25 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14535

Syamsir – Johan Juansyah Terpental

JAKARTA – Tujuh nama yang terpinggirkan dari tim SEA Games akhirnya terkuak juga. Mereka yang dengan sangat terpaksa tidak masuk skuad karena batasan kuota itu adalah Rivki Mokodompit, Jajang Sukmara, Zulham Zamrun, Joko Sasongko, Ngurah Wahyu, Syamsir Alam, dan Johan Juansyah.

Sebelum nama-nama ini keluar, pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan mengaku bingung memutuskan siapa yang harus ‘dikeluarkan’ Sebab kualitas pemain merata. Yang agak sedikit mengejutkan adalah outnya Johan Juansyah. Pemain yang baru saja teken kontrak dengan Persija Jakarta (versi Ferry paulus) itu pernah disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kapten tim bersama Yongky Aribowo dan Egy Melghiansyah.

Untuk Syamsir Alam, sinyal jika pemain yang saat ini berkostum Penarol Junior (Uruguay) itu bakal tidak masuk skuad sudah bisa diprediksi sebelumnya. Salah satu faktornya adalah pemain yang sebelumnya berguru bersama tim SAD (Sociedad Anonima Deportiva) itu baru bergabung sekitar tiga pekan sebelum SEA Games dimulai. Sedangkan para pemain lain  sudah bergabung dengan tim sejak tiga bulan silam.

Meski namanya harus terpinggirkan Syamsir Alam bisa menerima dengan lapang dada. (ali/jpnn)

Persebaya Rilis Tim ke IPL

SURABAYA – Persebaya serius untuk bermain di Indonesia Premier Leagus (IPL) 2011-2012. Tim berjuluk Green Force itu akan berniat mengumumkan tim pada Minggu (13/11) nanti di Gelora 10 Nopember.

Menurut Llano Mahardhika, CEO PT Pengelola Persebaya, tak banyak perubahan tim yang akan diumumkan pada Minggu nanti dibandingkan yang berlatih bersama Divaldo Alves. “Kami tinggal menanti satu striker, tapi saya belum dapat memastikan pemain itu,” kata Llano.

Seperti diketahui barisan pemain Persebaya masih kekurangan di lini depan. Saat ini baru ada dua striker, Andrew Barisic dan Miko Ardianto. Barisic belum bsia tampil maksimal karena sedang dalam masa pemulihan cedera lutut kanan. Llano mengincar Rishadi Fauzi, striker Persita Tangerang yang pernah bergabung di seleksi timnas U-23. Namun kondisinya juga sedang tak maksimal, dia dibekap cedera ligamen.

Persibo menjadi alternatif setelah keinginan beruji coba dengan tim nasional (timnas) senior dipastikan tak terwujud. Begitu pula dengan turnamen segitiga kontra dua tim Malang, Arema dan Persema.

Sejak tim dipoles, Persebaya memang belum sekalipun menggeber uji coba yang serius. Sesekali DIvaldo berinisiatif menguji pemain dengan tim-tim internal PSSI Surabaya yang memiliki kelas jauh di bawah Green Force. Kini tim sudah nyaris lengkap dengan kedatangan Alexandre da Silva Mariano alias Amaral dan Mario Karlovic di sektor tengah. Mereka menambah M. Taufik, Andik Vermansyah, Rendi Irawan, serta Feri Ariawan. (vem/jpnn)

Biaya Sea Games Naik Sepuluh Persen

JAKARTA- Terlambatnya pengucuran dana dari Kemenpora ke Inasoc bukan hanya mengganggu persiapan Cabor. Inasoc juga mesti bekerja keras dengan berbagai biaya yang melambung akibat lambatnya pencairan dana itu. Di antaranya ialah mengenai biaya pengiriman barang-barang. Ketua Harian Inasoc Rahmat Gobel menyatakan, keterlambatan itu membuat pihaknya mesti pintar-pintar menyiasatinya.

“Semua biaya meningkat di kisaran 10 persen. Ini adalah efek domino dari keterlambatan pengucuran dana itu,” terang Rahmat saat ditemui setelah peluncuran logo Garuda Indonesia sebagai official air line SEA Games di Bandara Soekarno- Hatta kemarin (7/11).

Naiknya pembiayaan itu salah satunya terkait dengan sistim transportasi. Rahmat menyatakan, pihaknya bisa menggunakan kapal untuk mengangkut barang jika waktunya masih longgar. Namun, karena pengucuran dana terlambat, Inasoc mau tak mau mesti menggunakan pesawat terbang. Hal itulah yang membuat pihaknya kalang kabut. Terutama mengenai pertanggung jawaban.

“Karena itu kami akan mendesak untuk diadakan rapat pembahasan mengenai hal tersebut. Rapatnya harus sebelum SEA Games. Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi permasalahan setelah SEA Games,” ucap Rahmat.
Pembahasan tersebut mutlak digelar dalam waktu dekat. Dengan begitu, tidak akan ada lagi gonjang-ganjing setelah SEA Games usai. (ru/jpnn)

PGSI Target Enam Emas

JAKARTA- Masalah persiapan silih berganti menerpa PB PGSI menjelang SEA Games 2011. Setelah urusan matras selesai, kali ini giliran Light Emitting Diode (LED) yang menjadi kendala. Hingga kini PB PGSI belum juga menerima LED dari Inasoc. Padahal cabor gulat sendiri akan mulai dipertandingkan di Gedung Serba Guna Jakabaring, Palembang pada 14 November mendatang.

“LED ukuran 3,4 itu yang kami minta kepada Inasoc. Kalau untuk matras memang sudah selesai. Mereka sudah memberikannya kepada kami. LED itu juga sangat urgent untuk mengantisipasi berbagai hal setelah pertandingan usai,” terang  Sekretaris Jenderal PB PGSI Dody Iswandi kemarin (7/11).

Dia menambahkan, LED tersebut bisa menjadi sarana untuk melihat rekaman pertandingan jika ada salah satu pihak yang tak puas dengan keputusan wasit. Dengan begitu, Panpel ataupun Dewan Hakim punya bukti yang bisa dijadikan landasan berargumen.

PB PGSI pun mendesak Inasoc untuk mewujudkan pengadaan barang tersebut sebelum 10 November mendatang. Pasalnya, saat itu Delegasi Gulat Asia akan melakukan peninjauan. PB PGSI tentu tak ingin kehilangan muka karena dianggap tak siap menghelat even internasional.

“Yang juga kami kritisi adalah minimnya umbul-umbul di sekitar venue gulat. Kalau tak ada umbul-umbul, bagaimana masyarakat bisa tahu dan mau menonton. Kalau tak ada yang menonton, sama saja bukan tuan rumah,” sesal Dody. (ru/jpnn)

PSMS Butuh Deposit Rp10 M

MEDAN-Kesepakatan atau MoU antara pihak PSMS dan konsorsium masih sebatas persetujuan home base, penetuan CEO dan pengawasan keuangan. Hingga saat ini pihak PSMS dan konsorsium masih terus berkoordinasi untuk mencari kesepakatan dalam membawa klub berjuluk Ayam Kinantan ini berlaga di kompetisi IPL dalam waktu dekat.

Pelaksana teknis PSMS Iswanda Nanda Ramli menjelaskan, setelah ia dan pelaksana teknis PSMS lain Benny Tomasoa berangkat ke Jakarta menemui konsorsium, hasilnya baru terjalin kesepakatan home base PSMS tetap di Medan dan persetujuan tentang CEO PSMS yang merupakan orang PSMS.

Nanda mengatakan, CEO PSMS ini hanya ada empat nama yang mencuat termasuk Nanda sendiri. “Untuk CEO hanya kami berempat, yakni Idris, Benny Tomasoa, Freddy Hutabarat dan saya sendiri. Namun, itu nanti akan dibicarakan kembali dengan pak wali. Karena kebijakan ada di tangan beliau,” ujarnya, Senin (7/11).

Menurut Nanda, selain masalah CEO PSMS, pihak konsorsium juga telah setuju dengan pengawasan keuangan yang sudah dibicarakan. “Nanti malam (Kemarin, Red) finalisasinya. Rencananya pihak konsorsium akan mengemailkan finalisasi kesepakatan . termasuk yang paling penting yakni ‘Bank Garansi’ atau deposit,” jelasnya.
PSMS meminta kepada konsorsium untuk menyediakan ‘Bank Garansi’ sebesar Rp10 miliar. Menurut Nanda ini sebagai deposit dalam menjamin keberlangsungan PSMS di kompetisi mendatang.

“Inilah yang masih kita tunggu jawabannya dari pihak konsorsium. Jadi dalam menatap kompetisi, kita nanti tak perlu cemas lagi. Dan jika dana tersebut tak habis tepakai dalam satu musim kompetisi, maka akan dikembalikan dengan adanya pertanggung jawaban terhadap pemaiakan dana tersebut,” ujar Ketua DPD AMPI Kota Medan tersebut.
Nanda menuturkan, permintaan ketersediaan ‘Bank Garansi’ ini secara langsung dikemukakan oleh Ketum PSMS Rahudman Harahap. “Ini Ketum yang meminta langsung kepada pihak konsorsium,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, jawaban dari pihak konsorsium ini akan diterima PSMS paling lambat besok (Hari ini, Red). Nanda berharap, dengan ketersediaan dana tersebut, maka PSMS tak lagi menghadapi permasalahan hingga akhir musim nanti. (saz)

Protes, Aktivis Cantik Striptis di Vatikan

Roma – Seorang wanita muda asal Ukraina, menyelinap melewati penjaga Vatikan. Di depan Gedung Basilica Saint-Peter, aktivis yang mengenakan pakai seksi itu menari bergaya striptis.

Wanita pirang yang mengenakan jeans ketat dan atasan hitam itu berposes seksi dan menantang. Ketika itu, selain pakaian seksi yang dikenakannya, gayanya menantang dengan meregangkan kakinya dan mulai melepas pakaian atasnya.

Dia juga tampil sambil membawa poster bertuliskan ‘Kemerdekaan Untuk Wanita’. Demikian ditulis AFP, Senin (7/11).
Aksi nekad wanita itu langsung dihentikan polisi Italia itu. Saat dibawa pergi dari lokasi, wanita nekat ini terus berteriak dan menendang polisi. Akibatnya, aksi tersebut menjadi pusat perhatian sejumlah turis.

Wanita itu merupakan anggota perkumpulan aktivis wanita Ukraina. Mereka mempropagandakan perlakuan diskriminatif. Satu strateginya untuk menarik perhatian publik adalah dengan membuka pakaian atas mereka hingga topless.

Grup ini didirikan di Kiev sekitar tahun 2008 lalu. Mereka mencoba memerangi wisata seks, prostitusi dan kekerasan seks. Dalam aksi sebelumnya, mereka tampil telanjang dada dan mengecat payudara mereka dengan warna merah putih hijau, seperti bendera Italia. Aksi itu dilakukan untuk mendesak Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, melawan prostitusi remaja.

Paus Benediktus XVI juga merupakan target favorit mereka karena dituduh tidak toleran terhadap hak-hak wanita. (net/jpnn)

Brotherhood Road Race Diikuti Racer Aceh dan Riau

MEDAN-Even balap motor Brotherhood RPM Road Race 2011 yang bakal digelar Sabtu-Minggu (12-13/11) di Sirkuit Multifungsi IMI Sumut Jalan Willem Iskandar Medan, mengakomodir pembalap seeded yang tidak punya tim. Rencananya, even ini memperlombakan dua kelas bebek 4 tak standar 125 dan 110 cc.

“Selama ini pembalap seeded non tim kesulitan untuk ikut lomba, karena tak punya motor. Untuk itu kami sengaja membuka kelas standar untuk mengakomodir mereka agar bisa tampil,” kata Ketua Panitia Roy Gusti Hafiz kepada wartawan di Medan, Senin (7/11).

Balapan yang digagas Brotherhood Independen, komunitas penggemar sepeda motor Ninja 250 untuk memperingati HUT ke-1 mereka, menjadi even pertama sekaligus akbar karena langsung memperebutkan dua unit sepeda motor bagi juara umum kategori seeded dan pemula, serta uang tunai jutaan rupiah.

Kelas-kelas yang diperlombakan yakni Bebek 4 Tak TU 125 cc Terbuka (JU), Bebek 4 Tak TU 110 cc Terbuka (JU), Bebek 4 Tak TU 125 cc Pemula (JU), Bebek 4 Tak TU 110 cc Pemula (JU), Bebek 4 Tak Std 125 cc Pemula, Bebek 4 Tak Std 110 cc Pemula, Skuter Matic Std 125 cc (JU), Bebek 4 Tak Std 125 cc Terbuka, Bebek 4 Tak Std 110 cc Terbuka, Skuter Matic Std 125 cc Pemula dan Bebek 4 Tak Std s/d 150 cc Pemula (JU).

“Kami mengundang pembalap asal Aceh dan Riau untuk tampil. Tapi karena ini sifatnya terbuka, tak tertutup kemungkinan pembalap daerah lain termasuk dari Pulau Jawa ambil bagian,” tambah Roy yang juga Ketua Harian Brotherhood Independen.

Dikatakannya, IMI Sumut menyambut baik gelaran ini, dan menyediakan sarana sirkuit. Dukungan di antaranya juga didapat dari Yamaha dan Corsa, sehngga diharapkan even ini bisa ramai dan menarik disaksikan.
Sementara itu, Roy Gusti Hafiz yang juga pemilik klub RPM (Roy Prima Motor), menyampaikan target timnya untuk tampil sebagai juara umum di balapan ini.

Diperkuat Deri Irfandi, Dimas Setiawan, Alfin Arfinal dan T Nalun, RPM ingin mengulang sukses yang pernah mereka raih pada Yamaha Cup Race Oktober 2011 lalu di Kisaran dengan meraih juara umum pemula lewat Dimas.
“Kami baru eksis di awal 2011, namun sudah meraih prestasi di sejumlah lomba termasuk yang digelar di Langsa dan Banda Aceh.  Tak terlalu ambisius, jika kami mencanangkan gelar juara umum seeded dan pemula pada lomba kali ini,” ujar Roy.

Hasil-hasil tersebut menjadi motivasi untuk raihan lebih besar lagi, karena RPM berencana go nasional dengan mengikuti Kejurnas Motorprix Region 1 Sumatera di tahun 2012 nanti. (jun)

Festival ASSBI Berhadiah Rp20 Juta

MEDAN-Festival sepak bola U-12 dan U-14 yang digagas Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) Sumatera Utara pada 17 Desember nanti berhadiah total Rp20 Juta.

Ketua ASSBI Sumut H Sumantraji SH didampingi Sekum Suhada Felayudha SE dan Ketua Panitia Drs Azzam  Nasution MAP serta Sekretaris Panitia Herry Riyanto SE mengungkapkan hal tersebut di Medan, kemarin (7/11).

Ditambahkannya bahwa festival sepak bola yang digagas pihaknya ini selain sebagai sarana sosialisasi akan berdirinya ASSBI Sumut, di sisi lain, even ini juga bertujuan menjaring pemain berbakat yang akan berlaga di tingkat nasional pada tahun 2012 mendatang.

“Intinya kita berupaya memajukan sepak bola Sumut lewat pembinaan usia dini yang berjenjang dan berkesinambungan,” bilang Sumantraji.

Selanjutnya Sumantraji mengungkapkan bahwa langkah awal sosialisasi terbentuknya ASSBI Sumut akan berlangsung Sabtu (12/11)nanti.

“Nah, bagi pemilik ataupun Ketua SSB di Sumut yang ingin mengikuti ajang sosialisasi ini dapat datang ke Aula Paskhas Pukul. 14.00 WIB” bilang Sumantraji.

Sementara itu Ketua Panitia Drs Azzam Nasution menerangkan bahwa kepada setiap tim yang mengikuti festival sepak bola yang digagas ASSBI Sumut akan mendapatkan tas, bola sebanyak 3 buah serta 10 buah rompi untuk berlatih.
“Jadi, jelas jika even ini tidak lari dari visi dan misi ASSBI Sumut yang ingin membangun pondasi sepak bola Indonesia untuk mencapai prestasi yang lebih baik,” bilang Azzam.

Karena hal tersebut, pada pelaksanaan festival sepak bola ASSBI Sumut nanti pihaknya ingin menggugah para pemain untuk terus berlatih lewat cara menggelar lomba jugling. “Setiap tim hanya diwakilkan oleh seorang pemain. Lomba ini tidak dikutip bayaran alias gratis, namun pemenangnya berhak atas sepasang sepatu bola,” ungkap Azzam.
Bagi SSB yang berniat mengikuti even ini dapat mendaftar ke sekretariat ASSBI Sumut Jalan Sisingmangaraja KM 6,5 No 35 Medan.

Informasi lebih lanjut tentang festival sepak bola ini dapat menghubungi M Nasir (081376127325), Helmi Yusuf (081361455251), Cici (081362122264) dan Marzuki Harahap (081397359038). (jun)

Siswa Dilarang Bawa Mobil ke Sekolah

Kepsek Belum Terima Surat Edaran

MEDAN- Kebijakan Pemko Medan melarang siswa membawa mobil ke sekolah belum ditindaklanjuti pihak sekolah. Buktinya, sejumlah sekolah masih membiarkan siswanya membawa mobil ke sekolah. Pihak sekolah mengaku, hingga kini mereka belum menerima surat edaran dari Pemko Medan terkait larangan itu.

Kepala Sekolah Methodist II, Pdt Paulus Subyanto STh menyatakan, hingga kemarin pihaknya belum ada menerima surat edaran dari Pemko Medan terkait pelarangan siswa membawa kendaraan ke sekolah.

“Belum ada kami terima, makanya kami belum menerapkan kebijakan itu. Memang hingga sekarang masih ada beberapa siswa yang menggunakan mobil ke sekolah, tapi tidak banyak,” kata Paulus, Senin (7/11).
Dikatakannya, pihaknya sangat menyambut baik kebijakan Wali Kota Medan yang melarang siswa membawa kendaraan ke sekolah, terutama roda empat. Dijelaskannya, kebijakan itu tentunya tidak hanya sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan, melainkan juga untuk membentuk pendidikan karakter kepada siswa.

“Kebijakan itu menurut saya sangat tepat. Kami sangat mendukung. Karena memang kita akui, siswa yang membawa mobil ke sekolah ini tentu saja mengambil lokasi parkir di depan sekolah dan berdampak terhadap kemacetan. Namun yang terpenting, kebijakan ini juga membentuk pendidikan karakter kepada siswa, sehingga tidak ada siswa yang anggar kekayaan di sekolah,” terangnya.

Selama ini, lanjut Paulus, dengan adanya beberapa siswa yang membawa mobil ke sekolah, tentunya secara psikologis tidak baik untuk kehidupan sosial di sekolah. Tentunya siswa yang membawa mobil itu akan merasa lebih kaya dibanding siswa lainnya. Namun, kalau ada kebijakan pelarangan membawa mobil ke sekolah tentu saja itu akan mewujudkan keadilan bagi seluruh siswa.

Begitu juga dengan Kepsek SMA Harapan I, Sofyan Alwi juga mengaku belum menerima surat edaran pelarangan siswa membawa kendaraan ke sekolah itu dari Pemko Medan. “Sampai sekarang belum ada kami terima surat edaran itu. Tapi nggak tahu juga ya mungkin ke yayasan sudah. Tapi kalau ke sekolah belum ada kami terima,” kata Sofyan.
Sofyan pun menyambut baik kebijakan pelarangan siswa membawa kendaraan ke sekolah. “Itu kebijakan yang bagus, karena kita tahu sendiri jangankan siswanya yang membawa mobil ke sekolah, siswa yang diantar orangtuanya saja ke sekolah terkadang kita lihat mobilnya parkir karena ibu-ibunya sambil menunggu juga pada nongkrong ini tentu membuat kemacetan,” jelas Sofyan.

Sofyan mengakui, hingga sekarang memang ada sekitar 20 persen dari jumlah siswa SMA Harapan I Medan yang menggunakan mobil pribadi ke sekolah. “Jumlah siswa yang bawa mobil ke sekolah sedikitlah sekitar 20 persen. Itu pun kebanyakan alasan mereka karena dia bersama adik-adiknya satu sekolah, sehingga mereka pulang adik kakak sering bersama makanya dia membawa mobil ke sekolah,” terang Sofyan.

Begitupun, Sofyan menyebutkan sekolah yang dikelolanya sudah memiliki aturan sendiri terhadap siswa yang membawa kendaraan ke sekolah. “Kita tegaskan bagi siswa yang bawa mobil tidak boleh parkir di pekarangan sekolah. Makanya, mereka parkir di luar sekolah dan menjadi PAD selama ini bagi Pemko. Saya kira kalau parkirnya ditata dengan baik itu bisa bagus,” sebut Sofyan.

Selain itu, tambah Sofyan setiap upacara bendera di sekolah, biasanya pihak sekolah senantiasa mengingatkan agar lebih baik siswa tidak menganggarkan kekayaan orangtuanya ke sekolah dengan membawa kendaraan pribadi. “Saya sering mengingatkan kepada siswa agar jangan menganggarkan kekayaan orangtuanya ke sekolah. Kami juga memantau prestasi siswa yang membawa mobil ke sekolah, kalau prestasinya anjlok kami langsung memanggil orangtuanya,” terang Sofyan.

Menurutnya, pihaknya sangat mendukung kebijakan dari Wali Kota Medan. Bahkan, kalau memang aturan ini mau benar-benar diterapkan maka polisi harus segera memberikan sanksi. “Kalau mau benar-benar diterapkan aturannya. Makanya, kalau nanti masih ada siswa yang membandel dan tetap parkir di depan sekolah, kalau hingga dua jam masih ada siswa yang parkir di depan sekolah sebaiknya polisi langsung menilangnya. Kalau begini nanti barulah aturan benar-benar dijalankan,” tegas Sofyan.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap telah berjanji akan segera melayangkan surat edaran itu ke setiap sekolah di Medan. Bahkan, dipastikan surat edaran tersebut sudah dikirim ke sekolah minggu lalu. Hal itu diungkapkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, kepada wartawan, kemarin. “Suratnya edarannya sudah selesai tinggal saya tanda tangani, itu segera diberlakukan,” ujar Rahudman.

Rahudman menyebutkan, kebijakan pelarangan siswa membawa kendaraan pribadi ke sekolah itu segara diberlakukan dan surat edaran pun dalam minggu ini sudah disebar ke masing-masing sekolah. “Itu pasti segera diberlakukan untuk mengatasi kemacetan, dan semua sekolah tidak boleh menolak kebijakan itu,” tegas Rahudman.(adl)

Roma Bungkam Soal Rekomendasi

Ketua Komisi B dan Hasan Basri Makan Siang Bersama

MEDAN- Sikap Komis B DPRD Kota Medan mulai melemah tekait rekomendasi pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri. Hal ini terlihat dari sikap Ketua Komisi B DPRD Kota Medan yang mulai bungkam ketika ditanya soal rekomendasi tersebut.

Seperti pada Jumat (4/11) lalu, ketika disinggung soal rekomendasi tersebut, Roma enggan berkomentar dan menyarankan wartawan koran ini menanyakan langsung ke Ketua DPRD Kota Medan Amiruddin.

Begitu juga pada Senin (7/11), saat hendak ditemui di ruang Komisi B, Roma tak kelihatan. Menurut anggota Komisi B dari Fraksi PPP M Yusuf, Roma sedang berada di ruang fraksi. Namun saat dikonfirmasi via ponselnya, Roma tak mengangkat ponselnya.

Bungkamnya Ketua Komisi B DPRD Kota Medan ini menguatkan dugaan, telah ada kesepakatan terselubung antara Ketua Komisi B dengan Kadis Pendidikan Kota Medan Hasan Basri. Pasalnya, beredar informasi, Senin (7/11) siang, Ketua Komisi B beserta beberapa anggota Komisi B lainnya melakukan pertemuan dengan Hasan Basri di sebuah restoran untuk makan siang bersama.

“Ketua Komisi B tak akan berani lagi memberikan komentar terkait rekomendasi pencopotan Hasan Basri. Karena siang ini (kemarin, Red), Roma dan kawan-kawan lagi makan siang bersama Hasan Basri,” kata sumber di DPRD Kota Medan.
Menurut sumber tersebut, dalam pertemuan itu, Hasan meminta Komisi B untuk tidak meributi PSB 2011 dan pencopotan dirinya. Jika tetap diributi, Hasan akan membuka, siapa-siapa saja anggota dewan yang terlibat dalam PSB 2011.

Saat informasi ini dikonfirmasi ke anggota Komisi B Salman Alfarisi, dia mengaku tidak mengetahui agenda pertemuan dengan Hasan Basri tersebut. “Saya tidak tahu. Saya tidak ada diberitahu. Padahal, tadi siang (kemarin, Red) saya bertemu dengan Ketua Komisi (Roma, Red) tapi tidak ada diberi tahu,” kata Salman.

Sementara Hasan Basri yang dikonfirmasi membantah kabar tersebut. Dia mengaku tidak pernah mengundang Ketua Komisi B DPRD Kota Medan Roma P Simaremare dan anggota dewan lainnya makan siang bersama Senin (7/11), kemarin.

“Tidak ada pertemuan dengan Ketua Komisi B. Di restoran mana? Siapa saja?” kata Hasan Basri. Menurutnya, terkait rekomendasi dan Pansus PSB yang bakal diparipurnakan, itu merupakan hak dan wewenang anggota dewan dan dia tak ingin mencampurinya.

Hasan Basri juga mengungkapkan, terkait siswa siluman dan PSB 2011, tidak ada bukti kalau hal itu terjadi karena rekomendasi darinya. “Siapa saja yang punya pengaruh bisa mengintervensi kepsek. Ada rupanya memo dari saya? Tak ada buktinya,” kata Hasan.(adl/ade)