26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14511

Deri dan Eko Mendominasi

MEDAN-Dua racer Sumatera Utara dan juga termasuk diproyeksikan dalam tim PON yakni Deri Irfandi dari tim RPM Scofindo RT Medan dan Eko “The Red” Ryanto tampil memukau, dan masing-masing meraih satu unit sepedamotor di kelas yang berbeda pada, Brotherhood RPM Road Race 2011 yang berlangsung, Minggu (13/11) di Sirkuit Multi Fungsi Pengprov IMI Sumut Jalan Pancing, Medan.

Penampilan Deri Irfandi yang turun di kelas MP-1 dan MP-2 tampil dihadapan ribuan penonton melejit sejak kejuaraan tersebut digeber. Deri mampu menjuarai di dua kelas tersebut dengan meraih total nilai 70, sedangkan Eko Ryanto yang turun dikelas pemuda itu juga memenangi di dua kelas MP-3 dan MP-4.

Sedangkan racer asal Provinsi Aceh yang memperkuat tim Andesmont A2N Reza Fahlevi hanya mampu menempati urutan kedua di kelas MP-1 dan urutan ketiga di kelas MP-2. Dan racer asal di luar provinsi Sumut yakni nerasal dari Riau juga tak mampu berbuat banyak yang hanya menampati urutan keempat di kelas bebek 4 Tak Standart s/d 150 cc Pemula.

Ketua Panitia Pelaksana Roy Gusti Hariz kepada wartawan usai kejuaraan menyebutkan, pihaknya sangat bangga melihat penampilan seluruh racer yang mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk dapat tampil menjadi yang terbaik.

“Seperti halnya Deri Irfandi merupakan racer yang sedang mengikuti seleksi tim balap motor PON ini, telah menujukkan prestasi yang gemilang dengan meraih juara umum dalam kategori terbuka, dan juga Eko Ryanto juga dapat mempersembahkan yang terbaik di even ini,” ucap Roy .

Roy Gusti Hariz menambahkan, pihaknya akan kembali lagi melaksanakan even yang sama di tahun 2012 mendatang, yang rencananya akan dilaksanakan 3 atau 4 seri. Hal ini menurut Roy , semata-mata untuk menyalurkan hobi para kawula muda terhadap olahraga otomotif.

“Tidak hanya itu saja, dalam waktu dekat ini kita juga akan melaksanakan kejuaraan drag race. Tentunya itu juga untuk menyahuti keinginan rekan-rekan satu komunitas Brotherhood RPM dan Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck yang ingin melahirkan pembalap-pembalap andal di Sumatera Utara,” ungkapnya.

Adapun para juara Brotherhood RP Road Race 2011 adalah: MP-1 Bebek 4 Tak Tune Up 125 CC Terbuka: 1. Deri Irfandi (RPM Scofindo RT Medan), 2. Reza Fahlevi (Andesmont A2N Aceh), 3. Yogi Hermana (Honda Intrac Enduro Medan). MP-2 bebek 4 Tak Tune Up 110 CC Tebuka: 1. Deri Irfandi (RPM Scofindo RT Medan), 2. Yogi Hermana (Honda Intrac Enduro Medan), 3. Reza Fahlevi (Andesmont A2N Aceh). MP 3 Bebek 4 Tak Tune Up 125 CC Pemula “A”: 1. Eko Ryanto (Honda Intrac Enduro Medan), 2. Steven Sipayung (Honda T7R Medan), 3. Putra Maulana (Yamaha Tim Boy Motor Aceh). MP 4 Bebek 4 Tak Tune Up 110 CC Pemula “A”: 1. Eko Ryanto (Honda Intrac Enduro Medan), 2. Putra Maulana (Yamaha Tim Boy Motor Aceh), 3. Rizky TD (BTKS Medan). MP 5 Bebek 4 Tak Standart 125 CC Pemula “B”: 1. Putra Maulana (Yamaha Tim Boy Motor Aceh), 2.

Arifiansyah Saragih (SGH Tebing Tinggi), 3. M Kausar (Mabar Jaya Medan). MP 6 Bebek 4 Tak Standart 110 CC Pemula “B”: 1. Putra Maulana (Yamaha Tim Boy Motor Aceh), 2. M Ikram (Andesmont A2N Aceh), 3.
M Kausar (Mabar Jaya Medan). MP 7 Skuter Matic Standart 125 CC Terbuka: 1. Yogi Hermana (Honda Intrac Enduro Medan), 2. Deri Irfandi (RPM Scofindo RT Medan), 3. Eko Ryanto (Honda Intrac Enduro Medan). (jun)

Peserta Pelatihan Menembak Mengaku Puas

MEDAN-Ketua Harian Pengprov Perbakin Sumut Musa Idishah berharap prestasi atlet tembak Sumatera Utara semakin baik lagi di masa yang akan datang. Hal ini diungkapkannya di sela-sela gelaran pelatihan tembak reaksi yang berlangsung di Lapangan Tembak Anugerah Perumahan Cemara Asri, Minggu (13/11) sore.

Khususnya nomor tembak reaksi, pria yang akrab disapa Doddi itu berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, para atlet tembak reaksi Sumatera Utara memiliki kemampuan yang mumpuni.

Doddi sendiri mengakui, banyak ilmu yang didapat dari pelatihan yang dibimbing langsung oleh tiga instruktur dari PB Perbakin itu. Ia mengungkapkan, hasil positif dari pelatihan yang berlangsung selama tiga hari itu terlihat jelas saat para peserta pelatihan menjalani pelatihan praktek langsung menembak target sasaran.

“Pelatihan ini menjadi modal besar bagi para atlet untuk berlatih. Banyak ilmu dan pelajaran besar yang diraih dari pelatihan ini, saya berharap para atlet benar-benar memanfaatkannya. Apalagi awal tahun depan kita akan mengajukan sertifikasi ke PB Perbakin, jadi pelatihan ini sangat berguna,” jelas Doddi.

Ditambahkannya, beberapa bulan ke depan ada beberapa even yang akan digelar, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Pelatihan tembak reaksi itu sendiri sudah berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Minggu (13/11).

Di sisi lain, Arifin, seorang peserta pelatihan yang juga anggota Perbakin Sumut mengaku cukup puas dengan pelatihan yang digelar tersebut. Menurutnya, sangat banyak pengalaman baru dan teknik menembak yang baik  didapat selma pelatihan.

“Mudah-mudahan ke depan dilakukan secara berkesinambungan, sehingga kemampuan para petembak terus terasah,” harap Arifin. (jun)

Bahasa Indonesia Harus Mendunia

Diharapkan Peran Instansi untuk Mensosialisasi

MEDAN- Sumatera Utara khususnya Kota Medan berperan penting dalam pengembangan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di Kota Medan sendiri kongres Bahasa Indonesia pernah dilaksanakan pada tahun1954.

Demikian dikatakan Kepala Balai Bahasa, Amrin Saragih,  dalam Kegiatan Sosialisasi Penggunaan Bahasa Indonesia pada Media Luar Ruang di kantor Balai Bahasa Medan, Jalan Kolam (Ujung) Nomor 7, Medan Estate, kemarin.
“Kenapa saya bilang harus kota Medan, karena kongres kedua Bahasa Indonesia diadakan di Kota Medan, yang pertama itu diadakan di Solo. Nah, saat itu semua dibahas, diantaranya merumuskan kosakata Bahasa Indonesia, kebijakan apa yang harus dilakukan dan banyak lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya Bahasa Indonesia. “Saat ini masyarakat kita larut dalam penggunaan Bahasa Inggris. Kenapa kita tidak membiasakan menggunakan Bahasa Indonesia saja. Bukan berarti penggunaan Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya tidak penting. Tapi, alangkah baiknya kita membiasakan bahasa sendiri,” katanya.

Demi merealisasikan penggunaan bahasa Indonesia ini, katanya, peran semua instansi sangat diharapkan. “Semua dimulai dari kita sendiri dan kesadaran masyarakat sangat diperlukan. Tapi peran instansi juga kita harapkan. Kalau bisa, kita akan berikan penghargaan kepada para instansi yang menggunakan Bahasa indonesia yang baik,” jelasnya.
Ditambahkan Amin Saragih, penggunaan Bahasa Indonesia sendiri sangat mungkin menjadi bahasa dunia karena dari jumlah penduduk, Indonesia merupakan negara ke-4 yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Selain itu, saat ini sedikitnya lima negara di kawasan ASEAN menggunakan Bahasa Indonesia, setelah Bahasa Inggris yakni Brunei, Malaysia, Singapura, Thailand (Selatan), dan Filipina.

“Sangat mungkin menjadi bahasa internasional setelah Bahasa Inggris. Apalagi, Bahasa Indonesia ini mudah dikembangkan seperti Bahasa Inggris. Persoalannya sekarang, bagaimana sikap atau mental bangsa kita untuk menggunakan dan bangga dalam berbahasa Indonesia yang baik.

Memang ada penyimpangan sedikit dalam penggunaan bahasa khususnya pada remaja. Tapi, itu tidak perlu dirisaukan, karena itu, kita harus punya patokan,” urainya. (uma/mag11)

Warnet Buka 24 Jam Ditertibkan

MEDAN- Ini merupakan peringatan bagi pengusaha warung internet (Warnet) yang buka hingga 24 jam. Dalam waktu dekat, Pemko Medan bersama Polresta Medan melakukan penertiban terhadap warnet yang melanggar jam operasi.
Sesuai Perwal Nomor 28 tahun 2011 tentang izin usaha warnet, jam operasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB. Jika malam minggu atau malam libur, jam operasi pukul 06.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB dini hari.

“Kan sudah kita lakukan sosialisasi. Dalam waktu dekat, kita melakukan penertiban dengan membentuk tim bersama Polresta Medan,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap, kemarin. Mengenai keterlibatan Polresta Medan, Rahudman mengakui, pihaknya tak bisa kerja sendiri dalam menertibkan warnet yang tetap buka selama 24 jam. “Tanpa dukungan instasnsi lain, Pemko Medan tak bisa bekerja sendiri. Tapi kita terus melakukan penekanan,” ungkapnya lagi.

Kendati demikian, Rahudman tidak mempungkiri kalau perkembangan zaman tanpa didukung dunia maya tidak dapat berjalan. Diharapkan kepada seluruh pelajar agar jangan terlena dalam dunia maya hingga lupa waktu.

“Perkembangan zaman juga sudah sangat modern dengan dunia maya terhadap anak sekolah, tapi anak sekolah jangan terlena dengan dunia maya hingga lupa dengan waktu serta kegiatan lainnya. Seperti sekarang untuk ekstrakurikuler dan mengaji pun sudah malas. Kita terus memberikan penyuluhan dengan pentingnya dunia maya, dan tidak disitu saja, juga ada pendidikan berkarakter bagi siswa. Itu yang terpenting,” jelasnya singkat.

Sebelumnya, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Medan telah membentuk tim untuk menertibkan warnet. “Ada 18 orang yang terbagi dalam tiga tim. Masing-masing tim akan dibantu aparat kecamatan sehingga benar-benar diketahui dimana lokasi warnet,” kata Kadis Kominfo Zulkifli Sitepu.

Tim yang dibentuk, lanjut Zulkifli, akan melakukan kerjanya di 21 kecamatan dan masing-masing tim diback-up aparat kepolisian dari Polresta Medan dan Satpol PP.  Sedangkan tim dari Dinas Kominfo diutamakan untuk mensosialisasikan Perwal No 28 tahun 2011 tentang Izin Usaha Warnet. “Kita berharap tim terutama yang dari Kominfo supaya betul-betul melaksanakan tugas, dan sedapat mungkin semua usaha-usaha warnet di Kota Medan harus tersosialisasi terkait perwal ini,” katanya.

Dijelaskannya, setelah dilakukan sosialisasi ke pengusaha warnet akan dilakukan pengawasan dan penindakan. Bagi usaha-usaha warnet yang tidak sesuai dengan ketentuan rekomendasi teknis dinas Kominfo Kota Medan akan dibuat tindakan. Ditambahkannya, ada beberapa poin yang dilakukan sesuai dengan perwal untuk diperhatikan pengusaha warnet di antaranya memblokir situs porno, jam operasional jika hari biasa mulai pukul 06.00 WIB pagi sampai pukul 00.00 WIB, malam libur atau malam minggu dibolehkan sampai pukul 02.00 WIB dini hari. Pengusaha warnet harus menggunakan software legal, kemudian bilik tidak boleh lebih 150 cm, sedangkan jam untuk anak sekolah yang belajar harus ada izin dari sekolah, dan penerangan harus standar. “Bilik ini menjadi hal penting bagi pengusaha warnet karena dengan tinggi maksimal 150 cm dari lantai mencegah adanya tindakan maksiat di dalam warnet,” katanya.

Sementara, pantauan wartawan koran ini di lapangan, masih banyak jam warnet di sepanjang jalan Sei Batanghari, Jalan Jamin Ginting, Jalan HM Jhoni dan Jalan Sunggal yang jam operasional pada hari biasa lebih dari pukul 00.00 WIB. Sementara soal bilik, sebagian warnet sudah memakai sistem terbuka, ada juga warnet yang menggunakan bilik tertutup dan tingginya melebihi ketentuan.(adl)

Gali Kecerdasan, What-In Gelar Pendidikan Dasar

MEDAN-Wahana Alam Terbuka Indonesia (What-In) gelar Pendidikan Dasar Pemanduan Bakat dan Minat Bagi Pemuda (Diksar Pekat), yang pembukaannya dilakukan di Wisma PHI Medan, Minggu (13/11).

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggali kecerdasan, kreativitas dan inovasi pemuda, serta menyiapkan kader generasi muda yang mandiri dan berdaya saing.

“Utamanya adalah mengembangkan kepedulian pemuda terhadap lingkungan hidup dengan menggiatkan gerakan cinta lingkungan,” ungkap Ketua What-In, Iskandar Usman, kepada wartawan.

Disebutkan Iskandar, materi yang diberikan sejumlah instruktur di antaranya meliputi dinamika kelompok, kepemimpinan dan organisasi, manajemen kewirausahaan, pengetahuan teknologi informatika, pendidikan moral dan etika serta dasar-dasar konservasi alam dan keanekaragaman hayati.

“Selain itu kami menggelar pelatihan pengolahan atau daur ulang sampah dan tehnik dasar survival. Termasuk dalam kegiatan di lapangan adalah pertolongan pertama gawat darurat dan ESAR,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Panitia, Syafrizal, memaparkan kegiatan ini berlangsung dalam tiga tahapan, yakni 13 dan 20 November 2011 berupa materi ruangan di PHI Medan serta dilanjutkan praktik lapangan tanggal 26 dan 27 November di Taman Wisata Alam Sibolangit, Deliserdang.

“Kegiatan diikuti 40 peserta, yang berasal dari Medan, Binjai, Deliserdang dan Langkat,” terangnya. (uma)

Tersangka Dugaan Korupsi di Polmed Segera Diserahkan ke Jaksa

Berkas  Lengkap

Medan- Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol Drs Sadono Budi Nugroho memastikan, dalam pekan ini berkas empat tersangka kasus korupsi Politenik Medan (Polmed) yang sudah dikirim ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) lengkap. Selanjutnya, Poldasu akan mengirimkan tersangka dan barang bukti ke Kejatisu.
“Sebelumnya, berkas tersebut dipulangkan jaksa (P19) karena adanya yang kurang Jadi sekarang, apa yang diminta kejaksaan sudah kita kerjakan sesuai petunjuk jaksa,” ujar Sadono kepada wartawan Sumut Pos, Minggu (13/11).

Lebih lanjut Sadono menjelaskan, dipulangkannya berkas keempat tersangka tersebut karena belum ada keterangan atau kesaksian dari Zulkifli Lubis, mantan Direktur Polmed. “Jadi, mantan Direktur Polmed tersebut sudah kita mintai keterangannya,” terang Sadono yang mengaku kesulitan dalam mencari bukti keterlibatan Mantan Direktur Polmed Zulkifli Lubis tersebut.

Adapun persiapan pihak penyidik Tipikor saat ini, Sadono mengaku tinggal menunggu jawaban dari pihak kejaksaan. Karena Tim Penyidik Tipikor Polda Sumut sudah mempersiapkan untuk melakukan pengiriman tahap dua, yakni pengiriman tersangka dan barang bukti. “Para tersangka sekarang di dalam sel Polda Sumut,  apabila pihak kejaksaan minta pengiriman tahap dua, kita langsung antarkan,” ujar Sadono.

Adapun Empat berkas tersangka korupsi pengadaan alat laboratorium, tersebut masing-masing Dewi Komaria (DK) yang merupakan Direktur CV Medika Karya, Syahfuddin (Bendahara), Sihar Simamora (PPK) dan Herman Taher (Pelaksana Proyek dari PT Astasari Sartika).

Dalam kasus korupsi ini, Sadono mengaku telah menyita barang bukti satu paket alat peraga masing-masing, tiga item robot, mikrowelle, network analyzer (untuk menangkap sinyal) serta sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus itu.

Akibat perbuatan para tersangka ini, menurut Sadono , dari hasil audit BPKP tersebut negara dirugikan sebesar Rp2,1 miliar dari total anggaran Rp4,5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2010.
Dalam kasus ini, penyidik menerapkan Pasal 2 ayat 1 Sub pasal 3 Sub pasal 11 lebih sub lagi pasal 12 huruf a dan b UU RI No 31 tahun 1999 perubahan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (mag-5)

Lulusan Dituntut Pertahankan Relevansi

PT Islam Al Hikmah Siap Hadapi Perkembangan Zaman

MEDAN-Menghadapi perkembangan zaman masa kini dan masa mendatang,  Perguruan Tinggi Islam Al Hikmah Sumut, bertekad memberikan respon dan jawaban  terutama untuk civitas akademiknya, agar berbenah diri untuk meningkatkan mutu pendidikan agar mampu menghadapi tantangan persaingan lembaga pendidikan yang semakin tajam.

“Berbagai masalah sebagai dampak globalisasi krisis ekonomi, sosial budaya, hukum dan moral hanya dapat  diatasi dengan solusi berbasis pengetahuan,” kata Rektor Perguruan Tinggi Islam Al Hikmah, Drs H Zainuddin Siregar SH SE MM saat mewisuda 798  lulusannya di auditorium Unimed Jalan Willem Iskandar Medan Estate, kemarin.

Rektor juga menyebutkan daya saing suatu bangsa didefinisikan sebagai tantangan yang mengedepankan pentingnya  pengetahuan sebagai pendorong utama dalam pertumbuhan suatu bangsa.

Menurutnya daya saing tersebut semakin tidak tergantung lagi pada pengetahuan yang dimiliki dan dikuasai  suatu bangsa.

“Kenyataan ini pastinya mewajibkan para alumni Al Hikmah Sumut untuk tetap menambah ilmu pengetahuan yang  telah diperoleh selama ini.

Upaya-upaya pengembangan diri harus tetap dilakukan alumni untuk mempertahankan  relevansi alumni di tengah-tengah masayarakat,”sebutnya.

Pada kesempatan itu rektor memaparkan Perguruan Tinggi Islam Al Hikmah mengasuh 5 sekolah tinggi, yakni  Sekolah Tinggi Agama Islam Medan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Medan, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Medan, Sekolah Tinggi  Agama Islam Tanjung Balai dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Tebing Tinggi.

Kelima sekolah tinggi diasuh Perguruan Tinggi Islam Al Hikmah tersebut, bilang Zainuddin telah terakreditasi  oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Kami selalu berupaya agar alumni mengambil peran dalam pembangunan bangsa, baik  di bidang hukum, ekonomi  dan agama,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho ST dalam sambutan tertulisnya mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia tak dapat ditawar-tawar lagi, mengingat tingkat persaingan SDM di era globalisasi yang sangat kompetitif.

Adapun 798 wisudawan Perguruan Tinggi Islam Al Hikmah Sumut yang melaksanakan wisuda terdiri dari Sekolah Tinggi  Agama Islam Medan Program S1, Pendidikan Agama Islam angkatan XIX sebanyak 251 orang, Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi  Program S1 Manajemen sebanyak 220 orang, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Program Studi Ilmu Hukum S1 sebanyak 200 orang,  dan Program D-III Akuntansi sebanyak 30 orang.

Sedangkan Sekolah Tinggi ILmu Tarbiyah Tebing Tinggi Program Studi Pendidikan  Agama Islam sebanyak 49 orang yang merupakan angkatan ke-5, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Tanjung Balai Program S1,  Pendidikan Agama Islam angkatan V sebanyak 48 orang. (uma/mag-10)

Buru Sindikat Narkoba hingga Aceh

Direktorat Reserse Narkoba Poldasu hingga kini terus melakukan pengembangan terhadap jaringan narkoba, terkait tertangkapnya Noerdin Muhammad Amin, warga Kramat Jati, Bekasi, yang membawa 7 kg sabu-sabu di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Polonia Medan, Jumat (4/11) lalu.

Dit Narkoba Poldasu kini melakukan pengembangan kasus tersebut hingga ke Aceh. Seperti apa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution dengan Dir Narkoba Poldasu Kombes Pol Andjar Dewanto, kemarin.

Bagaiamana upaya pengejaran yang sudah dilakukan?
Sebelumnya, kita menyesalkan penangkapan tersebut cepat muncul di media, sehingga pengejaran kita terhadap pelaku yang menerima barang terputus di Jakarta. Begitupun, kita masih tetap melakukan pengembangan. Ya, kita tidak seberhasil seperti kasus ganja yang 50 kg itu. Karena kita lakukan pengembangan begitu seorang pelaku berhasil kita amankan.

Apakah ada kemungkinan pengejaran dihentikan?
Kalau sejauh ini, kita tak patah arang. Bahkan kita menurunkan tim untuk melakukan penyelusuran ke NAD untuk mengetahui rekam jejak tersangka yang diketahui juga sebagai warga Aceh. Tapi, begitulah memang seperti kasus-kasus narkoba lainnya, memang sulit dan sering matarantai terputus. Makanya kita serba salah, satu sisi wartawan ingin cepat-cepat mengekspos pemberitaan, tapi di sisi lain kita sedang melakukan pengembangan.

Seperti apa kualitas sabu-sabu yang diamankan itu?
Kalau barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari tersangka merupakan sabu-sabu dengan kualitas nomor satu. Kita juga belum bisa memastikan, apakah sabu tersebut diproduksi di Medan atau Aceh. Tapi, tidak menuntup kemungkinan masuk dari luar negeri melalui jalur-jalur lain seperti laut dan darat. Itu memang butuh pembuktian.

Bagaimana cara memberantas para pengedar narkoba ini?
Ancaman narkoba dewasa ini memang cukup memprihatinkan. Apalagi para pengedar semakin kretaif agar narkoba bisa lolos ke Indonesia khususnya di Sumatera Utara. Hal itu karena mudahnya narkoba masuk ke Medan, kita juga sudah berkordinasi untuk mengamati kondisi pintu masuk dari Port Klang, Malaysia. Ternyata memang pengawasan disana cukup lemah. Karenanya, kita benar-benar harus ekstra keras melakukan pengawasan. Ini kerja kita bersama agar generasi muda tetap terjaga.(*)

Ditangkap Mau Jual Motor Curian

Harapan Ilham Putra Harahap (21), warga Jalan Gurila dan Raja Nanda Padang (20), warga Jalan M Yakub, mendapatkan uang banyak dari menjual sepeda motor curian pupus. Pasalnya, kedua pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ini ditangkap polisi saat hendak menjual sepeda motor Vario BK 6402 AAJ yang mereka curi dari lokasi parkir Warnet Hongkong, Jalan Williem Iskandar, Rabu (9/11) malam lalu pukul 23.30 WIB.

Awalnya, kedua pemuda ini mengaku tak berniat mencuri sepeda metor Vario milik Arnol (35), seorang PNS warga Jalan William Iskandar No 29 Medan. Namun niat itu muncul setelah mereka melihat kunci sepeda motor tersebut masih lengket di posisinya.

Tanpa mengulur waktu, melihat kondisi aman, keduanya langsung melarikan sepeda motor tersebut. Korban baru mengetahui sepeda motornya hilang saat hendak pulang. Setelah melakukan pencarian ke sana ke mari, namun tak ketemu. Akhirnya korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan.

Mendapatkan informasi itu, petugas kepolisian langsung melakukan olah TKP untuk memburu pelaku. Setelah ditelusuri, petugas berhasil membekuk kedua tersangka saat akan menjual sepeda motor tersebut di Jalan Tuasan. Keduanya langsung diboyong ke Mapolsek Percut Sei Tuan.

“Atas laporan korban, kita langsung melakukan pengerjaran terhadap pelaku. Akhirnya, kemarin kita berhasil mengamankan kedua pelaku saat menjual sepeda motor tersebut,” ujar Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chan.(mag-7)

Avrist Tumbuhkan Kualitas Hidup

MEDAN- Sebagai perusahaan asuransi jiwa yang didukung institusi keuangan bertaraf internasional di Indonesia, PT Avrist Assurance (Avrist) berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap perkembangan kualitas hidup keluarga, baik dari segi kesehatan maupun keuangan.

Vice President Director Avrist Assurance, Adi Purnomo Wijaya mengatakan, jika dilihat berdasarkan data AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) per akhir tahun 2010, total angka penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih rendah yaitu 13,52 persen.

Maka, Avrist hadir untuk mengingatkan betapa pentingnya hidup berkualitas yangn
diimbangi dengan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan hingga perencanaan keuangan serta pentingnya proteksi asuransi jiwa bagi keluarga.

Dalam mewujudkannya, Avrist Assurance mengadakan kegiatan yang diberi nama Avrist Purple Movement dengan tema Healthy Life, Healthy Food dan Healthy Finance. Untuk Healthy Life kegiatannya yaitu Fun Bike, Fun Aerobic dan Health Clinic berupa cek kesehatan dan konsultasi kesehatan gratis yang bekerjasama dengan RS Columbia Asia Medan dan RSU Martha Friska.

Sementara, Healthy Food berupa bazar makan sehat dan demo masakan sehat oleh Chef Tatang. Terakhir, Healthy Finance yang diisi acara Financial Clinic dan dibawakan Hendri Hartopo dalam memberikan informasi serta berbagai tips mengenai pengelolaan. Dan perencanaan keuangan keluarga yang efektif dan efisien.

“Berbagai kegiatan ini kita selenggarakan di Lapangan Benteng Medan, diikuti staff Avrist Assurance dan dimeriahkan penampilan band-band ibukota dan pembagian doorprize,” katanya.

Sebelumnya, kegiatan yang sama juga telah diselenggarakan di Silang Monas Jakarta pada 30 Oktober lalu dan diikuti 5.700 peserta. “Kota Medan, kita targetkan diikuti lebih dari 3.000 peserta dan nantinya kita juga adakan kegiatan serupa di Surabaya pada 4 Desember mendatang,” jelasnya.

Sementara, Kathyn M Parapak selaku Head Of Corporate Marketing and Communications Avrist Assurance menambahkan Avrist Purple Movement sendiri terinspirasi dari motto Avrist Assurance yaitu Advancing Life yang diinterpretasikan dari warna identitas Avrist yaitu ungu atau purple.

“Warna ungu mencerminkan kesejahteraan jadi kita harapkan Avrist menjadi gerakan bagi masyarakat untuk memajukan kesejahteraan diri dan keluarga baik dari segi kesehatan maupun keuangan,” ucapnya. (mag-11)