Home Blog Page 14564

Coba-coba Jual Ganja

Faisal (26), warga Lorong II, Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan ditangkap polisi gara-gara jual ganja. Namun saat diinterogasi, dia mengaku nekat menjual ganja karenan
ingin mencoba. Namun begitu, pria berdarah Aceh ini tetap dijebloskan ke ruang tahanan Polsek Belawan, Kamis (13/10) lalu.

Selama ini polisi telah menerima informasi dari masyarakat, bahwa Faisal sering menjual ganja kering di kawasan Bagan Deli. Dari informasi itu, polisi melacak dan langsung menangkap Faisal dengan barang bukti 46 amplop besar ganja kering dan uang Rp125 ribu.

Di kantor polisi, Faisal mengaku, ganja kering itu diperolehnya dari temannya di Aceh. Bisnis barang haram itu baru ditekuninya sekitar dua bulan. Dan niatnya menjual ganja itu hanya untuk coba-coba. “Aku jual ganja cuma mau coba-coba untuk cari uang tambahan Bang,” kata pria yang akrab disapa Sal ini dari balik terali besi Polsek Belawan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto melalui Kapolsek Belawan, AKP Taufik SE mengatakan, pelaku telah diamankan karena terbukti telah memiliki ganja. “Pelaku kita jerat Pasal 111 UU no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara,” kata Taufik. (mag-11/ril/smg)

560.000 Pekerja di Sumut Ikut Jamsostek

MEDAN- PT Jamsostek Persero telah melindungi 560.000 pekerja dalam program jaminan sosial tenaga kerja di wilayah I. Sampai September 2011, PT Jamsostek Persero telah melakukan pembayaran sebanyak Rp477,9 milliar dengan total 464.238 kasus.

Demikian diungkapkan Direktur Umum dan SDM PT Jamsostek Persero Djoko Songkono di sela-sela acara Press Gathering PT Jamsostek (Persero) Kanwil I yang diikuti sejumlah wartawan terbitan Medan, Jumat (14/10).

Joko berharap, masyarakat dapat benar-benar mengerti betapa pentingnya ikut Jamsostek. “Selain dalam hal pemeliharaan kesehatan, Jamsostek juga memberikan beasiswa kepada siswa-siswa berpredikat dan dari keluarga tidak mampu serta yang membutuhkannya,” kata Joko.

Sementara itu, PT Jamsostek Kantor Wilayah I Medan berikan penyuluhan dan materi kepada wartawan pada acara Press Gathering PT Jamsostek (Persero) Kanwil I, di Jalan Kapten Patimura. Turut hadir dalam acara itu pimpinan PT Jamsostek Persero, Kepala Cabang se-Sumut dan pegawai.

Kepala Biro Diklat, Kus Antarto dalam pembukaan acara itu mengatakan, acara ini dilakukan dalam hal tentang PT Jamsostek Persero. “Pelaksanaan kegiatan Perss Gathering untuk meningkatkan tali silahturahmi dengan insan pers media cetak, elektronik dan online dalam hal mendukung program-program Jamsostek berkenaan perluasan kepada masyarakat,” katanya.

Sedangkan Djoko Songkono mengatakan, PT Jamsostek Persero Kantor Wilayah I sendiri telah memilik 14 kantor cabang di 3 provinsi. “PT Jamsostek Persero memilik kantor cabang di Banda Aceh, Sumut dan Sumbar. Hingga September 2011, PT Jamsostek berhasil menambah 1931 peserta perusahaan dan 105.702 tenaga kerja dibandingkan dengan periode sebelumnya,” ujarnya.

Mari kita saling sosialisasi dan satu pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ini terutama dalam bekerja dan terutama kepada insan pers yang berada di lapangan,” ungkapnya.(jon)

Menantang Jago Kandang

Catania v Inter Milan

CATANIA- Ekspektasi pendukung Inter Milan terhadap Claudio Ranieri sangat tinggi. Ranieri yang menggantikan posisi Gian Piero Gasperini pun sempat menebar harapan.  Di dua laga awal bersama Ranieri, Inter berhasil meraih kemenangan.  Tapi, memasuki laga ketiga, Inter kembali terpuruk.  Tidak tanggung-tanggung.  Mereka dihajar Napoli 0-3 di Giuseppe Meazza (1/10).

Akibat kekalahan tersebut, tim yang sempat mendominasi Serie A sejak 2006 hingga 2010 itu harus kembali terbenam di papan bawah. Mereka hanya berada satu setrip di atas zona degradasi dengan empat poin dari lima laga.

Tentu, itu bukan posisi ideal buat Nerazzurri-julukan Inter.  Karena itu, tiga poin merupakan target yang harus dikejar Inter ketima melawat ke Angelo Massimino menghadapi Catania petang nanti (siaran langsung Indosiar pukul 23.00 WIB). Di tangan Vincenzo Montella, Catania pada awal musim ini tampil cukup baik. Mereka berada di papan tengah dan baru sekali menelan kekalahan dalam lima laga.  Catania juga punya catatan laga kandang yang menawan.  Di mana, mereka belum pernah kalah di Angelo Massimino. Bahkan, selama laga kandang Catania yang dikawal Mariano belum bobol.(ham/bas/jpnn)

Habiskan Rp10 M Uang Rakyat

Lagi, Anggota DPRD Sumut Melancong ke Luar Negeri

MEDAN- Senin (17/10) pekan depan, rencananya tiga komisi di DPRD Sumut berangkat ke luar negeri. Konon kabarnya, lawatan ke luar negeri tersebut dalam rangka kunjungan kerja (kunker).
Ketiga komisi DPRD Sumut yang akan terbang ke luar negeri itu yakni Komisi E ke Belanda dan Turki, Komisi D melancong ke Jepang, Korea Selatan dan Australia. Sementara Komisi C akan melawat ke Belanda.

Sebelumnya, tepatnya Selasa (20/9) lalu, Kunker ke luar negeri telah diprakarsai Komisi B DPRD Sumut yang tour ke Guangjou, Cina. Entah kebetulan atau atas dasar apa, rencana lawatan ke luar negeri tersebut, ternyata tidak kunjung mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ditambah lagi, visa kunjungan juga menjadi kendala.

Terkait hal itu, Sekretaris DPRD Sumut Randiman Tarigan kepada wartawan, usai Salat Jumat mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat izin yang dimohonkan ke Kemendagri. Surat permohonan izin itu yang membuat dan menyampaikan ke Kemendagri adalah Biro Otonomi Daerah (Otda) Pemprovsu.

“Sampai tadi, izin kunker sejumlah komisi itu belum kita terima. Kapan izinnya turun belum tahu, karena bukan kami yang menangani,” katanya.

Mengenai penggunaan anggaran, Randiman menuturkan, pengelolaan keuangan disesuaikan dengan aturan dan kebutuhan kunker tersebut.
“Jumlah disesuaikan kebutuhan. Kalau di daerah tujuan kawasan Asia, bisa berbeda jumlah anggarannya dengan yang kunjungan ke Eropa,” katanya.

Sambungnya, untuk anggaran setiap anggota dewan, jumlah anggarannya berbeda-beda. Namun dalam APBD 2011, anggaran untuk kunker ke luar negeri ini jumlah keseluruhannya mencapai Rp10 miliar lebih.

Ketua Komisi E DPRD Sumut, Aduhot Simamora yang ditanya wartawan mengenai hal tersebut, enggan berkomentar. Namun, Aduhot mengakui, anggota Komisi E akan pergi ke dua negara yang berbeda.

“Yang perempuan ke Turki. Lainnya ke Belanda,” jelasnya.
Berbeda dengan keterangan Sekretaris DPRD Sumut Randiman Tarigan, Aduhot menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan izin dari Kemendagri. Yang tinggal untuk diselesaikan adalah masalah visa karena visa diurus oleh masing-masing anggota dewan.

“Kalau kunjungan ke Turki, dewan didamping Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut. Di sana maksudnya untuk menambah wawasan tentang kebudayaan,” bebernya.

Berbedanya tujuan antar anggota Komisi E dalam rangka kunker tersebut, dikatakannya, bukan dikarenakan terjadi perpecahan. Namun, karena bertujuan untuk menggali informasi yang didapatkan, supaya bisa lebih berguna bagi ke Sumut.

Sementara untuk Komisi D dan Komisi C, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah staf di masing-masing komisi itu, keberangkatan anggota Dewan belum bisa dipastikan. “Belum tahu kapan berangkat. Masih dibahas lagi,” kata seorang staf di Komisi C.

Anggota Komisi D DPRD Sumut, Muhammad Nasir kepada wartawan membenarkan, Komisi D akan melawat ke Jepang dan Australia. Ke Jepang untuk mempelajari persoalan lingkungan bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH). Sementara ke Australia melihat pembangunan dan ekonomi khususnya bidang fisik bersama Dinas Bina Marga Sumut.
“Saya tidak tahu jadwalnya. Karena saya sendiri tidak akan berangkat kunker,” katanya.(ari)

Tim Lakukan Persiapan Perataan Lahan

Pembangunan Fly Over Simpang Pos

MEDAN- Rencananya Pemko Medan akan melakukan perataan lahan Fly Over Simpang Pos, hari ini (15/10). Karenanya, Jumat (14/10) siang, tim perataan lahan melakukan pemantauan di lokasi sebagai persiapan.

“Hari ini, tim melakukan pemantauan ke lapangan untuk melihat lahan milik warga yang sudah diganti rugi dan apa saja yang akan dikerjakan besok (hari ini, Red),” kata Mulatua Sinaga, Kepala Satker Metropolitan Balai Jalan dan Jembatan Wilayah Sumut Kementerian PU Pusat, Jumat (14/10).

Mengenai apa saja persiapan yang sudah dilakukan tim, Mulatua belum menerima laporan dari tim yang turun ke lapangan. “Tim masih di lapangan, jadi kita belum tahu persiapannya. Nanti saya kabari lagi ya,” ucapnya.

Sementara, Kadis Bina Marga Kota Medan Gunawan Surya Lubis menambahkan, untuk melakukan pembongkaran rumah warga yang telah diganti rugi, pihaknya akan menurunkan sejumlah alat-alat berat milik Dinas Bina Marga. “Sedangkan untuk sisa persil yang belum mau menerima ganti rugi akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” bebernya.

Sementara, Tim Pembebasan Lahan Fly Over Simpang Pos menargetkan akan segera menuntaskan pembayaran ganti rugi pada warga di Jalan Ngumbang Surbakti, Jalan Jamin Ginting dan Jalan Abdul Haris Nasution dalam bulan ini juga. Langkah itu diambil agar Wali Kota Medan dapat segera menyurati Kementrian Pekerjaan Umum (PU) Pusat untuk segera melakukan pembangunan fisik fly over tersebut. (adl)

Terancam Pohon Lapuk

085830258xxx
Yth Bapak Kadis Pertamanan Kota Medan, tolong pohon di Jalan Kapten Muslim depan Jalan Jawa sudah mau tumbang karena lapuk. Jangan sampai makan korban. Tapi ketika anggota Bapak datang minta Rp2.000.000 karena kami warga tidak punya uang segitu terakhir pohon ditinggal tak jadi ditebang. Mohon perhatian Bapak, dari warga yang merasa nyawanya terancam pohon tersebut. Terima kasih.

Kami Cek
Terima kasih informasinya, kami akan segera tindak lanjuti dengan mengirim tim untuk memastikan keadaannya. Kepada warga kami minta untuk melaporkan petugas yang meminta uang lengkap dengan datanya untuk ditindak sesuai dengan peraturan yang ada.

Erwin Lubis SH M Hum
Kadis Pertamanan Kota Medan

——-

Konfirmasi ke Kadis Pertamanan
Untuk pohon yang sudah lapuk sebaiknya memang harus ditebang mengingat dapat mencelakai warga yang sedang melintas. Biaya operasional sendiri sudah tertampung di anggaran pertamanan. Jadi tidak ada kutipan-kutipan untuk penebangan.
Kalau ada kutipan agar warga segera mengkomfirmasi ke Kadisnya karena kemungkinan ada petugas gelap. Disamping itu Dinas Pertamanan Kota Medan juga harus lebih sering mesosialisasikan tidak ada kutipan dari warga. Terimakasih

Budiman Panjaitan
Anggota Komisi D DPRD Medan

Kapan Jalan Kami Diaspal

081269660xxx
Kepada yang terhormat Bapak Lurah Kwala Bekala Enoh T Pavit MSi, kapan kira-kira pengaspalan jalan atau gang kami Jalan Luku I Gang Rela dilaksanakan? Padahal gang yang lainnya sudah semua diaspal jadi. Dengan hormat kami bermohon terima kasih.

Sudah Diusulkan
Terimakasih untuk informasinya. Mengenai Gang Rela Jalan Luku I berada diperbatasan. Untuk itu kita sudah usulkan ke Dinas Binamarga Kota Medan dan sedang menunggu keputusannya. Saat ini sudah dalam pengerjaan.

Enoh T Pavit MSi, Lurah Kwala Bekala

Kabel Listrik di Tanah

081375987xxx
Kami warga Gang Rahayu Kelurahan Jati Makmur Binjai Utara mohon kepada pimpinan PLN supaya diperbaiki kabel listrik bawah tanah, karena sudah hampir dua bulan lamanya.

Segera Dilakukan Perbaikan
Kepada masyarakat Gang Rahayu Kelurahan Jati Makmur Binjai Utara, kami mohon maaf sebesar-besarnya karena sudah dua bulan kabel listrik bwah tanah mengalami kerusakan. Untuk itu, kami dari PT PLN (Persero) Wilayah Sumut menyarankan agar melaporkan langsung ke Rayon PLN Binjai agr segera dilakukan perbaikan. Terimakasih.

Raidir Sigalingging
Deputi Manager Hukum dan Komunikasi PT PLN (Persero) Wilayah Sumut

Pemakaian Hemat Listrik 900 VA

081361053xxx
HALO PLN Wilayah Sumut. Kami pelanggan listrik 900 VA dengan peralatan listrik diantaranya televisi, radio, kulkas, seterika, dispenser, rice cooker, komputer dan pompa air. Bagaimana caranya agar pemakaian kami setiap hari tidak terlalu besar?

Mulai dari Hal Sederhana
PENGHEMATAN listrik bukan berarti mengurangi kenyamanan kita dalam beraktivitas sehari-hari. Caranya mudah dan manfaat yang didapat sangat banyak. Selain berdampak pada pengurangan beban biaya yang kita keluarkan tapi berbanggalah, ternyata ada hal yang lebih penting saat kita berhemat, telah ikut serta dalam menjaga keberlangsungan hidup di bumi. Kita tidak perlu membayangkan yang susah-susah dalam berhemat, tapi kita bisa memulainya dari hal-hal sederhana. Budayakan hemat listrik.

Lalu bagaimana caranya berhemat listrik? Langkah pertama, anda harus mengerti dulu apa saja yang mempengaruhi besar kecilnya energi listrik yang kita pakai. Ada dua, yaitu daya listrik peralatan elektronik yang kita pakai (biasa dihitung dalam Watt) dan jam pengoperasian peralatan elektronik itu sendiri.

Oleh karena itu langkah berikutnya, Anda perlu mencatat penggunaan alat-alat rumah tangga yang mempergunakan listrik baik dayanya, jumlah dan perkiraan berapa jam pemakaiannya per hari. Tentu hal ini akan berbeda antara satu pelanggan dengan pelanggan yang lainnya, Aturlah penggunaannya sesuai dengan kebutuhan Anda.

Lalu Anda hitung pemakaian listrik dalam satu hari dan total pemakaian bulanannya. Prinsip penghematan itu ada dua, pertama bijaklah dalam memilih peralatan yang menggunakan listrik, pilih yang hemat energi atau konsumsi listriknya kecil. Seperti gunakanlah lampu hemat energi (LHE) berdaya 8 Watt yang sama terangnya dengan 40 Watt lampu biasa. Kedua, pakailah peralatan listrik jika diperlukan dan matikan jika tidak dibutuhkan. Jangan biarkan peralatan listrik hidup dengan sia-sia. Selamat mencoba.

Raidir Sigalingging, SE
DM Komunikasi PT PLN (Persero) Wilayah Sumut

Bagaimana Agar tak Terkena P2TL?

06176899xxx
HALO PLN, Saya pelanggan yang ingin memasang aliran listrik dirumah saya, bagaimana agar saya tidak terkena sanksi pelanggaran (razia P2TL) atas segel-segel meteran dari pihak Bapak? Terima kasih.

Pastikan Segel KWH Meter dalam Keadaan Baik
DENGAN rasa memiliki serta menjaganya dengan baik atas segala fasilitas PT PLN (Persero) yang ada di wilayah hunian Anda, sebetulnya Anda telah melangkah dan berbuat demi kebaikan Anda sendiri. Tentu saja rasa memiliki itu tak perlu dibebani kewajiban mengganti setiap fasilitas yang rusak. Telitilah perjanjian kontrak Anda dengan PT PLN (Persero). Di situ akan menjelaskan apa saja kewajiban Anda dan mana wewenang PT PLN (Persero).

Jika terjadi kerusakan atau kelainan pada jaringan instalasi milik PT PLN (Persero), APP atau SMP (Saluran Masuk Pelayanan), laporlah secepatnya, lalu mintalah tanda bukti lapor dari petugas PT PLN (Persero) yang menerima laporan Anda.

Pada saat lainnya juga dibutuhkan partisipasi Anda. Misalnya pada waktu pemasangan baru atau penggantian APP. Pastikan kembali bahwa kondisi APP sesuai dengan yang tertulis pada Berita Acara Pemasangan APP.

Coba teliti dengan seksama apakah segel tera kWh Meter, segel terminal kWh Meter, segel alat pembatas, serta segel kotak meter seluruhnya dalam keadaan lengkap.
Jaga dan lindungi seluruh segel tadi, agar senantiasa lengkap dan asli milik PT PLN (Persero).

Apakah tanggung jawab seperti itu terlalu berat bagi Anda? Yang setiap hari harus mengurusi jutaan pelanggan, tentu tak bisa sempurna melayani Anda jika partisipasi pelanggan sendiri begitu rendah. Adalah lebih baik untuk saling mengisi setiap kelemahan, daripada menuntut kebaikan yang berlebihan tanpa terlibat tanggungjawabnya. Disitulah PT PLN (Persero) selalu berharap agar listrik tak cuma membuat Anda terang tetapi juga membuat senang dan aman.

Raidir Sigalingging, SE
DM Komunikasi PT PLN (Persero) Wilayah Sumut