28 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 14578

Wali Kota Surati Pengadilan Tinggi

Minta Eksekusi Lapangan Jalan Rebab Dibatalkan

MEDAN-Wali Kota Medan Rahudman Harahap sudah menyurati Pengadilan Tinggi untuk membatalkan eksekusi yang dilakukan tim juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan terhadap lapangan bola Jalan Rebab, Kelurahan Titi Rante, Medan Baru, yang rencananya dilakukan,  Rabu (26/10).

“Mengenai lapangan Jalan Rebab melalui surat Wali Kota Medan sudah menyurati Pengadilan Tinggi untuk membatalkan eksekusi. Untuk nomornya langsung tanya ke Kabag Hukum,” kata Rahudman di rumah dinas, usai menerima kedatangan Dirjen Angkatan Udara, Kamis (27/10).

Dikatakannya, Pemko Medan juga akan melakukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan. “Karena itu merupakan aset Pemko Medan. Jadi upaya selanjutnya akan melakukan PK,” cetusnya.
Zakarian Bangun, Ketua Forum Masyarakat Peduli Lapangan Olahraga menambahkan proses persidangan kasus ini sarat dengan mafia hukum. Pemko Medan diduga sengaja mengalah untuk memberikan lahan ini kepada pihak ketiga.
Dimana, Zakaria Bangun juga mempertanyakan mengapa fasilitas umum dan sarana olahraga tersebut bisa menjadi milik pribadi dan berdasarkan Keputusan Mahkamah Agung RI Nomor 1831/K/PDT/2007, tanggal 17 Maret 2009 yang menetapkan pemiliknya adalah Ngerajai Ginting.

Berdasarkan catatan yang dimiliki masyarakat, Pemerintah Swatantra Sumatera Utara telah mendesain kompleks perumahan pada tahun 1959 ini sebagai model pemukiman moderen di Kota Medan dengan berbagai fasilitas, yakni tanah lapang, rumah ibadah, rumah sekolah, kamar mandi umum, balai desa dan pajak atau pasar.
“Untuk itu kami mengecam tindakan Pengadilan Negeri Medan, serta mendorong Mahkamah Agung RI mencabut keputusan nomor 1831/K/PDT/2007 tanggal 17 Maret 2009 yang telah meresahkan,” katanya.(adl)

Program MPLIK Jangan Hanya Euforia

Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menyerahkan bantuan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) kepada beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara termasuk di Kota Medan. Apa tanggapan anggota dewan? Berikut wawancara wartawan Harian Sumut Pos Ari Sisworo dengan anggota DPRD Sumut Richard Eddy M Lingga.

Bagaimana pendapat Anda dengan adanya program MPLIK?
MPLIK yang dihibahkan kepada daerah bertujuan mengatasi kesenjangan digital antara pusat kota dan daerah, terutama kesenjangan dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Melalui MPLIK ini pemerintah berharap agar masyarakat khususnya siswa sekolah, akan memiliki pemahaman yang sama soal internet dan menutup sedikit demi sedikit kesenjangan digital antara perkotaan dengan pedesaan. Fasilitas MPLIK berguna untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit terakses jaringan telepon atau jaringan internet.

Bagaimana penerapannya?
Penerapan MPLIK ini untuk 48 bulan pertama memang ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Kemenkominfo seluruh biaya operasional, pemeliharaan, dan penggunaan MPLIK. Setelah itu, baru dikelola kabupaten dan kota masing-masing. Nah yang menjadi pertanyaan  dan kritisi saya adalah pada saat penggunaan MPLIK ini di kabupaten/kota. Banyak masalah yang bisa timbul dan terjadi berkaitan penggunaan MPLIK ini secara efisien dan efektif oleh pemda masing-masing dan ini yang perlu dipikiri oleh pemda dan jangan hanya euforia sesaat dan seremonial belaka pada saat penerapannya tapi setelah itu kosong belaka ibarat pepesan kosong.

Masalah apa saja?
Masalah pertama yang harus dipikirkan oleh pemda masing-masing di Sumatera Utara adalah bagaimana menyediakan listrik yang selalu byar pet karena kita ketahui bahwa mobil MPLIK dilengkapi satu perangkat audio visual, satu komputer pengendali, server, dan  laptop yang sangat bergantung pada listrik untuk menghidupkan perangkat teknologi. Dan masalah yang kedua yang harus disikapi oleh pemda setelah MPLIK ini diserahkan operasionalnya oleh pemda adalah berkaitan dengan maintenance atau pemeliharaannya. Ini penting karena operasional sebuah perangkat teknologi seperti MPLIK ini bukan sesuatu yang murah, dan kebiasaan di daerah kita juga sama-sama kita ketahui tahu bahwa banyak kepala daerah yang kurang mempunyai sense of responsibility berkaitan dengan pemeliharaan berbagai bentuk bantuan sehingga sering kali menjadi mubazir dan tak dapat dinikmati oleh masyarakat. Padahal saya sangat meyakini bahwa dengan adanya MPLIK ini pekembangan informasi sangat terbantu berkat adanya situs mesin pencari seperti google. Apa yang ingin kita cari dapat dengan mudah kita temukan melalui bantuan mesin pencari.

Selain itu?
Melalui internet juga mempegaruhi perkembangan di bidang ekonomi dan bisnis di daerah, termasuk daerah terpencil yang punya potensi ekonomi.  Kalau dulu dunia bisnis cenderung dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, sekarang melalui operasional MPLIK ini siapa pun bisa menjalani bisnis di internet dan ini yang disebut dengan bisnis online. Semua pengguna intenet bisa menjalani bisnis online, baik yang berbayar mau pun yang bebas biaya (gratis). Namun masih ada yang perlu disikapi oleh Pemda setempat.

Apa itu ?
Satu hal lagi nantinya yang perlu disikapi oleh pemda di Sumut bahwa perkembangan internet juga tak selamanya berdampak baik. Banyak pihak yang memanfaatkan internet untuk kejahatan. Semuanya kembali kepada masyarakat kita nantinya, bagaimana menggunakan internet secara bijak agar tidak melahirkan dampak buruk bagi siapapun.(*)

Juru Parkir Lempari Pegawai Dishub

Badan Jalan Dipakai Untuk Parkir

MEDAN- Seorang juru parkir (jukir), Ilham alias Dedi (20) melempari pegawai Dishub Kota Medan dengan batu, saat melakukan penertiban parkir liar di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Medan, Jalan Pelita IV, Kecamatan Medan Perjuangan, Kamis (27/10). Akibatnya, seorang pegawai Dishub Kota Medan, DJ Purba mengalami luka.

Peristiwa itu berawal saat satu tim dari Dishub Medan dipimpinan Kepala Operasi Haryadi Harahap melakukan penertiban terhadap juru parkir liar di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Medan Jalan Pelita IV Kecamatan Medan Perjuangan. Saat ehndak ditertibkan juru parkir melakukan perlawanan hingga terjadi bentrokan.

Saat itu Ilham melempari seorang pegawai Dishub DJ Purba hingga tangan korban mengalami luka. Mendapat serangan pegawai Dishub langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsekta Medan Timur.  Polisi langsung turun ke lokasi dan berhasil mengamankan Ilham. Selanjutnya Ilham diboyong ke Mapolsekta Medan Timur untuk pemeriksaan.
Kapolsekta Medan Timur Kompol Patar Silalahi mengaku masih memintai keterangan.

Sementara itu berdasarkan pantauan wartawan Sumut Pos menjelang petang hingga malam terjadi penyempitan ruas Jalan Pepaya, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, sehingga sulit dilintasi kendaraan bermotor roda dua maupun empat dan kerap terjadi kemacetan. Kondisi ini disebabkan di kanan dan kiri jalan dipadati parkir kendaraan mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta serta banyaknya pedagang mendirikan warung.

Pemanfaatan lokasi parkir kendaraan para mahasiswa sudah sampai di depan jalan masuk halaman rumah warga. Salah seorang warga yang minta namanya tidak ditulis mengatakan, warga sekitar sangat mendukung program pendidikan, namun mereka pun berharap pihak pengelola perguruan tinggi tidak membiarkan kendaraan mahasiswanya mengganggu kelancaran lalulintas, serta ketenteraman dan aktivitas warga.

“Warga Jalan Pepaya juga berharap aparat kelurahan terutama dishub segera menertibkan parkir kendaraan para mahasiswa perguruan tinggi itu,” katanya.

Seorang staf Kelurahan Silalas mengungkapkan, beberapa waktu lalu sejumlah warga sudah menyampaikan permohonan kepada pengelola perguruan tinggi agar kendaraan para mahasiswanya tidak diparkir di depan jalan masuk halaman rumah warga. Namun, belum ditanggapi.

Ketua Lembaga Pemerhati Masyarakat Madani Medan, Drs Rahudin Hasibuan mengimbau pihak pengelola perguruan tinggi segera menempatkan parkir kendaraan para mahasiswanya pada lokasi yang tidak mengganggu lalulintas. “Kepedulian elit perguruan tinggi itu sangat diharapkan untuk menciptakan suasana kondusif di jalan umum,” cetusnya.

Rahudin menyesalkan jika aparat Dinas Perhubungan Medan tidak mengambil tindakan menertibkan parkir kendaraan yang sudah mengganggu kelancaran lalulintas. Sedangkan bagi warga yang merasa terganggu, diimbau agar membuat laporan ke Wali Kota Medan, DPRD dan Kopertis. (adl/mag-7)

Maling Sepeda Motor Sial

Nasib Ali benar-benar sial. Pria berusia 35 tahun warga Jalan Air Bersih Medan Kota itu babak belur dihajar massa kerena ketahuan mencuri sepeda motor Yamaha Mio BK 2090 ABO milik Delina (30) warga Jalan Benteng Hilir, Medan Tembung, yang diparkir di depan warung internet Bintang NET, di Jalan Panglima Denai, Rabu (26/10) malam.

Informasi yang dihimpun, saat itu Delina dan tersangka Ali sama-sama main di warnet tersebut. Tak lama kemudian Ali keluar dan langsung mendekati sepeda motor milik Deliana dan langsung mencongkel kunci kontaknya. Aksi Ali diketahui oleh Ilham (15), seorang pengunjung di warnet tersebut.

Ilham lantas memberitahukannya kepada Zul (20) operator warnet. Mendapat laporan keduanya langsung memberitahukan kepada Deliana. Mendengar laporan dari Zul, Deliana keluar dan meneriaki maling. Warga yang mendengar teriakan itu spontan berdatangan dan menangkap Ali. Tak pelak warga yang emosi langsung menghajar Ali hingga babak belur. Warga kemudian menghubungoi petugas Polsek Medan Area. Polisi langsung mengamankan tersangka dari amukan massa. Selanjutnya tersangka bersama barang bukti diboyong polisi ke Mapolsek Medan Area guna dilakukan.pemeriksaan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area, AKP J Banjarnahor yang dikonfirmasi membenarkan mengamankan pelaku. “Pelakunya sudah di komando untuk kita periksa,” ujarnya. (gus/smg)

Di Medan 43 Bayi Terinfeksi

Lapas Rentan Penyebaran HIV/AIDS

MEDAN-Perkembangan penyakit HIV/AIDS sangat mengkhawatirkan. Sementara upaya pengobatan penanganan penyakit mematikan itu masih belum berhasil ditemukan. Upaya yang paling memungkinkan dalam penanganan HIV/AIDS adalah pencegahan perkembangannya.

“Upaya pencegahan itu dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti bimbingan teknis, sosialisasi dan konseling bahaya HIV/AIDS. Upaya pencegahan ini harus dilakukan secara intensif dan menyeluruh meliputi seluruh unsur kehidupan masyarakat seperti melalui sekolah,  kantor, organisasi kemasyarakatan, kelompok masyarakat, termasuk lembaga pemasyarakatan,” kata Iwan Habibi, Staf Ahli Bidang Hukum Pemko Medan, saat acara sosialisasi tentang HIV/AIDS bersama Staf Lapas, Rutan dan Polsek se-Kota Medan di Hotel Grand Antares, Kamis (27/10).

Dijelaskannya, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Medan, sejak Januari 2006 sampai September 2011, ditemukan 2.755 kasus HIV/AIDS di Kota Medan. Dari jumlah itu, 43 bayi terinfeksi penyakit  yang menakutkan itu. Di samping itu 160 kasus  HIV/AIDS ditemukan pada warga binaan pemasyarakatan atau narapidana.

“Ini menjadi keprihatinan kita bersama bahwa perkembangan HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya. Tidak hanya di ruang terbuka umum tetapi juga di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Dengan pola interaksi yang tinggi antara para napi serta pola pembinaan yang kurang tepat, bukan tidak mungkin lingkungan lapas akan menjadi tempat perkembangbiakan virus HIV/AIDS,” ucapnya.

Menurutnya, kurangnya pemahaman akan bahaya HIV/AIDS menyebabkan banyak jiwa-jiwa yang rentan terhadap bahaya penyakit mematikan tersebut. Salah satu lingkungan yang rentan terhadap bahaya maupun penyebaran penyakit HIV/AIDS adalah Lapas. Sebab, Lapas tempat bagi orang-orang bersalah yang dihukum karena kejahatan yang diperbuatnya. Mereka itu umumnya beraneka ragam karakter, tingkah laku dan kejahatan yang berbeda-beda seperti pencurian, pembunuhan, perampokan, perjudian maupun penjualan obat-obat terlarang dan narkoba.

“Atas dasar itulah Pemko Medan melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan acara sosialisasi ini. Sebagai apratur yang setiap hari bertugas  di Lapas, tentunya para staf Lapas dituntut untuk lebih memahami faktor penyebab dan pola penyebaran HIV/AIDS, termasuk staf Rutan dan Polsek. Dengan demikian diketahui pola pembinaan dan pencegahan yang dapat diterapkan bagi para tahanan tentang bahaya HIV/AIDS,” ungkapnya.(adl)

Buruh Tuntut Pengesahan UU BPJS

MEDAN-Puluhan buruh yang ter gabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial Sumatera Utara (KAJS-Sumut) melakukan aksi demo di halaman kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Kamis (27/10).
Mereka menuntut Pemko Medan mendukung pengesahan Rencana Undang-undang Badan Pelaksana Jaminan Sosial (RUU-BPJS).

“Sahkan sekarang juga RUU BPJS menjadi UU BPJS yang berisikan, BPJS pertama adalah BPJS Askes yang melayani program jaminan kesehatan seluruh rakyat Indonesia seumur hidup, untuk semua jenis semua penyakit dengan badan hukum publik wali amanah yang ditransformasikan pada tahun 2014,” kata Minggu Saragih, kordinator aksi dalam orasinya.

Buruh juga menuntut BPJS Jamsostek yang melayani program jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua dan jaminan pensiun bagi pekerja dan buruh.

Selain itu, lanjut Minggu, buruh juga meminta menaikkan upah buruh sesuai dengan kebutuhan hidup layak dan hapus pungutan liar serta tuntaskan kasus-kasus buruh dan kriminalisasi buruh.

Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri mengaku, segala tuntutan masyarakat segera didiskusikan karena tidak bisa langsung ditetapkan. Sedangkan untuk UMK, Pemko Medan berpedoman dari propinsi.
Buruh juga melakukan aksi di Halaman Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan. Kabag Naker Binsos Sumut Ibnu Saud yang menerima massa mengatakan, pihaknya menerima aspirasi tersebut untuk disampaiakan kepada pimpinan. (ari/adl)

Pesta Danau Toba 2011 Paket Wisata Akhir Tahun

MEDAN- Pesta Danau Toba (PDT) kembali digelar 27-30 Desember di Parapat. Even ini merupakan milik seluruh lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat lokal, nasional dan internasional. Maka itu dukungan positif dari seluruh pihak diharapkan agar even ini berjalan sukses. Karena bertepatan dengan akhir tahun, diharapkan PDT 2011 bisa menjadi semacam paket wisata di pengujung tahun.

Hal itu dijelaskan dalam audensi Panitia Danau Toba 2011 ke DPRDSU yang dipimpin Jhon Hugo Silalahi (Ketua), Nurlisa Ginting (Sekertaris Umum), Dewi Juwita Purba (Sekretariat), Layari Sinukaban (Penasihat) dan pengurus lainnya yang diterima Ketua DPRDSU, H Saleh Bangun di Gedung DPRDSU, Selasa (25/10).

Pada kesempatan itu, Saleh Bangun menegaskan, DPRDSU sangat serius memberi dukungan demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Pesta Danau Toba tahun ini.

Seperti dukungan untuk anggaran yang nantinya akan disinergikan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Saleh Bangun juga meminta kepada sejumlah wali kota/bupati sejumlah kabupaten/kota yang berada di kawasan Danau Toba dapat bersama-sama membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Jhon Hugo Silalahi melaporkan kepada Ketua DPRDSU terkait telah terbentuknya kepengurusan kepanitiaan Pesta Danau Toba 2011. Selain itu juga persiapan yang telah dilakukan sekaligus teknis persiapan acara.
Jhon Hugo menambahkan maksud dan tujuan Pesta Danau Toba 2011 dalam rangka mempromosikan potensi wisata Sumatera Utara dan mendukung pelestarian seni budaya daerah serta sebagai cerminan kondisi pariwisata Sumut yang kondusif, aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun internasional.

“Pesta Danau Toba ini digelar untuk menumbuhkembangkan potensi pariwisata Sumut sekaligus sebagai upaya melestarikan Danau Toba. Sehingga seluruh masyarakat dapat benar-benar mencintai pariwisata Danau Toba yang sudah tersohor,” katanya.

Selain itu, Pesta danau Toba ini diharapkan sebagai perekat bagi masyarakat yang majemuk dan beragam.
Nurlisa Ginting menambahkan Pesta Danau Toba merupakan aset bangsa yang harus dilestarikan, dikembangkan dan disosialisasikan. Kegiatan Pesta Danau Toba juga sebagai ajang mempromosikan potensi Sumut ke masyarakat luas melalui berbagai kegiatan seperti  pagelaran seni budaya, parade budaya dan sebagainya.Kegiatan yang akan digelar, antara lain seminar budaya, opera batak, tari massal, tari tunggal panaluan, tortor sawan, parade kapal hias. Untuk kategori festival/eksebisi meliputi festival gondang, tari daerah. Sedangkan untuk perlombaan, Tao Toba star, lomba suling.

Sedangkan untuk kegiatan festival eksibisi olahraga juga digelar yakni solu bolon, jet ski, rally wisata, paralayang, jelajah nusantara (komunitas sepeda). Begitu juga dengan perlombaan solu dakdanak pardua-dua (SD, SMP), solu marsada sada-mardua dua marjalekat, margala, marhonong, panjat tebing, marching band dan catur.

Panitia juga menggelar perlombaan Lake Toba in frame (lomba photography Danau Toba) layang-layang, kuliner khas Batak dan perlombaan essay jurnalistik. Untuk menyemarakkan Pesta Danau Toba, panitia juga akan menghadirkan artis ibu kota, artis lokal dan band lokal.(ful)

Pesta Danau Toba
Digelar di Parapat, 27-30 Desember
Dimeriahkan artis ibukota dan artis lokal

Kegiatan:

  • Seminar budaya
  • Opera batak
  • Tari massal
  • Tari tunggal panaluan
  • Tortor sawan
  • Parade kapal hias

Festival/eksebisi

  • Festival gondang
  • Tari daerah

Eksibisi olahraga

  • Solu bolon
  • Jet ski
  • Rally wisata
  • Paralayang
  • Jelajah nusantara (komunitas sepeda).
  • Solu dakdanak pardua-dua (SD, SMP)
  • Solu marsada sada-mardua dua marjalekat
  • Margala
  • Marhonong
  • Panjat tebing
  • Marching band
  • Catur

Perlombaan

  • Tao Toba Star
  • Lomba suling

Kegiatan lain:

  • Lake Toba in frame (lomba photography Danau Toba)
  • Layang-layang
  • Kuliner khas Batak
  • Perlombaan essay jurnalistik

 

67 Ribu Honorer Batal Jadi CPNS

Wakil Menpan-RB: Ini Keputusan Politik Pemerintah dan DPR

JAKARTA- Pupus sudah harapan 67 ribu tenaga honorer untuk bisa diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Janji EE Mangindaan saat masih jadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengangkatan tenaga honorer tercecer kategori I menjadi CPNS pada Oktober, tak terwujud. Mimpi 67 ribu honorer jadi CPNS pun buyar.

Bahkan, Wakil Menpan-RB Bidang Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo, memastikan bahwa rencana pengangkatan tenaga honorer, termasuk 600 ribu honorer kategori II yang tetap melalui tes di antara honorer untuk bisa jadi CPNS, dibatalkan.

Eko menjelaskan, kebijakan moratorium penerimaan CPNS, juga berlaku untuk tenaga honorer. “Kita kan masih moratorium, termasuk tenaga honorer yang rencananya diangkat. Masih harus menunggu penataan pegawai dan berapa kebutuhan yang sebenarnya. Kemungkinan ada penundaan (pengangkatan honorer jadi CPNS, Red),” terang Eko Prasojo kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin (26/10). Itulah kalimat pertama Eko saat ditanya kapan PP pengangkatan honorer diterbitkan.

Ketua Program Pasca Sarjana Fakultas ISIPOL Universitas Indonesia (UI) itu menjelaskan, dua alasan mendasar kebijakan menundaan pengangkatan tenaga honorer ini. Pertama, terkait dengan penataan kepegawaian. Menurutnya, menjadi percuma saja jika dilakukan penataan kepegawaian, jika pada saat yang bersamaan diangkat puluhan ribu honorer jadi CPNS. “Capek juga kalau kita perbaiki di dalam, tapi masuk (CPNS dari honorer, Red) dengan kualifikasi yang tak baik,” kata Eko, Wamen yang baru dilantik bersamaan dengan menteri-menteri baru hasil reshuffle itu.

Alasan kedua, terkait dengan kemampuan keuangan negara.  Pengangkatan puluhan ribu tenaga honorer berkonsekuensi pada pemberian gaji dan tunjangan yang jumlahnya tidak sedikit. “Ini terkait dengan kemampuan keuangan negara untuk membayar gaji dan tunjangan lainnya,” kata Eko.

Dia juga mengatakan, kebijakan penundaan pengangkatan tenaga honorer jadi CPNS ini juga berdasar rekomendasi dari Tim Independen Reformasi Birokrasi. “Bahwa honorer dan yang baru tidak ada pengangkatan, harus melakukan penataan kepegawaian terlebih dulu,” ujar Eko.

Terkait dengan penataan kepegawaian, di mana seluruh kepala daerah harus sudah melaporkan data penataan daerah dan kebutuhan pegawai dalam jumlah ideal, paling telat akhir 2011 ini, Eko masih yakin tenggat itu bisa tercapai. “Kemarin ada percepatan. Kita optimis dalam dua bulan ini kita siapkan hasil penataan kepagawaian itu,” terangnya.
Lantas, kapan kiranya dilakukan pengangkatan honorer jadi CPNS? Eko menjelaskan, kebijakan mengenai hal itu tidak bisa diputuskan sendiri oleh pemerintah. “Ini keputusan politik yang harus dibicarakan pemerintah bersama DPR. Kita tunggu, apakah melanjutkan atau seperti apa,” kata Eko.

Seperti diberitakan, EE Mangindaan saat masih menjabat sebagai Menpan-RB pada September 2011 lalu menjelaskan, dalam masa moratorium penerimaan CPNS, daerah harus melakukan penataan organisasi, termasuk menghitung kebutuhan pegawainya secara detil. Tugas ini harus sudah kelar akhir 2011.

Selanjutnya, Januari hingga Desember 2012, bagi daerah yang sudah selesai membuat data penataan PNS, sudah bisa melakukan penerimaan CPNS, dengan formasi terbatas.  Dengan demikian, bagi daerah yang cepat menyelesaikan tugas itu, bisa melakukan penerimaan CPNS lebih cepat. Sebaliknya, yang lambat juga akan ketinggalan melakukan penerimaan ‘abdi negara’ itu. Formasinya pun dibatasi, tenaga guru, tenaga kesehatan, sipir, dan tenaga navigator penerbangan.

Lulusan perguruan tinggi kedinasan, seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), dan beberapa yang lain, juga tetap diangkat menjadi CPNS.
Ternyata, begitu Mangindaan ‘dimutasi’ menjadi Menteri Perhubungan, kebijakan itu berubah total. Sementara, kemarin Menpan-RB Azwar Abubakar mengadakan pertemuan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).  Hanya saja, usai pertemuan, menteri baru itu tak banyak komentar. “Saya hanya mau tahu apa tugas dan wewenang BKN,” ujarnya singkat.

17 CPNS Kalahkan Pemko Medan

Sementara itu, Pengadilan Negeri (PN) Medan mengabulkan dan memenangkan sebagian petitum gugatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pada tergugat Pemerintah Kota (Pemko) Medan terhadap 17 CPNS dalam rekrutmen periode 2010-2011 lalu, Rabu (26/10) sore.

Ketua Majelis Hakim, Subirharta SH, dalam amar putusannya memerintahkan pada tergugat agar mengubah sistem perekrutan CPNS di lingkungan Pemko Medan. Pemko Medan telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap 17 CPNS dalam rekrutmen penerimaan calon PNS periode 2010-2011.

Tak hanya itu, majelis juga memerintahkan tergugat untuk mengakomodir ke-17 CPNS tersebut dalam hal mengganti rugi secara materiil maupun imateriil, serta membuat permohonan maaf kepada korban di dua media cetak dan 2 media elektronik. “Ya, harapan kita agar tergugat melaksanakan perintah hakim yaitu mengumumkan permohonan maaf di media cetak dan elektronik, mengakomodir hak-hak ke-17 korban dan mengubah sistem rekrutmen CPNS pada masa yang akan datang,” beber Penasihat Hukum LBH, Irwandi Lubis SH dan Surya Adinata SH Mkn di PN Medan, kemarin.

Lanjut, Irwandi Lubis SH, bahwa jelas tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap kliennya karena sebelumnya Walikota Medan telah mengeluarkan surat edaran tentang cara perekrutan CPNS melalui website www.ppcpns.go.id dan web tersebut menurut LBH adalah alat bukti sah berdasarkan UU Informasi Transaksi Elektronik. “Nah, karena ada website itulah warga negara yang ingin ikut seleksi penerimaan CPNS Pemko Medan mendapat informasi,” tegasnya.

Pihak Pemko Medan tampaknya berat menerima putusan dari PN Medan tersebut. “Saya belum ada menerima hasil putusan tersebut. Tetapi bila putusan PN Medan meminta mengakomodir CPNS itu sangat berat bagi Pemko Medan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, Parluhutan Hasibuan, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (26/10).

Dijelaskannya, penerimaan CPNS di Pemko Medan melalui penyaringan, ketika diumumkan hasil CPNS yang dinyatakan lulus, ke-17 CPNS tersebut tidak ada. “Penerimaan CPNS kan melalui penyaringan, itu terjadi karena kesalahan jaringan yang error,” jelas Parluhutan.

Kendati demikian, lanjut Parluhutan, Pemko Medan akan menunggu hasil putusan PN Medan itu. “Kita (Pemko Medan, Red) tunggu putusan dikirimkan dan akan kita pelajari terlebih dahulu,” bebernya.(sam/rud/adl)
Alasan Pembatalan Pengangkatan Honorer Jadi CPNS

  1. Penataan Kepegawaian:  Percuma jika dilakukan penataan kepegawaian, jika pada saat yang bersamaan diangkat puluhan ribu honorer jadi CPNS.
  2. Keuangan Negara:  Pengangkatan puluhan ribu tenaga honorer berkonsekuensi pada pemberian gaji dan tunjangan yang jumlahnya tidak sedikit.

Sumber: Wakil Menpan-RB Bidang Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo.

Calhaj Indonesia Mulai Tinggalkan Madinah

MEDAN-Jamaah calhaj usia lanjut (lansia)  menjadi incaran pelaku kejahatan di kawasan Arab Saudi dan sekitarnya. Baik yang hadir dari Madinah (gelombang pertama) maupun yang berasal dari Jeddah langsung ke Mekkah.
Humas BPAH Embarkasi Medan Sazli Nasution mengatakan, kini Kepala Bidang Pengamanan Panitia Penyelesaian Ibadah Haji (PPIH) Bambang S, terus mengingatkan kepada para jamaah calhaj khususnya yang berusia lanjut untuk selalu waspada.

“Kabarnya juga, PPIH di sana juga menyarankan agar calhaj tidak terus mempercayai orang yang baru dikenal. Karena banyak sekali modus kejahatan dengan pura-pura menolong padahal memiliki maksud sesuatu,” terangnya, Rabu (26/10).

Bambang tak lupa mengingatkan agar para jamaah calon haji tidak membawa kenalan atau keluarganya ke kamar pemondokkan. “Kini total tenaga keamanan yang telah disediakan tak kurang dari 50 orang, di sektor Masjiddil Haram saja ada 15 orang,” papar Sazli.

Informasi yang diterima dari Ketua TIM DPR Pengawasan PPIH Ahmad Zainuddin Bashiron mendorong tenaga pengamanan calhaj selama di Tanah Suci ditingkatkan minimal menjadi 200 orang. Dengan harapan penanganan calhaj yang tersesat ataupun menghadapai tindak kejahatan bisa dioptimalkan. Hingga kini laporan tenaga keamanan masih sangat minim, 50 orang itu tidak sebanding dengan jumlah jamaah calon haji yang beribadah.

Calhaj asal Indonesia yang masih berada di Madinah secara perlahan meninggalkan Kota Madinah menuju Kota Mekkah. Sebelumnya kegiatan di Masjid Nabawi terlihat dipenuhi jamaah asal Indonesia kini mulai sepi.
Sazli Nasution menuturkan, melalui informasi dari Media Center Haji (MCH), situasi terkini toko-toko di sekitar Masjid Nabawi juga tidak lagi didominasi oleh calhaj dari Indonesia. “Padahal pusat perbelanjaan itu tadinya dipadati oleh para jamaah terutama asal Indonesia. Namun begitu para jamaah calon haji dari negara lain masih tampak memadati mesjid kedua yang dibangun Rasulullah SAW,” katanya, kemarin.

Keberangkatan jamaah calhaj menuju Mekkah dan meniggalkan Madinah dikarenakan kabar yang diperoleh jamaah tentang, wukuf jatuh pada 5 November 2011 mendatang. Kini menurut informasi dari MCH tinggal 29 kloter haji asal Indonesia yang masih berada di Madinah dan akan perlahan menuju Mekkah hingga 28 Oktober 2011 untuk menanti puncak haji. “Informasinya hingga Senin (25/10) sudah 343 kloter yang tiba di Mekkah atau sekitar 138 ribu-an jamaah calhaj,” beber Sazli.

Sementara itu, ada pemandangan menarik saat Menteri Agama Suryadharma Ali tiba di kantor Misi Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, kemarin pagi (26/10) waktu setempat. Baru saja masuk, dia melihat ada seorang calon haji (calhaj) usia lanjut duduk di kursi setelah pintu masuk kantor lengkap dengan pakaian ihram. Spontan Suryadharma yang datang bersama rombongan menghampirinya dan bertanya.

Ternyata, calhaj itu adalah nonkuota. Dia dibawa ke kantor Misi Haji Indonesia oleh petugas setelah tersesat dan tertinggal oleh rombongannya.”Dari Malang,” jawab pria yang belakangan diketahui bernama Abdul Raji Ratimin itu. Raji yang lebih banyak diam dan beberapa kali berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa saat ditanya itu bercerita, dia ikut haji nonkuota dengan biaya Rp63 juta. Dia bersama rombongan yang jumlahnya 7 orang berangkat dari Indonesia pada 24 oktober. “Ikut Haji Gufron,” jawabnya ketika ditanya siapa ketua rombongan yang mengajaknya. Karena tidak jelas di mana pemondokannya, dan tidak dilengkapi gelang atau identitas lainnya seperti calhaj resmi yang pemberangkatannya melalui Kementerian Agama, setelah Suryadarma Ali masuk ke ruang rapat, petugas kemudian mengantarnya ke Masjidil Haram.

Suryadharma yang tiba di Jeddah Selasa malam (25/10) dan langsung umrah mengatakan, calhaj nonkuota uangnya banyak, karena mampu membayar yang hampir sama dengan haji khusus, bahkan bisa lebih, karena ada yang sudah membayar Rp83 juta tidak berangkat. Namun, nasibnya tidak tentu begini. Calhaj nonkuota yang telantar ini merupakan korban dari pihak travel yang terdaftar namun memberangkatkan haji tidak melalui Kementerian Agama.”Apalagi melalui travel tidak terdaftar,” imbuhnya.

Sementara itu, hingga kemarin pukul 13.15 waktu setempat (17.15 WIB), calhaj yang meninggal sebanyak 58 orang. Sebelumnya 49 orang. Mereka adalah Suyanto bin Ngaseri (kloter 14 Solo), Husain bin Muslar (53 Surabaya), M. Saleh Yusuf bin Yusuf Usman H. (19 Palembang), Ridwan bin Saidan (10 Surabaya), Sulasmi binti Kusnan (36 JKS), Suhari bin Salam (21 JKG), Sudarso bin Usman (22 Surabaya), Slamet Adnan bin Paat (21 Solo), dan Badru bin Hudaemi (44 JKS).
Sedangkan calhaj yang dirapat inap di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah sebanyak 100 orang dan 17 di RS Arab Saudi, BPHI Madinah 18 orang dan 18 orang di RS Arab Saudi, serta 16 orang di BPHI Jeddah dan 4 orang di RS Arab Saudi. Adapun calhaj yang tiba di Arab Saudi sebanyak 170.837 orang. 152.856 di antaranya telah tiba di Mekkah. (sm/zul/jpnn)

Pereli Nasional Siap Tancap Gas

Besok, Final North Sumatera Rally Championship 2011 Digelar

MEDAN-Besok (28/10), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Final North Sumatera Rally Championship 2011 resmi digelar. Sehari sebelum digelar, reli yang berlangsung 28-30 Oktober ini ternyata sudah memunculkan aroma persaingan yang ketat.

Tim reli nasional, FBRT Sport dipastikan tancap gas dan tidak tanggung-tanggung, empat mobil mereka sudah tiba di Kota Medan.

“Ini bentuk dukungan kepada Pengprov IMI Sumut atas reli ini. Di tengah sepinya reli nasional, IMI Sumut justru berinisiatif menggelar reli.

Semoga ini diikuti IMI lainnya,” ucap Manajer FBRT Sport Ompak, usai registrasi kepada Sumut Pos di Sekretariat Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) Jalan Taruma No 52 Medan, Rabu (26/10).

FBRT Sport akan menurunkan tiga pereli nasional seeded A. Mereka adalah Subhan Aksa yang berpasangan dengan navigator asal Australia, Berny W. Pasangan ini akan menggunakan mobil Mitsubishi Evo IX. Lalu, Sadikin Aksa/Adi Wibowo dan Akbar Hadianto/Arianto Syarif yang mengandalkan mobil Mitsubishi Evo X.

Di grup N-4, ketiganya akan menghadapi pereli Sumut seperti pimpinan klasemen sementara Dian AP Harahap/Edwin Nasution dari Net Motorsport, Marzuki Desky/Fakhri Siddik dari BlaBlaBla Motorsport, dan Taufik Harahap/Adi Wibowo, dan Ketua Pengprov IMI Sumut sendiri Ijeck/Uche yang mengandalkan mobil Subaru Impreza STi.
“Dari dua seri sebelumnya, saya tahu pereli daerah tidak bisa dianggap sebelah mata. Semoga kehadiran kita di sini dapat bermanfaat untuk perkembangan otomotif di Sumut,” tukas Ompak.

Hal itu dibenarkan Manajer Subhan Aksa, Margo Sarwono. Grand Final NSRC 2011 ini akan menjadi pemanasan bagi Ubang, julukan Subhan Aksa, menatap enam seri pada Asia dan Asia Pacifik Rally Championship 2012 mendatang. “Konstur lintasan reli di Sumut sudah teruji apalagi pernah menjadi tuan rumah World Rally Championship (WRC) 1996/1997. Ubang tetap akan tampil full,” tegas Margo.

Sementara itu, Pengprov IMI Sumut memastikan kesiapan menggelar Grand Final North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2011 ini. “Kita (Pengprov IMI Sumut, Red) sudah memantapkan persiapan untuk menggelar partai final nanti. Pada pertemuan tadi, faktor keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas,” ucap Ketua I Panitia Pelaksana Kisharyanto Pasaribu, Selasa (25/10).

Hal itu lanjutnya, sebagai tindak lanjut dari permintaan Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/BB Mayjen Lodewijk F Paulus kepada panitia pada audiensi, Senin (24/10) lalu. “Pangdam I/BB, Bapak Mayjen Lodewijk F Paulus sangat mendukung kegiatan ini dengan mengingatkan untuk menjaga kemanan selama pelaksanaan kegiatan,” tambahnya.
Untuk itu, pada pelaksanaan nantinya, panitia sudah menyiapkan 170 orang marshal yang bertugas untuk menjamin kelancaran kegiatan. Demikian juga di lintasan perkebunan Rambung Sialang, Pengprov IMI Sumut didukung manager perkebunan dan kepolisian dengan 180 orang petugas. Dengan demikian, kegiatan nanti akan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat Serdang Bedagai.

Lintasan yang menjadi spesial stages (SS) atau trayek khusus sebanyak 8 SS dengan berjarak tempuh 134 km, yakni dari Medan-Perkebunan Rambung Sialang, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. “Lintasan SS di Kejuaraan Rally Sumatera Utara Championship Serie III ini, lebih banyak jarak tempuhnya,” kata Yanto.

Seperti yang disampaikan sebelumnya, partai final NSRC 2011 akan menggelar seremoni start di Lapangan Merdeka, Jumat (28/10) dilanjutkan dengan lomba di Perkebunan Rambung Sialang Serdang Bedagai sebanyak enam SS, Sabtu (29/10) dan dua SS akan digelar di Sirkuit Cemara Abadi Deli Serdang dan finish di Lapangan Merdeka, Minggu (30/10).
NSRC 2011 ini merupakan agenda Pengprov IMI Sumut yang akan dilanjutkan di 2012 dengan menggelar tiga hingga empat seri. Diharapkan dengan dukungan berbagai pihak, dapat mengembalikan kejayaan Kota Medan dan Sumatera Utara di pentas otomotif nasional juga internasional. (jul)