Home Blog Page 14524

Pengacara Ngamuk-ngamuk

MEDAN-Seorang pengacara bernama Hasbi Sitorus mengamuk di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (20/10), karena ditolak majelis hakim untuk mendampingi kliennya yang terjerat kasus sabu-sabu.

Hasbi Sitorus berteriak-teriak memprotes sikap majelis hakim terdiri dari Asban Panjaitan, Baslin Sinaga dan Sherlywati, yang menolaknya karena ia anggota Kongres Advokat Indonesia (KAI). Hal ini diketahui majelis hakim setelah Hasbi menunjukkan kartu advokatnya.

Hasbi juga tersinggung dengan sikap majelis hakim yang menyuruhnya meminta persetujuan jaksa penuntut umum (JPU) apakah dirinya boleh mendampingi kliennya atau tidak.

JPU menyatakan keberatan Hasbi mendampingi kliennya karena dia bukan anggota Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi).

Hasbi pun langsung berdiri dan berteriak-teriak sambil keluar  ruang sidang Cakra IV.
“Tidak ada keadilan di sini, hukum sudah dibeli. Bagaimana mungkin majelis hakim bisa tunduk sama jaksa,”teriaknya sambil mengacung-acungkan tangannya.

Belum puas meluapkan emosinya, Hasbi pun menuju ruangan Ketua PN masih terus berteriak-teriak hingga menjadi tontonan pengunjung sidang.

Hasbi akhirnya diterima oleh Wakil Ketua PN Medan Surya Perdamaian. Begitu keluar dari ruangan Wakil Ketua PN Medan, Hasbi terlihat tenang dan emosinya telah reda.

Kepada wartawan, Hasbi mengatakan, seyogianya ia mendampingi kliennya Puput, dalam sidang pembacaan dakwaan perkara sabu-sabu seberat 100 gram. Menurutnya, kliennya yang seorang supir taksi itu telah dijebak oleh seorang bandar narkoba besar di Medan.

“Klien saya hanya supir taksi, bagaimana dia menghadapi persidangan sendirian. Dia hanya dijebak, dia tidak berdaya,”katanya.

Sementara itu, Humas PN Medan Achmad Guntur mengatakan, setiap advokat dari organisasi apapun boleh beracara di PN Medan asal telah diambil sumpahnya oleh Pengadilan Tinggi (PT).
“Pengadilan tidak melihat organisasinya. Asal sudah disumpah PT boleh beracara di PN Medan,”katanya. (rud)

Kantor KPID dan PN Medan Digasak Maling

Pelaku Terekam CCTV Memakai Sebo

MEDAN-Kawanan maling berhasil menggasak Kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Utara (KPID) Sumut di Jalan Adinegoro Medan dan Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (19/10).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bobolnya kantor KPID pertama kali diketahui oleh Las Ganda Sitompul, Kepala Tata Usaha KPID Sumut, Kamis (20/10) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, pada saat memasuki ruang tata usaha.
Begitu masuk dia heran dan terkejut melihat kondisi ruangan acak-acakan, ditambah lagi beberapa barang elektronik seperti TV, laptop, sudah hilang. Las Ganda Sitompul kemudian melaporkan hal ini ke Mapolresta Medan.
Ketua KPID Sumut, Abdul Haris Nasution saat dihubungi membenarkan peristiwa itu.

Sementara itu kantor Pengadilan Negeri (PN) Medan juga dibobol maling. 3 laptop dan uang Rp450 ribu raib digondol maling.

Humas Pengadilan Negeri Medan Achmad Guntur mengaku, kejadian tersebut lanjut terjadi Kamis (20/10) pukul 01.00 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV pelaku diketahui satu orang dengan menggunakan tutup muka (sebo).
Pelaku  masuk melalui ruang Pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) di lantai II PN Medan, Jalan Kejaksaan Medan.

“Barang-barang yang hilang laptop. Sementara berkas perkara tidak ada yang hilang,” jelas Guntur.
Guntur mengatakan di dalam laptop hanya berisi data mengenai hubungan perindustrial.”Saat ini  PN sudah membuat laporan ke Polresta Medan, dan menyerahkan semuanya pada polisi untuk menyelidikinya,” tegasnya.

Sementara adanya keterlibatan orang dalam, Guntur mengatakan biar polisi yang akan menyelidikinya.
“Saat kejadian petugas sekuriti yang bertugas ada dua orang. Mereka sudah dimintai keterangannya. Kasus ini menunggu hasil penyelidikan dari pihak aparat kepolisian,” tegas Guntur.

Wakasat Reskrim Polresta Medan AKP Ronny Sidabutar mengaku belum menerima laporan. “Saya belum ada menerima laporan,” ujar Ronny.(mag-7/rud)

Korban Ledakan Tabung Gas Tewas

MEDAN-Setelah menjalani perawatan intensif sejak Minggu (16/10), korban kebakaran ledakan tabung gas 3 kg, Yuliana Manurung (37), akhirnya meninggal dunia di RSU Martha Friska, Jalan KL Yos Sudarso Medan, Rabu (19/10) pukul 22.00 WIB.

“Yuliana meninggal dunia Rabu (19/20) pukul 22.00 WIB. Memang kondisinya masih kritis tetapi paginya masih sempat memberikan isyarat tubuh ketika ditanyai. Kita tidak menyangka kalau beliau akan meninggal dunia,” kata Direktur Penunjang Medik RSU Martha Friska, RPH Siahaan, Kamis (20/10).

Selama menjalani perawatan, Yuliana dirawat di ruang Hight Dependency Unit (HDU) lantai II RSU Martha Friska. Yuliana sudah dua kali melakukan bridement (pembersihan pada luka di tubuh).

“Cairan pembersih tubuh pada luka bakar (albumin) sudah diberikan sebanyak 3 botol dan terakhir Rabu siang pukul 14.00 WIB,” ujarnya.

Namun, tegasnya, Yuliana tidak bisa bertahan karena luka bakar yang dideritanya 90 persen. “Rabu malam kondisi pasien Yuliana semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia,” ungkapnya.(jon)

Korban Ledakan Tabung Gas Tewas

MEDAN-Setelah menjalani perawatan intensif sejak Minggu (16/10), korban kebakaran ledakan tabung gas 3 kg, Yuliana Manurung (37), akhirnya meninggal dunia di RSU Martha Friska, Jalan KL Yos Sudarso Medan, Rabu (19/10) pukul 22.00 WIB.

“Yuliana meninggal dunia Rabu (19/20) pukul 22.00 WIB. Memang kondisinya masih kritis tetapi paginya masih sempat memberikan isyarat tubuh ketika ditanyai. Kita tidak menyangka kalau beliau akan meninggal dunia,” kata Direktur Penunjang Medik RSU Martha Friska, RPH Siahaan, Kamis (20/10).

Selama menjalani perawatan, Yuliana dirawat di ruang Hight Dependency Unit (HDU) lantai II RSU Martha Friska. Yuliana sudah dua kali melakukan bridement (pembersihan pada luka di tubuh).

“Cairan pembersih tubuh pada luka bakar (albumin) sudah diberikan sebanyak 3 botol dan terakhir Rabu siang pukul 14.00 WIB,” ujarnya.

Namun, tegasnya, Yuliana tidak bisa bertahan karena luka bakar yang dideritanya 90 persen. “Rabu malam kondisi pasien Yuliana semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia,” ungkapnya.(jon)

Puluhan Kios Dibersihkan

MEDAN-Sebanyak 30 kios yang berdiri di atas parit sepanjang jalan Mandala By Pass, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Medan Denai dibersihkan oleh tim penertiban kecamatan dibantu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polsekta Medan Tikoramil Medan Denai, Kamis (20/10).

Eksekusi pembongkaran kios liar yang digunakan untuk berjualan ini berlangsung aman tanpa adanya perlawanan dari pemiliknya. Bahkan pemiliknya juga ikut membantu pembongkaran tersebut agar bahan material yang dibongkar tidak rusak.

Pantauan wartawan, pembongkaran ini sempat menjadi totonan para pengguna jalan, semua material dari hasil pembongkaran langsung diangkut oleh petugas sebagai barang bukti. Camat Medan Denai Edie Mulya Matondang mengatakan, 30 lapak liar tersebut sebanyak 20 unit lapak  permanen maupun darurat telah di bongkar dengan paksa. Sedangkan 10 unit lapak liar telah dibongkar olah pemiliknya sendiri. Kepada para pemilik telah berkali kali disurati untk membongkar sendiri dan telah diberi waktu selama dua minggu.(adl)

Ditinggal Stoner, Ducati Tetap Optimis

Seberapa besar progres peningkatan yang dicapai Ducati Desmosedici pada 2011? Pekan ini bisa dibandingkan langsung antara hasil tes sebelum musim berlangsung dengan akhir pekan di tengah musim yang berlangsung di Sepang, Malaysia.

Musim ini berlangsung tak sesuai harapan bagi kubu Ducati. Pabrikan Italia itu tak lagi mencicipi kemenangan semenjak ditinggalkan Casey Stoner ke Honda, musim ini.

Valentino Rossi yang didatangkan juga kehilangan sentuhan kemenangan. Sementara Nicky Hayden yang lebih pengalaman dengan Ducati, tampil stagnan.

Setelah hasil mengecewakan di Australia pekan lalu, Mereka langsung ke Sepang, Malaysia. Di arena yang sama, Ducati dan tim-tim lainnya menjalani sesi uji coba resmi preseason di musim dingin, Februari. Saat itu, Ducati berkoar bakal menjanjikan penampilan yang kompetitif di musim 2011.

Februari,  Desmosedici GP11 disebut mampu bersaing dengan motor pabrikan Honda dan Yamaha. Namun, realitas perjalanan musim 2011 menunjukkan Ducati keteteran.

Desmosedici pun bermetamorfosis menjadi GP11.1 yang memakai chasis aluminium. Rentang waktu delapan bulan (sejak uji coba preseason), berbicara, sudah banyak yang berubah pada tunggangan Rossi dan Hayden. Kini, waktunya membandingkan GP11 asli dan hasil pengembangannya yang berupa GP11.1.

“Desmosedici yang kami bawa berbeda dengan uji coba musim dingin. Di akhir pekan ini, akan memberi kami perbandingan menarik dengan perpaduan data yang kami kumpulkan,” ujar Vittoriano Guareschi, manajer tim Ducati.
Perbedaan yang bisa dilihat mata adalah desain rangka, bahan, dan konfigurasi airbox. “Di Malaysia kami terus melanjutkan pengembangan GP11.1, sekaligus untuk balapan dan mengumpulkan informasi demi program kerja kami pada 2012,” kata Guareschi.

Ducati memiliki memori yang baik dengan balapan di Sepang. Mereka pernah menikmati dua kemenangan, tapi saat itu masih bersama Casey Stoner. Dalam tujuh balapan terakhir, Ducati selalu berada di enam besar.
Tahun lalu, Rossi menang di Sepang. Kemarin, pembalap yang mendapat julukan The Doctor itu juga menyatakan bahwa Sepang adalah sirkuit favoritnya.

“Meski kondisi cuacanya selalu ekstrem, saya sangat suka balapan di Sepang. Kami harus mampu menemukan hal positif setelah tak mendapatkan nasib baik di Australia,” ungkap Rossi.
Sama seperti Guareschi, Rossi juga menganggap balapan di Sepang begitu penting bagi pengembangan motornya. (ady/jpnn)

Di SMA N 7 Dikutip Uang Listrik

087892261xxx

Selamat siang Bapak Wali Kota Medan dan Kadis Pendidikan Yth. Kami mau bertanya, di SMA Negeri 7 Medan ada kutipan uang listrik sebesar Rp165.000,- setiap murid. Apakah ini menjadi beban murid? Sementara pemerintah mencanang sekolah gratis, apakah ini sudah menjadi kebijakan Kadis Diknas atau Bapak Wali Kota? Mohon perhatian Bapak pejabat yang terkait, karena ini sangat memberatkan dan tidak sejalan dengan program pemerintah yang menggeratiskan sekolah.

Akan Dicek ke Lapangan

Terimakasih untuk informasinya. Saya akan konfirmasi laporan ini ke Kadis Pendidikan Medan.

Budi Hariono, Kabag Humas Pemko Medan

Lampu Jalan di Sei Asahan Mati

085297667xxx
Bapak Kadis Pertamanan Yth tolong hidupkan lampu jalan kami yang di Jalan Sei Asahan dekat simpang Sei Bulan di belakang Brimob. Kemarin dulu hidup karena ada  satu tiang lampu yang mati dan diperbaiki ternyata malamnya langsung mati semua lampunya. Sekarang jalan tersebut gelap tolong ya Pak, banyak maling dan Keplingnya tidak mau tahu keadaan warga karena kepling kami tinggal di Perumnas Simalingkar. Jalan yang mati/gelap ada di lingkungan 8 terimakasih.

Segera Kami Cek

Terima kasih informasinya, kami akan segera tindak lanjuti. Memang beberapa hari terakhir ini banyak lampu jalan padam diakibatkan cuaca yang buruk, seperti angin kencang dan hujan deras. Untuk itu kami akan kirim petugas mengecek langsung ke lapangan agar kerusakannya bisa dipastikan

Erwin Lubis SH M Hum, Kadis Pertamanan Kota Medan

Konfirmasi ke Kadis Pertamanan

Lampu jalan ini sangat penting untuk menciptakan rasa keamanan bagi masyarakat. Terbukti beberapa tindak kejahatan terjadi pada lokasi yang tidak diterangi oleh lampu jalan. Ini tentu sangat mengganggu kenyamanan masyarakat Kota Medan yang memiliki dinamika kehidupan beragam. Kadis Pertamanan Kota Medan harus peka untuk hal-hal seperti ini dengan memantau keberadaan lampu-lampu jalan yang bermasalah agar segera diperbaiki. Begitu pun masayarakat juga punya tanggungjawab untuk menjaga keberadaan lampu jalan ini.

Budiman Panjaitan, Anggota Komisi D DPRD Medan

Parit PJKA Tersumbat

087768349xxx

Pak Wali Kota Medan tolong kami warga Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli Lingkungan VIII kebanjiran karena parit PJKA tersumbat makin sempit dan dangkal. Keplingnya tidak peduli dan tidak pernah gotong-royong. Horas buat Pak Wali Kota dan terimakasih, serta selamat HUT ke-10 Sumut Pos.

Koordinasi ke Kecamatan

Terimakasih untuk informasinya. Laporan ini akan saya teruskan. Begitu pun warga dapat berkoordinasi ke Kelurahan juga Kecamatan untuk menemukan penyelesaian tercepat.

Budi Heriono, Kabag Humas Pemko Medan

Silpa APBD Sumut Berpeluang Naik 100 Persen

MEDAN- Sejumlah anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut memprediksi angka sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) pada tahun 2011 diprediksi meningkat 100 persen, jika dibandingkan Silpa 2010 berkisar Rp400 miliar. Prediksi itu disampaikan lantaran serapan APBD 2011 Sumut hingga triwulan keempat baru mencapai 51,93 persen.

Seorang anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut, Arifin Nainggolan, Kamis (20/10) membeberkan penyebab realisasi serapan anggaran masih 51,93 persen. Satu diantarannya, peralihan pucuk kepala daerah dari Syamsul Arifin ke Gatot Pujo Nugroho. Kemudian, berkaitan adanya mutasi pejabat struktural di Pemprovsu beberapa waktu lalu. “Saya pikir persoalan itu cukup signifikan mempengaruhi serapan anggaran. Bila tahun lalu Silpa Rp400 miliar, pada tahun ini bisa meningkat 100 persen,” kata politisi Fraksi Demokrat Sumut itu.

Ditambahkannya, peluang meningkatnya jumlah Silpa itu juga diakibatkan waktu penggunaan anggaran hanya tersisa dua bulan ke depan. “Kami meminta Plt Gubsu menginstruksikan kepada SKPD, guna memaksimalkan penggunaan APBD itu. Jangan sampai, karena untuk menghabis-habiskan anggaran, kemudian para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan kepada masyarakat,” beber mantan anggota DPRD Sumut asal PKS itu.

Anggota Banggar lainnya, Ahmad Hosen Hutagalung memprediksi dan mengimbau kepada Plt Gubsu melakukan evaluasi terhadap SKPD, yang tak mampu memaksimalkan anggarannya.

Politisi PPP Sumut itu menyatakan, serapan anggaran itu secara otomatis akan menjadi pertimbangan Banggar DPRD Sumut melakukan evaluasi terhadap realisasi serapan anggaran serta untuk perencanaan APBD 2012.
Data Biro Keuangan Pemprovsu, Oktober 2010 lalu, serapan anggaran berkisar 43,9 persen, dan pada Oktober 2009 mencapai 50,29 persen. Realisasi serapan anggaran Oktober 2011 sebesar 51,93 mencakup pembiayaan dari 45 SKPD di lingkup Pemprovsu.  Belanja Langsung  sebesar Rp1,151 triliun, Belanja Tidak Langsung Rp1,356 triliun. Jadi totalnya Rp2,4 triliun dari Rp4,3 triliun atau 51,93 persen. (ari)