31 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 14582

Bilbao Tercancam Kehilangan Martinez

Salah satu bintang muda Atletico Bilbao, Javi Martinez sedang dalam buruan tim-tim raksasa Eropa. Salah satu yang ingin dapatkan jasanya adalah Manchester United.

Rencananya, pada bursa transfer Januari mendatang, Manchester United disebut-sebut ingin meminang pemain muda berbakat tersebut.

Sebenarnya kubu Iblis Merah sudah lama mengintai anggota timnas Spanyol U-21 tersebut, namun baru ini mereka disebut siap memberikan tawaran senilai 18 Juta Poundsterling.

Pemandu bakat United, Martin Ferguson, sering terlihat di laga milik Bilbao. Tentu saja kehadirannya adalah untuk memperhatikan tampilan gelandang masa depan tersebut.

Pemain bernama lengkap Javier Martinez Aguinaga itu membela Biblao sejak musim 2006-2007 setelah sebelumnya mengawali karir profesional bersama tim Osasuna B.

Javi Martinez disebut-sebut sebagai salah satu gelandang muda potensial milik Spanyol. Meski kontrak pemain kelahiran 2 September 1988 itu bersama Bilbao masih akan berakhir tahun 2012, Bilbao dikabarkan siap melepas pemain timnas Spanyol U21 itu.

Namun langkah MU bakal tak mulus, lantaran raksasa Italia, Inter Milan juga siap mendatangkan pemuda itu. Dana yang akan digelontorkan juga dikabarkan sama dengan yang akan disodorkan United kepada Bilbao. (bbs/jpnn)

Honda Unggul di Lintasan Balap

MEDAN- Kebahagiaan menyelimuti sekurangnya 5.000 pecinta Honda dari seluruh Sumatera Utara. Pecinta Honda yang diundang langsung di acara nonton bareng MotoGP oleh masing masing dealer resmi Honda menjadi saksi aksi pemuncak Honda di sirkuit Philip Island Australia. Tanpa dikomandoi, mereka melompat dan bertepuk tangan sepuasnya saat Casey Stoner berhasil garis finish paling depan.

Philip Island menjadi saksi bagaimana Honda menunjukkan keunggulannya di lintasan balap. Tiga kebahagiaan beruntun yang diraih MotoGP Australia Minggu kemarin selain keberhasilan pembalap Honda Casey Stoner menjadi Juara Dunia 2011. Keberhasilan yang tak kalah penting  adalah Honda berhasil menjadi Juara Dunia Konstruktor Merk serta keberhasilan menyapu bersih podium MotoGP Australia Juara 1 hingga 4.

Sementara itu, Gunarko Hartoyo, Promotion Manager CV Indako Trading Co, main dealer Honda di wilayah  Sumatera Utara yang berjanji akan menggunduli rambutnya jika Stoner tidak juara dunia 2011, luar biasa senang dengan hasil balap  tersebut. “Tidak perlu ditutupi, keberhasilan Honda dan Casey Stoner di MotoGP 2011 sangat bermanfaat bagi bisnis Honda di tanah air. Terutama pengaruhnya terhadap peluncuran Honda Blade terbaru yang tampilannya sangat sporty dengan spirit racing MotoGP,” katanya.

serta menempatkan Casey Stoner beserta pembalap Repsol Honda lainnya sebagai Brand Ambassadornya. Kami luar biasa senang dengan hasil hari ini.” Ungkap Gunarko Hartoyo.

Bahkan hingga seri 16 Philip Island, secara total kuda besi terbaik di musim ini adalah Honda RC212V. Hal ini dipertegas dengan kemenangan di 12 seri, dengan pembagian  9 kali juara oleh Casey Stoner sedangkan pembalap Honda lainnya Dani Pedrosa meraih juara di tiga seri. Tak hanya itu, di sesi kualifikasi Honda RC 212V membukukan 13 kali pole position menjadi yang terkencang dari total 16 seri terebut.(dra)

Dua Pebulu Tangkis Medan Ikuti Sirnas

MEDAN- Dua pebulu tangkis shamrock mengikuti laga Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulu Tangkis yang berlangsung di Surabaya, 30 Oktober hingga 3 November 2011 yang akan datang. Keduanya adalah Linda Agnes dan Febrian.
Manajer Tim Shamrock, Sugeng Nasikin mengatakan, Linda Agnes dan Febrian akan tampil dalam nomor lomba tunggal taruna. “Seharusnya mereka (Linda Agnes dan Febrian-red) ikut di nomor tunggal remaja. Karena, mereka sudah mempunyai kemampuan yang baik. Jadi mereka diikutkan di nomor tersebut,” terang Sugeng.

Lebih lanjut dikatakan Sugeng selain main di nomor tungggal taruna. Tentunya, Linda Agnes dan Febrian akan mendapatkan poin. “Nah, kita lihat saja dulu bagaimana nanti permainan mereka,” bilang Sugeng.
Terkait persiapan di Sirnas Bandung, Sugeng mengatakan Linda Agnes dan Febrian telah siap tampil berlaga. Dimana, setiap harinya mereka selalu dilatih di Shamrock Jakarta.

“Ya saat ini kedua atlet tersebut berlatih di Shamrock Jakarta.  Namun, dua hari akan berlaga di Sirnas, baru kembali di Shamrok Medan,” bilang Sugeng.

Untuk target yang akan dipasang, Sugeng mengatakan mereka belum ada target di Sirnas Surabaya tersebut. Pasalnya, penampilan laga kedua pebulu tangkis tersebut hanya untuk menambah wawasan jam bertanding.(omi)

Matangkan Persiapan Kejurnas PPLP

MEDAN- Ofisial tim sepak bola pelajar Sumatera Utara meminta Menegpora Andi Malarangeng segera mengevaluasi panitia penyelenggara Kejuraan Nasional (Kejurnas) Antar PPLP yang berlangsung di Semarang Jawa Tengah.
Soalnya Sumut menilai Semarang yang bertindak selaku tuan rumah atau panitia penyelenggara belum siap menggelar kejuaraan antar pelajar se-Indonesia. Ini dilihat dari sistem pertandingan yang diterapkan belum sempurna.
Pelatih Kepala Sumatera Utara Safei Pilly mengatakan faktor utama kekalahan tim pelajar Sumutera Utara saat menghadapi Maluku Utara dan tim Papua ditentukan oleh sistem pertandingan dan fasilitas.

“Jika kondisi ini terus berlangsung dan pihak panitia tidak bertindak, tentu Sumut tidak bisa berharap banyak,” bilang Pilly.

Dia melanjutkan wasit selaku pemimpin pertandingan yang seharusnya bertindak  adil, kini tidak adil. Saat melawan tim Papua seharusnya wasit menghadiahkan titik dua belas kepada tim Sumut karena dua kali pemain lawan menjatuhkan tim Sumut di kotak terlarang. Namun wasit menganggap itu sebagai sebuah pelanggaran.

“Tapi mau bilang apa lagi, dengan kondisi seperti ini tentu sangat merugikan pemain dan ofisial Sumatera Utara. Inilah keadaannya, saya tidak menyalahkan sepenuhnya kepada pemain. Para pemain sudah tampil solid,” tutur Safei Pilly.
Ofisial dan pemain Sumatera Utara berharap Menegpora segera melakukan evaluasi terhadap kesiapan panitia penyelenggara menggelar Kejurnas Antar PPLP ini.

“Saya pikir ada indikasi wasit ataupun panitia pelaksana untuk melakukan tindakan tidak fair kepada tim kita. Mungkin mereka beranggapan Sumut telah menjadi juara di Pekan Olahraga Pelajar Nasional sebelumnya. Jadi mereka (panitia pelaksana) tidak menginginkan Sumut kembali menjadi juara di Kejurnas ini. Apalagi dalam kejurnas ini tidak ada batasan usia,” kata Pilly.

Dia berharap, tentunya kejuaraan ini menjadi pengalaman pahit bagi tim sepakbola pelajar Sumatera Utara.  “Ini sebuah pengalaman pahit bagi tim kita. Namun, sebenarnya itu bukan satu alasan tapi karena kondisi sarana dan fasilitas tidak memadai menjadi salah satu faktor tim sepakbola pelajar Sumut tidak berhasil melangkah ke babak berikutnya,” kata Pilly.  Sementara itu, laga terakhir Sumut menghadapi tim pelajar Sumatera Barat berakhir dengan kemenangan tim Sumut dengan skor  akhir 2-0. (omi)

Sumut Dicap Gudang Produksi Ganja

BNN, Mabes Polri, Poldasu Temukan Ladang Ganja

Dugaan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi gudang produksi tanaman ganja ternyata benar.
Senin (24/10) Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menemukan dua titik ladang ganja.

Melalui operasi bersandikan Ranja Madina 2011, gabungan BNN, Mabes Polri, Polda Sumut, Polres Mandaling Natal (Madina) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina, dua ladang ganja tersebut ditemukan di pegunungan Tor Sihite, tepatnya di desa Huta Tua dan desa Huta Bangun.

“Ya, kemarin kami berhasil memusnahkan ganja sekira 2.500 batang atau sekira 400-500 Kg dari Desa Huta Tua dan Desa Huta Bangun,” kata Kapolres Madina AKBP A Fauzie Dalimunthe.

Selain dua lokasi tersebut, Fauzie mengungkapkan, jajaran kepolisian sudah berhasil mengidentifikasi sekira delapan hektar ladang ganja yang ada di dua desa yang saling bertetangga tersebut. Bahkan, ia menyebutkan, masih ada lagi ladang ganja lainnya yang belum teridentifikasi aparat.

“Jumlah lahan, lima hektar di desa Huta Bangun dan tiga hektar lainnya di desa Huta Tua,” sebutnya, sembari menyebutkan pihaknya turut mengambil sekira 300 batang untuk dijadikan barang bukti (BB).

Sementara itu, Direktur Bidang Penindakan dan Pengejaran, BNN, Brigjem Pol Benny Mamoto sekaligus yang memimpin operasi Ranja Madani 2011 mengatakan, operasi tersebut sudah dirancang sejak lama berdasarkan informasi dari berbagai sumber. Operasi itu dimaksudkan untuk mematikan sumber-sumber ganja.

“Ladang ini bagian hulu, kita akan terus memburu ladang-ladang ganja, sehingga bisa menekan peredaran narkoba terutama ganja,” ujarnya.Operasi ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12/2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Jakstranas P4GN). “Polri dan BNN dalam hal pemberantasan diberikan target untuk terus menumpas peredaran narkoba dan ganja sampai pada sumber-sumber produksinya. Karena itu, operasi seperti yang dilakukan ini akan terus dilanjutkan,” tegas Mamoto.

Terkait ladang ganja di Kabupaten Madina, Sumut, Mamoto mengakui pasokan dari Madina menjadi kedua terbesar setelah Provinsi Aceh. Bahkan, untuk saat ini menjadi incaran mafia ganja setelah Aceh mendapat penjagaan ketat. “Kami baru bisa mendeteksi beberapa titik saja. Tapi, dari informasi yang dikumpulkan, masih banyak lagi lahan ganja di Madani maupun Sumut umumnya,” kata Mamoto.

Baik Benny dan Fauzie, keduanya berterima kasih kepada masyarakat yang turut membantu keberhasilan dalam pengungkapan ladang ganja di kabupaten Madani. “Temuan ini sebenarnya tindakan sukarela masyarakt untuk menyerahkan lahan ganja. Jadi, kami sangat terbantukan,” ungkap keduanya.

Biayai Teroris

Wakil Bupati Madina, Dahlan Batubara, menduga uang hasil penjualan ganja turut membiayai terorisme. Meski tidak spesifik menjelaskan terorisme yang dimaksud, namun fakta pelucutan 54 pucuk senjata rakitan dan masih banyak lagi senjata rakitan memperkuat dugaannya. Selain itu, kondisi ekonomi warga juga terlihat berada di bawah garis kemiskinan.

“Saya menduga uang hasil penjualan turut biayai teroris,” kata Dahlan Batubara pada wartawan kemarin.
Ia menyebutkan, selama ini hubungan pemerintah dengan masyarakat Desa Huta Tua, Huta Bangun, Huta Tinggi dan Huta Tonga tidak harmonis. Pemerintah tidak bisa mengakses penuh kegiatan kemasyarakatan yang berlangsung.
“Mereka itu mirip negara barbar. Saling menembak satu sama lain, apalagi warga asing,” kata Dahlan yang mengaku tidak berani datang ke daerah tersebut tanpa pengawalan ketat aparat.

Selain senjata rakitan, lanjut Dahlan, secara kasat mata kondisi ekonomi sekira 400 kepala keluarga (KK) itu masih jauh berada di bawah garis kemiskinan. “Adik-adik wartawan sudah bisa lihat sendiri kondisi rumah mereka. Tapi, itu hanya kamuflase saja. Mungkin saja mereka punya harta di luar,” duga Dahlan.

Soal kegiatan teror ini turut disinggung Kapolres Madani AKBP A Fauzie Dalimunthe. Ia mengaku, warga sebenarnya ingin melaporkan ladang ganja, hanya saja takut terhadap kelompok lain yang selama ini diketahui terlibat aktif dengan perladangan ganja.

“Ya, ada intimidasi sehingga itu juga menjadi masalah, karena keselamatan warga menjadi perhatian utama kami,” kata Fauzie, tanpa menyebutkan aksi intimidasi itu bagian dari kegiatan teroris. (fir/jpnn)

Terbesar Setelah Aceh

Brigjen Pol Benny Mamoto, mengatakan produksi ganja dari Kabupaten Madina, menjadi produsen kedua terbesar setelah Provinsi Aceh. Hanya saja, kata Mamoto, pihaknya masih sementara melakukan pemetaan untuk mengetahui semua titik perladangan ganja.

“Kami baru bisa mendeteksi beberapa titik saja yang tersebar di pegunungan Sihite, Kecamatan Panyabungan Timur. Tapi, dari informasi yang dikumpulkan, masih banyak lagi lahan ganja di Madina maupun Sumut umumnya,” kata Mamoto.

Karena itu, BNN bekerjasama dengan Polres Madina dan dibackup Polda Sumut serta Mabes Polri juga Pemkab Madina, diupayakan penuntasan pembasmian lahan ganja di Madina hingga Desember 2011. “Kita sudah koordinasi, saat ini masih dilakukan pengembangan dan pendalaman (lidik, red) secara internal. Kalau sudah siap kita akan turun lagi untuk membersihkan semua ladang ganja,” tegas Mamoto.

Terkait pemasarannya, putra Sulut ini mengungkapkan jaringan peredaran ganja dari Madina didistribusi ke daerah tetangga (Sumatera) dan sebagian besar Jawa, termasuk Jakarta. Bahkan, turut diduga pula sudah menyentuh pasar internasional. “Untuk narkoba dan ganja ini sudah masuk dalam perdagangan international. Beberapa kali kita menangkap paket kiriman dari dan ke luar negeri. Kalau ini dibiarkan maka akan lebih besar lagi dan akan lebih banyak lagi yang menanam,” ujarnya.

Keberadaan ladang ganja di Kabupaten Madina ini terinformasi sudah sejak 1980-an. Hanya saja, aparat belum mengetahui apakah ganja di Madina ini sama dengan ganja di Aceh atau tidak. “Kegiatan ilegal pembudidayaan ganja ini sudah dimulai sejak 80-an dan ramainya nanti di 1990-an. Soal sumber bibit kami belum tahu asalnya dari mana. Tapi ini akan kita lidik,” sambung Kepala Pelaksana Harian (kalakhar) Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Madina AKBP Edy Mashuri Nasution.(fir/jpnn)

Wujudkan Tiga Kelurahan Terbaik

Seluruh SKPD Harus Membantu

Tiga kelurahan percontohan diharapkan mendapat penilaian terbaik dari Tim Pemprovsu. Untuk itu, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah  (SKPD) selaku dewan penyantun harus turut membantu dan mendukung sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

Imbauan itu disampaikan Wali Kota Medan Rahudman Harahap diampingi Ketua TP PKK Kota Medan, Hj Yusra Siregar di pendopo rumah dinas Wali Kota Medan di Jalan Sudirman Medan, Senin (17/10) lalu.

Dalam sambutannya, Rahudman meminta kepada ketiga kelurahan untuk mempersiapkan fisik kelurahannya. Sedangkan kepada Ketua PKK kelurahan agar membuat laporan kegiatan melalui infokus sehingga laporan, yang diberikan berbeda dari kabupaten dan kota penilaiannya.

“Ketiga kelurahan, yang dinilai harus mengerti apa yang harus dibenahi sehingga bisa mendapatkan penilaian baik dari tim penilai dan keluar sebagai pemenang,” katanya.

Dia menyebutkan, untuk mendapatkan yang terbaik, semua harus mendapat dukungan dari SKPD terkait. Sebab tanpa ada dukungan dari SKPD selaku dewan penyantun tentunya sulit bagi pengurus PKK mewujudkannya. Artinya, SKPD terkait  harus melakukan peran apa yang bisa dilakukan.

Ketua TP PKK Kota Medan Hj Yusra Siregar menjelaskan ketiga kelurahan, yang akan dinilai itu adalah, Kelurahan Besar,  Medan Labuhan sebagai Kelurahan Percontohan Program Terpadu Peranan Peningkatan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (PTP2WKSS). Kelurahan Terjun, Medan Marelan sebagai Kelurahan Percontohan 10 Progam Pokok PKK dan Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal sebagai Kelurahan Percontohan  Sepanjang Jalan Protokol Menuju Daerah Wisata.

“Masih banyak instansi terkait  yang belum memberikan bantuan terkait penilaian yang akan dilakukan, terutama masalah fisik kelurahan. Untuk itu saya berharap agar intansi terkait  peduli dan memberikan bantuan sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Di samping itu Ibu Lurah harus menguasai program pokok PKK, begitu juga dengan kadernya.  Kemudian lurah harus menguasai data di wilayahnya,” pintanya.

Lebih lanjut, Yusra menyebutkan, PKK kecamatan serta kelurahan sebaiknya membuat laporan yang sama. Artinya,  semua kegiatan yang telah dilakukan harus dibuat laporannya dan tidak dibuat beda-beda. Hal itu penting untuk memudahkan penilaian, begitu tim penilaian melakukan penilaian semua kegiatan yang telah dilakukan  semuanya bisa terlihat dengan jelas.

“ Saya minta dukungan semua pihak sehingga ketiga kelurahan yang akan dinilai itu mendapatkan penilaian baik dan bisa keluar sebagai pemenang. Kota Medan siap untuk dinilai tim evaluasi dari tingkat Propinsi Sumut,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Damikrot S Sos yang memandu jalannya rapat melaporkan, tim evaluasi dari tingkat Propinsi Sumatera Utara akan melakukan penilaian pada 21 dan 31 Oktober mendatang. Untuk Kelurahan Besar sebagai Kelurahan Percontohan PTP2WKSS akan dinilai pada 21 Oktober, sedangkan Kelurahan Terjun sebagai Kelurahan Percontohan 10 Program Pokok PKK dan Kelurahan Tanjung Rejo sebagai Kelurahan Percontohan Sepanjang Jalan Protokol Menuju Daerah Wisata pada 31 Oktober mendatang. (adl)

Sampah Menumpuk

087860654xxx
Dipinggir Jalan Bajak II Kelurahan Harjosari II Medan-Amplas menjadi tempat tumpukan sampah. Apa tidak ada program mengangkut sampah itu? Padahal warga dari terus membuat sampah di situ. Mohon diperhatikan ya Pak Wali Kota. Terima kasih.

Kami Angkut

Kami segera tindak lanjuti laporan via SMS warga itu. Tapi, kami terlebih dahulu berkoordinasi dengan lurah setempat untuk meninjau lokasi bersama petugas kebersihan. Bila benar adanya sampah yang menumpuk cukup banyak, kami secepat mungkin mengirim armada untuk mengangkut sampah tersebut. Namun, kami tetap berharap kepada warga untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Selanjutnya, warga berkoordinasi dengan lurah setempat untuk memagar lokasi itu.

Pardamean Siregar
Kadis Kebersihan Kota Medan

Harus Segera Bertindak
Kalau dibiarkan dalam waktu yang lama bahkan sampai membusuk, tumpukan sampah akan menyebabkan aroma yang tidak baik untuk kesehatan warga. Untuk itu aparatur  kelurahan harus lebih tanggap dengan laporan warga. Sebagai pamong di wilayah kerjanya, mereka harus menjadi contoh terbaik bagi warga sebelum memfasilitasi aspirasi warganya.

Hendaknya juga Wali Kota Medan membuat peraturan baru bagi lurah dan camat mengingat banyaknya keluhan warga yang dianggap angin lalu oleh lurah maupun camat ini. Sistem yang menyatakan setiap keluhan warga menjadi tanggungjawab dari yang menerima laporan.

Budiman Panjaitan
Anggota Komisi D DPRD Medan

Air Hidup Tengah Malam

085760905xxx

Yth PDAM Tirtanadi saya ingin menanyakkan kenapa aliran air di daerah rumah saya di Jalan Melintang Sei Sikambing C 2 Medan tidak pernah hidup di pagi sampai sore hari? Air hanya hidup pas tengah malam. Padahal air di belakang rumah saya hidup setiap harinya walaupun kecil. Trimakasih.

Akan Kami Periksa

Terimakasih atas informasinya. Keluhan ini akan kami tindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mencari penyebab dan solusinya. Keluhan pelanggan dapat disampaikan ke call center Tertanadi 500444.

Zaman Karya Mendrofa, Humas PDAM Tirtanadi

SMeCK Hooligan Mulai Arogan

Ulah oknum Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan, yang mengintimidasi para jurnalis olahraga saat meliput uji coba PSMS versus PSBL Langsa di Stadion Teladan Selasa (225/10), mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Medan Pers Club (MPC) salah satu yang menyayangkan aksi tak simpatik oknum pendukung PSMS tersebut. Ketua MPC, Hendra DS menyebut aksi intimidasi oknum tersebut termasuk ke dalam pelecehan tugas jurnalistik. Dan hal itu melanggar hukum.

“Kita dari MPC meyanyangkan adanya tindakan intimidasi dari kelompok suporter terhadap wartawan. Itu tidak bisa ditolerir,” beber Hendra DS ketika dimintai komentarnya Rabu (26/10).

Hendra menambahkan bahwa wartawan bertugas memberikan informasi kepada masyarakat luas. Maka itu, tugas jurnalistik dilindungi undang-undang. “Kalau ada yang mengganggu tugas wartawan, artinya melanggar undang-undang. Kita harapkan hal itu tak terulang lagi,” sambungnya.

Menurut salah satu wartawan senior ini, tidak bakal ada satu organisasi tertentu yang bisa besar dengan sendirinya, tanpa bantuan publikasi dari media massa. “Organisasi kecil, atau kelompok kecil bisa jadi besar karena pemberitaan. Sebaliknya, organisasi besar, tidak akan dilirik masyarakat jika tidak ada pemberitaan akan organisasi tersebut. Jadi tugas jurnalistik itu harus dihargai sebagai corong informasi masyarakat,” beber Hendra lagi.

Pada peliputan uji coba yang akhirnya dimenangkan PSBL Langsa 2-0 itu, kawan-kawan dari beberapa media dihampiri oknum yang disinyalir dari anggota SMeCK. Oknum tersebut melakukan penghinaan kepada wartawan yang meliput dengan teriakan: Hei kalian wartawan ngapain kalian di situ. Sana buat berita yang bagus, kalian foto itu semua biar ada gaji kalian. Tak hanya sekali, tindakan menjurus anarkis juga diarahkan kepada wartawan. Namun saat itu wartawan tidak sama sekali membalas ucapan oknum tersebut.

Sementara itu Ketua SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada wartawan. Menurutnya hal itu merupakan ulah oknum tertentu yang ingin memecah hubungan baik antara SMeCK dan wartawan. (ful/saz)

Tebus Kegagalan 2007

Sumut vs Bengkulu

Laporan Langsung:  Iwan Junaidi, waratawan Sumut Pos, dari Jakarta

JAKARTA- Tanggal 6 Juni 2007 takkan bisa dilupa oleh masyarakat  sepak bola Sumatera Utara (Sumut). Pasalnya, pada hari itu, untuk kali pertama sepanjang sejarah, tim sepak bola Sumut gagal berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Itu terjadi setelah tim sepak bola Sumut yang dibesut M Khaidir harus mengakui keunggulan Sumatera Barat dengan skor 0-1 di Stadion Teladan Medan. Padahal, jika saat itu anak asuh Khaidir mampu memaksakan hasil imbang, maka Sumut dipastikan menjadi juara grup dan lolos berlaga pada PON XVII di Samarinda, Kalimantan Timur.
Hasrat serta ambisi untuk menebus kegagalan inilah yang disematkan kepada 24 putra terbaik yang ada di Sumut saat melakoni babak playoff menghadapi Bengkulu, yang berlangsung hari ini (27/10) pukul 15.00 WIB di Lapangan Sepak Bola Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur.

Sumut dan Bengkulu berlaga di babak playoff karena kedua tim hanya menjadi runner up di grupnya masing-masing pada putaran pertama babak Pra PON yang berlangsung di Aceh dan Jambi. Sementara juara grup masing-masing wilayah, yakni Sumbar dan Jambi secara mendadak dinyatakan lolos pada PON XVIII yang berlangsung di Riau pada tahun 2012.

Terkait peluang timnya saat menghadapi Bengkulu nanti, Rudi Saari head coach tim Pra PON Sumut mengaku optimis. “Segala upaya telah kita lakukan demi lolosnya Sumut pada PON XVIII mendatang. Dari mulai menjalani TC selama setahun lebih (pertama kali terbentuk 25 Juli 2010), hingga melakukan serangkaian pertandingan ujicoba menghadapi tim-tim tangguh,” bilang Rudi, yang kemarin masih terbaring karena sakit.

Sejauh ini tim Pra PON Sumut telah melakoni 31 pertandingan, baik yang bersifat turnamen maupun laga ujicoba. Dari pertandingan itu, Hardiyantono dkk meraih hasil 23 kali menang, 4 kali imbang dan 4 kali kalah, dengan selisih gol 83 memasukkan dan 27kali kebobolan.  “Intinya kami benar-benar siap tempur agar bisa memberi yang terbaik untuk masyarakat sepak bola Sumatera Utara,” bilang Rudi.

Di tempat terpisah, keyakinan yang sama juga diusung Bengkulu. Bahkan untuk melakoni laga putaran kedua ini Bengkulu telah lebih dulu bertolak ke Jakarta. (*)