untuk kemudian dilakukan kajian-kajian guna penyempurnaan berikutnya.  “Oleh karena itu, dimintakan kepada semua yang terlibat dalam workshop dapat menghasilkan komitmen-komitmen baru yang konstruktif. Sebab pelayanan ambulans 118 ini adalah pekerjaan yang mulia sebagai penjabaran dari tujuh perinsip yang diemban oleh Palang Merah,” tegas Rahmat.

Terkait dengan akan berakhirnya masa kerjasama antara konsorsium dengan pelaksana program pelayanan ambulan 118 di Sumatera Utara pada Desember 2011 ini, Rahmat Shah meminta agar pihak konsorsium tidak begitu saja melepaskan diri, mengingat bahwa program ini masih terdapat kekurangan seperti halnya dalam sistem yang telah dibangun dikembangkan, masih perlu penyempurnaan. “Sebab, masih dibutuhkan panduan, pemikiran dan gagasan yang baik dari semua pihak, terutama dari Palang Merah Jerman dan Hongkong,” tambah Rahmat.

Workshop sendiri dipandu langsung oleh Konsultan Program, Patrick Bolte dan Program manager dengan sistem pembagian kelompok kerja. (*/ila)

Markus pun Berikan Support

ADA pemandangan menarik saat Sumut melakoni babak playoff Pra PON menghadapi Bengkulu, kemarin (27/10) di Lapangan Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur.

Nyaris semua mantan pemain nasional yang berasal dari Sumut memberikan support agar anak asuh Rudi Saari mengalahkan Bengkulu. Terlihat di tribun VIP mantan pemain PSMS yang juga Ketua PSSI Prof Dr Johar Arifin Husein, mantan pemain timnas Tumpak Uli Sihite, Riki Yakobi serta Markus Horison.

Tak sekadar memberikan support, Markus pun berbaur dengan para pemain Sumut yang berada di bench.  “Tim ini punya potensi. Skil serta kerjasama timnya jauh lebih solid dibanding tim yang saya perkuat pada PON XVI tahun 2004,” bilang pria berkepala plontos yang pernah menjadi kiper Sumut saat meraih medali perunggu tujuh tahun lalu.

Intinya, masih menurut Markus, tim Pra PON Sumut ini harus terus dipertahankan sehingga kerjasama di antara pemain kian solid. “Untuk menebus kegagalan tahun 2007 lalu, tim ini harus mampu melewati prestasi yang kami raih pada tahun 2004,” tandasnya.(jun)

Sumut Lolos PON 2012

Sumut vs Bengkulu

JAKARTA- Ketabahan serta keuletan para pemain yang selama 17 bulan melahap semua materi latihan yang diberikan Rudi Saari membuahkan hasil.

Kamis (27/10) Hardiyantono dkk memastikan Sumut lolos pada PON XVIII yang berlangsung di Riau, 2012 mendatang, setelah pada pertandingan playoff di Lapangan Bea Cukai Rawamangun meraih kemenangan dengan skor 2-0.

Kemenangan yang diraih Sumut atas Bengkulu digapai dengan susah payah, karena para pemain tampil gugup sepanjang babak pertama. Keadaan kian sulit bagi anak asuh Rudi Saari karena pemain Bengkul sangat cerdik memanfaatkan situasi dengan banyak berpura-pura terjatuh.
Imbasnya, pemain Sumut tersulut emosi dan bermain tanpa kontrol. Tak kurang lima kartu kuning diberikan wasit kepada pemain Sumut Sapri Koto, Zulkifli, Agung, Haridyanto, M June.

Melihat kondisi ini, pada masa jeda Rudi Saari, head coach tim Pra PON Sumut meluapkan amarahnya guna membangkitkan motivasi pemain. “Seperti apa main kalian hari ini? Apa ini mau kalian? Saya yakin kalian mampu mengalahkan mereka, karena tidak satupun pemain mereka (Bengkulu, Red) memiliki kemampuan yang istimewa. Pokoknya di babak kedua permainan kalian harus lebih baik daripada babak pertama,” bentak Rudi kepada seluruh pemain.

Seakan terlecut dengan motivasi yang diberikan Rudi Saari tadi, di babak kedua penampilan tim Pra PON Sumut kian trengginas. Sepanjang pertandingan Hardiyantono dkk terus mengepung lini pertahanan tim Pra PON Bengkulu.
Hasilnya, pada menit ke-69 Edi Syahputra membobol gawang Bengkulu yang dikawal Oki Yuharsena. Berselang delapan menit kemudian Zulkifli menambah keunggulan Sumut menjadi 2-0.

“Saya puas karena kita mampu mengalahkan mereka dan lolos ke PON XVIII. Tapi jujur, jika melihat penampilan anak-anak hari ini saya kecewa. Harusnya mereka bisa menang dengan lebih banyak gol. Sayangnya, mereka tampil tegang,” bilang Rudi. “Begitupun, kita semua wajib bersyukur karena kemenangan ini berarti mencetak sejarah baru plus menghapus pengalaman pahit akibat tidak lolos pada PON XVII lalu. Mungkin inilah yang menjadi penyebab anak-anak tampil tegang,” terang Rudi, yang kemarin belum benar-benar sembuh dari sakitnya.

Selanjutnya Rudi Saari perpesan kepada pemain untuk tidak cepat puas diri, karena perjuangan ke depan akan semakin berat. “Kita sudah lolos PON XVIII. Target kita sekarang adalah menjadi yang terbaik di even empat tahunan itu,” tegas Rudi.

Sementara itu pelatih Bengkulu M Nasyir secara jujur mengakui kehebatan tim Pra PON Sumut. “Wajar Sumut tampil sebagai pemenang,” bilang Nasir. (*)

MPC PP Karo Asuransikan Kader

KARO- Untuk lebih memproteksi  kesehatan dan keselamatan  jiwa kadernya, MPC Pemuda  Pancasila Kabupaten Karo, meluncurkan kartu anggota berasuransi, Kamis (27/10).

Disela-sela penyerahan kartu   anggota berasuransi. Ketua MPC Pemuda Pancasila,  Kabupaten Karo, Drs. Joy Harlim Sinuhaji kepada wartawan menjelaskan, dengan dibagikannya kartu itu, sekaligus untuk memverifikasi jumlah keanggotaan  secara online.  Selain itu, dengan hadirnya jaminan asuransi, kader PP juga akan lebih   mengerti akan kegunaan  asuransi.

“Minimal dengan diluncurkannya kartu ini,  dapat  membuka cakrawala berpikir  kader dan masyarakat akan pentingnya jminan kesehatan dan jiwa. Karena di negara-negara  maju,  keberadaan asuransi  sudah sangat melekat ditengah masyarakatnya.” ujar Joy.

Jaminan  akibat kecelakaan terhadap resiko dalam hal meninggal dunia Rp 3 juta, cacat tetap Rp 3 juta, dan batas biaya pengobatan Rp 300 ribu. Biaya premi asuransi kader, seluruhnya ditanggung oleh MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Karo. Penyerahan kartu anggota   berasuransi  diserahkan secara simbolis disekretariat MPC  PP Kab Karo, Jalan  Trimurti Berastagi oleh, Drs Joy Harlim didampingi,  Sekretaris Torison Ginting, dan pengurus fungsionaris MPC, kepada Ketua  Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Mardinding,   Perdana Tarigan, Sekretaris Rahim Ginting dan disaksikan oleh supervisor Asuransi Bumida, cabang Pematang Siantar, Ngalemisa.

Dalam tahun ini, MPC Pemuda Pancasila Kab Karo  akan menerbitkan 5.000 kartu anggota berasuransi. Guna mewujudkan  tekad itu, pria yang akrab disapa Nonink ini, menginstruksikan kepada seluruh  jajaran PAC, agar segera melakukan konsolidasi organisai ketingkat basis atau ranting.

Konsolidasi ini sendiri menurut Nonink, agar lebih memudahkan MPC, guna mendata kembali jumlah anggota yang ada di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Karo. Hal ini juga merujuk instruksi MPW PP Sumut, terkait semboyan “Back To Zero-From Zero To Be A Hero”.

“Konsolidasi organisasi melalui validasi, revitalisasi, reaktualisasi, baik secara de Jure maupun secara de Facto, dapat mewujudkan cita-cita luhur Pemuda Pancasila. Kita  membutuhkan generasi muda yang tangguh, cerdas, intelektual dan berkualitas,” pungkas Nonink.  (*/wan)

PSMS Pilih Divisi Utama, Konsorsium Ingin IPL

MEDAN-Tekad PSMS untuk berlaga di Divisi Utama tak terbantahkan lagi. Walau PSMS tetap disebut PSSI sebagai satu tim di antara 18 tim yang ikut Indonesian Primer League (IPL). Kondisi yang makin membingungkan.

Tim Pelaksana Teknis PSMS Idris menuturkan, PSMS tetap pada keputusan awal dan tak merubah prinsip untuk bermain di Divisi Utama. Ini didasari keputusan PSMS yang tak mengirim berkas registrasi ulang ke LPI hingga tenggat waktu yang diberikan pada 26 Oktober 2011 lalu. “Kita sudah menentukan sikap dan memiliki prinsip tegas untuk berlaga di Divisi Utama juga tak menerima hadiah. Silahkan daftarkan, tapi jika kita tak mau berlaga di sana, mereka mau bilang apa?” tegasnya, Kamis (27/10).

Sebelumnya, PSSI melalui PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) telah menetapkan PSMS sebagai klub yang ikut serta di LPI. Pendaftaran PSMS dilakukan PT Bintang Medan metropolitan sebagai pemegang legalitas PSMS. Namun menurut Idris, pencantuman nama PSMS tanpa melibatkan kepengurusan ditegaskannya adalah ‘permainan’ konsorsium dan PSSI.

Dari kenyataan yang ada, CEO PT Bintang Medan Dityo Pramono bisa saja melakukan hal itu. Secara legalitas, hal ini dapat juga dibenarkan. Pasalnya, PSMS menggunakan label PT Bintang Medan sebagai pemenuhan aspek legalitas pasca penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak pada 12 Agustus lalu.
Sementara itu, Dityo Pramono yang dikonfirmasi tentang hal itu membantah PSMS tidak mendaftarkan diri ke PSSI. “Siapa yang bilang? Yang mendaftarkan atas nama PSMS itu saya dari PT Bintang Medan yang legalitasnya itu diakui di PSSI,” terangnya.

Diakuinya, PSMS bisa saja membatalkan pendaftaran tersebut jika memang tidak meneruskan MoU-nya dengan Bintang Medan. Namun, setelah ada MoU PSMS juga sudah menandatangani kesepakatan lanjutan yang ditandatangani oleh Wali Kota Medan Rahudman Harahap dan Widjajanto yang mewakili konsorsium. “Sudah ada kesepakatan yang ditandatangani pak Wali dan Widjajanto sebagai tindak lanjut dari MoU. Lantas itu apa kalau bukan kelanjutan MoU?” tegasnya berang.

Tidak sekedar bicara, Dityo juga menunjukkan bukti berupa surat Perjanjian Hak Pengelolaan Klub PSMS Medan antara Badan Pengelola PSMS Medan dengan Konsorsium PT Bintang Medan Metropolitan, yang ditandatangani oleh Ketua Umum PSMS Medan dan atau Ketua Badan Pengelola PSMS Medan Rahudman Harahap sebagai pihak pertama, dan Konsorsium PT Bintang Medan Metropolitan Widjajanto sebagai pihak kedua. Surat kesepakatan tersebut ditandatangani Jumat (23/9) lalu di atas materai Rp6 ribu.

Surat kesepakatan yang terdiri dari tiga lembar tersebut intinya, PSMS memberikan wewenang penuh kepada Konsorsium PT Bintang Medan untuk mengelola PSMS . Di surat itu juga dicantumkan hak dan kewajiban kedua belah pihak. “Kami menyertakan bukti  sahih terkait kesepakatan, dan itu bukan mengada-ada,” tegas Dityo. (saz)

Tiga Kandidat Merupakan Para Pembantu Menteri

Debat Calon Ketua Umum IA ITB

Tiga dari lima kandidat Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) periode 2011-2015 diramaikan oleh para pembantu menteri, yakni Wakil Menteri PU Hermanto Dardak, staf ahli Menteri Koordinator Perekonomian Amir Sambodo dan Deputy Menteri  BUMN Sumaryanto Widayatin.

Dalam Debat dan Kampanye Ketua Umum IA ITB yang dipandu oleh mantan Kepala Bappeda Sumut Ir Budi Sinulingga yang dilaksanakan IA ITB Sumut, Sabtu (22/10) malam di JW Marriot, para kandidat berupaya meyakinkan para anggota IA ITB Sumatera Utara dengan program, visi maupun misi untuk membangun IA ITB ke depan.
Dalam debat tersebut Hermanto Dardak yang merupakan alumni Teknik Sipil angkatan 1975 berkeinginan membangun “3 jembatan” agar alumni ITB bisa lebih maju.

“Tiga jembatan yang akan dibangun yakni, jembatan alumni, jembatan ganesha dan jembatan negeri,” tegas Hermanto Dardak sembari menambahkan jembatan alumni itu berupa peningkatan peran IA ITB dalam mewujudkan alumni yang profesional, berintegritas dan kompetitif secara global.

Yang dimaksudkan dengan jembatan ganesha, adalah membangun aliansi strategis antara alumni, industri dan almamater menuju ITB berkualitas. Sedangkan jembatan negeri, mendorong peran alumni dalam meningkatkan daya saing bangsa melalui industrialisasi, inovasi teknologi, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
“Semua ini dilakukan demi terwujudnya alumni ITB sebagai wadah interaksi sinergis antaralumni, sebagai agent of change dan pelopor pembangunan untuk kemajuan bangsa,’ tegas Dardak, Doktor Transport Economic jebolan Australia  itu.

Kandidat lainnya, Dasep Ahmadi yang merupakan kandidat termuda dan saat ini memilih bidang enterpreneurship ingin melakukan perubahan, khususnya di bidang industri, mengingat industri di Indonesia saat ini hanya 5,5 persen.
“Jika di masa Presiden Suharto industri bisa mencapai 10 hingga 12 persen, kenapa sekarang tidak. Mengingat, para alumni ITB sangat potensial. Secara teknologi kita mampu. Jika kita kompak semua dapat kita bangun,” tegas Dasep, yang pernah bekerja di Astra ini dan sudah berhasil membuat mobil sejenis bajaj.

Nining Susilo, satu-satunya kandidat wanita mengungkapkan jika menjadi Ketua IA ITB ia akan menciptakan jobfull growth untuk Indonesia jaya melalui kegiatan bernilai tambah besar di semua sektor perekonomian melalui insentif karya cipta dan teknologi, pembiayaan cepat, SDM handal, kewirausahaan dan advokasi anti predatory governance di era global.

Selain itu, alumni Arsitek 1976 yang kini menjabat Ketua Research UMKM UI ini ingin meningkatkan dan memotivasi alumni ITB untuk mencapai sukses dalam karir di aneka bidang.

Amir Sambodo, kandidat yang saat ini menjabat staf khusus Menteri Koordinator Perekonomian mengutarakan, bahwa dirinya ingin  menciptakan jaringan kerja pebisnis teknologi dengan mengikutsertakan alumni junior agar tercipta enterpreneurship berbasis teknologi.

Sementara Sumaryanto Widayatin, alumni teknik sipil 1974 yang menjabat Deputy Menteri BUMN yang mengusung visi menghimpun yang terserak, merangkai menjadi kesatuan dan mensinergikan potensi pada alumni ITB yang ada di semua bidang demi kemajuan alumni, almamater dan bangsa Indonesia.

Ketua IA ITB Sumut, Ir Nurlisa Ginting MSc sebelumnya mengharapkan debat lima kandidat harus dilakukan secara elegan dan berkelas. Mengingat para kandidat yang bertarung merupakan orang-orang yang juga berkelas. “Tiga diantara lima adalah wakil menteri dan lainnya. Jadi harus debat dengan cara yang elegan,” cetus Nurlisa.
Ketua Kongres Agustin Perangin-angin mengucapkan terima kasih kepada IA ITB Sumut yang sudah menggelar debat tersebut sehingga berakhir sukses. (*/rel/sih)

BKKBN Sumut Gelar Lomba Program KB

MEDAN- Sukses menggelar lomba Poster beberapa waktu lalu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi Sumut kembali menyelenggarakan lomba bersifat sosialisasi program KB bagi kalangan pelajar di tingkat SMP dan SMA se-Kota Medan. Kegiatan Lomba Pidato dan Lomba Baca Berita ini digelar di Auditorium RRI Medan atas kerja sama BKKBN dengan RRI Medan yang dilakukan sejak tanggal 24-27 Oktober 2011.

“Lomba ini diadakan BKKBN kerja sama dengan RRI dimana sasaran program untuk mensosialisasikan program KB kepada kalangan remaja mulai dari tingkat SLTP hingga SLTA,” kata Kepala Bidang Advokasi, Hukum dan Data BKKBN Sumut, Drs Datang Sembiring MPHR, Rabu (26/10) di ruang kerjanya.

Menurutnya, jumlah penduduk yang ada di Indonesia khususnya di Sumut didominasi kalangan remaja. “30 persen penduduk di Indonesia didominasi kalangan remaja. Jadi, dalam hal ini BKKBN mencoba untuk mensosialisasikan program KB melalui program GenRe (Generasi yang Punya Rencana). Diharapkan kedepannya para remaja tersebut memiliki rencana bagaimana mempersiapkan keluarganya dengan perencanaan yang matang,” ujarnya kembali.
Dirinya berharap melalui program-program yang dilakukan oleh BKKBN, kalangan remaja dapat mengetahui dan mempersiapkan rencana membentuk keluarga yang ideal, yakni cukup dengan dua anak.

“Apabila tidak dilakukan pengendalian penduduk mulai dari kalangan remaja ini, maka dikhawatikan 46 tahun kedepan, jumlah penduduk di Sumut akan mencapai 1 miliar jiwa. Maka dengan lomba ini, kalangan remaja akan lebih matang berpikiran dalam membentuk rumah tangga dan pentingnya ber-KB,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan dan Pengembangan Usaha RRI Medan, Enriman Burat-butar menuturkan, sebagai lembaga penyiaran publik, pihaknya memiliki visi untuk membangun karakter bangsa.

“Kerja sama dengan BKKBN seperti ini merupakan salah satu upaya dilakukan RRI untuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan dan membangun jati diri bangsa. RRI sudah lama bekerja sama menggalakan program sosialisasi KB, dalam hal penyampaian informasi untuk dikonsumsi publik,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu, ratusan pelajar baik dari tingkat SMP dan SMA memadati Auditorium RRI, Jalan Gatot Subroto Medan untuk mengikuti Lomba Pidato dan Lomba Baca Berita. Dalam perlombaan ini sendiri, tercatat 307 pelajar yang ikut serta dan terdaftar mengikuti lomba dengan total hadiah Rp10.800.000. (*/jon)

Rahudman Prioritaskan Hak Warga Sari Rejo

Wali Kota Medan Terima Kunjungan Petinggi Mabes TNI AU

Warga di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia boleh berbangga hati. Pasalnya, Wali Kota Medan Rahudman Harahap makin serius menyelesaikan persoalan tanah seluas 260 hektar yang telah dihuni 30-an ribu warga Kota Medan.

Bukti keseriusan itu ditunjukkan Rahudman Harahap ketika menerima kunjungan petinggi  Mabes TNI Angkatan Udara
(AU) dari Jakarta diwakili, Irjen TNI AU Marsma TNI Irawan Supomo didampingi Kadis Faskon TNI AU Marsma TNI, Noer Arifin, Kolonel TNI Rusmana dan Dan Lanud Polonia Kolonel TNI, A Rasyid di rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (27/10) siang.

Rahudman menyebutkan, kunjungan  petinggi Mabes TNI AU sebagai bagian untuk menindak lajuti permasalahan tanah warga, yang terletak di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia. Karena sampai saat ini masih dalam persoalan sertifikasi tanahnya.

“Pemko Medan hingga kini berupaya mencari jalan keluar dalam rangka memperjuangkan hak masyarakat Kelurahan Sari Rejo, seperti melakukan pendekatan  terhadap petinggi dari Angkatan Udara, sampai ke Mabes AU di Jakarta,” katanya usai rapat.

Dari pertemuan tersebut, Rahudman menyebutkan TNI AU sepakat akan membuat surat kepada Wali Kota Medan dalam hal masalah Kelurahan Sari Rejo agar bisa lebih tuntas, dan kedua mereka menanyakan RTRW Kota Medan yang sudah ada dan akan mempermudah bagi mereka memprosesnya ke Departemen Keuangan.

Lebih lanjut, Rahudman menyampaikan pada saat TNI AU memberikan surat penyelesaian itu  kepada Wali Kota Medan, tentu yang diprioritaskan adalah hak masyarakat yang ada di Kelurahan Sari Rejo.

Untuk diketahui, warga sudah menggarap tanah di Kelurahan Sari Rejo sejak 1948. Artinya, sebelum adanya  Bandara Polonia dan Landasan Udara TNI AU, warga sudah menggarap tanah di Kelurahan Sari Rejo. Hingga kini, warga juga telah membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB), namun sertifikat tanah tak kunjung bisa dikeluarkan lantaran pihak TNI AU masih mengaku tanah yang dihuni warga merupakan bagian kesatuan tanah penguasaannya. (adl)

Optimis Lolos Verifikasi

Partai NasDem Sumut

Kementerian Hukum dan HAM melakukan verifikasi faktual terhadap Partai NasDem Sumatera Utara di sekretariatnya,  Jalan Sudirman Medan, Senin (17/10).

Verifikasi itu dipimpin Kasi Bukti Kewarganegaraan RI Umum Subdit Bukti Kewarganegaraan Dit Tata Negara, Bambang Asandia SH.

Verifikasi yang dilakukan tersebut menurut Bambang Asandia didampingi antara lain Anggiat F Panjaitan meliputi administerasi, kantor, kepengurusan dan lainnya.

Hal itu sesuai  dengan UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang parpol yang disahkan 5 Januari 2011 yang menyebutkan, bahwa partai baru untuk mendapatkan status badan hukum harus memenuhi  persyaratan yang ditentukan oleh Undang Undang.

“Maka kepada partai politik yang sudah mendaftar akan dilakukan  verifikasi secara administratif melalui Direktorat Tata Negara. Setelah pemeriksaan, pengujian dan pembuktian kelengkapan dan kebenaran persyaratan partai politik maka bagi partai politik yang telah melengkapi berkasnya,  dilakukan verifikasi secara faktual. Seperti yang kami lakukan pada Partai NasDem,” kata Bambang Asandia.

Dia menambahkan, Partai NasDem, kelengkapan berkas sudah lengkap. Namun untuk mengetahui hasilnya akan diumumkan secara nasional nantinya di Jakarta. “Sudah, hasil kelengkapan berkas yang kami minta sesuai, kepengurusan partai sampai di tingkat kabupaten/kota se-Sumut juga sudah tak ada masalah. Tapi soal hasilnya lolos atau tidak nantinya akan diumumkan secara keseluruhan,” ucap Bambang yang saat itu mencek langsung berkas kepengurusan Partai NasDem Sumut.

Sedangkan Ketua DPW Partai NasDem HM Ali Umri SH,MKn didampingi Sekretaris Drs H Anhar Monel MAP dan Bendahara Nezar Djuli ST menyatakan, partainya sejak awal siap diverifikasi. Sebab, kepengurusan partai di tingkat kabupaten/kota se-Sumut juga sudah rampung 100 persen.

Sementara,  untuk tingkat kecamatan,desa/kelurahan kepengurusan  baru 80 persen.  “Dan Insya Allah, akhir 2012 kepengurusan sudah selesai semua,” ucap Umri.

Dia  menambahkan, dari 14  partai politik (parpol) baru yang mendaftar di Kemenkum dan HAM, Partai NasDem terbilang paling siap dalam memenuhi persyaratan verifikasi.

“Ya, Alhamduliliah, sebagai partai baru dengan gerakan perubahan, Partai NasDem paling siap diverifikasi,” katanya.
Oleh karena itu, Umri sangat yakin  Partai NasDem lolos verifikasi. “Kita sangat yakin lolos verifikasi, dengan kepengurusan dan organisasi serta jaringan yang luas, Partai NasDem akan lahir sebagai kekuatan politik baru di Sumatera Utara yang harus diperhitungkan,” pungkasnya.

Ketua DPD Partai NasDem Binjai H Lukman MD, SH, MH menambahkan Partai NasDem Binjai sejak awal siap diverifikasi. Sebab, kepengurusan partai di tingkat kecamatan dan kelurahaan akan  dirampungkan 100 persen dalam waktu dekat.

Sementara,  untuk tingkat kelurahan, kepengurusan  baru  70 persen.  “Dan Insya Allah, akhir 2012 kepengurusan sudah selesai semua,” ucap Lukman Saat ini kader partai NasDem di Binjai sudah mencapai sekitar 3500 orang dan diharapkan pada awal tahun 2012 sudah mencapai 10 ribu anggota untuk 5 Kecamatan di Kota Binjai. (sc/kl/smg)